Anda di halaman 1dari 4

1.

Sejarah lisan mempunyai kelebihan sebagai berikut:


Sejarah Lisan dapat dicek ulang, baik kepada pemberi informasinya

sendiri, maupun kepada orang lain yang dianggap juga sebagai

penyaksi.
Sejarah lisan memberikan sarana untuk rekonstruksi masa lalu yang

lebih realistik dan berimbang, memungkinkan munculnya sosok-

sosok pahlawan tidak saja muncul dari kalangan pemimpin tetapi jug

a dari rakyat kebanyakan yang tidak dikenal.


Pengumpulan data dalam sejarah lisan dilakukan dengan komunikasi

dua arah sehingga memungkinkan sejarawan dapat menanyakan

langsung bagian yang kurang jelas kepada narasumber.

Penulisan sejarah menjadi lebih demokratis karena memungkinkan

sejarawan untuk menggali informasi dari semua golongan

masyarakat.

Melengkapi kekurangan data atau informasi yang belum termuat

dalam dokumen. Penelitian sejarah lisan yang dipadukan dengan

sumber tertulis dianggap dapat melengkapi kekurangan sumber-

sumber sejarah selama ini.

Di samping memiliki kelebihan, sejarah lisan juga mempunyai

beberapa kekurangan atau kelemahan sebagai berikut:

Keterangan dari para saksi sejarah tentang suatu peristiwa belum

dapat dianggap sebagai suatu keterangan yang lengkap. Karena saksi

hanya terfokus pada peristiwa itu terjadi tanpa mengetahui atau

melihat latar belakang terjadinya suatu peristiwa. Untuk

mendapatkan informasi yang seimbang mengenai suatu peristiwa

maka penelitian sejarah lisan harus dilakukan melalui wawancara.


Terbatasnya daya ingat seorang pelaku atau saksi sejarah terhadap

suatu peristiwa.
Subjektivitas dalam penulisan sejarah sangat tinggi. Dalam hal ini

perasaan keakuan dari seorang saksi dari seorang pelaku sejarah

yang cenderung memperbesar peranannya dan menutupi

kekurangannya sering muncul dalam proses wawancara. Selain itu,

subjektivitas juga terjadi karena sudut pandang dari masing-masing

pelaku dan saksi sejarah terhadap suatu peristiwa sering kali

berbeda.
2. Berdasarkan tabel di atas, jumlah penduduk Jawa Timur yang

menikmati pendidikan sebesar 38.501 jiwa, yang terdiri dari 29.221

jiwa penduduk laki-laki dan 9.280 jiwa penduduk perempuan yang

dapat menikmati pendidikan pada masa Hindia-Belanda. Jika dilihat

berdasarkan tabel di atas, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak

menikmati pendidikan daripada penduduk perempuan. Penduduk

laki-laki yang terbanyak menikmati pendidikan di Jawa Timur berasal

dari kota Surabaya dengan jumlah sebesar 9.364 jiwa penduduk laki-

laki, sedangkan paling sedikit yang dapat menikmati pendidikan

adalah di kota Madura dengan jumlah sebesar 1.474 jiwa penduduk

laki-laki. Penduduk perempuan yang terbanyak menikmati

pendidikan di Jawa Timur berasal dari kota Surabaya dengan jumlah

sebesar 2.608 jiwa penduduk perempuan, sedangkan paling sedikit

yang dapat menikmati pendidikan adalah di kota Madura dengan

jumlah sebesar 278 jiwa penduduk perempuan. Kota Surabaya adalah

kota yang penduduknya paling banyak dapat menikmati pendidikan,

dengan jumlah sebesar 11.972 jiwa penduduk. Madura adalah kota

yang penduduknya sangat sedikit dapat menikmati pendidikan,

dengan jumlah sebesar 1.752 jiwa penduduk.


3. Mazhab Les Annales menggambarkan bahwa sementara terdapat
kecenderungan merekonstruksi sejarah masyarakat dalam berbagai
aspeknya yang kompleks, setiap sejarawan mempunyai pertanyaannya
sendiri, temuannya sendiri dan model historiografinya
sendiri. Penemuan mazhab ini adalah metodologi struktural yang
sampai kini masih digunakan oleh sejarawan untuk merekonstruksi
peristiwa sejarah, khusunya yang menempatkan perubahan struktur
masyarakat sebagai tema. Sumbangan dari mazhab Les Annales ialah
pembebasan ilmu sejarah dari kesempitan cakrawala. Sejarah sebelum
Annales terbatas pada peristiwa-peristiwa politik, diplomasi dan militer,
yang penjelasannya bahkan dicarikan hanya pada rangkaian di antara
peristiwa-peristiwa itu. Kaum Annales memang merobohkan pagar-
pagar yang mengungkung ilmu sejarah dan menjadikannya terbuka
terhadap ilmu-ilmu lain sepanjang diperlukan untuk memahami fakta
atau perkembangan sejarah. Oleh karena itu, mazhab Les Annales
merintis penggunaan pendekatan interdisipliner, yaitu menggunakan
ilmu bantu dari bidang ilmu lain untuk mempertajam analisis tentang
perubahan struktur, sehingga metodolog struktural menjadi kajian
multidimensional dalam ilmu sejarah.

