Anda di halaman 1dari 17

Budgeting Concept

Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran Pemerintah

A. Pendahuluan
Dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2005 tentang Perubahan atas
PP No 6/2005 tentang pemilihan dan pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah membawa Indonesia pada titik di mana masalah peran pusat dan daerah masuk
kembali

pada wacana

publik

Sentralisasi

dan desentralisasi sebagai bentuk

penyelenggaraan negara adalah persoalan pembagian sumber daya dan wewenang.


Pembahasan masalah ini sebelum tahun 1980-an terbatas pada titik perimbangan sumber
daya dan wewenang yang ada pada pemerintah pusat dan pemerintahan di bawahnya.
Dan tujuan baik dari perimbangan ini adalah pelayanan negara terhadap masyarakat.
Seperti telah diketahui, pemahaman dan tujuan baik semacam itu sudah dipandang
ketinggalan zaman. Saat ini desentralisasi dikaitkan pertanyaan apakah prosesnya cukup
akuntabel untuk menjamin kesejahteraan masyarakat lokal. Semata birokrasi untuk
pelayanan tidak cukup untuk menjamin kesejahteraan masyarakat, bahkan sering
merupakan medium untuk melencengkan sumber daya publik. Kontrol internal lembaga
negara sering tak mampu mencegah berbagai macam pelanggaran yang dilakukan
pejabat negara. Di Indonesia sejak tahun 1998 hingga baru-baru ini, pandangan politik
yang dianggap tepat dalam wacana publik adalah bahwa desentralisasi merupakan jalan
yang meyakinkan, yang akan menguntungkan daerah. Pandangan ini diciptakan oleh
pengalaman sejarah selama masa Orde Baru di mana sentralisme membawa banyak
akibat merugikan bagi daerah. Sayang, situasi ini mengecilkan kesempatan
dikembangkannya suatu diskusi yang sehat bagaimana sebaiknya desentralisasi
dikembangkan di Indonesia.
Jiwa desentralisasi di Indonesia adalah melepaskan diri sebesarnya dari pusat bukan
membagi tanggung jawab kesejahteraan daerah. Karena takut dianggap tidak
politically correct, banyak orang enggan membahas peran pusat dan daerah secara kritis.
Kini sudah saatnya proses pembahasan dibuka kembali dengan mempertimbangkan
fakta-fakta secara lebih jujur Sentralisasi dan desentralisasi tidak boleh ditetapkan
sebagai suatu proses satu arah dengan tujuan pasti. Pertama- tama, kedua sasi itu
adalah masalah perimbangan. Artinya, peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah
akan selalu merupakan dua hal yang dibutuhkan. Tak ada rumusan ideal perimbangan.
1 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran
Pemerintah

Selain proses politik yang sukar ditentukan, seharusnya ukuran yang paling sah adalah
argumen mana yang terbaik bagi masyarakat. Kedua, batas antara pusat dan daerah tidak
selalu jelas.
Kepentingan di daerah bisa terbelah antara para elite penyelenggara negara dan
masyarakat lokal. Adalah mungkin pemerintah pusat memainkan peran menguatkan
masyarakat lokal dalam menghadapi kesewenangan kekuasaan. Ketiga, dalam suatu
masyarakat yang berubah, tanggung jawab pusat maupun daerah akan terus berubah
pula. Dalam penyelenggaraan negara selalu ada aspek dan definisi baru tentang peran
pusat dan daerah. Misalnya, globalisasi akan meningkatkan kembali campur tangan pusat
di daerah di sisi-sisi tertentu. Karena itu, desentralisasi dan sentralisasi dapat terjadi
bersamaan pada aspek-aspek berbeda. Pusat mempunyai kecenderungan untuk
mendorong sentralisasi karena berbagai alasan.
Untuk alasan negatif dapat disebut alasan seperti kontrol sumber daya dan
menjadikan daerah sebagai sapi perah. Namun, ada alasan-alasan yang dapat bersifat
positif, seperti kestabilan politik dan ekonomi, menjaga batas kesenjangan agar tidak
terlalu buruk, dan mendorong program secara cepat. Harus diingat, dalam banyak negara,
termasuk Indonesia , pusat mempunyai sumber daya manajerial, kecakapan lebih banyak
dalam berinteraksi secara global, dan ada pada domain di mana pengaruh etik
pembangunan yang diterima secara internasional. Pemerintah pusat juga berada pada hot
spot proses politik. Adalah lebih mungkin terjadi situasi di mana pemerintah di bawah
tekanan jika kekuatan masyarakat sipil bersatu. Bagaimana hal-hal itu dapat
menghasilkan sesuatu yang positif atau negatif tergantung pada situasinya. Pertama yang
penting adalah legitimasi politik pemerintah pusat. Secara sederhana, harus dibedakan
antara legitimasi terhadap para pemimpin di tingkat nasional dan legitimasi terhadap
birokrasi. Pemerintah pusat sering harus mengandalkan birokrasi untuk programnya
terhadap daerah. Kepopuleran individu selalu tidak bertahan lama dan dapat segera
dirusak oleh ketidakmampuan memperbaiki mutu birokrasi.
Di Indonesia, birokrasi yang sebenarnya memiliki kompetensi dan orientasi lumayan
pada awal reformasi kini mulai dibelokkan kekuatan politik partai dan kelompok.
Penyelenggara negara di tingkat pusat terdiri dari beberapa partai politik. Kombinasi
antara partai politik yang hampir seluruhnya punya masalah akuntabilitas dan sistem
politik representasi (oleh partai politik yang dapat dikatakan sama di DPRD) yang tidak
akuntabel di tingkat lokal membuat masyarakat lokal tidak mudah memercayai pusat.
Jika ingin memperbaikinya, pemerintah pusat harus mampu membuat standar
2 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran
Pemerintah

