Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN OPERASI I

ACARA I
KONVERSI SATUAN

OLEH
KELOMPOK IX

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVRRSITAS MATARAM
2015

HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan Mata
Kuliah Satuan Operasi I pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016.

Mataram, 26 Desember 2015


Mengetahui,
Co. Asst Praktikum Satuan Operasi,

MEDI SOPIAN ASMANA


NIM. J1B012079

SAS PUTRA
NIM.J1B013100

Praktikan,

KELOMPOK IX

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, manusia tidak bisa

lepas dari yang namanya makan. Makanan tersebut akan diperoses dengan
berbagai olahan baik dalam segi rasa, bentuk maupun warna pada makanan
tersebut secara alami maupun dimodifikasi. Dalam ilmu pangan kita dituntut
untuk menghitung lamanya proses pengangkutan maupun pengolahan dari pasca
panen sampai dengan menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi yang siap
dipasarkan ke konsumen. Setiap proses pengolahan maupun pengangkutan
tersebut memiliki besaran dan satuan yang berbeda-beda yang akan diukur.
Satuan adalah pembanding suatu hasil pengukuran dengan pengukuran
yang lain. Satuan-satuan di setiap negara tidak selalu sesuai dengan sistem satuan
yang diakui secara internasional yang dinamakan Sistem Internasional atau biasa
disebut SI. Contohnya di Indonesia menggunakan satuan meter untuk panjang
suatu benda, sedangkan di Inggris yang digunakan adalah feet. Untuk mengubah
satuan-satuan tersebut menjadi satuan SI ataupun untuk mengubah kebalikannya,
dibutuhkan suatu cara yang dikenal dengan konversi satuan. Konversi satuan
berfungsi untuk menganalisis benar atau salahnya suatu persamaan. Selain itu
dengan adanya konversi satuan memudahkan kita mengukur objek yang lebih
besar yang mungkin bila kita menggunakan satuan A objek tersebut tidak dapat
terukur. Oleh karena itu, perlu diadakan praktikum mengenai konversi satuan agar
praktikan dapat lebih memahami cara melakukan konversi satuan dan mampu
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
1.2.

Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengubah satuan-satuan dan

fungsi persamaan dalam massa, panjang, gaya dan lain-lain serta untuk
menjumlahkan, mengurangi, membagi, dan mengalikan satuan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi Besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, memiliki nilai yang
dapat dinyatakan dengan angka, dan memiliki satuan tertentu. Besaran Pokok
adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika.
Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg),
Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah
Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari
pengukuran langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan
ditetapkan terlebih dahulu. Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari
besaran pokok. Besaran ini ada banyak macamnya sebagai contoh gaya (N)
diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu. Volume (meter kubik)
diturunkan dari besaran pokok panjang, dan lain-lain. Besaran turunan
mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak
langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok
(Setiabudidaya, 2008).
2.2. Dimensi Suatu Besaran
Dimensi adalah cara penulisan suatu besaran dengan menggunakan simbol
(lambang) besaran pokok. Hal ini berarti dimensi suatu besaran menunjukkan cara
besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok. Apa pun jenis satuan besaran
yang digunakan tidak memengaruhi dimensi besaran tersebut, misalnya satuan
panjang dapat dinyatakan dalam m, cm, km, atau ft, keempat satuan itu
mempunyai dimensi yang sama, yaitu L. Di dalam mekanika, besaran pokok
panjang, massa, dan waktu merupakan besaran yang berdiri bebas satu sama lain,
sehingga dapat berperan sebagai dimensi. Dimensi besaran panjang dinyatakan
dalam L, besaran massa dalam M, dan besaran waktu dalam T. Persamaan yang
dibentuk oleh besaran-besaran pokok tersebut haruslah konsisten secara
dimensional, yaitu kedua dimensi pada kedua ruas harus sama. Dimensi suatu

besaran yang dinyatakan dengan lambang huruf tertentu, biasanya diberi tanda [ ]
(Widyanto, 2010).

