Anda di halaman 1dari 61

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis mengharuskan pihak manajemen perusahaan untuk membuat strategi-strategi yang lebih baik dari perusahaan lain. Salah satu strategi yang harus dipikirkan oleh pihak manajemen adalah strategi mengenai tingkat persediaan yang harus dimiliki oleh perusahaan, mengingat modal kerja yang tertanam dalam persediaan cukup besar dan merupakan sumber utama pendapatan bagi perusahaan dagang. Dalam perusahaan dagang pihak manajemen harus memperhatikan tingkat persediaan barang dagangannya, karena persediaan barang dagangan merupakan sumber penghasilan utamanya. Apabila persediaan barang dagangan yang dimiliki oleh perusahaan lebih besar dibandingkan dengan permintaan konsumen maka akan memperbesar biaya penyimpanan, biaya pemeliharaan dan resiko kerusakan serta tertimbunnya modal kerja di dalam persediaan tersebut, sehingga akan memperkecil pendapatan perusahaan. Sebaliknya, apabila persediaan barang dagang lebih kecil dari permintaan konsumen akan berakibat terhambatnya aktivitas perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen, dan hal tersebut dapat berdampak negatif bagi perusahaan karena para konsumen/pelanggan akan beralih ke perusahaan lain yang bisa memenuhi kebutuhannya. Jika hal tersebut terjadi maka pendapatan perusahaan akan menurun, secara otomatis tujuan perusahaan tidak tercapai (laba). Suatu ukuran yang dapat digunakan untuk menilai pengelolaan persediaan

barang dagangan dalam suatu perusahaan adalah dengan melihat tingkat perputaran persediaannya. Perputaran persediaan adalah suatu ukuran yang menunjukkan berapa kali persediaan berputar dalam satu periode. Apabila tingkat perputaran persediaan tinggi maka tingkat penjualannya akan tinggi, sehingga pendapatan dapat meningkat serta laba operasi juga akan meningkat. Sebaliknya, apabila tingkat perputaran persediaan rendah, artinya tingkat penjualannya juga rendah, sehingga pendapatan mengalami penurunan dan hal tersebut akan menimbulkan penurunan laba operasi yang diperoleh karena timbulnya biayabiaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan seperti biaya pemeliharaan dan biaya penyimpanan persediaan barang dagang. PT Mega Indah Sari Timor merupakan perusahaan dagang berbentuk supermarket yang memperjualbelikan kebutuhan masyarakat sehari-hari yang berpusat di Antang Raya (Makassar). PT Mega Indah Sari Timor adalah satusatunya supermarket yang ada di daerah tersebut. Oleh karena itu, pihak manajemen harus memperhatikan pengelolaan atas persediaan barang dagangan yang dimilikinya agar semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi, mengingat daerah tersebut merupakan daerah yang padat penduduk dan letaknya cukup jauh dari pusat perbelanjaan, sehingga PT Mega Indah Sari Timor menjadi pilihan masyarakat dalam berbelanja untuk memenuhi kebutuhannya. Berikut adalah data mengenai HPP, persediaan rata-rata, perputaran persediaan dan laba operasi PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk tahun 20042006 yang terlihat pada halaman 3 berikut: Tabel 1. HPP, Persediaan Rata-rata,Tingkat Perputaran Persediaan dan Laba Operasi PT Mega Indah Sari Timor untuk Tahun 20042006.

Tahu n 2004 2005 2006

HPP (Jutaan Rp) 82.219 102.193 131.020

Persediaan Rata-rata (Jutaan Rp) 15.256 17.734 21.826

Tingkat Perputaran Persediaan (kali) 5,39 5,76 6,00

Laba Operasi (Jutaan Rp) 10.689 13.366 18.971

Sumber: PT Mega Indah Sari Timor, Laporan Keuangan Tahun 2004-2006 (data diolah). Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa perputaran persediaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang diikuti pula dengan peningkatan laba operasi yang diperoleh perusahaan. Hal tersebut mengindikasikan adanya pengaruh perputaran persediaan terhadap laba operasi. Berdasarkan dari uraian di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul, Pengaruh Perputaran Persediaan Barang Dagangan terhadap Laba Operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh perputaran persediaan barang dagangan terhadap laba operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perputaran persediaan barang dagangan terhadap laba operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. D. Manfaat Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Memberikan alternatif dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam mengelola persediaan barang dagangannya. 2. Untuk memperdalam serta memperluas pengetahuan dan pemahaman peneliti mengenai topik Pengaruh Perputaran Persediaan Barang Dagangan terhadap Laba Operasi. 3. Sebagai bahan bacaan dan referensi serta acuan bagi pembaca dalam penelitian-penelitian berikutnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR 5 A. Tinjauan Pustaka 1. Perputaran Persediaan a. Definisi Persediaan Persediaan adalah aset yang penting dalam suatu perusahaan. Hal itu disebabkan karena persediaan mempunyai nilai yang cukup besar dan mempunyai pengaruh terhadap besar kecilnya biaya operasi dan kelancaran operasi perusahaan. Untuk lebih memahami mengenai persediaan di bawah ini dikemukakan definisi persediaan menurut para ahli: Menurut Mardiasmo (2002:31) bahwa: Persediaan adalah barang-barang berwujud yang dimiliki oleh perusahaan dengan maksud untuk: (1) dijual (barang dagangan dan barang jadi); (2) masih dalam proses pengolahan untuk diselesaikan, kemudian dijual (barang dalam proses); (3) akan dipakai untuk memproduksi barang jadi yang akan dijual (bahan baku dan bahan pembantu. Sedangkan menurut Prawirosentono (2000:61) bahwa Persediaan adalah kekayaan lancar yang terdapat dalam perusahaan dalam bentuk persediaan bahan mentah (bahan baku/raw material), barang setengah jadi (work in process) dan barang jadi (finished good). Lebih lanjut Alexandri (2009:122) mengemukakan bahwa: Persediaan adalah adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi, ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam satu proses produksi. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa persediaan adalah aktiva yang terdapat dalam perusahaan baik itu persediaan

bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi yang siap untuk dijual atau dikirim kepada pelanggan. b. Jenis-Jenis Persediaan Persediaan terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan. Dalam perusahaan dagang hanya dikenal persediaan barang dagangan yaitu barang yang dapat diperjualbelikan dan merupakan aktivitas utama perusahaan. Sedangkan pada perusahaan manufaktur persediaan biasanya terdiri persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Menurut Rangkuti (2002:7-8) bahwa: Jenis-jenis persediaan dapat dibedakan ke dalam dua kelompok yaitu jenis-jenis persediaan menurut fungsinya dan jenis-jenis persediaan menurut jenis dan posisi barang. Untuk lebih jelasnya jenis-jenis persediaan tersebut lebih jauh dijelaskan sebagai berikut: 1) Jenis-jenis Persediaan menurut Fungsinya Adapun jenis-jenis persediaan menurut fungsinya adalah: a) Batch Stock/Lot Size Inventory Persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat itu.

b) Fluctuation Stock Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan

konsumen yang tidak dapat diramalkan. c) Anticipation Stock Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan atau penjualan atau permintaan yang meningkat. 2) Jenis-jenis Persediaan menurut Jenis dan Posisi Barang Adapun jenis-jenis persediaan menurut jenis dan posisi barang adalah: a) Persediaan Bahan Baku (Raw Materials Inventory) Bahan baku adalah bahan-bahan utama yang akan diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi. Contohnya, bahan baku kayu pada pabrik kertas pembuatan bubur (pulp). b) Persediaan Dalam Proses (Work In Process) Barang dalam proses adalah bahan baku yang telah diolah dalam proses produksi namun pengerjaannya belum selesai. Oleh karena itu, persediaan dalam proses merupakan akumulasi dari pemakaian bahan baku dan pembebanan biaya pabrik lainnya seperti upah buruh langsung dan biaya overhead pabrik yang telah terjadi dalam proses produksi barang. Untuk menyelesaikannya diperlukan biaya tambahan.

