Anda di halaman 1dari 2

Resume Diklat EEIV

CORPORATE EXPOSURE
Elvanto Yanuar Ikhsan
7904003A2

Tujuan Diklat CORPORATE EXPOSURE adalah untuk memahami kebijakan/program korporat.


Program korporat yang dibahas adalah sebagai berikut:

I. Fokus Indonesia Barat


Fokus Indonesia Barat tahun 2011 disampaikan di Rapat Kerja tahun 2011 oleh Direktur
Operasi Indonesia Barat. Fokus Indonesia Barat tahun 2011 adalah sebagai berikut:
1. Menyambung 1 juta pelanggan
- GRASSS II (Gerakan Sehari Sejuta Sambungan)
- RE (Rasio Elektrifikasi) setiap propinsi minimal 60 %  SUMBAR: RE sudah 70.4% dan
Batam: RE sudah 80%
Efek program-program GRASSS, RE 60%, dan program-program lain:
- Membangkitkan semangat pegawai PLN untuk mengejar target yang telah dideklarasikan
- Membangun pola pikir dan paradigma baru di PLN yang mendukung pelayanan
pelanggan dan memperbaiki citra perusahaan
- Kesediaan pemerintah untuk memberikan margin keuntungan untuk PLN. Hal ini dimulai
pada tahun 2005 dimana PLN mendapatkan margin 5% dan saat ini PLN telah diberikan
margin 8%.
BP = HJ + PSO + Margin , BP = Biaya Produksi, HJ = Harga Jual, PSO = Public Service
Obligation, Margin = margin keuntungan

2. Menyederhanakan dan mempercepat proses penyambungan baru dan penambahan daya


3. Meningkatkan ketersediaan, keandalan dan efisiensi pembangkit
4. Pemadaman pada pelanggan: Maksimal 3 jam
5. Implementasi PLTGB (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara) pada unit-unit isolated
6. Mempercepat penambahan unit-unit pembangkit (PLTU percepatan, PLTU skala kecil,
PLTMH, Relokasi, IPP, Sewa, Revitalisasi, PLTS Concentrated)
7. Meningkatkan fuel mixed
Fuel mixed adalah upaya mengoperasikan pembangkit sehingga didapatkan hasil yang
optimal. Pada proses fuel mixed ini yang dilihat bukan hanya biaya akan tetapi juga
karakteristik pembangkit, sebagai contoh:
- PLTU tidak dapat di-start dan stop secara cepat, sehingga tidak dapat diletakkan sebagai
peak load
- PLTA walaupun murah tapi tidak dapat dioperasikan terus menerus karena airnya bisa
cepat habis
- PLTG minyak lebih mahal dibandingkan dengan PLTG menggunakan gas
8. Mempercepat Penguatan dan Pembangunan Sistem Transmisi/GI
9. Mempercepat Penguatan dan Pembangunan Sistem Distribusi
10. Menurunkan susut jaringan
11. Menurunkan tunggakan
Salah satu upaya menurunkan tunggakan adalah migrasi dari pasca bayar ke meter
prabayar
12. Implementasi P2APST, LPB, AP2T, dan ERP
P2APST  Pengendalian dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat
AP2T  Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat
LPB  Listrik Prabayar

II. CEO’s notes


CEO’s notes merupakan media yang dipergunakan oleh CEO PLN untuk menyampaikan pikiran-
pikiran, ide-ide, program-program, dan kebijakan-kebijakan korporat. CEO’s notes tanggal 6
April 2011 membahas kunjungan CEO PLN, Dahlan Iskan ke Wilayah Kalselteng dalam rangka
meninjau persiapan Wilayah tersebut untuk merdeka listrik sebelum hari kemerdekaan nasional
17 Agustus 2011. Beberapa poin menarik dari CEO’s notes tersebut:
1. Potensi daerah Kalselteng yang memiliki Sumber Daya Alam Batu Bara besar akan tetapi
belum bisa memberikan manfaat untuk masyarakat.
2. PLN mencanangkan program 17 Agustus 2011 bebas padam dan perusahaan
menunjukkan keseriusan untuk mengimplementasikan komitmen tersebut.
3. CEO PLN memberikan contoh bagi pejabat PLN untuk tidak merepotkan unit setempat
apabila melakukan kunjungan. Beliau mencontohkan untuk menginap di mess PLN bukan di
hotel mewah.
4. Listrik dapat menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi.
5. Citra dan komitmen korporat perlu dibayar mahal.
6. Pejabat PLN perlu untuk turun langsung ke lapangan untuk tujuan observasi dan
meningkatkan semangat pegawai.

