Anda di halaman 1dari 37

AUDIT FORENSIK

PENCEGAHAN FRAUD

Penciptaan Lingkungan Rendah


Fraud
Ada dua faktor penting yang berpengaruh
dalam penciptaan lingkungan yang rendah fraud.
1. Penciptaan

budayakejujuran, keterbukaan,
dan program asistensi-atributatas lingkungan
yang rendah kecurangan.
2. Pengeliminasian kesempatan untuk
melakukan kecurangandan penciptaansuatu
ekspektasi bahwa tindakan kecurangan akan
dihukum.

Penciptaan BudayaKejujuran,
Keterbukaan,dan Program
Asistensi

Tigafaktor utama dalampencegahan


kecuranganyang berkaitan denganpenciptaan
budayakejujuran, keterbukaan, dan program
asistensi:
1.Mempekerjakan

orang-orang jujur dan memberikan


pelatihan kesadaran/ kewaspadaan terhadap kecurangan
2.Menciptakan lingkungankerja yang positif,
yangberarti memiliki aturan perilaku (code of conduct)
yang didefinisi kan dengan baik,memilikikebijakan
keterbukaan, tidak beroperasiatas dasarkrisis,dan
memilikisuasana rendah kecurangan.
3.Menyelenggarakanprogramasistensi karyawan(an
employee assistance program -EAP) yang membantu
karyawan dalam mengatasi tekanan pribadi yang sedang
dialami.

1. MempekerjakanOrang-orang Jujur
dan Memberikan Pelatihan
Kesadaran/ Kewaspadaan terhadap
Kecurangan
Penting bagi perusahaan memiliki kebijakan skrining

kepegawaian yang baik.Bahkan dalamlingkungan yang


sangatterkontrol, karyawan yang tidak jujurdengan
tekananyang beratsering melakukan kecurangan.
Taktik yang dapat digunakan:
Verifikasi resumedan sertifikasi
Keputusanperekrutanyang buruk, mungkin akan
menyebabkan perusahaanharus bertanggung
jawabatas tindakanatau kelalaian karyawan,baik di
dalammaupun di luarlingkupkerja karyawan, selama
pihak yang dirugikan dapat menunjukkan
tindakanlalaitersebut karena kesalahan
dariperusahaansendiri.

Mencegah Kesalahan dalam


Perekrutan Karyawan
Supaya tidak terjadi kesalahan dalam melakukan
perekrutan terhadap karyawan, ada beberapa hal yang
dapat dilakukan, yaitu:
1.Sebelum

mempekerjakan pelamar
kerjaperusahaan harus memverifikasisemua
informasi dari ikhtisar dan catatan-catatan dari
berkas lamaranpada resumepemohon dan/atau
aplikasi.
Manfaatdari tindakan kewaspadaan tersebut
mencakupjuga peningkatan pemahamannya
ataspelamar kerjadan kecenderung- annya
untukjujurserta sebagaipengurangan yang signifikan
dalam mempekerjakandan mempertahankan
karyawanyang berbahaya, tidak layak,atau tidak jujur.

Next...
Mencegah Kesalahan dalam Perekrutan
Karyawan
2. Kedua,perusahaan

harusmewajibkan
semuapelamaruntuk menyatakanbahwa
semua informasi tentangaplikasi
merekadan / atauresumeadalah akurat.

Suatu persyaratan bahwa semua pelamarharus


menyatakankebenaranhal-halyang diatur dalam
aplikasi merekadan / atauresumeakan
berfungsisebagai pencegah terhadap pernyataan
palsuatau menyesatkan atau kelalaian. Aplikasi
harusmenyediakan,secara tertulis yangdiakui
dan disetujui olehpemohon,bahwa, dalamhal
adanya informasi salah dalam bentukpernyataan
ataukelalaian yangditemukanpada aplikasi dan/
atau resume, makatemuan tersebut dapat
dikadikanalasan untuk pemberhentiansegera.

Next...
Mencegah Kesalahan dalam Perekrutan
Karyawan
Perusahaan harus melatihmereka yang
terlibat dalam proses perekrutan untuk
melakukanwawancarayang cermat
danterampil
Tujuan perusahaanatas suatu wawancara
adalahuntuk menentukan apakah pelamarcocok
untuk posisiyang tersedia.
BanyakPerusahaanmemintapewawancara untuk
mengajukansatu set standarpertanyaan yang
dirancang untuk memperolehinformasi tertentu
daricalon karyawan. Pewawancara kemudian
dibiarkan dengan kebijakannya sendiri untuk
menindaklanjuti dan/atau mengajukanpertanyaan
tambahanselamawawancara
3.

