Anda di halaman 1dari 16

Muatan Rencana Tata Ruang Wilayah

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Tujuan, Kebijakan, dan Strategi
Tujuan Penataan Ruang
Berdasarkan visi dan misi pembangunan Daerah Kabupaten Barru, maka tujuan penataan
ruang wilayah kabupaten Barru adalah Untuk mewujudkan tatanan ruang wilayah
kabupaten Barru, yang produktif, asri dan lestari, yang berbasis potensi-potensi geografis,
pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perikanan, kehutanan dan pertambangan
secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Barru sebagai kabupaten
yang maju

Kebijakan Penataan Ruang


Kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arah tindakan yang harus
ditetapkan untuk mencapai tujuan penataan ruang wilayah kabupaten. Berdasarkan visi
dan misi serta tujuan penataan ruang wilayah Kabupaten Barru, maka kebijakan penataan
ruang wilayah di Kabupaten Barru adalah sebagai berikut :
a. pengembangan sistem pusat-pusat kegiatan;
b. pengembangan prasarana wilayah;
c. peningkatan fungsi kawasan lindung;
d. peningkatan sumber daya hutan produksi;
e. peningkatan sumber daya lahan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan;
f. pengembangan potensi pariwisata;
g. pengembangan potensi pertambangan;
h. pengembangan potensi industri;
i. pengembangan potensi perdagangan;
j. pengembangan potensi pendidikan;
k. pengembangan potensi permukiman;
l. peningkatan kualitas sumber daya manusia; dan
m. peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara.

Strategi Penataan Ruang Kabupaten Barru


Strategi penataan ruang wilayah kabupaten merupakan penjabaran kebijakan penataan
ruang wilayah kabupaten ke dalam langkah-langkah operasional untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.
Strategi pengembangan sistem pusat-pusat kegiatan di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Menetapkan Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp) berupa kota-kota satelit
penyangga ibukota Kabupaten Barru;
Meningkatkan interkoneksi antar kawasan perkotaan yang meliputi Pusat
Kegiatan Wilayah (PKW), Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp), Pusat Pelayanan
Kawasan (PPK) dan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL), antar kawasan perkotaan

