Anda di halaman 1dari 14

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI

ALTERNATIF BANDARA BARU

Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

BAB 2
Gambaran Umum
2.1 Letak Geografis
Kabupaten Ketapang merupakan kabupaten terluas di Kalimantan Barat,
meskipun kabupaten tersebut telah mengalami pemekaran dengan
terbentuknya Kabupaten Kayong Utara. Luas wilayah kabupaten tersebut
setelah pemekaran berkurang dari sekitar 35.809 km2 (24,4% dari luas
wilayah Kalimantan Barat) menjadi 31.588,1 km2 (21,5%).

Secara administratif, Kabupaten Ketapang terdiri dari 20 kecamatan.


Kecamatan Kendawangan merupakan kecamatan yang terluas dan
memiliki banyak pulau di perairan Selat Karimata. Dari 45 pulau yang ada
di Kabupaten Ketapang, 36 diantaranya berada di Kecamatan
Kendawangan. Pulau Bawal (4.900 Ha) dan Pulau Gelam (2.700 Ha)
merupakan dua pulau terbesar yang letaknya di Kecamatan
Kendawangan, sedangkan pulau-pulau lainnya berukuran kurang dari 200
Ha. Bila dibandingkan dengan keadaan pada tahun 2005 (saat disusunnya
RTRW Kabupaten Ketapang tahun 2010 dengan periode dua puluh tahun
(20112031) yang akan direvisi), berarti dengan terbentuknya Kabupaten
Kayong Utara, jumlah kecamatan di Kabupaten Ketapang telah berkurang
dari 25 kecamatan menjadi 20 kecamatan.

Wilayah perencanaan meliputi seluruh wilayah Kabupaten Ketapang


dengan luas wilayah 31.588,1 km2. Secara geografis wilayah Kabupaten
Ketapang berada diantara koordinat 0 0 19 26,51 Lintang Selatan 3 0 4

16,59 Lintang Selatan, dan antara 1090 47 36,55 BT

Laporan Akhir | 2 - 1
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU

Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat


1110 21 37,36 Bujur Timur. Adapun batas wilayah administrasi
Kabupaten Ketapang adalah sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Kabupaten Pontianak, Kabupaten
Sanggau, Kabupaten
Sekadau, Kabupaten Sintang
- Sebelah Selatan : Laut Jawa
- Sebelah Timur : Kabupaten Sintang, Propinsi Kalimantan
Tengah
- Sebelah Barat : Kabupaten Kayong Utara, Selat Karimata

Tabel 2.1
Luas Wilayah Kabupaten Ketapang Menurut Kecamatan

Luas Wilayah Persentase


Kecamatan
(Km2) (%)

Kendawangan 5 859 18,55


Manis Mata 2 912 9,22
Marau 1 160 1
3,67
Singkup 227 1
0,72
Air Upas 793 1
2,51
Jelai Hulu 1 358 4,3
Tumbang Titi 1 198 1
3,79
Pemahan 326 1
1,03
Sungai Melayu Rayak 122 1
0,39
Matan Hilir Selatan 1 8131 5,74
Benua Kayong 349 1
1,1
Matan Hilir Utara 720 1
2,28
Delta Pawan 74 1
0,23
Muara Pawan 6111 1,93
Nanga Tayap 1 728 5,47
Sandai 1 779 1
5,63
Hulu Sungai 4 685 1
14,83
Sungai Laur 1 651 5,23
Simpang Hulu 3 175 1
10,05
Simpang Dua 1 048 1
3,32
Ketapang 31 588 100
Sumber : Kabupaten Ketapang Dalam Angka Tahun 2014
Keterangan : Angka Sementara

Tabel 2.2
Laporan Akhir | 2 - 2
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
Pulau di Kabupaten Ketapang Menurut Kecamatan
Kabupaten Ketapang,
Berpeng
Kalimantan
Tak
Barat
Jumla
Kecamatan
huni Berpenghu h
Kendawangan 4 28 32
Matan Hilir 1 4 5
Utara
Matan Hilir - 4 4
Selatan
Ketapang 5 36 41
Sumber : Kabupaten Ketapang Dalam Angka Tahun 2014