c) Persediaan Barang Jadi (Finished Goods Inventory) Persediaan barang jadi merupakan total biaya pabrik untuk barang-barang

yang telah selesai produksi, tetapi belum dijual. Ketiga persediaan tersebut disajikan di dalam neraca dan menunjukkan saldo pada akhir periode tertentu. Dengan demikian, perusahaan manufaktur harus menyediakan tiga perkiraan untuk masing-masing jenis persediaan tersebut yaitu; persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, persediaan barang jadi. Sedangkan untuk perusahaan dagang hanya menyediakan satu perkiraan untuk persediaan yaitu perkiraan persediaan barang dagang. c. Persediaan Barang Dagangan Salah satu aset yang penting dalam perusahaan dagang adalah persediaan barang dagangan. Hal itu karena persediaan barang dagangan merupakan sumber penghasilan utama bagi perusahaan dagang. Untuk lebih memahami mengenai persediaan barang dagangan di bawah ini dikemukakan defenisi menurut para ahli: Menurut Haryono (2005:100) bahwa: Persediaan barang dagangan adalah segala macam barang dagangan yang dimiliki perusahaan. Sedangkan menurut Soemarso (2004:384) bahwa: Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali. Lebih lanjut Michell (2006:227) mengemukakan bahwa: Persediaan barang dagang adalah barang-barang yang dibeli untuk dijual lagi sebagai aktivifitas utama perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa persediaan barang dagangan adalah semua barang-barang dagangan yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali sebagai aktivifitas utama perusahaan selama

satu periode. d. Peranan Persediaan Pada dasarnya persediaan akan mempermudah dan memperlancar jalannya operasi perusahaan/pabrik yang harus dilakukan secara berturut-turut untuk memproduksi barang-barang, selanjutnya menyampaikan kepada langganan atau konsumen Menurut Rangkuti (2002:7) bahwa persediaan yang diadakan mulai dari bahan baku sampai barang jadi, antara lain berguna untuk: 1) 2) 3) 4) 5) Menghilangkan risiko keterlambatan datangnya barang Menghilangkan resiko barang yang rusak Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan Mencapai penggunaan mesin yang optimal Memberi pelayanan yang sebaik-baiknya.

e. Fungsi-Fungsi Persediaan Rangkuti (2002:15) mengemukakan bahwa: Fungsi persediaan ada 3 yaitu: (1) Fungsi Decoupling; (2) Fungsi Economic Lot Sizing; dan (3) Fungsi Antisipasi. Ketiga fungsi tersebut lebih jauh dijelaskan sebagai berikut: 1) Fungsi Decoupling Adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan langganan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan bahan mentah diadakan agar perusahaan tidak akan sepenuhnya tergantung pada pengadaannya dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman. Persediaan dalam proses diadakan agar departemen-departemen dan proses-proses individual perusahaan terjaga kebebasannya. Persediaan barang jadi diperlukan untuk

memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari para langganan. Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktasi permintaan konsumen yang tidak dapat diperkirakan atau diramalkan disebut fluctuation stock. 2) Fungsi Economic Lot Sizing Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, risiko dan sebagainya). 3) Fungsi Antisipasi Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkiraan dan diramalkan berdasar pengalaman atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasional inventories). f. Faktor-Faktor yang Menentukan Persediaan Dalam menentukan kebijaksanaan tingkat persediaan barang secara optimal, maka perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menurut Manahan (2005:86) faktor-faktor yang menentukan persediaan adalah sebagai berikut: 1) Biaya Persediaan Barang (Inventory Cost) Biaya berkaitan dengan pemilikan barang dapat dibedakan ke dalam: a) Holding cost (carrying cost), merupakan biaya yang dikeluarkan

11

karena memelihara barang atau opportunity costs sebagai akibat melakukan investasi dalam barang dan bukan pada investasi lainnya; b) Ordering cost, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memesan barang dari supplier untuk mengganti barang yang telah terjual; c) Stock-out costs, merupakan biaya yang timbul karena kehabisan barang pada saat diperlukan. 2) Seberapa besar permintaan barang oleh pelanggan dapat diketahui? Apabila permintaan barang dapat diketahui, maka korporasi dapat menentukan barang dalam suatu periode. Kebutuhan barang dalam periode ini yang harus dapat dipenuhi oleh perusahaan. 3) Lama penyerahan barang antara saat dipesan dengan barang tiba atau disebut sebagai lead time atau delivery time. 4) Terdapat atau tidak ada kemungkinan untuk menunda pemenuhan pesanan dari pembeli atau disebut sebagai backlogging. 5) Kemungkinan diperolehnya discount atas dalam pembelian dalam jumlah yang besar. Dengan menerima discount untuk pembelian dalam jumlah besar, total biaya persediaan barang akan berkurang, tetapi jumlah pembelian barang yang besar dapat menimbulkan biaya penyimpanan (holding cost). Pembelian kurang dari jumlah minimum tidak akan memperoleh discount dan biaya pesanan akan meningkat. Dengan demikian terdapat trade off dalam keputusan untuk memperoleh discount atau tidak. g. Perputaran Persediaan

Perusahaan yang bergerak di bidang dagang harus menyimpan persediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Kegagalan untuk melakukan hal itu biasa mengakibatkan hilangnya penjualan/pendapatan sehingga akan berakibat buruk terhadap laba operasi yang diperoleh. Disisi lain, terlalu banyak menyimpan persediaan akan mengurangi solvensi, karena tertimbunnya sejumlah dana yang semestinya dapat digunakan untuk melakukan ekspansi dan memperbaiki operasi. Selain itu kelebihan persediaan juga menambah beban seperti biaya penyimpanan dan biaya pemeliharaan serta akan meningkatkan pula risiko kerugian akibat penurunan harga, kerusakan, atau perubahan pola belanja pelanggan.
Oleh karena itu, pihak manajemen perlu memperhatikan dan melakukan

pengelolaan terhadap persediaan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menambah pendapatan dan meningkatkan laba operasi serta dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Dalam menganalisis efisiensi dan efektifitas pengelolaan persediaan salah satu ukuran yang dapat digunakan yaitu perputaran persediaan.
Menurut

Soemarso

(2004:392)

bahwa:

Perputaran

Persediaan

menunjukkan berapa kali (secara rata-rata) persediaan barang dijual dan diganti selama satu periode. Sedangkan menurut Jumingan (2008:128) menjelaskan bahwa: Perputaran Persediaan menunjukkan barang dijual dan diadakan kembali selama satu periode akuntansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perputaran persediaan adalah suatu ukuran yang menunjukkan berapa kali persediaan berputar selama satu periode.

13

Adapun rumus perputaran persediaan menurut Jumingan (2008:128) yaitu:

Perputaran Persediaan =
Sedangkan untuk mendapatkan besarnya persediaan rata-rata dapat

digunakan rumus:

Persediaan Rata-rata =

2. Laba Operasi a. Definisi Laba


Hampir setiap perusahaan menginginkan laba atau sering disebut juga dengan

keuntungan (profit). Dimana laba itu diperlukan oleh perusahaan untuk dapat
melangsungkan kehidupan perusahaan. Oleh karena itu, agar perusahaan dapat terus eksis di dalam perekonomian maka diharapkan perusahaan tersebut akan mendapat laba. Untuk lebih jelasnya berikut adalah definisi laba menurut beberapa ahli:

Supriyono (1999:16) mengemukakan bahwa: Laba adalah hasil dari proses mempertemukan semua penghasilan dengan semua biaya dalam periode akuntansi yang sama. Apabila semua penghasilan lebih besar dibanding dengan biaya, maka selisihnya adalah laba bersih. Sedangkan menurut Winarmo (2006:450) bahwa: laba (gain) adalah (1) setiap keuntungan keuangan, laba atau manfaatnya, (2) kelebihan pendapatan di atas biaya. Lebih lanjut Aliminsyah dan Padji (2007:222) mengemukakan bahwa: Laba (gain) adalah kelebihan pendapatan dibandingkan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Harahap juga (2008:241) mengemukakan bahwa: laba adalah kelebihan pendapatan atau penghasilan di atas biaya selama satu periode

akuntansi. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa laba adalah selisih antara pendapatan dengan biaya selama satu periode. b. Jenis-Jenis Laba Menurut Smith dan Skousen (1999:41), jenis-jenis laba dikelompokkan ke dalam dua golongan yaitu: 1) Laba yang Didasarkan atas Biaya-Biaya: Laba penjualan kotor (gross profit margin) adalah selisih antara harga pokok dari barang-barang yang dijual dengan harga jualnya atau lebih dikenal dengan nama EBIT (Earning Before Interest Tax). Laba perusahaan bersih (Net Margin) adalah selisih antara laba kotor perusahaan dengan pajak dan bunga atau yang dikenal dengan EAT (Earning After Tax). 2) Laba yang Didasarkan atas Tenggang Waktu: Laba ditahan, yaitu bagian laba perusahaan yang telah disimpandan tidak dibayarkan sebagai deviden Laba tahun berjalan, yaitu bagian laba perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode dimana perusahaan masih menjalankan kegiatan operasinya dalam periode tertentu. Disamping itu, Lumbantoruan (2004:351) mengemukakan bahwa: Jenisjenis laba terdiri dari laba kotor, laba operasi, laba bersih, laba ditahan dan laba per saham. Untuk lebih jelasnya jenis-jenis laba tersebut lebih jauh dijelaskan sebagai berikut: 1) Laba Kotor (gross profit), yaitu selisih antara pendapatan dan harga pokok penjualan. Tingkat laba kotor yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai posisi kuat dalam persaingan harga. Dalam keadaan resesi, perusahaan yang mempunyai pengaman yang kuat. Sebaliknya, tingkat fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi penurunan permintaan atau

