Anda di halaman 1dari 18

KETAHANAN NASIONAL

Makalah

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas dari Ibu Kartika Andriani, S.Pd.
Selaku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Disusun Oleh:
Kelompok
Kelas XI IPS 3

Mita Sri Rahayu


Sekar Indriani Putri
Ajeng Lestari
Nita Nurlaela

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANTARUJEG


Jln. Siliwangi No. 119 Bantarujeg, Majalengka 45464
2021
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan


hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah tentang
“Ketahanan Nasional.” Sholawat beserta salam semoga tetap tercurah limpahkan
kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya dan para
shahabatnya semoga kita mendapat syafaatnya kelak di hari kiamat, amin.!
Selanjutnya saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah
membantu dalam menyelesaikan makalah ini dengan baik, dan saya sangat
menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka
dari itu saya membutuhkan keritik dan saran  yang bersifat membangun untuk
kelancaran tugas-tugas selanjutnya.
Demikian yang dapat kami sampaikan dan kami  berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan bagi pembaca khususnya.

Bantarujeg, April 2021

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................2
C. Tujuan...........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
A. Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional..............................3
B. Asas-Asas Ketahanan Nasional..................................................................10
C. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional...................................................................11
D. Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional..............................................12
E. Beberapa Ancaman Dalam dan Luar Negeri...............................................13
BAB III PENUTUP..............................................................................................14
A. Kesimpulan.................................................................................................14
B. Saran............................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia terlahir melalui perjuangan yang panjang sejak diawali
dalam usaha merebut kemerdekaan hingga usaha-usaha dalam
mempertahankan kemerdekaan. Beberapa ancaman dalam dan luar negeri
telah dapat diatasi bangsa Indonesia dengan adanya tekad bersama-sama
menggalang kesatuan dan kecintaan bangsa. Berbagai pemberontakan PKI,
RMS (Republik Maluku Selatan), PRRI Permesta dan juga gerakan sparatis
di Timor- Timur yang pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan
Indonesia, meskipun akhirnya kenyataan politik menyebabkan lepasnya
kembali daerah tersebut.
Ancaman separatis dawasa ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah
atau propinsi di Indonesia yang menginginkan dirinya merdeka lepas dari
Indonesia seperti Aceh, Riau, Irian Jaya, dan beberapa daerah lain begitu pula
beberapa aksi provokasi yang mengganggu kestabilan kehidupan sampai
terjadinya berbagai kerusuhan yang diwarnai nuansa etnis dan agama dan
gangguan dari luar adalah gangguan dari negara lain yang ingin menguasai
pulau-pulau kecil yang masih berada di didalam wilayah NKRI namun dekat
dengan wilayah negara lain. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan,
Indonesia masih tetap berdiri tegak sebagai satu bangsa dan negara yang
merdeka, bersatu, dan berdaulat. Hal tersebut membuktikan bahwa bangsa
Indonesia memiliki keuletan dan ketangguhan untuk mengembangkan
kekuatan nasional dalam mengatasi setiap bentuk tantangan, ancaman,
hambatan, dan gangguan yang datang.
Kondisi kehidupan nasional merupakan cerminan Ketahanan Nasional
yang didasari oleh Pancasila dan UUD 1945. Ketahanan Nasional adalah
kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1
B. Rumusan Masalah
Makalah ini akan membahas beberapa hal meliputi :
1. Bagaimana konsepsi ketahanan nasional?
2. Apa saja asas-asas ketahanan nasional ?
3. Bagaimana sifat-sifat ketahanan nasional ?
4. Bagaiman kedudukan dan fungsi ketahanan nasional ?
5. Bagaimana ancaman bagi negara Indonesia?

C. Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui konsepsi ketahanan nasional.
2. Untuk mengetahui asas-asas ketahanan nasional.
3. Untuk mengetahui sifat-sifat ketahanan nasional.
4. Untuk mengetahui kedudukan dan fingsi ketahanan nasional.
5. Untuk mengetahui ancaman-ancamah bagi negara Indonesia.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional


Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang
meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,
hambatan dan gangguan, baik yang dating dari dalam maupun dari luar, untuk
menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara
serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah
ini.
1. Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat
bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang
dipikulnya.
2. Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam
menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
3. Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau Negara dilihat secara
keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi
masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah,
pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
4. Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa
baik unsur social maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun
fungsional.