2.2 Kondisi Fisik Wilayah


Sebagian besar wilayah Kabupaten Ketapang berupa lahan datar yaitu
lahan berkemiringan 0-2%. Luas lahan datar tersebut mencapai 16.119,87
km atau 51% dari luas wilayah Kabupaten Ketapang. Wilayah-wilayah
dengan kemiringan lahan yang kecil ini menyebar memanjang dari utara
ke selatan wilayah pesisir pantai Kabupaten Ketapang pada ketinggian 0-
25 meter. Semakin ke arah timur sampai Pegunungan Schwaner (wilayah
pedalaman), kemiringan lahannya bertambah besar hingga melebihi 40%.
Lahan berkemiringan melebihi 40% seluas 6.504,1 km (20,6% dari luas
wilayah kabupaten). Adapun luas lahan yang kemiringannya antara 2-14%
dan 15-40% masing-masing sebesar 6.839,9 km dan 2.124,1 km.
Kecamatan yang memiliki lahan datar relatif luas adalah Kendawangan
dan Manis Mata. Sekitar 60,7 % daerah datar di wilayah Kabupaten
Ketapang berada di kedua kecamatan tersebut.

Pada Tabel 2.3 terlihat bahwa berdasarkan komposisi kemiringan


lahannya, lereng yang dominan adalah dalam interval 0-14%. Untuk lahan
berkemiringan 15-40%, daerah tersebut terkonsentrasi di Kecamatan
Simpang Hulu dan Simpang Dua (58%). Adapun lahan berkemiringan lebih
dari 40%, daerah tersebut terkonsentrasi di Kecamatan Sandai dan Hulu
Sungai (68%).
Tabel 2.3
Luas Wilayah Kabupaten Ketapang Menurut Kelas Lereng (Ha)
Kelas Lereng Jumlah
Kecamatan 2- 15-
<2% >40%
14% 40%
574
Kendawangan 4016 4752 3 125 585 910
017
269 13
Manis Mata 8 125 368 291 220
602 125
Marau1 84334 99826 26212 7608 217980

Singkup ... ... ... ... ...

Laporan Akhir | 2 - 3
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
Air Upas ... ... ... ... ...
Kabupaten Ketapang,
43
Kalimantan Barat
Jelai Hulu 15 000 - 77 100 135 850
750
TumbangTiti 2 29375 91875 11875 31455 164580
Pemahan ... ... ... ... ...
Sungai Melayu Rayak ... ... ... ... ...
206
Matan Hilir Selatan3 9873 ... ... 216 210
337
Benua Kayong ... ... ... ... ...
120
Matan Hilir Utara4 6 250 9575 3 850 140 500
825
Delta Pawan ... ... ... ... ...
Muara Pawan ... ... ... ... ...
Nanga Tayap 24816 94347 8750 44897 172810
11312
Sandai5 75625 15625 442045 646420
5
Hulu Sungai ... ... ... ... ...
10702
Sungai Laur 15625 4062 38361 165070
2
196 100 123
Simpang Hulu6 1 603 422 260
431 783 443
Simpang Dua ... ... ... ... ...
16119 6839 2124 6504 315881
Ketapang
87 92 19 12 0
Sumber : Kabupaten Ketapang Dalam Angka Tahun 2015
Keterangan : 1 Data masih termasuk wilayah Kec. Singkup dan Air Upas
2
Data masih termasuk wilayah Kec. Pemahan dan S. M. Rayak
3
Data masih termasuk wilayah Kec. Benua Kayong
4
Data masih termasuk wilayah Kec. Delta Pawan danM.Pawan
5
Data masih termasuk wilayah Kec. Hulu Sungai
6
Data masih termasuk wilayah Kec. Simpang Dua

Pada tahun 2010, suhu rata-rata yang tercatat pada Stasiun Meteorologi
Rahadi Osman Ketapang berkisar pada 27,5oC. Suhu terendah tercatat
pada bulan September (26,7oC) dan suhu tertinggi terjadi pada bulan April
dan Mei (28,3oC). Sedangkan dari data curah hujan di Kabupaten
Ketapang berkisar antara 130,1 mm dan 397,7 mm dengan jumlah hari
hujan berkisar antara 15 hingga 25 hari. Curah hujan bulanan yang relatif
rendah rata-ratanya adalah pada bulan Januari dan April, sedangkan yang
relatif tinggi adalah bulan September, Oktober dan November.

