Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS DATA Data DS: Klien mengatakan sesak napas Klien mengatakan dada seperti diikat Klien mengatakan

kan ada riwayat Rhinitis umur 12 tahun karena alergi dingin DO: Wheezing (+) Ronkhi (+) di paru kanan dan kiri halus Adanya sekret kental RR : 32x/menit Pasien dapat batuk tapi tidak bisa mengeluarkan dahak Dispnu (-) RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosa : Ketidakefektifan versihan jalan napas Tujuan : Setelah dilakukan intervensi selama 1x24 jam pasien menunjukkan keefektifan jalan napas Kriteria hasil : Klien dapat mendemonstrasikan batuk efektif Tidak ada suara napas tambahan dan wheezing (-) RR normal : 16-20x/menit Irama napas reguler Dispnu (-) Sekret (-) bersihan jalan napas inefektif produksi kapiler sumbatan sekret permeabilitas mucus edema bronkus kontraksi otot polos bronkospasme Etiologi Alergen Interaksi IgE dan antigen pada sel mast Masalah Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan napas

Intervensi Kaji warna, Intervensi kekentalan, dan Rasional jumlah Karakteristik sputum dapat menunjukkan berat ringannya obstruksi. Meningkatkan ekspansi dada Batuk yang terkontrol dan efektif dapat memudahkan Bantu klien latihan nafas dalam pengeluaran sekret yang melekat di jalan nafas Ventilasi maksimal membuka lumen jalan nafas dan meningkatkan gerakan sekret ke Pertahankan intake cairan dalam jalan nafas adekuat besar untuk dikeluarkan. sedikitnya Hidrasi yang

sputum Atur posisi semi flowler. Ajarkan cara batuk efektif

membantu

2500 ml/hari kecuali tidak diindikasikan

mengencerkan sekret dan mengefektifkan strategi

pembersihan jalan nafas Lakukan fisioterapi dada dengan tehnik Fisioterapi dada merupakan postural drainase, perkusi, & fibrasi dada Kolaborasi pemberian bronkodilator Nebulizer (via inhalasi) : Ventolin, Bisolvon, NaCl 0,9% 1:1:2 untuk mengeluarkan sekret.

Pemberian bronkodilator via inhalasi akan langsung menuju area bronkus yang mengalamin spasme sehingga lebih cepat berdilatasi.

Aminofilin 200 mg bolus IV dosis 5mg/kgBB

Pemberian secara intravena merupakan usaha pemeliharaan agar

Agen mukolitik dan ekspektoran.

dilatasi jalan nafas dapat optimal. Agen mukolitik menurunkan kekentalan dan perlengketan sekret paru untuk memudahkan pembersihan. Agen ekspektoran memudahkan sekret lepas dr perlengketan jalan nafas Kortikosteroid berguna pada keterlibatan luas dengan hipoksemia & menurunkan reaksi inflamasi akibat edema mukosa & dinding bronkus.

Kortikosteroid : Metilprednisolon

IMPLEMENTASI NO. DIAGNOSA KEPERAWATAN JAM IMPLEMENTASI

1.

Ketidakefektifan bersihan jalan napas

05.00

a. Mengkaji warna, kekentalan, dan jumlah sputum b. Mengatur posisi semi flowler c. Mengajarkan cara batuk efektif d. Membantu klien latihan nafas dalam e. Mempertahankan intake cairan sedikitnya 2500 ml/hari kecuali tidak diindikasikan f. Melakukan fisioterapi dada dengan tehnik postural drainase, perkusi, & fibrasi dada g. Kolaborasi dalam memberikan memberikan: Bronkodilator: - Nebulizer (via inhalasi) : Ventolin, Bisolvon, NaCl 0,9% 1:1:2

- Aminofilin 200 mg bolus IV dosis 5mg/kgBB


EVALUASI Tanggal 10/01/12 Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan napas Jam 08.00 S: Klien mengatakan sudah tidak sesak lagi O: RR : 18x/menit Wheezing (-) Dispnu (-) Ronkhi (-) Sekret (-) A: Masalah teratasi sebagaian dengan criteria hasil yang belum tercapai klien belum dapat mendemonstrasikan batuk efektif P: Lanjutkan intervensi Evaluasi Agen mukolitik dan ekspektoran. Kortikosteroid

I: Atur posisi semi flowler. Ajarkan cara batuk efektif Bantu klien latihan nafas dalam Lakukan fisioterapi dada dengan tehnik postural drainase, perkusi, & fibrasi dada P:-