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


dengan kawasan perdesaan, serta antar kawasan perkotaan dengan kawasan
perdesaan, serta antar kawasan perkotaan dengan wilayah sekitarnya;
Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru di kawasan yang potensil dan
belum terlayani oleh pusat pertumbuhan eksisting;
Mengendalikan pemanfaatan ruang wilayah rawan longsor di perbukitan dan
rawan banjir di tepi sungai dan pantai;
Mendorong kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan agar lebih kompetitif dan
lebih efektif dalam mendorong pengembangan wilayah sekitarnya;
Meningkatkan sinergitas, sistem transportasi dan komunikasi antarkawasan
perkotaan, antar pusat-pusat kegiatan seperti PKW, PKL, PKLp, PPK dan PPL;
Mengendalikan perkembangan kawasan perkotaan, khususnya daerah perbukitan
dan bantaran sungai; dan
Mendorong kawasan perkotaan dan pusat-pusat pertumbuhan agar lebih
produktif, kompetitif dan lebih kondusif untuk hidup dan berkehidupan secara
berkelanjutan, serta lebih efektif dalam mendorong pengembangan wilayah
sekitarnya.
Strategi pengembangan prasarana wilayah di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan
prasarana transportasi, informasi, telekomunikasi, energi dan sumberdaya air
yang hierarkis, sinergis, terpadu dan merata PKW, PKLp, PPK dan PPL di seluruh
wilayah kabupaten;
Meningkatnya kualitas jaringan prasarana dan mewujudkan keterpaduan
pelayanan transportasi darat dan laut secara terpadu;
Mendorong pengembangan prasarana informasi dan telekomunikasi terutama di
kawasan yang masih terisolir;
Meningkatkan jaringan energi dengan lebih menumbuh-kembangkan
pemanfaatan sumber daya terbarukan yang ramah lingkungan dalam sistem
kemandirian energi area mikro, dibanding pemanfaatan sumber daya yang tak
terbarukan serta mewujudkan keterpaduan sistem penyediaan tenaga listrik;
Meningkatkan kualitas jaringan prasarana serta mewujudkan keterpaduan sistem
jaringan sumber daya air;
Meningkatkan jaringan distribusi BBM dan gas kabupaten yang terpadu dengan
jaringan dalam tataran nasional secara optimal;
Meningkatkan kualitas jaringan prasarana serta mewujudkan keterpaduan sistem
jaringan sumber daya air;
Meningkatkan kualitas jaringan prasarana persampahan secara terpadu dengan
penerapan konsep 4R (rethinking, reduce, reuse dan recycling) dengan paradigma
sampah sebagai bahan baku industri menggunakan teknik pengolahan modern di
perkotaan berbentuk Tempat Pengolahan Akhir (TPA), dan teknik pengolahan
konvensional di perdesaan yang menghasilkan kompos maupun bahan baku
setengah jadi;
Mengarahkan system pengelolaan akhir sampah dengan metode sanitary landfill;
dan
Meningkatkan kualitas jaringan prasarana sanitasi melalui pengelolaan limbah
terpadu melalui Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Strategi peningkatan fungsi kawasan lindung di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mengembalikan dan meningkatkan fungsi kawasan lindung yang telah menurun
akibat pengembangan kegiatan budidaya, dalam rangka mewujudkan dan
memelihara keseimbangan ekosistem wilayah, khususnya DAS kritis;
Menyelenggarakan upaya terpadu pelestarian fungsi sistem ekologi wilayah;
Mengembalikan dan meningkatkan fungsi kawasan lindung yang telah menurun
akibat pengembangan kegiatan budidaya, dalam rangka mewujudkan dan
memelihara keseimbangan ekosistem wilayah kabupaten;
Melindungi kemampuan lingkungan hidup dari tekanan perubahan dan/atau
dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu
mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya;
Melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau
komponen lain yang dibuang ke dalamnya; dan
Mencegah terjadinya tindakan yang dapat secara langsung atau tidak langsung
menimbulkan perubahan sifat fisik lingkungan yang mengakibatkan lingkungan
hidup tidak berfungsi dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan.
Strategi peningkatan sumberdaya hutan produksi di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mengembangkan areal lahan hutan produksi secara selektif; dan
Mengembangkan agro forestry (hutan perkebunan) di areal sekitar hutan lindung
sebagai zona penyangga yang memisahkan hutan lindung dengan kawasan
budidaya terbangun;
Strategi peningkatan sumber daya lahan pertanian, perkebunan, peternakan dan
perikanan, di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mempertahankan areal sentra produksi pertanian lahan sawah irigasi;
Meningkatkan kualitas lahan pertanian;
Mengembangkan areal lahan komoditas perkebunan khususnya di daerah
perdesaan seluruh kabupaten secara selektif;
Meningkatkan intensitas budidaya peternakan; dan
Meningkatkan kemampuan dan teknologi budidaya perikanan;
Strategi pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mengembangan industri pariwisata budaya dan alam yang ramah lingkungan.
Mengembangkan penerapan ragam nilai budaya lokal dalam kehidupan
masyarakat;
Melestarikan situs warisan budaya komunitas lokal masyarakat Barru;
Mempertahankan kawasan situs budaya dan mengembangkan objek wisata
sebagai pendukung daerah tujuan wisata yang ada; dan
Mengembangkan promosi dan jaringan industri pariwisata secara global.
Strategi pengembangan potensi pertambangan di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mengendalikan penambangan batuan di sungai maupun gunung agar tidak
berdampak pada kerusakan lingkungan dan bahaya abrasi maupun longsor;
Mengembangkan budidaya pertambangan yang berwawasan lingkungan; dan
Mengembangkan sumberdaya baru pengganti bahan galian yang tidak
terbaharukan.
Strategi pengembangan potensi industri di Kabupaten Barru, terdiri atas:

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Mengembangkan agro industri terutama yang berbasis hasil komoditi sektor-
sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan;
Mengembangkan kawasan agro-industri skala sedang di PKL dan PKLp; dan
Mengembangkan usaha industri kecil dan industri rumah tangga yang tidak
mengganggu kehidupan di kawasan permukiman.
Strategi pengembangan potensi perdagangan di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mengembangkan kawasan potensial ekonomi SepeE, Mangempang dan Siawung
(Emas) termasuk kawasan Pelabuhan Garongkong di PKW;
Mengembangkan kawasan perdagangan di PKLp;
Mengembangkan pasar hasil industri pertanian; dan
Meningkatkan akses koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
terhadap modal, perlengkapan produksi, informasi, teknologi dan pasar.
Strategi pengembangan potensi pendidikan di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Menyelenggarakan pendidikan sebagai pusat ilmu pengetahuan terutama guna
mendukung pengembangan sektor kehutanan, pertanian, perkebunan,
peternakan, perikanan, industri kerajinan, perdagangan dan pariwisata; dan
Memenuhi kapasitas dan mendistribusi secara proporsional fasilitas Sekolah
Taman Kanak-Kanak (STK), pendidikan dasar, pendidikan menengah, sekolah
kejuruan dan pendidikan tinggi di PKW, PKLp, PPK dan PPL;
Strategi pengembangan potensi permukiman di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mencegah tumbuh berkembangnya perumahan di kawasan lindung termasuk
kawasan lindung setempat, seperti di hutan lindung, lahan dengan kemiringan di
atas 30%, dan bantaran sungai;
Mencegah pembangunan perumahan di daerah rawan bencana seperti longsor,
banjir dan gempa;
Bangunan permukiman di tengah kota terutama di PKW dan PKL yang padat
penduduknya diarahkan pembangunan perumahannya vertikal dengan ketinggian
sedang; dan
Mengembangan permukiman perdesaan berlandaskan kearifan nilai budaya lokal
seperti pola rumah kebun dengan bangunan berlantai panggung.
Strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Barru, terdiri atas:
Membangun kompetensi dan kapasitas baik melalui pendidikan formal maupun
non formal bagi angkatan kerja di sektor-sektor kehutanan, pertanian,
perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, industri, perdagangan,
permukiman, sarana, prasarana dan pemerintahan; dan
Mengembangkan sistem konsultasi, pendampingan, monitoring, evaluasi dan
penghargaan berbasis kinerja bagi pelaku kegiatan di sektor-sektor tersebut
Strategi untuk meningkatkan fungsi kawasan pertahanan dan keamanan Negara di
Kabupaten Barru, terdiri atas:
Mengembangkan kegiatan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar
kawasan pertahanan untuk menjaga fungsi dan peruntukannya; dan
Mengembangkan kawasan lindung dan/atau kawasan budidaya tidak terbangun
di sekitar kawasan pertahanan sebagai zona penyangga.

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Rencana Struktur Ruang

Rencana struktur ruang wilayah Kabupaten Barru (Gambar 2) merupakan arahan


perwujudan sistem perkotaan dalam wilayah Kabupaten/Kota Barru dan jaringan
prasarana wilayah yang dikembangkan untuk mengintegrasikan wilayah Kabupaten
selain untuk melayani kegiatan skala Kabupaten, yang terdiri dari:

Gambar 2. Peta Rencana Struktur Ruang Kabupaten Barru

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Rencana Sistem Perkotaan

Pengembangan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)


Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 tentang RTRWN, Ibu Kota
Kabupaten Barru merupakan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), yang didukung oleh
kawasan potensil pengembangan ekonomi SepeE, Mangempang dan Siawung (Emas) dan
juga termasuk kawasan pelabuhan Garongkong mencakup kawasan perdagangan,
kawasan Industri, kawasan pelabuhan dan kawasan perdagangan di dalamnya.

Pengembangan Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp)


Berdasarkan kondisi dan potensi yang ada, beberapa kawasan perkotaan yang menjadi
Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp) oleh Pemerintah Kabupaten Barru meliputi:
PKLp Palanro di Kecamatan Mallusetasi;
PKLp Mangkoso di Kecamatan Soppeng Riaja;
PKLp Ralla di Kecamatan Tanete Riaja;
PKLp Takkalasi di Kecamatan Balusu; dan
PKLp Pekkae di Kecamatan Tanete Rilau.

Pusat Pelayanan Kawasan (PPK)


PPK yang potensial dikembangkan di Kabupaten Barru adalah kawasan agropolitan
(pertanian, perkebunan dan kehutanan) dan kawasan pertambangan di PPK Doi-doi di
Kecamatan Pujananting.

Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL)


PPL adalah pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa,
antara lain: PPL Tompo dan Palakka di Kecamatan Barru; PPL Lipukasi, Tanete dan
Pancana, di Kecamatan Tanete Rilau; PPL Cilellang, Mallawa, Kupa, Bojo Baru, di
Kecamatan Mallusetasi; PPL Madello, Lampoko dan Kamiri di Kecamatan Balusu; PPL
Kiru-kiru, Siddo dan Ajakkang di Kecamatan Soppeng Riaja; PPL Lompo Tengah, Harapan
dan Kading di Kecamatan Tanete Riaja; dan PPL Pujananting dan Gattareng di Kecamatan
Pujananting.

Rencana Sistem Jaringan Transportasi


Rencana Sistem Jaringan Transportasi terdiri dari rencana Jaringan Transportasi Darat
(Jaringan jalan, Jaringan prasarana lalu lintas, Jaringan Pelayanan Lalulintas, Jaringan
Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan, dan Rencana Sistem Jaringan
Perkeretaapian di Kabupaten Barru) dan Rencana Sistem Jaringan Transportasi Laut
(Tatanan Kepelabuhanan dan Alur Pelayaran)

Rencana prasarana lainnya


Rencana prasarana lainnya terdiri atas: Rencana Sistem Jaringan Energi, Rencana Sistem
Jaringan Telekomunikasi Dan Informasi; Rencana Sistem Jaringan Sumber Daya Air;
Sistem Jaringan Pengelolaan Sumber Daya Air; Sistem Prasarana Pengelolaan Lingkungan;
Jalur Evakuasi Bencana; dan Sarana Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Rencana Pola Ruang
Rencana pola ruang terdiri atas rencana pengembangan kawasan lindung dan rencana
pengembangan kawasan budidaya (lihatGambar 3.39).

Kawasan Lindung

Hutan Lindung. Secara keseluruhan Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Barru seluas
51.389,53 hektar atau sama dengan 43,14% dari total luas wilayahnya.
Kawasan Perlindungan Setempat

Kawasan Sempadan Pantai. Panjang pantai di Kabupaten Barru 78,00 Km, Ketentuan
kawasan sempadan pantai di Kabupaten Barru, terdiri dari: daratan sepanjang tepian laut
dengan jarak minimal 100 meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat; atau
daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal
dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai. Kawasan sempadan
pantai termasuk kawasan hutan bakau di Kabupaten Barru berada di Kecamatan
Mallusetasi, Soppeng Riaja, Balusu, Barru, dan Tanete Rilau.

Gambar 3. Peta Rencana pola ruang Kabupaten Barru

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Kawasan Sempadan Sungai. Sempadan sungai di Kabupaten Barru meliputi : sempadan
sungai sepanjang bantaran Sungai Barru, Sungai Bojo, Sungai Kupa, Sungai Nepo, Sungai
Manuba, Sungai Ceppaga, Sungai Takkalasi, Sungai Ajakkang, Sungai Palakka, Sungai
Bungi, Sungai Sikapa, Sungai Parempang, dan Sungai Palanru dan anak sungai lainnya.

Kawasan Lindung Spiritual


Kawasan lindung spiritual di Kabupaten Barru terdiri atas pelestarian Kawasan
Perkampungan Suku Tobalo, Rumah Adat Saoraja Lapinceng, Kawasan Pendidikan Kota
Barru, Monumen Pacekke, Monumen Garongkong dan makam-makam lainnya.
Kawasan Pelestarian Alam

Kawasan Berhutan Bakau. Kawasan pantai berhutan bakau dengan total luas 343,783
Ha. Kawasan pantai berhutan bakau di wilayah Kabupaten Barru terdiri atas wilayah
Kecamatan Mallusetasi seluas 26, 322 Ha, Kecamatan Soppeng Riaja seluas 86,804 Ha,
Kecamatan Balusu seluas 200, 078 Ha termasuk Pulau Panikiang seluas 82,830 Ha dan
Kecamatan Barru seluas 82,830 Ha.

Kawasan Taman Wisata Alam Laut. Potensi taman laut dengan keindahan karangnya
dilindungi dan menjadi potensi bahari yang dapat dikembangkan di Kecamatan
Mallusetasi tepatnya pada pulau Dutungan, Bakki dan Batu Kalasi.