akuntabilitas sendiri agar mendapat dukungan masyarakat lokal. Indonesia kini mulai
mengalami apatisme terhadap desentralisasi. Situasi ini bisa dimanfaatkan pemerintah
pusat untuk melakukan perubahan di tingkat daerah.
Kasus Argentina dan Brasil yang bersifat federalis menunjukkan jatuhnya legitimasi
para elite politik lokal memberikan kesempatan kepada elite nasional untuk melakukan
resentralisasi di bidang ekonomi untuk bidang- bidang tertentu. Kedua pemerintahan
banyak menggunakan struktur internal (birokrasi) untuk mengubah arah, tanpa terlalu
banyak berurusan dengan struktur politik yang ada. Kembali kepada persoalan awal,
masalah sentralisasi dan desentralisasi bukan lagi dipandang sebagai persoalan
penyelenggara negara saja. Pada akhirnya kekuatan suatu bangsa harus diletakkan pada
masyarakatnya. Saat ini di banyak wilayah, politik lokal dikuasai selain oleh orang-orang
partai politik juga kelompok-kelompok yang menjalankan prinsip bertentangan dengan
pencapaian tujuan kesejahteraan umum. Kekuatan kelompok pro pembaruan lemah di
banyak daerah dan langsung harus berhadapan dengan kekuatan-kekuatan politik lokal
dengan kepentingan sempit.
Pemerintah pusat seharusnya memperkuat elemen masyarakat untuk berhadapan
dengan kekuatan tadi. Sebagai contoh, KPU daerah diberi wewenang untuk
merekomendasikan penghentian pilkada, bukan melalui gubernur dan DPRD. Namun,
sebagai institusi KPU daerah harus diperkuat secara institusional dan organisatoris.
Meskipun pemerintah pusat mungkin tidak diharapkan untuk ikut mendorong perubahan
sistem politik yang ada sekarang, perbaikan penegakan hukum di daerah-daerah sangat
membantu kekuatan masyarakat pro perubahan. Birokrasi sekali lagi adalah alat
pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan daerah. Birokrasi, jika dirancang secara
sungguh-sungguh, bisa berperan sebagai alat merasionalisasikan masyarakat. Pemerintah
pusat, misalnya, membantu pemerintah daerah dalam mendesain pelayanan publik yang
akuntabel. Pemerintah daerah sering pada situasi terlalu terpengaruh dengan kepentingan
perpolitikan lokal.
Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah representasi persoalan daerah di tingkat
pusat. Sekarang ini sistem perwakilan daerah yang ada baik di DPR maupun asosiasi
bersifat elitis. Tetap yang berlaku antara hubungan pemerintah pusat dan pemerintah
daerah. Persoalan daerah harus ditangani oleh sesuatu badan yang lebih independen dari
kepentingan yang ada di pusat dan daerah. Badan ini seharusnya mampu membahas apa
peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang paling diperlukan untuk
kesejahteraan daerah. Perlu dipikirkan suatu badan yang otoritatif untuk membuat
3 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran
Pemerintah

advokasi, rekomendasi kebijakan, dan pemonitoran yang mewakili orang-orang


kompeten baik unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat.
B. Anggaran
1. Definisi
Pengertian anggaran menurut M. Nafarin (2007 : 9), yaitu: Anggaran adalah suatu
rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program-program yang telah
disahkan .
Pengertian anggaran menurut Mulyadi (2001 : 488)), yaitu: Anggaran adalah suatu
rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter
standar dan satuan ukuran yang lain, yang mencakup jangka waktu satu tahun .
2. Konsep-konsep penganggaran
a. Penjabaran rencana kerja ke dalam angka kualitatif yang di ukur dalam satuan
moneter standar dan satuan ukur lain yang mencakup jangka waktu tertentu.
1) Rencana tim yang memperhatikan bagaimana sumber-sumber daya
diharapkan akan diperoleh dan dipakai selama periode waktu tertentu.
2) Rencana keuangan dimasa yang akan datang untuk mengidentifikasi tujuan
dan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
3) Tiap rencana yang mencakup keuangan digunakan sebagai taksiran serta
untuk mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan kemudian hari.
4) Tiap rencana sistematis untuk menggunakan tenaga kerja bahan baku dan
faktor produksi lain.
5) Rencana pengeluaran dan penerimaan pemerintah di kemudian hari dalam
jangka waktu satu tahun
6) Prinsip-prinsip anggaran sektor perusahaan meliputi: Otorisasi oleh dewan
direksi
7) Anggaran harus mendapatkan otorisasi dari dewan direksi terlebih dahulu
sebelum eksekutif dapat membelanjakan anggaran tersebut.
b. Komperhensif atau menyeluruh
Anggaran harus dapat menunjukan semua penerimaan dan pengeluaran
perusahaan oleh karena itu adanya dana non budgetir pada dasarnya menyalahi
prinsi anggaran yang bersifat komperhensif.
c. Keutuhan anggaran atau saling berkaitan
Semua penerimaan dan belanja pada perusahaan harus terhimpun dalam dan
umum (general fund).
d. Nondisretionary Appropriation
4 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran
Pemerintah

