Anda di halaman 1dari 11

1

MODUL XIV PSIKOLOGI KESEHATAN (HEALTH PSYCHOLOGY)

A. PENDAHULUAN I. Pengertian Psikologi kesehatan bukan Psikiatri, psikologi klinis atau abnormal. Psikologi kesehatan mempelajari perilaku manusia normal. Penekanan psikologi kesehatan bukan pada keadaan penyakit atau penanganannya tetapi pada kesehatan psikisnya. adi, psikologi kesehatan adalah !abang ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh "aktor#"aktor psikologis dari bagaimana orang tetap menjaga kesehatannya, mengapa orang menjadi sakit $ bagaimana tanggapan mereka ketika menjadi sakit %&aylor,'(((). II. &ujuan * &ujuan mempelajari psikologi kesehatan adalah untuk memahami proses #proses psikologis sebagai alat bantu untuk meningkatkan hasil kesehatan "isik indi+idu. III. ,ejarah Perkembangan Psikologi kesehatan tidak dapat dilepaskan dari de"inisi -H. tentang kesehatan. Dalam de"inisi -H., kesehatan men!akup dimensi "isik, mental, spiritual, serta sosial tidak semata / mata ketiadaan penyakit atau kesakitan. Dunia memasuki era baru dalam bidang kesehatan tahun '((0 -H. se!ara resmi, -H. mengubah pembukaan konstitusi yang diibuat pada pendiriannya tahun '(12 dengan memasukkan dimensi spiritual dalam de"inisi kesehatannya. 3. 4.DEL#4.DEL 5E,EHA&AN a. 4odel 5esehatan 3arat 4odel 3iomedis %4odel 4edis) Pengobatan ini dipengaruhi oleh "iloso"i 6unani, terutama dari pemikiran Plato $ Aristoteles yang bersi"at abstrak $ sistematis serta dijalakan dengan rasional $

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

2
logis. 5onsepsi mengenai dunia pada dasarnya bersi"at dualistik sehingga manusia dapat dibedakan menjadi tubuh $ ji7a. 4odel 3iomedis memiliki 8 asumsi 4odel bio#psikospiritual#sosial

4odel biopsikososial memandang penting "aktor#"aktor psikologi $ sosial dalam masalah penyakit, kesakitan $ kesehatan. Istilah 3iopsikososial diberikan untuk menekankan "akta bah7a "aktor#"aktor biologi, psikologi $ sosial memiliki kontibusi penting terhadap kesehatan. 9aktor#"aktor psikologis tidak berdiri sendiri dari proses penyakit $ pengalaman ketika sakit * o o status kesehatan "isik dapat mempengaruhi status psikologis, !ontohnya : orang yang terkena kanker dapat mengalami depresi. 9aktor psikologis dapat mempengaruhi kesehatan "isik melalui perilaku, !ontoh : terdapat karakter tertentu yang membuat orang malas berolahraga, tidak melakukan diet $ lebih mudah minum minuman keras. o 9aktor psikologis yang dapat mempengaruhi "aktor "isiologis, !ontoh * kasus psikosomatik # o Gangguan Psikososmatik * gangguan terhadap salah satu "isik menimbulkan gangguan pada lainnya. 9aktor kesehatan "isik $ "aktor psikologis dapat berhubungan tidak se!ara kausalitas, melainkan melalui "aktor lain. ;ontoh * tingkat reakti+itas system syara" otonom dapat memberi rangsangan peningkatan "ungsi sosiologis yang membuat orang rentan terhadap penyakit jantung $ juga menyebabkan orang lebih memiliki si"at permusuhan, namun mengubah si"at permusuhan hanya memberikan sedikit perubahan pada kondisi penyakit jantung. 4odel Psikiatris 4odel ini masih mendasarkan diri pada pen!arian bukti#bukti "isik dari suatu penyakit $ penggunaan treatment "isik %obat#obatan<pembedahan) untuk mengoreksi abnormalitas. Namun model ini menunjukkan dengan jelas adanya model#model yang saling bertentangan yang digunakan oleh psikater yang berbeda untuk menjelaskan gangguan psikosis.