2.3. Konversi Satuan


Konversi satuan merupakan cara untuk mengubah satuan yang ada ke
satuan SI atau sebaliknya. Konversi satuan perlu dilakukan karena disetiap negara
biasanya memiliki sistem satuan sendiri-sendiri. Untuk mencari kesesuaiannya
diperlukan konversi satuaan. Pengubahan satuan sering kita hadapidalam
persoalan fisika. Pengubahan satuan pada dasar nya adalah mengubah nilai
besaran darib satuan yg satu ke satuan yang lain. Kadang kadang besaran yang di
berikan menggunakan sistem satuan yang berbeda dengan system satuan yang kita
inginkan. Sebelum melakukan perhitungan kita harus menyesuaikan sistem satuan
ke dalam sistem satuan yang kita kehendaki. Untuk memudahkan dalam
mengubah dari awalan yang satu ke awalan yang lain, kita menggunakan tangga
konversi satuan (Fried, 2005).

2.4. Sistem Satuan


Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari
suatu besaran. Adanya berbagai macam satuan untuk besaran yang sama akan
menimbulkan kesulitan. Kalian harus melakukan penyesuaian-penyesuaian
tertentu untuk memecahkan persoalan yang ada. Dengan adanya kesulitan
tersebut, para ahli sepakat untuk menggunakan satu sistem satuan, yaitu
menggunakan satuan standar Sistem Internasional, disebut Systeme Internationale
dUnites (SI). Satuan Internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya
secara internasional serta memiliki standar yang sudah baku. Satuan ini dibuat
untuk menghindari kesalahpahaman yang timbul dalam bidang ilmiah karena
adanya perbedaan satuan yang digunakan. Pada awalnya, Sistem Internasional
disebut sebagai Metre Kilogram Second (MKS). Selanjutnya pada Konferensi
Berat dan Pengukuran Tahun 1948, tiga satuan yaitu newton (N), joule (J), dan
watt (W) ditambahkan ke dalam SI. Akan tetapi, pada tahun 1960, tujuh Satuan

Internasional dari besaran pokok telah ditetapkan yaitu meter, kilogram, sekon,
ampere, kelvin, mol, dan candela.
Sistem MKS menggantikan sistem metrik, yaitu suatu sistem satuan
desimal yang mengacu pada meter, gram yang didefinisikan sebagai massa satu
sentimeter kubik air, dan detik. Sistem itu juga disebut sistem Centimeter Gram
Second (CGS). Satuan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satuan tidak baku dan
satuan baku. Standar satuan tidak baku tidak sama di setiap tempat, misalnya
jengkal dan hasta. Sementara itu, standar satuan baku telah ditetapkan sama di
setiap tempat (Soedojo, 2008).

2.5. Notasi Ilmiah


Penulisan massa elektron (0,00000000000000000000000000000091 kg)
dan jarak bumi-bulan (380.000.000 m) memerlukan tempat penulisan yang
panjang. Penulisan seperti itu tidak praktis. Oleh karena itu digunakan notasi
ilmiah yang lebih praktis. Penulisan angka dalam notasi ilmiah berbentuk a x 10n,
dengan 1< a < 10 dan n adalah bilangan bulat. Jadi, dalam bentuk notasi ilmiah,
massa elektron adalah 9,1 x 10-31 kg, sedangkan jarak bumi-bulan adalah 3,8 x 10 7
m. Ada nama-nama khusus untuk beberapa bilangan 10 berpangkat yang menjadi
faktor pengali dalam penulisan besaran. Nama khusus dilekatkan sebagai awalan
penyebutan satuan, antara lain yaitu piko (p =10-12), nano (n = 10-9), mikro ( =
10-6), mili (m = 10-3), senti (c = 10-2), desi (d = 10-1), deka (da = 101), hekto (h =
102), kilo (k = 103), mega (M = 106), giga (G = 109) dan tera (T = 1012) (Sudiana,
2005).

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan hari Jumat 11 Desember 2015 di laboratorium
teknik konservasi lingkungan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri
Universitas Mataram.
3.2. Alat dan Bahan Praktikum
3.2.1. Alat-alat praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah LCD dan
kalkulator
3.2.1. Bahan-bahan praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah buku
dan polpen.
3.3. Prosedur Kerja
Adapun langkah-langkah dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Di jelaskan tentang konsevasi satuan oleh CO.Ass
2. Diberikan soal soal konversi satuan oleh para Co.Ass untuk setiap
kelompok praktikan.
3. Dikejakan soal-soal tersebut dengan mengetahui satuan-satuan yang telah
dijelaskan oleh Co.Ass sebelumnya.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
4.1 Hasil Pengamatan
1. Sebuah karung berisi kentang yang akan dibuat tepung dengan massa 250
kwintal. Berapa ton massa beras tersebut ?
2. Mobil pengangkut bahan pangan melaju dengan kecepatan 20 mil/jam.
Berapa kecepatan truk dalam satuan km/menit ?
3. Sebuah bejana diisi dengan air sebanyak 10 ml. Berapakah volume air
tersebut jika diubah dalam satuan L ?
4. Seorang peneliti melakukan sebuah penelitian menggunakan larutan
NaOH 15 mol. Berapa mmol larutan tersebut ?
5. Waktu yang ditembuh seorang pengendara motor yang mengendarai
sepeda motornya dari Lombok Timur sampai Lombok Barat adalah 6 jam.
Berapa menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Lombok Barat ?
6. Seorang petani mempunyai sawah seluas 2 ha. Berapakah luas tanah petani
tersebut jika dirubah ke dalam km2 ?
7. Massa jenis air yang digunakan untuk campuran bahan pangan adalah
1gr/cm3 . Berapa kg/m3 massa jenis air ?
8. Suhu udara yang digunakan pada saat inkubasi sebesar 37

