Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

BARR BODY DAN DRUM STICK


dibuat untuk memenuhi tugas praktikum Genetika

Oleh:
Nanda Nabilah Ubay
153112620120100

Program Studi Biologi Medik


Fakultas Biologi
Universitas Nasional
2016/2017

A. Judul Praktikum
Barr Body dan Drumstick
B. Tujuan Praktikum
Mengetahui letak barr body dan drumstick.
C. Landasan Teori
Kromosom pada manusia berjumlah 46, yang dikelompokkan menjadi 44 kromosom
tubuh dan 2 kromosom seks. Pada perempuan, pasangan kromosom seksnya adalah XX,
sedangkan pada laki-laki adalah XY. Penentuan jenis kelamin seseorang dapat ditentukan
dengan pemeriksaan kromatin X. Seorang ahli genetic dari Universitas Wertren Ontario,
Murray Barr dan Bertman pada tahun 1940 telah membuat suatu eksperimen akan adanya
pengaruh kerja struktur dari sel kucing. Ia menemukan bahwa walaupun sel saraf dapat
dilihat saat sel melakukan pengulangan stimulasi, beberapa diantaranya memiliki small
body didalam nucleus dengan noda padat dengan zat warna yang memiliki afinitas untuk
DNA.
Selama diperiksa, ia menemukan badan kromatin ini hanya ada pada sel-sel saraf
kucing betina yang sedang tidak membelah, tetapi tidak ditemukan pada kucing jantan.
Kemudian diketahui bahwa tidak adanya badan tersebut pada jantan adalah sejak masa awal
pertumbuhan embrio. Selanjutnya penemuan ini menunjukkan bahwa badan tersebut tidak
hanya terdapat pada sel saraf, namun ada pada banyak tipe sel dari kucing betina, yang
kemudian diketahui sebagai kromatin seks atau badan Barr.
Barr body dan drum stick termasuk dalam jenis sex chromatin. Sex chromatin
merupakan sebuh kromosom-X yang inaktif. Inaktivasi kromosom X terjadi pada awal
embriogenesis. Kromosom-X yang teraktivasi tersebut dapat berasal dari ayah maupun ibu.
Inaktivasi kromosom-X bersifat tetap atau stabil, yaitu kromosom-X inaktif diwariskan dari
parental tetap dalam bentuk inaktif (Klug & Cummings 1994: 171). X yang inaktif pada
perempuan terkondensasi dan berbentuk seperti pemukul genderang (Drum Stick) pada
membrane inti neutrofil dan struktur gelap pada membrane inti sel somatis.
Badan barr dapat diamati pada sel epitel yang banyak ditemukan dari lapisan mukosa
mulut, vagina, atau uretra. Neutrofil granulosit dari wanita memperlihatkan adanya drumstick
seperti alat pemukul genderang.
Lyon seorang ilmuan di bidang genetika membuat sebuah hipotesis tentang sex
chromatin maka untuk menghormatinya hipotesis tersebut disebut hipotesis Lyon. Hipotesis
Lyon menyatakan bahwa jumlah sex chromatin = jumlah total kromosom X 1. Jadi apabila

sex chromatin-nya berjumlah 1 maka individu tersebut adalah wanita normal, bila jumlah sex
chromatin-nya tidak ada maka individu tersebut pria karena pria hanya memiliki satu
kromosom-X.
D. Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Objek glass
Spuit
Sendok
Mikroskop
Pipet tetes
Giemsa

7. Alkohol
8. Metanol
9. Air
10. Preparat apus darah wanita
11. Preparat mukosa pipi wanita

E. Cara Kerja
a. Pemeriksaan Barr Body
1. Sediakan satu objek glass yang telah dibersihkan.
2. Dengan menggunakan sendok, ambillah sel mukosa pipi dengan cara
mengerok sisi dalam pipi.
3. Buatlah sediaan apus setipis mungkin dari hasil kerokan tersebut di atas objek
4.
5.
6.
7.

glass, kemudian tunggu hingga mengering.


Setelah kering, basahi dengan metanol dan selama 5 menit.
Bilas dengan air kran dan warnai dengan giemsa selama 15 menit.
Bilas dengan air, dan amati di bawah mikroskop perbesaran 10x100
Catat hasil pengamatan.

b. Pemeriksaan Drumstick
1. Sediakan satu objek glass yang telah dibersihkan
2. Tetesi dengan sampel darah yang telah disiapkan, lalu buat apusan.
3. Biarkan kering di udara lalu basahi dengan methanol selama 10 menit
4. Bilas dengan air kran dan warnai dengan Giemsa selama 40 menit
5. Bilas dengan air kran, keringkan, dan periksa di bawah mikroskop perbesaran
10x100
6. Untuk dapat mengamati drumstick, terlebih dahulu carilah neutrofil yang
memiliki 3 lobus inti.
7. Amatilah bagian selaput inti sel neutrofil dan temukanlah tonjolan seperti
drumstick.
8. Catat hasil pengamatan.
F. Hasil Pengamatan

nukleus

Barr body

eritrosit
Lobus inti
neutrofil

drumstick

G. Pembahasan
Pada dasarnya perempuan mempunyai dua kromosom X. Namun, satu
kromosom X dalam setiap sel pada perempuan menjadi hampir seluruhnya
terinaktivasi saat perkembangan embrio. Akibatnya, sel-sel pada perempuan dan
laki-laki memiliki dosis efektif yang sama (satu salinan) dari gen-gen ini.
Inti sel mukosa pipi perempuan mengandung badan kromatin, letaknya
dekat dengan dinding inti sel, berbentuk bulat dan berwarna gelap. Juga sel
leukosit pada sediaan apus darah tepi wanita menunjukkan adanya badan
kromatin pada membrane inti selnya, yang memiliki bentuk yang khusus seperti
genderang, atau yang biasa disebut dengan drumstick. Barr body terbentuk
karena inaktivasi kromosom X sedangkan drumstick dimungkinkan akibat
pemadatan dari kromosom X yang sedang tidak bekerja. Kedua hal tersebut
tidak terdapat pada laki-laki, dan kemudian menunjukkan hasil yang positif
terhadap penentuan sex pada perempuan.
H. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan, disimpulkan bahwa penentuan dan identifikasi
jenis kelamin yang sederhana khususnya pada manusia, dapat dilakukan dengan

pemeriksaan barr body dan drumstick. Pada jenis kelamin wanita ditemukan barr
body berupa struktur gelap pada tepi nucleus sel somatik dan drumstick berupa
tonjolan berbentuk drumstick pada membrane nucleus neutrofil. Munculnya barr
body dan drumstick disebabkan oleh adanya inaktivasi kromosom X.
Kromosom X inaktif yang mengalami kondensasi menjadi objek padat
yang ditemukan dalam bentuk Barr Body pada epitel tubuh dan Drumstick pada
neutrofil hanya ditemukan pada wanita. Kromosom X inaktif tidak ditemukan
pada pria, karena pria tidak memiliki kromosom X inaktif.

Daftar Pustaka
1. W.A. Newman Dorland. Kamus Kedokteran Dorland.-Ed 31-. Jakarta: EGC;
2010.
2. Campbell, Neil A dkk. 1999. Biologi. Jakarta : Erlangga.
3. Nuraini, Tuti. 2009. Praktikum Biologi dan IDK I. staff.ui.ac.id. Diakses pada
tanggal 20/10/16
4. Suryo. 2001. Genetika Strata 1 . Penerbit Gajah Mada University Press.