15

peningkatan persaingan. Tetapi tinggi rendahnya tingkat laba kotor ini harus juga dinilai dengan mempertimbangkan kebijakan harga yang dianut perusahaan dalam rangka meningkatkan pangsa pasar. 2) Laba Operasi (operating profit), adalah selisih antara laba kotor dan biayabiaya operasi yang terdiri dari atas biaya penjualan, serta biaya umum dan administrasi. Tingkat laba operasi merupakan perbandingan antara laba operasi dan penjualan bersih. Dalam laba operasi belum dihitung biaya bunga dan pajak, karena biaya bunga ditentukan oleh besarnya hutang perusahaan (bukan keputusan operasional melainkan financial), sehingga besarnya pajak ditentukan oleh golongan pajak perusahaan yang berbeda-beda menurut besarnya laba yang dicapai. Tingkat laba operasi merupakan ukuran yang tepat untuk menilai efisiensi manajemen. Perusahaan yang laba operasionalnya yang tinggi dapat dinilai sebagai perusahaan yang kuat dan menguntungkan. 3) Laba bersih (net profit), adalah laba operasi setelah ditambah pendapatan lainlain serta dikurangi biaya lain-lain. Pendapatan lain-lain adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari luar operasi normal perusahaan. Laba bersih setelah dikurangi dengan pajak penghasilan disebut laba bersih setelah pajak (net profit after tax). Tingkat laba bersih kurang menggambarkan prestasi manajemen dibandingkan dengan tingkat laba operasi, karena sudah memasukkan unsur-unsur di luar kekuasaan manajemen, seperti bunga dan pajak. 4) Laba ditahan (retairned earning), merupakan laba yang tidak dibagikan

kepada para pemegang saham. Laba yang tidak dibagikan ini diinvestasikan kembali ke perusahaan sebagai sumber dana internal. Laba ditahan dalam penyajiannya di neraca menambah total laba yang disetor karena laba ditahan ini milik pemegang saham yang berupa keuntungan tidak dibagikan, maka nilai ini juga akan menambah ekuitas pemilik saham di neraca. 5) Laba per saham adalah laba persaham yang diperoleh setelah pajak yang dibagikan dengan jumlah saham yang beredar. Dengan demikian earning per share akan meningkat apabila perolehan laba setelah pajak (EAT) meningkat, dengan asumsi jumlah saham tetap. c. Manfaat dan Fungsi Laba Laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan mempunyai beberapa manfaat, menurut Harahap (2001:263) adapun manfaat laba yaitu: 1) Untuk perhitungan pajak, berfungsi sebagai dasar pengenaan pajak yang akan diterima negara. 2) Untuk menghitung deviden yang akan dibagikan kepada pemilik dan yang akan ditahan dalam perusahaan. 3) Untuk menjadi pedoman dalam menentukan kebijaksanaan investasi dan pengambilan keputusan. 4) Untuk menjadi dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya di masa yang akan datang. 5) Untuk menjadi dasar dalam perhitungan dan penilaian efisiensi. 6) Untuk menilai prestasi atau kinerja perusahaan/segmen perusahaan/divisi. 7) Perhitungan zakat sebagai kewajiban manusia sebagai hamba kepada Tuhannya melalui pembayaran zakat kepada masyarakat. Di samping itu, Yadiati (2007:92) mengemukakan bahwa: Laba yang didapat oleh perusahaan mempunyai fungsi yaitu sebagai pengukuran efisiensi

17

dan sebagai alat prediksi. Lebih jauh dijelaskan sebagai berikut: 1) Laba Sebagai Alat Prediksi Angka laba dapat memberikan informasi sebagai alat untuk menaksir dan menduga aliran kas untuk pembagian deviden, dan sebagai alat untuk menaksir kemampuan perusahaan dalam menaksir earning power dan nilai perusahaan di masa mendatang. 2) Laba Sebagai Alat Pengendalian Manajemen Laba dapat digunakan sebagai tolak ukur bagi manajemen dalam mengukur kinerja manajer atau divisi dari suatu perusahaan. d. Laba Operasi Setiap perusahaan, baik besar maupun kecil bertujuan untuk memperoleh laba termasuk laba operasi karena laba operasi menggambarkan bagaimana aktivitas operasi perusahaan telah dijalankan dan dikelola secara baik dan efisien, terlepas dari kebijakan pembiayaan dan pengelolaan pajak penghasilan. Untuk lebih jelasnya berikut adalah definisi laba operasi menurut beberapa ahli: Menurut Winarmo (2006:451) bahwa: Laba operasi adalah laba yang diperoleh dari kegiatan usaha pokok dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut Hery (2009:123) bahwa: Laba operasi adalah ukuran kinerja fundamental operasi perusahaan dan dihitung sebagai selisih antara laba kotor dengan beban operasional. Lebih Lanjut Yadiati (2008:142) mengemukakan bahwa: Laba operasi ditentukan dengan mengurangkan penjualan bersih dengan harga pokok penjualan dan biaya operasi. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut di atas, maka dapat disimpulkan

bahwa laba operasi adalah selisih antara penjualan dengan harga pokok penjualan dan biaya operasi selama satu periode. Dalam laba operasi juga belum dihitung biaya bunga dan pajak oleh karena itu laba operasi juga disebut laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT. Tingkat laba operasi memberikan suatu dasar untuk menilai keberhasilan suatu perusahaan terpisah dari kegiatan pendanaan dan terpisah dari pertimbangan pajak. Selain itu tingkat laba operasi juga merupakan ukuran yang tepat untuk menilai efisiensi manajemen. Perusahaan yang laba operasionalnya yang tinggi dapat dinilai sebagai perusahaan yang kuat dan menguntungkan. 3. Keterkaitan antara Perputaran Persediaan Barang Dagangan dengan Laba Operasi Persediaan barang dagangan adalah salah satu aset yang penting dalam perusahaan dagang. Hal itu karena persediaan barang dagangan merupakan sumber utama pendapatan bagi perusahaan dagang dan modal yang tertanam dalam persediaan barang dagangan juga cukup besar. Mengingat begitu pentingnya persediaan barang dagangan dalam perusahaan dagang maka pihak manajemen harus memperhatikan dan mengelola persediaan barang dagangannya dengan sebaik-baiknya supaya tujuan perusahaan tercapai, termasuk memperhatikan tingkat perputaran persediaan yang harus dicapai. Menurut Mamduh (2005: 82) bahwa: Perputaran persediaan yang tinggi menandakan semakin tingginya persediaan berputar dalam satu tahun dan ini menandakan efektivitas mananajemen persediaan. Lebih lanjut Jumingan (2006:70) juga menjelaskan bahwa: Semakin tinggi perputaran persediaan maka

19

akan mengurangi resiko kerugian, juga menghemat ongkos penyimpanan dan pemeliharaan (carrying cost) persediaan. Dari pendapat tersebut

mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran persediaan, maka tingkat penjualan juga semakin tinggi, sehingga pendapatan dapat meningkat dan laba operasi juga akan meningkat karena manajemen persediaannya efektif. Dengan efektifnya manajemen persediaan maka biaya-biaya yang berhubungan dengan persediaan dapat dikendalikan dengan baik dan akan berdampak pada efisensi biaya. Hal tersebut mengindikasikan adanya keterkaitan antara perputaran persediaan barang dagangan dengan laba operasi. B. Kerangka Pikir Pada umumnya setiap perusahaan memiliki persediaan, dalam perusahaan industri persediaan dibedakan atas tiga kelompok yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi sedangkan dalam perusahaan dagang persediaannya disebut sebagai persediaan barang dagangan. Persediaan barang dagangan adalah barang yang diperjualbelikan dalam perusahaan dan merupakan unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan. Suatu ukuran yang dapat digunakan untuk menilai pengelolaan persediaan barang dagangan dalam suatu perusahaan adalah dengan melihat tingkat perputaran persediaannya. Perputaran persediaan adalah suatu ukuran yang menunjukkan berapa kali persediaan berputar selama satu periode. Apabila tingkat perputaran persediaan tinggi, artinya tingkat penjualannya tinggi, sehingga pendapatan dapat meningkat dan laba operasi kemungkinan juga dapat meningkat. Sebaliknya apabila tingkat perputaran persediaan rendah, artinya tingkat

penjualannya juga rendah, sehingga pendapatan mengalami penurunan dan laba operasi akan menurun karena timbulnya biaya-biaya tambahan yang harus di keluarkan oleh perusahaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini:.

Gambar 1. Skema Kerangka Pikir

C. Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah dan landasan teori yang telah dikemukakan di atas. Maka hipotesis yang dapat dikemukakan adalah Diduga perputaran persediaan barang dagangan berpengaruh signifikan terhadap laba operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Desain Penelitian

21

1. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2007:2) bahwa: Variabel adalah salah satu atribut sifat dan nilai dari individu, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu 21 yang diharapkan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Adapun variabel terkait dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas (independent variabel) adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen (terikat). Dalam hal ini yang menjadi variabel bebas adalah: X = Perputaran Persediaan Barang Dagangan b) Variabel terikat (dependent variabel) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah: Y = Laba Operasi 2. Desain Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar guna memperoleh data tentang laporan keuangan berupa laporan laba rugi, neraca, serta data-data lain yang mendukung dalam penelitian ini yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari; wawancara dan dokumentasi. Setelah data diperoleh dihitung tingkat perputaran persediaannya, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode regresi sederhana, korelasi product moment dan uji-t guna menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan. Untuk lebih jelasnya, maka desain penelitian secara sederhana dapat

dilihat pada gambar 2 berikut ini.