Tabel 2.4
Laporan Akhir | 2 - 4
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
Rata-rata Curah dan Hari Hujan Di Stasiun Meteorologi
Kabupaten Ketapang,
Ketapang TahunKalimantan
2014 Barat
Curah Hari
Bulan Hujan Hujan
(mm) (hari)
Januari 389,0 10,0
Pebruari 232,0 10,0
Maret 156,9 19,0
April 220,3 15,0
Mei 103,7 12,0
Juni 277,2 8,0
Juli 129,0 7,0
Agustus 3,8 3,0
September 72,3 11,0
Oktober 383,9 11,0
November 617,0 11,0
Desember 348,6 24,0
Rata-rata 245,6 11,8
Sumber2011
: Kabupaten Ketapang Dalam Angka Tahun 2014

Di dalam UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air disebutkan bahwa


pengelolaan air permukaan didasarkan pada wilayah sungai. Yang
dimaksud dengan wilayah sungai (WS) adalah kesatuan wilayah
pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai
dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan
2.000 km (semua pulau yang berada di wilayah Kabupaten Ketapang,
luasnya kurang dari 2.000 km). Dalam hal ini, daerah aliran sungai (DAS)
adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan
sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung,
menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau
atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah
topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih
terpengaruh aktivitas daratan.

Di wilayah Kabupaten Ketapang terdapat sebanyak 12 danau yang


terletak di empat kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
1. Di Kecamatan Manis Mata terdapat enam danau yang
seluruhnya berada di DAS Jelai yaitu Danau Suak Burung, Danau Suak
Pauh, Danau Asam, Danau Kelimpatahan, Danau Tarahan, dan Danau
Paku.

Laporan Akhir | 2 - 5
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
2. Di Kecamatan Kendawangan yaitu Danau Gelinggang dan
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
Danau Belidak (keduanya berada di DAS Jelai); serta
3. Di Kecamatan Matan Hilir Selatan yaitu Danau Berlabuh
Gending, Danau Paiwakan, dan Danau Okong (ketiganya berada di DAS
Pawan).

2.3 Penggunaan Lahan


Pola penggunaan lahan mengindikasikan potensi sumber daya alam dan
potensi perkembangan kegiatan budidaya di suatu wilayah kabupaten.
Karenanya, hal ini perlu dikaji potensi pengembangannya untuk masa
mendatang dan implikasinya terhadap perkembangan kabupaten
tersebut.

Batasan dalam pengembangan pola ruang kawasan budidaya non


kehutanan di wilayah Kabupaten Ketapang didominasi oleh peruntukan
bagi kawasan lindung dan kawasan budidaya kehutanan (lihat Tabel 2.4),
yang terdiri dari HPT (hutan produksi terbatas), HP (hutan produksi biasa),
dan HPK (hutan yang dapat dikonversi). Kawasan atau peruntukan lahan
yang dapat dikembangkan bagi kegiatan budidaya non kehutanan hanya
sekitar 33,32% dari luas kabupaten atau sekitar 1.008.787 ha.