3
5. Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah
atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual,
kriminal dan politis.
6. Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri
yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak
konsepsional.

1. Pengertian Konsepsi Ketahanan Nasional


Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah Konsepsi
Pengembangan Kekuatan Nasional melalui pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan
selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan
terpadu berlandaskan Pancasila , UUD 1945 dan wawasan nusantara.
Dengan kata lain, konsepsi ketahanan nasional Indonesia merupakan
pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan
pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa
dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai – nilai nasionalnya demi
sebesar besarnya kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Sedangkan
keamanan adalah kemampuan bangsa untuk melindungi nilai – nilai
nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dalam negeri.
2. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Terhadap Kehidupan Berbangsa dan
Bernegara
a. Ketahanan pada aspek ideology
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik
kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini mengandung
urutan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan dari

4
luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung dalam
rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara
republik Indonesia.
Perwujudan ketahanan ideologi tersebut memerlukan kondisi
mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi
Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta berlandaskan
pengamalan Pancasila secara konsisten dan berlanjut.
Upaya memperkuat ketahanan ideologi memerlukan langkah
pembinaan sebagai berikut.
1) Pengamalan Pancasila secara objektif dan subjektif terus
dikembangkan serta ditingkatkan.
2) Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan
diaktualisasikan nilai instrumentalnya agar tetap mampu
membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam bermasyarakat
selaras dengan peradaban dunia yang berubah dengan cepat tanpa
kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
3) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika dan Konsep wawasan nusantara
yang bersumber dari Pancasila harus terus dikembangkan dan
ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk
selalu menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah serta
moralitas yang loyal dan bangga terhadap bangsa dan negara.
4) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara
Republik Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata oleh
setiap penyelenggara negara, lembaga kenegaraan, lembaga
kemasyarakatan, serta setiap warga negara Indonesia agar
kelestarian dan keampuhannya terjaga dan tujuan nasional serta
cita–cita bangsa Indonesia terwujud.
5) Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan
keseimbangan antara fisik material dengan mental spiritual untuk
menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme.

5
6) Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik
dengan cara mengintegrasikannya ke dalam mata pelajaran lain,
seperti Pendidikan Budi Pekerti, Pendidikan Sejarah, Bahasa
Indonesia dan Kepramukaan. Pendidikan moral Pancasila juga
perlu diberikan kepada masyarakat luas secara non formal.
b. Ketahanan pada aspek politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik
kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan, ketangguhan dalam
menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman, hambatan, serta
gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung
maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik
bangsa dan Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945.
Perwujudan ketahanan pada aspek politik memerlukan
kehidupan politik bangsa yang sehat, dinamis, dan mampu memelihara
stabilitas politik.
Ketahanan pada aspek politik dalam negeri
1) Sistem Pemerintahan yang berdasarkan hukum, tidak berdasarkan
kekuasaan yang bersifat absolut dimana kedaulatan berada ditangan
rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR sebagai penjelmaan
seluruh rakyat.
2) Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan
pendapat. Namun perbedaan tersebut tidak menyangkut nilai dasar
sehingga tidak menjurus pada konflik fisik.
3) Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang
hidup dalam masyarakat dan tetap berada dalam lingkup Pancasila,
UUd 1945, dan wawasan nusantara.
4) Terjalin komunikasi politik timbal balik antar pemerintah dan
masyarakat.

6
Ketahanan pada aspek politik luar negeri
1) Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerja sama
internasional di berbagai bidang atas dasar sikap saling
menguntungkan, meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri
dan memantapkan persatuan bangsa serta keutuhan NKRI.
2) Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam
rangka meningkatkan persahabatan dan kerja sama antara negara
berkembang serta negara maju sesuai kemampuan demi
kepentingan nasional.
3) Citra positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas antara lain
melalui promosi, peningkatan diplomasi, lobi internasional,
pertukaran pemuda, pelajar, dan mahasiswa serta kegiatan olah
raga.
4) Perkembangan,perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan
dikaji dengan seksama agar terjadinya dampak negatif yang dapat
mempengaruhi stabilitas nasional dan menghambat kelancaran
pembangunan dan pencapaian tujuan nasional dapat diperkirakan
secara dini.
5) Langkah bersama negara berkembang dengan negara industri maju
untuk memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan
perlu ditingkatkan melalui perjanjian perdagangan internasional
serta kerja sama dengan lembaga keuangan internasional.
6) Perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
melalui penggalangan, pemupukan solidaritas, kesamaan sikap,
serta kerja sama internasional dalam berbagai forum regional.
7) Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan
dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan
calon diplomat secara menyeluruh agar mereka dapat menjawab
tantangan tugas yang mereka hadapi.

