P. 1
Standar Pelayanan Minimal Kesehatan; Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan - Agung Dwi Laksono

Standar Pelayanan Minimal Kesehatan; Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan - Agung Dwi Laksono

|Views: 4,023|Likes:
Dipublikasikan oleh Agung Dwi Laksono
sebuah panduan formulasi SPM di tingkat puskesmas dan atau kecamatan
sebuah panduan formulasi SPM di tingkat puskesmas dan atau kecamatan

More info:

Published by: Agung Dwi Laksono on Jun 05, 2011
Hak Cipta:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

i

STANDAR PELAYANAN MINIMAL KESEHATAN

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

AGUNG DWI LAKSONO

EVIE SOPACUA

SUHARMIATI

LESTARI HANDAYANI

RISTRINI

HERTI MARYANI

BAMBANG WASITO

Diterbitkan oleh;

Health Advocacy

Yayasan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

Jl. Bibis Karah I/41 Surabaya 60232

Telp. +6231-70234576

Email; healthadvocacy@information4u.com

Bekerja sama dengan;

PUSAT HUMANIORA, KEBIJAKAN KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Jl. Indrapura 17 Surabaya 60176

Telp. +6231-3528748,

Fax. +6231-3528749

ii

STANDAR PELAYANAN MINIMAL KESEHATAN

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

Oleh:
Agung Dwi Laksono
Evie Sopacua
Suharmiati
Lestari Handayani
Ristrini
Herti Maryani
Bambang Wasito

Copyright ©2010

HEALTH ADVOCACY
Yayasan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Email; healthadvocacy@information4u.com

Desain Sampul:

Addesign

iii

PENGANTAR

Dalam era desentralisasi, penggunaan Standar Pelayanan
Minimal (SPM) sebagai tolok ukur kinerja menjadi sebuah
keniscayaan. Akuntabilitas adalah sebuah syarat mutlak yang
memaksa kita untuk mau tidak mau mengimplemen-
tasikannya dalam sebuah pelayanan publik, tidak terkecuali
pelayanan kesehatan di dalamnya.

Di dalam sebuah negara besar seperti Indonesia, dengan
tingginya tingkat variabilitas antar daerah sesungguhnya
diperlukan sebuah SPM yang juga spesifik lokal. Penerbitan
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457/Menkes/
Sk/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota sebenarnya sebuah langkah
maju dalam upaya akuntabilitas kinerja pelayanan publik.

Penerbitan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
741/MENKES/PER/VII/ 2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota yang
menganulir kebijakan sebelumnya juga sebenarnya sangat
produktif. Karena kebijakan terbaru tentang SPM Kesehatan
ini lebih menyederhanakan indikator kinerja di bidang
pelayanan kesehatan.

Kekurangan dari ke-dua kebijakan ini adalah tidak
mengadopsi tingkat variabilitas yang tinggi antar wilayah.
Untuk itu maka buku ini ditulis. Meski juga buku ini tidak
untuk membagi peran yang lebih adil antar kabupaten/kota,
tapi lebih ditekankan pada pembagian peran antar
puskesmas/kecamatan dalam satu wilayah kabupaten/kota
dengan pertimbangan input (sarana & prasarana, sumber

iv

daya tenaga kesehatan, dan besaran alokasi anggaran
bidang kesehatan) dan target.

Harapan yang tinggi agar buku ini bisa operasional di
lapangan, untuk itu masih berharap kritik membangun untuk
perbaikan ke depan.

Untuk Indonesia yang lebih baik!

-Penyusun-

v

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Daftar Tabel

Pendahuluan
SPM Kesehatan
Formulasi
Identifikasi Input
Identifikasi Sasaran
Penghitungan Target
Diskusi
Rekomendasi

