Anda di halaman 1dari 41

MAKALAH PEMAHAMAN INDIVIDU II INTELEGENSI

Disusun Oleh : KELOMPOK I 1. !. 3. (. ". &. ). *. '. DINA AYU PAMUNGKAS E$MITA D%I K. A$IES MAYA NING$UM DUKUNG A$I ANDANA $ITA SETYANINGSIH SULISTYO$INI PU$I T$ESNA%ATI TUTUT $ESTI $. AYU $ETNO (3A/1 1!1. 1"# (3A/1 1!1. !&# (3A/1 1!1. !'# (3A/1 1!1. 31# (3A/1 1!1. 33# (3A/1 1!1. 3(# (3A/1 1!1. (3# (3A/1 1!1.!!*# (3A/1 1!1. 1*# (3A/1 1!1. 11#

1 . TIKA NOVITA

P$OG$AM STUDY +IM+INGAN DAN KONSELING ,AKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PG$I MADIUN ! 11

KATA PENGANTA$

Alhamdulillah berkat limpahan rahmat dan hidayah dari Allah SWT. kami menyelesaikan tugas menyusun Makalah Intelegensi selesai tepat pada waktunya. Berkenan dengan ini pula penyusun mengangkat tema tentang intelegensi. Penyusun bermaksud ikut menyumbangkan pengetahuan kami tentang pemahaman intelegensi dan menambah wawasan pembaca pada umumnya. Pada kesempatan ini penyusun juga ingin mengucapkan terima kasih kepada 1. Ibu !ian "atningtyas A#i#ah$ M.Psi$ Psi. selaku d%sen pr%#esi Pemahaman Indi&idu II dalam menyelesaikan tugas ini dengan penuh kesabaran. '. Teman(teman yang turut membantu dalam menyelesaikan makalah intelegensi. )ami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan$ %leh karena itu kami berharap kritik dan saran dari pembaca. Akhirnya sem%ga langkah dan usaha kami mendapat ridh% dari Allah SWT. serta berman#aat bagi kita semua. Amin.

Madiun$ 1* !esember '+11

Penulis

'

DA,TA$ ISI

KATA PENGANTA$.......................................................................................

ii

DA,TA$ ISI...................................................................................................... iii +A+ I PENDAHULUAN A. ,atar Belakang Masalah................................................................. B. "umusan Masalah.......................................................................... -. Tujuan Penulisan............................................................................ !. Man#aat Penulisan.......................................................................... +A+ II PEM+AHASAN A. !e#inisi Intelegensi........................................................................ B. Pendekatan(pendekatan Intelegensi............................................... -. Te%ri(te%ri Intelegensi.................................................................... !. /akt%r(#akt%r yang mempengaruhi Intelegensi.............................. 0. ,atar Belakang Tes Intelegensi...................................................... /. Penggunaan Tes Intelegensi........................................................... 1. )eterbatasan Tes Intelegensi.......................................................... 2. 3enis(jenis Tes Intelegensi.............................................................. I. Stan#%rd Binet(Sim%n..................................................................... 3. The -%l%ured Pr%gressi&e Matrices 4Tes Matriks Pr%gresi# Warna5....................................................... +A+ III PENUTUP A. )esimpulan.................................................................................... 16 B. Saran............................................................................................... 16 DA,TA$ PUSTAKA............................................................................................ . . 1

+A+ I PENDAHULUAN

A. L-.-/ +el-0-n1 M-s-l-h Masyarakat umum mengenal intelegensi sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan$ kepintaran ataupun kemampuan untuk memecahkan pr%blem yan dihadapi. 1ambaran tentang anak yang berintelegensi tinggi adalah gambaran mengenai siswa yang pintar$ siswa yang selalu naik kelas dengan nilai baik$ atau siswa yang jemp%lan di kelasnya. Bahkan gambaran ini pada citra #isik$ yaitu citra anak yang wajahnya bersih$ berpakaian rapi$ matanya bersinar atau berkaca(kaca. Sebaliknya gambaran anak yang berintelegensi rendah membawa citra sese%rang yang lamban ber#ikir$ sulit ber#ikir$ prestasi belajarnya rendah$ dan mulut lebih banyak menganga disertai tatapan mata yang binggung. Pandangan awam sebagaimana digambarkan di atas$ walaupun tdak memberikan arti jelas tentang intelegensi namun pada umumnya tidak berbeda jauh dari makna intelegensi sebagaimana yang dimaksudkan %leh para ahli. Apapu de#inisinya$ makna intelegensi memang mendikripsikan kepintaran dan keb%d%han. +. $u2us-n M-s-l-h Makalah ini membahas tentang intelegensi. Pembahasan dalam makalah ini memiliki beberapa rumusan masalah sebagai berikut 1. Apa pengertian intelegensi7 '. Apa saja pendekatan(pendekatan dalam intelegensi7 .. Apa saja te%ri(te%ri dalam intelegensi7 8. /akt%r(#akt%r apa saja yang mempengaruhi intelegensi7 9. Bagaimana latar belakang sebuah tes intelegensi7 :. Bagaimana penggunaan sebuah tes intelegensi7 *. Apa saja keterbatasan intelegensi7 6. Apa saja jenis(jenis tes intelegensi7 ;. Bagaimana tes Stan#%rd Binet(Sim%n7 1+. Bagaimana tes -%l%ured Pr%gressi&e Metrices 4tes Matriks Pr%gresi# Warna57

3. Tu4u-n Penulis-n Secara terperinci tujuan pembahasan dalam makalah ini adalah sebagai berikut 1. '. .. 8. 9. :. *. 6. ;. <ntuk mengetahui pengertian intelegensi <ntuk mengetahui pendekatan(pendekatan dalam intelegensi <ntuk mengetahui te%ri(te%ri dalam intelegensi <ntuk mengetahui #akt%r(#akt%r yang mempengaruhi intelegensi <ntuk mengetahui latar belakang sebauha tes intelegensi <ntuk mengetahui penggunaan sebuah tes intelegensi <ntuk mengetahui keterbatasan intelegensi <ntuk mengetahui jenis(jenis tes intelegensi <ntuk mengetahui tes Stan#%rd Binet(Sim%n Warna5 D. M-n5--. Penulis-n Pembahasan makalah ini diharapkan dapat berman#aat sebagai 1. '. Bahan diskusi pada mata kuliah Pembahasan Indi&idu II Bahan in#%rmasi dan telah yang berguna bagi pengembangan pengetahuan dan wawasan tentang intelegensi

1+. <ntuk mengetahui tes -%l%ured Pr%gressi&e Metrices 4tes Matriks Pr%gresi#

+A+ II PEM+AHASAN

A. In.ele1ensi 6--l-2 De5inisi Intelegensi berasal dari bahasa Inggris yaitu Intelligence. Intelligence sendiri adalah terjemahaan dari bahasa ,atin yaitu intellectus dan intelligentia. Te%ri tentang intelegensi pertama kali dikemukakan %leh Spearman dan Wynn 3%nes P%l pada tahun 1;91 Spearman dan Wynn mengemukakan adanya k%nsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. )ekuatan tersebut dalam bahasa =unani disebut Nous$ sedangkan penggunaan kekuatan disebut Noesis. Andrew -rider 4Sai#udin A>war$ '++' .5 mengatakan bahwa intelegensi itu bagaikan listrik$ gampang untuk diukur tapi hampir mustahil untuk dide#iniskan. Al#red Binet$ se%rang t%k%h utama perintis pengukuran intelegensi yang hidup antara tahuan 169*(1;11$ bernama The%d%re Sim%n mende#iniskan intelegensi terdiri atas tiga k%mp%nen$ yaitu kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau mengarahkan tindakan$ kemampuan untuk mengkritik diri sendiri. !i tahun 1;1: ,ewis Madis%n Terman mende#inisikan Intelegensi sebagai kemampuan sese%rang untuk ber#ikir secara abstrak$ sedangkan 2.2. 1%ddard pada tahun 1;8: mende#inisikan intelegensi sebagai tingkat kemampuan pengalaman sese%rang untuk menyelesaikan masalah(masalah yang langsung dihadapi untuk mengantisipasi masalah(masalah yang akan datang 4Sai#udin A>war$ '++' 95. )emampuan intelektual merupakan ekpresi dari apa yang disebut intelegensi dan kepada kemampuan intelek ini juga kita bersandar dalam menguasai dan memperlakukan perubahan kebudayaan serta pembaruan tekn%l%gi ini di masyarakat. Setiap indi&idu secara alamiah memiliki kemampuan kreati#$ namun masih bersi#at p%tensial. P%tensi kreati# indi&idu akan bersi#at laten bila tidak dikembangkan dan dibentuk 4Stenberg$ '++.? Stenberg @ ,ubart$ 1;;9? '++'? !eetje 3%sephine S%lang$ '++6 .95. /akt%r(#akt%r dasar dalam k%nsepsi awam dan k%nsepsi ahli mengenai intelegensi 4menurut Sternberg A>war$ '++' 65

Menu/u. 7/-n1 -8-2: 1. Ke2-29u-n P/-0.is un.u0 Pe2e:-h-n M-s-l-h : 1. Aalar yang baik '. Melihat hubungan diantara berbagai hal .. Melihat aspek permasalahan secara menyeluruh 8. /ikiran terbuka !. Ke2-29u-n Ve/;-l : 1. Berbicara dengan artikulasi yang baik dan #asih '. Berbicara lancar .. Punya pengetahuan di bidang tertentu 3. K729e.ensi S7si-l : 1. Menerima %rang lain seperti adanya '. Mengakui kesalahan .. Tertari pada masalah s%sial 8. Tepat waktu bila berjanji Menu/u. 9-/- -hli: 1. Ke2-29u-n Me2e:-h0-n M-s-l-h: 1. Mampu menunjukkan pengetahuan mengenai masalah yang dihadapi '. Mengambil keputusan tepat .. Menyelesaikan masalah secara %ptimal 8. Menunjukkan pikiran secara jernih !. In.ele1ensi Ve/;-l : 1. )%sakata baik '. Membaca dengan penuh pemahaman .. Ingin tahu secara intelekstual 8. Menunjukkan keingintahuan 3. In.ele1ensi P/-0.is : 1. Tau situasi '. Tahu cara mencapai tujuan .. Sadar terhadap dunia sekeliling 8. Menunjukkan minat terhadap dunia luar

