Anda di halaman 1dari 9

PRE PLANNING LOKAKARYA MINI I

DI MTs N 01 SEMARANG

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 2 KOMUNITAS :

Abdul Rahman : G3A016043


Arief Hardiansyah : G3A016124
Dani Prasetya N. : G3A016090
Hanindhita Trisiarini : G3A016085
Kusmawati : G3A016062
Lina Rahma F : G3A016056
Mohammad Syaiful A.N. : G3A016088
Selvi febrianti : G3A016086
Subandhi : G3A016087
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2016/2017
PRE PLANNING LOKAKARYA MINI I UKS
DI MTs N 01 KEC. TEMBALANG KOTA SEMARANG

A. Latar Belakang
Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu praktik khusus
keperawatan komunitas yang difokuskan untuk memajukan kesejahteraan siswa,
keberhasilan akademink, dan prestasi siswa. Untuk itu, kesejahteraan sekolah
perlu memberikan respon positif terhadap siswa, sehingga dapat tumbuh kembang
secara normal, meningkatkan kesehatan dan keselamatan. Serta masalah actual
dan potensial. Pusat-pusat kesehatan berbasis sekolah adalah salah satu cara
terbaik untuk menawarkan layanan kesehatan yang komprehensif untuk anak usia
sekolah dan remaja. (Nies & McEwen, 2007)
Kesehatan sekolah adalah salah satu bagian ilmu keperawatan komunitas yang
tujuannya untuk mengidentifikasi atau mencegah masalah kesehatan sekolah dan
intervensi untuk memperbaiki atau mengurangi masalah kesehatan sekolah.
(Hitchcock, Schuber & Thomas, 2000)
Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 27 Maret 2017 diperoleh data
windshield survey di wilayah MTs N 01 Semarang terdapat jumlah ruang kelas di
MTs N 01 Semarang berjumlah 27 kelas meliputi : 7 (A,B,C.D,E,F,G,H,I) ,8
(A,B,C.D,E,F,G,H,I) ,9 (A,B,C.D,E,F,G,H,I) berukuran 7 x 6 meter. Setiap kelas
sangat bersih karena jika memasuki ruang kelas sepatu harus di lepas dan terdapat
tempat rak sepatu di depan masing-masing kelas, sepatu yang berada di rak sepatu
juga tertata sangat rapi. Setiap kelas terdapat jendela dan suasana di ruang kelas
sangat terang di karenakan sinar matahari yang masuk di ruang kelas yang
artinnya pencayahayaan di ruang kelas sangat bagus sehingga tidak merusak mata
siswa yang sedang belajar di ruang kelas. Setiap kelas beralaskan lantai berwarna
putih, terdapat 1 meja dan kursi guru, terdapat 30 siswa, 30 meja dan kursi. Setiap
kelas tidak terdapat debu sangat bersih.
Hasil observasi dan wawancara di MTs N 01 Semarang terdapat 1 ruang UKS
yang memiliki luas 4 m x 3 m sedangkan standarnya seharusnyaluas ruang
UKS minimum 12 m2, ruang UKS di MTs N 01 Semarang memiliki ventiasi dan
pecahayaan yang cukup, terdapat 1 lemari, meja, kursi, catatan kesehatan siswa,
tandu, selimut, tensimeter, termometer, timbangan berat badan, pengukuran tinggi
badan, tempat sampah, tempat cuci tangan, jam dinding, 3 tempat tidur (bed),
tempat alat P3K yang di dalamnya terdapat 1 set obat-obatan, minyak aroma
terapi, crim balsem untuk kaki yang terkilir, obat sprai atau oles penghilang rasa
sakit/nyeri, dll hal tersebut sudah sesuai dengan standar yang dianjurkan,
berdasarkan hasil wawancara dengan guru mengatakan bahwa ruang UKS tersebut
akan di renovasi untuk sementara ruang UKS di fungsikan sebagai ruang guru,
ruang UKS sementara berada di samping koperasi.

Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 27 Maret 2017 dengan guru yang
bertanggung jawab terhadap UKS di MTs N 01 Semarang mengatakan bahwa
sebagian besar data kunjungan UKS siswa MTs N 01 Semarang adalah pusing
sebanyak 24 siswa, demam sebanyak 24 siswa, nyeri haid sebanyak 12 orang,
dan gastritis/maag sebanyak 11 siswa.

Berdasarkan hasil angket yang dibagikan kepada siswa MTs N 01 Semarang


pada tanggal 28 Maret 2017 yang berjumlah 100 siswa didapatkan hasil
berdasarkan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi sebagian besar di
kategorikan berpengetahuan baik sebanyak (65%) sedangkan kurang (35%),
perilaku siswa terkait kesehatan reproduksi sebagian besar dikategorikan baik
sebanyak (74%) sedangkan kurang (26%), berdasarkan pengetahuan
maag/gastritis sebagian besar dikategorikan kurang sebanyak (76% sedangkan
baik (24%), berdasarkan perilaku siswa terkait penanganan maag dikategorikan
kurang sebanyak (61%) sedangkan baik (29%), sebagian besar siswa sering
mengalami pusing di sekolahan sebanyak (32%) dari pada di rumah masing-
masing sebanyak (12%), sebagian besar penyebab pusing yang dialami siswa
adalah jarang sarapan pagi sebanyak (33%) sedangkan tensi darah rendah
sebanyak (10%) dan HB rendah (4%), sebagian besar penyebab pingsan yang
dialami siswa adalah belum sarapan pagi ketika ingin berangkat ke sekolah
sebanyak (37%) sedangkan tensi darah (9%) dan HB rendah sebanyak (3%), di
dapatkan siswa yang menderita maag sebanyak (21%) sedangkan siswa yang
tidak menderita maag sebanyak (79%), di dapatkan siswa yang sudah mengalami
menstruasi sebanyak (63,3%) sedangkan yang belum sebanyak (36,7%), siswa
yang sudah mengalami menstruasi rata-rata mengalami nyeri haid sebanyak
(63%).

B. Topik Kegiatan
Lokakarya Mini ke-1 dengan substansi materi :
1. Mempresentasikan hasil pengkajian di MTs N 01 Kec. Tembalang Kota
Semarang.
2. Memaparkan masalah kesehatan yang di temukan di MTs N 01 Kec.
Tembalang Kota Semarang.
3. Membuat perencanaan dalam mengatasi masalah kesehatan di MTs N 01
Kec. Tembalang Kota Semarang .

C. Waktu dan Tempat


Hari/tanggal : Senin, 3 Maret 2017
Waktu : 09.00
Tempat : Ruang guru di MTs N 01 Semarang

D. Sasaran dan Target


1. Sasaran
Siswa dan guru MTs N 01 Kec. Tembalang Kota Semarang.
2. Target
Tamu undangan Kepala sekolah 1 orang, pembina UKS 10 orang, guru wali
kelas 7D, 7F, 7I 3 0rang, anggota PMR 5 orang, petugas Puskesmas 2 orang
jadi, semuanya berjumlah 20 orang.

.
E. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memaparkan hasil pengkajian, masalah kesehatan dan rencana kegiatan untuk
mengatasi masalah kesehatan di MTs N 01 Kec. Tembalang Kota Semarang
dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
2. Tujuan khusus
Memaparkan data data hasil pengkajian
Memaparkan masalah kesehatan yang di temukan
Memberdayakan masyarakan untuk mengatasi masalah resiko peningkatan
intensitas, resiko terjadinya keletihan, resiko terjadinya penyakit maag.
Menyusun rencana kegiatan atau planning of action (POA) bersama warga
untuk mengatasi masalah yang di temukan.