Bagaimana jika karyawan tersebut sudah


bekerja di perusahaan? Apa yang selanjutnya
dapat dilakukan oleh perusahaan?
Suatu perusahaan,misalnya,mengajarkan kepada
para karyawanberkaitan dengan masalah
pelanggaran-pelanggaran terhadap perusahaan,dan
memberi pengarahan bagaimana jika ada kecurigaan
terjadinya kecurangan. Mereka dapat:
(1)berbicara denganatasan langsungmereka
atau manajemen
(2) memanggilkeamanan perusahaan,
(3)memanggil audit internal,atau
(4)menghubungi nomor
hotlinetertentu.Karyawandiberitahu bahwamereka
dapatmemberikan informasihotlinesecara
anonimatau mengungkapkanidentitas mereka.

2. Menciptakan Lingkungan
Kerja yang Positif
Faktorkedua yang pentingdalam budaya kejujuran,
keterbukaan,dan asistensi adalah menciptakan lingkungan
kerja yang positif. Lingkungankerja yang positif tidak
terjadisecara otomatis, melainkanharus dibangun.
Tiga elemen yang mendukung terciptanya lingkungan
kerja yang positif, yaitu:
menciptakanekspektasi-elkspektasitentang
kejujuranmelalui penetapanaturan perilaku perusahaan
yang baikdan menyampaikan ekspektas ekspekatasi
tersebut ke seluruh organisasi,
memilikikebijakan yang terbuka ataukemudahan
akses,dan
memilikiproseduroperasi dan personelyang positif.

Menurutpara peneliti,suatu aksiomayang


baikuntuk diingat adalah,"Apa yang Anda
harapkanadalah apa yang Andaakan dapatkan.
Cara-cara untuk menciptakan dan
mengkomunikasi- kan ekspektasi-ekspekatasi yang
jelas tentang apa yang dapat dan tidakdapat
diterimadalam suatu organisasi:
1.Mengkomunikasikan kode etik kepada seluruh
karyawan
2.Memiliki kebijakanpintu
terbukaataukemudahan akses bagi karyawan
untuk mengomunikasikan masalahnya
3.Memiliki kebijakan operasional danpersonel
yangjelas dan positif.

Prosedur-prosedur dan Kondisikondisi Operasi dan Personil


Lainnyayang Nampak Memberikan
Kontribusi atas Lingkungan yang
Tinggi-kecurangan
1.

2.
3.
4.
5.

6.

Manajer yang tidak peduli atau


memperhatikan masalah kejujuran (yang
mencontohkan perilaku apatis atau tidak tepat)
Gaji yang tidak memadai
Kurangnya pengakuanatas kinerja
Penetapanharapananggaranyang tidak masuk
akal
Ekspektasi bahwakaryawanmenjalani gaya
hiduptertentu (misalnya,milik suatucountry
club)
Adanya ketidaksetaraan dalamorganisasi

Next...
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Beban pengeluaranyang tidak memadai


Manajemen yang otokratisataudictator
Loyalitasterhadap perusahaanrendah
Fokus bisnis jangka pendek
Manajemenkrisis
Aturan yang kaku
Umpan balik dan reinforcemen (penguatan)
yang negative
Tindakan represif (penindasan) atasperbedaan
peluang promosirendah
lingkungan kerja yang bermusuhan (tidak
kondusif)
Tingginya dan/atau ketiadaan turnover

Next...
18.
19.
20.

21.
22.
23.
24.

Arus kasatau masalahkeuangan lainnya


Sifat manajemen yang reaktifdaripada
manajemenproaktif
Manajer yangmemodelkan roda-berjalan,
impulsif,tidak sensitif, emosional,atau
dikuasaikepribadian
Hubungan lebih bersifat persaingan daripada
saling mendukung
Miskinpelatihan
Kurangnyatanggung jawabkeorganisasian
yang jelas
Rendahnya praktik-praktik komunikasi

Implementing Employee
Assistance Programs (EAPs)
Salah satu dari tigaunsurdari
segitigakecurangan adalah persepsitekanan.
Seringkali, tekanan-tekanan yang memotivasi tindak
kecurangan adalah apayang pelakuanggap tak
perlu diceritakanatau apa yangmereka percaya
tidak ada jalan keluar legal.
Perusahaan yangmenyediakan cara-cara yang
efektif untukmempunyai kepedulian terhadap
tekanan-tekanpribadi yang dhadapi karyawankaryawan,akan mengurangi banyak
potensikecurangan.
PAKmembantu menanganikaryawandengan
masalah-masalah penyalahgunaan zat(alkoholdan
obat-obatan); perjudian; pengaturan keuangan, dan
kesehatan, keluarga, dan masalahpribadi lainnya.