Jumlah yang destujui oleh dewan direksi harus termanfaatkan secara ekonomis,
efisien, dan efektif
e. Periodik
Anggaran merupakan suatu proses yang bersifat tahunan maupun multi tahunan.
f. Akurat Anggaran
Estimasi anggarn hendaknya tidak memasukan cadangan yang tersembunyi yang
dapat dijadikan sebagai kantong-kantong inefisiensi anggarann serta dapat
mengakibatkan

munculnya

underestime

pendapatan

dan

overestimete

pengeluaran.
g. Fleksibel
Anggaran bersifat fleksibel maksudnya ialah mampu menyesuaikan dengan apa
yang dibutuhkan saat ini apabila anggaran yang dianggarkan tidak sesuai dengan
tahun yang dianggarkan.
h. Jelas
Anggaran

hendaknya

sederana

dapat

dipahami

masyarakat

dan

tidak

membingungkan.
i. Partisipatif
Anggaran bersifat partisipatif maksudnya ialah semua sumber daya manusia
dapat meberikan kontribusi dalam penyusunan anggaran suatu
3. Karakteristik
a. Anggaran dapat dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain uang;
b. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun;
c. Anggaran erisi komitmen atau kesanggupan manajemen yang berarti bahwa
para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran
yang ditetapkan dalam anggaran;
d. Usulan anggaran direview dan disetujui ole pihak yang berwenang lebih tinggi
dari penyusunan anggaran;
e. Sekali disetujui anggaran anya dapat di ubah kebawah kondisi tertentu; dan
f. Secara berkala kinerja keuangan sesungguhanya dibandingkan dengan anggaran
dan selisihnya di analisis dan dijelaskan.

4. Tujuan
5 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran
Pemerintah

a. Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi
dana.
b. Mengadakan pembatasan jumlah dana yang dicari dan digunakan.
c. Merinci sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana, sehingga dapat
mempermudah pengawasan.
d. Merasionalkan sumber dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang
maksimal.
e. Menyempunakan rencana yang disusunkarena dengan anggaran menjadi lebih
jelas dan nyata terlihat.
f. Menampung dan menganalisis serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan
dengan keuangan.
g. Pedoman kerja,alat pengkoordinasi kerja, alat pengawasan kerja

5. Kelemahan
a. Karena anggaran disusun berdasarkan estimasi (permintaan efektif, kapasitas
produksi dan lain-lain) maka terlaksananya dengan baik kegiatan-kegiatan
tergantung pada ketepatan estimasi tersebut.
b. Anggaran hanya merupakan rencana dan rencana tersebut baru berhasil apabila
dilaksanakan secara sungguh-sungguh.
c. Anggaran hanya merupakan suatu alat yang dipergunakan untuk membantu
manajer dalam melaksanakan tugas-tugasnya, bukan menggantikannya.
d. Kondisi yang terjadi tidak selalu seratus persen sama dengan yang diramalkan
sebelumnya, sebab itu anggaran perlu memiliki sifat yang luwes.

6. Jenis-jenis anggaran
Menurut M Nafarin (2007 : 31), jenis-jenis anggaran dapat dilihat dari beberapa
sudut pandang sebagai berikut:
a. Menurut dasar penyusunan, anggaran terdiri dari :
1) Anggaran variabel adalah anggaran yang disusun berdasarkan interval
(kisar), kapasitas (aktivitas) tertentu dan pada intinya merupakan suatu seri
anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat-tingkat aktivitas (kegiatan)
yang berbeda.
6 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran
Pemerintah

2) Anggaran tetap adalah anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat


kapasitas tertentu.
b. Menurut cara penyusunan, anggaran terdiri dari :
1) Anggaran periodik adalah anggaran yang disusun untuk suatu periode
tertentu, pada umumnya periodenya satu tahun yang disusun setiap akhir
periode anggaran.
2) Anggaran kontinyu adalah anggaran yang dibuat untuk mengadakan
perbaikan anggaran yang pernah dibuat misalnya tiap bulan diadakan
perbaikan sehingga anggaran yang dibuat setahun mengalami perubahan.
c. Menurut jangka waktu, anggaran terdiri dari :
1) Anggaran jangka pendek (anggaran taktis) adalah anggaran yang dibuat
dalam jangka waktu paling lama sampai satu tahun. Anggaran untuk
keperluan modal kerja merupakan anggaran jangka pendek.
2) Anggaran jangka panjang (anggaran strategis) adalah anggaran yang dibuat
dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. Anggaran yang dibuat untuk
keperluan investasi barang modal merupakan anggaran jangka panjang
yang disebut anggaran modal (capital budget). Anggaran jangka panjang
tidak harus berupa anggaran modal. Anggaran jangka panjang diperlukan
sebagai dasar penyusunan anggaran jangka pendek.
d. Menurut bidangnya, anggaran terdiri dari:
1) Anggaran Operasional
2) Anggaran Keuangan
Kedua anggaran ini bila digabungkan disebut anggaran induk (master budget).
Anggaran induk adalah suatu jaringan kerja yang berisi berbagai macam
anggaran yang terpisah namun saling berhubungan dan saling berkaitan satu
sama lain. Anggaran induk yang mengkonsolidasikan rencana keseluruhan
perusahaan untuk jangka pendek, biasanya disusun atas dasar tahunan.
Anggaran tahunan dipecah lagi menjadi anggaran triwulan dan anggaran
triwulan dipecah lagi menjadi anggaran-anggaran bulanan.

C. Sentralisasi Anggaran
1. Konsep Dasar Sentralisasi
Sentralisasi adalah seluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat. Daerah tinggal
menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah
digariskan menurut Undang-Undang. Menurut ekonomi manajemen sentralisasi
adalah memusatkan semua wewenang kepada sejumlah kecil manager atau yang
berada di suatu puncak pada sebuah struktur organisasi. Sentralisasi banyak
7 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran
Pemerintah

digunakan pemerintah sebelum otonomi daerah. Kelemahan sistem sentralisasi


adalah dimana sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh
orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan
suatu hal menjadi lebih lama. Sistem pengaturan yang sentralstik ditujukkan untuk
menjamin integritas, kesatuan, dan persatuan bangsa.
2. Kelebihan
Sentralisasi memiliki beberapa kelebihan yang diantaranya adalah:
a. Memperkuat pengawasan (kontrol) anggaran , dimana dengan begitu penggunaan
anggaran gampang dipantau penggunaan
b. Memperkuat koordinasi pekerjaan antara Pusat dan Daerah dimana penerapan
anggaran terpusat membuat daerah melakukan pekerjaan berdasarkan kemauan
c.
d.
e.
f.

pusat
Totaliterisme penyelenggaraan
Keseragaman manajemen, sejak dalam aspek perencanaan, pengelolaan, evaluasi,
Perencanaan dan pengembangan organisasi lebih terintegrasi.
Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien, karena seluruh aktivitas organisasi

terpusat sehingga pengambilan keputusan lebih mudah.


g. Peningkatan resource sharing (berbagi sumber daya) dan sinergi, dimana
sumberdaya dapat dikelola secara lebih efisien karena dilakukan secara terpusat.
h. Pengurangan redundancies aset dan fasilitas lain, dalam hal ini satu aset dapat
dipergunakan secara bersama-sama tanpa harus menyediakan aset yang sama
untuk pekerjaan yang berbeda-beda.
i. Perbaikan koordinasi; koordinasi menjadi lebih mudah karena adanya unity of
command.
j. Pemusatan expertise (Keahlian); keahlian dari anggota organisasi dapat
dimanfaatkan secara maksimal karena pimpinan dapat memberi wewenang.
k. Kebijakan umum organisasi lebih mudah diimplementasikan terhadap
l.
m.
n.
o.
p.

keseluruhan.
Menghasilkan strategi yang konsisten dalam organisasi.
Mencegah sub-sub unit menjadi independen.
Memudahkan koordinasi dan kendali manajerial.
Meningkatkan penghematan ekonomi dan mengurangi biaya berlebih.
Mampu meningkatkan spesialisasi.

3. Kelemahan
Selain kelebihan diatas sentraliasi memiliki beberapa kelemahan diantaranya:
a. Kebutuhan kebutuhan pekerjaan di daerah yang membutuhkan anggaran yang
spesifik tidak/ belum tentu dapat ditampung oleh pemerintah pusat

