Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

Tindakan yang di lakukan


MELAKUKAN TINDAKAN SUCTION
Dasar Pemikiran Secara Teori
Suatu tindakan untuk membersihkan jalan napas dengan memakai kateter penghisap
melalui nasotrakeal tube (NTT), orotraceal tube (OTT), traceostomi tube (TT) pada
saluran pernafasan bagian atas. Bertujuan untuk membebaskan jalan napas,
mengurangi restensi sputum, merangsang batuk, mencegah terjadinya infeksi paru.
Prosedur ini dikontraindikasikan pada klien yang mengalami kelainan yang dapat
menimbulkan spasme laring terutama sebagai akibat penghisapan melalui trakea
gangguan perdarahan, edema laring, varises esophagus, perdarahan gaster, infark
miokard ( Elly, 2013 ).
Prinsip-Prinsip Tindakan
Penerapan prosedur suction diharapkan sesuai dengan standar prosedur yang sudah di
tetapkan dengan menjaga kesterilan dan kebersihan agar pasien terhindar dari infeksi
tambahan karena prosedure tindakan suction.
Analisa Tindakan Keperawatan.
A. Tahap Preinteraksi
Pesiapan Pasien
- Mengidentifikasi pasien
- Memberitahu dan menjelaskan pada pasien tindakan yang akan di lakukan
Persiapan Alat
a). Set penghisap sekresi atau suction portan lengkap dan siap pakai
b). Kateter penghisap steril dengan ukuran 20 untuk dewasa
c). Pinset steril dn sarung tangan steril
d). Cuff infalator atau spuit 10cc
e). Ateri klem
f). Alas dada atau handuk.
g). Kom berisis cairan desinfektan untuk merendam pinset
h). Kom berisi desinfektan untuk membilas kateter
i). Cairan desinfektan dalam tempatanya untuk merendam kateter yang sudah
di pakai
j). Ambubag/air viva dan selag o2
k). Pelicin / Jely
l). Nacl 0,9 %
m). Spuit 5cc
3). Tahap Orientasi
- Berikan salam, panggil nama pasien dengan namanya
- Perkenalkan diri, jelaskan prosedur dan tujuan tindakan
- Berikan kesempatan untuk bertanya.

4). Tahap Kerja


Cuci tangan sebelum dan sesudah melaukan tindakan
Sebelum dilakukan penghisapan sekresi:
1). Memutar tombol oksigen menjadi 100%
2). Menggunakan air viva dengan memompa 4-5 kali dengan konsentrasi
oksigen 15 liter
3). Melepaskan hubungan ventilator dengan ETT
Menghidupkan mesin penghsap sekresi
Menyambungkan selang suction dengan katetr

steril

kemudian

perlahan-lahan dimasukan kedalam selang pernafasan melaui ETT.


Membuka lubang pada pangkal cateter penghisap pada saat katetr
masukan ke ETT
Menarik kateter penghisap kira-kira 2 cm pada saat ada rangsangan
batuk untuk mencegh trauma pada carina
Menutup Lubang melipat pangkal , kateter penghisap kemudia suction

kateter di tarik dengan gerakan memuta


Mengobservasi hemodinamik pasien
Mengobservasi hemodinamik pasien
Memberikan oksigen setelah satu kali penghisapan dengan cara baging
Bila melaukan suction lagi berikan kesempatan klien untuk bernafas 3-

7 kali
Masukan Nacl 0,9 % sebanyak 3-5 cc untuk mengencerkan sekresi
Melakukan baging
Mengempiskan cuuff penghisapan sekresi terahir saat katetr berada
dalam ETT, sehingga sekresi yang lengket di sekitar cuff dapat
terhisap.
Mengisi kebai cuff dengan udara menggunakan cuff infalator setelah
ventilator di pasang kembali.
Membilas katetr penghisap sampai bersih kemudian rendam dengan
cairan desinvektan dalam tempat yang sudah di sediakan.
5). Tahap terminasi
Efaluasi hasil kegiatan
Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
Pasien nyaman
Akhiri kegiatan dan bereskan alat
Cuci tangan
6). Dokumentasi
Tanggal jam dan nama terang
Respon pasien terhadap prosedur.
7). Bahaya Yang Mungkin Muncul
Hopoksia / Hipoksemia

Kerusakan mukosa bronkial atau trakeal


Cardiac arest
Arithmia
Atelektasis
Perdarahan dari paru
Peningkatan tekanan intra kranial
Hipotensi
Hipertensi
8). Hasil Yang Di Dapat dan Maknanya
Setelah dilakukan tindakan section di harapkan meningkatnya suara napas
Menurunya peak inspiratory pressure, menurunya ketegangan saluran napas
meningkatnya dinamik campliance paru, meningkatnya tidal vulume.
Adanyapeningkatan dari nilai arterial blood gas, atau saturasi oksigen yang
bisa di pantau dengan pulse oxymeter dan hilangnya sekresi pulmonal.
9). Kepustakaan Sumber.
Hidayat. 2012. Pengantar kebutuhan dasar manusia: aplikasi konsep dan proses
keperawatan. Jilid 2. Jakarta: Salemba medika
Yanita, Tetra, Dwi & Endri. (2008). Panduan Skills Lab Ketrampilan Dasar
Dalam Keperawatan: Yogyakarta
STASE KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN
TINDAKAN SUCTION DI INTENSIVE CARE UNIT ( ICU)
RSUD TUGUREJO SEMARANG

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktek


Stase Keperawatan Gawat Darurat

Disusun oleh:
Maria NSW Kause
3211054

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
JENDERAL ACHMAD YANI
YOGYAKARTA
2014
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN


TINDAKAN SUCTION DI INTENSIVE CARE UNIT
RSUD TUGUREJO SEMARANG
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktek S1 Keperawatan
Stase Keperawatan Gawat Darurat

Yang diajukan oleh:


Maria NSW Kause
NPM. 3211054

Telah disetujui
Pada
Hari
Tanggal
:

:
2014

Oleh:

Pembimbing Akademik
Pembimbing Klinik
LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN STROKE

(Octaviana Nur S.S. Kep,Ns)

Mahasiswa

( Maria NSW Kause )

DI BANGSAL FLAMBOYAN R