Kawasan Rawan Bencana Alam Potensi bencana alam di Kabupaten Barru terdiri atas
Kawasan rawan bencana alam longsor; Kawasan rawan bencana alam banjir; dan
Kawasan rawan ombak besar.

Kawasan Budidaya Kawasan Budidaya di Kabupaten Barru meliputi luasan sebagai


berikut: Hutan Produksi 17.290,03 ha; Hutan rakyat 5.923,35 ha; Kawasan Budidaya
Perikanan 2.682,69 ha (Tambak 2.682,69 ha); Kawasan Budidaya Perkebunan 14.046,91
ha (Perkebunan 14.046,91 ha); Kawasan Budidaya Pertanian 19.880,78 ha (Pertanian
lahan basah 14.322,14 ha; Pertanian lahan kering 1.785,70 ha; Holtikultura 3.772,94 ha);
Kawasan Budidaya Peternakan 2.290,54 ha (Peternakan Besar 2.290,54 ha); Kawasan
Permukiman 3.771,64 ha; dan Kawasan Pertambangan 1.490,56 ha.

KawasanStrategis
Kawasan Strategis Nasional (KSN)
Menurut PP No 26 Tahun 2008 tentang RTRWN, wilayah yang terkait dengan wilayah
kabupaten dan ditetapkan sebagai kawasan Pengembangan Kawasan Strategis Nasional
(KSN) dengan sudut kepentingan ekonomi yaitu KAPET Parepare.
a. Kawasan Strategis Provinsi (KSP)
Wilayah kabupaten yang terkait dengan wilayah kabupaten dan ditetapkan sebagai
kawasan Pengembangan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) dengan sudut kepentingan
ekonomi yaitu Kawasan Agropolitan Barru.

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


b. Kawasan Strategis Kabupaten (KSK)
Kawasan Strategis Pertumbuhan Ekonomi
Berdasarkan kriteria kawasan strategis dan potensi wilayah, maka rencana kawasan
strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi terbagi atas:

Kawasan minapolitan di Kecamatan Tanete Rilau dan Kecamatan Mallusetasi;


Kawasan Agrowisata di Kecamatan Tanete Riaja.
Kawasan industri pertambangan kapur pertanian di Kecamatan Balusu;
Kawasan pertambangan kromit dan serpentinit di Kecamatan Barru;
Kawasan pertambangan marmer, kromit, batubara dan emas di Kecamatan
Pujananting;
Kawasan pertambangan batu gamping, tanah liat, batubara dan pasir kuarsa di
Kecamatan Tanete Riaja;
Kawasan pertambangan tras dan pasir besi di Kecamatan Mallusetasi;
Kawasan pertambangan pasir besi di Kecamatan Tanete Rilau;
Kawasan terpadu pelabuhan, industri, perdagangan, pergudangan, dan peti kemas
Garongkong dan simpul transportasi darat, laut dan kereta api di kawasan
potensial pengembangan ekonomi EMAS;
Kawasan Agropolitan pertanian, perkebunan hasil ternak dan hasil hutan di
Kecamatan Barru; dan
Kawasan Agropolitan (pertanian, hasil ternak dan hasil hutan) di Kecamatan
Pujananting.
Kawasan Strategis Kepentingan Fungsi Dan Daya Dukung Lingkungan Hidup
Kawasan strategis dari sudut kepentingan lingkungan hidup di Kabupaten Barru
diarahkan pada kawasan:
Kawasan Wisata Alam di Kecamatan Mallusetasi; dan
Pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kawasan Strategis Kepentingan Sosial Budaya
Kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial budaya di Kabupaten Barru akan
diarahkan pada kawasan;

Kawasan budaya lokal perkampungan Suku Tobalo; dan


Kawasan pendidikan Pesantren Mangkoso.
Kawasan Strategis Kepentingan Pendayagunaan Sumberdaya Alam Dan
Penggunaan Teknologi Tinggi
Kawasan strategis dari sudut kepentingan pendayagunaan sumberdaya alam dan
penggunaan teknologi tinggi berupa;

Panas Bumi di Kalompie Kecamatan Barru;


Gas alam di Ralla Kecamatan Tanete Riaja; dan
Kawasan industri semen portland di Kecamatan Tanete Riaja;

