Anda di halaman 1dari 11

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNya kami dapat menyelesaikan makalah Copepoda sebagai salah satu tugas mata
kuliah.
Melalui penyusunan tugas ini diharapkan kami sebagai mahasiswa yang
mengambil mata kuliah Planktonologi mempunyai bahan acuan dalam perkuliaha.
Selain itu, penyusunan tugas ini juga semoga dapat digunakan dan dimanfaatkan
oleh semua pihak yang memerlukannya khususnya yang berkaitan dengan bidang
Perikanan dan Kelautan.
Dalam pengerjaan tugas ini kami selaku tim penyusun telah berusaha sebaik
mungkin, namun kami menyadari masih ada kekurangan dan kelemahan, sehingga
dengan segala kerendahan hati, kami sangat terbuka untuk menerima saran dan
kritik. Kami berharap semoga penyusunan tugas ini dapat bermanfaat khususnya
bagi kami selaku tim penyusun dan umumnya bagi semua pihak yang telah
membaca tugas mengenai Copepoda ini. Selain itu, semoga tugas ini juga dapat
menjadi sumbangan pemikiran dalam membangun bangsa Indonesia khususnya
dalam bidang Perikanan dan Kelautan.

Bandung, 4 Mei 2014

Tim Penyusun

PLANKTONOLOGI

Page i

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI......

ii

BAB I PENDAHULUAN......

1.1 Latar Belakang.............. 1


1.2 Tujuan...............

1.3 Rumusan Masalah. 2

BAB II PEMBAHASAN 3
2.1 Sistematika Zooplankton di Air Laut (Copepoda)..

2.2 Ciri-ciri dan Morfologi Zooplankton di Air Laut (Copepoda).

2.3 Metode Reproduksi Zooplankton di Air Laut (Copepoda)..

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan...............

DAFTAR PUSTAKA.....

iii

PLANKTONOLOGI

Page ii

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Zooplankton merupakan nama untuk plankton hewani, yakni hewan yang
hidupnya mengapung, atau melayang dalam laut. Kemampuan renangnya sangat
terbatas hingga keberadaannya sangat ditentukan kemana arus membawanya.
Zooplankton bersifat heterotrofik, yang maksudnya tak dapat memproduksi
sendiri bahan organik dari bahan anorganik. Oleh karena itu, untuk kelangsungan
hidupnya, zooplankton sangat bergantung pada bahan organik dari fitoplankton
yang menjadi makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagai konsumen
bahan organik. Ukurannya paling umum berkisar 0,2 2 mm, tetapi ada juga yang
berukuran besar misalnya ubur-ubur yang bisa berukuran sampai lebih satu meter.
Kelompok yang paling umum ditemui antara lain kopepod (copepod), eufausid
(euphausid), misid (mysid), amfipid (amphipod), kaetognat (chaetognath).
Zooplankton dapat dijumpai mulai dari perairan pantai, perairan estuaria didepan
muara sampai ke perairan di tengah samudra, dari perairan tropis hingga ke
perairan kutub (Nontji, 2008).
Zooplankton ada yang hidup di permukaan dan ada pula yang hidup di
perairan dalam. Ada pula yang dapat melakukan migrasi vertikal harian dari
lapisan dalam ke permukaan. Hampir semua hewan yang mampu berenang bebas
(nekton) atau yang hidup di dasar laut (benthos) menjalani awal kehidupannya
sebagai zooplankton yakni ketika masih berupa telur dan larva. Baru dikemudian
hari, menjelang dewasa, sifat hidupnya yang bermula sebagai plankton berubah
menjadi nekton atau benthos (Nontji, 2008).
1.2 TUJUAN
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Planktonologi
Mahasiswa/i mampu mengenali, memahami dan menjelaskan kembali
mengenai zooplankton air laut khusunya subkelas copepoda
1.3 RUMUSAN MASALAH

PLANKTONOLOGI

Page 1

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

Bagaimana sistematika kelompok zooplankton air tawar khususnya


Subkelas Copepoda dan Ordo Platycopioida, Poecilostomatoida,
Siphonostoida?

Bagaimana ciri-ciri dan morfologi kelompok zooplankton air tawar


khususnya

Subkelas

Copepoda

dan

Ordo

Platycopioida,

Poecilostomatoida, Siphonostoida?

Bagaimana metode reproduksi zooplankton air tawar khususnya filum


Subkelas Copepoda dan Ordo Platycopioida, Poecilostomatoida,
Siphonostoida?

