Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PENGENDALIAN HAMA

DAN PENYAKIT
PENGENALAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN

GILANG SAMANA PUTRA


15.04.020

BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN D III


LEMBAGA PENDIDIKAN PERKEBUNAN
YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan Pengendalian hama dan penyakit ini.
Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada bapak
petani dan dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan informasi yang
begitu banyak kepada penulis.
Meskipun saya berharap isi dari laporan praktikum saya ini bebas dari
kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya
mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tugas makalah praktikum
laporan pengendalian hama dan penyakit ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata saya mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan
praktikum saya ini bermanfaat.

Yogyakarta, 28 Februari 2017

Gilang Samana Putra

1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................... ii
DAFTAR TABEL....................................................................................
A. Tabel 1. ....................................................................................... 5

DAFTAR TABEL....................................................................................
A. Gambar 1. ................................................................................... 6
B. Gambar 2. ................................................................................... 8
C. Gambar 3. ................................................................................... 10

BAB I. PENDAHULUAN...................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. Tujuan.......................................................................................... 2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA............................................................ 3


BAB III. HASIL PENGAMATAN.......................................................... 5
BAB IV. PEMBAHASAN...................................................................... 6
BAB V. KESIMPULAN......................................................................... 13
BAB VI. DAFTAR PUSTAKA............................................................... 14
BAB VII. LAMPIRAN........................................................................... 15

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hampir seluruh atau sebagian besar daerah di Indonesia merupakan daerah


pertanian atau biasa disebut sebagai daerah agraris, dan hampir sebagian besar
penduduk di Indonesia berprofesi sebagai petani, akan tetapi sebagian besar dari
petani tidak mengerti dan mengetahui secara menyeluruh tentang ilmu pertanian,
mereka hanya mengetahui ilmu yang mereka dapat dari nenek moyang mereka,
masalah yang paling sering ditemui oleh para petani adalah masalah organisme
pengganggu tanaman (OPT) terutama hama dari jenis serangga, hama dari jenis
serangga ini menyerang tanaman dengan cara yang berbeda, gejala yang
ditimbulkanpun berbeda. Cara dan gejala serangan yang ditimbulkan hama
tergantung dari ordonya meskipun sama-sama dari kelompok hama tapi gejala
yang di timbulkan berbeda, masalnya hama pemakan jika gejala gigitannya halus
maka hama yang menyerang adalah hama dari ordo coleopteran, tapi jika gejala
gigitannya bergerigi maka yang menyerang adalah hama dari ordo ortoptera.
Setiap budidaya tanaman, pasti selalu ada gangguan. Setiap gangguan
tersebut selalu merugikan seorang petani. Gangguan tersebut merupakan masalah
yang harus dikendalikan oleh petani. Selama kerugian yang ditimbulkan tinggi,
maka gangguan tersebut harus segera dikendalikan.
Semua gangguan tersebut disebabkan oleh gulma, hama, penyakit, dan
nematoda. Gangguan yang tidak dikendalikan, akan merugikan petani. Gulma
adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena
menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Hama adalah
binatang yang selalu menyebabkan kerugian bagi seorang petani. Penyakit
tanaman adalah semua penyebab tanaman sakit dan akan merugikan jika tudak
dikendalikan. Sedangkan nematode adalah organism kecil yang hidup di sekitar
perakaran tanaman.
Semua gangguan ini harus selalu di kendalikan secara tepat dan efektif.
Cara pengendalian yang dilakukan yaitu dengan cara memberantas secara

1
biologis, kimia, dan manual. Pemberantasan ini sangat perlu sekali karena gulma,
hama, penyakit, dan nematoda akan menyebabkan kerugian yang sangat besar.
Gulma yang menyerang tanaman yang ada di kalampangan adalah rumput
teki, marsilea crenata, fuirena ciliaris, centrosema pubesces, alternanthera sessilis,
linderma procumbens,hydrolea zeylanica. Gulma ini menyerang tanaman jagung,
kacang panjang, bayam, dan kemangi. Hama yang menyerang tanaman adalah
tungau, ulat grayak, belalang, capung, kepik, dan walang sangit. Penyakit tanaman
yang ada adalah terjadinya klorosis pada daun tanaman jagung dan terjadinya
karat pad daun kacang panjang. Dan nematode yang terdapat pada perakaran juga
menghambat pertumbuhan tanaman.

