Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MANAJEMEN

SUATU PERUSAHAAN
PT. PRAMONO IRINDO JAYA

NAMA
FAKULTAS
PRODI
NO.NIM
MATA KULIAH
KALAS

: CATUR PRASETYO PERMADI


: EKONOMI
: AKUNTANSI
: 01112031
: PENGANTAR MANAJEMEN
: B

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Robbil Alamin puji Syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga saya bisa
menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Gambaran manajemen dalam
perusahaan dalam Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari dosen
saya
Sholawat dirangkai salam kami limpahkan keharibaan baginda agung Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam jahiliyah menuju ke era
globalisasi pada saat ini, sehingga kita bisa membedakan mana yang sah
dan mana yang fatal. Terimakasih kami sampaikan kepada semua rekanrekan yang telah membantu menyusun fikirannya demi tersusunnya
makalah ini.
Innal Insana wal khotoiwan Nisyan sesungguhnya manusia itu adalah
tempatnya kesalahan dan lupa dari makalah tersebut kami sadar bahwa
selaku manusia biasa kami tidak akan luput dari kehilafan ataupun
kekurangannya, oleh karena itu kami mengharap partisipasi dari rekan-rekan
mahasiswa untuk ikut menyumbang fikirannya lewat kritik dan saran para
pembaca setia. Demikian dari kami dan terimakasih.

Wassalam, Wr.Wb.

DAFTAR ISI
Kata pengantari
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan
1.3 Ruang lingkup manajemen
BAB II Pembahasan
2.1 Gambaran umum manajemen dalam suatu perusahaan
2.2 Visi dan Misi perusahaan
2.3 Tujuan perusahaan
2.4 Tujuan Organisasi manajemen dalam perusahaan
2.5 Sistem manajeman dalam perusahan
1. Manajemen Sumberdaya Manusia
2. Manajemen Produksi
3. Manajemen Keuangan
4. Manajeman Informasi.
2.6 Perananan dan pelaksaan dalam perusahaan
1. Peran Manajemen
2. Peran Decional
3. Peran Inter
4. Peran Informasi
2.7. Kelabihan dan Kekurangan suatu perusahaan
BAB IV Penutup
3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Perusahaan PT. PRAMONO IRINDO JAYA bergerak dibidang pembuatan
kancing baju. Manajemem Perusahaan ini terhadap pelangganya
berkembang menjadi sebuah bisnis yang membantu memecahkan masalah
yang dihadapi oleh pelanggan dan mendaya gunakan produk dan jasa yang
diberikan perusahaan pada setiap peluang yang memungkinkan kompleks.
Pelanggan banyak memiliki kebutuhan sedangkan perusahaan memiliki
banyak produk alternatif. Adanya persaingan antara perusahaan maka setiap
perusahaan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya
baik berupa produk maupun jasa. Untuk itu perusahaan membutuhkan
tenaga manajemen untuk bertindak sebagai jembatan antara perusahaan
dan pelanggan serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh
pelanggan dan mendayagunakan produk dan jasa yang diberikan
perusahaan pada setiap peluang yang memungkinkan.
Salah satu upaya suatu perusahaan untuk memberi pelayanan kepada
pelanggan adalah dengan membangun komunikasi yang lebih luas. Dengan
komunikasi maka akan terjadi interaksi secara langsung antara perusahaan
dan pelanggan.
Perangkat komunikasi yang sedang berkembang dan digunakan oleh banyak
perusahaan adalah call center. Dengan call center maka komunikasi antara
pelanggan dan perusahaan akan terjalin. Call center dapat digambarkan
sebagai pintu penghubung perusahaan yang selalu terbuka bagi pelanggan.
Hanya dengan mengangkat telepon maka pelanggan dengan mudah
memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan produk
atau menyampaikan keluhan.
Ketika melakukan komunikasi melalui telepon, menunggu bukanlah hal yang
menyenangkan. Apalagi bila kontak telepon dilakukan karena keadaan yang