Tabel 2.5
Pengunaan Lahan Di Kabupaten Ketapang
Jumlah Persentas
Jenis Peruntukan
(Ha) e
1 .Taman Nasional/Cagar 165081 5,45
Alam/Laut
2 .HutanLindung 274397 9,06
3 .Kawasan Lindung 21461 0,71
4 .Hutan Produksi Terbatas 688016 22,73
5 .Hutan Produksi Biasa 616940 20,38
6 .Hutan Produksi Konversi 252633 8,35
7 .Pertanian Lahan Kering/Basah 1008787 33,32
Jumlah Tahun 2011 302.7315 100
Sumber : Kabupaten Ketapang Dalam Angka Tahun 2014

2.4. Kependudukan
Jumlah penduduk di wilayah Kabupaten Ketapang pada tahun 2014
sebanyak 437.613 jiwa. Pada tabel terlihat bahwa ada tujuh kecamatan
yang jumlah penduduknya lebih dari

Laporan Akhir | 2 - 6
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
25.000 jiwa yaitu secara berurutan adalah Kecamatan Simpang Hulu,
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
Sandai, Matan Hilir Selatan, Benua Kayong, Delta Pawan, NangaTayap,
Manis Mata, Kendawangan. Adapun
kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan
Delta Pawan dimana kecamatan ini merupakan bagian wilayah dari
ibukota dari Kabupaten Ketapang.

Tabel 2.6
Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di
Kabupaten Ketapang Tahun 2014
Kepadatan
Luas Kepadatan
Penduduk
Kecamatan Penduduk
Pendudu
Km2 % % (orang / Km2)
k
Kendawangan 5.859 18,55 33.111 7.57 6
Manis Mata 2.912 9,22 25.439 5.81 9
Marau 1.160 3,67 12.297 2.81 106
Singkup 227 0,72 6.305 1.44 28
Air Upas 793 2,51 17.001 3.88 21
Jelai Hulu 1.358 4,3 15.895 3.63 12
TumbangTiti 1.198 3,79 23.414 5.35 20
Pemahan 326 1,03 4.575 1.05 14
Sungai Melayu Rayak 122 0,39 11.931 2.73 98
Matan Hilir Selatan 1.813 5,74 31.046 7.09 17
Benua Kayong 349 1,1 36.098 8.25 103
Matan Hilir Utara 720 2,28 14.943 3.41 21
Delta Pawan 74 0,23 73.938 16.90 999
Muara Pawan 611 1,93 13.347 3.05 22
NangaTayap 1.728 5,47 27.989 6.40 16
Sandai 1.779 5,63 25.106 5.74 14
Hulu Sungai 4.685 14,83 11.684 2.67 2
Sungai Laur 1.651 5,23 17.272 3.95 10
Simpang Hulu 3.175 10,05 28.572 6.53 9
Simpang Dua 1.048 3,32 7.650 1.75 1
2011 31.588 100 437.613 100 14
Sumber : Kabupaten Ketapang Dalam Angka Tahun 2011 dan Sensus Penduduk Tahun 2014

Perkembangan penduduk dalam suatu wilayah akan dipengaruhi berbagai


faktor, baik faktor sosial, budaya, ekonomi dan lainnya. Secara umum
pertumbuhan penduduk meningkat seiring berkembangnya wilayah
tersebut serta meningkatnya fasilitas-fasilitas pelayanan bagi penduduk.
Dengan berkembangnya suatu wilayah maka mengakibatkan tingginya
masyarakat pendatang dari luar wilayah tersebut. Sedangkan sebaliknya

Laporan Akhir | 2 - 7
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
rendahnya pertumbuhan penduduk di suatu wilayah akibat tidak
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
berkembangnya wilayah tersebut serta minimnya fasilitas-fasilitas
pelayanan penduduk, yang mengakibatkan terjadinya migrasi masyarakat
menuju wilayah lain. Adapun pertumbuhan penduduk di Kabupaten
Ketapang pada tahun 2010 2011 sebesar 2,58 %.