F. Metode
1. Diskusi
2. Brain Storming
3. Pemaparan

G. Alat dan Media


1. LCD dan Laptop
2. Pengeras Suara
3. PPT materi lokmin I
H. Materi
Substansi materi dalam kegiatan ini adalah tentang :
1. Penyajian data hasil pengkajian (Winshield Survey, wawancara, angket
atau kuesioner).
2. Brain storming tentang masalah kesehatan yang di temukan.
3. Brain storming tentang perencanaan penyelesaian masalah.
4. Pemberdayaan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang
ada.
I. Struktur Pengorganisasian
Pengorganisasia
No Nama Mahasiswa Tugas
n
1. Penanggung Arief Herdiansyah Bertanggung jawab atas
jawab S.Kep terlaksananya lokakarya mini
Memberikan sambutan,
menyampaikan maksud dan
tujuan dari lokmin I
2. Penyaji Selvi Febrianti, Menyampaikan materi
S.Kep
3. Moderator Mohammad Syaiful Memimpin jalannya diskusi
Ari Nurrmawan, bersama guru dan siswa.
S.Kep
4. MC Abdul Rahman,
S.Kep Memimpin curah pendapat tamu
undangan
Membacakan susunan acara dan
mengatur keseluruhan acara
musyawarah.
5. Notulen dan Hanindhita T, Mencatat hasil musyawarah dan
Observer S.Kep membuat laporan, membacakan
hasil atau kesimpulan lokmin I
Melakukan pengamatan dan
mengevaluasi jalanya lokmin I
Membuat laporan lokmin I
5. Fasilitator Lina Rahma F, Menjadi mediator peserta selama
S.Kep berjalanya musyawarah
6. Perlengkapan dan Kusmawati, S.Kep Menyiapkan fasilitas dan sarana
dokumentasi penunjang selama kegiatan
Mendokumentasikan seluruh
kegiatan lokmin I
7. Humas Dani, S.Kep Mendata tamu undangan yang
akan di undang dalam lokmin I
serta menyebarkan undangan
J. Strategi Pelaksanaan
- Setting :
11B T

Keterangan :

1. : Layar 7. : Observer
1
2. : MC 8. : Warga
3. : Moderator 9.
4. : Penyaji 10.
5. : Notulen 11.
6. : Fasilitator 12.
13.
K. Strategi Pelaksanaan
14. 15. Tahap 16. Kegiatan
N

17. 18. Pembukaan (10 Salam pembuka


1 menit) Sambutan
Menyampaikan tujuan
19. 20. Inti (60 menit) Presentasi hasil winshield survey,
2 wawancara, dan angket
Mendiskusikan permasalah yang ada
(brainstorming)
Mendiskusikan rencana kegiatan
Menyusun rencana tindak lanjut
Kesimpulan
21. 22. Penutup (10 menit) Doa
3 Salam penutup

23.
24. L. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a) Pre planning telah siap dan telah di konsulkan dengan pembimbing sebelum
Lokakarya Mini I dimulai.
b) Tempat, waktu dan media siap sebelum Lokakarya Mini I dimulai.
c) Penyaji materi telah siap sebelum Lokakarya Mini I dimulai.
d) 75% panitian membuat kontrak waktu dengan guru dan murid tentang
kegiatan yang akan di laksanakan.
e) 75% undangan sudah tersebar kepada tamu undangan.
f) Acara segera dimulai minimal 75% tamu undangan telah hadir.
25.
2. Evaluasi Proses
a) 75% moderator memimpin jalannya diskusi dan Brain Storming.
b) 75% pertemuan berjalan lancar, tepat waktu, dan peserta aktif dalam
diskusi.
c) 75% para tamu undangan (Kepala sekolah, pembina UKS, anggota PMR,
guru wali kelas, petugas Puskesmas) menanggapi positif pelaksanaan
kegiatan.
d) 75% para tamu undangan mengikuti acara dari awal hingga akhir.
26.
3. Evaluasi Hasil
a) 75% sosialisasi mahasiswa dengan warga terlaksana dengan baik.
b) 75% berhasil diidentifikasinya masalah kesehatan yang ada di wilayah MTs
N 01 Kecamatan Tembalang Kota Semarang.
27.

28.