Anda di halaman 1dari 4

PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP

I. Pengertian Umum Meningkatnya pembangunan infrastruktur di Negara Negara berkembang tak terlepas dari peran pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. Tentunya pemerintah tidak bekerja sendiri dalam pembangunan infrastruktur tersebut, peran pihak swasta juga dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur yang ada terutama dalam hal pembiayaan. Dalam paradigma lama pembangunan infrastruktur merupakan kewenangan dan tanggung jawab penuh dipegang oleh pemerintah, sehingga pemerintahlah yang bisa menentukan pembangunan apa yang akan dilaksanakan. Sedangkan menurut paradigma baru pembangunan infrastruktur merupakan tugas dan wewenang pemerintah yang juga dibantu oleh pihak swasta, hal ini dikarenakan keterbatasan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur dalam hal finansial, keterbatasan teknologi, sumber daya manusia dan pengelolaan pelayanan. Dalam hal ini pemerintah masih berorientasi bahwa pembangunan infrastruktur bukanlah suatu investasi yang bisa dirasakan secara nyata dan real seperti bentuk investasi di bidang lain yang terlihat nilai break event nya dan pendapatan keuntungannya ke kas Negara. Secara khusus pembangunan infrastruktur dapat dirasakan manfaat atau nilai keuntungannya tidak secara langsung dan jangka waktu yang cepat, tetapi dengan adanya pembangunan infrastruktur akan ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Negara berkembang tersebut, dengan adanya pembangunan infrastruktur akan mempermudah akses atau mempermudah pelayanan kegiatan perekonomian di suatu kawasan. Melihat kemampuan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang masih rendah dan dibawah target maka pemerintah mengambil kebijakan dengan melaksnakan pembangunan dengan pola Public private partnership yaitu suatu bentuk kerjasama antara pemerintah dengan swasta dalam pembangunan infrastruktur dengan

memaksimalkan peran swasta dalam pembangunan infrastruktur yang ada terutama dalam hal finansial dan teknis. II. Bentuk Umum Pola kerja sama Public Private Partnership dalam pembangunan infrastruktur yang diterapkan pemerintah telah diterangkan dalam pasal 5 ayat 2 perpres no. 67 / 2005 jo perpres no. 13 / 2012 yaitu keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur diatur dalam sebuah perjanjian kerjasama, yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan antar menteri / kepala lembaga / kepala daerah dengan swasta dan tidak bertentangan dengan perundang undangan yang berlaku. Dengan adanya pola kemitraan ini diharapkan public dan swasta bisa lebih focus dan saling menghargai dan bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur. Adanya pola kerjasama ini juga ikut membantu program pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan di setiap daerah. Pola kerjasama yang diterapkan pemerintah dalam hal ini dipakai dalam pembangunan infrastruktur yang telah ditetapkan yaitu :

a. Infrastruktur jalan

b. Infrastruktur transportasi c. Infrsatruktur pengairan d. Infrastruktur minyak dan gas e. Infrsatruktur telekomunikasi f. Infrastruktur tenaga listrik g. Infrastruktur air limbah h. Infrastruktur air minum

Secara umum pola kerjasama public private partnership ini memiliki 4 bentuk umum, yaitu :

a.

Shared authority and responsibility Merupakan suatu bentuk kerjasama public private partnership dimana

kewenangan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur dibagi menjadi pemerintah dan swasta sehingga kedua nya juga memiliki tanggung jawab yang yang diatur dalam perjanjian. Kemitraan antara keduanya harus saling berinteraksi karena keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama besarnya. Status kedua pihak dalam pola kemitraan ini adalah sejajar dalam pencapaian tujuan pembangunan sesuai dengan perjanjian awal.

b.

Shared liability and risk Merupakan suatu konsep kerjasama dimana pihak swasta dan pemerintah

memiliki kewajiban yang sama atau sejajar dalam pembangunan infrastruktur. Mengenai penanganan resiko dari pembangunan infrastruktur pun ditanggung bersama, dimana keduanya memiliki resiko dan pengangan yang saling sejajar.

c.

Joint investment Merupakan suatu bentuk atau pola kerjasama dimana dalam proses

finansial atau permodalan pembangunan infrastruktur menjadi milik bersama yaitu modal diberikan oleh pemeintah dan juga pihak swasta sehingga kedua belah pihak memiliki kepemilikan atas pembangunan infrastruktur tersebut.

d.

Shared reward / mutual benefit Merupakan suatu bentuk atau pola kerjasama yang dilakukan pemerintah

dengan pihak swasta dimana keduanya akan mendapatkan keuntungan yang sama dari pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini akan berdampak pada hubungan yang saling menguntungkan antara pihak swasta dan pihak pemerintah.