8 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran


Pemerintah

b. Sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang


yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal
menjadi lebih lama
c. Melemahnya kebudayaan daerah
d. Kualitas manusia yang robotic, tanpa inisiatif dan kreatifitas.
e. Melahirkan suatu pemerintah yang otoriter sehingga tidak mengakui akan hakhak daerah.
f. Kekayaan nasional, kekayaan daerah telah dieksploitasi untuk kepentingan
segelintir elite politik.
g. Mematikan kemampuan berinovasi dalam menerapkan anggaran yang tidak
sesuai dengan pengembangan suatu masyarakat demokrasi terbuka
h. Kemungkinan penurunan kecepatan pengambilan keputusan dan kualitas
keputusan. Pengambilan keputusan dengan pendekatan sentralisasi seringkali
tidak mempertimbangkan faktor-faktor yang sekiranya berpengaruh terhadap
pengambilan keputusan tersebut.
i. Demotivasi dan disinsentif bagi pengembangan anggaran di unit organisasi.
Anggota organisasi sulit mengembangkan potensi dirinya karena tidak ada
wahana dan dominasi pimpinan yang terlalu tinggi.
j. Penurunan kecepatan untuk merespon perubahan anggaran. Organisasi sangat
bergantung pada daya respon sekelompok orang saja.
k. Peningkatan kompleksitas pengelolaan. Pengelolaan organisasi akan semakin
rumit karena banyaknya masalah pada level unit organisasi yang di bawah.
l. Perspektif luas, tetapi kurang mendalam. Pimpinan organisasi akan mengambil
keputusan berdasarkan perspektif organisasi secara keseluruhan tapi tidak atau
jarang mempertimbangkan implementasinya akan seperti apa.
m. Kurangnya kemampuan daya saing yang tinggi di dalam kerja sama. Di dalam
suatu masyarakat yang otoriter dan statis, daya saing tidak mempunyai tempat.
Oleh sebab itu, masyarakat akan sangat lamban perkembangannya. Masyarakat
bergerak dengan komando yang melahirkan sikap masa bodoh.
Dewasa ini, urusan- urusan yang bersifat sentral adalah:
a.
b.
c.
d.
e.

Luar Negri
Peradilan
Hankam
Moneter dalam arti mencetak uang, menentukan nilai uang, dan sebagainya.
Pemerintahan Umum

4. Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi


a. Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi
1) Segi Ekonomi
9 | Sentralisasi dan Desentralisasi Anggaran
Pemerintah

Dari segi ekonomi, efek positif yang di berikan oleh sistem sentralisasi ini
adalah perekonomian lebih terarah dan teratur karena pada sistem ini hanya
pusat saja yang mengatur perekonomian. Sedangkan dampak negatifnya
adalah daerah seolah-olah hanya di jadikan sapi perahan saja dan tidak
dibiarkan mengatur kebijakan perekonomiannya masing- masing sehingga
terjadi pemusatan keuangan pada Pemerintah Pusat.
2) Segi Sosial Budaya
Dengan di laksanakannya sistem sentralisasi ini, perbedaan-perbadaan
kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia dapat di persatukan.Sehingga,
setiap daerah tidak saling menonjolkan kebudayaan masing-masing dan lebih
menguatkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang di miliki bangsa
Indonesia.
Sedangkan dampak negatif yang di timbulkan sistem ini adalah pemerintah
pusat begitu dominan dalam menggerakkan seluruh aktivitas negara.
Dominasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah telah menghilangkan
eksistensi daerah sebagai tatanan pemerintahan lokal yang memiliki keunikan
dinamika sosial budaya tersendiri, keadaan ini dalam jangka waktu yang
panjang mengakibatkan ketergantungan kepada pemerintah pusat yang pada
akhirnya

mematikan

kreasi

dan

inisiatif

lokal

untuk

membangun

lokalitasnya.
3) Segi Keamanan dan Politik
Dampak positif yang dirasakan dalam penerapan sentralisasi ini adalah
keamanan lebih terjamin karena pada masa di terapkannya sistem ini, jarang
terjadi konflik antar daerah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan
nasional Indonesia. Tetapi, sentralisasi juga membawa dampak negatif
dibidang

ini.

Seperti

menonjolnya

organisasi-organisasi

kemiliteran.

Sehingga, organisasi-organisasi militer tersebut mempunyai hak yang lebih


daripada organisasi lain.
Dampak positif yang dirasakan di bidang politik sebagai hasil penerapan
sistem sentralisasi adalah pemerintah daerah tidak harus pusing-pusing pada
permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena
seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah
pusat. Sehingga keputusan yang dihasilkan dapat terlaksana secara maksimal
karena pemerintah daerah hanya menerima saja.

10 | S e n t r a l i s a s i d a n D e s e n t r a l i s a s i A n g g a r a n
Pemerintah

Sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya kemandulan dalam diri


daerah karena hanya terus bergantung pada keputusan yang di berikan oleh
pusat. Selain itu, waktu yang dihabiskan untuk menghasilkan suatu
keputusan atau kebijakan memakan waktu yang lama dan menyebabkan
realisasi dari keputusan tersebut terhambat.
5. Tanggapan Para Ahli
Tilaar (1991: 22) mengemukakan bahwa pendekatan sentralistik mempunyai posisi
yang sangat strategis dalam mengembangkan kehidupan serta kohesi nasional karena
peserta didiknya adalah kelompok umur yang secara pedaogik sangat peka terhadap
pembentukan kepribadian. Dalam jenjang pendidikan inilah dapat diletakkan dasardasar yang kokoh bagi ketahanan nasional, apresiasi kebudayaan nasional, dan
daerah, serta nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air sebagai negara kesatuan.
Dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah, pendekatan sentralistik masih
diperlukan, terutama untuk menentukan kurikulum pendidikan nasional dan
menetapkan anggaran agar dapat dicapai kesamaan dan pemerataan standar
pendidikan diseluruh wilayah tanah air.
D. Desentralisasi Anggaran
1. Konsep Dasar Desentralisasi
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan
kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam
struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang
memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta
meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi. Pada sistem pemerintahan
yang terbaru tidak lagi banyak menerapkan sistem sentralisasi, melainkan otonomi
daerah atau otda yang memberikan sebagian wewenang yang tadinya harus
diputuskan pada pemerintah pusat kini dapat diputuskan di tingkat pemerintah daerah
atau pemda. Kelebihan sistem ini adalah sebagian besar keputusan atau kebijakan
yang berada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa adanya campur tangan dari
pemerintahan di pusat. Namun kekurangan dari sistem desentralisasi pada otomoni
khusus untuk daerah adalah euphoria yang berlebihan dimana wewenang tersebut
hanya mementingkan kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk
mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk
dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat.
11 | S e n t r a l i s a s i d a n D e s e n t r a l i s a s i A n g g a r a n
Pemerintah