Eliminating Opportunities for Fraud


to Occur
Ketikatekanan, kesempatan,dan rasionalisasi digabungkan,
kemungkinankecuranganyangdilakukan meningkat secara
dramatis.Jika salah satudari tiga elementidak ada,
kemungkinan terjadinya kecurangan cenderung berkurang.
Lima
metode
mengeliminasi
kesempatan
atau
peluangterjadinya kecurangan:

1.Memilikikontrolinternal yang baik,


2.Memperkecil
kesempataan
terjadinya kolusi
antara
karyawan
danpelanggan
atauvendor,dan
secarajelasmenginformasikan kepada vendordan pihak luar
lain yang dapat dihubungi mengenaikebijakanperusahaan
terhadap tindak kecurangan,
3.Pemantauan terhadap para karyawan
danmenyediakanhotline(whistle-blowing sistem)untuk
tipsanonim,
4.Menciptakanekspektasihukuman,dan
5.Melakukanauditproaktif.

1. Having a Good System of Internal


Controls (MemilikiSistemPengedalian
Cara
yang
secara luas dikenaluntuk
Internal
yang
Baik)
menangkalatau
mencegah
kecuranganadalah dengan memilikisystem
pengendalian
yang
baik.
Situs
LembagaAuditor Internal berisipernyataan
berikut, misalnya:

Auditor internalmemberi dukungan


upayamanajemen untuk membangun
budaya yang mencakupetika,kejujuran,dan
integritas.Merekamembantu manajemen
dengan evaluasi pengendalian internalyang
digunakan untuk mendeteksiatau
mengurangikecurangan.

Komite yang Menyeposori Organisasi


(Committee of Sponsoring Organizations COSO) menyatakan
bahwadefinisikerangkapengendalian
internalbagi suatu organisasiharus
mencakup :
(1)lingkungan pengendalian yang baik,
(2)sistemakuntansi yang baik,
(3)kegiatan-kegiatan pengendalian yang baik,
(4)pemantauan (monitoring),dan
(5)informasi dan komunikasi yang baik.

Lingkungan pengendalian yang baik


Lingkungan
pengendalianadalah
irama
(tone)keseluruhan organisasi yang ditetapkan
oleh
manajemenmelalui
pemodelan
danpelabelan, organisasi, komunikasi,
dan
kegiatan-kegiatan lainnya.
Sebagaimana
dinyatakandalam
laporanCOSO,
lingkungan pengendalianmenetapkan iramadari suatu
organisasi,mempengaruhi kesadaranpengendaliandari
orang-orangnya.Ini
adalahdasar
untuksemua
komponen pengendalian internal lainnya,menetapkan
disiplindan struktur.

SistemAkuntansi yang Baik


Elemen kedua, memilikisistemakuntansi yang baik,adalah pentingsehingga
informasiyang digunakan untukpengambilan keputusan danyang disampaikan
kepada parastakeholderadalah valid, lengkap,dan tepat waktu.Sistem ini
jugaharus memberikan informasi yang dinilai,diklasifikasikan,diotorisasi,dan
diikhtisarkan dengan benar.

Kegiatan pengendalianyang baikmelibatkankebijakandan praktekyang memberikan


kontrol fisik atasaset,otorisasiyang tepat,pemisahan tugas, pemeriksaan independen,dan
dokumentasi yang tepat.(Kontrolfisik,otorisasi yang tepat,dan pemisahan tugasadalah
kontrolyang
biasanyamencegah
terjadinya
kecurangan,
sehinggadisebut
kontrolpencegahan,sementarapemeriksaan
independen
atas
dokumendan
catatanbiasanyadetektifcontrol yang memberikan kesempatan deteksi kecurangan
secara dini). Suatu sistem kontrolyang memenuhi persyaratan ini memberikan
jaminanyang wajar bahwatujuan dan sasaran organisasiakan terpenuhidan
kecurangantersebut akan berkurang.