!ari temuan Sternberg$ terlihat bahwa %rang awampun tidak saja menekankan makna intelegensi pada aspek kemampuan intelektual 4k%gniti#5 semata akan tetapi mementingkan pula aspek kemampuan s%sial yang bersi#at n%nk%gniti#. Selanjutnya disimpulkan pula %leh penelitian tersebut bahwa %rang cenderung lebih mengutamakan #akt%r k%gniti# daripada #akt%r(#akt%r n%nk%gniti# dalam menilai intelegensi %rang lain maupun intelegensi dirinya sendiri 4Sternberg$ 1;61 dalam Sai#udin Anwar$ '++' ;5. <ntuk menstimulasi p%tensi ber#ikir kreati# indi&idu diperlukan sejumlah elemen yang saling mendukung yang dapat menstimulasi p%tensi kreati# indi&idu. 0lemen intelektual merupakan elemen kunci 4Sternberg$ 1;;;b? '++1? '++. dalam !eetje 3%sephine S%lang$ '++6 .95. !alam penelitiannya #%kus ditunjukkan pada k%mp%nen per#%rmansi sebagai bagian dari subte%ri k%mp%nensial untuk mengembangkan m%del keterampilan ber#ikir. )%mp%nen per#%rmansi dikateg%rikan sebagai keterampilan ber#ikir yang bertumpu pada keterampilan ber#ikir analitik$ keterampilan ber#ikir sinetik$ dan keterampilan ber#ikir praktikal. )eterampilan ber#ikir analitik merupakan kemampuan sese%rang dalam per#%rmansi ber#ikir kritis mengenai suatu ide$ menganalisis ide$ menge&aluasi ide$ dan mengenai adanya ide baru yang berkualitas. )eterampilan ber#ikir sinetik merupakan kemampuan sese%rang menggunakan in#%rmasi lama kesituasi atau tugas baru$ melihat pr%blem dalam cara baru dan melahirkan ide baru yang diekspresikan dengan cara yang berbeda dari cara yang digunakan sebelumnya. )eterampilan ber#ikir praktikal merupakan kemampuan sese%rang menyampaikan ide ber#ikir secara e#ekti# dan menjual ide secara menyakinkan kepada %rang lain$ menerima kritik dan umpan balik terhadap kualitas ide sendiri$ serta menerjemahkan te%ri dan ide(ide abstrak ke penyelesaian praktis 4Sternberg$ 1;;;a dalam !eetje 3%sephine S%lang$ '++6 .:5. Indi&idu yang kreati# menggunakan kemampuan praktikal untuk memadukan gagasan yang bernilai$ serta mampu mereaksi secara pr%dukti# terhadap umpan balik yang diper%lehanya melalui ide dan karya yang dihasilkan. !alam hal ini sese%rang dapat men%n%l pada salah satu atau dua dari ketiga kemampuan tersebut kemungkinan tidak muncul secara utuh pada indi&du$ ketiga kemampuan tersebut dapat dilatih dan diajarkan secara integral dalam berbagai d%main seperti bahasa$ seni$ sains$ dana matematika untuk mewujudkan p%tensi kreati#nya dalam satu atau lebih d%main. Indi&idu yang kreati# selalu ber%perasi men%nj%l dalam satu atau dua d%main$ bukan dalam semua d%main 41ardner$ 1;;; dalam !eetje 3%sephine S%lang$ '++6 .:5.

!ari de#inisi di atas$ kita dapat mengambil kesimpulan yang akan menjelaskan ciri(ciri intelegensi 1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan pr%ses ber#ikir secara rasi%nal. Bleg karena itu$ intelegensi tidak dapat diamati secara langsung$ melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan mani#estasi dari pr%ses ber#ikir rasi%nal. '. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul padanya. +. +e;e/-9- Pen6e0-.-n In.ele1ensi !alam memahami hakikat intelegensi$ Mal%ney dan Ward 4dalam Sai#udin A>war$ '++' 115 mengemukakan empat umum$ yaitu 4a5 pendekatan te%ri belajar 4learning the%ry5$ 4b5 pendekatan neur%bi%l%gis$ 4c5 pendekatan te%ri(te%ri psik%metri$ dan 4d5 pendekatan te%ri(te%ri perkembangan. )eempat cara pendekatan tersebut tidak terpisah secara eksklusi#$ akan tetapi saling tumpah tindih sampai tara# tertentu. Berikut ulasan pendekatan(pendekatan tersebut 1. Pendekatan Te%ri Belajar Inti belajar mengenai masalah hakikat intelegensi terletak pada pemahaman mengenai hukum(hukum dan prisip umum yang dipergunakan %leh indi&idu untuk memper%leh bentuk(bentuk perilaku baru. Bleh karena itu$ dalam pendekatan ini para ahli lebih memusatkan perhatian pada perlikau yang tampak dan bukan pada pengertian mengenai k%nsep mental dari intelegensi itu sendiri. Inilah bedanya dengan pendekatan umum yang biasanya yang menganggap intelegensi sebagai suatu struktur dalam atau si#at kepribadian yang dimilki %leh indi&idu. Bagi para ahli te%ri belajar$ suatu perilaku intelegensi adalah perilaku yang berisi pr%ses belajar 4learning process5 pada le&el #ungsi%nal tingkat tinggi dan merupakan resp%n khusus terhadap tuntutan dari luar. 2al itu berarti adanya interaksi antara indi&idu dengan lingkungannya dimana intelegensi dinilai dari kelayakan perilakunya dibandingkan dengan suatu kriteria yang berlaku sebagai n%rma relati#. !alam pendekatan ini perlu ditekankan bahwa hampir semua ahli te%ri belajar$ intelegensi bukanlah si#at kepribadian (trait) akan tetapi merupakan kualitas hasil belajar yang telah terjadi. ,ingkungan belajar sendiri menentukan

kualitas dan keluasan cadangan perilaku sese%rang dan karenanya dianggap menetukan relati&itas intelegensi indi&idu. '. Pendekatan Aeur%bi%l%gis Pendekatan ini beranggapan bahwa intelegensi memiliki dasar anat%mis dan bi%l%gis. Perilaku intelegen$ menurut pendekatan ini dapat ditelusuri dasar(dasar neur%(anat%mis dan pr%ses neur%#isi%l%gisnya. Bleh karena itu dalam berbagai riset$ selalu dipentingkan untuk melihat k%relasik%relasi intelegensi pada aspek( aspek anat%mi$ elekt%kimia$ atau #isi%l%gi. Pendekatan ini menimbulkan berbagai te%ri intelegensi yang mengaitkan perilaku intelegensi serta ciri(cirinya dengan aspek(aspek bi%l%gis. .. Pendekatan Psik%metris -iri utama pendekatan ini adalah adanya anggapan bahwa intelegensi merupakan suatu k%nstrak (construct) atau si#at (trait) psik%l%gis yang berbeda( beda kadarnya bagi setiap %rang. Aamun dikarenakan para ahli psik%metri biasanya lebih tertarik pada masalah pengukuran psik%l%gis$ maka mereka lebih mengutamakan perhatian mereka pada cara praktis untuk melakukan klasi#ikasi dan prediksi berdasarkan hasil pengukuran intelegensi daripada meneliti hakikat intelegensi itu sendiri. Sigel 4dalam Sai#udin A>war. '++' 1.5 mengatakan bahwa suatu$ kritik terhadap pendekatan psik%metris adalah penekanan berlebihan dari pihak perancang tes pada aspek kuantitati# intelegensi dan kurangnya perhatian pada aspek kualitati#. Penekanan tersebut tampak dalam arah perhatian pendekatan psik%metris yang lebih ditunjukan pada sk%r indi&idu yang dilihat secara kuantitati# dari banyaknya jawaban yang benar pada suatu tes intelegensi. !alam pendekatan ini terdapat dua arah studi$ yaitu pertama yang bersi#at praktis dan lebih menekankan pada pemecahan masalah dan kedua adalah yang lebih menekankan pada k%nsep dan penyusunan te%ri. Pendekatan psik%metris inilah yang melahirkan berbagai skala(skala pengukuran intelegensi yang menjadi awal skala yang banyak dikenal sekarang. 8. Pendekatan Te%ri Perkembangan !ipusatkan pada masalah perkembangan intelegensi secara kualitati# dalam kaitannya dengan tahap(tahap perkembangan bi%l%gis indi&idu. Sebagai c%nt%h$ 3ean Piaget 41insburg @ Bpper$ 1;6;? Sai#udin A>war$ '++' 185 mengawali k%nsepsi mengenai tes intelegensi dengan melihat pada resp%n(resp%n yang salah 1+

yang dilakukan %leh anak(anak dalam tes intelegensi. Tampak %leh Piaget bahwa terdapat p%la resp%n tertentu yang ada kaitannya dengan tingkatan usia tertentu pula. Studi selanjutnya meyakinkannya bahwa memang terdapat perbedaan kualitati# dalam cara ber#ikir anak pada masing(masing kel%mp%k usia. 3. Te/7/i<.e7/i In.ele1ensi Menurut sudut pandang mengenai #akt%r(#akt%r yang menjadi elemen intelegensi$ maka te%ri(te%ri intelegensi dapat dig%l%ngkan dalam tiga g%l%ngan. Peng%l%ngan pertama adalah te%ri(te%ri yang ber%rientasi pada #akt%r tunggal$ yang adalah te%ri(te%ri yang ber%rientasi pada dua #akt%r$ dan yang ketiga adalah te%ri yang ber%rientasi pada #akt%r ganda. Walaupun demikian$ uraian ringkas te%ri(te%ri intelegensi berikut tidak akan mengutamakan pengel%mp%kkan tersebut. Berikut beberapa te%ri(te%ri di bawah nama t%k%hnya masing(masing. 1. ,%uis ,e%n Thrurst%ne @ Thelma 1winn Thurst%ne (Primary Mental Ability) Menurut ,.,. Thurst%ne 4dalam Sai#udin A>war$ '++' ''5 intelegensi dapat digambarkan terdiri atas sejumlah kemampuan mental primer. )emarnpuan mental dapat dikel%mp%kan kedalam enam #akt%r dan inteligensi dapat diukur dengan melihat sampel perilaku sese%rang dalam keenam bidang termaksud. Suatu perilaku inteligen$ adalah hasil dari bekerjanya kemampuan mental tertentu yang menjadi dasar per#%mansi dalam tugas tertentu pula.

/akt%r <mum 4g5

Cerbal 4&5

Per#%mansi 4p5

)%sakata

Angka Pemahaman

Pandang "uang

Melengkapi 1ambar

,%r%ng Sesat

1ambar 1. M%del Te%ri Intelegensi Thurst%ne Thurst%ne menyusun Tes )emampuan Primer -hicag% dan menguraikan keenam #akt%r kemampuan sebagai berikut 11

C A S W "

(Verbal)$ yaitu pemahaman akan hubungan kata$ k%sa(kata$ dan penguasaan k%munikasi lisan. (Number)$ yaitu kecermatan dan kecepatan dalam penggunaan #ungsi( #ungsi hitung besar. (Spatial)$ yaitu kemampuan untuk mengenali berbagai hubungan dalam bentuk &isual. (Word fluency)$ yaitu kemampuan mengingat gambar(gambar$ pesan(pesan$ angka(angka$ kata(kata$ dan bentuk(bentuk p%la. (Reasoning)$ yaitu kemampuan untuk mengambil kesimpulan dari beberapa c%nt%h$ aturan$ atau prinsip. !apat juga diartikan sebagai kemampuan pemecahan masalah.

