Anda di halaman 1dari 5

Bellagio Casino Resort

Pertanyaan :
1. Apa itu Bellagio Casino Resort ?
2. Bagaimana pengendalian yang dilakukan Bellagio Resort dalam menjalankan
usahanya ?
3. Apa yang tidak bisa dikendalikan oleh Bellagio Casino Resort ?
4. Adakah cara untuk mengetahui secara detail mengenai apa saja yang terjadi
dimeja ?
5. Mengapa Trent Walker tidak menggunakan teknologi RFID (radio frequency
identification) ?
Jawaban :
1. The Bellagio merupakan salah satu dari 23 properti milik MGM MIRAGE. The
Bellagio beroperasi pada resor kasino ini terletak di jantung jalur Las Vegas.
The Bellagio mengoperasikan 2.409 mesin permainan yang dioperasikan oleh
koin (mesin slot) dan 143 meja permainan.
2. The Bellagio melakukan pengendalian yang ketat terhadap pengendalian
hasil, pengendalian tindakan dan pengendalian personelnya.
3. The Belagio tidak dapat memahami secara detail mengenai apa saja yang
terjadi dimeja.
4. Ada sebuah teknologi untuk memperbaiki lingkungan pengendalian di meja
yaitu RFID (radio frequency identification).
5. Karena RFID hanya akurat sekitar 75%, The Bellagio perlu RFID untuk
mendekati 100% akurat untuk membuatnya berguna.
KETATNYA SISTEM PENGENDALIAN

Ketatnya Pengendalian Hasil


Keberhasilan pengendalian hasil yang ketat tergantung pada karakteristik definisi
dari area hasil yang diinginkan, pengukuran kinerja, dan penguatan atau insentif
yang diberikan.
Definisi hasil yang diinginkan
Hasil yang diinginkan harus secara efektif dikomunikasikan dan diinternalisasi
oleh karyawan yang sikapnya sedang dikendalikan; dan apabila
penngendalian hasil yang digunakan secara ekslusif pada bagian kinerja yang
ada, pengukurannya pasti lengkap.
Kesesuaian
Kesesuaian sebagai salah satu penentu utama efektivitas pengendalian hasil.
Ketika tujuan tidak jelas, maka kesesuaian akan menjadi permasalahan yang
penting.
Spesifikasi
Tingkat ketatnya pengendalian hasil juga tergantung pada adanya prospek
kinerja yang dijelaskan dengan istilah spesifik. Spesifikasi kinerja yang
diharapkan atau target membutuhkan penilaian dan perhitungan.
Komunikasi dan internalisasi
Agar pengendalian hasil menjadi ketat, target kinerja juga harus
dikomunikasikan secara efektif dan diinternalisasi oleh mereka yang diberi
tanggunga jawab berdasarkan prestasinya.
Kelengkapan
Kelengkapan berarti bahwa area hasil yang didefinisikan dalam SPM termasuk
semua bagian yang diharapkan memiliki kinerja yang bagus dan ketika
karyawan yang terlibat dapat berpengaruh.

Pengukuran kinerja
Pengendalian hasil tergantung pada pengukuran yang teliti, objektif, tepat
waktu, dan dapat dipahami. Jika pengukuran gagal dibagian manapun, sistem
pengendalian tidak dapat digolongkan sebagai pengendalian yang ketat
karena adanya permasalahan perilaku yang dimungkinkan.

Insentif
Pengendalian hasil mungkin menjadi lebih ketat jika imbalan yang
dihubungkan secara langsung dan pasti dengan pencapaian hasil yang
diinginkan. Hubungan langsung berarti bahwa pencapain hasil diterjemahkan
secara eksplisit dan jelas menjadi imbalan. Hubungan pasti antara hasil dan
imbalan berarti bahwa tidak ada alasan yang ditoleransi.
Ketatnya Pengendalian Tindakan
Secara keseluruhan, sistem pengendalian tindakan harus dianggap ketathanya jika
besar kemungkinan bagi karyawan terus-menerus terlibat dalam semua tindakan
yang penting untuk kberhasilan operasi dan tidak akan terlibat dengan tindakkn
yang merugikan.
Pembatas perilaku
Pembatas perilaku, baik fisik maupun administrasi dapat menciptakan
pengendalian yang ketat dalam beberapa bidang organisasi. Pembatas fisik
terdiri atas banyak bentuk, mulai dari kunci sederhana dimeja untuk
mengembangkan perangkat lunak dan sistem keamanan elektronik.
Pembatas administratif seperti pembatasan otoritas keputusan pada tingkat
organisasi yang lebih tinggi menimbulkan pengendalian yang lebih ketat.
Selain itu, pemisahan tugas antara dua karyawan (atau lebih) mebuat
aktivitas yang merugikan cenderung berkurang karena satu orang tidak bisa
menyelesaikan keseluruhan tugas yang tidak diinginkan.

Kajian pratindakan
Kajian pratindakan selalu ketat pada bagian yang melibatkan alokasi sumber
daya yang besar karena banyak investasi yang tidak mudah dibatalkan dan
dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi. Kajian
ini melibatkan pengawasan formal rencana bisnis dan permintaan modal oleh
para ahli pada posisi staf, seperti pada Divisi Keuangan, dan berbagai tingkat
manajemen, termasuk manajemen puncak.