Gambar 2 Skema Desain Penelitian

B. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Operasional Variabel a. Perputaran Persediaan Barang Dagangan Perputaran persediaan barang dagangan adalah suatu ukuran yang

23

menunjukkan berapa kali persediaan barang dagangan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar berputar selama satu periode. b. Laba Operasi Laba operasi adalah selisih antara penjualan dengan harga pokok penjualan dan biaya operasi PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar selama satu periode. 2. Pengukuran Variabel Berdasarkan variabel-variabel yang ada dalam permasalahan yang diajukan dimana variabel perputaran persediaan barang dagangan (X) diukur dengan menggunakan satuan tingkat frekuensi (kali) dan variabel laba operasi (Y) diukur dengan menggunakan satuan rupiah (Rp). C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Sugiyono (2007:61) bahwa: Populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan laporan keuangan khususnya laporan laba/rugi dan neraca pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. 2. Sampel Menurut Sugiyono (2007:62) bahwa: Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Penarikan sampel dalam

penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Teknik ini dilakukan atas dasar pertimbangan sendiri artinya bahwa dalam pengambilan sampel peneliti memilih langsung obyek atau data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dengan mempertimbangkan biaya, tenaga dan waktu dari peneliti itu sendiri. Oleh karena itu yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan khususnya laporan laba/rugi dan neraca pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar selama 5 tahun terakhir mulai dari tahun 2004 2008. D. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa dokumen yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu mengenai data laporan keuangan berupa laporan laba/rugi, neraca dan data-data lainnya yang mendukung dalam penelitian ini. 2. Wawancara dilakukan secara langsung untuk mendapatkan data/informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji dengan pihak yang berkompeten pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. E. Teknik Analisis Data Adapun rancangan analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Menghitung tingkat perputaran persediaan untuk melihat berapa kali persediaan berputar selama satu periode. Dengan menggunakan rumus menurut Jumingan (2008:128) yaitu:

Y = a + bx

25

Perputaran Persediaan Sedangkan untuk mendapatkan besarnya persediaan rata-rata dapat digunakan rumus:

Persediaan Rata-rata = 2. Untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan maka digunakan analisis regresi sederhana yang dikemukakan oleh Sugiyono (2007:261):

Keterangan: Y = Variabel terikat (laba operasi) a = Nilai konstan b = Koefisien regresi x = Variabel bebas (perputaran persediaan) Untuk mendapatkan nilai a dan b maka digunakan rumus sebagai berikut:

3. Untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variable terikat, maka digunakan analisis korelasi product moment (r). Adapun rumus yang dikemukakan oleh Sugiyono (2007:228) yaitu:

Selanjutnya untuk dapat memberi interpretasi besarnya hubungan koefisien

korelasi antara kedua variabel, maka digunakan pedoman interpretasi nilai koefisien korelasi (r) berikut ini: Tabel 2. Pedoman Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi (r) Tingkat Hubungan Interval Koefisien 0,00 - 0,199 0,20 - 0,399 0,40 - 0,599 0,60 - 0,799 0,80 - 1,00 Sumber : Sugiyono (2007:225). 4. Untuk menguji signifikan koefisien r maka di gunakan uji t dengan taraf signifikan 5% dan derajat bebas (degree of freedom) = n 2. Adapun rumus uji-t yang dikemukakan oleh Sugiyono (2007:230) sebagai berikut:
Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat

Keterangan: 0100090000033005000000006603000000006603000026060f00c2 06574d464301000000000001004e130000000001000000a006000000000 000a0060000010000006c0000000000000000000000160000001b000000 0000000000000000ce0200006a03000020454d4600000100a00600000c00 00000100000000000000000000000000000000040000000300004001000 0f000000000000000000000000000000000e2040080a90300460000002c0

27

0000020000000454d462b014001001c000000100000000210c0db010000 00600000006000000046000000dc010000d0010000454d462b224004000 c000000000000001e4009000c00000000000000244001000c00000000000 0003040020010000000040000000000803f214007000c000000000000000 8400005280100001c0100000210c0db0100000000000000000000000000 0000000000000100000089504e470d0a1a0a0000000d4948445200000017 0000001c0802000000058fb334000000017352474200aece1ce900000009 7048597300000ec400000ec401952b0e1b000000a449444154484b63fcffff 3f03c58089621340068c9a823d18e1e1b23d9d1108d2b79317dac0980682 db13ac40dad3b641b8a40286ffffb7a5a1da8f6114d40aecaeb49a701b98e2 c0d6420c020b9005c0e1b27dc32c10a5a3a6425ea88053dd9d5b57c08112e 089dd903b13ad41218f1d584fbc03d44571c8828200e896dbd78ec1dc00b4 95bcb846443305e1cb385a32604d0ca3a51481528acc7c08d1361abad8830 f00551d262d847296580000000049454e44ae42608200084001082400000 0180000000210c0db01000000030000000000000000000000000000001b 40000040000000340000000100000002000000000000bf000000bf0000b8 410000e04103000000000000b3000000b3ffffb741000000b3000000b3ffff

df412100000008000000620000000c00000001000000150000000c000000 04000000150000000c00000004000000510000006003000000000000000 00000160000001b00000000000000000000000000000000000000170000 001c0000005000000070000000c0000000a0020000000000002000cc0017 0000001c00000028000000170000001c000000010008000000000000000 0000000000000000000120000000000000000000000ffffff00b6ffff00000 0660066000000ffffb6003a90db00b6660000ffb66600dbffff00003a900090 3a0000ffffdb003a000000ffdb900066b6ff0090dbff00b6663a00010101010 10101010101010101010101010101010101010001010101010101010101 01010101010101010101010101000101010101010101010101010101010 10101010101010100010101010101010101010101010101010101010101 01010001010101010101010101010101010101010101010101010001010 10101010101010101010101010101010101010101000101010101010101 01010101010101010101010101010100010101010101010101010101010 10101010101010101012601010101010101010101010101010101010101 01010101000101010101010101010101010101010101010101010101600 10101010101010101010101010101010101010101010100010101010101

29

01010101010101010101010101010101015f01010101010101010101010 1010101010101010101010100010600000b0c0101010101010101010101 01010101010127020300081011010101010101010101010101010101010 100090a0008010101010101010101010101010101010101010001060007 01010101010101090a00000000000000000b0c00010f0004050101010101 01010101010101010101010101000102030d0e010101010101010101010 101010101010101000203000000000801010101090a0000000000000000 0b0c0001010600070101010101010101010101010101010101010001010 20304050101010101010101010101010101010101000101010101010101 01010101010101010101010101010100010101010101010101010101010 10101010101010101010001010101010101010101010101010101010101 01010101000101010101010101010101010101010101010101010101000 10101010101010101010101010101010101010101010100010101010101 0101010101010101010101010101010101004c000000640000000000000 000000000160000001b0000000000000000000000170000001c00000029 00aa0000000000000000000000803f00000000000000000000803f000000 00000000000000000000000000000000000000000000000000000000002

20000000c000000ffffffff460000001c00000010000000454d462b0240000 00c000000000000000e0000001400000000000000100000001400000004 00000003010800050000000b0200000000050000000c021c00170003000 0001e000400000007010400040000000701040095010000410b2000cc00 1c001700000000001c0017000000000028000000170000001c000000010 00800000000000000000000000000000000001200000000000000000000 00ffffff00b6ffff000000660066000000ffffb6003a90db00b6660000ffb6660 0dbffff00003a9000903a0000ffffdb003a000000ffdb900066b6ff0090dbff0 0b6663a0001010101010101010101010101010101010101010101010001 01010101010101010101010101010101010101010101000101010101010 10101010101010101010101010101010100010101010101010101010101 01010101010101010101010001010101010101010101010101010101010 10101010101000101010101010101010101010101010101010101010101 00010101010101010101010101010101010101010101010100010101010 10101010101010101010101010101010101012601010101010101010101 01010101010101010101010101000101010101010101010101010101010 10101010101010160010101010101010101010101010101010101010101

31

01010001010101010101010101010101010101010101010101015f01010 1010101010101010101010101010101010101010100010600000b0c0101 01010101010101010101010101010127020300081011010101010101010 101010101010101010100090a0008010101010101010101010101010101 01010101000106000701010101010101090a00000000000000000b0c000 10f000405010101010101010101010101010101010101000102030d0e010 10101010101010101010101010101010100020300000000080101010109 0a00000000000000000b0c0001010600070101010101010101010101010 10101010101000101020304050101010101010101010101010101010101 00010101010101010101010101010101010101010101010100010101010 10101010101010101010101010101010101010001010101010101010101 01010101010101010101010101000101010101010101010101010101010 10101010101010100010101010101010101010101010101010101010101 0101000101010101010101010101010101010101010101010101000c000 00040092900aa000000000000001c00170000000000040000002701ffff03 0000000000 Nilai t hitung