B. Tujuan

1. Mengenal Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).


2. Mengenal hama yang menyerang tanaman budidaya.
3. Mengenal patogen/penyakit yang menyerang tanaman budidaya.
4. Mengenal macam-macam gulma yang menyerang tanaman budidaya.

BAB II

2
TINJAUAN PUSTAKA

Hama merupakan suatu organisme yang mengganggu tanaman,merusak


tanaman dan menimbulkan kerugian secara ekonomi,membuat produksi suatu
tanaman berkurang dan dapat juga menimbulkan kematian pada tanaman,serangga
hama mempunyai bagian tubuh yang utama yaitu caput, abdomen ,dan
thorax.Serangga hama merupakan organisme yang dapat mengganggu
pertumbuhan tanaman dan mengakibatkan kerusakan dan kerugian ekonomi.
Hama dari jenis serangga dan penyakit merupakan kendala yang dihadapi oleh
setiap para petani yang selalu mengganggu perkembangan tanaman budidaya dan
hasil produksi pertanian. Hama dan penyakit tersebut merusak bagian suatu
tanaman, sehingga tanaman akan layu dan bahkan mati(Harianto, 2009).
Akibat dari serangan hama, maka akan terjadi susut kuantitatif, susut
kualitatif dan susut daya tumbuh. Susut kuantitatif adalah turunnya bobot atau
volume bahan karena sebagian atau seluruhnya dimakan oleh hama. Susut
kualitatif adalah turunnya mutu secara langsung akibat dari adanya serangan
hama, misalnya bahan yang tercampur oleh bangkai, kotoran serangga atau bulu
tikus dan peningkatan jumlah butir gabah yang rusak. Susut daya tumbuh adalah
susut yang terjadi karena bagian lembaga yang sangat kaya nutrisi dimakan oleh
hama yang menyebabkan biji tidak mampu berkecambah. Secara ekonomi,
kerugian akibat serangan hama adalah turunnya harga jual komoditas bahan
pangan (biji-bijian). Kerugian akibat serangan hama dari segi ekologi atau
lingkungan adalah adanya ledakan populasi serangga yang tidak terkontrol
(Pranata, 1982),
Kerusakan oleh serangga dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kerusakan
langsung dan kerusakan tidak langsung.Kerusakan langsung terdiri dari konsumsi
bahan yang disimpan oleh serangga, kontaminasi oleh serangga dewasa, pupa,
larva, telur, kulit telur, dan bagian tubuhnya, serta kerusakan wadah bahan yang
disimpan. Kerusakan tidak langsung antara lain adalah timbulnya panas akibat
metabolisme serta berkembangnya kapang dan mikroba-mikroba lainnya (Cotton
dan Wilbur, 1974).

3
Penyakit tanaman dapat didefinisikan sebagai penyimpangan sifat normal
yang menyebabkan tanaman tidak dapat melakukan kegiatan fisiologis seperti
biasanya (Martoredjo, 1989).
Penyakit tumbuhan dapat disebabkan oleh faktor biotik dan abiotik.
Penyebab penyakit yang bersifat biotik umunya parasitik pada tumbuahn, dapat
ditularkan, dan disebut penyakit biogenik. Adapun penyakit yang bersifat abiotik
tidak parasit, tidak menular, dan biasa disebut penyakit fisiogenik. Penyebab yang
parasitik terdiri dari beberapa golongan seperti virus, viroid, fitoplasma bakteri,
cendawan, riketsia, protozoa, nematode dan tumbuhan tingkat tinggi (Triharso.
1996).
Penyakit bisa muncul karena disuatu tempat ada tanaman, pathogen serta
lingkungan. Ini yang disebut segitiga penyakit dimana munculnya penyakit karena
tiga faktor itu. Salah satu faktor tidak ada atau tidak memenuhi syarat maka
penyakit tidak akan muncul. Syarat yang harus dipenuhi oleh ketiga faktor agar
muncul penyakit adalah tanaman harus peka, penyebab penyakit harus virulen
(fitdan ganas), dan lingkungan mendukung (Nasution, 2008).

