Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM PROFESI KEPENDIDIKAN Mata Kuliah : Profesi Kependidikan Dosen : Drs. H. A. Suriansyah, M.Pd, P.

hd Ririanti Rahmayanie, S.Pd, M.Pd

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Tria Indah Safitri A1A310021

Liva Uriany Sundari A1A310023 Dedi Mulyadi Novita Ratna Sari Adirta Risandi A1A310027 A1A310030 A1A310040

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BANJARMASIN 2011

ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM PROFESI KEPENDIDIKAN A. Esensi Administrasi Pendidikan Administrasi adalah segenap rangkaian penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh kelompok orang dalam kerjasama mencapai tujuan tertentu. Administrasi bisa juga diartikan sebagai serial proses pemberdayaan sumber daya yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam rangka mengimplementasikan substansi tugas untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Sedangkan pengertian administrasi pendidikan dikemukakan oleh beberapa ahli, sebagai berikut: 1. Hadari Nawawi (2002) mengemukakan definisi administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan dilingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan pendidikan formal. 2. Engkoswara (2005) berpendapat bahwa administrasi pendidikan pada prinsifnya merupakan suatu bentuk penerapan administrasi dalam mengelola, mengatur dan mengalokasikan sumber daya yang terdapat dalam dunia pendidikan. 3. Djaman Satori (2006) menyatakan bahwa administrasi pendidikan adalah keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efisien. Jadi, secara garis besar pengertian administrasi pendidikan adalah proses kerjasama antara dua orang atau lebih dengan menggunakan sumber daya kependidikan yang tersedia dan yang dapat diakses untuk mencapai tujuan pendidikan secara berdayaguna dan berhasil guna. Dalam administrasi kependidikan terdapat beberapa dimensi, yaitu: a. Administrasi pendidikan merupakan suatu proses mulai dari merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan tindak lanjut bagi tugas-tugas yang relevan dengan substansi pendidikan. b. Administrasi melibatkan dua orang atau lebih yang saling bekerjasama dan samasama bekerja dengan cara dan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang pendidikan.

c. Administrasi melibatkan sumber daya yang tersedia (manusia dan nonmanusia, termasuk situasi) dan yang mungkin diakses untuk mencapai tujuan tertentu di bidang pendidikan. d. Proses dan substansi administrasi pendidikan memoros pada tujuan tertentu, baik jangka pendek, menengah, panjang, atau tidak terbatas. e. Administrasi pendidikan selalu berada pada sistem dan konteks sosial tertentu. f. Administrasi pendidikan mensyaratkan efisiensi dan efektifitas sebagai kriterium kerja. Efisiensi merujuk pada proses dan kesehatan kerja administrasi pendidikan atau sekolah. Efektif merujuk pada capaian dan maknanya bagi kepentingan programprogram pendidikan. B. Pendekatan dalam Administrasi Pendekatan dalam administrasi dapat dilihat dari dua sisi, yaitu pendekatan fungsional dan pendekatan substansial. Tenaga kependidikan yang professional dalam melaksanakan tugas-tugas keadministrasian pendidikan mampu mengakomodasi dua pendekatan tersebut. Pendekatan fungsional merujuk pada proses kerja administrasi, sedangkan pendekatan substansial merujuk pada tugas-tugas administratif. 1. Pendekatan Fungsional Istilah administrator sekolah merujuk pada fungsi yang harus dijalankannya dalam kaitannya dengan tugas-tugas administratif sekolah. Untuk mengoptimasi tugas pokok dan fungsinya, administrator sekolah harus mengangkat wakil-wakil yang mampu bekerja dengan baik sesuai pembagian kerja. Sifat pekerjaan administrator sekolah adalah mengelola pekerjaan dengan dan melalui orang lain sejalan dengan fungsi organik administrasi. Administrator memandang bahwa suatu organisasi merupakan satuan kerja yang terdiri dari beberapa bagian yang dikoordinasikan dan didorong kearah sinergi kerja dalam menyelesaikan aneka pekerjaan. Deskripsi ini mengandung makna, bahwa sifat pekerjaan administrasi adalah mengkoordinasi pekerjaan orang yang berkaitan dengan fungsi-fungsi administrasi.