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

3
4odel tersebut meliputi * 4odel organi!, model psikodinamik, model beha+ioral $ model sosial. 4odel Psikosomatis

4erupakan model yang mun!ul karena adanya ketidakpuasan terhadap model biomedis. 4enurut model psikosomatik, penyakit berkembang melalui saling terkait se!ara berkesinambungan antara "aktor "isik $ mental yang saling memperkuat satu sama lain melalui jaringan yang kompleks. Penyembuhan penyakit diasumsikan terjadi melalui !ara yang sama juga. b. 4odel 5esehatan &imur. 4odel kesehatan timur beris"at Holistis. Hiolisme dibedakan menjadi = %menurut ;apra) * a. Dalam arti sempit * melihat organism manusia7i sebagai suatu system kehidupan yang semua komponennya saling terkait $ saling tergantung. b. Dalam arti luas * pandangan holistis menyadari menyadari bah7a system merupakan bagian suatu bagian integral dari system#sistem yang lebih luas, dimana organism indi+idual berinteraksi !. PE4AHA4AN &EN&AN> PEN6A5I&

Istilah penyakit memiliki makna berbeda karena berasal dari kata yang berbeda ?illness & disease . Disease : sesuatu yang dimiliki organ, sedangkan penyakit illness : sesuatu yang dimiliki manusia yaitu respons subjekti" pasien dan segala sesuatu yang meliputinya %Helman,'((@). 3isa terjadi disease tanpa adanya illness. &eknologi kedokteran yang maju memungkinkan untuk mendeteksi adanya penyakit tanpa orang yang bersangkutan menyadari penyakitnya. Hal ini bisa mempengaruhi perilaku orang tersebut, misal dalam hal kepatuhan. ,ebaliknya bila terjadi illness tanpa adanya disease, pasien merasa adanya sesuatu yang salah dalam kehidupan mereka se!ara "isik, emosional maupun sosial tapi setelah diperiksa se!ara "isik tidak ada sesuatu yang salah. 4eskipun begitu mereka masih tetap merasa tidak bahagia. 3iasanya penyakit seperti ini disebabkan oleh stress kehidupan $ dikategorikan sebagai penyakit psikosomatis.

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

4
;iri# !iri tingkah laku sehat atau normal %-arga, '(0A) * a. b. !. d. e. ". g. h. 3ertingkah laku menurut norma#norma sosial yang diakui 4ampu mengelola emosi 4ampu mengaktualkan potensi#potensi yang dimiliki Dapat mengikuti kebiasaan / kebiasaan sosial Dapat mengenali resiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya. 4ampu menunda keinginan sesaat untuk men!apai tujuan jangka panjang 4ampu belajar dari pengalaman 3iasanya gembira.

;iri indi+idu yang bisa dikelompokkan sebagai normal %Harber $ Bunyon, '(01) * a. b. !. Sikap terhadap diri sendiri * 4ampu menerima diri sendiri apa adanya, memiliki identitas yang jelas, mampu menilai kelebihan $ kekurangan diri sendiri. Persepsi terhadap realita * pandangan yang realistis terhadap diri sendiri$ dunia sekitar yang meliputi orang lain maupun segala sesuatunya Integrasi * 5epribadian yang menyatu dan harmonis, bebas dari kon"lik#kon"lik batin yang mrngakibatkan ketidak mampuan $ memiliki toleransi yang baik terhadap stres. d. 5ompetensi * mengembangkan ketrampilan mendasar berkaitan dengan aspek "isik, intelektual, emosional $ sosial untuk dapat melakukan koping terhadap masalah#masalah kehidupan. e. .tonomi * memiliki ketetapan diri yang kut, bertanggung ja7ab $ penentuan diri $ memiliki kebebasan yang !ukup terhadap pengaruh sosial. ".Pertumbuhan $ aktualisasi dini * mengembangkan ke!enderungan kearah peningkatan kamatangan, pengembangan potensi $ pemenuhan diri sebagai seorang pribadi. g. h. Belasi Interpersonal * 5emampuan untuk membentuk $ memelihara relasi interpersonal yang intim. &ujuan hidup * &idak terlalu lama untuk men!apai kesempurnaan, tetapi membuat tujuan yang realistik $ masih dalam kemampuan indi+idu.

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

5
Pendekatan yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang termasuk dalam kategori sehat se!ara mental atau tidak * Pendekatan ,tatistik ,uatu tingkah laku disebut sehat apabila tingkah laku tersebut memiliki "rekuensi kemun!ulan yang tinggi dalam populasi, sebaliknya orang yang bertingkah laku tidak seperti kebanyakan orang dianggap sebagai orang yg tidak normal atau tidak sehat. Pendekatan Normati"

Pendekatan ini melihat orang sehat se!ara mental berdasarkan apakah tingkah laku orang tersebut menyimpang dari norma sosial yang berlaku di masyarakat %de+ian) atau tidak. &olok ukur yang dipakai dalam pendekatan ini adalah norma / norma yang berlaku di masyarakat. Pendekatan Distress ,ubjekti"

