Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM BIOKIMIA

UNIT IV

ENZIM

Disusun oleh :Kelompok : 5 (lima)


1. Uswatun Khasanah (F120155029)
2. Hifi Rizki Ratnasari (F120155042)
3. Mawaddah Warahmah (F120155043)
4. Natsa Disa Saski (F120155053)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KUDUS


PROGRAM STUDI S-1 FARMASI
Alamat: Jl. Ganesha I Purwosari Kudus 59316, Jawa Tengah, Indonesia
Telp : (0291) 437 218/442993
TAHUN 2016/2017
UNIT IV

ENZIM
A. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu
mengetahui kecepatan katalisis suatu enzim, mengetahui pengaruh suhu,
pH, dan konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim.
B. Dasar Teori
Enzim merupakan biologikal katalis yang berfungsi mempercepat
laju reaksi kimia tanpa ikut bereaksi. Enzim mempercepat laju reaksi
sampai berjuta-juta kali. Sifatnya sangat spesifik, misalnya amylase hanya
mengkatalisis reaksi pemecahan amilum menjadi subunit glukosa.enzim
memegang eranan penting dalam kehidupan sehingga sangat perlu untuk
mengetahui cara kerja enzim agar bisa digunakan dalam industri obat-
obatan, biokimia dan industri lainnya.
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberpa faktor diantaranya suhu, pH,
konsentrasi substrat, inhibitor dan aktivator. Beberapa jenis enzim hanya
dapat bekerja pada suhu dan pH optimumnya. Suhu dan pH optimum
setiap jenis enzim berbeda satu sama lainnya. Enzim tidak dapat bekerja
pada suhu yang terlalu rendah maupun pada suhu yang terlalu tinggi.
Enzim juga tidak dapat bekerja pada pH yang terlalu asam maupun yang
terlalu basa. Apabila berada pada suhu atau pH yang tidak sesuai, enzim
akan mengalami denaturasi atau kerusakan pada strukturnya. Konsentrasi
substrat juga dapat mempengaruhi kerja enzim. Apabila konsentrasi
substrat terlalu tinggi, maka enzim tidak dapat bekerja dengan baik, laju
reaksi katalisator oleh enzim akan berlangsung lambat. Sebaliknya bila
konsentrasi substrat rendah, maka laju reaksi katalisator oleh enzim akan
berlangsung cepat.
Kerja enzim juga dipengaruhi oleh inhibitor. Inhibitor adalah
molekul yang dapat menghambat kerja enzim, sehingga dapat menurunkan
laju reaksi katalisator oleh enzim. Inhibitor enzim terdiri dari dua jenis
yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif. Inhibitor
kompetitif menghambat kerja enzim dengan cara berikatan langsung
dengan sisi aktif enzim, sehingga substrat tidak bisa berikatan dengan sisi
aktif enzim dan reaksi tidak dapat berlangsung. Sedangkan inhibitor non-
kompetitif adalah inhibitor yang berikatan dengan sisi alosterik enzim,
namun karena enzim bersifat fleksibel, saat inhibitor berikatan dengan sisi
alosterik enzim, sisi aktif enzim ikut berubat sehingga substrat pun tidak
dapat berikatan dengan sisi aktif enzim dan reaksi juga tidak dapat
berlangsung.
C. Alat dan Bahan

Alat : Bahan :
Tabung reaksi + rak Kentang
Cawan petri Hydrogen peroksida (H2O2)
Waterbath Aquadest
Thermometer Buffer NaOH
Pipet tetes Buffer HCl
Beaker glass
Tissue

D. Prosedur Kerja
a. uji kecepatan katalisis hydrogen peroksida
siapkan potongan silinder kentang dengan tebal sekitar 1
mm, letakkan pada cawan petri berisi air

siapkan 3 buah tabung reaksi (tabyng 1 & 2 hydrogen


peroksida 20%, dan tabung ke-3 berisi aquadest) masing2
tabung dengan kondisi pH 7 suhu 25C

masukkan kentang pada tabung 1&3 dan ketas pada


tabung ke 2.