Kepustakaan

iii

v

vii

1

9

13

17

33

61

77

79

81

vi

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kronologis Kebijakan Terkait SPM
Kesehatan
Tabel 2. Identifikasi Input Sarana dan Prasarana di
Kota Pontianak
Tabel 3. Rekapitulasi Identifikasi Input Sarana dan
Prasarana di Kota Pontianak
Tabel 4. Identifikasi Input Sumber Daya Tenaga di
Kota Pontianak
Tabel 5. Rekapitulasi Identifikasi Input Sumber Daya
Tenaga di Kota Pontianak
Tabel 6. Rekapitulasi Identifikasi Input Alokasi
Anggaran Kesehatan di Kota Pontianak
Tabel 7. Pembobotan Indikator Input Oleh Aktor
Pelaksana Kebijakan di Kota Pontianak
Tahun 2010
Tabel 8. Rekapitulasi Identifikasi Input Total SPM
Kesehatan di Kota Pontianak
Tabel 9. Data Dasar Sasaran SPM Kesehatan
Tingkat Kecamatan di Kota Pontianak
Tabel 10. Rekapitulasi Sasaran SPM Kesehatan
Tingkat Kecamatan/UPTD di Kota
Pontianak
Tabel 11. Penghitungan Target SPM Indikator 1,
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 di Kota
Pontianak
Tabel 12. Penghitungan Target SPM Indikator 2,
Cakupan komplikasi kebidanan yang
ditangani di Kota Pontianak

8

18

21

22

27

28

30

32

34

58

62

62

viii

Tabel 13. Penghitungan Target SPM Indikator 3,
Cakupan pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan di Kota Pontianak
Tabel 14. Penghitungan Target SPM Indikator 4,
Cakupan pelayanan nifas di Kota
Pontianak
Tabel 15. Penghitungan Target SPM Indikator 5,
Cakupan neonatus dengan komplikasi
yang ditangani di Kota Pontianak
Tabel 16. Penghitungan Target SPM Indikator 6,
Cakupan kunjungan bayi di Kota Pontianak
Tabel 17. Penghitungan Target SPM Indikator 7,
Cakupan Desa/Kelurahan UCI di Kota
Pontianak
Tabel 18. Penghitungan Target SPM Indikator 8,
Cakupan pelayanan anak balita di Kota
Pontianak
Tabel 19. Penghitungan Target SPM Indikator 9,
Cakupan pemberian makanan pendamping
ASI pada anak usia 6 - 24 bulan keluarga
miskin di Kota Pontianak
Tabel 20. Penghitungan Target SPM Indikator 10,
Cakupan balita gizi buruk mendapat
perawatan di Kota Pontianak
Tabel 21. Penghitungan Target SPM Indikator 11,
Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD
dan setingkat di Kota Pontianak
Tabel 22. Penghitungan Target SPM Indikator 12,
Cakupan peserta KB aktif di Kota
Pontianak
Tabel 23. Penghitungan Target SPM Indikator 13a,
Cakupan kasus AFP non Polio pada
penduduk <15 tahun di Kota Pontianak
Tabel 24. Penghitungan Target SPM Indikator 13b,
Cakupan penderita pneumonia balita yang
ditangani di Kota Pontianak

63

63

64

64

65

65

66

66

67

67

68

68

ix

Tabel 25. Penghitungan Target SPM Indikator 13c,
Cakupan penderita baru TB BTA positif per
kecamatan/puskesmas yang ditemukan
dan diobati di Kota Pontianak
Tabel 26. Penghitungan Target SPM Indikator 13d,
Cakupan penderita DBD yang ditangani
sesuai SOP di Kota Pontianak
Tabel 27. Penghitungan Target SPM Indikator 13e,
Cakupan penderita diare yang datang dan
ditangani di Kota Pontianak
Tabel 28. Penghitungan Target SPM Indikator 14,
Cakupan pelayanan kesehatan dasar
masyarakat miskin di Kota Pontianak
Tabel 29. Penghitungan Target SPM Indikator 15,
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan
pasien masyarakat miskin di Kota
Pontianak
Tabel 30. Penghitungan Target SPM Indikator 16,
Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1
yang Harus Diberikan Sarana Kesehatan
(RS) Di Kabupaten/Kota di Kota Pontianak
Tabel 31. Penghitungan Target SPM Indikator 17,
Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB
yang Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi
< 24 Jam di Kota Pontianak
Tabel 32. Penghitungan Target SPM Indikator 18,
Cakupan Desa Siaga Aktif di Kota
Pontianak
Tabel 33. Rekapitulasi Penghitungan Target SPM
Kesehatan Tingkat Kecamatan/UPTD di
Kota Pontianak

69

69

70

70

71

71

72

72

73

x

SPM KESEHATAN;

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

1

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->