Kegiatan-kegiatan pengendalian
Terdapatlima jeniskegiatan pengendalian, yaitu :
yang
Pemisahanbaik
tugas - memiliki duaorangmelakukan suatu rangkaian tugasbersama-sama

ataumemecahtugasmenjadi
bagian-bagiansehingga
orangmenanganipenugasansecara lengkap;

tidak

ada

satu

Memilikisistemotorisasiyang tepat sehinggahanyaindividu yang berwenangatauyang


ditunjukmemiliki izin untuk menyelesaikan tugas-tugastertentu;

Menerapakan pengamanan fisikseperti loker,kunci,lemari besi,pagar,dan lain-lainnya,


dan melarang siapapun tanpa kewengaan mengakses asset-aset dan catatan-catatan;

Menerapkansistempemeriksaanindependen
wajib,audit, dan lain sebagainya, dan

Memiliki sistempendokumenandan pencatatan yangmemberikan jejak audit


yangdapat
diikutiuntuk
memeriksaaktivitas
yang
mencurigakan
dandokumentransaksi.

sepertirotasi

pekerjaan,liburan

2. MenghambatKolusi
antaraKaryawandan Lainnyadan
Duatren terakhir ini dalam bisnismenunjukkan bahwa kemungkinan
jumlahkecurangan
yang danKontraktoruntuk
bersifatkolusi telah meningkat:
Vendor sinyal
KebijakanPerusahaan
Yang pertamaadalah sifatyang semakin kompleksnyabisnis. Dalam

lingkungan yang kompleks, karyawan-karyawan yangdipercayalebih


mungkinuntuk beroperasidi lingkungan yangterisolasiatau khususdi
manamereka terpisah dariindividu-individu lainnya.

Yang kedua adalahmeningkatnya frekuensikerjasama pemasok, di


manakesepakatan
lisanmenggantikanjalurformal
danhubungan
yang lebih dekatada antarapembeli danpemasok.

3. Monitoring Employees and Having a


Whistle-Blowing System

Pemantauan
ketatmemudahkandeteksi
dini.Hal
ini
jugabisa
mencegahkecurangan karenapelakupotensialmenyadari bahwa "orang
lainmengawasi". Hal ini karena pemantauanoleh rekanadalah sebuahcara
yang efektifuntuk menangkap tindakan tidak jujur. Pasal307dari SarbanesOxleyAct tahun 2002mengharuskan semua perusahaan publikuntuk
memiliki sistemwhistleblower yang membuatnya mudah bagi karyawandan
orang lain untukmelaporkan kegiatan yang mencurigakan.

Dalam kebanyakan kasuskecurangan yangtelah dipelajari,orang-orang yang


mencurigai atau mengetahuibahwa kecurangansedang atau telah
terjaditapientah takutuntuk mengungkapkan informasi atautidak tahu
bagaimanauntuk mengungkapkan informasi, mereka pada umumnya tidak
berbuat apa-apa atau diam.Hukum-hukum whistle blower yang baru harus
membantudalam masalah ini.

Lanjutan...
Deloitte,salah satu dari 4perusahaanbesarCPA, dalam sebuah
penelitian yang dilakukandi seluruh dunia, menyimpulkan bahwa
ada
4
alasanmengapa
beberapasystem
whistleblowinggagaldalam upaya merekauntuk mendeteksi kesalahan:

1.Kurangnyaanonimitas- Salah satuhambatanterbesar bagi whistleblower


untuk
melaporkankesalahanadalah
takut
retribusi
(pembalasan).Jika
karyawanharus
melaporkanpelanggaranmelalui
saluraninternal yangtidak menjamin anonimitas (kerahasiaan), mereka
cenderung tidak meniup peluit blow the whistleMerekaingin
memperingatkan organisasi mereka tentang kesalahan tetapi tidakpada
beban/resikopribadi.
2.Budaya-

Budayasuatuorganisasiditentukan olehiramadari atasnya


(the tone of the top).Jika manajemenmenetapkancontoh yang buruk
mengenai penyimpanhan / pelanggaran, karyawancenderunguntuk tidak
angkat
bicara
karena
dua
alasan:
pertamamereka
takut
akandihukumoleh manajemen, dan kedua,mereka percayabahwa
manajemen tidak mungkinakan menindaklanjuti laporanwhistleblower,
terutamajikaberkaitan dengan tim atau jajaran manajemen.

3.