mendesak, sementara line yang dihubungi sedang sibuk. Seperti halnya jenis
pelayanan jasa, antrian call yang masuk juga tidak dapat dihindari dalam call
center. Antrian tersebut terjadi sebagai akibat tidak ada keseimbangan
antara ketersediaan fasilitas pelayanan dengan permintaan yang tinggi.
Sebagai konsekuensinya maka perusahaan harus mengelola sistem antrian
dengan baik karena antrian merupakan salah satu dasar pengukuran
pelayanan call center. Suatu antrian itu terjadi karena adanya kebutuhan
akan layanan melebihi kemampuan fasilitas pelayanan sehingga pelanggan
yang datang tidak secara langsung mendapatkan layanan karena kesibukan
pelayanan itu sendiri.
1.2 Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk menganalisis manajeman
perusahaan terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi dan
tekanan pekerjaan yang di sebabkan oleh sistem manajeman. Penulisan ini
merupakan penulisan empiris dengan menggunakan simple random
sampling di dalam pengambilan sampel. Data yang diperoleh dari sumber
sumber yang dapat dipercaya,dan buku - buku yang ditulis oleh para ahli.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi
berpengaruh langsung terhadap kinerja. Komunikasi organisasi berpengaruh
negatif terhadap tekanan pekerjaan. Tekanan pekerjaan tidak berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.
1.3 Ruang Lingkup Manajemen
Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan
oleh akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum,
manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya
manusia dan perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan
manajemen operasional. Penelitian manajemen tergolong kepada penelitian
bisnis. Makna penelitian bisnis adalah proses pengumpulan dan analisis data
yang sistematis dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan bisnis.
Beberapa kelompok dalam penelitian manajemen dapat dilihat pada
penggolongan dan contoh-contoh objek penelitian.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Gambaran umum manajemen
Devinisi Manajemen
Koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan,
pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan, dan pengawasan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Dari devinisi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam manajemen harus
ada: tujuan, proses, suatu keahlian, pihak yg mengatur dan di atur.

MANAJEMEN DAN MANAGER


2. Manajemen dan manajer
Tingkatan manajemen
Manajemen adalah pemanfaatan manusia dan sumber-sumber lain dengan
cara yang terbaik untuk mencapai tujuan perusahaan. Selain itu manajemen
dapat juga disebut pendayagunaan sumber daya manusia dengan cara yang
paling efektif, agar dapat mencapai rencana dan sasaran perusahaan.
Empat komponen utama bagi manajer diantaranya :
1. Memahami karakteristik penting untuk keefektifan
2. Menentukan tanggung jawab pekerjaan
3. Mengatur proses di mana produk akan diproduksi
4. Mengawasi dan memperbaiki kualitas produk yang diproduksi.
Tingkat-tingkat Manajemen
Manajemen puncak (top manajemen) tanggung jawabnya adalah menyusun
rencana baru untuk perluasan produksi dan meningkatkan penjualan.
Mengkomunikasikan rencana-rencana itu kepada semua manajer. Contoh
dari manajemen puncak adalah presiden, direktur utama, direktur keuangan
dan wakil presiden. Keputusan yang diambil dari manjemen ini adalah untuk
3 sampai 5 tahun ke depan.
Manajemen menengah (middle manajemen) tanggung jawabnya
menentukan jumlah karyawan baru yang harus direkrut, menetapkan harga
yang lebih reandah untuk meningkatkan penjualan dan menentukan
peningkatan periklanan untuk meningkatkan penjualan serta menentukan
cara memperoleh dana untuk membiayai ekspansi. Bertanggung juga pada
keputusan jangka pendek.

Manajemen pengawasan (forward line) terlibat secara langsung dengan


karyawan yang melaksanakan proses produksi sehari-hari. Tanggung
jawabnya adalah mempersiapkan tugas pekerjaan bagi para karyawan baru
yang telah direkrut, mempersiapkan jadwal waktu bagi para karyawan yang
telah direkrut.
Dilihat dari tingakatan organisasi, manajemen dibagi dalam 3 tingkatan
yaitu:
1.

Manajemen Puncak (Top Management)


Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang ditmbulkan dari
keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal:
Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para
manajer tinggkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk
membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh
tingkatan manajer dibawahnya.