Jumlah sampel

010009000003a005000000009a03000000009a03000026060f002a07574d 4643010000000000010076bc00000000010000000807000000000000080 70000010000006c0000000000000000000000180000001b000000000000 00000000000c0300006a03000020454d4600000100080700000c0000000 1000000000000000000000000000000000400000003000040010000f000 000000000000000000000000000000e2040080a90300460000002c00000 020000000454d462b014001001c000000100000000210c0db0100000060 0000006000000046000000cc010000c0010000454d462b224004000c0000 00000000001e4009000c00000000000000244001000c000000000000003 040020010000000040000000000803f214007000c0000000000000008400 005180100000c0100000210c0db01000000000000000000000000000000 000000000100000089504e470d0a1a0a0000000d49484452000000190000 001c08020000001b468387000000017352474200aece1ce9000000097048 597300000ec400000ec401952b0e1b0000009249444154484b63fcffff3f03 95001395cc0119336a1669813958c38b0198beb6a541fc92b6edffffdb13ac c06cab09b78132c8002683d5df60e50c40bd403320c65901c184db604d20

33

7349052077c15d83e918928c039b05753e7eb710e1479059501f62041149 ae028617f58cfa0f4c5fdb37cc0205bc8e9a0a6949134335e368994352080e d6bc3dea2e92a27144d469005a9f5734cde8e5230000000049454e44ae426 0820000000840010824000000180000000210c0db010000000300000000 00000000000000000000001b40000040000000340000000100000002000 000000000bf000000bf0000c8410000e04103000000000000b3000000b3ff ffc741000000b3000000b3ffffdf412100000008000000620000000c000000 01000000150000000c00000004000000150000000c00000004000000510 00000d80300000000000000000000180000001b00000000000000000000 000000000000000000190000001c0000005000000078000000c80000001 0030000000000002000cc00190000001c00000028000000190000001c000 00001000800000000000000000000000000000000001400000000000000 00000000ffffff000066b60066000000ffffb6003a90db003a000000ffdb900 0dbffff00003a9000903a0000ffffdb00ffb666003a3a3a00db903a0090dbff0 000003a0066b6ff00b6ffff00000066000101010101010101010101010101 01010101010101010101010101ff01010101010101010101010101010101 0101010101010101010101ff010101010101010101010101010101010101

010101010101010101ff0101010101010101010101010101010101010101 01010101010101ff01010101010101010101010101010101010101010101 0101010101ff010101010101010101010101010101010101010101010101 010101ff0101010101010101010101010101010101010101010101010101 01ff010101010101010101010101010101010101010101010101010101ff 010101010101010101010101010101010101010101010101010101ff0101 01010101010101010101010101010101010101010101010101ff01010101 0101010101010101010101010101010101010101010101ff010101010101 010101010101010101010101010101010101010101ff0101010101010101 01010101010101010101010101010101010101ff1213000c010101010101 0101010101010101010101010101010101ff0102000e0101010101010101 010101010101010101010101010101ff0111000a0b010101010101010101 01010101010101010101010101ff010f1003040101010101010101080900 000000000000000a0b090aff010809000e01010101010101010101010101 010101010101010101ff090c02000d0e0503040101010101010101010101 01010101010101ff01020003040500060701010101080900000000000000 000a0b090aff010101010101010101010101010101010101010101010101

35

010101ff0101010101010101010101010101010101010101010101010101 01ff010101010101010101010101010101010101010101010101010101ff 010101010101010101010101010101010101010101010101010101ff0101 01010101010101010101010101010101010101010101010101ff01010101 0101010101010101010101010101010101010101010101ff010101010101 010101010101010101010101010101010101010101ff0101010101010101 01010101010101010101010101010101010101004c00000064000000000 0000000000000180000001b0000000000000000000000190000001c0000 002900aa0000000000000000000000803f00000000000000000000803f00 00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 000220000000c000000ffffffff460000001c00000010000000454d462b024 000000c000000000000000e000000140000000000000010000000140000 000400000003010800050000000b0200000000050000000c021c0019000 30000001e0004000000070104000400000007010400d1010000410b2000 cc001c001900000000001c0019000000000028000000190000001c000000 01000800000000000000000000000000000000001400000000000000000 00000ffffff000066b60066000000ffffb6003a90db003a000000ffdb9000dbf

fff00003a9000903a0000ffffdb00ffb666003a3a3a00db903a0090dbff0000 003a0066b6ff00b6ffff00000066000101010101010101010101010101010 10101010101010101010101ff01010101010101010101010101010101010 1010101010101010101ff010101010101010101010101010101010101010 101010101010101ff0101010101010101010101010101010101010101010 10101010101ff01010101010101010101010101010101010101010101010 1010101ff010101010101010101010101010101010101010101010101010 101ff010101010101010101010101010101010101010101010101010101f f010101010101010101010101010101010101010101010101010101ff010 101010101010101010101010101010101010101010101010101ff0101010 10101010101010101010101010101010101010101010101ff01010101010 1010101010101010101010101010101010101010101ff010101010101010 101010101010101010101010101010101010101ff0101010101010101010 10101010101010101010101010101010101ff1213000c010101010101010 1010101010101010101010101010101ff0102000e0101010101010101010 101010101010101010101010101ff0111000a0b010101010101010101010 10101010101010101010101ff010f1003040101010101010101080900000

37

000000000000a0b090aff010809000e01010101010101010101010101010 101010101010101ff090c02000d0e0503040101010101010101010101010 10101010101ff01020003040500060701010101080900000000000000000 a0b090aff010101010101010101010101010101010101010101010101010 101ff010101010101010101010101010101010101010101010101010101f f010101010101010101010101010101010101010101010101010101ff010 101010101010101010101010101010101010101010101010101ff0101010 10101010101010101010101010101010101010101010101ff01010101010 1010101010101010101010101010101010101010101ff010101010101010 101010101010101010101010101010101010101ff0101010101010101010 10101010101010101010101010101010101000c00000040092900aa0000 00000000001c00190000000000040000002701ffff030000000000 Koefisien korelasi Keputusan Pengujian sebagai interpretasi nilai t hitung adalah sebagai berikut: a. Jika nilai thitung > ttabel pada taraf signifikan 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara perputaran persediaan barang dagangan terhadap laba operasi. b. Jika nilai thitung < ttabel, pada taraf signifikan 5% maka Ha ditolak dan Ho diterima artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perputaran

persediaan barang dagangan terhadap laba operasi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan PT Mega Indah Sari Timor didirikan berdasarkan Akta Notaris Nomor 40, tanggal 29 Agustus 1995 dihadapan Mohammad Rifat Tajoeddin, SH, Notaris

28

39

Dili, Timor-Timur yang telah mendapatkan pengesahan Menteri Kehakiman RI berdasarkan Surat Keputusan Nomor C2-2560 HT. 01.01 th. 1996, tanggal 26 Februari 1996. Selanjutnya berdasarkan Berita Acara Rapat dan Perubahan Anggaran Dasar Nomor 42 tanggal 26 April 2000 dihadapan Abdul Muis, SH, Notaris Makassar, tempat dan kedudukan perseroan mengalami perubahan dari Kabupaten Dili, Provinsi Timor-Timur ke Kota Makassar Sulawesi Selatan. Berdasarkan Berita Acara Rapat dan Perubahan Anggaran Dasar tersebut di atas dijelaskan bahwa modal dasar perseroan berjumlah Rp. 5.000.000.000,(lima milyar rupiah) yang terbagi dalam 50.000,- (lima puluh ribu) lembar saham masing-masing bernilai nominal Rp. 100.000,-sedangkan modal disetor adalah sebanyak Rp. 1.250.000.000,- dengan komposisi kepemilikan sebagai berikut: Tabel 3. Daftar Pemegang Saham pada PT Mega Indah Sari Timor. No. Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai Saham 1 2 3 4 5 H.M. Yasin Azis, SE Sudirman Sube Ir. Amir Kamaruddin Ny. Hj. Naya Ny. Hj. Jumriah Jumlah Sumber: PT Mega Indah Sari Timor. Key Person dalam Perusahaan ini adalah H.M. Yasin Azis, SE, usahawan Sulawesi Selatan dengan latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia yang telah merintis usaha di Timor-Timur pada tahun 1987 sejak usaha masih bersifat perorangan sampai berkembang seperti saat ini. PT Mega Indah Sari Timor pada awalnya berkantor pusat di Dili, Timor7.250 lembar 1.250 lembar 1.250 lembar 1.250 lembar 1.250 lembar 12.500 lembar Rp 750.000.000,Rp 125.000.000,Rp 125.000.000,Rp 125.000.000,Rp 125.000.000,Rp 1.250.000.000,-

Timur. Namun sejak Provinsi Timor-Timur memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia maka Perusahaan memindahkan usaha ke Makassar dengan kantor pusat di Jl. Antang Raya Nomor 49 A, begitu pula dengan seluruh aset yang dimiliki. Namun perusahaan ini baru aktif beroperasi pada akhir tahun 2003 sejak berpindah kedudukan dari Timor-Timur ke Makassar. Sejak memindahkan usahanya di Makassar, perusahaan ini telah berkembang dengan baik yakni telah membuka 6 outlet supermarket diantaranya di Jl. Antang Raya Nomor 49 - 51, Jl. Sultan Hasanuddin Nomor 23 Kabupaten Barru, Jl. Turi Nomor 2 Bonto Sunggu Kabupaten Jenneponto, dan Jl. KH. A. Dahlan Nomor 30 Palopo, Jl. KH. Agus Salim Plaza BTC Lantai 3 Kabupaten Bone serta 1 outlet supermarket di Kabupaten Sidrap. Selain itu PT Mega Indah Sari Timor sekarang ini juga telah mengembankan usahanya dalam bidang distributor dan toko bahan bangunan (material) yang melayani penjualan partai maupun eceran di 4 0utlet yakni Makassar, Jeneponto, Barru & Sinjai,

perdagangan dan pengelolaan (moulding) dengan lokasi pabrik Sungguminasa serta dalam bidang general kontraktor.