7
8) Perjuangan bangsa Indonesia yang menyangkut kepentingan
nasional seperti melindungi kepentingan Indonesia dari keiatan
diplomasi negatif negara lain dan melindungi hak warga negara
diluar negeri perlu ditingkatkan.
c. Ketahanan pada Aspek Ekonomi
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis
kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan
kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar
maupun dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk
menjamin keberlangsungan perekonomian bangsa dan negara republik
Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD1945.
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan
perekonomian bangsa yang mampu memelihara stabilitas ekonomi
yang sehat dan dinamis, menciptakan kemandirian ekonomi nasional
yang berdaya saing tinggi, dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang
adil dan merata.
Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi yang diinginkan
memerlukan pembinaan sebagai berikut ini:
1) Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan
kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata diseluruh
wilayah nusantara melalui ekonomi kerakyatan serta untuk
menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan
kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan
UUD1945.
2) Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan:
a) Sistem free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku
ekonomi kuat dan tidak memungkinkan berkembangnya
ekonomi kerakyatan.

8
b) Sistem etatisme dalam arti negara beserta aparatur ekonomi
negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan
potensi dan daya kreasi unit unit ekonomi diluar sektor negara.
c) Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam
bentuk monopoli ekonomi yang merugikan masyarakat dan
bertentangan dengan cita cita keadilan sosial.
3) Stuktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling
menguntungkan dalam keselarasan dan keterpaduan antara sektor
pertanian dan perindustrian serta jasa.
4) Pembangunan ekonomi yang merupakan usaha bersama atas dasar
asas kekeluargaan dibawah pengawasan anggota masyarakat,
memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
5) Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil hasil nya
senantiasa dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan dan
keselarasan pembangunan antar wilayah.
6) Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinamis
untuk mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan
kemandirian perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan dengan
memanfaatkan sumber daya nasional secara optimal serta sarana
Iptek yang tepat guna dalam menghadapi setiap permasalahan, dan
dengan tetap memperhatikan kesempatan kerja.
d. Ketahanan dalam aspek sosial budaya
Ketahanan di bidang sosial budaya atau ketahanan sosial budaya
diartikan sebagai kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi
keuletan, ketangguhan, dan kemampuan untuk mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
ancaman, hambatan serta gangguan dari luar maupun dari dalam yang
langsung maupun tidak langsung membahayakan kehidupan sosial
budaya bangsa dan negara Republik Indonesia.

9
e. Ketahanan pada aspek ketahanan dan keamanan
1) Ketahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiapsiagaan
serta upaya bela negara, yang berisi ketangguhan, kemampuan dan
kekuatan melalui penyelenggaraan siskamnas (sishankanrata)
untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan
kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945
2) Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kedamaian
dan kedaulatan.
3) Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan
dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan
demi kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan
hidup bangsa dan negara.
4) Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai
harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat
dimanfaatkan untuk maningkatkan kesejahteraan lahir dan batin
segenap masyarakat Indonesia.
5) Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan
kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan
sedapatmungkin dihasilkan oleh industri dalam negeri.

B. Asas-Asas Ketahanan Nasional


Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang
tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-
asas tersebut adalah sebagai berikut (Lemhannas, 2000: 99 – 11).
Asas kesejahtraan dan keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib
dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Didalam
kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan
keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap / tidaknya ketahanan
nasional.