10

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Gambar 4. Peta Kawasan Strategis Kabupaten Barru

Indikasi Program
Pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten Barru dilaksanakan melalui penyusunan dan
pelaksanaan program pemanfaatan ruang yang anggaran biayanya akan diperhitungkan
pada rencana yang lebih rinci. Pendanaan program pemanfaatan ruang bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,
investasi swasta atau kerjasama pendanaan. Berdasarkan hal tersebut di atas, indikasi
program yang disusun dalam RTRWK Barru ini perlu dijadikan acuan lokasi program dan
kegiatan dalam penyusunan rencana-rencana pembangunan tahunan seperti RKPD

11

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Pemkab Barru maupun Renja SKPD. Indikasi program utama di atas dapat dilaksanakan
dalam bentuk kerjasama antar pemerintah Kabupaten Barru dengan Kabupaten lain, atau
dengan provinsi, dan kabupaten/kota dan/atau Kabupaten Barru dengan lembaga negara
asing non pemerintah. Berikut ini adalah matriks program indikatif RTRW Kabupaten
Barru (Tabel 3).

12

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


Pengendalian Pemanfaatan Ruang
Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional dan wilayah provinsi digunakan
sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten Barru.
Instrumen pengendalian pemanfaatan ruang tersebut terdiri atas
a. ketentuan umum peraturan zonasi sistem kabupaten,
b. ketentuan perizinan,
c. ketentuan insentif dan disinsentif, dan
d. arahan sanksi.

Ketentuan Umum Peraturan Zonasi

Ketentuan peraturan zonasi meliputi ketentuan peraturan zonasi untuk struktur ruang dan pola
ruang wilayah Kabupaten Barru, yang terdiri atas:

Ketentuan peraturan zonasi untuk sistem perkotaan;


Ketentuan peraturan zonasi untuk sistem jaringan transportasi;
Ketentuan peraturan zonasi untuk sistem jaringan energi;
Ketentuan peraturan zonasi untuk sistem jaringan telekomunikasi;
Ketentuan peraturan zonasi untuk sistem jaringan sumberdaya air;
Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan lindung; dan
Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan budidaya.

Ketentuan Perizinan

Salah satu fungsi RTRW Kabupaten Barru adalah sebagai acuan atau pedoman dalam
penerbitan ijin pemanfaatan ruang. Secara umum pengertian perijinan pemanfaatan ruang
dimaksudkan sebagai konfirmasi persetujuan atas suatu jenis pemanfaatan ruang dengan
mengacu pada rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Dalam kaitan inilah mekanisme
perijinan seyogyanya didayagunakan agar secara dini dapat dipakai sebagai salah satu
perangkat pengendalian pemanfaatan ruang yang diandalkan. Perijinan yang terkait secara
langsung dengan pengendalian pemanfaatan ruang adalah Ijin Lokasi, Ijin Perencanaan, dan Ijin
Mendirikan Bangunan (IMB). Di luar ijin-ijin tersebut, perijinan dan/atau pertimbangan
kelayakan yang masih erat kaitannya adalah Ijin Undang-undang Gangguan (IUUG/HO) dan atau
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dikenakan untuk kegiatan yang dinilai
akan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan. Sesuai dengan tingkat ketelitiannya,
RTRW Kabupaten Barru dapat dijadikan acuan dalam penerbitan perijinan pemanfaatan ruang
suatu kegiatan.
Untuk mendayagunakan mekanisme perijinan dalam pengendalian pemanfaatan ruang
Kabupaten Barru maka setiap kegiatan yang dimohonkan ijin pemanfaatan ruangnya perlu
memperoleh konfirmasi kesesuaiannya dengan RTRW kabupaten sehingga jenis kegiatan
tersebut berlokasi pada kawasan/lahan yang sesuai atau tidak menyimpang dari cakupan

20

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


kegiatan dalam fungsi yang ditetapkan RTRW Kabupaten Barru. Atas dasar Ijin pemanfaatan
ruang yang telah sesuai dengan RTRW kabupaten itulah kegiatan dapat dikembangkan dengan
memenuhi persyaratan dan mekanisme perijinan lainnya.
Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang terkait dengan ketentuan perizinan, terdiri atas
Ketentuan perizinan merupakan acuan bagi pejabat yang berwenang dalam pemberian
izin pemanfaatan ruang berdasarkan rencana struktur dan pola ruang yang ditetapkan.
Izin pemanfaatan ruang diberikan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan
kewenangannya;
Pemberian izin pemanfaatan ruang dilakukan menurut prosedur sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan, seperti harus didahului dengan Amdal bagi
pemanfaatan ruang yang akan berdampak signifikan terhadap keseimbangan ekologi.