2. Struktur Organisasi dan Uraian Pekerjaan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar Struktur organisasi adalah kerangka yang menunjukkan pekerjaan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi serta wewenang dan tanggung jawab tiaptiap anggota organisasi pada setiap pekerjaan. Selain itu struktur organisasi sering disebut bagan atau skema organisasi dengan ini gambaran skematis tentang

41

hubungan pekerjaan antara individu terdapat dalam satu badan untuk mencapai tujuan struktur organisasi, yang merupakan bagian dalam pencapaian sasaran suatu badan untuk menjalankan kegiatan organisasinya, sehingga struktur organisasi dibuat secara sederhana, efektif dan untuk dapat bekerja secara efisien. Begitu pula dengan PT Mega Indah Sari Timor ini, membuat dan menyusun struktur organisasi berdasarkan karakteristik perusahaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan. Suatu organisasi dapat mencapai tujuannya apabila di dalam organisasi itu terdapat suatu sistem kerja yang baik, melalui pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab tersebut dipersatukan melalui tata hubungan yang sederhana dan harmonis di bawah sistem kordinasi yang berdaya guna dan berhasil serta berkesinambungan dalam struktur organisasi. Struktur organisasi akan lebih dulu memusatkan perhatian pada kegiatankegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Manajemen menganalisa jabatan-jabatan yang dilakukan, kemudian orang dengan minat dan kualifikasi tertentu ditarik untuk memegang jabatan. Sehingga berdasarkan pada hal-hal tersebut maka PT Mega Indah Sari Timor di kota Makassar dalam melaksanakan kegiatanya menggunakan struktur organisasi yang berbentuk garis (line) dimana dalam hal ini kekuasaan mengalir secara langsung dari direktur utama ke general manager, ke pimpinan cabang selanjutnya pada karyawan-karyawan yang ada di bawahnya. Berkenaan dengan hal yang di atas secara lengkap tugas dan tanggung jawab PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar dapat diperinci sebagai

berikut: a) Direktur Utama Sebagai pimpinan dan penanggung jawab penuh atas keberhasilan perusahaan dan mengkoordinir berbagai kegiatan perusahaan ke arah pencapaian tujuan perusahaan. Adapun tugas dan tanggung jawab direktur utama adalah sebagai berikut: 1) Menentukan kebijakak-kebijakan yang berorientasi kepada peningkatan dan pengembangan perusahaan. 2) Memimpin, mengendalikan dan mengawasi jalannya kegiatan perusahaan. 3) Memotivasi karyawan, memperhatikan, kesejahteraan dan keselamatan kerja. 4) Bertanggung jawab atas segala kegiatan perusahaan baik yang bersifat ekstern maupun intern. 5) Memimpin dan menentukan kebijaksanaan tata tertib perusahaan. b) Sekretaris Adapun tugas dan tanggung jawab sekretaris adalah sebagai berikut adalah sebagai berikut: 1) Mengatur dan mengagendakan kegiatan kerja direktur utama secara efektif 2) Menjalankan kegiatan administrasi dan surat menyurat 3) Mengagendakan arsip-arsip perusahaan secara teratur 4) Bertanggung jawab kepada direktur utama atas pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya.

43

c) General Manajer General manajer memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan rencanarencana operasi untuk melaksanakan semua rencana yang disusun oleh pihak perusahaan. Bagian ini juga membawahi dan memantau tugas bagian pemasaran, bagian keungan bagian administrasi umum, bendahara, bagian logistik dan bagian kendaraan serta cabang perusahaan. d) Pimpinan Cabang Adapun tugas dan tanggung jawab pimpinan cabang adalah sebagai berikut adalah sebagai berikut: 1) Memimpin, mengendalikan dan mengawasi kegiatan cabang perusahaan 2) Menentukan kebijakan-kebijakan dalam pelaksanaan cabang 3) Menetapkan petugas staff, menilai, menegur, mempromosikan, menerima atau mengangkat karyawan di unit kerjanya 4) Membimbing dan mengarahkan serta mengawasi pelaksanaan tugas para karyawannya.

e) Kepala Keuangan Adapun tugas dan tanggung jawab kepala keuangan adalah sebagai berikut: 1) Menyusun laporan keuangan perusahaan. 2) Mengawasi sistem penerimaan dan pengeluaran keuangan perusahaan. 3) Mengatur keuangan agar perusahaan bisa tetap dalam posisi likuid dan profit.

4) Mengkoordinir kegiatan bagian keuangan agar bisa berfungsi dengan baik dalam menunjang kegiatan perusahaan. f) Kepala Pemasaran Adapun tugas dan tanggung jawab kepala pemasaran adalah sebagai berikut: 1) Menyusun rencana penjualan. 2) Mengkoordinir berbagai kegiatan pemasaran perusahaan. 3) Membuat program pemasaran serta menetapkan kebijakan pemasaran yang berorientasi pada persaingan dan penguasaan pangsa pasar. 4) Berusaha memanfaatkan tenaga pemasaran secara maksimal untuk dapat meningkatkan penjualan. 5) Mengusahakan pencapaian penjualan sesuai target yang ditetapkan. g) Kepala Administrasi Umum Adapun tugas dan tanggung jawab kepala administrasi umum adalah sebagai berikut: 1) Bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan administrasi. 2) Menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga perusahaan pada saat dibutuhkan. 3) Mengadakan pencatatan atas semua inventaris perusahaan. 4) Mengadakan pemeliharaan-pemeliharaan terhadap seluruh inventaris perusahaan. h) Bendahara Bendahara perusahaan. bertanggungjawab atas penerimaan dan pengeluaran kas

45

i) Kepala Logistik Adapun tugas dan tanggung jawab kepala logistik adalah sebagai berikut: 1) Menyelenggarakan pengelolaan persediaan barang dagang perusahaan 2) Menyelenggarakan administrasi persediaan barang dagang perusahaan 3) Mengawasi persediaan barang dagang perusahaan j) Kepala Kendaraan Adapun tugas dan tanggung jawab bagian logistik adalah sebagai berikut: 1) Bertanggung jawab terhadap kendaraan perusahaan. 2) Mengawasi keluar masuknya kendaraan perusahaan. B. Hasil Penelitian 1. Analisis Perputaran Persediaan Barang Dagangan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar

Suatu ukuran yang dapat digunakan untuk menilai pengelolaan persediaan barang dagangan dalam suatu perusahaan adalah dengan melihat tingkat perputaran persediaannya. Perputaran persediaan adalah suatu ukuran yang menunjukkan berapa kali persediaan berputar dalam satu periode. Menurut Jumingan (2008:128) untuk mengukur ratio perputaran persediaan barang dagangan digunakan rumus sebagai berikut:

Perputaran Persediaan Dimana harga pokok penjualan adalah harga pokok barang dagangan yang dibeli oleh perusahaan yang kemudian berhasil dijual selama satu periode. Komponen dari harga pokok penjualan terdiri dari persediaan awal, pembelian, retur

pembelian, potongan pembelian, biaya angkut pembelian dan persediaan akhir. Sedangkan persediaan rata-rata adalah rata-rata persediaan yang dimiliki perusahaan selama satu periode tertentu. Persediaan rata-rata diperoleh dengan menambahkan jumlah persediaan awal dengan persediaan akhir kemudiaan dibagi dua. Berikut adalah perhitungan perputaran persediaan barang dagangan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk tahun 2004 2008 yang dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini: Tabel 4. Perhitungan Perputaran Persediaan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk Tahun 2004 2008 Perputaran Persediaan Persediaan Persediaan HPP Persediaan Tahun Awal Akhir Rata-rata (Jutaan Rp) (kali) (Jutaan Rp) (Jutaan Rp) (Jutaan Rp) 2004 2005 2006 2007 2008 82.219 102.193 131.020 152.857 169.234 14.920 15.592 19.875 23.776 25.440 15.592 19.875 23.776 25.440 26.153 15.256 17.734 21.826 24.608 25.797 5,39 5,76 6,00 6,21 6,56