Kerangka analisis Braudel telah menjadi inspirasi bagi ahli ilmu-ilmu sosial
termasuk sejarawan dalam mengembangkan pendekatan dalam suatu
penelitian, pengembangan ini sering juga disebut sejarah struktural, yang
corak penulisan sejarah dan analisanya terhadap fenomena-fenomena
sejarah yang menggunakan pendekatan struktural, manusia sebagai
pendukung sejarah berada dalam struktur yang ada dalam aspek kehidupan
manusia.

Salah satu sumbangan yang terbesar dari kelompok Annales dalam


perkembangan ilmu sejarah adalah keberhasilannya menarik para sejarawan
terhadap berbagai isu fundamental dan teori sosial. Sejarah struktural yang
dinginkan oleh Fernand Braudel merupakan pandangan dari sebuah
eksplanasi sosial yang menekankan pada pengaruh yang menentukan dari
struktur terhadap masyarakatt yang ada di dalamnya. Tidak ada sejarah yang
sepihak, oleh sebab itu menrurut Braudel, sejarawan berhubungan dengan
dialektika perjalanan waktu dan memiliki tujuan membentuk
keseimbanngan dalam penjelasan.

Madzhab Les Annales lahir sebagai bentuk kritik terhadap sejarah yang
menggunakan paradigma Ranke atau disebut madzhab methodique yaitu
suatu madzhab yang menulis sejarah hanya untuk tokoh-tokoh terkenal dan
peristiwa-peristiwa penting. Menurut Madzhab Les Annales, melakukan
penelitian itu tidak hanya pada orang-orang terkenal dan peristiwa-peristiwa
penting saja tetapi terfokus pada seluruh lapisan masyarakat yang
membentuk suatu struktur tertentu. Sejarah bukan hanya milik kaum politisi,
tetapi ke seluruh kehidupan manusia dalam masyarakat yang beraneka
ragam tanpa meninggalkan arsip (dokumen).
Oleh karena itu Les Annales menggunakan metodologi structural yang
memandang manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari struktur
yang ditentukan baik dari posisi maupun dinamika kehidupannya. Oleh
karena itu, mazhab Les Annales menggunakan pendekatan interdisipliner
yaitu menggunakan ilmu bantu dari bidang ilmu lain untuk mempertajam
analisis tentang perubahan struktur sehingga metodologi struktur menjadi
kajian multidimensional dalam ilmu sejarah. Sampai sekarang, metodologi
structural masih digunakan oleh para sejarawan untuk merekonstruksi
peristiswa sejarah, khususnya yang menempatkan perubahan struktur
masyarakat sebagai tema.

Historiografi Annales menjadikan seluruh aktivitas manusia sebagai sejarah, berbeda


dengan tradisi sebelumnya yang hanya menekankan pada sejarah politik. Dalam proses kerja
metodologisnya, kelompok Annales sangat menekankan pada kerjasama dengan ilmu-ilmu
yang lain.

sejarah ditulis dengan pendekatan ilmu sosial dan berbentuk sejarah analitis atau sejarah
struktural karena ilmu-ilmu sosial telah mengalami perkembangan pesat, sehingga dapat
menyediakan teori dan konsep yang merupakan alat analitis yang relevan sekali untuk
keperluan analisis historis. Fenomena historis sebagai kompleksitas dapat
diinterpretasikan menurut ekonomi, sosiologi, antropologi, politikologi, yang
menempatkan secara sejajar arti penting dimensi sinkronik yang menekannya pada struktur
dengan dimensi prosesual diakronik dalam rekonstruksi terhadap peristiwa masa lalu.

Annales memberi kontribusi kepada perspektif baru ilmu sejarah dan


merupakan sumber penggalian ide pemikiran pascamodernis pada dasawarsa
1960-an di Eropa maupun Amerika Serikat.