Ada beberapa fungsi administrasi, yaitu: Merencanakan Salah satu tugas administrator adalah merencanakan. Merencanakan merupakan aktivitas memilih dan menetapkan tujuan sekolah, yang pencapaiannya dilakukan dengan menentukan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan. Mengorganisasikan Bagi administrator sekolah, mengorganisasikan pada esensinya

dimaksudkan untuk menghindari ketidakberaturan potensi sumberdaya yang ada, baik manusia maupun nonmanusia. Dengan demikian mengorganisasikan merupakan upaya untuk melengkapi rencana-rencana yang telah dibuat dengan susunan organisasi pelaksananya. Melaksanakan Melaksanakan program merupakan usaha menggerakkan staf sekolah sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai tujuan sekolah, termasuk sasaran-sasarannya. Mengendalikan Mengendalikan atau mengawasi merupakan fungsi administrasi yang tidak kalah pentingnya disbanding dengan merencanakan dan

mengorganisasikan. Melalui fungsi pengendalian, administrator sebagai pemimipin dan manajer dapat menjalankan organisasi agar tetap berproses pada arah yang benar dan tidak membiarkan penyimpangan yang terlalu jauh dari arah tujuan yang telah ditetapkan. Mengkomunikasikan Kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai oleh administrator sebagai pemimpin pendidikan dalam sekolah. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan, pikiran, dan gagasan oleh supervisor pembelajaran melalui media dan teknik yang menimbulkan efek tertentu, sehingga dapat mengubah sikap dan kepercayaan guru.

Mengawasi dan Mengendalikan Pengawasan dan pengendalian dimaksudkan untuk mencegah

penyimpangan. Kegiatan pengawasan dan pengendalian ini harus dilakukan secara kontinyu, objektif, transparan, dan akuntabel. Melaporkan Pelaporan merupakan salah satu kegiatan organisasi. Dengan pelaporan ini akan diketahui hasil-hasil yang dicapai, kendala yang muncul, dan penyimpangan yang terjadi. 2. Pendekatan Substantif Secara umum fungsi substansial administrasi pendidikan bidang garapan yakni sumberdaya manusia,sumber belajar, dan sumber fasilitas dan dana. Departemen Pendidikan Nasional (1997), sekarang berubah nama menjadi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengemukakan enam bidang tugas administrasi pendidikan, antara lain: 1) Bidang akademik, mencakup kegiatan: menyusun program tahunan dan semester, mengatur jadwal pelajaran, mengatur pelaksanaan penyusunan model satuan pembelajaran, menentukan norma kenaikan kelas, menentukan norma penilaian kelas mengatur pelaksanaan evaluasi belajar, meningkatkan perbaikan mengajar, mengatur kegiatan kelas apabila guru tidak hadir, dan mengatur disiplin dan tata tertib kelas.

2) Bidang kesiswaan, mencakup kegiatan: mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan perturan penerimaan siswa baru, mengelola layanan bimbingan dan konseling, mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa, dan mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler.

3) Bidang personalia, mencakup kegiatan:

mengatur pembagiantugas guru, mengajukan kenaikan pangkat, gaji, dan mutasi guru, mengatur program kesejahteraan guru, mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru, dan mencatat masalahmasalah atau keluhan-keluhan guru.

4) Bidang keuangan, mencakup kegiatan: menyiapkan rencana anggaran dan belanjaa sekolah, mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah, mengalokasikan dana untuk kegiatan sekolah, dan mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 5) Bidang sarana dan prasarana, mencakup kegiatan: penyediaan dan seleksi buku pegangan guru, layanan perpustakaan dan laboratorium, penggunaan alat peraga, kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah, keindahan dan kebersihan kelas, dan perbaikan kelengkapan kelas.

6) Bidang hubungan masyarakat mencakup kegiatan: Kerjasama sekolah dengan orangtua siswa, Kerjasama sekolah dengan komite sekolah, Kerjasama sekolah dengan lembaga-lembaga terkait, Kerjasama sekolah dengan masyarakat sekitar.

C. Lingkup Bidang Garapan Administrasi Pendidikan Menengah Administrasi pendidikan menegah pada pokoknya adalah semua bentuk usaha bersama untuk mencapai tujuan pendidikan menengah dengan merancang, mengadakan dan memanfaatkan sumber-sumber (manusia, uang, peralatan dan waktu). Tujuan pendidikan menengah memberikan arah kegiatan serta kriteria keberhasilan kegiatan itu.

