Anda di halaman 1dari 3

CH VI DESAIN DAN EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Proses mendesain dan meningkatkan SPM memperhatikan 2 pertanyaan dasar

1. Apa yang diinginkan


2. Apa yang mungkin terjadi

Ketika "apa yang mungkin terjadi" berbeda dengan apa yang diinginkan maka
berlanjut pada kedua pertanyaan berikut:

1. Pengendalian apa yang seharusnya digunakan


2. Seberapa ketat pengendalian harus diaplikasikan

Pilihan Pengendalian
Setiap jenis pengendalian SPM tidak sama efektifnya dalam menyelesaikan setiap
permasalahan manajemen. Suatu permasalahan bisa jadi diselesaikan dengan satu
jenis pengendalian atau kombinasi beberapa jenis pengendalian. matriks jenis
pengendalian dan permasalahan yang dapat diatasi dapat dilihat di ch 2 dan 3.
Alternatif-alternatif pengendalian SPM tersebut harus dipertimbangkan cost and
benefitnya. Alternatif pengendalian yang mahal harus diikuti dengan nilai tambah
yang lebih besar bagi perusahaan.

1. Pengendalian Personel/Kultural sebagai Sebuah Pertimbangan Awal


Pengendalian personel layak menjadi alternatif pertama untuk
dipertimbangkan karena memiliki dampak kerugian yang lebih sedikit dan
biaya yang relatif lebih rendah.
2. Keunggulan dan Kelemahan Pengendalian Tindakan
Keunggulan Pengendalian Tindakan yang pertama dan paling signifikan
adalah bahwa pengendalian tindakan merupakan bentuk pengendalian yang
paling tepat/langsung ke sasaran. Ketika suatu tindakan dilakukan dengan
benar dari awal ketika dimulai (misal pengambilan keputusan investasi), maka
pengendalian tindakan merupakan pengendalian yang terbaik karena
pengendalian tersebut langsung menuju tepat ke tindakan. Artinya, ketika
pengendalian tindakan sudah mencukupi maka tidak perlu lagi memantau
hasilnya. Kedua, pengendalian tindakan cenderung menuju pada
pendokumentasian (dalam bentuk kebijakan dan prosedur) mengenai
tindakan-tindakan apa yang terbaik bagi perusahaan. Dengan begitu, ketika
pegawai datang dan pergi, pengetahuan tentang tindakan yang terbaik bagi
perusahaan tidak akan hilang.

Memiliki beberapa kelemahan: (1) penyimpangan perilaku /adanya pembatasan


kemungkinan, (2) kebanyakan pengendalian tindakan juga sering kali mengurangi
kreativitas, inovasi dan aadaptasi /sebagian besar pengendalian tindakan juga
seringkali mematahkan kreativitas, inovasi dan adaptasi, (3) tindakan akuntabilitas
tertentu dapat menyebabkan kelalaian /akuntabilitas tindakan khususnya, dapat
menyebabkan kecerobohan, (4) pengendalian tindakan seringkali menyebabkan
perilaku negatif /pengendalian tindakan seringkali menimbulkan pengaruh negatif, (5)
beberapa pengendalian tindakan yang khususnya membutuhkan preaction review
memakan biaya
3. Keunggulan dan Kelemahan Pengendalian Hasil
Keunggulan pengendalian hasil yang pertama adalah, feasibility.
Pengendalian hasil dapat menjadi pengendalian yang efektif bahkan ketika
pengendalian tindakan kurang berjalan dengan baik. Kedua, ketika diberikan
ruang otonomi kepada karyawan, kreativitas cenderung meningkat.
Pelaksanaan pekerjaan dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada
menggunakan suatu standar pekerjaan tertentu saja. Ketiga, biayanya relatif
lebih murah daripada pengendalian tindakan.
Kelemahan pengendalian hasil yang pertama adalah, hasil yang diberikan
kadang kurang sempurna untuk mengindikasikan apakah tindakan yang baik
sudah dilakukan karena hasil tersebut tidak memenuhi syarat pengukuran
yang baik. Kedua, keterampilan karyawan kadang memiliki risiko dan pada
pengendalian hasil risiko tersebut dibebankan pada karyawan. Ketiga, target
kinerja yang merupakan bagian dari sistem pengendalian hasil (misal target
anggaran) biasanya tidak mampu memenuhi semua fungsi pengendalian
(terdapat dua fungsi penting pengendalian yaitu motivaiton to achieve dan
coordination). Terakhir, beberapa karyawan kurang suka dengan otonomi
dalam bekerja. Hal ini dikarenakan mereka kurang menikmati tanggungjawab
yang diberikan atau risiko yang dibebankan kepada mereka. Untuk
mengatasinya, karyawan diberikan pilihan untuk bekerja sesuai keterampilan
dan ambisinya.

Pemilihan Ketatnya Pengendalian


Keputusan mengenai apa pengendalian harus diaplikasikan lebih ketat atau longgar
tergantung pada jawabn dari eprtanyaan :

1. Apakah manfaat potensial dari pengendalian ketat?


2. Berapa biayanya?
3. Mungkinkah ada efek samping yang merugikan?

Beradaptasi Terhadap Perubahan


Banyak perusahaan menekankan pada satu bentuk pengendalian manajemen pada
satu waktu tertentu, tetapi seringkali mengubah penekanan ke bentuk lain karena
kebutuhan, kemampuan dan lingkungan yang berubah.
Tetap Fokus pada Perilaku
Analisis pengendalian manajemen sulit karena manfaat dan efek sampingnya
tergantung pada bagaimana karyawan akan bereaksi terhadap pengendalian yang
sedang digunakan. Perilaku tiap orang dapat berbeda dan unik sehingga sulit
dianalisis. Perbedaan ini yang membuat implementasi SPM menjadi menanatang
dan penting untuk menekankan bahwa tidak ada satu pun bentuk pengendalian
yang optimal pada semua jenis keadaan. Manfaat pengendalian manajemen hanya
berasal dari pengaruhnya terhadap perilaku.
Mempertahankan Pengendalian yang Baik
Penyebab kegagalan pengendalian:

1. Pemahaman yang tidak sempurna mengenai penentuan dan/atau pengaruh


pengendalian manajemen
2. Kecenderungan manajemen untuk menunda implementasi pengendalian
manajemen untuk mengerjakan permintaan bisnis lain yang dianggap lebih
penting dan utama. Penundaan implementasi juga dapat disebabkan gaya
personal manajer dalam memimpin perusahaan, karena tidak mau
beradaptasi dengan lingkungan yang berubah.