amati terbentuknya gelembung udara sebagai hasil dari


katalisis hydrogen peroksida oleh enzim katalase
b. uji pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim
ulangi prosedur pada point a dengan pH yang sama namun dengan suhu
yang berbeda (10,20,30,40,50,60)

amati tinggi dan jumlah gelembung udara yang terbentuk . semakin tinggi
dan banyak gelembung yang terbentuk menandakan semakin cepat laju
reaksi aktivitas enzim

buat grafik uji dengan variasi suhu sebagai sumbu X

c. uji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim


ulangi prosedur pada point a dengan pH (4,5,6,7,8,9,10)yang
berbeda namun dengan suhu yang sama yaitu 25C

amati tinggi dan jumlah gelembung udara yang terbentuk . semakin


tinggi dan banyak gelembung yang terbentuk menandakan semakin
cepat laju reaksi aktivitas enzim

buat grafik uji dengan variasi pH sebagai sumbu X

d. uji pengruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim


ulangi prosedur pada point a dengan konsentrasi hydrogen
peroksida yang berbeda yaitu ( 5%, 10%, 15%, 25%, 30%, 35%)

amati tinggi dan jumlah gelembung udara yang terbentuk . semakin


tinggi dan banyak gelembung yang terbentuk menandakan semakin
cepat laju reaksi aktivitas enzim

buat grafik uji dengan variasi substrat sebagai sumbu X

E. Hasil Praktikum
1. Data
a. Uji kecepatan katalisis hidrogen peroksida
Tabung 1 : 10 ml hidrogen peroksida + 1 tetes NaOH (pH 7)
+kentang gelembung yang terbentuk banyak dan
gelembung bertahan lama . tinggi dari gelembung yang
dihasilkan 1 cm
Tabung 2: 10 ml hidrogen peroksida + 1 tetes NaOH (pH 7) +
kertas terbentuk gelembung udara sedikit, dengan tinggi 1
cm
Tabung 3: 10 ml aquadest + kentang (pH 7) tidak terdapat
gelembung udara sama sekali
b. Uji pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim (50c)
Tabung 1 : 10 ml hidrogen peroksida + 1 tetes NaOH (pH 7) +
kentang (suhu 50C) gelembung yang terbentuk sedikit dan
sedikit lambat dibandinng percobaan point A. tinggi dari
gelembung yang dihasilkan 6 cm
Tabung 2: 10 ml hidrogen peroksida + 1 tetes NaOH (pH 7) +
kertas (suhu 50C) terbentuk gelembung udara sangat
sedikit dan lambat jika dibanding dengan tabung 1. Dengan
tinggi 6 cm
Tabung 3: 10 ml aquadest + kentang (pH 7) (Suhu 50C)
tidak terdapat gelembung udara sama sekali
c. Uji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim (pH 9)
Tabung 1 : 10 ml hidrogen peroksida + 2 tetes NaOH (pH 9)
+kentang gelembung yang terbentuk banyak, cepat dan
gelembung bertahan lama . tinggi dari gelembung yang
dihasilkan 1,5 cm
Tabung 2: 10 ml hidrogen peroksida + 3 tetes NaOH (pH 9) +
kertas terbentuk gelembung udara sedikit dan lama, dengan
tinggi 1,5 cm
Tabung 3: 10 ml aquadest + 2 tetes NaOH +kentang (pH 9)
tidak terdapat gelembung udara sama sekali

d. Uji pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim (30%)


Tabung 1 : 10 ml hidrogen peroksida + 2 tetes NaOH (pH 7)
+kentang gelembung yang terbentuk banyak namun lambat.
tinggi dari gelembung yang dihasilkan 0,5 cm
Tabung 2: 10 ml hidrogen peroksida 30% + 3 tetes NaOH (pH
7) + kertas terbentuk gelembung udara sedikit dan sebentar.
dengan tinggi 0,5 cm
Tabung 3: 10 ml aquadest + kentang (pH 7) tidak terdapat
gelembung udara sama sekali
2. Grafik
a. Uji kecepatan katalisis hidrogen peroksida

Tabung Banyaknya gelembung Keterangan


1. +++ +++ = sangat banyak
2. ++ ++ = banyak
3. - + = sedikit
= tidak ada
b. Uji pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim

suhu
7
6
5
4 hasil

3
2
1
0
10 20 30 40 50 60

c. Uji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim

pH
8
7
6
5 tinggi gelembung
4
3
2
1
0
4 5 6 7 8 9
d. Uji pengaruh konsentrasi subtrat terhadap aktivitas enzim
konsentrasi substrat
8
7
6
5
tinggi gelembung
4
3
2
1
0
5 10 15 25 30 35
F. Pembahasan
Enzim merupakan biologikal katalis yang berfungsi mempercepat
laju reaksi kimia tanpa ikut bereaksi. Enzim mempercepat laju reaksi
sampai berjuta-juta kali. Sifatnya sangat spesifik, misalnya amylase hanya
mengkatalisis reaksi pemecahan amilum menjadi subunit glukosa.enzim
memegang eranan penting dalam kehidupan sehingga sangat perlu untuk
mengetahui cara kerja enzim agar bisa digunakan dalam industri obat-
obatan, biokimia dan industri lainnya.
Pada praktikum kali ini, bahan yang digunakan untuk mengetahui
aktivitas enzim yaitu kentang. Kentang digunakan untuk mengetahui
aktivitas dari enzim katalase. Enzim katalase merupakan enzim yang
terdapat pada tumbuhan. Enzim ini diproduksi oleh peroksisom dan aktif
dalam melakukan reaksi oksidatif bahan-bahn yang dianggap toksik oleh
tumbuhan, seperti hidrogen peroksida. Enzim katalase merupakan
golongan enzim desmolase, yaitu enzim yang dapat memecahkan ikatan
C-C atau C-N pada subtrat yang diikatnya. Pada reaksi dengan hidrogen
peroksida enzim katalase, dengan mengoksidase 1 molekul hidrogen
peroksida menjadi oksigen.
Pada setiap point perlakuan pada tabung reaksi, tabung 1
digunakan sebagai peraksi, tabung kedua pembanding (kertas), dan tabung
ke-3 sebagai blangko. Pada perlakuan pertama dilakukan dengan
perlakuan sama namun berbeda substrat, tabung 1 dan 2 diisi hydrogen
peroksida 20% sedangkan tabung ke 3 hanya aquadest. Menunjukkan
bahwa pada tabung 1 dan 2 terbentuk gelembung udara yang banyak,
namun berbeda kecepatan yang dihasilkan. Sedangkan di tabung ke-3
tidak terbentuk gelembung sama sekali.
Pada pelakuan perbedaan suhu dan pH, kondisi enzim akan
mencapai puncak aktivitasnya ketika suhu dan pH nya sesuai dengan
enzim katalase tersebut yaitu dengan suhu normal (20-25C) dan pada pH
normal/netral (7-8) maka pada perlakuan ke 2 dan ke 3 pada suhu yang
sesuai enzim bekerja dengan baik dan menghasilkan gelembung udara
yang menunjukkan teroksidasi nya hidrogen peroksida menjadi air dan
oksigen. Sedangkan pada suhu yang terlalu tinggi dan tingkat keasaman
yang tidak sesuai enzim mengalami kerusakan yaitu terdenaturasi.
Denaturasi merupakan rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yang
menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya
sehingga aktivitas enzim menurun atau hilang. Sehingga enzim tidak dapat
bekerja dengan maksimal.
Pada perlakuan dengan membedakan konsentrasi substrat yang
digunakan praktikan mengalami hal yang sama.semakin tingginya
konsentrasi substrat yang digunakan maka reaksi katalisator oleh enzim
berlangsung lambat. Begitu pula sebaliknya.
Pada hasil praktikum yang ditunjukan pada point E, setiap
hidorgen peroksida yang diberikan kentang selalu menghasilkan
gelembung-gelembung udara. Hal itu menunjukkan aktifnya enzim
katalase yang terdapat pada kentang. Hal ini karena enzim katalase dapat
menguraikan senyawa hidrogen peroksida yang tidak baik bagi tubuh
menjadi air dan oksigen yang sama sekali tidak berbahaya bagi tubuh.
G. Kesimpulan
Dari perlakuan terhadap kentang didalam hydrogen peroksida yang
bertujuan untuk mengetahui proses aktivitas enzim katalase, ada tidaknya
gelembung udara merupakan indikator berlangsung atau tidaknya aktivitas
enzim katalase pada ketang. Pada perlakuan ini pula dapat diketahui hal-
hal yang menyebabkan enzim katalase rusak bermacam-macam antara lain
yaitu suhu yang terlalu tinggi, derajat keasaaman yang terlalu asam
maupun terlalu basa, konsentrasi substrat, dan inhibitor yang ada. Jika
enzim rusak maka enzim tidak akan dapat menangkal hal-hal yang bersifat
racun yang masuk kadalam tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2017, penuntun praktikum BIOKIMIA, STIKES MUHAMMADIYAH


Kudus; Kudus
http://agungsaputro00.wordpress.com/2012/11/09/laporan-praktikum-biologi-2/