2. Manajemen Menengah (Middle Management)


Manajemen menengah harus memeiliki keahlian
interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi,
bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab
melaksanakan reana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal:
manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.
3. Manajemen Bawah/Lini (Low Management)
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang
telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tngkatan ini
juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yahng
mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang
khusus.
Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.
Berikut adalah skema manajemen berdasarkan tingkatanya:
Dilihart dari kegiatan yang dilakukan :
- Manajer Fungsional, bertanggung jawab pada suatu kegiatan unit
organisasi (produksi,
pemasaran, keuangan, personalia, dll
- Manajer Umum, bertanggung jawab atas semua kegiatan unit

2.2 Visi dan Misi perusahaan


VISI

Menjadi perusahaan industri button yang senantiasa mampu bersaing


dan tumbuh berkembang dengan sehat dan Menjadi perusahaan terkemuka
di bidang bisnis dengan mengutamakan pelayanan purna jual yang terbaik
untuk customer
MISI
1. menghasilkan laba yang sangat besar.
2. memproduksi berbagai macam button untuk kebutuhan customer.
3. menjalin hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang ada di
Indonesia.
4. memproduksi produk dengan kualitas yang terpilih.
5. membuat bangsa Indonesia semakin maju di bidang bisnis.
6. perusahaan mampu mengekspor ke luar negeri

2.3 Tujuan perusahaan


Tujuan perusahaan pada umumnya ialah untuk memuaskan kebutuhan dari
konsumen dengan nilai-nilai tertentu. Tujuan perusahaan dapat digolongkan
sebagai berikut :
A. Tujuan Pelayanan Primer
Tujuan primer adalah pembuatan barang/jasa yang dijual untuk
memenuhi kebutuhan konsumen.
Tujuan Organisatoris adalah nilai-nilai yang harus disumbangkan
oleh masing-masing atau kelompok individu yang berada pada
bagian yang bersangkutan. Tujuan Operasional adalah nilai-nilai
yang disumbangkan oleh masing-masing tahap dalam suatu unit
prosedur kerja secara keseluruhan.
B. Tujuan Pelayanan Kolateral
Tujuan Kolateral Pribadi adalah nilai-nilai yang ingin dicapai oleh
individu atau kelompok individu dalam perusahaan. Tujuan Kolateral

Sosial ialah nilai-nilai ekonomi yang lebih luas/umum yang


diperlukan bagi kesejahteraan masyarakat dan yang dapat secara
langsung dihasilkan dari kegiatan perusahaan.
Tujuan Kolateral Sosial bersifat lebih luas untuk kepentingan
masyarakat, misalkan : membayar pajak.
C. Tujuan Pelayanan Sekunder

Merupakan nilai-nilai yang diperlukan oleh perusahaan untuk


mencapai tujuan primer.
Tetapi secara umum, tujuan perusahaan dapat berupa :
a. mencapai keuntungan maksimal
b. mempertahankan kelangsungan hidup
c. mengejar pertumbuhan
d. menampung tenaga kerja

D. Manajemen juga menggunakan metode ilmiah yang meliputi


urutan kegiatan sebagai berikut :
1. mengetahui adanya persoalan
2. mendefinisikan persoalan
3. mengumpulkan fakta, data dan informasi
4. menyusun alternatif penyelesaian
5. mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif
penyelesaian
6. melaksanakan keputusan serta tindak lanjut
2.4

Tujuan Organisasi manajemen dalam perusahaan


Manajemen ada hubungannya dengan pencapaian suatu tujuan yang

dilakukan melalui dan dengan orang lain. Manajemen perusahaan erat


kaitannya dengan usaha untuk memelihara kerja sama sekelompok orang.
Yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada

2.5 Sistem manajeman dalam perusahan


A. Manajemen Sumberdaya Manusia
Dalam perusahaan ini menggunaan tenaga kerja pada pekerjaan yang
sesuai dengan keahliannya untuk dapat memenuhi inisiatif pada para
tenaga kerja sehingga diharapkan akan dapat membantu dalam mencapai
tujuan suatu perusahaan
B. Manajemen produksi
Manajemen Produksi dalam perusahaan ini berperapan berdasarkan
fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang
ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang
seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir
yang dihasilkan dalam proses produksi
C . Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya
yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis
yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur
berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya
merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara
bagaimana modal
yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang
dijalankan
D. Manajemen Informasi
Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya
yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan
tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk
memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan
seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi
internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang
dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di
masyarakat

2.6 PERAN MANAJEMEN DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN

1. PERAN MANAJEMEN
Selain kategori besar dari fungsi manajemen, manajer pada berbagai
tingkat hirarki mengisi peran manajerial yang berbeda. Peran ini
dikategorikan oleh peneliti Henry Mintzberg, dan mereka dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis utama: decisional, interpersonal, dan
informasi.

