Anda di halaman 1dari 6

CASE REPORT

DRUG ERUPTION

Oleh : Dea Martasukma Gita Apsari 1102006067

Pembimbing : Dr. Didi Supriadi,Sp.KK

Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi RSUD Subang

Mei 2012

I.

IDENTITAS PASIEN

Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Suku Bangsa Agama Status Perkawinan Alamat

: Ny. I : 43 tahun : Perempuan : SLTA/Sederajat : Ibu Rumah Tangga : Sunda : Islam : Menikah : Sukajadi,Soklat

II. ANAMNESIS (Autoanamnesa)

Keluhan Utama : Bercak-bercak kemerahan yang terasa nyeri pada seluruh tubuh

Riawayat Penyakit Sekarang : Pasien Ny. I datang ke poliklinik kulit RSUD Subang dengan keluhan timbul bercakbercak kemerahan pada seluruh tubuh yang terasa nyeri apabila ditekan, disertai rasa gatal yang hilang timbul. Keluhan dirasakan pasien sejak lebih kurang 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengalami keluhan demam. Rasa kesemutan dan baal disangkal pasien. Pasien belum mengobati keluhannya tersebut. Awal mulanya pasien mengeluh kedua tangan beserta jari-jari tangannya membengkak saat pasien bangun pagi, disertai timbul bercak-bercak kemerahan pada kedua tangannya dan tidak lama kemudian bercak-bercak kemerahan tersebut sudah menyebar ke leher, badan dan kedua kaki pasien. Kedua kaki pasien dirasakan juga membengkak. Tidak lama setelah itu, bercak-bercak kemerahan pun timbul di wajah pasien. Pasien mengatakan bahwa lebih kurang 3 bulan yang lalu, timbul bercak-bercak merah berbentuk bulat dan besar disertai rasa gatal di paha kiri bagian dalam. Kemudian pasien berobat ke Puskesmas dan diberi obat berupa salep dalam bentuk kemasan seperti odol, tetapi pasien lupa nama obatnya. Setelah diolesi salep tersebut, bercak-bercak tersebut mongering namun masih terasa sangat gatal. Kemudian pasien berobar kembali ke Puskesmas dan diberi obat 2 macam berupa pil/tablet yang masing-masing berwarna kuning dan hijau, pasien tidak mengetahui nama

obatnya. Pasien mengaku tidak mengetahui jenis penyakit yang dialaminya. Setelah meminum obat tersebut keluhan gatal berkurang dan tersisa bercak yang sudah mengering sebagian.

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya. Pasien menyangkal meminum jamu-jamuan. Pasien menyangkal memiliki riwayat alergi baik dalam mengkonsumsi makanan laut, debu, udara dingin dan lain-lain. Pasien menyangkal menderita penyakit kencing manis maupun darah tinggi.

Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien.

III. PEMERIKSAAN FISIK 1. STATUS GENERALIS Keadaan Umum Kesadaran Keadaan Gizi Tanda Vital Tekanan Darah Nadi Respirasi Suhu Thorax Abdomen KGB Ekstremitas : 110/70 mmHg : 88x/menit : 20x/menit : afebris : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Tampak sakit ringan : Compos Mentis : Cukup

2. STATUS DERMATOLOGIS Distribusi Ad Regio : Universalis : Seluruh Tubuh

Sifat Lesi

: Multiple, Diskrit, Ukuran Lentikular sampai Numular, Sirkumskripta, Padat, Permukaan rata dan halus, Warna kemerahan, Gambaran Anular.

Efloresensi

: Makula eritematosa, Krusta

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Biopsi kulit 2. Uji tempel obat 3. Uji provokasi oral

V.

RESUME Pasien Ny. I datang ke poliklinik kulit RSUD Subang dengan keluhan timbul bercak-bercak kemerahan pada seluruh tubuh yang terasa nyeri apabila ditekan, disertai rasa gatal yang hilang timbul. Keluhan dirasakan pasien sejak lebih kurang 2 hari yang lalu. Pasien tidak mengalami keluhan demam. Rasa kesemutan dan baal disangkal pasien. Pasien belum mengobati keluhannya tersebut. Awal mulanya pasien mengeluh kedua tangan beserta jari-jari tangannya membengkak saat pasien bangun pagi, disertai timbul bercak-bercak kemerahan pada kedua tangannya dan tidak lama kemudian bercak-bercak kemerahan tersebut sudah menyebar ke leher, badan dan kedua kaki pasien. Kedua kaki pasien dirasakan juga membengkak. Tidak lama setelah itu, bercakbercak kemerahan pun timbul di wajah pasien. Pasien mengatakan bahwa lebih kurang 3 bulan yang lalu, timbul bercak-bercak merah berbentuk bulat dan besar disertai rasa gatal di paha kiri bagian dalam. Kemudian pasien berobat ke Puskesmas dan diberi obat berupa salep dalam bentuk kemasan seperti odol, tetapi pasien lupa nama obatnya. Setelah diolesi salep tersebut, bercak-bercak tersebut mongering namun masih terasa sangat gatal. Kemudian pasien berobar kembali ke Puskesmas dan diberi obat 2 macam berupa pil/tablet yang masing-masing berwarna kuning dan hijau, pasien tidak mengetahui nama obatnya. Pasien mengaku tidak mengetahui jenis penyakit yang dialaminya. Setelah meminum obat tersebut keluhan gatal berkurang dan tersisa bercak yang sudah mengering sebagian. STATUS DERMATOLOGIS Distribusi Ad Regio : Universalis : Seluruh Tubuh

Sifat Lesi

: Multiple, Diskrit, Ukuran Lentikular sampai Numular, Sirkumskripta, Padat, Permukaan rata dan halus, Warna kemerahan, Gambaran Anular.

Efloresensi

: Makula eritematosa, Krusta

VI. DIAGNOSIS BANDING Fixed Drug Eruption Dermatitis kontak alergika

VII. DIAGNOSIS KERJA Fixed Drug Eruption

VIII. PEMERIKSAAN LANJUTAN Pemeriksaan histopatologi

IX. PENATALAKSANAAN Umum Menghindari faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit dengan cara menghentikan penggunaan obat yang diduga menjadi penyebab.

Khusus a. Sistemik Metilprednisolon tab 16 mg 2x1 PC selama 7 hari Interhistin tab 50 mg 2x1 PC selama 7 hari b. Topikal Salisil talk 2% Mentol 1% (bedak racik) 2 x sehari (oles tipis dan rata)

X.

PROGNOSIS Que ad Vitam Que ad Functionam Que ad Sanationam : ad bonam : ad bonam : ad bonam

Lampiran