Anda di halaman 1dari 6

PENGUATAN POSISI KOMPETITIF: LANGKAH STRATEGIS, WAKTU DAN

LINGKUP OPERASI

Strategi dapat diartikan sebagai rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang
menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dan tantangan perusahaan, yang dirancang
untuk memastikan tujuan perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh
organisasi. Kekuatan strategi berfungsi untuk mencapai tujuan dengan mengandalkan strategi
sebagai poros utama. Perusahaan harus mengetahui dimana posisi ia berada, untuk
menentukan apa kekuatan strategi yang tepat untuk dilakukan.

A. Pilihan Strategi untuk Meningkatkan Posisi Pasar (Strategi Ofensif)


Dalam meningkatkan posisi pasar terdapat pilihan strategis yang dapat dilakukan
antara lain dengan menggunakan serangan strategi prinsip. Dalam melaksanakan
serangan strategi prinsip ada beberapa hal yang menjadi poin utama, diantaranya :
1. Serangan strategi prinsip tanpa henti membangun keunggulan kompetitif dan
kemudian mengubahnya menjadi keuntungan yang berkelanjutan.
2. Serangan strategi prinsip membuat dan menggunakan sumber daya dengan caracara yang menyebabkan saingan berjuang untuk bertahan dan membela diri.
3. Mempekerjakan unsur kejutan sebagai lawan melakukan apa yang saingan
harapkan dan siapkan.
4. Menampilkan bias kuat untuk tindakan cepat, tegas, dan luar biasa untuk
mengalahkan saingan.
Untuk itu, setiap perusahaan harus menetapkan posisi dan memilih pesaing untuk
dilawan. Dalam memilih pesaing ini perusahaan telah menganalisis dengan analisis
SWOT apa kekurangan dan kelebihan perusahaan. Perusahaan kemudian akan fokus
untuk melakukan serangan terhadap pasar. Ada beberapa tipe sasaran terbaik yang
dapat diserang oleh perusahaan :
1. Pimpinan pasar yang mudah diserang.
2. Perusahaan kedua dengan kelemahan dalam area penantang yang kuat.
3. Perusahaan lokal dan regional dengan kemampuan yang terbatas.
B. Melindungi Posisi Pasar dan Keunggulan Kompetitif (Strategi Defensif)

Page 1 of 6

Pada prinsipnya, strategi defensif ditujukan untuk mempertahankan eksistensi


perusahaan dari semakin ketatnya persaingan bisnis dan berbagai ketidakpastian
eksternal yang sulit (terkadang tidak mungkin) dikontrol dan diprediksi. Strategi
defensif seringpula dikenal sebagai survival strategy, yang cenderung terjadi dalam
suasana krisis ekonomi. Tujuan dari strategi defensif antara lain :
1. Mengurangi resiko perusahaan dari penyerangan
2. Melemahkan dampak penyerangan yang terjadi
3. Pengaruh penantang untuk tujuan usaha mereka pada saingan lainnya

C. Waktu Penentuan Strategi Ofensif dan Defensif


Dalam strategi ofensif maupun defensif waktu menjadi titik utama dalam kesuksesan
perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan harus mengetahui kapan membuat
langkah strategis, yang sama pentingnya dengan mengetahui apa yang seharusnya
dilakukan. Selain itu, dalam pergerakan pertama, siapapun tidak dapat menjamin
kesuksesan atau keunggulan kompetitif. Yang harus diwaspadai adalah resiko
pergerakan pertama untuk mengintai posisi monopoli harus menjadi perhatian utama
dan memegang prinsip kehati-hatian.
Potensi keuntungan serta konsekuensi atas tindakan-tindakan yang diambil, yakni:
a. Potensi keuntungan sebagai perintis/pelopor
b. Potensi risiko sebagai perintis atau potensi keuntungan sebagai perusahaan yang
mengambil tindakan belakangan.
c. Pilihan menjadi perintis atau tidak.
D. Memperkuat Posisi Pasar melalui Lingkup Operasi
Lepas dari pertimbangan-pertimbangan tindakan kompetitif serta pengaturan
waktunya, ada lagi sebuah pertimbangan yang berkaitan dengan keputusan-keputusan
manajerial yang dapat mempengaruhi kekuatan posisi pasar perusahaan.
Keputusan-keputusan yang berkaitan dengan scope operasi berfokus pada aktivitas
mana saja yang akan dilakukan oleh perusahaan secara internal, dan mana yang tidak.
Scope operasi ini ada 2 macam, yakni:
a. Scope horizontal. Scope Horisontal berkaitan dengan jajaran segmen produk dan
jasa yang ditawarkan oleh perusahaan di pasar. Contoh: merger dan akuisisi
Page 2 of 6

b. Scope vertical. Scope Vertikal ini berkaitan dengan sejauh mana perusahaan
terlibat dalam aktivitas yang menciptakan mata rantai nilai keseluruhan dalam
industri.