'. Al#red Binet Menurut Binet 4dalam Sai#udin A>war$ '++' 195 Intelegensi merupakan sisi tunggal dari karakteristik yang terus berkembang sejalan dengan pr%ses kematangan sese%rang. Binet menggambarkan intelegensi sebagai sesuatu yang #ungsi%nal sehingga memungkinkan %rang lain untuk mengamati dan menilai tingkat perkembangan indi&idu berdasar suatu kriteria tertentu. 3adi untuk melihat apakah sese%rang cukup intelegen atau tidak$ dapat diamati dari cara dan kemampuannya untuk melakukan suatu tinakan dan kemampuannya untuk mengubah arah tindakannya itu apabila perlu. Inilah yang dimaksudkan dengan k%mp%nen dua arah$ adaptasi$ dan kritik dalam de#inisi intelegensi. .. 0dward ,ee Th%md (Multiple actor !"eory) Te%ri Th%rndike yang biasa disebut dengan te%ri Multi#akt%r 4 multiple factor t"eory5 4dalam Sai#udi Anwar$ '++' 1:5 menyatakan bahwa terdiri atas berbagai kemampuan spesi#ik yang ditampakan dalam wujud perilaku intelegen. Bleh karena itu$ te%rinya dikateg%rikan kedalam te%ri intelegensi #act%r ganda. /%rmulasi a. b. te%ri Th%rndike didasari %leh bukti(bukti riset. la mengklasi#ikasikan intelegensi kedalam tiga bentuk kemampuan$ yaitu )emampuan abstraksi$ yakni suatu kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan gagasan dan simb%l(simb%l )emampuan mekanik$ yaitu suatu kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan alat(alat mekanis dan kemapuan untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan akti#itas indera(gerak 4sensory motor5$ dan 1'

c.

)emampuan s%sial$ yaitu suatu kemampuan untuk menghadapi %rang lain disekitar diri sendiri dengan cara(cara yang e#ekti#. )etiga bentuk kernampuan ini tidak terpisah secara eksklusi# dan juga tidak

selalu berk%relasi satu sama lain dalam diri sese%rang. Ada kel%mp%k %rang(%rang yang sangat cakap dalam kemampuan abstraksi$ seperti halnya para akademis$ akan tetapi belum tentu semuanya memiliki kecakapan dalam bidang mekanik. )adang( kadang ada juga %rang yang memiliki kecakapan tinggi dalam ketiga bentuk kemampuan tersebut. Intelegensi Abstraksi Mekanik S%sial

1ambar '. Tiga )%mp%nen Intelegensi Th%rndike percaya bahwa tingkat intelegensi tergantung pada banyaknya neural c%nnecti%n atau ikatan syara# antara rangkaian stimulus dan resp%n dikarenakan adanya penguatan (reinforcement) yang dialami sese%rang. Brang( %rang yang telah memiliki banyak ikatan pada bidang intelegensi mekanik akan meningkat keakapannya pada bidang tersebut. Begitu juga pada bidang abstraksi dan s%sial. 8. -harles 0. Spearman (!"e !wo#factor !"eory) Pandangan Spearman 41;'*5 mengenai intelegensi ditunjukan dalam te%rinya mengenai kemampuan mental yang p%pular dengan nama te%ri dua #akt%r (two factor t"eory). Awal penjelasannya mengenai te%ri ini berangka dari analisis k%relasi%nal yang dilakukannya terhadap sk%r seperangkat tes yang mempunyai tujuan dan #ungsi ukur yang berlainan. 2asil analisisnya memperlihatkan adanya k%relasi p%siti# diantara berbagai tes tersebut. Menurut Spearman$ interk%relasi p%siti# itu terjadi dikarenakan masing(masing tes tersebut memang mengukur suatu #akt%r umum yang sama$ yang dinamanya 5-:.7/<1. Aamun demikian k%relsi( k%relasi itu tidaklah sempurna disebabkan setiap tes$ disamping mengukur #akt%r 1.

umum yang sama$ mengukur pula k%mp%nen tertentu yang spesi#ik bagi tes masing(masing. /akt%r yang spesi#ik dan hanya diungkap %leh tes tertentu saja ini disebut 5-:.7/<s. 1 . g '

1ambar .. Ilustrasi M%del Te%ri Spearman 1ambar ' memberikan m%del ilustrasi te%ri Spearman mengenai kemampuan mental. !alam m%del dua tes akan berk%relasi tinggi satu sama lain$ hanya bila masing(masing mengandung #act%r(g dalam pr%p%rsi besar. Tes . dan tes 1 dalam gambar tersebut akan mempunyai k%relasi yang lebih tinggi daripada k%relasi tes . dan tes ' serta lebih tinggi daripada tes 1 dan tes '$ dikarenakan tes ' hanya mengandung sedikit #act%r(g. Semakin besar k%relasi suatu tes dengan g maka akan semakin besar pula k%relasinya dengan tes lain yang juga mengandung g. )%relasi antara dua tes dapat diprediksikan dari k%relasi masing(masing dengan #act%r(g. Bila k%relasi tes 1 dengan g sebesar r 1g D +$:+ sedangkan k%relasi tes . dengan g sebesar r.g ( D +$6+ maka prediksi terhadap k%relasi antara tes 1 dan tes ' adalah sebesar r1. D 4r1g5 4r.g5 D 4+$:+5 4+$6+5 D +$86. Aamun beberapa tes dapat saja berk%relasi melebihi k%relasi masing( masing dengan g apabila terdapat satu kemampuan khusus yang sama(sama diukur %leh tes(tes tersebut atau apabila terjadi kemiripan pada aitem dalam tes(tes tersebut. Interk%arelasi yang melibihi k%relasi tes dengan g ini %leh Spearman dikatakan sebagai petunjuk adanya #akt%r kel%mp%k. !e#inisi intelegensi mengandung dua k%mp%nen kualitati# yang penting$ yaitu education of relation dan education of correlates. $ducation of relation adalah kemampuan untuk menemukan suatu hubungan dasar yang berlaku diantara dua hal. Sedangkan education of correlates adalah kemampuan untuk menerapkan hubungan dasar yang telah ditemukan dalam pr%ses edukasi relasi sebelumnya ke dalam situasi baru.

18

/1

/'

/1

/'

$du%asi "ubungan (r) antara dua "al (f' dan f&)

$du%asi %orelasi (f&) dari "al (f') dan "ubungan (r)

1ambar 8.!iagram 0dukasi "elasi dan 0dukasi )%relasi 4Spearman$ 1;'* dalam Sai#udin Anwar$ '++'5 Spearman mengemukakan lima prinsip kuantitati# dalam k%gnisi$ yaitu a. 0nergi mental. Setiap #ikiran cenderung untuk menjaga t%tal %utput k%gniti# silmutannya dalam kuantitas yang tetap walau bagaimanapun &ariasi kualitati#nya. b. c. d. e. )ekuatan. Menyimpan 4reten(ity5. Tejadinya peristiwa k%gnti# menimbulkan kecenderungan untuk terulang kembali. )elelahan. Terjadinya peristiwa k%gniti# menimbulkan kecenderungan untuk melawan terulangnya peristiwa tersebut. )%ntr%l )%nati#. Intensitas k%gnisi dapat dikendalikan %leh k%nasi 4m%ti&asi5. P%tensi Pr%m%rdial. Setiap meni#estasi dari keempat prinsip kuantitati# terdahulu akan ditimbun diatas p%tensi awal indi&idu yang ber&ariasi. 9. 3ean Piaget Te%ri ini menekankan pada aspek perkembangan k%gniti#$ tidak merupakan te%ri yang mengenai struktur intelegensi semata(mata. Piaget tidak melihat intelegensi sebagai suatu yang dapat dide#inisikan secara kuantitati# sebagaimana umumnya dicerminkan %leh banyaknya jawabanyang benar pada suatu tes akan tetapi ia menyimpulkan dalam prinsip te%rinya bahwa daya #ikir atau kekuatan mental anak yang herbeda usia akan berbeda pula secara kualitati# 41insburg @ Bpper$ 1;:;? Sai#udin Anwar$ '++' .95. Bleh karena itu$ masalah utama dalam membahas intelegensi adalah masalah cara mengungkap berbagai met%de ber#ikir yang digunakan %leh anak( 19

anak dari berbagai tingkatan usia. Beberapa k%nsepnya mengenai intelegensi menyebutkan bahwa intelegensi merupakan c%nt%h khusus adaptasi. )%nsep yan lainnya menyebutkan bahwa intelegensi merupakan suatu bentuk keseimbangan yang dituju %leh semua struktur k%gniti#. Masih de#inisinya yang lain menyebutkan bahwa intelegensi adalah satu sistem %perasi kehidupan dan tindakan 4Sai#udin Anwar$ '++' .:5. 3adi pada dasarnya$ Piaget lebih melihat intelegensi pada aspek isi$ struktur$ dan #ungsinya. !alam menjelaskan intelegensi sesuai dengan aspek isi$ strktur dan #ungsi tersebut Piaget mengaitkannya pada peri%desasi perkembangan bi%l%gis anak. Peri%desasi ini dibagi atas peri%de perkembangan tahap sens%ry(m%t%r$ tahap pre%perati%n 4pra%perasi5$ dan tahap #%rmal %perati%n 4Bperasi #%rmal5. Peri%de( peri%de ini dimaksudkan sebagai peri%de perkembangan k%gniti# dan intelektual yang didalamnya mengndung k%nsepsi intelegensi masing(masing. a. Intelegensi Praktis (pratical intelligence) Peri%de ini dimulai pada usia + sampai ' tahun dan merupakan dasar dari semua intelegensi yang berkembang kemudian. !engan intelegensi praktis se%rang anak dapat belajar untuk berbuat sesuatu sekalipun ia belum memikirkan perbuatan itu. !alam hal ini intelegensinya tidak lebih daripada kemampuan untuk belajar berbuat semata(mata. la tahu bagaimana era mengerjakan sesuatu akan tetapi ia tidak dapat memahami apa sebenarnya yang dikerjakannya itu$ apalagi untuk mengerti akibat perbuatan tersebut b. Intelegensi Pra%perasi%nal (preoperational intelligence) Peri%de ini dimulai usia ' tahun sampai * tahun$ perkembangan k%gniti#nya memasuki tahap intelegensi pra%perasi%nal yang terdiri adanya cara ber#ikir intuiti#. -ara ber#iir ini memungkinkan anak memahami berbagai tugas dan situasi yang k%mpleks. Walaupun tahap ini merupakan kemajuan besar dari tahap pemikiran m%t%r(indera yang praktis akan tetapi masih terdapat berbagai keterbatasan didalamnya. )eterbatasan itu antara lain berupa ketidak mampuan anak untuk menggunakan l%gika sebagaimana telah dilakukan %leh anak yang lebih dewasa. -ara ber#ikir pada peri%de ini bersi#at eg%sentris$ yaitu berupa pandangan yang sempit dan mengaca pada diri sendiri serta tidak mampu melihat masalah dari sudut pandang %rang lain. !i samping bersi#at eg%sentris$ peri%de ini memiliki ciri yang kedua$ 1:

yaitu adanya cara ber#ikir k%pleksi#$ yaitu ber#ikir tidak dengan jalan menyatukan beberapa pemikiran ke dalam satu k%nsep gagasan ke gagasan yang baru. 1agasan lain masih ada kaitannya dengan gagasan semula akan tetapi tidak terpadu dengan baik satu sama lain. -iri yang ketiga$ terdapat kecenderungan yang kuat pada diri anak untuk menemptkan si#at(si#at manusia pada benda mati. -ara bertikir ini sering kali tampak sewaktu kita memperhatikan anak(anak berbicara dengan benda atau menganggap benda mempunyai si#at tertentu. -iri keempat$ yang lebih memeperlihatkan keterbatasan intelegensi pada tahap ini adalah ketidakmampuan anak untuk melakukan tugas(tugas yang menuntut pengarahan dan k%%rdinasi #ikiran. c. Intelegensi Bperasi%nal (operational intelligence) !imulai sekitar 9 tahun sampai * tahun$ anak memasuki tahap perkembangan dasar intelegensi %perasi%nal dengan mulainya anak memahami apa yang disebut sebagai %perasi nyata$ bentuk(bentuknya adalah k%n&ersi dan klasi#ikasi. )%n&ersi merupakan sistem pengertian bahwa suatu trans#%rmasi atau perubahan dapat terjadi secara b%lak(balik. Bperasi ini dapat dilakukan anakyang telah memasuki tahap intelegensi %perasi%nal. Sistem %perasi lain adalah klasi#lkasi. Melalui sistem klasi#ikasi dalam tahap intelegensi %perasi%nal anak mampu melihat bennacam(macam hubungan yang terjadi diantara berbagai benda sehingga ia dapat mengadakan pengg%l%ngan atau klasi#ikasi dengan bermacam cara. d. Intelegensi Bperasi%nal /%rmal (formal operational intelligence) Perkembangan intelegensi ini remaja. Anak menjadi mampu ber#ikir hip%tetik dan dapat menguji secara sistematik berbagai penjelasan mengenai kejadian(kejadian tertentu$ dikarenakan anak telah mulai dapat menemukan penyelesaian suatu masalah. !alam penyelesaian masalah anak mamapu menyisihkan berbagai penyebab kejadian yang tidak rele&an dan mengk%mbinasi berbagai kemungkinan di luar #akta(#akta yang nyata. )emampuan lain adalah kemempuan untuk ber#ikir secara abstrak. Anak mulai mamapu memahami prinsip(prinsip abstrak yang berlaku dan hal itu merupakan suatu kemampuan yang sangat penting dalam mempelajari berbagai in#%rmasi yang harus diterimanya dari lingkungan. 1*

9.