KebijakanJikakebijakanyang
berkaitan
denganperilaku
dan
etika
yang
dapat
diterimatidakdengan
sangat
jelas
ditetapkandalam
suatu
organisasi,karyawan
akanberada dalam ketidak-pastian tentangapa
yang
merupakanpelanggarandan
apakahmelaporkan aktivitas yang mencurigakan
atau tidak.

4. Kurangnya kesadaran Jika keberadaansistem


Whistleblowing tidak dikomunikasikan secara
efektif
atauterusdiperkuat
(reinforced),
karyawancenderung
tidak
menggunakannya
atau tidaktahu bagaimanauntuk mengaksesnya.

Agar sistem whistle-blowing untuk bekerja secara


efektif, harus memiliki unsur-unsur berikut:
1.

Anonimitas-Karyawan harus yakin bahwa mereka dapat melaporkan


kejadian dugaan pelanggaran tanpa takut akan pembalasan. Sebuah
sistem yang efektif harus menyembunyikan identitas whistle blower.

2. Kemerdekaan-Karyawan merasa lebih nyaman tentang laporan


pelanggaran kepada pihak independen yang tidak dengan cara
apapun berkaitan dengan organisasi atau pihak-pihak yang terlibat
dalam pelanggaran tersebut.
3. Aksesibilitas-Karyawan harus memiliki beberapa saluran yang
berbeda di mana mereka dapat melaporkan kesalahan, yaitu, melalui
telepon, e-mail, online, atau surat. Hal ini memastikan bahwa semua
karyawan di tingkat manapun dapat secara anonim membuat
laporan menggunakan saluran yang sesuai dengan mereka.
4.
Menindaklanjuti-Insiden
yang
dilaporkan
melalui
sistem
whistleblowing harus ditindaklanjuti dan tindakan korektif harus
diambil bila diperlukan. Ini akan menunjukkan manfaat dari sistem
dan mendorong lebih lanjut untuk melaporkan apabila dijumpai
adanya kecurangan.

4. Creating an Expectation of
Punishment MenciptakanEkspektasiHukuman
Salah

satu

Faktordalammenghilangkankesempatan
kecurangan
adalah
menciptakan
ekspektasi/harapan
bahwaketidakjujuranakan
dihukum.Sebagaimana beberapa kali dinyatakan,
salah
satu
pencegahterbesar
untukketidakjujuranadalah
rasa
takut
akan
hukuman. Sebuah kebijakanpenuntutanyang kuat
yangdipublikasikan dengan baik memungkinkan
karyawan
tahubahwa
tindakan-tindakantidak
jujurakandihukum dengan keras,bahwa tidak
semua orang tidakjujur,dan bahwapinjamanyang
tidak sah dari perusahaan tidakakan ditoleransi.

Sangat
sedikitorganisasiyang
secara
aktif
melakukanaudit kecurangan. Para auditor mereka sudah
merasa cukup puasdengan melakukan audit audit
keuangan, operasional,serta kepatuhan,dan melakukan audit
investigasi kecurangan hanya ketika adagejala sangat
parahbahwa kecurangan dicurigai telah terjadi.Organisasi
yangsecara proaktif melakukanaudit kecuranganmenciptakan
suatu
kesadaran
di
antarakaryawanbahwa
tindakankaryawanakan
ditinjausetiap
saat.Dengan
meningkatkanrasa takuttertangkap, audit proaktif
mengurangi perilakucurang.

Auditkecuranganyang baik mencakup empat langkah :


(1)mengidentifikasieksposurrisiko kecurangan,
(2)mengidentifikasigejala-gejalakecuranganmasing-masing
eksposur,
(3)membangun
programaudit
untuksecara
proaktifmencarigejala daneksposur,dan
(4)menyelidiki gejala kecurangan yangdiidentifikasi.

5. Conducting Proactive
Fraud Auditing

Preventing Fraud

Kecurangandapat dikurangi dandicegah


dengan
(1)menciptakan
budayakejujuran,keterbukaan,dan
asistensidan
(2)mengeliminasipeluangkecurangan dengan
kegiatan pencegahan kecurangan

Pendekatan memerangi kecurangan komprehensif, lebih jauhakan


mencakup:
(1) menciptakanjenis pemodelan dannadadi atas yang tepat,
(2) mendidik dan melatihkaryawan tentangkecurangan,
(3)menilai risiko danmenempatkankontrolbersangkutan yang
tepat,
(4)memilikipelaporan dansistem pemantauandi tempat,
(5)audit secara proaktifatas kecurangandan kemudian,ketika
kecurangan terjadi,
(6)melakukan investigasi danmenindaklanjuti atas terjadinya
kecurangan

Lanjutan...