Pendekatan ini beranggapan orang dianggap normal atau sehat bila dia merasa sehat atau tidak ada persoalan $ tekanan yang mengganggunya. Pendekatan 9ungsi<peranan sosial

Pendekatan ini melihat normal atau sehat tidaknya seseorang berdasarkan mampu atau tidaknya ornag tersebut menjalankan kegiatan hariannya. .rang dianggap sehat atau normal bila dia mampu menjalankan "ungsi $ peranannya dalam masyarakat $ tidak mengalami gangguan dalam menjalankan tugas / tugas hariannya. Pendekatan Interpersonal

Pendekatan ini melihat seseorang apakah mampu menyesuaikan diri dilihat berdasarkan kemampuan seseorang untuk menjlin hubungan yang interpersonal dengan yang lain. 4enurut pendekatan ini orang dikatakan sehat $ mampu menyesuaikan diri dengan baik bila dia mampu menjalin relasi dengan orang lain $ tidak menarik diri dari orang lain.

D. BUAN> LIN>5UP 5E,EHA&AN I-A

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

6
a. 4asalah >angguan i7a Perubahan dalam "ungsi ji7a yang menimbulkan penderitaan pada indi+idu %distres) dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya %disabilitas). b. 4asalah Psikososial 4asalah psikis atau keji7aan yang timbul sebagai akibat dari perubahan sosial. 4isalnya * kenakalan remaja, anak jalanan, pengungsi. E. PEBILA5U 5E,EHA&AN A. 4odel $ Perilaku 5esehatan %5asl $ ;obb, '(22) # Perilaku 5esehatan * ,uatu akti+itas dilakukan oleh indi+idu yang meyakinkan dirinyan sehat untuk tujuan men!egah penyakit atau mendeteksinya dalam tahap asimptomatik. # Perilaku ,akit * Akti+itas apapun yang dilakukan oleh indi+idu yang merasa sakit, untuk mende"inisikan keadaan kesehatannya dan untuk menemukan pengobatan mandiri yang tepat. # Perilaku peran / sakit * akti+itas yang dilakukan untuk tujuan mendapatkan kesejahteraan oleh indi+idu yang mempertimbangkan diri mereka sendiri sakit. Perilaku pendorong kesehatan * a. Pengatur makanan b. .lahraga !. 4enjaga kebersihan d. 4enjaga keselamatan e. 4anajemen 7aktu Psikologi 5esehatan juga mempelajari aspek#aspek psikologis dari pen!egahan dan pera7atan sakit. ,eorang psikologi kesehatan misalnya, membantu mereka yang bekerja di lingkungan yang memiliki tingkat stress yang tinggi untuk mengelola stress dengan e"ekti", sehingga tekanan yang dialami di lingkungan kerja tidak mempengaruhi kesehatan mereka. ,eorang psikolog kesehatan juga dapat bekerja dengan mereka yang sedang menderita suatu penyakit agar dapat menyesuaikan mental dan "isik mereka dengan penyakit tersebut atau untuk mematuhi treatment yang diran!ang oleh dokter yang mera7atnya. Psikolog kesehatan juga "okus pada etiologi dan kaitannya dengan kesehatan, sakit dan

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

7
dis"ungsi. Etiologi merujuk pada asal dan penyebab sakit, dan psikolog kesehatan se!ara khusus tertarik pada "aktor#"aktor perilaku dan sosial yang menyumbang kesehatan dan sakit dan dis"ungsi. 9aktor#"aktor tersebut meliputi kebiasaaan yang merusak atau menunjang kesehatan seperti konsumsi alkohol, merokok, olahraga, mengenakan sabuk pengaman, dan !ara#!ara berka7an dengan stress. Pada akhirnya, psikolog kesehatan menganalisa dan berusaha meningkatkan system pera7atan kesehatan dan merumuskannya dalam kebijakan kesehatan. Psikologi kesehatan mempelajari dampak institusi kesehatan dan tenaga medis dan paramedis terhadap perilaku orang dan mengembangkan rekomendasi untuk meningkatakan pera7atan kesehatan.