Philip 0wart Cern%n 4Te%ri 2irearkis5 Te%ri ini berusaha mengungkap skema %rganisasi #akt%r(#akt%r kecakapan intelektual dan memberikan gambaran secara hirearkis hubungan antara #akt%r( #akt%r intelek mulai dari yang bersi#at umum sampai ke yang spesi#ik. Te%ri ini memadukan adanya #akt%r umum 4#act%r EgF5 dan #akt%r spesi#ik 4#act%r EsF5$ juga #act%r EcF yaitu terletak diantara #act%r EgF dan #act%r EsF. <mum 4g5 Cerbal 0ducati%n 4&.ed5 In#%rmasi Mekanik Praktis 4k.m5 Psik%m%t%r Special

Cerbal

Angka

1ambar 9. M%del Brganisasi 2irearkis )emampuan(kemampuan 4Philip 0wart Cern%n dalam !ewa )etut Sukardi$ '++;5 D. ,-0.7/<5-0.7/ =-n1 2e29en1-/uhi In.ele1ensi Intelegensi memiliki beberapa #akt%r yang mempengaruhinya diantaranya adalah 1. /akt%r Pembawaan Penelitian membuktikan bahwa k%relasi nilai tes IG dari satu keluarga sekitar +$9+. Sedangkan di antara ' anak kembar$ k%relasi nilai tes IGnya sangat tinggi sekitar +$;+. Bukti lainnya adalah pada anak yang diad%psi. IG mereka berk%relasi sekitar +$8+ ( +$9+ dengan ayah dan ibu yang sebenarnya$ dan hanya +$1+ ( +$'+ dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah$ IG mereka tetap berk%relasi sangat tinggi$ walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal. '. )ematangan )ecerdasan tidak tetap atau statis$ tetapi dapat tumbuh dan berkembang. Tiap %rgan dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap 16

%rgan 4#isik maupun psikis5 dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan #ungsinya. .. /akt%r ,ingkungan Walaupun ada ciri(ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir$ ternyata lingkungan menimbulkan perubahan(perubahan yang berarti. Intelegensi tentunya tidak bisa terlepas dari %tak. Perkembangan %tak sangat gi>i yang dik%nsumsi. Selain gi>i$ rangsangan(rangsangan yang bersi#at k%gniti# em%si%nal dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting 8. Stabilitas Intelegensi dan IG Intelegensi bukanlah IG. Intelegensi merupakan suatu k%nsep umum tentang kemampuan indi&idu$ sedang IG hanyalah hasil dari suatu tes intelegensi itu n%tabene hanya mengukur sebagai kel%mp%k dari intelegensi5. Stabilitas in&elegensi tergantung perkembangan %rganik %tak. 9. Minat dan Pembawaan yang )has Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan d%r%ngan bagi perbuatan itu. !alam diri manusia terdapat d%r%ngan(d%r%ngan 4m%ti#(m%ti#5 yang mend%r%ng manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar. :. )ebebasan )ebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih met%de(met%de yang tertentu dalam memecahkan masalah(masalah. Manusia mempunyai kebebasan memilih met%de$ juga bebas dalam memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya. Sernua #akt%r tersebut di atas bersangkutan satu sama lain. <ntuk menentukan intelegensi atau tidaknya se%rang anak$ kita tidak dapat hanya berped%man kepada salah satu #akt%r tersebut$ karena intelegensi adalah #akt%r t%tal. )eseluruhan pribadi turut serta menentukan dalam perbuatan intelegensi sese%rang. E. L-.-/ +el-0-n1 Tes In.ele1ensi Pada awalnya telah dipraktekan %leh negara cina sejak sebelum dinasti 2an$ yang dilakukan %leh jenderal cina$ untuk menguji rakyat sipil yang ingin menja legislati# berdasarkan pengetahuan menulis klasik$ pers%alan administrati# dan manajerial 4!alam !ewa )etut Sukardi$ '++; 1.5. )emudian dilanjutkan sampai pada masa dinasti 2an 4'++ SM('++ M5$ namun seleksi ini tidak lagi untuk legislati# saja$ tetapi mulai merambah pada bidang militer$ perpajakan$ pertanian$ dan ge%gra#i. Meskipun diawali dengan sedikit menc%nt%h pada 1;

seleksi militer Perancis dan Inggris. Sistem ujian telah disusun dan berisi akti&itas yang berbeda$ seperti tinggal dalam sehari semalam dalam kabin untuk menulis artikel atau puisi$ hanya 1H sampai dengan * H yang diijinkan ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang berakhir dalam tiga hari tiga malam. Menurut 1reg%ry 41;;'5$ seleksi ini keras namun dapat memilih %rang yang mewakili karakter %rang -ina yang k%mpleks. Tugas(tugas militer yang berat cukup dapat dilakukan dengan baik %leh para pegawai yang diterima dalam seleksi #isik dan psik%l%gi yang intensi#. T%k%h(t%k%h yang berperan antara lain adalah Wundt. Beliau merupakan psik%l%g pertama yang menggunakan lab%rat%rium dengan penelitiannya mengukur kecepatan berpikir. Wundt mengembangkan sebuah alat untuk menilai perbedaan dalam kecepatan berpikir. Sedangkan -attel 416;+5 menemukan tes mental pertama kali. =ang mem#%kuskan pada tidak dapatnya membedakan antara energi mental dan energi jasmani. Meskipun Pada dasarnya tes mental temuan -attel ini hampir sama dengan temuan 1alt%n. T%k%h yang tak kalah pentingnya adalah Al#red Binet. Selain k%ntribusi nyata pribadi beliau dengan menciptakan tes intelegensi$ beliau juga bekerja sama dengan Sim%n 41;+85 untuk membuat instrumen pengukur intelegensi dengan skala pengukuran le&el umum pada s%al(s%al mengenai kehidupan sehari(hari. Perkembangan selanjutnya dua t%k%h ini mengembangkan penggunaan tes intelegensi dengan tiga puluh items ber#ungsi mengidenti#ikasikan kemampuan sek%lah anak. Tahun 1;1'$ Stres membagi mental age dengan cr%n%l%gical age sehingga muncul k%nsep IG. T%k%h selanjutnya yang cukup berperan adalah Spearman dan Persun$ dengan menemukan perhitungan k%relasi statistik. Perkembangan selanjutnya dibuatlah suatu standar internasi%nal yang dibuat di Amerika Serikat berjudul EStandards #%r Psych%l%gical and 0ducati%nal TestF yang digunakan sampai sekarang. )ini tes psik%l%gi semakin mudah$ praktis$ dan matematis dengan berbagai macam &ariasinya namun tanpa meninggalkan ped%man klasiknya. Psik%diagn%stik adalah sejarah utama dari tes psik%l%gi atau yang juga disebut psik%metri. 0. seguin$ 4161'(166+5 disebut sebagai Pi%nir dalam bidang tes intelegensi yang mengembangkan sebuah papan yang berbentuk sederhana$ untuk menegakkan diagn%sis keterbelakangan mental 4!alam !ewa )etut Sukardi$ '++; 1.5. )emudian usaha ini distandarisasikan %leh 2enry 2. 1%ddard$ 41;+:5. 0. seguin dapat dig%l%ngkan kepada salah se%rang yang mengkhususkan diri pada pendidikan anak keterbelakangan$ dan dia juga disebut sebagai Bapak dari Tes Per#%rmasi. '+

/rancis 1alstr%n$ 4166'5$ membuka pusat testing pertama di dunia. Salah satu dari pemikirannya menjadi dasar dikembangkannya pengukuran indi&idul. Bahwa pada kenyataanya indi&idu tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya$ tetapi memiliki perbedaan indi&idual. Al#red Binet dan Cict%r 2enri$ yang kemudian terknal dengan skala Binet(( Sim%n 4Binet(Sim%n Scale5. 0bbinghaus menciptakan -%mpleti%n Test 4suatu tes yang berupa kalimat yang masih terbuka bagian belakang$ dan harus dilanjutkan5. 2al ini merupakan suatu &alidasi dari pengukuran atau pemeriksaan psik%l%gis dan secara langsung dapat memberikan di#erensiasi antara yang b%d%h$ rata(rata dan cemerlang 4bright5. 3%seph 3asr%w$ 416:.(1;885$ adalah salah satu dari beberapa %rang yang pertama kali mengembankan da#tar n%rma(n%rma dalam pengukuran psik%l%gis. 1.-. /errari$ 416;:5$ mempublikasikan tes yang biasa dipakai untuk mendiagn%sis keterbelakangan mental. August Behr$ mengadakan penelitian interrelasi antara berbagai #ungsi psik%l%gis. 0.)raepelin$ se%rang psikiater yang meny%ngk%ng usaha ini$ empat macam tes yang dikembangkan$ diantaranya$ yaitu k%%rdinasi m%t%rik$ as%siasi kata(kata$ #ungsi persepsi$ dan ingatan. 0.)raepelin 416;95 sendiri mengembangkan tes intelegensi yang berkaitan dengan tes penalaran aritmatik dan kalkulasi sederhana. Skala Binet(Sim%n 41;+95$ baru terdiri dari tiga puluh s%al$ pada tahun 1;+6 diadakan re&isi$ dan kemudian diarahkan untuk anak(anak n%rmal$ dan tidak ber#ungsi primer apabila dipergunakan untuk membedakan yang terbelakang dari yang n%rmal. Binet(Sim%n Scale 41;115 digunakan untuk anak(anak yang berumur . tahun hingga dewasa. <ntuk tiap(tiap tingkat usia ada 9 s%al. !an seluruh tes ini terdiri dari 61 s%al. Setelah itu skala Binet(Sim%n dikembangkan lagi %leh %rang lain menjadi lebih luas. Tahun 1;1: melalui re&isi Terman atau Stan#%rd untuk pertama kalinya diperkenalkan penggunaan k%nsep IGs. Wilhelm Stern$ menyarankan penggunaan rasi% MA 4Mental Age5 dan -A 4-hr%n%l%gical Age5 sebagai indeks dari tara# intelegensi. !a&id Weshsler 41;.;5$ mempublikasikan tes intelegensi indi&idual yang pertama kali$ kemudian dikenal dengan nama W.B. test. 1+ tahun kemudian diterbitkannya WIS- 4Wechsler Intellegence Scale #%r -hildren5$ suatu skala untuk tes intelegensi anak. '1