C . Berapa

R suhu yang dibutuhkan untuk inkubasi ?


9. Produk minuman x akan didistribusikan dari kota A ke kota B dengan
kecepatan 60 km/jam. Berapa kecepatan mobil tersebut dalam m/s ?
10. Konversikan 39 ampere ke dalam bentuk biot .
11. Konversikan 13 lb/ft3 ke dalam bentuk kg/m3.
12. Konversikan 15 Pa ke dalam bentuk atm.
13. Konversikan 15 cal ke dalam J.
14. Konveyor sabuk bergerak sejauh 3 ft dalam 15 s. Hitunglah kecepatan
gerak konveyor dalam satuan m/s.
15. Konversikan percepatan 5 m/s2 menjadi ft/s2.
4.2 Hasil Perhitungan
1. Diketahui

: m = 250 kwintal

Ditanyakan

: m pada satuan ton . . . ?

Jawab

1 ton = 10 kwintal
1 ton
250 kwintal = 250 x 10 kwintal
250
10

= 25 ton
2. Diketahui

: v = 20 mil/jam

Ditanyakan

: v pada satuan km/menit . . . ?

Jawab

1 mil = 1,609 km
1 jam = 60 menit
1,609 km
20 mil/jam = 20 x 60 menit
= 0,54 km/menit
3. Diketahui

: V = 10 ml

Ditanyakan

: V pada satuan L . . . ?

Jawab

1 L = 1.000 ml
1L
10 ml = 10 x 1000 ml
= 0,01 L
= 1x10-2 L
4. Diketahui

: n = 15 mol

Ditanyakan

: n pada satuan mmol . . . ?

Jawab

1 mol = 1.000 mmol


15 mol = 15 x 1.000
= 15.000 mmol
= 1,5x104 mmol
5. Diketahui

: t = 6 jam

Ditanyakan

: t pada satuan menit . . . ?

Jawab

1 jam = 60 menit
6 jam = 6 x 60
= 120 menit
= 1,2x102 menit
6. Diketahui

: luas = 2 ha

Ditanyakan

: luas pada satuan km2 . . . ?

Jawab

1 ha = 1x10-3 km2
2 ha = 2 x 1x10-3
= 2x10-3 km2
7. Diketahui

: = 1 gr/cm3

Ditanyakan

: pada satuan kg/m3 . . . ?

Jawab

1 gram = 0,001 kg
1 cm3 = 1x10-6 m3
1 gr/cm3 = 1 x

0,001
0,000001

= 1.000 kg/m3
8. Diketahui

: suhu = 37 C

Ditanyakan

: suhu pada satuan R . . . ?

Jawab

C-0 R-0
=
100-0 80-0
37 R
=
100 80
37 x 80 = 100 R
37 x 80
R = 100
2.960
= 100
= 29,6 R
9. Diketahui

: v = 60 km/jam

Ditanyakan

: v pada satuan m/s . . . ?

Jawab

1 km = 1000 m
1 jam = 3.600 jam
1.000
60 km/jam = 60 x 3.600
= 16,67 m/s
10. Diketahui

: 39 amper

Ditanyakan

: amper pada satuan biot . . . ?

Jawab

1 amper = 0,1 biot


39 amper = 39 x 0,1
= 3,9 biot
11. Diketahui
Ditanyakan

: 13 lb/ft3
: lb/ft3 pada satuan kg/m3 . . . ?