PLANKTONOLOGI

Page 2

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 SISTEMATIKA COPEPODA AIR LAUT DAN PAYAU

Cope = dayung, Podos = kaki

Zooplankton yang paling banyak ditemukan di perairan dan memegang


peranan penting dalam rantai makanan pada suatu ekosistem perairan

Sering disebut juga serangga laut karena banyaknya jumlah yang terdapat
di laut

Pemakan tumbuhan terbesar di dunia

Tersebar pada seluruh benua di dunia, mudah beradaptasi

Terdapat sekitar 14.000 spesies dan 210 famili

Kaya akan nutrisi

Sumber protein terbesar di samudra

Banyak dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk larva ikan

Copepoda kadang-kadang digunakan sebagai bioindicators

Klasifikasi:
Kingdom

: Animalia

Filum

: Anthropoda

Subfilum

: Crustacea

Kelas

: Maxillopoda

Subkelas

: Copepoda

Ordo

: Platycopioida, Poecilostomatoida, Siphonostoida

2.2 CIRI-CIRI DAN MORFOLOGI COPEPODA AIR LAUT DAN PAYAU


Copepoda dewasa berukuran antara 1 dan 5 mm. Copepoda yang bersifat
planktonik pada umumnya suspension feeders. Tubuh Copepoda dibagi menjadi
dua bagian, yaitu prosomal dan urosomal. Pada bagian prosomal dibagi menjadi
dua bagian yaitu cephalotoraks dan abdomen yang lebih kecil dibandingkan
cephalothorax. Sedangkan urosomal merupakan bagian segmen thorax ke-7

PLANKTONOLOGI

Page 3

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

sampai ekor. Hampir semua bagian tubuh ditemukan pada segmen prosomal
kecuali untuk bagian spiney pada segmen tubuh terakhir disebut caudal ramus.
Cephalothorax
Cephalothorax mempunyai 5 pasang anggota tubuh yaitu antena pertama,
antena kedua, mandible, maxila pertama, maxilla kedua. Antena pertama
berjumlah 25 segmen yang berfungsi sebagai alat sensor, gerak dan proses
pembuahan/copulasi (jantan) untuk menempel pada betina. Antena kedua lebih
pendek & berfungsi alat sensor jika ada mangsa atau saat terancam maka antenna
ini yang akan mengirim sensor ke otak. Mempunyai sebuah mata nauplius median
(di tengah) yang terdiri atas 3 buah ocelli yaitu 2 lateral dan sebuah median.
Abdomen
Terdapat sepasang maksilliped dan masing pasangan mempunyai kaki
renang yang biramus (3 segmen eksopod & 3 segmen endopod). Pada betina
memiliki egg sac atau kantung telur untuk menyimpan telur. Bagian abdomen
juga terdapat kaki renang yang biramus yang berjumlah lima pasang.
A.

B.

C.

Ciri umum
Ukuran sekitar 0,5 2 mm
Ada yang bersifat filter feeder dan predator
Kebanyakan kelompok meroplankton
Warna umum berwarna keabu-abuan dan kecoklatan
Hidup pada salinitas 25 sampai 35 ppt
Hidup pada suhu 17-30oC dan pH 8

Ciri khusus
Copepoda jantan umumnya lebih kecil dibandingkan Copepoda betina
Tubuh bersegmen
Memiliki tubuh yang pendek dan silinder
Reproduksi menggunakan antena untuk menempel pada betina

Anatomi Copepoda
Tubuhnya berbuku-buku
Memiliki ekor yang membulat
Memiliki antenna
Memiliki cadangan telur di bawah abdomennya
Memiliki cephalosome: perisai atas kepala dan beberapa segmen yang
terhubungkan

D.

Kelengkapan Tubuh

PLANKTONOLOGI

Page 4

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

Kepala sejati punyai 5 pasang anggota tubuh (antena pertama, antena

kedua, mandible, maxila pertama, maxilla kedua)


Kepala antena pertama (25 segmen) berfungsi sebagai alat sensor,

gerak dan proses pembuahan/copulasi (jantan)


Antena kedua lebih pendek dan berfungsi sebagai alat sensor
Segmen pertama thorax terdapat sepasang maxillipeds dan masing

pasangan mempunyai kaki renang


Kaki renang (3 segmen eksopod & 3 segmen endopod)
Prosome cephalothorax & metasome
Urosome segmen thorax ke-6 dan ke-7
Egg sac (betina)