4
BAB III
HASIL PENGAMATAN

Tabel 1. Tabel Jenis Hama, Penyakit, dan Gulma setiap kelompok


Nama Hama Penyakit Gulma
Kelompok
Kelompok 1 1. Tikus 1. Cendawan 1. Babadotan
2. Kumbang Putih 2. Pakisan
Salak
penggeret buah 3. Bibit salak
Pondoh abnormal

Kelompok 2 1. Ulat bulu 1. Teki-tekian


2. Belalang
Pari Jatho -
Kelompok 3 1. Kupu dempolan 1. Bercak daun 1. Teki-tekian
2. Penggeret 2. Karet daun 2. Semanggi
Kopi
batang
Robusta
Kelompok 4 1. Tikus 1. Cendawan 1. Alang-alang
2. Burung 2. Babadotan
Padi
3. Walang sangit

Kelompok 5 1. Bekicot 1. Busuk 1. Teki-tekian


2. Semut pangkal 2. Alang-alang
Buah Naga
3. Tungau batang
2. Dahan
berkerut

Kelompok 6 1. Walang Sangit 1. Rumput-


2. Keong mas rumputan
Padi
3. Belalang
4. Sundep -

Kelompok 7 1. Tikus 1. Pokbung 1. Putri malu


2. Belalang 2. Noda
Tebu
kuning dan
mosaic
(bercakkuni
ng)

5
BAB IV
PEMBAHASAN

Organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah semua organisme yang dapat


merusak, mengganggu kehidupan, ataupun menyebabkan kematian pada tanaman.
OPT dibagi menjadi tiga, yaitu: hama, penyakit dan gulma. Organisme penganggu
tanaman merupakan faktor pembatas produksi tanaman baik tanaman pangan,
hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman merupakan
salah satu penghambat produksi

A. Hama

Hama adalah hewan yang mengganggu atau merusak tanaman sehingga


pertumbuhan dan perkembangannya terganggu. Hama dapat merusak tanaman
secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan atau serangan hama dapat
terjadi sejak benih, pembibitan, pemanenan, hingga di gudang penyimpanan.
Gangguan dan serangan itu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Hama yang menyerang tanaman ada beraneka ragam, misalnya wereng,
gangsir, tikus, ulat tanah, lalat buah, walang sangit, dan kutu. Selain itu, tanaman
juga dapat terserang berbagai macam penyakit.

Hama Belalang

6
a. Klasifikisasi Belalang
Kingdom :Animalia
Filum :Artropoda
Kelas :Insecta
Ordo :Orthoptera
Family :Acrididae
Genus : Dissosteira
Spesies : Dissosteira Corelina