E. Strategi Merger dan Akuisisi Horizontal


Akuisisi dan merger merupakan dua cara yang secara umum digunakan untuk
menjalankan strategi. Suatu akuisisi terjadi ketika sebuah perusahaan besar membeli
suatu perusahaan yang (biasanya) lebih kecil. Suatu merger adalah tindakan ketika
dua buah atau lebih perusahaan yang relatif berukuran sama menyatukan diri dan
membentuk perusahaan baru. Ketika akuisisi atau merger yang tidak diharapkan
kedua belah pihak, maka tindakan tersebut disebut sebagai pengambilalihan
(takeover) atau pengambilalihan paksa (hostile takeover).
Berbagai tindakan merjer, akuisisi, dan pengambilalihan sering pula dijalankan
sebagai strategi untuk menjadi yang paling besar dan tangguh. Langkah ini banyak
dilakukan di berbagai industri seperti perbankan, asuransi, pertahanan, kesehatan,
farmasi, makanan, penerbangan, penerbitan, komputer, ritel, keuangan, bioteknologi,
dan sebagainya. Beberapa alasan tentang perlunya merger adalah: untuk memperbaiki
kapasitas utilisasi; untuk memaksimalkan pemanfaatan kekuatan penjualan;
mengurangi staf manajerial; memperoleh skala ekonomi (economies of scale); untuk
memperkecil pengaruh trend musiman dalam penjualan; untuk memperoleh akses
baru kepada pemasok, distributor, pelanggan, produk, dan kreditor; untuk
memperoleh teknologi baru; dan untuk strategi pembayaran pajak.
Ada beberapa alasan kuat yang dapat digunakan sebagai pertimbangan menggunakan
strategi merger dan akuisisi :

Page 3 of 6

1. Opsi strategi yang banyak digunakan.


2. Sangat cocok dimana aliansi tidak menyediakan perusahaandengan kemampuan
yang diperlukan atau biaya yang mengurangi peluang.
3. Kepemilikan memungkinkan untuk operasi terintegrasi, menciptakan lebih banyak
kontrol dan otonomi dari aliansi.
Tujuan dari dilakukannya merger dan akuisisi diantaranya :
1. Membuat biaya operasi lebih efisien.
Penghematan biaya dalam kegiatan administrasi dan kegiatan distribusi dari dua
(atau lebih) perusahaan dengan adanya penggabungan dan perampingan. Biaya
rantai pasokan juga berkurang karena membeli dalam jumlah yang lebih besar.
2. Untuk memperluas cakupan geografis suatu perusahaan
Merger dan akuisisi merupakan jalan tercepat dan terbaik untuk overlap geografis
terutama dengan fasilitas duplikasi.
F. Strategi Integrasi Vertikal
Strategi integrasi vertikal (vertical integration strategies) merupakan strategi yang
menghendaki perusahaan melakukan penguasaan yang lebih atas distributor, pemasok
dan atau para pesaing baik melalui merger, akuisisi, atau membuat perusahaan sendiri.
Perusahan tertarik melakukan integrasi vertikal didasarkan atas alasan:
1.
2.
3.
4.

dapat menciptakan "barrier to entry" bagi pendatang baru


memberikan fasilitas investasi
menjaga kualitas produk
memperbaiki penjadualan.

Namun, strategi integrasi vertikal juga memiliki kelemahan, yaitu:


1. kelemahan dalam hal biaya
2. teknologi
3. adanya permintaan yang berfluktuasi.
G. Strategi Alih Daya: Mempersempit Lingkup Operasi

Page 4 of 6

H. Aliansi Strategi dan Kemitraan

Aliansi adalah bentuk organisasi yang lebih fleksibel dan memungkinkan respon yang
lebih adaptif terhadap perubahan kondisi. Biaya investasi dan risiko lebih rendah
untuk masing-masing aliansi dengan memfasilitasi penyatuan sumber daya dan risk
sharing. Aliansi juga lebih cepat dikerahkan ketika terjadi faktor kritis.
Disisi lain, aliansi juga memiliki kelemahan dari segi strategis dan kemitraan yaitu:
1. Budaya bentrokan dan masalah integrasi karena gaya manajemen yang berbeda
dan praktek bisnis.
2. Keuntungan yang diantisipasi tidak terwujud karena adanya pandangan yang
terlalu optimis sinergi atau fit miskin sumber daya mitra 'dan kemampuan.
3. Risiko menjadi tergantung pada perusahaan mitra untuk keahlian penting dan
kemampuan.
4. Perlindungan teknologi proprietary, basis pengetahuan, atau rahasia dagang dari
mitra yang saingan
Page 5 of 6

Widowati Dian Permatasari

Page 6 of 6