Tabel 2.7
Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten
Ketapang Tahun 2013 - 2014
Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan
(orang) Penduduk
Kecamatan
perTahun(%)
2013 2014 2001- 2011-
2011 2014
Kendawangan 32.505 33.111 1,85 2,02
Manis Mata 24.627 25.439 3,17 3,58
Marau 11.901 12.297 3,20 3,61
Singkup 6.154 6.305 -2,63 2,66
Air Upas 16.620 17.001 2,24 2,49
Jelai Hulu 15.648 15.895 1,59 1,71
TumbangTiti 23.286 23.414 0,63 0,60
Pemahan 4.446 4.575 -0,86 3,15
Sungai Melayu 11.650 11.931 2,35 2,62
Rayak Hilir Selatan
Matan 30.528 31.046 1,69 1,84
BenuaKayong 35.165 36.098 2,58 2,88
Matan Hilir Utara 14.739 14.943 1,41 1,50
Delta Pawan 71.509 73.938 3,26 3,68
Muara Pawan 13.109 13.347 1.81 1,97
Nanga Tayap 27.490 27.989 1,81 1,97
Sandai 24.474 25.106 2,51 2,80
Hulu Sungai 11.553 11.684 1,17 1,23
Sungai Laur 16.702 17.272 3,28 3,70
Simpang Hulu 27.847 28.572 2,53 2,82
Simpang Dua 7.507 7.650 1,89 2,07
Jumlah 427.460 437.613 2,15 2,58
Sumber : Kabupaten Ketapang Dalam Angka Tahun 2011 dan Sensus Penduduk Tahun
2014

Laporan Akhir | 2 - 8
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
2.5. Gambaran Umum Lokasi Bandara Baru
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
Gambaran umum lokasi bandara baru di Tempurukan berdasarkan Hasil
Studi Kelayakan Bandara Udara Baru Kabupaten Ketapang meliputi kondisi
Topografi, Aliran Air Permukaan / Sistem Drainase, Kondisi Ruang Udara
berupa cakupan pelayanan yang akan dilayani, pelayanan lokasi, dan
lingkungan alam yang terdapat di lokasi Desa Tempurukan.
2.5.1. Desa Tempurukan
A. Topografi
Topografi di sekitar daerah ini relatif datar 2 m, dibatasi oleh Sungai
Tempurukan Besar dan sungai Kalibaru. Kondisi di sekitar Tempurukan
merupakan sistem lahan GBT (Gambut) dengan kemiringan rata rata <
2 %, berlokasi pada rawa gambut dalam dengan permukaan yang
cembung atau berkubah. Jenis tanah : Tropohemists dan tropofibrists.
berada pada ketinggian 1 30 m dengan batas ketinggian 0 -10 m.
B. Aliran Air Permukaan / Sistem Drainase

Di lokasi ini terdapat drainase dengan sistem lahan gambut, umumnya


pada saat kering lahan gambut menyimpan air pada saat kering /
kemarau. Drainase alami yang hanya berupa sungai sungai kecil seperti
Sungai Tempurukan Besar dan sungai Kalibaru. Lokasi Tempurukan,
belum dibuat sistem drainase tetapi sudah terdapat beberapa anak sungai
kecil yang bisa menjadi drainase alami
C. Kondisi Ruang Udara
Cakupan wilayah pada wilayah :
1. Jawa, Sumatera dengan jarak cakupan > 200 km,
2. Kalimantan Sulawesi dengan jarak cakupan > 120 Km.
3. Antar Kalimantan dengan jarak cakupan > 120 Km.
D. Aksesibilitas
Di wilayah Tempurukan jalan darat yang terdekat adalah antara kota
Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara 100 km. akses jalan ini dapat
dicapai dengan kondisi jalan aspal. Untuk jalur tempurukan dan Kota
Ketapang < 20 km.
E. Lingkungan Alam
Lokasi Tempurukan, untuk pengaruh kebisingan pesawat mungkin tidak
akan terlalu berpengaruh melihat pada kondisi diatas masih berupa lahan
hutan produksi dan hutan

Laporan Akhir | 2 - 9
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
produksi konversi, tetapi wilayah ini merupakan kawasan budidaya
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
sehingga sangat tidak mungkin dilakukan pembangunan bandara.
F. Sistem Lahan
Pada lokasi Tempurukan sistem lahan untuk kawasan bandara baru berupa
gambut dengan komposisi sistem lahan berupa :
Mempunyai kemiringan rata-rata < 2 %
Kedalaman gambut > 200 cm
Berada pada ketinggian 1 30 m dengan batas ketinggian 0 10 m
Berlokasi pada rawa gambut dalam dengan permukaan yang
cembung atau berkubah
Jenis tanah : Tropohemists dan tropofibrists