Tujuan pendidikan menengah juga merupakan landasan kegiatan administrasi pendidikan menengah tersebut. Untuk memahami apa yang telah diuraikan secara lebih baik, secara ringkas perlu ditegaskan hal-hal berikut: a) Administrasi pendidikan menengah merupakan bentuk kerja sama personel pendidikan menengah untuk mencapai tujuan pendidikan menengah. Tujuan umum yang akan dicapai dalam kerja sama itu adalah membentuk kepribadian murid sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan sesuai dengan tingkat perkembangannya pada usia pendidikan menengah. Tujuan itu dapat dijabarkan kedalam tujuan antara,yaitu kurikuler, tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. b) Administrasi pendidikan menengah merupakan suatu proses yang merupakan daur (siklus) penyelenggaraan pendidikan menengah dimulai dari perencanaan,diikuti oleh pengorganisasian,pengarahan,pelaksanaan,pemantauan dan penilaian tentang usaha sekolah untuk mencapai tujuannya. c) Adminstrasi pendidikan menengah merupakan usaha untuk melakukan manajemen sistem pendidikan menengah. d) Administrasi pendidikan menengah merupakan kegiatan memimpin,mengambil keputusan serta komunikasi dalam organisasi sekolah sebagai usaha untuk mencapai tujuan pendidikan menengah itu. Sekolah merupakan bentuk organisasi pendidikan. Seperti telah dijelaskan,

organisasi diartikan sebagai wadah dari kumpulan manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu dengan memanfaatkan manusia itu sendiri sebagai sumber, disamping sumber yang ada diluar dirinya seperti uang, material, dan waktu. Agar kerja sama itu berjalan dengan baik ,maka perlu ada aturan. Karena orang yang bekerja sama serta situasi kerja sama itu berbeda dari tempat satu dengan tempat lain, maka terjadi suasana yang berlainan. Sekolah adalah organisasi yang diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini pendidikan menengah, maka organisasi itu diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan menengah.

Beberapa hal penting yang menjadi ciri organisasi sekolah termasuk pendidikan menengah. Ciri itu adalah: a) Adanya interaksi antara berbagai unsur sekolah. Interaksi itu mempunyai tujuan, pola dan aturan. Yang dimaksud tujuannya adalah sesuatu yang ingin dicapai sekolah melalui kerja sama antarunsur itu. Pola mengandung pengertian bentuk perilaku yang relatif tetap. Sedangkan aturan mempunyai arti bahwa kelompok tersebut menganut norma-norma tertentu dalam interaksi itu. b) Adanya kegiatan. Kegiatan untuk mencapai tujuan sekolah sangat banyak. Untuk mudahnya kegiatan ini dapat ditinjau dari dua dimensi yaitu dimensi pengajaran dan dimensi pengelolaan. Empat kategori pokok dan satu kategori pendukung tersebut,yaitu: 1) Yang berhubungan langsung dengan pengajaran sekaligus langsung dengan pengelolaan,meliputi: a) Kurikulum b) Supervisi 2) Yang berhubungan langsung dengan pengelolaan tetapi tidak langsung dengan pengajaran,yaitu: a) Kemuridan b) Keuangan c) Prasarana dan sarana d) Kepegawaian e) Layanan khusus 3) Yang tidak berhubungan langsung,baik dengan pengajaran maupun dengan pengelolaan a) Hubungan sekolah-masyarakat(husemas) b) BP3 4) Yang tidak langsung berhubungan dengan pengelolaan tetapi tidak langsung dengan pengajaran 5) Kegiatan pendukung yaitu pengelolaan ketata-usahaan,yang diperlukan oleh semua kegiatan butir 1) sampai 4).

D. Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan Tugas utama guru yaitu mengelola proses belajar-mengajar dalam suatu lingkungan tertentu, yaitu sekolah. Sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional dan di samping sekolah, sistem pendidikan nasional itu juga mempunyai komponen-komponen lainnya. Guru harus memahami apa yang terjadi di lingkungan kerjaanya. Di sekolah guru berada dalam kegiatan administrasi sekolah. Sekolah melaksanakan kegiatannya untuk menghasilkan lulusan yang jumlah serta mutunya telah ditetapkan. Dalam lingkup administrasi sekolah itu peranan guru amat penting. Dalam menetapkan kebijaksanaan dan melaksanakan proses perencanaan,

pengorganisasian,pengarahan, pengkordinasian, pembiayaan dan penilaian kegiatan kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasaran, personalia sekolah, keuangan dan hubungan sekolah-masyarakat, guru harus aktif memberikan sumbangan, baik pikiran maupun tenaganya.

DAFTAR PUSTAKA Soetjipto, Raflis Kosasi. 2009. Profesi Keguruan, Jakarta: Rineka Cipta