Desentralisasi menjadi salah satu alternatif sistem pemerintahan di berbagai


dunia pada saat ini. Menurut Rondinelli, ada tiga pendorong dibutuhkannya
desentralisasi yaitu adanya kegagalan perencanaan sentralistik, adanya kebutuhan
pengembangan dan pengelolaan program dan proyek pembangunan yang cepat dan
inovatif dan perkembangan kompleksitas masyarakat di daerah yang berdampak pada
kegiatan pemerintahan yang semakin membengkak. Maka, penerapan sistem ini pun
diterapkan di beberapa negara dalam sistem pemerintahannya. Selain itu, penerapan
desentralisasi dianggap dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi pelaksanaan
pemerintahan yang baik. Menurut Hulme merujuk Smith, ada dua manfaat dan
keuntungan utama dari desentralisasi yaitu, pertama secara politik memiliki manfaat
antara lain, pendidikan politik bagi masyarakat, adanya keadilan politik karena
distribusi kekuasaan, tingginya akuntabilitas karena akses bagi masyarakat luas
semakin tinggi dan daya-tanggap pemerintah semakin baik karena keterwakilan dan
partisipasi semakin tinggi. Kedua, dari sisi administrasi dan manajemen manfaatnya
diantaranya adalah perencanaan lokal dapat dibangun semakin baik, koordinasi antar
organisasi di tingkat lokal dapat terwujud semakin nyata, tumbuhya inovasi dan tentu
beban kerja pemerintah pusat berkurang.
Pada era setelah pemberlakuan Otonomi Daerah, pelaksanaan desentralisasi
anggaran di Indonesia meningkat secara signifikan. Bagian pengeluaran pemerintah
daerah pada Tahun Anggaran 2001 meningkat hampir dua kali lipat dari tahun
sebelumnya menjadi sekitar 30% dari total pengeluaran pemerintah pusat dan daerah
(Brodjonegoro dan Martinez-Vazquez, 2002; Rochana, 2010). Dalam kaitan ini, Bank
Dunia memberikan istilah The Indonesias 2001 Big Bang Decentralization karena
hanya dalam semalam Indonesia berubah dari negara yang sangat sentralistik
menjadi negara yang sangat desentralistik (Bank Dunia, 2003).
Secara teoretis, alasan ekonomi desentralisasi anggaran adalah meningkatkan
efisiensi penyediaan barang publik sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
(Oates, 1972; Martinez-Vazquez dan McNab, 2003; Brueckner, 2006). Berbeda
dengan barang privat, barang publik memiliki karekteristik nonexcludable dan
nonrival, yang menyebabkan mekanisme pasar gagal mencapai kondisi pareto efisien.
Untuk efisiensi alokasi barang publik, Teori Ekonomi menawarkan desentralisasi.
Tiebout Hypothesis (Tiebout, 1956), Club Good Theory (McGuire, 1974),
Decentralization Theorem (Oates, 1972), Misperceifed Preferences (Stigler, 1957),
dan Public Choice (Brenan dan Buchanan, 1980) mengungkapkan bahwa sistem
12 | S e n t r a l i s a s i d a n D e s e n t r a l i s a s i A n g g a r a n
Pemerintah

pemerintahan yang terdesentralisasi dapat menciptakan mekanisme quasi market


untuk barang publik yang akan menghasilkan solusi mirip pasar (market like
solution), yaitu alokasi barang publik yang efisien seperti alokasi barang privat dalam
mekanisme pasar.
Kebijakan anggaran merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk
mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa
pajak) pemerintah, kebijakan anggaran berbeda dengan kebijakan moneter yang
bertujuan menstabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan
jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan anggaran adalah pengeluaran
dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat
memengaruhi variable-variabel.

2. Desentralisasi Pemerintahan
Desentralisasi sebenarnya adalah istilah dalam keorganisasian yang secara
sederhana di definisikan sebagai penyerahan kewenangan. Dalam kaitannya dengan
sistem pemerintahan Indonesia, desentralisasi akhir-akhir ini seringkali dikaitkan
dengan sistem pemerintahan karena dengan adanya desentralisasi sekarang
menyebabkan perubahan paradigma pemerintahan di Indonesia
Desentralisasi di bidang pemerintahan adalah pelimpahan wewenang dari
Pemerintah Pusat kepada satuan organisasi pemerintahan di wilayah untuk
meyelenggarakan segenap kepentingan setempat dari sekelompok penduduk yang
mendiami wilayah tersebut.
Dengan demikian, prakarsa, wewenang, dan tanggung jawab mengenai urusan
yang diserahkan pusat menjadi tanggung jawab daerah, baik mengenai politik
pelaksanaannya,

perencanaan,

dan

pelaksanaannya

maupun

mengenai

segi

pembiayaannya. Perangkat pelaksananya adalah perangkat daerah itu sendiri.