Akuntanbilitas tindakan
Jumlah pengendalian yang ditimbulkan dari pengendalian akuntanbilitas
tindakan tergantung pada karakteristik definisi tindakan yang diinginkan (dan
tidak diinginkan), efektivitas sistem pelacakan tindakan, dan penguatan
(imbalan atau hukuman) yang diberikan.
Definisi tindakan
Untuk mencapai pengendalian akuntanbilitas yang ketat, definisi tindakan
harus sesuai, spesifik, dikomunikasikan dengan baik, dan lengkap. Kesuaian
berarti bahwa pelaksanaan tindakan yang ditetapkan dalam sistem
pengendalian akan mengarah pada pretasi tujuan organisasi yang
sesungguhnya. Pengendalian yang lebih ketat dapat juga dipengaruhi oleh
pembuatan definisi tindakan yang spesifik dalam bentuk peraturan kerja atau
kebijakan yang berlawanan dengan hanya mengandalkan arahan yang
kurang spesifik.
Pelacakan tindakan
Karyawan yang yakin bahwa tindakan mereka diperhatikan akan lebih kuat
dipengaruhi oleh sistem pengendalian akuntanbilitas tindakan daripada
karyawan yang merasa bahwa kemungkinan tertangkap kecil.
Penguatan tindakan
Imbalan (insentif) merupakan bentuk umum dari penguatan yang diberikan
oleh perusahaan dalam penetapan pengendalian hasil, hukuman (tindakan
pendisiplinan) adalah hal umum dalam penetapan pengendalian tindakan
karena hukuman sering melibatkan pelanggaran karyawan terhadap
peraturan dan prosedur.

Ketatnya Pengendalian Personel / Kultural


Dalam organisasi social dan volunter, pengendalian personel biasanya menunjukan
jumlah pengendalian yang signifikan, sebagaimana kebanyakan volunteer sangat
puas hanya dengan melakukan kebaikan, sehungga termotivasi untuk
melakukannya dengan baik. Pengendalian personel/kultural juga terdapat pada
organisasi yang berorientasi laba. Pengendalian ini akan lebih efektif karena adanya
rasa saling melengkapi atau kesesuian antara keinginan organisasi dan keinginan
individu yang ingin mereka capai.

Analisis Kasus Bellagio Casino Resort

Ketatnya Pengendalian Hasil


Definisi hasil yang diinginkan
Untuk membuat sistem pengendalian yang baik, The Bellagio membuat
beberapa aturan dan prosedur dalam kegiatan usahanya. Semua karyawan
kasino harus terdaftar dalam GCB (Gaming Control Board), terdapat
standarisasi aksi Bandar di meja permainan, personel-personel diberikan
tanggung jawab secara individu dengan jelas, adanya prosedur tegas dalam
mentransfer uang tunai atau cip kea tau nonimprest funds, dalam pemberian
pinjaman kepada pemain (marker) diberikan batas kredit yang disepakati.

Pengukuran kinerja
Dalam The Bellagio, pengukuran kinerjanya dilakukan menggunakan Kertas
Kerja Master Games yang menyediakan factor kunci dari hasil aktifitas
permainan yaitu :
Drop, yang pada intinya merupakan jumlah cash drop dan jumlah
kredit (markers), yang diartikan sebagai jumlah uang total yang
tersedia untuk dipertaruhkan oleh pelanggan melawan kasino.
Win, merupakan jumlah laba kotor kasino
Presentase Hold, merupakan perhitungan utama terhadap profitabilitas
kasino. Ditentukan dengan Win dibagi Drop.
Presentase hold merupakan pengukuran terbaik yang tersedia untuk
megukur profitabilitas kasino.
Insentif
Bandar Bellagio mendapat gaji pokok sebesar $6,15 per jam dan
kompensasinya berkisar antara $85.000-$100.000 per tahun termasuk tokes
(tip) yang dibagikan merata. Bonus hanya diberikan kepada eksekutif yang
bessarnya rata-rata 30% dari gaji yang berdasarkan pada kinerja bottom line
kasino dan serangkaian sasaran kinerja perseorangan. Sedangkan untuk
personel kasino tidak mendapat bonus, mereka hanya mendapat gaji dan
juga tip. Namun ada beberapa penghargaan bagi karyawan teladan.

Ketatnya Pengendalian Tindakan


Pembatas perilaku
Dalam melakukan transfer chip, Bandar harus melakukan berbagai proses
yang disebut prosedur drop. Untuk administrasi pemberian pinjaman kepada
pemain, Bandar harus meminta tanda tanga floor supervisor. Pembatasan
perilaku ini dibuat agar karyawan tidak melakukan hal-hal yang dapat
merugikan perusahaan.
Kajian pratindakan
The Bellagio membuat aturan bahwa dalam melakukan transfer chip, Bandar
harus meminta persetujuan dari pit boss dan dalam memberikan pinjaman
kepada pemain Bandar harus meminta tanda tangan floor supervisor.
Akuntanbilitas tindakan
Dalam pengawasannya, The Bellagio memberikan wewenang kepada floor
persons dan pit boss untuk mengawasi aktivitas permainan dan mendeteksi
kejadian yang mencurigakan. Untuk pengawasan ekstra, THE Bellagio
mengerahkan 2000 kamera yang terpasang di sepanjang property. The
Bellagio juga menggunakan mystery shoppers untuk mengevaluasi para
Bandar.
Ketatnya Pengendalian Personel / Kultural
Untuk pengendalian personel, The Bellagio sudah memperbaiki system
pengendaliannya sehingga segala tindakan karyawan dapat di ketahui dengan
mudah. Contohnya ketika Bandar melakukan simulasi mengocok kartu supaya
pelanggan bisa menghitung kartu, The Bellagio mengatasinya dengan menyediakan
pengocok kartu otomatis dan memperbarui program pengocok secara teratur.