b. Morfologi Belalang
Tubuh insect dibagi atas 3 bagian yaitu kepala, dada dan abdomen. Toraks
terdiri dari 3 segmen yang jelas, masing-masing mempunyai sepasang kaki. Jadi
insect adalah hewan berkaki enam. Sebagian besar dari insect, jika dewasa, juga
mempunyai satu atau dua pasang sayap pada toraks. Mereka mempunyai sepasang
antenna di kepala. Pertukaran gas dilakukan dengan suatu system pipa trakea,
yang menembus ke setiap bagian tubuh. Anggota tubuh yang bersegmen,
bercakar, berpasangan tidak hanya dipergunakan untuk lokomosi, tetapi juga
untuk pencernaaan makanan.
Tiga segmen yang meliputi toraks terdiri dari anterior, prothorax,
mempunyai dorsal lebar (pronotum). Pada segment yang tengah, mesothorax dan
posterior, beerukuran kecil. Pada mesothorax dan metathorax masing-maasing
terdapt sayap. Pada 3 bagian thorax terdapat kaki, yang masing-masing kaki
terdiri dari bagian longitudinal.
Toraks terdiri dari 3 segmen yang jelas, masing- masing mempunyai sepasang
kaki. Jadi insecta adalah hewan berkaki enam. Sebagian besar dari insecta, jika
dewasa, juga mempunyai satu atau dua pasang sayap pada toraks. Dan pada
insecta mempunyai sepasang antenna.
Kepala merupakan bagian depan dari tubuh serangga dan berfungsi untuk
pengumpulan makanan dan manipulasi, penerima rangsang dan otak (perpaduan

7
syaraf). Struktur kerangka kepala yang mengalami sklerotisasi disebut sklerit.
Sklerit-sklerit ini dipisahkan satu sama lain oleh sutura yang tampak sebagai alur.
Kutikula pada kepala mengalami penonjolan ke arah dalam, membentuk rangka
kepala bagian dalam, yang disebut tentorium. Pada kepala terdapat dua organ
penerima rangsang yang tampak jelas yaitu mata tunggal dan antena. Mata terdiri
dari dua jenis mata majemuk dan tunggal.
Sepasang antena terdapat pada salah satu ruas kepala di atas mulut yang
dapat digerak-gerakkan. Antena merupakan alat penting yang berfungsi sebagai
alat perasa dan alat pencium. Ruas pertama antena yang disebut skapus melekat pa
kepala. Ruas kedua disebut pedisel dan ruas-ruas berikutnya secara keseluruhan
disebut flagelum.

c. Siklus Hidup Belalang

Belalang adalah hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.


Metamorfosis tidak sempurna adalah metamorfosis yang hanya memiliki 3 tahap,
yaitu telur, nimfa, dan imago (dewasa). Dimana tampilan fisik antara nimfa dan
imago tidak jauh berbeda. Contoh serangga lain yang mengalami metamorfosis
tidak sempurna adalah wereng, jangkrik dan kecoa.

B. Penyakit

Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh


mikroorganisme. jasad patogen yang biasa menyebabkan tanaman menjadi sakit
adalah jenis jamur atau cendawan, bakteri, virus, protozoa, nematoda dan lain

8
lain. pada beberapa kajian, nematoda dikategorikan sebagai hama karena cara
merusaknya sama dengan hama.

Penyakit bercak coklat/hitam

a. Morfologi
Paling umum dari penyakit ini adalah adanya bercak berwarna coklat tua,
berbentuk oval sampai bulat, berukuran sebesar biji wijen, pada permukaan daun,
pada pelepah atau pada gabah. Gajala khas penyakit ini adalah adanya bercak
coklat pada daun berbentuk oval yang merata di permukaan daun dengan titik
tengah berwarna abu-abu atau putih. Titik abu-abu di tengah bercak merupakan
gejala khas penyakit bercak daun coklat di lapang. Bercak yang masih muda
berwarna coklat gelap atau keunguan berbentuk bulat. Pada varietas yang peka
panjang bercak dapat mencapai panjang 1 cm.
Bercak terutama pada daun, tetapi dapat pula terjadi pada tangkai malai,
bulir, dan batang. Bercak muda berbentuk bulat kecil, berwarna coklat gelap.
Bercak yang sudah tua berukuran lebih besar (0,4 - 1 cm x 0,1 0,2 cm),
berwarna coklat pada pusat kelabu. Kebanyakan bercak mempunyai warna kuning
di sekelilingnya. Dan bila serangan menghebat seluruh permukaan bulir dapat
tertutup massa konidia dan tangkainya.
b. Siklus Hidup