Desentralisasi juga dapat diartikan sebagai pengalihan tanggung jawab,
kewenangan, dan sumber-sumber daya (dana, manusia dll) dari pemerintah pusat ke
pemerintah daerah.
Menurut UU Nomor 5 Tahun 1974, desentralisasi adalah penyerahan urusan
pemerintah dari pusat kepada daerah. Pelimpahan wewenang kepada Pemerintahan
Daerah, semata- mata untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien.
3. Tujuan Desentralisasi
13 | S e n t r a l i s a s i d a n D e s e n t r a l i s a s i A n g g a r a n
Pemerintah

Tujuan dari desentralisasi adalah:


f. Mencegah pemusatan keuangan;
g. Sebagai usaha pendemokrasian Pemerintah Daerah untuk mengikutsertakan
rakyat bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
h. Penyusunan program-program untuk perbaikan sosial ekonomi pada tingkat local
sehingga dapat lebih realistis.

4. Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi


Praktiknya, desentralisasi sebagai suatu sistem penyelenggaraan pemerintah daerah
memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan desentralisasi, di antaranya
adalah sebagai berikut.
a. Struktur organisasi yang didesentralisasikan merupakan pendelegasian wewenang
dan memperingan manajemen pemerintah pusat.
b. Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintahan.
c. Dalam menghadapi permasalahan yang amat mendesak, pemerintah daerah tidak
perlu menunggu instruksi dari pusat.
d. Hubungan yang harmonis dapat ditingkatkan dan meningkatkan gairah kerja
antara pemerintah pusat dan daerah.
e. Peningkatan efisiensi dalam segala hal, khususnya penyelenggara pemerintahan
baik pusat maupun daerah.
f. Dapat mengurangi birokrasi dalam arti buruk karena keputusan dapat segera
dilaksanakan.
g. Bagi organisasi yang besar dapat memperoleh manfaat dari keadaan di tempat
masing-masing.
h. Sebelum rencana dapat diterapkan secara keseluruhan maka dapat diterapkan
dalam satu bagian tertentu terlebih dahulu sehingga rencana dapat diubah.
i. Risiko yang mencakup kerugian dalam bidang kepegawaian, fasilitas, dan
organisasi dapat terbagi-bagi.
j. Dapat diadakan pembedaan dan pengkhususan yang berguna bagi kepentingankepentingan tertentu.
k. Desentralisasi secara psikologis dapat memberikan kepuasan bagi daerah karena
sifatnya yang langsung
Selain ada kelebihan, pastinya terdapat kelemahannya. Berikutnya saya akan
menjelaskan mengenai kelemahan asas desentralisasi.
Adapun kelemahan desentralisasi, di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Besarnya organ-organ pemerintahan yang membuat struktur pemerintahan
bertambah kompleks dan berimplikasi pada lemahnya koordinasi.
14 | S e n t r a l i s a s i d a n D e s e n t r a l i s a s i A n g g a r a n
Pemerintah

b. Keseimbangan dan kesesuaian antara bermacam-macam kepentingan daerah


dapat lebih mudah terganggu.
c. Desentralisasi teritorial mendorong timbulnya paham kedaerahan.
d. Keputusan yang diambil memerlukan waktu yang lama karena memerlukan
perundingan yang bertele-tele.
e. Desentralisasi memerlukan biaya yang besar dan sulit untuk memperoleh
keseragaman dan kesederhanaan.
f. Wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta
dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi.
g. Sulit dikontrol oleh pemerinah pusat.
h. Kemampuan keuangan daerah yang terbatas.

5. Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi


a. Segi Ekonomi
Dari segi ekonomi banyak sekali keuntungan dari penerapan sistem desentralisasi
ini dimana pemerintahan daerah akan mudah untuk mengelola sumber daya alam
yang dimilikinya, dengan demikian apabila sumber daya alam yang dimiliki telah
dikelola secara maksimal maka pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat
akan meningkat. Seperti yang diberitakan pada majalah Tempo Januari 2003
Desentralisasi: Menuju Pengelolaan Sumberdaya Kelautan Berbasis Komunitas
Lokal.
Tetapi, penerapan sistem ini membukan peluang yang sebesar-besarnya bagi
pejabat daerah (pejabat yang tidak benar) untuk melalukan praktek KKN. Seperti
yang

dimuat

pada

majalah

Tempo

Kamis

November

2004

(www.tempointeraktif.com) Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah.