!i samping itu$ berkembang pula tes yang dipakai untuk kel%mp%k 4gr%up5. 2al ini diawali dengan tes &erbal untuk seleksi tentara 4wajin militer5 yang disebut dengan nama Army Beta. Sekitar tahun 1;1*(1;16 tes ini dipakai hampir ' juta %rang. ,. Pen11un--n Tes In.ele1ensi Tes(tes inteligensi umum yang dirancang untuk digunakan anak(anak usia sek%lah atau %rang dewasa biasanya untuk mengukur kemampuan &erbal untuk kadar lebih rendah$ tes(tes ini mencakup kemampuan(kemampuan yang berhubungan dengan simb%l numerik dan simb%l(simb%l abstrak lainnya. )emampuan(kemampuan ini dianggap d%minan dalam pr%ses belajar di sek%lah. )ebanyak tes inteligensi dapar dipandang sebagai ukuran kemampuan belajar atau inteligensi akademik. IG adalah cerminan dari prestasi pendidikan sebelumnya dan alat prediksi kinerja pendidikan selanjutnya. )arena #ungsi(#ungsi yang diajarkan dalam sistem pendidikan merupakan hal yang penting yang mendasar dalam budaya yang m%dern dan maju secara tekn%l%gis$ sk%r pada tes intelegensi akademik juga merupakan alat prediksi kinerja yang e#ekti# dalam banyak bidang pekerjaan serta akti&itas(akti&itas lain dalam hidup sehari(hari. Ada banyak #ungsi psik%l%gis yang tidak pernah diukur %leh tes(tes intelegensi. -%nt%hnya kemampuan mekanik$ m%t%rik$ musik$ artistik$ dll. Cariabel(&ariabel m%ti&asi$ em%si$ dan sikap adalah penentu penting prestasi di semua bidang. G. Ke.e/;-.-s-n In.ele1ensi Sk%r tes IG sering dijadikan sebagai ukuran kecerdasan se%rang anak di Ind%nesia. Padahal sk%r tersebut tidak berdiri sendiri melainkan saling berhubungan dengan p%la asuh$ interaksi antara anak dengan %rang tua$ p%la belajar$ dan #akt%r lingkungan. Intelegensi menurut para ahli adalah kemampuan mental alam ber#ikir l%gis dengan melibatkan rasi%. Pengukuran mental tidaklah dapat dilakukan secermat pengukuran terhadap aspek #isik atau terhadap materi k%nkret. Seperti yang kita pahami$ intelegensi tidak dapat diamati secara langsung$ namun intelegensi dapat diketahui dengan sk%r(sk%r tertentu$ dan untuk memper%leh sk%r ini kemudian diadakan tes(tes yang berupa sample perilaku yang merupakan manis#etasi dari pr%ses mental. Tes Intelegensi adalah alat ukur kecerdasan yang hasilnya berupa sk%r. Tetapi sk%r tersebut hanya merupakan bagian kecil mengenai tingkat kecerdasan sese%rang dan merupakan gambaran ''

kecerdasan secara keseluruhan. Sk%r bukan satu(satunya hal mutlak untuk memutuskan tingkat kecerdasan sese%rang. 2%ward 1ardner$ psik%l%g pendidikan asal Amerika yang terkenal dengan te%ri multiple inttelligencenya menyatakan bahwa kecerdasan intelektual merupakan satu dari beberapa kecerdasan yang dimiliki sese%rang. )ecerdasan(kecerdasan itu antara lain bahasa$ matematis$ berpikir l%gis$ musik$ &isual$ dan gerak. Aamun alat ukur kecerdasan ganda tersebut masih dikembangkan %leh 1ardner. =ang patut dicemaskan saat ini adalah banyak lembaga pendidikan yang mewajibkan cal%n siswanya untuk mengikuti tes IG terlebih dahulu sebagai persyaratan mutlak penerimaan siswa baru. Bahkan ada beberapa sek%lah yang mensyaratkan tes IG minimal 1'+ skala Weschler. Bahkan ada beberapa anak yang disarankan untuk masuk ke Sek%lah ,uar Biasa karena sk%r mereka kurang dari 1'+ skala Weschler tanpa mempertimbangkan latar belakang anak terlebih dahulu. Setidaknya ada tiga #akt%r yang berhubungan dengan tes IG 1. '. .. "eliabilitas$ yaitu sejauh mana hasil tes tersebut dapat dipercaya. Caliditas$ yaitu sejauh mana alat ini mampu mengukur apa yang hendak diukur. Standarisasi$ yaitu apakah alat yang dipakai sesuai dengan n%rma masyarakat sekitar. Bleh karena itu penggunaan tes IG harus dilakukan dengan bijaksana. Tes IG jangan dijadikan sebagai t%lak ukur satu(satunya dalam menentukan p%tensi sese%rang. 2asil tes inteligensi yang tinggi sebenarnya tidak menjanjikan apa(apa selama tidak dit%pang %leh #akt%r(#akt%r lain yang k%ndusi#$ begitu juga sebaliknya. H. >enis<>enis Tes In.ele1ensi Berdasarkan penataannya ada beberapa jenis tes intelegensi 4!alam !ewa )etut Sukardi$ '++; '+5$ yaitu a. Tes Intelegensi Indi&idual$ beberapa diantaranya 1. '. .. 8. 9. b. 1. Stan#%rd(Binet Intelligence Scale Wechsler(Belle&ue Intelligence Scale 4WBIS5 Wechsler(Intelligence Scale #%r -hidren 4WIS-5 Wechsler Adult Intelligence Scale 4WAIS5 Wechsler Presh%%l and Primary Seal %l Intelligence 4WPPSI5 Pintner -unningham Primary Test '.

Tes Intelegensi )el%mp%k$ beberapa diantaranya$ yaitu

'. .. 8. c.

The -ali#%rnia Test %# Mental Maturity Btis(,enn%n Mental ability Test Standard Pr%gressi&e Matrices <ntuk tujuan pr%gram layanan bimbingan disek%lah yang akan dibahas

Tes Intelegensi dengan Tindakan Perbuatan selanjutnya adalah Tes Intelegensi )el%mp%k$ berupa 1. '. .. 8. The -ali#%rnia Test %# Mental Maturity 4-TMM5 The 2enm%n(Aels%n Test Mental Ability Btis(,enn%n Mental ability Test The -%l%ured Pr%gressi&e Matrices

I.

S.-n57/6<+ine. In.elli1en:e S:-le Skala )ecerdasan Stan#%rd(Binet adalah keturunan dari skala Binet(Sim%n yang dikembangkan pada tahun 1;+9 dan menjadi tes kecerdasan yang pertama. Skala )ecerdasan Stan#%rd(Binet dikembangkan pada 1;1: dan dire&isi pada tahun 1;.*$$ 1;:+ dan 1;6:. Administrasi Skala )ecerdasan Stan#%rd(Binet biasanya membutuhkan waktu antara 89 sampai ;+ menit$ namun dapat berlangsung selama dua jam$ .+ menit. Semakin tua anak dan subyek yang lebih diberikan$ semakin lama tes biasanya memerlukan waktu untuk menyelesaikan. Skala )ecerdasan Stan#%rd(Binet ini terdiri dari empat nilai wilayah k%gniti# yang bersama(sama menentukan sk%r k%mp%sit dan sk%r #akt%r. Ailai ini meliputi wilayah Penalaran Cerbal$ Penalaran Abstrak I Cisual$ Penalaran )uantitati#$ dan Mem%ri 3angka Pendek. )%mp%sit. As9e0 =-n1 6iun10-9: 1. Penalaran &erbal a. Perbendaharaan kata ((ocabulary)) Mengidenti#ikasi kata$ seperti JuangJ dan Jampl%pJ. b. Pemahaman (*ompre"ension) Menjawab pertanyaan$ seperti Jkemana %rang membeli makanan7J dan Jmengapa %rang menyisir rambutnya7J. c. )eganjilan (absurdities)) Mengenali bagian JlucuJ dari sebuah gambar$ seperti? anak perempuan mengendarai sepeda di atas danauJ atau Jpria b%tak menyisir rambutnyaJ. d. 2ubungan &erbal ((erbal relation)) Mengatakan bagaiman tiga kata pertama di '8

dalam urutan adalah mirip satu sama lain$ dan bagaimana mereka berbeda dari kata keempat? syal$ dasi$ selendang$ baju. '. Penalaran )uantitati# a. )uantitati# Melakukan hitungan aritmatika sederhana$ seperti memilih mata dadu dengan enam bintik$ karena jumlah bintik sama dengan k%mbinasi mata dadu dua bintik dan empat bintik. b. <rutan angka Mengisi dua angka selanjutnya dalam urutan$ seperi '+ 1: 1' 6K. c. Membentuk persamaan (e+uation building) Bentuklah suatu persamaan dari susunan berikut . 9 L D jawaban yang benar adalah 'L.D9 .. Penalaran AbstrakI&isual a. Analisi p%la Menc%nt%h bangun sederhana dengan bal%k. b. Menc%nt%h gambar Menc%nt%h gambar ge%metris yang ditunjukan %leh penguji$ seperti persegi yang di p%t%ng %leh dua diag%nal. 8. Mem%ri jangka pendek a. Mengingat bentuk Tunjukan gambar beberapa bentuk manic(manik yang berbeda yang disusun di sebuah kayu. Buatlah urutan yang sama dengan berdasarkan ingatan saja. b. Mengingat kalimat <langi kalimat yang di ucapkan %leh penguji$ seperti Jsekarang waktunya tidurJ dan Jken membuat gambar untuk hadiah ulang tahun ibunyaJ. c. Mengingat angka <langi urutan angka yang di ucapkan %leh penguji$ seperti? 9 M * M 6 M .$ maju atau mundur. d. Mengingat benda Tunjukkan gambar suatu benda$ seperi jam dan dajah$ satu persatu. )enali benda tersebut dalam urutan penampilannya yang tepat dan gambar yang juga mencakup benda lain? sebagai c%nt%hnya? bis$ badut$ gajah$ telur$ jam. !alam Wayan Aurkancana dkk$ 41;6: 1695. Tes Binet Sim%n inteligensi yang pertama telah dikemukakan pula bahwa tes Binet(Sim%n dibagi(bagi menurut tingkatan '9