Jawab

1 lb = 0,454 kg
1 ft3 = 0,028 m3
0,454
13 lb/ft3 = 13 x 0, 028
= 210,8 kg/m3
12. Diketahui

: 15 Pa

Ditanyakan

: Pa pada satuan atm . . . ?

Jawab

1 Pa = 9,9x10-6
15 Pa = 15 x 9,9x10-6
= 1,5x10-4 atm
13. Diketahui

: 15 cal

Ditanyakan

: cal pada satuan J . . . ?

Jawab

1 cal = 4,2 J
15 cal = 15 x 4,2
= 63 J
14. Diketahui

: x = 3 ft
t = 15 s

Ditanyakan

: v pada satuan m/s . . . ?

Jawab

1 fit = 0,305 m
3 ft = 3 x 0,305
= 0,915 m
v=

jarak
waktu

0,915
= 15
= 0,061 m/s
: 5 m/s2

15. Diketahui
Ditanyakan

: m/s2 pada satuan ft/s2 . . . ?

Jawab

1 m = 3,28 ft
5 m/s2 = 5 x 3,28
= 16,4 ft/s2.

BAB V
PEMBAHASAN
Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, manusia tidak
bisa lepas dari yang namanya makan. Makanan tersebut akan diperoses dengan
berbagai olahan baik dalam segi rasa, bentuk maupun warna pada makanan
tersebut secara alami maupun dimodifikasi. Dalam ilmu pangan kita dituntut
untuk menghitung lamanya proses pengangkutan maupun pengolahan dari pasca
panen sampai dengan menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi yang siap
dipasarkan ke konsumen. Setiap proses pengolahan maupun pengangkutan
tersebut memiliki besaran dan satuan yang berbeda-beda yang akan diukur.
Satuan

merupakan

pembanding

suatu

hasil

pengukuran

dengan

pengukuran yang lain. Satuan-satuan di setiap negara tidak selalu sesuai dengan
sistem satuan yang diakui secara internasional yang dinamakan Sistem
Internasional atau biasa disebut SI. Contohnya di Indonesia menggunakan satuan
meter untuk panjang suatu benda, sedangkan di Inggris yang digunakan adalah
feet. Untuk mengubah satuan-satuan tersebut menjadi satuan SI ataupun untuk
mengubah kebalikannya, dibutuhkan suatu cara yang dikenal dengan konversi

satuan. Konversi satuan berfungsi untuk menganalisis benar atau salahnya suatu
persamaan. Selain itu dengan adanya konversi satuan memudahkan kita mengukur
objek yang lebih besar yang mungkin bila kita menggunakan satuan A objek
tersebut tidak dapat terukur.
Menurut (Tandra, 2011), konversi satuan merupakan cara untuk mengubah
satuan yang ada ke satuan SI atau sebaliknya. Konversi satuan perlu dilakukan
karena disetiap negara biasanya memiliki sistem satuan sendiri-sendiri. Untuk
mencari kesesuaiannya diperlukan konversi satuan. Pengubahan satuan pada
dasarnya adalah mengubah nilai besaran dari satuan yang satu ke satuan yang lain.
Kadang kadang besaran yang di berikan menggunakan sistem satuan yang
berbeda dengan sistem satuan yang kita inginkan. Sebelum melakukan
perhitungan kita harus menyesuaikan sistem satuan ke dalam sistem satuan yang
kita kehendaki. Untuk memudahkan dalam mengubah dari awalan yang satu ke
awalan yang lain, kita menggunakan tangga konversi satuan. Penggunaan satuan
yang beraneka ragam dapat menimbulkan beberapa kesulitan. Kesulitan pertama
yaitu, kesulitan dalam menentukan faktor konversi apabila ingin beralih dari suatu
satuan ke satuan lain. Kesulitan kedua adalah memerlukan banyak alat ukur yang
sesuai dengan satuan yang digunakan.
Sebelum ditemukannya satuan dahulu orang biasa menggunakan jengkal,
hasta, depa, langkah sebagai alat ukur panjang. Ternyata hasil pengukuran yang
dilakukan menghasilkan data yang berbeda beda yang berakibat menyulitkan
dalam pengukuran, karena jengkal setiap orang berbeda beda. Oleh karena itulah,
maka menurut Purwanto (2009), pada tahun 1790, pemerintah Perancis memberi
arahan kepada akademi ilmu pengetahuan Perancis untuk mengganti semua sistem
pengukuran dengan sistem satuan internasional. Sebagai dasar pertama, para
ilmuwan Perancis memutuskan bahwa sistem pengukuran yang universal
didasarkan pada ukuran-ukuran permanen yang diberikan oleh alam, bukannya
bergantung pada standar yang dibuat oleh manusia. Sebagai dasar kedua, mereka
memutuskan bahwa semua satuan lainnya akan diturunkan dari satuan panjang,
massa dan waktu. Sebagai dasar ketiga, mereka mengusulkan penggunaan sistem
desimal dalam pengalian dan pengalian tambahan satuan-satuan dasar. Usulan