2.5.2. Desa Tanjung Pasar


A. Topografi

Topografi di daerah ini relatif datar 2 - 3 m, dibatasi oleh Sungai


Kalibaru dan Sungai Sentap. Kondisi di sekitar Tanjung Pasar merupakan
sistem lahan KLR (Klaru) yang mempunyai kemiringan rata rata < 2 %,
kedalaman gambut 26 50 cm, berada pada ketinggian 2 100 m dengan
batas ketinggian 2 85 m. jenis tanah : fluvaquents, tropofibrists, dan
troposaprists, dan tipe batuan peat.
B. Aliran Air Permukaan / Sistem Drainase

Wilayah Tanjung Pasar merupakan lokasi yang cukup tinggi dikarenakan


ada drainase alami dari Sungai Sentap yang akan membuat aliran air di
permukaan menjadi cepat kering. Kondisi ini juga di sertai dengan lahan di
sekitar masih berupa hutan sehingga beberapa wilayah tidak akan
tergenang terutama di lokasi bandara baru. Lokasi di sekitar Tanjung Pasar
belum dibuat sistem drainase tetapi sudah terdapat beberapa anak sungai
kecil yang bisa menjadi drainase alami. Elevasi dari kontur dataran cukup
rendah di sekitar Sungai Pawan khususnya di desa Tanjung Pasar
sehingga jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi maka daerah tersebut
akan tergenang banjir, akan tetapi untuk kawasan di sekitar perencanaan
bandar udara baru banyak terdapat drainase alami yang berfungsi untuk
membuang kelebihan air banjir sehingga bisa diantisipasi wilayah
perencanaan tidak akan mengalami genangan yang buruk karna terdapat
banyak drainase alami di sepanjang Sungai Pawan.

C. Kondisi Ruang Udara


Laporan Akhir | 2 - 10
KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI
ALTERNATIF BANDARA BARU
Cakupan wilayah pada wilayah :
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
1. Jawa, Sumatera dengan jarak cakupan > 200 km,
2. Kalimantan Sulawesi dengan jarak cakupan > 120 Km.
3. Antar Kalimantan dengan jarak cakupan > 120 Km.
D. Aksesibilitas
Lokasi di wilayah ini cukup dekat dengan kota Ketapang yaitu di sebelah
timur Kota Ketapang, dengan jarak 11 20 km. Kondisi akses jalan ini
masih berupa sebagian aspal dan sebagian tanah, tetapi untuk
pengembangan akan sangat baik dikarenakan sebagian jalur ini sudah
terdapat akses untuk menuju ke lokasi alternatif dan hanya tinggal
pengembangan akses masuk untuk ke lokasi ini di optimalkan.
E. Lingkungan Alam
Lokasi di sekitar Tanjung Pasar baik pada pengaruh kebisingan dan
pengaruh emisi gas tidak akan berpengaruh secara signifikan melihat dari
guna lahannya merupakan area penggunaan lain. Untuk kebisingan juga
tidak akan berpengaruh karena di daerah tersebut terdapat hutan yang
bisa meredam kebisingan pesawat. Perubahan bentang alam juga tidak
berpengaruh langsung dikarenakan disekitar daerah tersebut cukup tinggi
karena terdapat anak sungai disekitar lokasi alternatif.
F. Sistem Lahan
Pada lokasi Tanjung Pasar, sistem lahan untuk kawasan bandara baru
berupa Klaru dengan komposisi sistem lahan berupa :
Mempunyai kemiringan rata-rata < 2 %
Kedalaman Gambut 26-50 cm
Berada pada ketinggian 2-100 m dengan batas ketinggian 2-85 m
Jenis tanah : fluvaquents, tropofibrists, troposaprists
Tipe batuan peat

Laporan Akhir | 2 - 11
Laporan Akhir | 2 - 12
Laporan Akhir | 2 - 13
Laporan Akhir | 2 - 14