Pada daun terdapat bercak-bercak sempit memanjang, berwarna coklat


kemerahan, sejajar dengan ibu tulang daun. Banyaknya bercak makin meningkat
pada waktu tanaman membentuk anakan. Pada serangan yang berat bercak-bercak
terdapat pada upih daun, batang, dan bunga. Pada saat tanaman mulai masak

9
gejala yang berat dapat terlih ada daun bendera. Menurut Palmer dan Supriaman
(1979) gejala mulai tampak 2-4 minggu setelah padi dipindah, dan gejala paling
berat tampak lebih kurang satu bulan sebelum panen.

C. Gulma

Gulma dibedakan menjadi tiga golongan yaitu rumput-rumputan (grasses),


teki (sedges) dan golongan berdaun lebar (broad leaves). Gulma merupakan salah
satu faktor penting yang dapat mempengaruhi produksi dan produktivitas
pertanian. Gulma menjadi pesaing kuat bagi tanaman dalam pemanfaatan sarana
tumbuh seperti hara, air, dan cahaya.Analisis vegetasi biasa ditujukan untuk
mempelajari tingkat suksesi, evaluasi hasil pengendalian gulma, perubahan flora
sebagai akibat metode pengendalian tertentu dan evaluasi herbisida untuk
menentukan aktivitas suatu herbisida terhadap jenis gulma di lapangan. (AAK.
1983).

Gulma Alang-alang

a. Klasifikasi Alang-alang

Divisio :Angiospermae (Spermatophyta)


Class : Monocotyledonae
Ordo : Poales (Glumiflorae)
Familia : Gramineae (Poaceae)
Genus : Imperata
Species : Imperata cylindrica

b. Morfologi Alang-alang

10
Daun (Folium)
Daun tidak lengkap yang disebut daun pipih, terdiri dari upih daun (vagina)
dan helaian daun (lamina), bangun daun bangun pita (ligulatus), ujung daun
runcing (acutus), tulang-tulang daun sejajar atau lurus (rectinervis), tapi daun rata
(integer), daging daun tipis seperti kertas (papyraceus), warna daun hijau dengan
permukaan atas lebih gelap dari permukaan bawah, sifat permukaan atas licin
(laevis), permukaan licin (laevis), upih daun berwarna putih keunguan, ada lidah-
lidah atau ligula pada perbatasan upih daun dengan helaian daun.Tepi daun
diselubungi rambut, pangkal daun lebih lebar dan di bagian ujungnya menyempit;
terdapat lapisan ligula, panjangnya 1 mm; daun memiliki bentuk menggaris-
lanset, pipih, lurus, terdapat bulu-bulu panjang yang halus di bagian pangkal daun.

Batang (Caulis)
Batang rumput (calmus), batang tidak keras, bentuk bulat (teres).Batang
tumbuh pendek dan bercabang dan memanjang di dalam tanah, dan dari ujungnya
dapat tumbuh tunas baru.Lidah-lidah atau ligula pada batas antara pelepah dan
helaian daun lelihatan jelas, berguna untuk menahan air hujan agar tidak terjadi
kemungkinan pembusukan, sekam tidak tersusun spiral. Rumpun tumbuh tegak,
tingginya dapat mencapai 0.1-1.2 (-3 m), terdapat 1-4 (-8) nodus di tiap rumpun,
rumpun tidak bercabang, solid dan biasanya terdapat bulu di tiap buku-bukunya.

Akar (Radix)
Sistem perakaran berupa system serabut, yang muncul dari nodus atau buku-
buku batang.Panjangnya 5 cm, system perakaran ini ditunjang oleh rimpang
yang kuat, sehingga alang-alang sulit dicabut. Rimpang yang tumbuh secara
agresif, tumbuhan tahunan (perennial) yang kuat dengan percabangan terbenam
dalam tanah (yang panjangnya dapat mencapai 1 m), berdaging, rimpangnya
bersisik.