umur. 3adi ada tes untuk anak umur . tahun$ ada tes untuk anak umur 8 tahun dan seterusnya. Item(item yang digunakan pada setiap tingkat umur antara lain adalah sebagai berikut a. b. <ntuk anak umur . tahun antara lain terdiri dari pengenalan bagian badan sendiri$ misalnya c%ba tunjukkan hidungmu N <ntuk anak umur 8 tahun antara lain terdiri dari pengenalan terhadap bendabenda sekitarnya$ misalnya apakah nama benda ini7 4sambil menunjukkan sebuah send%k makan5. c. <ntuk anak umur 9 tahun antara lain terdiri dari menirukn suatu bentuk tertentu$ misalnya c%ba kamu membual gambar seperti iniN 4sambil menunjukkan sebuah gambar segitiga5. d. e. #. g. <ntuk anak umur : tahun antara lain terdiri dari pengenalan terhadap waktu$ misalnya pada waktu matahari baru terbit disebut . . . <ntuk anak umur * tahun antara lain terdiri dari pengenaln kiri(kanan$ misalnya c%ba pegang telinga kirimuN <ntuk anak umur 6 tahun antara lain terdiri dari kemampuan membedakan dua benda$ misalnya apakah perbedaan antara lalat dengan kupu(kupu7 <ntuk anak umur ; tahun antara lain terdiri dari kemampuan untuk memahami situasi 4compre"ension5$ misalnya apa yang harus kamu lakukan kalau kamu ketinggalan kereta api7 h. <ntuk anak umur 1+ tahun antara lain terdiri dari kemampuan untuk mengkritik kemustahilan$ misalnya c%ba kamu perhatikan. Adakah yang janggal dalam gambar ini7 4sambil menunjukkngambar kapal laut yang benderanya berkibar ke depan5. i. j. <ntuk anak umur 11 tahun antara lain terdiri dari kemampuan untuk membuat anal%gi$ misalnya rumput hujau$ laut. <ntuk anak umur 1' tahun antara lain terdiri dari kemampuan untuk merakit pecahan(pecahan benda$ misalnya c%balah kamu rakit kepingan(kepingan ini supaya menjadi sebuah benda yang utuhN 4sambil memberikan kepingankepingan dari sebuah gambar muka5. !alam memberikan tes terhadap se%rang anak$ biasanya dimulai dari umur tes yang sesuai dengan umur anak bersangkutan. Apabila anak masih membuat kesalahan dalam tingkatan tersebut$ maka diberikan tes pada tingkat umur dibawahnya$ sampai anak itu betul untuk seluruh seri tes umur tertentu. Setelah itu selajnutnya pada seri(seri ':

tes dalam umur yang lebih tinggi$ sampai anak itu gagal menjawab semua pertanyaan dalam umur tes tertentu. Apabila anak dapat menjawab suatu seri tes dengan betul semua$ maka anak itu diberikan sk%r umur mental sesuai dengan umur tes yang dapat dijawab dengan betul. )emudian setiap satu pertanyaan yang dapat dijawab dengan betul pada seri diatasnya diberikan sk%r umur mental sebaya 1 tahun dibagi dengan jumlah pertanyaan dalam seri tersebut. Misalnya kita akan memberi tes kepada se%rang anak yang berukur 6 tahun 8 bulan. Maka anak tersebut mulai kitaberikan tes u#nur 6 tahun. Misalkan saja dari : buah pertanyaan dia hanya dapat menjawab 8 buah pertanyaan. Bleh karena dalam tes umur 6 tahun ini dia masih membuat kesalahan$ maka kita berikan tes umur * tahun. Misalnya dari : pertanyaan umur * tahun$ dapat dijawab betul semua. )arena dia betul menjawab semua pertanyaan maka anak tersebut diberi sk%r umur mental * tahun. Sekarang kita lanjutkan memberikan tes pada umur diatasnya. Tes umur 6 tahun telah kita berikan tadi. )arena diantara : pertanyaan dia hanya dapat menjawab 8 pertanyaan maka dia dapat tambahan umur mental 8I: tahun. Sekarang kita lanjutkan memberikan tes umur ; tahun. Misalkan dari : pertanyaan dia dapat menjawab . pertanyaan. Maka dia mendapatkan tambahan sk%r umur mental sebanyak .I: tahun. )ita lanjutkan lagi pada tes umur 1+ tahun. Misalkan dari : pertanyaan dia salah semua. 3adi dia tidak mendapatkan tambahan sk%r umur mental. )ita tidak perlu melanjutkan memberikan tes umur 11 tahun karena tes umur 1+ tahun saja anak tersebut sudah salah semua$ jelas bahwa dalam umur 11 tahun yang lebih sukar anak itu tidak akan bisa menjawab. !ari c%nt%h yang diuraikan diatas$ maka kita dapat menghitung umur mental anak sebagai berikut a. Betul semua peranyaan umur * tahun ............... * tahun. b. Betul 8 dari : pertanyaan umur 6 tahun ............ 8I: tahun. c. Betul . dari : pertanyaan umur ; tahun ............ .I: tahun. d. Salah semua pertanyaan umur 1+ tahun............ + tahun. T%tal 6 1I: tahun.

3adi umur mental anak tersebut ialah 6 1I: tahun. Berdasar umur mental atau mental age 4MA5 dan umur kr%n%l%gis atau cr%n%gical age 4-A5 anak tersebut maka kita dapat menghitung Intelegensi Gu%ti%n 4IG5 anak tersebut dengan rumus '*

<ntuk mengetahui status se%rang anak yang mempunyai IG tertentu maka perlu kita ketahui kriteria yang dipergunakan untuk mengklasi#ikasikan IG. Adapun klasi#ikasi tersebut adalah sebagai berikut a. b. c. d. e. #. g. 18+ ke atas 1.+ ke 1.; 1'+ ke 1'; 11+ ke 11; ;+ ke 1+; 6+ ke 6; !i bawah *+ 1enius Sangat superi%r Supri%r !i atas n%rmal A%rmal !i bawah n%rmal ,emah jiwa

!engan mempergunakan kriteria tersebut$ maka anak dalam c%nt%h diatas mempunyai IG D ;6 adalah termasuk anak n%rmal. 3i/i<:i/i .i-9 In.ele1ensi h-sil 9en1u0u/-n 1. 3-:-. Men.-l (Mentally Deficient/Feeble Minded) Mereka yang IG(nya dibawah *+ disebut cacat mental atau lemah pikiran (feeble minded), Mereka ini menderita amentia atau kurang pikiran. =ang termasuk dalam kateg%ri cacat mental atau lemah pikiran adalah tingkat(tingkat idi%t$ embisil$ dan m%r%n (debil), 3i/i<:i/i u2u2 6-/i 7/-n1 =-n1 :-:-. 2en.-l -6-l-h : a. Tidak dapat mengurus dan memenuhi kebutuhannya sendiri? b. )elambatan mental sejak lahir? c. )elambatan dalam kematangan? d. Pada dasarnya tidak dapat di%bati. !. I6i7. (I? <1'# Idi%t (idiocy) adalah suatu istilah yuridis dan paedag%gis$ yang diperuntukkan bagi mereka yang lemah pikiran tingkat paling rendah. Menurut para ahli$ kira(kira sekali pada dua ribu kelahiran$ terjadi idi%cy. Semua bentuk idi%cy perlu dilembagakan $ dirawat %leh para d%kter dan pekerja( pekerja s%sial$ sebab$ apabila dipelihara dirumah ia merupakan beban yang tidak ringan$ baik bagi %rang tuanya maupun bagi para angg%ta keluarga yang lain. '6

3i/i<:i/i i6i7. -n.-/- l-in: a. /isiknya lemah tidak tahan terhadap penyakit$ dan tidak mengenal bahaya? karena itu %rang(%rang seperti ini umurnya tidak panjang. b. Beberapa idi%t dapat belajar berjalan tetapi pada umumnya mereka tidak mampu dan harus tetap tinggal berbaring selama hidupnya. c. Tidak mengenal rasa senang dan sakit. d. Tidak bisa berbicara dan hanya mengenal beberapa kata saja. e. Ada yang garang dan bersi#at destrukti#$ baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap sekelilingnya. 3. Embicile (IQ 20-49) Seperi halnya idi%t$ merka yang embicile juga perlu ditempatkan dalam lembaga. Sebab$ di lembaga inilah mereka akan belajar berbicara$ makan sendiri$ dan berpakaian sendiri$ menyapu memelihara kebun serta keterampilan sederhana lainnya. Sebagian terbesar dari mereka ditempatkan di lembaga lewat pengadilan. Itulah sebabnya para psik%l%g berpendapat bahwa anak(anak semacam itu sebaiknya tidak ditempatkan di sek%lah(sek%lah$ tetapi di lembaga(lembaga$ sebelum p%tensi kejahatannya berkembang. 3i/i<:i/i e2;i:ile -n.-/- l-in: a. Tidak dapat di didik di sek%lah yang diperuntukkan bagi anak(anak n%rmal. b. Walaupun dapat mengurus dirinya sendiri mereka masih memerlukan pengawasan yang teliti dan memerlukan kesabaran. c. Pada waktu bayi$ mereka sangat tidak resp%nsi# dan apatis sekali. d. Mereka umumnya baru bisa berjalan pada usia tiga atau empat tahun$ dan pada umur lima tahun mereka berbicara. e. )ebiasaan makan dan keberhasilannya terbelakang tiga sampai empat tahun. #. Mereka dapat diajari mengenal bahaya$ seperti bahaya api$ bahaya tenggelan di air yang dalam dan sebagainya. (. Moron (IQ 50-69) M%r%n merupakan pr%blem terbesar masyarakat. Pada masa dewasa$ m%r%n dianggap memiliki kecerdasan yang sederajat dengan kecerdasan anak( anak yang berusia *(1+ tahun. Tingkat intelegensinya bergerak antara 9+(*+. 3i/i<:i/i M7/7n: a. !i sek%lah$ mereka jarang bisa mencapai lebih dari kelas lima. b. Sampai pada tingkat tertentu$ mereka dapat belajar membaca menulis$ dan ';

berhitung dalam perhitungan(perhitungan yang sederhana c. Mereka dpat mempelajari pekerjaan rutin dan bisa terus menerus melakukan pekerjaan itu selama tidak mengalami perubahan yang berarti. d. Angka pelanggaran hukum adalah tertinggi diantara gadis(gadis yang m%r%n para pencuri dan pelacur sering berasal dari g%l%ngan m%r%n ini. e. Mereka juga memiliki d%r%ngan$ keinginan dan em%si yang n%rmal $ tetapi tidak mempunyai kecerdasan untuk meng%ntr%l atau meramalkan akibat perbuatannya. ". odo! ( IQ "0-"9) Ini merupakan kel%mp%k tersendiri dari indi&idu terbelakang. )ecakapan pada umumnya hampir sama dengan kel%mp%k embicile$ namun kel%mp%k ini mempunyai kecakapan tertentu yang melabihi kecerdasannya? misalnya dalam bidang musik. Mereka yang termasuk kel%mp%k in#eri%r memiliki tingkat kecerdasan di bawah kel%mp%k n%rmal dan b%d%h serta di atas kel%mp%k terbelakang. )el%mp%k ini bisa memelihara dirinya sendiri dan dengan susah payah mereka dapat mengerjakan sejumlah kecil pekerjaan atau pelajaran sek%lah lanjutan pertama$ tetapi jarang atau sukar untuk menyelesaikan kelas terakhir S,TP. &. Inferior (IQ #0-#9) Pada umumnya kel%mp%k mini ini agak lambat dalam mencerna pelajaran di sek%lah. Meskipun demikian mereka dapat menyelesaikan pendidikannya pada tingkat S,TP$namun agak sulit untuk menyelesaikan pendidikan S,TA. ). $ormal/%ata-rata (IQ 90-&09) )el%mp%k ini merupakan kel%mp%k yang terbesar persentasenya diantara p%pulasi. Mereka mempunyai IG yang sedang$ n%rmal$ atau rata(rata. *. 'andai (IQ &&0-&&9) )el%mp%k ini pada umumnya mampu menyelesaikan pendidikan tingkat unu&ersitas atau perguruan tinggi. 3ika bersatu dengan kel%mp%k n%rmal$ mereka biasanya merupakan Jrepid learnerJ atau Jgi&etedJ$ yaitu pemimpin dalm kelasnya. '. ()*erior (IQ &20-&29) -iri(ciri kel%mp%k superi%r ini$ antara lain lebih cakap dalam membaca$ berhitung? pembendaharaan bahasanya luas$ cepat memahami pengertian yang .+