9. PEB,EP,I ,A5I& 9aktor psikologis memainkan peran penting dalam !ara kita mengalami $ merasakan gejala sakit. >AN>>UAN P,I5.,.4A&I5 >ejala gagal dalam melakukan penyesuaian bias mun!ul dalam bentuk gangguan yg bersi"at ketubuhan<"isik karena pada dasarnya antara badan $ ji7a merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, sehingga gangguan terhadap salah satu diantaranya menimbulkan gangguan pada lainnya. ;ontoh * Pasien dengan gangguan somato"orm atau gangguan psikologis yang mempengaruhi kondisi "isiknya. >angguan ini seringkali tidak disertai dengan bukti#bukti "isik yang mendukung adanya gangguan pada "isik pasien. >angguan seperti inilah yang dahulu sering disebut sebagai gangguan psikosomatik. ;ontoh keadaan ini adalah ketika pasien mengeluh mengalami rasa sakit di seluruh tubuh yang berpindah#pindah yang ternyata dari hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lain tidak ditemukan sesuatu yang bermakna dapat menjelaskan keadaan sakitnya. 5asus seperti ini banyak ditemukan pada pasien gangguan depresi dan gangguan ke!emasan.

>AN>>UAN BEA5,I 5.NCEB,I

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

8
Disebut gangguan histeris, sesuai dengan istilahnya ?kon+ersiD, berarti proses yang tidak disadari karenanya beberapa impuls yang tidak dapat diterima tertutup kedalam sensasi tubuh atau perasaan. >AN>>UAN .B>ANI, 3eberapa peneliti yakin bah7a istilah tersebut menga!u pada agen#agen patologis seperti parasit atau bahan#bahan bera!un. ,elain masalah de"inisi juga dipikirkan adanya "aktor psikologis yang tidak berperan dalam gangguan organis. ;ontoh * Amnesia* adalah ketidakmampuan untuk mengingat sebagian atau seluruh pengalaman masa lalu. Amnesia dapat disebabkan oleh gangguan organik di otak, misalnya: pada kontusio serebri. Namun dapat juga disebabkan "aktor psikologik misalnya pada gangguan stres pas!a trauma indi+idu dapat kehilangan memori dari peristi7a yang sangat traumatis.

P,I5.&EBAPI Adalah * istilah umum untuk setiap pendekatan atau sehimpunan teknik yang berupaya membantu orang yang menderita sebuah gangguan psikologis. A. &EBAPI 9BEUDIAN ,istem terapi ,igmund 9reud %Psikoanalisis), ada beberapa !irri kun!i * ,ebuah lingkungan yang nyaman ,ebuah lingkungan yang menerima sosiasi bebas Perla7anana Pasien diberikan kesempatan berbi!ara tentang apapun yang &erapis men!ari petunjuk kea rah masalah#masalah pasien mengu!apkan sesuatu yang tidak ingin kita u!apkan men!uat dalam pikirannya. didalam per!akapan mereka 5eseleo Lidah %parapraksis) &a"sir mimpi $ sedikit apa yang sedang dipikirkan men!uat tak sengaja. 5etika kita bermimpi, pertahanan kita menurun $ hal yang amat sangat menjai perhatian kita men!uat ke permukaan.

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

9
&rans"erensi 5atarsis -a7asan 5etika pasien mulai merasa ada perasaan terhadap terapis, bias

berupa kemarahan atau kasih saying. sebuah penumpahan emosi#emosi ?yang tertahanD seoarng pasien akan mendapatkan 7a7asan mengenai masalah#

masalah meraka. 5etika seorang bisa menghadapi trauma, menyadari untuk apa trauma $ mulai memahami se!ara de7asa untuk apa trauma, gejala mereka seharusnya hilang $ menuju pemulihan. 3. &EBAPI 3EBPU,A& 5LIEN ;ABL B.>EB, ;arl Bogers adalah salah satu teoritikus, terapis $ peneliti paling berpengaruh dalam psikologi. Pendekatannya terhadap terapi mensyaratkan dibiarkan pasiennya %klien) untuk mengendalikan terapi mereka sendiri. Asalnya ia menyebutnya terapi non direkti", sebab ia yakin bah7a para terapis seharusnya tidak men!oba membantu klie se!ara akti". 4emang seharusnya tugas terapis adalah pembantu yang peduli $ mau mendengar. Be"leksi * &erapis mendengarkan klien $ mere"leksikan kembali pikiran#pikiran $ pikiran# pikiran serta perasaan#perasaan signi"ikan dengan mengu!apkan kembali kepada pasien apa yang didengar dari klien. Ada A si"at yang seharusnya yang tunjukkan terapis pada sesi terapi * a. &erapis harus kongruen * 3ersikap jujur, tidak palsu. b. &erapis harus bersikap empatik * memahami klien tidak semata#mata sebagai seorang psikolog melainkan sebagai seorang yang juga terlibat dalam masalah mereka. !. 4emperlihatkan sikap positi+e tanpa syarat * keharusan menghargai klien sebagai manusia $ tidak menghakimi. ;. &EBAPI BA,I.NAL / E4.&I9 AL3EB ELLI, Ellis yakin bah7a masalah#masalah seorang berasal dari keyakinan yang salah mereka perihal dunia, orang lain $ diri mereka sendiri. ika keyakinan#keyakinan keliru maka akan keliru juga persepsi, emosi $ perilaku. 3erikut '= keyakinan salah yang paling sering mun!ul * '. Aku harus di!intai =. 3eberapa tindakan sangatlah jahat, $ sebagian orang itu terkutuk A. ,angat mengerikan ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan benar