2. PERAN DECISIONAL
peran Decisional memerlukan manajer untuk merencanakan strategi dan
memanfaatkan sumber daya. Ada empat peran spesifik yang decisional.
Peran pengusaha memerlukan manajer untuk menetapkan sumber daya
untuk mengembangkan barang yang inovatif dan jasa, atau untuk
mengembangkan bisnis. Sebagian besar peran ini akan diselenggarakan
oleh manajer tingkat atas, meskipun manajer menengah dapat diberikan
beberapa kemampuan untuk membuat keputusan tersebut. Penangan
gangguan mengoreksi masalah tak terduga yang dihadapi organisasi dari
lingkungan internal atau eksternal. Manajer di semua tingkatan dapat
mengambil peran ini. Misalnya, pertama-line manajer dapat memperbaiki
masalah menghentikan jalur perakitan atau manajer tingkat menengah
mungkin mencoba untuk mengatasi setelah terjadinya perampokan toko.
Top manajer lebih mungkin untuk menghadapi krisis besar, seperti
membutuhkan penarikan produk cacat. Peran decisional ketiga, yaitu
pengalokasi sumber daya, menentukan yang melibatkan unit kerja yang
akan mendapatkan sumber daya. Top manajer cenderung membuat
besar, keputusan anggaran secara keseluruhan, sementara mangers
menengah dapat membuat alokasi yang lebih spesifik. Dalam beberapa
organisasi, manajer pengawas bertanggung jawab untuk menentukan
alokasi untuk menaikkan gaji karyawan. Akhirnya, negosiator bekerja
dengan orang lain, seperti pemasok, distributor, atau serikat buruh,
untuk mencapai kesepakatan mengenai produk dan jasa. Pertama-tingkat
manajer dapat bernegosiasi dengan karyawan tentang isu-isu kenaikan
gaji atau jam lembur, atau mereka dapat bekerja dengan manajer
pengawasan lainnya bila diperlukan sumber daya harus dibagi. manajer
Tengah juga bernegosiasi dengan manajer lain dan cenderung untuk
bekerja untuk mengamankan harga yang diinginkan dari pemasok dan
distributor. Top manajer bernegosiasi tentang isu-isu yang lebih besar,
seperti kontrak kerja, atau bahkan merger dan akuisisi perusahaan lain.

3. PERAN INTERPERSONAL
peran interpersonal memerlukan manajer untuk mengarahkan dan
mengawasi karyawan dan organisasi. boneka ini biasanya seorang
manajer menengah atas. manajer ini dapat berkomunikasi tujuan
organisasi masa depan atau panduan etika bagi karyawan dengan
pertemuan perusahaan. Seorang pemimpin bertindak sebagai contoh
bagi karyawan lainnya untuk mengikuti, memberikan perintah dan
arahan kepada bawahan, membuat keputusan, dan memobilisasi
dukungan karyawan. Manajer harus menjadi pemimpin di semua tingkat
organisasi; sering rendah tingkat manajer melihat ke manajemen puncak
untuk contoh kepemimpinan. Dalam peran penghubung, palungan harus
mengkoordinasikan pekerjaan orang lain di unit kerja yang berbeda,
membangun aliansi antara lain, dan bekerja sumber daya untuk berbagi.
Peran ini sangat penting bagi manajer menengah, yang sering harus
bersaing dengan manajer lain untuk sumber daya yang penting, namun
harus menjaga hubungan yang sukses bekerja dengan mereka untuk
jangka waktu yang lama.
4. PERAN INFORMASI
Informational peran adalah mereka di mana para manajer mendapatkan
dan mengirimkan informasi. Peran ini telah berubah secara dramatis
sebagai teknologi telah meningkat. Monitor mengevaluasi kinerja orang
lain dan mengambil tindakan korektif untuk meningkatkan kinerja itu.
Monitor juga mengawasi perubahan lingkungan dan di dalam perusahaan
yang dapat mempengaruhi kinerja individu dan organisasi. Pemantauan
terjadi pada semua tingkat manajemen, meskipun manajer di tingkat
yang lebih tinggi organisasi lebih mungkin untuk memantau ancaman
eksternal terhadap lingkungan dibandingkan tengah atau manajer lini
pertama. Peran penyebar mensyaratkan bahwa manajer memberitahu
karyawan perubahan yang mempengaruhi mereka dan organisasi.
Mereka juga mengkomunikasikan visi dan tujuan perusahaan.
Manajer di setiap tingkat menyebarkan informasi kepada orang-orang di
bawah mereka, dan banyak informasi ini menetes alam dari atas ke
bawah. Akhirnya, juru bicara berkomunikasi dengan lingkungan eksternal,
dari iklan perusahaan barang dan jasa, untuk menginformasikan
masyarakat tentang arah organisasi. Juru bicara untuk pengumuman