Setelah Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, resmi menjadi tersangka korupsi
pembelian genset senilai Rp 30 miliar, lalu giliran Gubernur Sumatera Barat
Zainal Bakar resmi sebagai tersangka kasus korupsi anggaran dewan dalam
APBD 2002 sebesar Rp 6,4 miliar, oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Dua
kasus korupsi menyangkut gubernur ini, masih ditambah hujan kasus korupsi
yang menyangkut puluhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di berbagai
wilayah di Indonesia, dengan modus mirip: menyelewengkan APBD.
b. Segi Sosial Budaya
Dengan diadakannya desentralisasi, akan memperkuat ikatan sosial budaya pada
suatu

daerah.

Karena

dengan

diterapkannya

sistem

desentralisasi

ini

pemerintahan daerah akan dengan mudah untuk mengembangkan kebudayaan


15 | S e n t r a l i s a s i d a n D e s e n t r a l i s a s i A n g g a r a n
Pemerintah

yang dimiliki oleh daerah tersebut. Bahkan kebudayaan tersebut dapat


dikembangkan dan di perkenalkan kepada daerah lain. Yang nantinya merupakan
salah satu potensi daerah tersebut.
Sedangkan dampak negatif dari desentralisasi pada segi sosial budaya adalah
masing- masing daerah berlomba-lomba untuk menonjolkan kebudayaannya
masing-masing. Sehingga, secara tidak langsung ikut melunturkan kesatuan yang
dimiliki oleh bangsa Indonesia itu sendiri.
c. Segi Keamanan dan Politik
Dengan

diadakannya

desentralisasi

merupakan

suatu

upaya

untuk

mempertahankan kesatuan Negara Indonesia, karena dengan diterapkannya


kebijaksanaan ini akan bisa meredam daerah-daerah yang ingin memisahkan diri
dengan NKRI, (daerah-daerah yang merasa kurang puas dengan sistem atau apa
saja yang menyangkut NKRI). Tetapi disatu sisi desentralisasi berpotensi
menyulut konflik antar daerah. Sebagaimana pada artiket Asian Report 18 juli
2003 Mengatur Desentralisasi Dan Konflik Disulawesi Selatan
..Indonesia memindahkan kekuasaannya yang luas ke kabupatenkabupaten dan kota-kota tingkat kedua pemerintahan daerah sesudah provinsi
diikuti dengan pemindahan fiskal cukup banyak dari pusat. Peraturan yang
mendasari desentralisasi juga memperbolehkan penciptaan kawasan baru dengan
cara pemekaran atau penggabungan unit-unit administratif yang eksis.
Prakteknya, proses yang dikenal sebagai pemekaran tersebut berarti tidak
bergabung tetapi merupakan pemecahan secara administratif dan penciptaan
beberapa provinsi baru serta hampir 100 kabupaten baru.
Dengan beberapa dari kabupaten itu menggambarkan garis etnis dan
meningkatnya ekonomi yang cepat bagi politik daerah, ada ketakutan akan terjadi
konflik baru dalam soal tanah, sumber daya atau perbatasan dan adanya politisi
lokal yang memanipulasi ketegangan untuk kepentingan personal. Namun begitu,
proses desentralisasi juga telah meningkatkan prospek pencegahan dan
manajemen konflik yang lebih baik melalui munculnya pemerintahan lokal yang
lebih dipercaya..
Dibidang politik, dampak positif yang didapat melalui desentralisasi adalah
sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan

16 | S e n t r a l i s a s i d a n D e s e n t r a l i s a s i A n g g a r a n
Pemerintah

di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat. Hal ini
menyebabkan pemerintah daerah lebih aktif dalam mengelola daerahnya.
Tetapi, dampak negatif yang terlihat dari sistem ini adalah euforia yang
berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan
golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi
atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di
tingkat pusat.

6.

Bentuk Kegiatan
Desentralisasi dapat dilakukan melalui empat bentuk kegiatan utama, yaitu:
a. Dekonsentrasi wewenang administrative
Dekonsentrasi berupa pergeseran volume pekerjaan dari departemen pusat kepada
perwakilannya yang ada di daerah tanpa adanya penyerahan atau pelimpahan
kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat

b.

keputusan.
Delegasi kepada penguasa otorita
Delegasi adalah pelimpahan pengambilan keputusan dan kewewenangan
manajerial untuk melakukan tugas tugas khusus kepada suatu organisasi yang

c.

secara langsung berada di bawah pengawasan pusat.


Devolusi kepada pemerintah daerah
Devolusi adalah kondisi dimana pemerintah pusat membentuk unit-unit
pemerintahan di luar pemerintah pusat dengan menyerahkan sebagian fungsifungsi tertentu kepada unit-unit itu untuk dilaksanakan secara mandiri. Devolusi
adalah bentuk desentralisasi yang lebih ekstensif untuk merujuk pada situasi di
mana pemerintah pusat mentransfer kewenangan kepada pemerintah daerah

d.

dalam hal pengambilan keputusan , keuangan dan manajemen.


Pemindahan fungsi dari pemerintah kepada swasta
Yang di sebut sebagai pemindahan fungsi dari pemerintahan kepada swasta atau
privatisasi adalah menyerahkan beberapa otoritas dalam perencanaan dan
tanggung jawab admistrasi tertentu kepada organisasi swasta.

17 | S e n t r a l i s a s i d a n D e s e n t r a l i s a s i A n g g a r a n
Pemerintah