10
1. Asas Komprehensif
Artinya, ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan.
Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan
secara selaras, serasi, dan seimbang.
2. Asas Kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong
royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas
kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini
dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari
konflik yang bersifat merusak / destruktif

C. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional


Beberapa sifat ketahanan nasional yang ada akan kami jabarkan
seperti dibawah ini.
1. Mandiri
Maksudnya adalah percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri
dan tidak mudah menyerah. Sifat ini merupakan prasyarat untuk menjalin
suatu kerja sama. Kerja sama perlu dilandasi oleh sifat kemandirian,
bukan semata-mata tergantung oleh pihak lain
2. Dinamis
Artinya tidak tetap, naik turun tergantung situasi dan kondisi
bangsa dan Negara serta lingkungan strategisnya. Dinamika ini selalu
diorientasikan ke masa depan dan diarahkan pada kondisi yang lebih baik.
3. Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional yang berlanjut dan
berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan kekuatan dan
kemampuan bangsa. Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia
mempunyai harga diri dan diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan
kualitas yang melekat padanya. Atas dasar pemikiran diatas, maka berlaku
logika, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka akan semakin

11
tinggi wibawa negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan
nasional.
4. Konsultasi dan kerja sama
Hal ini dimaksudkan adanya saling menghargai dengan
mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua
belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada
keterbukaan dalam melihat kondisi masing-masing didalam rangka
hubungan ini diharapkan tidak ada usaha mengutamakan konfrontasi serta
tidak ada hasrat mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata.

D. Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional


Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Kedudukan
Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini
kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik
yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina
kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara
dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang
didasari oleh Pancasila sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan
konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.
2. Fungsi
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar
nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola
sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang
bersifat interregional (wilayah), intersektoral maupun multi disiplin.
Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-
kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi,
maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan
berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi
sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan

12
arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan nasional disegala
bidang dan sector pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai
dengan rancangan program.

E. Beberapa Ancaman Dalam dan Luar Negeri


Beberapa ancaman dalam dan luar negeri telah dapat diatasi bangsa
Indonesia dengan adanya tekad bersama-sama menggalang kesatuan dan
kecintaan bangsa. Berbagai pemberontakan PKI, RMS (Republik Maluku
Selatan), PRRI Permesta dan juga gerakan sparatis di Timor- Timur yang
pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia, meskipun akhirnya
kenyataan politik menyebabkan lepasnya kembali daerah tersebut. Ancaman
sparatis dawasa ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah atau propinsi di
Indonesia yang menginginkan dirinya merdeka lepas dari Indonesia seperti
Aceh, Riau, Irian Jaya, dan beberapa daerah lain begitu pula beberapa aksi
provokasi yang mengganggu kestabilan kehidupan sampai terjadinya berbagai
kerusuhan yang diwarnai nuansa etnis dan agama dan gangguan dari luar
adalah gangguan dari negara lain yang ingin menguasai pulau-pulau kecil
yang masih berada di didalam wilayah NKRI namun dekat dengan wilayah
negara lain.
Bangsa Indonesia telah berusaha menghadapi semua ini dengan
semangat persatuan dan keutuhan, meskipun demikian gangguan dan
ancaman akan terus ada selama perjalanan bangsa, maka diperlukan kondisi
dinamis bangsa yang dapat mengantisipasi keadaan apapun yang terjadi di
negara ini.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ketahanan Nasional Indonesia merupakan hal yang penting dalam
upaya menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Konsepsi ketahanan
nasional Indonesia merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan
ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan
kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Ketahanan Nasional dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan
nasional, mulai dari aspek ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Tidak dipungkiri bahwa ancaman terhadap keutuhan Bangsa Indonesia akan
selalu mendapatkan ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Oleh sebab
itu, ketahanan nasional harus selalu dipertahankan demi keutuhan Bangsa
Indonesia.

B. Saran
Pendidikan mengenai ketahanan nasional harus selalu ditekankan baik
melalui pendidikan formal maupun non formal agar tiap warga memiliki
kesadaran untuk ikut serta menjaga ketahanan nasional Indonesia. Selain itu
diperlukan pula kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa cinta
terhadap tanah air sehingga setiap warga mampu bersatu dan
mempertahankan ketahanan nasional Indonesia.

14
DAFTAR PUSTAKA

https://wikpedia.com
https://google.com
https://id.scribd.com/doc/280821294/Makalah-Ketahanan-Nasional

15