Sumber: PT Mega Indah Sari Timor, Laporan Keuangan Tahun 2004-2008(data diolah). Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa perputaran persediaan barang dagangan PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Perkembangan perputaran persediaan barang dagangan tersebut lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini: Tabel 5. Perkembangan Perputaran Persediaan Barang Dagangan PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk Tahun 2004 2008. Perputaran Persediaan Perkembangan Tahun (Kali) Persen (%) Kali

47

2004 2005 2006 2007 2008

5,39 5,76 6,00 6,21 6,56

0,37 0,24 0,21 0,35

6,86 4,17 3,50 5,64

Sumber: PT Mega Indah Sari Timor, Laporan Keuangan Tahun 2004-2008(data diolah). Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa perputaran persediaan barang dagangan PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. Pada tahun 2004 sebagai tahun dasar, perputaran persediaan barang dagangan sebesar 5,39 kali. Kemudian di tahun 2005, perputaran persediaan barang dagangan meningkat sebesar Rp 0,37 kali atau sekitar 6,86% menjadi Rp 5,76 kali. Selanjutnya tahun 2006, perputaran persediaan barang dagangan meningkat sebesar 0,24 kali atau sebesar 4,17% menjadi 6,00 kali dan pada tahun 2007, perputaran persediaan barang dagangan mengalami peningkatan sebesar Rp 0,21 kali atau sebesar 3,50% menjadi 6,21. Selanjutnya pada tahun 2008, perputaran persediaan barang dagangan meningkat sebesar 0,35 kali atau sebesar 5,64% menjadi 6,56. Hal ini menunjukkan bahwa pihak manajemen PT Mega indah Sari Timor telah mengelola persediaan barang dagangannya dengan cukup baik hal itu dilihat dari tingkat perputaran persediaannya yang mengalami perkembangan dari tahun ke tahun walaupun perkembangannya tidak terlalu tinggi. 2. Analisis Laba Operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar

Pada umumnya tujuan utama setiap perusahaan adalah untuk memperoleh

laba yang besar termasuk laba operasi demi kelangsungan hidup perusahaan. Laba operasi adalah selisih antara penjualan dengan harga pokok penjualan dan biaya usaha selama satu periode. Laba operasi merupakan tujuan yang ingin dicapai sehingga kontinuitas usaha tetap berjalan. Oleh karena itu, faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya laba operasi perlu mendapat perhatian khusus oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. Berikut adalah perhitungan laba pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk tahun 2004 2008 yang dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini: Tabel 6. Perhitungan Laba Operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk Tahun 2004 2008 (Jutaan Rp) Laba Operasi Penjualan HPP Biaya operasi Tahun (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 2004 2005 2006 2007 2008 95.492 118.553 154.677 180.457 199.792 82.219 102.193 131.020 152.857 169.234 2.584 2.994 4.686 5.467 6.053 10.689 13.366 18.971 22.133 24.505

Sumber: PT Mega Indah Sari Timor, Laporan Keuangan Tahun 2004-2008 (data diolah). Untuk melihat perkembangan laba operasi yang diperoleh oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar, dapat disajikan dalam tabel 7 berikut ini. Tabel 7. Perkembangan Laba Operasi PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk Tahun 2004-2008. Laba Operasi Perkembangan Tahun (Jutaan Rupiah) Persentase (%) Jumlah 2004 2005 10.689 13.366 2.677 25,04

49

2006 2007 2008

18.971 22.133 24.505

5.605 3.162 2.372

41,94 16,68 10,72

Sumber: PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar, Laporan Keuangan Tahun 2004 2008 (data diolah). Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat laba operasi yang diperoleh oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. Pada tahun 2004 sebagai tahun dasar, jumlah laba operasi yang dicapai sebesar Rp 10.689.000.000, kemudian pada tahun 2005, meningkat sebesar Rp 2.677.000.000 atau sebesar 25,04% menjadi Rp 13.366.000.000. Pada tahun 2006, meningkat sebesar

Rp 5.605.000.000 atau sebesar 41,94% menjadi Rp 18.971.000.000. Selanjutnya pada tahun 2007, meningkat sebesar Rp 3.162.000.000 atau sebesar 16,68% menjadi Rp 22.133.000.000. Dan pada tahun 2008 meningkat sebesar Rp 2.372.000.000 atau sebesar 10,72% menjadi Rp 24.505.000.000. Maka hal ini, menunjukkan bahwa laba operasi yang diperoleh oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar mengalami perkembangan mulai tahun 2004 2008. Hal tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar.

3.

Analisis Pengaruh Perputaran Persediaan Barang Dagangan terhadap Laba Operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar

Berikut ini disajikan data mengenai variabel-variabel tersebut sebagai

berikut: Tabel 8. Perputaran Persediaan Barang Dagangan (X) dan Laba Operasi (Y) pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar Tahun 2004 2008. Laba Operasi Perputaran Persediaan Tahun (jutaan rupiah) (kali) 2004 2005 2006 2007 2008 5,39 5,76 6,00 6,21 6,56 10.689 13.366 18.971 22.133 24.505

Sumber: PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar, Laporan Keuangan Tahun 2004-2008 (data diolah) Berdasarkan data pada tabel di atas, maka diperoleh hasil pengolahan analisis regresi sederhana dengan program SPSS (Statistic Product and Service Solution) windows yang terlihat sebagai berikut: a) Analisis Regresi Linear Sederhana Tabel 9. Hasil Analisis Data Regresi Linear Sederhana dan Uji-t
Coefficientsa Standardized Coefficients Beta -6.113 .977 7.995 .009 .004 Sig. T

Model

Unstandardized Coefficients B Std. Error 9615.191 1603.301

(Constant) perputaranpersediaan

-58775.728 12818.939

a. Dependent Variable: laba operasi

Dari tabel di atas, maka dapat dibuat persamaan regresi linear sederhana dimana nilai a yang diperoleh sebesar -58.775,728 dan nilai b sebesar 12.818,939 sehingga bila dimasukkan dalam persamaan akan menjadi

51

Y = -58.775,728+ 12.818,939 X b) Analisis Korelasi Product moment Tabel 10. Hasil Analisis Koefisien Korelasi
Model Summary Std. Error of the Estimate Model 1 R .977a R Square .955 Adjusted R Square .940 1421.54109

a. Predictors: (Constant), perputaran persediaan

Dari hasil analisis pada tabel di atas, maka korelasi (r) sebesar 0,977 yang berarti bahwa besarnya korelasi antara perputaran persediaan barang dagangan dengan laba operasi sangat kuat, hal ini sesuai dengan pedoman interpretasi nilai koefisien korelasi (r) pada rentang 0,80 - 1,00 dengan tingkat hubungan sangat kuat dan besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y didapat dari nilai R square (R2). Hasil perhitungan berdasarkan data pada tabel di atas, menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 0,955 atau sebesar 95,50%. c) Uji-t Uji-t dimaksudkan untuk mengukur besarnya pengaruh secara langsung dari variabel perputaran persediaan barang dagangan terhadap laba operasi. Adapun penyajian terhadap hipotesis yang diajukan adalah jika thitung lebih besar dari ttabel maka dapat dikatakan bahwa perputaran persediaan barang dagangan (X) berpengaruh signifikan terhadap laba operasi (Y). Berdasarkan persyaratan tersebut, maka pengaruh perputaran persediaan barang dagangan terhadap laba operasi dapat dijelaskan berdasarkan hasil analisis uji-t yang diperoleh pada tabel

9 (halaman 39). Data pada tabel 8 di atas, menunjukkan bahwa thitung = 7,995 dengan menggunakan taraf signifikan = 0,05, maka determinasi korelasi dapat dihitung dengan dk = n 2(5 2), sehingga dk = 3 dan dari hasil ini didapat nilai ttabel = 2,353. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitung > ttabel.

C. Pembahasan 1. Analisis Perputaran Persediaan Barang Dagangan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar Berdasarkan uraian sebelumnya di atas, menunjukkan bahwa perputaran persediaan barang dagangan yang dicapai oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan yang cukup signifikan terutama pada tahun 2005, meningkat sampai 23,26% atau sebesar 0,37 kali. Meningkatnya perputaran persediaan barang dagangan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk tahun 2004, 2005 dan 2006, 2007 serta 2008 disebabkan oleh pihak manajemen PT Mega Indah Sari Timor mengelola persediaan barang dagangannya dengan cukup efektif karena salah satu ukuran untuk menilai efektif tidaknya pengelolaan persediaan oleh pihak manajamen adalah dengan melihat tingkat perputaran persediaannya, semakin tinggi perputaran persediaan barang dagangan suatu perusahaan menandakan semakin efektifnya pengelolaan persediaan yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Pengelolaan persediaan yang efektif akan berdampak positif terhadap laba operasi yang akan diperoleh perusahaan.