abstrak$ dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibanding dengan %rang( %rang yang termasuk kel%mp%k pandai. !emikian pula dengan kesehatannya dan ketahanannya lebih baik dari pada %rang(%rang n%rmal. 1 . S-n1-. su9e/i7/ (I? 13 <13'# )el%mp%k ini termasuk kel%mp%k superi%r yang berbeda pada tinggkat tertinggi dalam kel%mp%k tersebut. <mumnya$ tidak ada perbedaan yang menc%l%k dengan kel%mp%k superi%r. 11. +ifted (IQ &40-&"9) =ang termasuk dalm g%l%ngan ini adalah mereka yang tidak genius$ tetapi men%nj%l dan terkenal. Bakatnya sudak nampak sejak kecil dan prestasinya$ biasanya$ melebihi teman sekelasnya. 3ika dibandingkan dengan %rang n%rmal$adjustment(nya terhadap berbagai pr%blem hidup lebih baik. Sekitar 6+ persen diantara mereka dapat menyelesaikan study di perguruan tinggi dengan prestasi yang memuaskan. 3abatan yang di pegangnya pun banyak$ dan jarang sakit atau meninggal pada usia muda. 1!. +eni), (IQ &#0 -eata,) Tahun mulai belajar membaca$ dan pada umur 8 tahun belajar bahasa asing. )el%mp%k ini mempunyai kecerdasan yang sangat luar biasa. Walaupun tidak sek%lah$ mereka mampu menemukan dan memecahkan suatu masalah. 3umlahnya sangat sedikit$ namun terdapat pada pada semua ras bangsa dan bangsa$semua jenis kelamin$ serta dalam semua tingkatan ek%n%mi. -%nt%h %rang( %rang jenius$ antara lain 3h%n mill 4IG '++5$ /rancis 1alt%n 4IG '++5$ dan 1%ethe 4IG 1695. Para psik%l%g klinis umumnya berpendapat bahwa mereka akan mengalami pr%blem(pr%blem khusus dalam perkambangan s%sial dan em%sinya. >. The 37l7u/e6 P/71/essi@e Me./i:es (Tes M-./i0s P/71/esi5 %-/n-# !alam !ewa )etut Sukardi 4'++; ;*5 Tes Matriks Pr%gresi# warna meliputi 1. Pengantar Tes Matriks Pr%gresi# Warna dikembangkan %leh 3. -. "a&en$ !irect%r %# Psych%l%gical "esearch$ The -richt%n "%yal$ !um#ries. Tes ini dirancang untuk digunakan bgi anak(anak dan sejumlah %rangtua tertentu$ serta untuk keperluan( keperluan klinis. 2asil tes -PM memungkinkan untuk menjelaskan kesenjangan yang .1

teramati antara kapasitas sese%rang anak yang di tes untuk ber#ikir pr%dukti# dan kemampuan mereka untuk me(recall in#%rmasi. !ibidang klinis$ tes ini digunakan sebagai tes indi&idual ketika sese%rang dewasa tertentu tidak mampu mengerjakan tes Matriks Pr%gresi# Standar 4SPM5. Setiap set ada dua belas pers%alan dalam bentuk matriks berwama yang disusun untuk mengakses kemampuan anak dibawah usia 11 tahun. )eseluruhan tes terdiri atas tiga set$ yaitu set A$ Ab$ dan B. tiga puluh enam permasalahan berbentuk metrics dimaksudkan untk mengakses secepat mungkin perkembangan mental anak. Manual pelaksanaan Tes Matriks Pr%gresi# Warna meliputi 15 Petunjuk umum$ '5 Petunjuk pengadministrasian$ .5 sc%ring <ni&ersitas Aegeri Malang$ AB)IA$ !irjen !ikdasmen$ '+++5. <ntuk mendapatkan gambaran yang lebih memadai tentang ketiga hal tersebut akan diuraikan secara berturut(turut sebagai berikut. '. Petunjuk <mum )etika tester akan mengadministrasikan tes -PM$ ada sejumlah p%k%k pikiran yang harus diperhatikan %leh tester. 2al(hal dimaksud antara lain a. Tes ini dikembangkan untuk anak(anak usia antara 9 samapai dengan 11 tahun. !engan demikian$ n%rma yang tersedia terbatas pada usia(usia tersebut. b. Tes -PM lebih ban&ak digunakan untuk keperluan tes secara indi&idual. c. Apabila tes -PM akan dipergunakan secara kel%mp%k$ maka tester harus memperhatikan jumlah kel%mp%k dalam batas perhatian penuh tester. Arinya$ masing(masing testee mampu di%bser&asi %leh tester. Bleh karena itu$ setiap kel%mp%k biasanya terdiri atas 9 sampai 1+ testee. d. !alam pengadministrasian tes$ terutama untuk kel%mp%k anak(anak yang usianya relati# rendah$ harus dibantu %leh pembantu tester. .. Petunjuk Pengadministrasian Setiap set ada duabelas pers%alan dalam bentuk Matriks Berwarna yang disusun untuk mengakses kemampuan anak dibawah usia 11 tahun. !alam mengadministrasi tes ikutilah langkah(langkah sebagai berikut 15 Tester meliputi bahan(bahan yang dipergunakan dalam testing. '5 Tester mengatur tempat duduk anak. .5 Tester menjelaskan tata tertib selama mengikuti testing. -atatan hati(hati dalam menjelaskan tata tertib$ terutama ketika menghadapi anaka(nak yang relati# kecil 49$ :$ atau *5$ sebab bisa jadi penjelasan tata tertib membuat anak takut$ yang bisa mengganggu suasana rapp%rt tester dan testee. .'

85 Tester membagi lembar jawaban dan buku tes -PM. 95 Tester menjelaskan cara mengerj akan tes. )etika tes ini akan dipergunakan dengan anak(anak$ anak(anak harus benar( benar slap untuk bekerja memilih p%la(p%la atau gambar(gambar yang dikehendaki sesuai dengan pers%alan. <ntuk itu diperlukan bimbingan bagi anak(kanak untuk benar(benar siap dan senang mengerjakan tes. Pada awal kegiatan$ isikan identitas anak pada lembar jawaban. Selanjutnya )atakan -.amu (ana%#ana%) a%an menger/a%an tes yang terdiri dari gambargambar seperti te%a#te%i, 0eta%%an lembar /awabanmu di samping bu%u tes seperti ini1 (teter memperaga%an cara meleta%%an bu%u tes disamping %iri lembar /awaban), .ata%an ) -Se%arang saya a%a men/elas%an bagamana cara menger/a%an tes, 2u%a bu%u tes yang ada di"adapanmu, 2u%a "alaman pertama yang diatas ada tulisannya A', -0I3A! INI1 (tester menun/u% dengfan /ari telun/u%nya), -Ada bagian po/o% %anan bawa" yang dipotong sedi%it, Selan/utnya4 li"atla" gambar#gambar %ecil dibawa"nya yang merupa%an potongan dari gambar besar diatasnya, Nomor ' u%urannya coco%4 tapi bu%an gambar yang benar, Nomor 5 pasti sala", 3anya satu yang paling benar, Mana ya61 7i%a testee tida% bisa menyebut yang benar4 tester men/elas%an lebi" lan/ut mana yang paling benar diantara pili"an gambar 8 dan 9, -Ayo se%arang %ita bu%a "alaman beri%utnya4 li"at gambar persoalan A&, (li"at ini), 0i"atla" pili"an pili"an gambaranya memili%i bentu% yang sama4 tetapi "anya satu yang paling benar, :ambar mana yang paling benar61 7i%a ana% tida% bisa men/awab4 tester "arus men/elas%an satu per satu mulai dari gambar#gambar yang %osong4 sebagai bu%an pili"an /awaban yang benar, -7adi mana yang paling tepat diis%an61 3ika masalah A' sudah terpecahkan dengan baik$ tester mengajak testee untuk membuka pers%alan A.. ikuti pr%sedur yang ditempuh sebelumnya dipers%alan A'. EMana pilihan gambar yang paling tepat diisikan7F 3ika gagal memilih$ seperti pada pers%alan A'$ tester harus menjelaskan mulai dari gambar( gambar yang k%s%ng sebagai pilihan yang salah ESe%arang tinggal gambar ' dan ..

54 mana yang paling tepat diisi%an61 3ika sudah bisa mengisi pers%alaan A.$ lanjutkan ke pers%alan A8. katakan -0i"atla" bai%#bai% gambar itu1, Tertes menggerakan jari jarinya pada pilihan( pilihan gambar dipers%alan A8 tersebut. -3anya satu yang paling benar, 0i"at bai%#bai%4 yang mana4 ya61 3ika anak tidak menjawabmana yang benar$ tester menunjuk pada pilihan mulai dari pilihan 1$ seraya menyatakan -Apa%a" yang ini61 3ika anak menjawab EB<)AAF$ lanjutkan dengan menunjuk pada pilihan ' sambil mengatakan -;ang ii61 3ika anak menjawab benaar$ katakana EBagusNNNF -Selan/utnya coba %er/a%an sendiri4 bu%a "alaman beri%utnya4 %alau suda" lan/ut%an sampai gambar A'&1 4Waktu yang diberikan untuk mengerjakan * menit5. Pada Set Ab$ tester menuntun anak untuk mengerjakan sebagaimana dilakukan pada Set A. )atakan -Ayo %ita li"at gambar Abl4 mana ya pili"an yang paling tepat61 Bila jawaban anak sudah tepat lanjutkan c%nt%h(c%nt%h pers%alan Ab'$ Ab. dan Ab8. Bila sudah benar jawaban testee$ katakan EBagusNNNF Selan/utnya4 %er/a%an sendiri mulai se%arang4 semua persoalan mulai gambar Ab8 sampai dengan Ab'&1 4Waktu 1+ menit5. <ntuk mengerjakan Set B lakukan cara yang sama ketika mendem%strasikan untuk menjawab pers%alan di Set Ab. Perhatikan anak harus dibimbing untuk memperhatikan gambar dengan seksama pada pers%alan B1 sampai B8. Bila testee sudah tampak bisa$ mintalah anak untuk mengerjakan pers%alan BS sampai B1'. 4Waktu 1. menit5. -atatan umum Pada saat testee mengerjakan pers%alan(pers%alan mulai Set A sampai Set B tidak b%leh ada intruksi sedikitpun dari tester. Intruksi standar di atas dirasa sudah cukup$ memberikan petunjuk secara maksimum bagi testee untuk mengerjakan pers%alan(pers%alan pada setiap set. Tidak ada bantuan tambahan$ tidak ada k%mentar pada semua keputusan testee. Tester hams bersi#at Permisi#$ agar testee bekerja denga tenang. 8. Pensk%ran Sk%rs dihitung dari jawaban anak pada -PM. !alam hal ini$ setiap butir s%al dijawab %leh anak bisa EbenarF atau EsalahF. Atas dasar jawaban benar atau salah anak$ untuk memper%leh sk%rs mentah dari hasil ts digunakan kunci jawaban yang telah disediakan. 9. Trans#%nnasi dari sk%rs mentah ke percentile p%int Sk%rs yang diper%leh anak berdasarkan kereksi dengan mempergunakan .8

kunci jawaban tersebut$ selanjutnya ditrans#%rmasi menjadi nilai(nilai persentil. Atas dasar penelitian yang dilakukan terhadap :+6 anak berusia antara :$9 tahun sampai 11 tahun 4<ni&ersitas Aegeri Malang$ AB)IA$ !irjen !ikdasmen$ '++* +*5 diper%leh ukuran Percentile P%int seperti pada tebel berikut.