para akademisi Perancis ini kemudian dikabulkan dan diperkenalkan sebagai


sistem satuan metrik pada tahun 1795. Pada tahun 1875, dibuat suatu kesepakatan
oleh 17 negara untuk mengakui sistem ini sebagai sistem yang resmi, yang
dikenal dengan metre convention.
Pada tahun 1960, diadakan Konferensi Umum Berat dan Ukuran ke-11
(Eleventh General Conference of Weigths and Measures). Pada konferensi ini
diakui sebuah sistem satuan standar yang dapat digunakan secara internasional
yang dikenal dengan Sistem Internasional atau yang biasa disebut SI. Sistem
Internasional adalah sistem satuan atau besaran yang paling umum digunakan.
Pada awalnya sistem ini merupakan sistem MKS, yaitu panjang (meter), massa
(kilogram), dan waktu (detik/sekon). Sistem SI ini secara resmi digunakan
disemua negara di dunia kecuali Amerika Serikat (yang menggunakan Sistem
Imperial), Liberia dan Myanmar.
Dalam sistem SI terdapat 7 satuan dasar/pokok SI dan 2 satuan tanpa
dimensi. Selain itu, dalam sistem SI terdapat standar awalan awalan (prefix)
yang dapat digunakan untuk penggandaan atau menurunkan satuan
satuan lainnya. Pada konferensi ini juga ditetapkan enam besaran pokok dan
satuannya, yaitu panjang (meter), massa (kilogram), waktu (detik), arus listrik
(Ampere), temperatur (Kelvin) dan intensitas cahaya (kandela). Besaran adalah
segala sesuatu yang bisa diukur dan dinyatakan besarnya dengan angka.
Sedangkan satuan adalah suatu pembanding yang tetap dalam mengukur suatu
besaran.
Pada tahun 1971, diadakan Konferensi Umum Berat dan Ukuran ke-14
(Fourteenth General Conference of Weigths and Measures). Pada konferensi ini
ditambahkan lagi satu besaran pokok, yaitu jumlah zat (mol). Oleh karena itu,
sekarang ada tujuh besaran pokok yang menjadi standar satuan internasional yang
dikenal yaitu panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, intensitas cahaya, dan
jumlah zat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa besaran pokok adalah besaran yang
telah ditetapkan terlebih dahulu satuannya.
Menurut (Martoharsono, 2006) Selain besaran pokok terdapat juga besaran
turunan yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Karena besaran

turunan merupakan kombinasi dari besaran pokok, maka satuan besaran turunan
juga merupakan kombinasi satuan besaran pokok. Aturan untuk menentukan
besaran turunan adalah pertama, jika satuan besaran turunan merupakan perkalian
besaran pokok, satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan
besaran pokok. Kedua jika suatu besaran turunan itu juga merupakan pembagian
besaran pokok, maka satuan besaran turunan itu juga merupakan pembagian
besaran satuan besaran pokok . Contoh besaran turunan antara lain kecepatan,
luas, volume, massa jenis, gaya, usaha dan energi. Kecepatan diperoleh dengan
cara membagi jarak (besaran panjang) dengan besaran waktu sehingga satuannya
merupakan satuan panjang dibagi satuan waktu, yaitu m/s. Terdapat pula besaran
scalar dan besaran vector. Besaran skalar adalah besaran yang memiliki besar
(nilai), tetapi tidak memiliki arah. Contoh besaran skalar adalah waktu, volume,
massa jenis dan suhu. Besaran vektor adalah besaran yang memiliki besar dan
arah. Contoh besaran vektor adalah gaya, kecepatan dan percepatan.
Dimensi suatu besaran adalah cara besaran itu tersusun oleh besaranbesaran pokok. Analisis dimensional dapat kita gunakan untuk mengetahui
besaran-besaran turunan