Bunga (Flos)
Perbungaan berupa bulir majemuk, silindris, spikelet berpasangan, bunga
banci.warnanya putih, mudah diterbangkan angin, agak menguncup, panjang 6-28

11
cm, pada satu tangkai terdapat dua bulir, letak bersusun, yang terletak di atas
adalah bunga sempurna dan yang terletak di bawah adalah bunga mandul, panjang
anak bulir sekitar 3-4 mm, pada pangkal bulir terdapat rambut alus panjang dan
padat, warnanya putih, benang sari seringkali dua, kepala sari putih atau ungu,
tangkai putik dua, kepala putik panjang, warna ungu, muncul pada ujung anak
bulir.

Buah (Fructus)
Buah berjenis buah bulir, berup bulir-bulir kecil bertangkai pendek tidak
berjarum, berpasang-pasangan pada ujung sumbu malai, kedua-duanya
bertangkai, pada kaki terdapat rambut-rambut putih mengkilat yang
berkarang.Buah yang masak warna coklat, berguna untuk melayang. (Steenis,
1958) .
Biji (Semen)
Biji jarang, panjang sekitar 1 mm, warnanya coklat tua.Biji yang sudah tua
mudah diterbangkan angin, tersebar dan yang akhirnya menjadi tumbuhan baru.

c. Siklus Hidup Gulma Alang-alang

Berdasarkan siklus hidupnya, gulma alang-alang termasuk ke dalam gulma


tahunan (perennial weeds), yaitu gulma yang dapat hidup lebih dari dua tahun atau
mungkin hampir tidak terbatas (bertahun-tahun). Kebanyakan berkembang biak
dengan biji dan banyak diantaranya yang berkembang biak secara vegetatif. Pada
keadaan kekurangan air (di musim kemarau) gulma tersebut seolah-olah mati
karena bagian yang berada di atas tanah mengering, akan tetapi begitu ada air
yang cukup untuk pertumbuhannya akan bersemi kembali.

BAB V
KESIMPULAN

12
Adapun kesimpulan yang dapat disimpulkan dari kegiatan praktikum ini adalah :
1. Suatu organisme bisa dikatakan menjadi hama apabila mengganggu
pertumbuhan dan mempengaruhi produksi/hasil dari tanaman utama.
2. Untuk mencegah tanaman agar tidak terserang penyakit tersebut harus
mengenal gejala serangan, jenis patogen, siklus hidup, dan cara penyebaran serta
cara pengendaliannya.
3. Pengendalian OPT dapat dilakukan dengan cara kultur teknis, hayati,
mekanis/fisik, kimiawi, genetik, dan secara regulasi atau tata peraturan.

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

13
Cotton dan Wilbur, 1974. Biologi, identification and control of root knot
nematodes (Meloidogyne spp) International Carolina Meloidogyne
Project. Printed by Nor
Harianto, 2009. Pengenalan dan Pengendalian Hama-Penyakit Tanaman Kakao.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.Jember.
Martoredjo, T, 1989. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan Bagian Dari
Perlindungan Tanaman. Andi Offset, Yogyakarta.
Nasution, Ahmad Sanusi. 2008. Pengenalan Patologi/Penyakit
Tumbuhan.http://sanoesi.wordpress.com/2008/12/17/pengenalan-
patologipenyakit-tumbuhan/ Diakses 07 Desember 2014.
Pranata, 1982. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya, Jakarta.
Triharso. 1996. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada
UniversityPress, Yogyakarta.
Nasution, Ahmad Sanusi. 2008. Pengenalan Patologi/Penyakit
Tumbuhan.http://sanoesi.wordpress.com/2008/12/17/pengenalan-
patologipenyakit-tumbuhan/ Diakses 07 Desember 2014.

Sastrohidayat, Ika Rahdjaton. 2011. Fitopatulia UB press: Malang.

14