53

2. Analisis Laba Operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar Berdasarkan uraian sebelumnya di atas, menunjukkan bahwa laba operasi yang diperoleh oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada tahun 2006 meningkat sampai 41,94 % atau naik sekitar Rp 5.605.000.000. Meningkatnya laba operasi yang diperoleh oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar untuk tahun 2004-2008 disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan barang dagangan perusahaan setiap tahunnya. Selain itu biaya-biaya usaha yang dikeluarkan oleh perusahaan lebih kecil daripada pendapatan yang berasal dari penjualan barang dagangan sehingga terdapat selisih lebih (laba). 3. Analisis Pengaruh Pengaruh Perputaran Persediaan Barang Dagangan Terhadap Laba pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana sebagai berikut: Y = -58.775,728 + 12.818,939 X, nilai konstanta sebesar -58.775,728, ini menunjukkan bahwa ketika tidak terjadi perputaran persediaan barang dagangan atau perputaran persediaan barang dagangan = 0, maka laba operasi akan menurun sebesar 58.775,728 juta ( Rp 58.775.728.000). Sedangkan nilai koefisien regresi sebesar 12.818,939 X berarti bahwa setiap bertambahnya perputaran persediaaan barang dagangan sebesar 1 kali, maka akan terjadi peningkatan laba operasi sebesar 12.818,939 juta (Rp 12.818.939.000). Analisis selanjutnya untuk mengetahui besarnya korelasi perputaran

persediaaan barang dagangan (X) terhadap laba operasi (Y) dengan berdasar pada hasil olah data, maka diperoleh nilai r = 0,977. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang sangat kuat, hal ini sesuai dengan pedoman interpretasi nilai koefisien korelasi (r) pada rentang 0,80 - 1,00 dengan tingkat hubungan sangat kuat. Sedangkan koefisien determinasi adalah R2 = 0,9772 = 0,955 atau 95,50% yang berarti bahwa kontribusi perputaran persediaaan barang dagangan terhadap laba operasi adalah 95,50%, sedangkan sisanya 4,50% (100% - R2) ditentukan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Selanjutnya untuk menguji pengaruh perputaran persediaaan barang dagangan terhadap laba operasi yang dilakukan dengan analisis uji-t, dimana hasil yang diperoleh yaitu: thitung sebesar 7,995 sedangkan nilai ttabel pada taraf

signifikan = 0,05, dimana derajat kebebasan dk = 3 (n-2 = 5-2) diperoleh angka2,353. Hasil ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel, yaitu 7,995>2,353, sehingga hipotesis yang diajukan bahwa Diduga perputaran persediaaan barang dagangan berpengaruh signifikan terhadap laba operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar diterima, karena thitung > ttabel, yang berarti bahwa perputaran persediaaan barang dagangan berpengaruh signifikan terhadap laba operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. Berdasarkan hasil analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perputaran persediaaan barang dagangan berpengaruh signifikan terhadap laba operasi yang diperoleh oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar. Oleh karena itu untuk memperoleh laba operasi yang lebih tinggi, maka pihak PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar harus memperhatikan tingkat perputaran

55

persediaannya. Ketika perputaran persediaan tinggi, menandakan tingginya persediaan berputar dalam satu tahun, dalam hal ini tingkat penjualan tinggi sehingga pendapatan dapat meningkat dan laba operasi pun pada akhirnya juga akan meningkat. Selain itu perputaran persediaan yang tinggi juga menandakan efektifnya pihak manajemen perusahaan dalam mengelola persediaannya.

BAB V

45

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pengaruh perputaran persediaaan barang dagangan terhadap laba pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Perputaran persediaaan barang dagangan pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun selama lima tahun. 2. Laba operasi yang diperoleh oleh PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun selama lima tahun dan yang paling tinggi peningkatannya pada tahun 2006. 3. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana diperoleh persamaan regresi linear sederhana berikut: Y = -58.775,728 + 12.818,939 X. Nilai konstanta sebesar -58.775,728, ini menunjukkan bahwa ketika tidak terjadi perputaran persediaan barang dagangan atau perputaran persediaan barang dagangan = 0, maka laba operasi akan menurun sebesar 58.775,728 juta ( Rp 58.775.728.000). Sedangkan nilai koefisien regresi sebesar 12.818,939 X berarti bahwa setiap bertambahnya perputaran persediaaan barang dagangan sebesar 1 kali, maka akan terjadi peningkatan laba operasi sebesar 12.818,939 juta (Rp 12.818.939.000). 4. Berdasarkan hasil analisis korelasi, diperoleh nilai r = 0,977. Artinya

57

bahwa perputaran persediaan barang dagangan terhadap laba operasi memiliki hubungan yang sangat kuat, hal ini sesuai dengan pedoman interpretasi nilai koefisien korelasi (r) pada rentang 0,80 - 1,00 dengan tingkat hubungan sangat kuat. Sedangkan koefisien determinasi adalah R2 = 0,9772 = 0,955 atau 95,50% yang berarti bahwa kontribusi perputaran persediaaan barang dagangan terhadap laba operasi adalah 95,50%, sedangkan sisanya 4,50% (100% - R2) ditentukan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. 5. Berdasarkan hasil analisis uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 7,995 sedangkan nilai ttabel pada taraf signifikan = 0,05, dimana derajat kebebasan dk = 3 (n-2 = 5-2) diperoleh angka2,353. Hasil ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel, yaitu 7,995 > 2,353, sehingga hipotesis yang diajukan bahwa Diduga perputaran persediaaan barang dagangan berpengaruh signifikan terhadap laba operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar diterima, karena thitung > ttabel, yang berarti

bahwa perputaran persediaaan barang dagangan berpengaruh signifikan terhadap laba operasi pada PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar.

B. Saran Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka diajukan saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar dalam mengambil keputusan yaitu:

1. Sebaiknya pihak manajemen PT Mega Indah Sari Timor di Kota Makassar memperhatikan tingkat perputaran persediaannya karena mempunyai pengaruh yang besar terhadap laba operasi yang akan diperoleh perusahaan. Ketika tingkat perputaran persediaan tinggi, menandakan tingginya persediaan berputar dalam satu tahun, dalam hal ini tingkat penjualan tinggi sehingga pendapatan dapat meningkat dan laba operasi pun pada akhirnya juga akan meningkat. Selain itu perputaran persediaan yang tinggi juga menandakan efektifnya pihak manajemen perusahaan dalam mengelola persediaannya karena biayabiaya yang berhubungan dengan persediaan dapat dikendalikan dengan baik dan akan berdampak pada efisiensi biaya . 2. Untuk penelitian berikutnya disarankan agar meneliti variabel lain yang mempengaruhi laba operasi selain perputaran persediaan barang dagangan.

59

DAFTAR PUSTAKA Alexandri, Benny. 2009. Manajemen Keuangan Bisnis Teori dan Soal. Bandung: Alfabeta. Aliminsyah dan Padji. 2007. Kamus Istilah Akuntansi. Bandung: CV. Yrama Widya. Hanafi, Mamduh M, 2005. Analisis Laporan Keuangan Edisi Kedua Cetakan Pertama. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Harahap, S. Syafri. 2001. Teori Akuntansi Edisi Revisi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. ______.---2008. Teori Akuntansi Edisi Revisi 10. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hery. 2009. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta: Bumi Aksara. Jumingan. 2008. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara. Jusup, Al Haryono. 2005. Dasar-dasar Akuntansi Jilid 2 Edisi 6. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Lumbantoruan, Magdalena. 2004. Ensiklopedia Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Delta Pamungkas. Mardiasmo. 2002. Akuntansi Keuangan Dasar 1 dilengkapi dengan Soal & Penyelesaiannya Edisi 3 Cetakan 1. Yogyakarta: BPFE. Prawirosentono, Suyadi. 2000. Manajemen Operasi, Analisis dan Studi Kasus. Jakarta: Bumi Aksara.

48

Rangkuti, Freddy. 2002. Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis Edisi 2 Cetakan 5. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. ______.2007.Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis Edisi 2 Cetakan 7. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada. Smith, Jay M. dan Fred K. Skousen. 1999. Intermediate Accounting Edisi Kesembilan Jilid Pertama. Jakarta: Erlangga. Soemarso.2004. Akuntansi Suatu Pengantar Edisi 5 Buku 2. Jakarta: Salemba Empat. Suharlin, Michell. 2006. Akuntansi untuk Bisnis Jasa & Dagang Edisi 1 Cetakan 1. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sugiyono. 2007. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: CV.Alfabeta. Supriyono. 1999. Akuntansi Biaya (Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok Penjualan. Jakarta: Salemba Empat. Tanpubalon, Manahan P. 2005. Manajemen Keuangan (Finance Management). Bogor: Ghalia Indonesia. Yadiati, Winwin. 2007. Teori Akuntansi: Suatu Pengantar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. _______. 2008. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Winarmo, Sigit. 2006. Kamus Akuntansi. Bandung: Pustaka Grafika.

61