2.3 METODE REPRODUKSI COPEPODA AIR LAUT DAN PAYAU


Secara umum ini metode reproduksi nya sama dengan sub kelas copepoda
dari kelas maxiliopoda serta dari filum arthropoda. Reproduksi dan perkembangan
copepod adalah Dioecious. Betina mempunyai sebuah atau sepasang ovary dan
sepasang seminal receptacle. Copepod jantan yang hidup bebas biasanya
mempunyai sebuah testes dan membentuk spermatofora. Pada waktu kopulasi,
copepod jantan memegang yang betina dengan antenna pertama atau kaki renang
keempat atau kelima yang berbentuk capit, dan melekatkan spermatofora pada

PLANKTONOLOGI

Page 5

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

betina pada pembuahan seminal receptacle. Sekali kopulasi dapat digunakan


untuk membuahi 7 sampai 13 kelompok telur.
Telur yang telah dibuahi dierami dalam sebuah atau sepasang kantung
telur. Tiap kantung telur berisi antara 5 sampai 50 butir telur. Cyclops mengerami
telur sampai selama 12 jam sampai 5 hari, maka kantung telur hancur dan
keluarlah larva yang disebut nauplius. Kemudian copepod betina tersebut akan
menghasilkan kantung baru dan kelompok telur baru.
Stadia nauplius sebanyak 5 atau 6 instar, kemudian menjadi copepodidi
sebanyak 5 instar, dan akhirnya menjadi dewasa. Copepod dewasa tidak
mengalami pergantian kulit. Perkembangan dari telur sampai dewasa memakan
waktu antara satu minggu sampai satu tahun. Copepod hidup bebas berumur
antara 6 bulan sampai satu tahun lebih.
Untuk mempertahankan diri terhadap lingkungan buruk, beberapa
caponoid dan harpaticoid air tawar menghasilkan telur dengan cangkang tipis dan
telur dorman dengan cangkang tebal. Jenis air tawar yang lain, ada instar
copepodid atau dewasa melakukan estivasi dengan membungkus diri dengan
selubung organic yang keras dan menjadi siste. Selain untuk mempertahankan diri
terhadap lingkungan buruk, telur dorman atau siste juga merupakan sarana
penyebaran keturunan.

PLANKTONOLOGI

Page 6

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Copepoda berasal dari bahasa Yunani yaitu Cope = "dayung" dan Podos =
"kaki". Oleh karena itu Copepoda = berkaki dayung, yang mengacu pada
sepasang kaki yang sama yang bergerak bersama-sama. Copepoda
merupakan kelompok entomostraca dengan jumlah spesies terbesar, yaitu
sekitar 12.000 spesies dan sebagian besar hidup bebas. Rata-rata
ukurannya antara 0,5-15 mm.

Ciri khusus
o Copepoda jantan umumnya lebih kecil dibandingkan Copepoda betina
o Tubuh bersegmen
o Memiliki tubuh yang pendek dan silinder
o Reproduksi menggunakan antena untuk menempel pada betina
Anatomi Copepoda
o Tubuhnya berbuku-buku
o Memiliki ekor yang membulat
o Memiliki antenna
o Memiliki cadangan telur di bawah abdomennya
o Memiliki cephalosome: perisai atas kepala dan beberapa segmen yang
terhubungkan

Reproduksi dan perkembangan Copepoda adalah Dioecious.

PLANKTONOLOGI

Page 7

[COPEPODA] ZOOPLANKTON

DAFTAR PUSTAKA
http://amirulrosid.blogspot.com/2012/06/makalah-crustacearendah.html?m=1 diakses pada 3 Mei 2014 19.36
http://www.animal.jrank.org diakses pada 4 Mei 2014 12.17
http://apriliasakari.blogspot.com/2014/01/crustacea.html?m=1
diakses pada 3 Mei 2014 19.51
http://www.at-sea.org diakses pada 4 Mei 2014 12.21
http://en.wikipedia.org/wiki/Copepod diakses pada 3 Mei 2014 19.27
Nontji, Anugerah. 2008. Plankton laut. Jakarta: LIPI Press.
http://sharing-is-so-fun.blogspot.com/2013/09/avertebrata.html?
m=1 diakses pada 3 Mei 2014 19.48

PLANKTONOLOGI

Page iii

[COPEPODA] ZOOPLANKTON
MAKALAH PLANKTONOLOGI
Zooplankton Air Laut
Subkelas Copepoda
Ordo Platycopoida, Poetilostomatoida, Siphonostoida

Disusun oleh:
Kelompok 4
Elsi Sri Mulyani

230210130052

Taufik Candra M.

230210130057

Yuliana Rafika230110130153
Zulfiqar Wahyu I.

230110130142

Risa Mawadatu S.

230110130129

Bastian H. Damanik 230110120152


Mediana Rahma P.

230110130123

Windi Herdiyanto

230110110056

FPIK C

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS PADJAJARAN
JATINANGOR
2014