yang memiliki besaran yang sama, serta untuk

menganalisis besaran atau titik suatu persamaan atau rumus (Purba, 2006).
Dimensi mempunyai beberapa kegunaan antara lain untuk menentukan kesetaraan
dua buah besaran. Kesetaraan dua besaran dapat dilihat dari dimensi masingmasing, jika dimensinya sama maka dinyatakan kedua besaran itu setara. Untuk
menentukan ketepatan suatu persamaan. Benar tidaknya sebuah persamaan dapat
dilihat secara cepat dengan melihat dimensinya. Jika dimensi dikedua ruas sama
maka persamaan tersebut benar. Untuk menentukan satuan besaran turunan dalam
besaran dasar. Untuk mengonversi satuan dari sistem cgs ke MKS atau
sebaliknya.
Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan pada praktikum ini
praktikan diminta untuk mengerjakan soal sebanyak 15 soal. Soal-soal tersebut
tentu saja berhubungan dengan konversi satuan. Seperti soal pertama praktikan
diminta mencari berat sebuah karung yang berisi kentang dalam satuan kwintal
dan diminta untuk dirubah kedalam satuan ton,soal kedua praktikan diminta untuk

mencari kecepatan sebuah truk (km/menit). Kecepatan adalah besaran turunan


dari besaran pokok. Kecepatan diperoleh dengan cara membagi jarak (besaran
panjang) dengan besaran waktu sehingga satuannya merupakan satuan panjang
dibagi satuan waktu, yaitu m/s. Ada juga soal yang berhubungan dengan dimensi
dari sebuah percepatan dimana praktikan diminta untuk membuktikan dimensi
dari percepatan tersebut.
Pengaplikasian konversi satuan sangat dibutuhkan dalam kehidupan
sehari-hari karena setiap negara memiliki satuan yang berbeda-beda. Dengan
adanya konversi satuan dihasilkan sebuah sistem yaitu Sistem Internasional (SI)
yang dapat menyatukan keberagaman nilai dari satuan dan besaran setiap negara.
Perlu diingat bahwa dalam perhitungan konversi satuan ini alat dan bahan yang
disiapkan tidak begitu beragam hanya butuh kalkulator , polpen , dan buku .
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat ditarik

beberapa kesimpulan sebagai berikut :


Sebelum adanya satuan yang jelas dahulu orang mengukur menggunakan
jengkal, depa dan lain-lain, sehingga hasil pengukuran yang diperoleh kurang
teliti.
1. Besaran adalah adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan
dengan angka.Besaran terdiri dari besaran pokok, besaran turunan, besaran
vector dan besaran scalar.
2. Satuan adalah suatu pembanding yang tetap dalam mengukur suatu besaran.
3. Manfaat mengetahui dan memahami konversi satuan adalah membuat mudah
menentukan satuan yang satu dengan satuan yang lain.
4. Dimensi suatu besaran merupakan cara besaran itu tersusun oleh besaran
pokok.
5. Aplikasi konversi satuan dalam kehidupan sehari-hari yaitu banyak
digunakan dalam kegiatan pengukuran, misalnya mengukur panjang tali atau
jarak suatu benda ke benda lain.

6.2.

Saran
Pada praktikum selanjutnya diharapkan dapat menggunakan alat pengukur

agar lebih mudah dalam memahami mengkonversikan satuan dan juga sebelum
memulai praktikum ini praktikan harus lebih terdahulu belajar dan memahami
konversi satuan supaya pada saat praktiknya segala proses praktik berjalan dengan
lancar.

DAFTAR PUSTAKA
Fried.H.George.Ph.D. 2005. Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta
Martoharsono, Soemanto. 2006. Biokimia I. Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.
Purba, Michael. 2006. Kimia Dasar II. Erlangga. Jakarta.
Purwanto, B. 2009. Fisika Dasar 1. Liberty. Yogyakarta.
Setiabudidaya, Dedi. 2008. Modul Praktikum Fisika Dasar I. Laboratorium Dasar
Bersama. Unsri Indralaya.
Soedojo, Peter. 2008. Fisika Dasar. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Sudiana, P. 2005. Dasar-Dasar Fisika. Binaputra Aksara. Jakarta.
Tandra. 2011. Laporan Praktikum Konversi Satuan. http://rianrtandra.
wordpress.com/2011/10/20/laporan-praktikum-satuan-operasi-i-konversisatuan.html. (Diakses pada hari sabtu, 10 Desember 2015).
Widyanto, Aan. 2010. Dimensi Besaran. http://aan.widyanto.com/2010 /07/
dimensi-besaran.html. (Diakses pada hari sabtu tanggal 10 Desember 2015).