III. BOD’s notes


BOD’s notes merupakan media komunikasi bagi dewan direksi untuk mensosialisasikan pikiran-
pikiran, ide-ide, program-program, dan kebijakan-kebijakan direksi. BOD’s notes yang
dikeluarkan Direktur Operasi Jawa Bali, Ngurah Adnyana berisi kesan dan pesan beliau selama
melakukan kunjungan ke unit-unit PLN di wilayah Jawa Barat Bagian Timur. Beberapa poin
menarik dari BOD’s notes tersebut antara lain:
1. Direktur Operasi Jawa Bali memuji beberapa hal pada kunjungan ke unit-unit PLN di
wilayah Jawa Barat Bagian Timur, yaitu
- tampilan yang hijau sesuai motto yang hendak diwujudkan yaitu ABH (Aman, Bersih,
dan Hijau).
- kinerja operasi, yaitu gangguan trafo nihl
- implementasi CoC (Code of Conduct), salah satunya adalah adanya kotak uang hukuman
bagi yang terlambat masuk kerja di pagi hari.
2. Direktur Operasi Jawa Bali mengkritisi Integritas Layanan Publik yang masih belum
sesuai dengan yang diharapkan. Pola pikir pegawai PLN yang menganggap bahwa uang tips
dari pelanggan sah-sah saja tidak sesuai dengan CoC dan harus dicari solusi agar pola pikir
tersebut berubah.

IV. Road map PLN 2010-2014


Road Map PLN 2010-2014 dideklarasikan pada RAKER tanggal 27-28 Februari 2011 di Nusa
Tenggara Barat.
Target 2010: (1) Mengatasi krisis listrik se-Indonesia, (2) Menyelesaikan 50% daftar tunggu
(GRASSS I), (3) Membenahi pengadaan strategis, (4) Stimulus Pertumbuhan Ekonomi: 1600
MW.
Target 2011: (1) Menuntaskan seluruh daftar tunggu, (2) Mengatasi 15 ibukota kabupaten
belum berlistrik , (3) Mengatasi 6 ibukota kabupaten listrik: 6/12 jam, (4) Menaikkan rasio
elektrifikasi secara radikal di 6 propinsi tertinggal, (5) Membenahi pengedaan spare part se-
Indonesia, (6) Mengalahkan Malaysia  lahir karena ada visi PLN yang ingin menjadi
perusahaan listrik kelas dunia.
Target 2012: (1) Melakukan efisiensi besar-besaran BBM, (2) 100% matahari untuk 1000 pulau
kecil, (3) Memulai konsep baru sistem peaker, (4) Matahari untuk seluruh jalan/jalan tol, (5)
LED untuk seluruh gedung Jakarta.
Target 2013: (1) Wujudkan upaya mengejar Jawa-Bali crossing, (2) Demand Side Management,
(3) Mewujudkan mimpi kendaraan listrik.
Target 2014: Restrukturisasi total PLN.

V. Survei Persepsi Masyarakat


Survei persepsi Masyarakat dilakukan oleh PUSDIKLAT dan KPK. Survei yang dilakukan oleh
Pusdiklat dilakukan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pelanggan atas pelayanan yang
diberikan oleh PLN terhadap masyarakat, yang meliputi Penyambungan Baru, Penambahan
Daya dan Gangguan. Survei yang dilakukan oleh KPK dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
proses pelayanan yang diberikan oleh PLN dari sudut keterbukaan informasi tentang biaya dan
gratifikasi.
Kesimpulan dari survey persepsi masyarakat tersebut adalah:
1. Masyarakat puas terhadap layanan penyelesaian gangguan.
2. Integritas pelayanan public PLN masih perlu diperbaiki.