besar, seperti perubahan arah strategis, kemungkinan untuk menjadi


seorang manajer top. Tapi, lain, informasi lebih rutin dapat diberikan oleh
manajer pada semua tingkat perusahaan. Misalnya, seorang manajer
menengah dapat memberikan press release ke koran lokal, atau manajer
supervisor dapat memberikan presentasi pada pertemuan komunitas.
Ada pun peranan dan pelaksanaan manajemen perusahaan dipengaruhi
oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Budaya organisasi
2. Input
3. Proses perencanaan
4. Pengendalian
5. Hasil pelaksanaan program secara

Budaya Organisasi: sistem nilai, norma dan pelaku pimpinan dan


anggota organisasi yangm endukung pencapaian misi, visi dan tujuan
organisasi

Input organisasi: keterbatasan dalam faktor-faktor Sumber daya


manusia, bahan baku, anggaran, fasilitas, teknologi, informasi, sumber
daya lain seperti lahan di sektor pertanian, perusahaan, kemaritiman
dan perusahaan yang lain .

Proses perencanaan: Ketersediaan data dan informasi kurang,


keterbatasan jumlah dan mutu sumberdaya manusia, metode
perencanaan yang tidak tepat, teknologi tepat guna tidak tersedia, dan
dimensi waktu dan ruang yang tidak jelas.

Pengendalian : Kepemimpinan yang lemah dalam mempengaruhi


subordinasi, sistem koordinasi tidak efektif, metode monitoring dan
evaluasi tidak dilakukan atau tidak efektif, dan umpan balik tidak
dilakukan

Output : Jumlah dan mutu hasil pengembangan SDM rendah, tidak


efisien dan tidak efektif, benefit ekonomi dan sosial rendah. 2

2.7 Kelebhan dan Kekurangan dalam Suatu Perusahaan


A. Kelebihan
1. perusahaan ini sesuai untuk lingkungan yang setabil
2. Dapat mencapai skala ekonomis pada masing-masing bagian
3. Baik bagi organisasi yang menghasilkan banyak jenis produk
4. Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume
usahanya, misalnya dengan mengeluarkan saham baru.
5. Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham
kepada orang lain.
B. Kekurangan
1.
PT merupakan subyek pajak tersendiri. Jadi tidak hanya perusahaan
yang
terkena pajak. Dividen atau labah bersih yang dibagikan kepada
para
pemegang saham dikenakan pajak lagi sebagai pajak
pendapatan
2.
Biaya pembentukannya relatif tinggi
3. Bagi sebagian besar orang, PT dianggap kurang secret dalam
hal dapur
Perusahaan. Hal ini disebabkan karena segalah aktivitas
perusahaan
harudilaporkan kepada pemegang seham
4.
Biaya-biaya yang berkaitan dengan jabatan lebih besar
5. Tidak mampu mencapai efisiensi ekonomis

BAB III PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
Dengan demikian, apabila ada perusahaan yang mengiklankan bahwa
produknya telah memenuhi standar internasional, merupakan hal yang salah
dan keliru, karena seharusnya manajemen perusahaan hanya boleh
menyatakan bahwa sistem manajemen kualitasnya yang telah memenuhi
standar internasional, bukan produk berstandar internasional
Standar Sistem manajemen unilever adalah Menjadi yang pertama dan
terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen.
Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.
Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.Menjadi
perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.Bertujuan
meningkatkan
target
pertumbuhan
yang
menguntungkan
dan
memberikanimbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.
Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada
masyarakat dan lingkungan hidup. Tujuan perusahaan menyebutkan bahwa
untuk berhasil diperlukan "standar tertinggi etika perusahaan terhadap
setiap karyawan yang bekerja di perusahaan kami, masyarakat sekitar &
lingkungan tempat kami melakukan kegiatan usaha."
3.2 SARAN
Di dalam persaingan bisnis, sebaiknya perusahaan perlu mempertahankan
kualitas produksi agar konsumen mendapatkan sesuatu seperti yang
diharapkan. Hal ini dilakukan karena konsumen merupakan salah satu
prioritas utama dalam suatu persaingan bisnis.