T-;el 1.1 T-;el K7n@e/si Usi- 6-n S07/s Men.-h 0e Pe/:en.ile P7in. 4!ewa )etut Sukardi$ '++; 1+15 P. P%int ;9 ;+ *9 9+ '9 1+ 9 <SIA )A,0A!0" 4-hr%n%l%gical Age in =ears D -A5 9O 1; 1* 19 18 1' ( ( : :O '1 '. '+ 1* 19 1. 1' ( '1 16 19 18 1' ( * *O '8 '9 '' 1; 1: 18 1. 1' '. '+ 1* 19 18 1' 6 6O ': '6 '8 '1 16 1: 18 1. ': '. '+ 1* 19 18 ; ;O .+ .' '6 ': '' 1; 1: 19 .1 '6 '8 '1 16 1: 1+ 1+ O .. .. .1 '6 '8 '' '+ 1* .1 '; ': '' '+ 1* 11 .9 .8 .1 '6 '8 '1 1*

)eterangan Makna per%lehan Percentile p%int testi diperbandingkan dengan klasi#ikasi inteligensi sebagaimana terbagi menjadi lima grade berikut 1rade I Anak yang memiliki kapasitas intelektual sangat baik (Superior) apabila memiliki sk%rs diatas percentile p%int ;9 dari kel%mp%k anak seusianya. 1rade II Anak yang memiliki kapasitas intelektual diatas rata(rata (abo(e a(arege) apabila memiliki percentile p%int lebih dari atau sama dengan ;+ dari kel%mp%k anak seusianya. 1rade III Anak yang memiliki kapasitas intelektual rata(rata (a(arege5 bagi mereka yang memiliki sk%rs antara percentile p%int '9 ( *9 dari kel%mp%k anak seusianya. 1rade III L Anak memiliki kapasitas intelektual rata(rata (a(arege) bagi mereka .9

yang memiliki percentile p%int lebih dari satu nama dengan 9+ dari kel%mp%k anak seusianya. 1rad III Anak memiliki kapasitas intelektual rata(rata (a(arege) bagi mereka yang memiliki percentile p%int kurang dari 9+ dari kel%mp%k anak seusianya. 1rade IC Anak yang memiliki kapasitas intelektual dibawah rata(rata (below a(arege)$ bagi mereka yang memiliki sk%rs antara percentile p%int 1+'9 dari kel%mp%k anak seusianya. 1rade IC( Anak kapasitas intelektual dibawah rata(rata (below a(arege)$ bagi mereka yang memiliki percentile p%int kurang dari 1+ darikel%mp%k anak seusianya. 1rade C Anak yang meiliki kapasitas de#ekti# scara intelektual (mental difecti(e)$ apabila mereka memiliki sk%rs percentile 9 kebawah dari kel%mp%k anak seusianya. :. Analisis hasil pengukuran kapasitas intelektual dengan tes matriks pr%gresi# warna 4t"e coloured progressi(e matrices < *PM), Misalnya diukur sepuluh %rang anak dengan menggunakan Tes Matriks Pr%gresi# Warna. !ari tes yang diberikan kepada sepuluh %rang anak tersebut diper%leh data(data sebagi berikut

T-;el 1.! T-;el H-sil Pen1u0u/-n Tes M-./i0s P/71/esi5 %-/n4!ewa )etut Sukardi$ '++; 1+'5 NO 1 ' . 8 9 : * 6 ; 1+ N-23emb%l "endeng Pesut Mah !eg 0lin% Teptep 1enjreng Ijum Mark%nah Siti -eleng Usi- (3A# :(. :(: 6(9 6 ( 11 6(' ;(: 1+ ( : *(: 1+ ( + 11 ( + S07/ Men.-h 1. 16 16 ': .8 '8 '' 1: '. ':

Berdasarkan data(data yang telah dimuat dalam table diatas 4usia 4-A5 dan sk%rs mentah yang diper%leh masing(masing anak5$ maka dapatlah dihitung percentile .:

p%int$ grade dan kapasitas intelektual masing(masing$ dengan cara mentrans#%rmasikan pada sk%rs mentah dan usia 4-A5 dengan percentile p%int sesuai dengan table 1.1. Misalnya 3emb%l berusia 4-A5 :(. 4enarn tahun tiga bulan5$ dalam tes matriks pr%gresi# warna$ ia memper%leh sk%rs mentah 1.. !engan usia 4-A5 :(.$ dan sk%rs 1. kemudian dic%c%kan pada <SIA )alender 4-A5 diper%leh percentile p%ints 4k%l%m sebelah kiri5D'9$ percentile p%ints '9$ termasuk grade IC$ sehingga tara# inteligensi 3emb%l bel%w a&arenge 4dibawah rata(rata5. <ntuk jelasnya menc%c%kkan dari usia 4-A5 dan sk%rs mentah ke percentile p%ints periksa tebel berikut Te;el 1.3 T-;el 3-/- Men17n@e/si0-n Usi- 6-n S07/s Men.-h 0e Pe/:en.ile P7in. 4!ewa )etut Sukardi$ '++; 1+.5 P. P7in. '" K K K '9 K Usi- K-len6e/ (3h/7n7l71i:-l A1e in Ye-/s A 3A# : :O K K K K K K K K K K K K K K K K K 1. K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K

9O K K K K K K

K K K K K K K

K K K K K K K

K K K K K K K

!emikian seterusnya untuk masing anak(anak yang lain. )emudian cara tersebut diper%leh hasil perhitungan seperti table 1.8 berikut.

T-;el 1.( K-9-si.-s In.ele0.u-l H-sil Tes M-./i0s P/71/es5 %-/n4!ewa )etut Sukardi$ '++; 1+95 NO 1 ' . 8 N-23emb%l "endeng Pesut Mah !eg UsiS07/ Pe/sen.il G/-6e (3A# Men.-h P7in. :(. :(: 6(9 6(11 1. 16 16 ': '9 *9 '9(9+ ;+ .* IC 11 III II K-9-si.-s In.ele0.u-l !i bawah rat(rata !i atas rata(rata "ata(rata !i atas rata(rata

9 : * 6 ;

0lin% Teptep 1enjreng Ijum Mark%nah

6(' ;(: 1+(: *(: 1+(+ 11(+

.8 '8 '' 1: '. ':

;9 9+ '9 '9(9+ '9(9+ 9(9+

I 111L IC III III III

Superi%r "ata(rata !i bawah rata(rata "ata(rata "ata(rata "ata(rata

1+ Siti -eleng

.6

+A+ III PENUTUP

A. Kesi29ul-n Intelegensi adalah #akt%r t%tal$ berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya seperti ingatan$ #antasi$ perasaan$ perhatian$ minat dan sebagainya juga berpengaruh terhadapa intelegensi sese%rang. Intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau k%ndisi baru serta perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian. -iri(ciri intelegensi yaitu merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan pr%ses berpikir secara rasi%nal$ tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang t%mbul daripadanya. /akt%r(#akt%r yang mempengaruhi intelegensi pengaruh #akt%r bawaan$ pengaruh #akt%r lingkungan$ stabilitas intelegensi dan IG$ pengaruh #akt%r kematangan$ pengaruh #akt%r pembentukan$ minat dan pembawaan yang khas$ kebebasan. Menurut Aunnally 41;6*5 bahwa Fpengukuran itu terdiri dari aturan(aturan untuk mengenakan bilangan kepada %bjek sedemikian rupa guna menunjukkan kuantitas atribut pada %byek ituF. Aturan itu harus secara eksplisit dirumuskan karena dalam banyak hal aturan itu tidak secara intuiti# dapat dimengerti. !alam bidang psik%l%gi aturan untuk mengukur atribut(atribut psik%l%gis b%leh dikata semua tidak dapat dimengerti secara intuiti#. Penerapan aturan(aturan seperti tersebut di atas secara langsung berkenaan dengan pembakuan. Pembakuan aturan ini perlu agar ilmuwan yang berbeda yang bekerja terpisah menghasilkan hal yang sama atau sekurang( kurangnya setara. Bleh karena kehidupan psik%l%gis dan ciri(ciri psik%l%gis tidak dapat di%bser&asi$ maka dengan asumsi bahwa ada hubungan sistematik antara ciri(ciri dan #ungsi psik%l%gis dengan ciri(ciri dan #ungsi #isi%l%gis %rang mempelajari kehidupan dan ciri(ciri psik%l%gis melalui pengkajian #ungsi dan ciri(ciri psik%l%gis. !emikian pula pengukuran psik%l%gis. Ailai tes memberikan perkiraan tingkat di mana se%rang anak ber#ungsi didasarkan pada k%mbinasi dari berbagai subyek atau tindakan keterampilan. Se%rang psik%l%g yang terlatih diperlukan untuk menge&aluasi dan menginterpretasikan hasil$ .;

menentukan kekuatan dan kelemahan$ dan membuat rek%mendasi secara keseluruhan berdasarkan temuan dan pengamatan perilaku diamati. +. S-/-n !alam belajar haruslah diperhatikan #akt%r yang mempebaruhi siswa dalam memper%leh dan mengingat pengetahuan. Bleh sebab itu$ guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam melakukan pembelajaran di kelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan %leh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam mem%ri siswa.

8+

DA,TA$ PUSTAKA

A>war$ Sai#uddin. '++'. Pengantar Inteligensi Psi%ologi. =%gyakarta Pustaka Pelajar 4Angg%ta I)API5 !eetje 3. S. '++6. 7urnal Ilmu Pendidi%an 7ilid '8 0ati"an .eterampilan Intele%tual dan .emampuan Pemeca"an Masala" Secara .reatif. <ni&ersitas Aegeri Manad% 3%hn W. Santr%ck. '++8. Psi%ologi Pendidi%an $disi .edua. 3akarta )encana Prenada Media 1r%up Aurkancana$ W. @ Sumartana$ P. 1;;:. 0&aluasi Pendidikan. Surabaya <saha Aasi%nal Sukardi$ !ewa ) dkk. '++;. Analisis !es Psi%ologis !eori dan Pra%ti% dalam Penyelenggaraan 0ayanan 2imbingan dan .onseling di Se%ola". 3akarta "ineka -ipta

81