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

10
1. ,emua penderitaan saya berasal dari luar, orang lain. 8. ,aya seharusnya mengalahkan masalah#masalah itu $ terobsesi tentang masalah#masalah itu. 2. ,aya seharusnya menolak masalah#masalah E. ,aya butuh seseorang atau yang lebih kuat untuk disandari 0. ,aya seharusnya betul#betul kompeten dalam semua ha, sebab tidak sempurna itu buruk. (. 5etika sesuatu yang buruk itu terjadi itu akan mempengaruhi saya selamanya '@. ,aya harus punya !ontrol atas segalanya ''. ,aya hanya bisa bahagia dengan menampik semua tindakan '=. ,aya tidak punya !ontrol atas emosi#emosi saya. &EBAPI .3A& $ LAINN6A A. .3A&#.3A&AN AN&I ;E4A, .bat#obatan anti !emas %anFiolyti!) men!akup nama merek terkanl seperti +alium $ Librium. .bat#obatan ini bekerja dengan memblokir soitus reseptor >A3A yang melembutkan sedikit akti+itas system sara" pusat seperti yang dilakukan alkohol. .bat#obatan jenis ini merupakan pendekatan temporer yang bagus terhadap problem ke!emasan. 3. .3A&#.3A&AN AN&I DEPBE,AN 6ang paling terkenal adalah yang orisinil, ProGa! %"uoFetine) yaitu anggota keluarga obat#obatan yang disebut ,,BI singkatan dari Selective Seratonin Reuptake Inhibitor %penghalang penyerapan kembali sara" kimia7i dari serotonin selekti") ;. .3A&#.3A&AN AN&I P,I5.&I, 6ang paling terkenal adalah obat#obatan lama chorpromazine & clozapine, keduanya bekerja dengan memblokir reseptor dopamine mengurangi respons sesorang seseorang pada stimulus yang tidak rele+an ?seperti stimulus yang menyebabkan halusinasi $ paranoia.

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

11
D. &EBAPI ELE5&B.5.NCUL,I9 &erapi elektrokon+ulsi" %E;&) adalah apa yang disebut sejumlah orang terapi kejut. ;ara kerja nterapi ini adalah dengan membius pasien se!ara total, memberinya pelemas otot agar tidak mengalami kejang / kejang yang bisa melukai mereka. &erapi ini digunakan bagi orang#orang dengan depresi berat yang bagi mereka terapi#terapi lainnya termasuk obat#obatan punya sedikit dampak atau malah tidak berdampak sama sekali.

E. P,I5. 3EDAH Lobotomi merupakan salah satu terapi dengan !ara bedah, ditemukan oleh Antonio EgaG 4oniG dari Uni+ersity o" Lisbon 4edi!al ,!hool. Ia menemukan bah7a memotong sara" yang merentang mulai dari !orteF "rontal hingga thalamus pada pasien psikotis. 3ersama koleganya Almeida Lima, ia menemukan sebuah teknik mengebor dua lobang ke!il pada sisi kening, memasukkan pisau bedah khusus $ memotong korteks pre"rontal dari sisa otak. ,ebagian pasiennya menjadi lebih lembut $ sebagian lagi tidak.

Da"tar Pustaka* Aliah 3. Pur7akania Hasan. 3uku Pengantar Psikologi 5esehatan Islami. Hal '#281 ,is7anto, ,.Psi., 4.,i. 3uku 5esehatan 4ental 5onsep, ;akupan dan

perkembangannya. Hal * '#=A' Neil Ne+en. 3uku Psikologi 5esehatan edisi kedua Pengantar untuk pera7at pro"essional kesehatan lain. Hal * '#AA0 Dr. ;.>eorge 3oeree. 3uku >eneral Psy!hology Psikologi 5epribadian , persepsi , kognisi , emosi dan perilaku. Hal * '#8@2

Pusat Pengembangan 3ahan Ajar # U43

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II