A Comprehensive
Auditorinternal biasanyamenekankan bahwafungsi mereka
Approach
to Fighting
adalahuntuk
mengevaluasikontrol
danuntuk meningkatkan
efisiensioperasional. Jika mereka kebetulan menemukan
kecurangan,
mereka
akanmenindaklanjutiatau
Fraud
melaporkannya, tetapi pencegahan dandeteksi kecurangan
bukanlahtanggung jawabutama mereka.

Manajerbiasanyamenganggapbahwa
menjalankanbisnis
sebagai
tanggung
jawab
merekadan
bahkan
jarangmenyadari
kemungkinanbahwa
kecuranganbisa
terjadidalam
organisasi
mereka.Kecurangan,
bagi
mereka,adalah sesuatu yang terjadi di"organisasi lain.",
Lebih jauh, mereka tidak tahubagaimana menangani situasisituasi
kecuranganyangterjadi.Karyawan
yangbiasanyadalam posisi terbaikuntuk mencegah dan
mendeteksikecurangansering tidaktahu harus berbuat
apaatau kepada siapa yang harusberbicaraketika mereka
memiliki kecurigaan.

Organizations and FraudThe


Current Model
Karena

pencegahan kecurangan tidak


ditekankan di banyak perusahaan,ada
kebingungan
yang
signifikantentang
siapa yang memilikitanggung jawabuntuk
deteksi, pencegahan, dan investigasi
kecurangan. Modelsaat ini yang biasanya
digunakan
oleh
kebanyakan
organisasiuntuk menangani kecurangan,
seringsecara standar (umum/ default).

Model

iniditandai denganempat tahap.

Dalam tahap1, suatu tindakan kecurangan terjadidalam


Tahap
1
suatu organisasi.Kejadian
kecurangan initidakdidahului

oleh pelatihan kesadaran/kewaspadaanformal atau


tindakanpencegahan lainnya. Setelahinsiden ituterjadi,
perusahaanbergeserke modelkrisis, karena
(a) perlu untuk mengidentifikasipelaku,
(b) inginmenghindaripublisitas,
(c) ingin mencoba untuk memulihkankerugian,
(d) inginmeminimalkan dampak keseluruhan dari kejadian
tersebut pada organisasi, dan
(e) terjebak dalamemosikrisis.

Tahap2
Tahap
2

adalahinvestigasi.Disini,
auditinternal

pengamanandan
biasanyaterlibat.
Sebagian besar pekerjaaninvestigasi
melibatkanwawancaradanpemeriksaan
dokumen.Investigasi
yang
mungkin
menghasil keputusan tetapi mungkin juga
tidak, dapat memakan waktuyang lama,
danmungkin relatifmahal.

Tahap 3

PadaTahap

3,setelah investigasi selesai,


perusahaan harus memutuskan tindakan yang
harus dilakukanmengenai pelaku.Pilihannya
adalah:
(a)tidak melakukan tindakan apapun,
(b) memecatatau memindahkansaja,atau
(c)
memecatdan
melakukan
upayapenuntutan.

Tahap
4menyangkutmenutup
Tahap
4

file,sambil
mengikatbersama-samamelepas ujungnya,
menggantikankaryawan(jelasmenimbulka
n biaya tambahan), mungkinmenerapkan
beberapakontrol baru, dan sebaliknya
menyelesaikanmasalah.
Setelahkeempattahap
selesai,
tidak
adatindakan lebih lanjutdiambil -sampai
kecurangan
lain
terjadi.Sayangnya,
denganmodel ini, penipuantidak akan
pernahberkurang.
Sebaliknya,
akan
menjadimasalah yang berulang.

Memahamipentingnya
menciptakanpendekatan yang
komprehensifuntuk
Dalam rangka meminimalkankecurangan,
memerangikecurangan
.

organisasiharus menggabungkan pencegahan


kecurangandengan upayadeteksi
kecuranganserta upaya investigasi dan tindak
lanjutnya untuk menciptakan pendekatan yang
komprehensifdalam memerangi
kecurangan.Dengan demikian, organisasi
dapatmenciptakan pendekatan sinergisyang
mengurangikecurangan danmenciptakan
lingkungan kerja yang positif.