Ketentuan Insentif dan Disinsentif

Pemberian insentif dan disinsentif merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah dalam pemberian
insentif dan pengenaan disinsentif. Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan
rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan pengaturan zonasi yang diatur
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Disinsentif dikenakan terhadap
pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatasi, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemberian insentif dan pengenaan
disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah kabupaten dilakukan oleh Pemerintah Daerah
kabupaten kepada masyarakat. Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif di kabupaten,
dilakukan oleh Bupati yang teknis pelaksanaannya melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) Kabupaten yang membidangi penataan ruang.
Ketentuan insentif oleh pemerintah daerah Kabupaten Barru diberikan dalam bentuk :
pemberian kompensasi;
urun saham;
pembangunan serta pengadaan infrastruktur; dan
penghargaan.
Pemberian Insentif oleh pemerintah daerah Kabupaten Barru kepada masyarakat, diberikan
dalam bentuk :
keringanan distribusi;
pemberian kompensasi;
imbalan;
sewa ruang;
urun saham;
penyediaan infrastruktur;
kemudahan prosedur perizinan; dan
penghargaan.
Ketentuan disinsentif oleh pemerintah daerah Kabupaten Barru diberikan dalam bentuk

21

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


pembatasan penyediaan infrastruktur;
pengenaan kompensasi; dan
penalti.
Pemberian disinsentif dari pemerintah daerah kepada masyarakat dikenakan dalam
bentuk :
pengenaan pajak yang tinggi;
pembatasan penyediaan infrastruktur;
pengenaan kompensasi; dan
penalti.
Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan menurut prosedur sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif
dikoordinasikan oleh Bupati melalui satuan kerja perangkat daerah terkait masing-masing.

Arahan Sanksi

Revisi RTRW Kabupaten Barru bukan hanya milik Pemerintah Kabupaten Barru melainkan
milik seluruh masyarakat Kabupaten Barru, sehingga bagi pihak yang tidak mentaatinya akan
terdapat sanksi administratif, sanksi pidana, dan sanksi perdata. Sanksi administratif
dikenakan atas pelanggaran pemanfaatan ruang yang berakibat pada terhambatnya
pelaksanaan program pemanfaatan ruang kawasan. Ketentuan sanksi merupakan acuan dalam
pengenaan sanksi terhadap
Pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ruang
wilayah kabupaten;
pelanggaran ketentuan umum peraturan zonasi;
Pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan sesuai RTRW
kabupaten;
Pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan
berdasarkan RTRW kabupaten;
Pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang yang
diterbitkan berdasarkan RTRW kabupaten;
Pemanfaatan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan oleh peraturan
perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum; dan
Pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar.
Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf d, huruf e, huruf f,
dan huruf g di atas dikenakan sanksi administratif berupa :
peringatan tertulis;
penghentian sementara kegiatan;
penghentian sementara pelayanan umum;
penutupan lokasi;
pencabutan izin;
pembatalan izin;

22

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru


pembongkaran bangunan;
pemulihan fungsi ruang; dan/atau
denda administratif.

Terhadap pelanggaran huruf c di atas dikenakan sanksi administratif berupa :

Peringatan tertulis;
Penghentian sementara kegiatan;
Penghentian sementara pelayanan umum;
Penutupan lokasi;
Pembongkaran bangunan;
Pemulihan fungsi ruang; dan/atau
Denda administratif.

Kelembagaan
Dalam rangka pengkoordinasian penyelenggaraan penataan ruang dan kerjasama antar
sektor/antar daerah bidang penataan ruang dibentuk Badan Koordinasi Penataan Ruang
Daerah (BKPRD). Pembentukan BKPRD ditetapkan lebih lanjut oleh Bupati.

23

Profil Singkat Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru