Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum 25 September 2017

M.K Genetika Ikan

Fluktuasi Asimetri

Linda Permata Hati,1614111004.II.Genap

ABSTRAK

Fluktuasi asimetri adalah perbedaan antara karakter sisi kiri dan sisi kanan yang menyebar secara normal dengan rataan
mendekati nol sebagai akibat dari ketidakmampuan individu untuk berkembang secara tepat dan normal. Pada ikan,
peningkatan fluktuasi asimetri dapat diamati melalui jari-jari sirip perut, jari-jari sirip dada, tapis insang atas bagian bawah
serta pori-pori rahang. Dalam praktikum kali ini bertujuan agar mahasiswa dapat menganalisis perkembangan
ketidakstabilan ikan dan dapat menentukan apakah ikan tersebut bersifat homozigot atau heterozigot. Praktikum ini
dilaksanakan pada hari Senin 18 September 2017 Bertempat di Laboratorium Perikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian
Universitas Lampung. Ikan uji pada praktikum ini adalah Ikan Mas dan Ikan Nila. Ikan yang akan diperiksa bagian
tubuhnya terlebih dahulu dimatikan dengan menusuk sumsum tulang belakang yang terletak di bagian belakang kepala.
Lalu menghitung jumlah jari-jari lemah sirip perut (ventral) dan jumlah jari-jari lemah sirip dada (pectoral) dengan
merentangkan kedua sirip tersebut, sehingga jari-jarinya terlihat jelas dan mudah perhitungannya. Jumlah sisik pada linea
literalis dihitung satu persatu pada kedua sisi dan dihitung pula jumlah tapis insang (gill racker) pada insang pertama.
Terakhir panjang baku ikan diukur. Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan FA gabungan pada ikan nila dan ikan
mas dapat dikategorikan tinggi, karena keadaan asimetri dari 46 ikan sampel yang diamati menunjukan banyak organ yang
tidak simetri antara organ kiri dengan organ kanan.

Kata kunci : Fluktuasi asimetri, ikan nila, ikan mas

PENDAHULUAN seperti ini mungkin tidak terlalu diperhatikan karena


sifatnya tidak mempengaruhi sifat dari ikan itu sendiri,
Lingkungan abiotik dan biotik sangat mempengaruhi tetapi merupakan suatu proses yang melibatkan rekayasa
genotif dan fenotif dari ikan. Lingkungan yang buruk genetik.
akan menyebabkan kerusakan ataupun kesalahan genetik
dapat mempengaruhi penampilan fenotif dari suatu Blanco dkk. (2010) menyebutkan ada beberapa teknik
individu. Sehingga dalam perkembangannya dalam untuk menganalisis kestabilan perkembangan organisme,
budidaya ikan dapat dilakukan penelitian-penelitian yaitu teknik elektroforesis dan fluktuasi asimetri yaitu
dalam skala besar atau dalam skala laboratorium untuk membandingkan antara karakter meristik tubuh
mengetahui penyimpangan yang tejadi pada suatu organisme sebelah kiri dan kanan. Dimana kedua teknik
individu atau populasi ikan, dimana salah satunya disebut ini relatif sederhana dan tidak memakan waktu, namun
fluktuasi asimetri. fluktuasi asimetri dapat menunjukkan adanya perbedaan
kestabilan perkembangan seperti halnya teknik
Fluktuasi asimetri merupakan pencerminan dari elektroforesis dengan analisis jumlah loci heterizigot.
ketidakstabilan perkembangan dan ketidakmampuan
perkembangan individu sehingga menyebabkan Sedangkan stabilitas perkembangan dapat diukur dengan
perbedaan fenotif. Individu heterozigot mempunyai dua cara yaitu dengan bilangan (number) rataan sifat
tingkat stabilitas perkembangan yang tinggi (Leary dkk., individu dan menggunakan angka rataan besaran
2015). (magnitude) asimetri. Pengukuran stabillitas
perkembangan dangan kedua angka tersebut pada setiap
Fluktuasi asimetri ini sangat berhubungan erat dengan individu yang kemudian diperoleh nilai tengah dari
penampilan fenotif, dikarenakan fluktuasi asimetri keseluruhan asimetri dapat digunakan untuk menduga
merupakan perubahan organ atau bagian tubuh baik berkurangnya variasi genetik akibat silang dalam untuk
sebelah kiri maupun sebelah kanan yang menyebar suatu populasi ikan (Wilkin dkk., 2015).
normal dengan rataan mendekati nol. Perkembangan
Pada ikan, peningkatan fluktuasi asimetri dapat diamati dan dihitung pula jumlah tapis insang (gill racker) pada
melalui jari-jari sirip perut, jari-jari sirip dada, tapis insang pertama. Terakhir panjang baku dan panjang total
insang atas bagian bawah serta pori-pori rahang atau ikan diukur.
mandibular pores. Dalam mengamati dan menganalisis
perkembangan ketidakstabilan organisme, dapat a. Fluktuasi Asimetri Bilangan (Number)
menggunakan tekhnik fluktuasi asimetri karena relatif Merupakan jumlah karakter individu asimetri dari
sederhana dan tidak memerlukan alat yang rumit. sejumlah individu yang diamati, dengan rumus:
Fluktuasi asimetri merupakan tekhnik analisa
perkembangan ketidakstabilan organisme melalui FAn = zi/n
pendekatan heterozigositas yang dapat menunjukkan
adanya perbedaan kestabilan perkembangan seperti
halnya tekhnik elektroforesis dengan analisis jumlah loci
heterozigot (Marsandre, 2007). b. Fluktuasi Asimetri Besaran (Magnitude)
Merupakan jumlah absolut perbedaan karakter sisi kiri
dan kanan individu dari sejumlah individu yang diamati,
METODE dengan rumus:

Praktikum Fluktuasi Asimetri Ikan ini dilakukan pada FAm = |xi-yi|/n


tanggal 18 September 2017, bertempat di Laboratorium
Perikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian, Universitas
Lampung.
Keterangan:
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah xi : jumlah organ sisi kiri
penggaris, alat bedah, alat tulis, baki, dan serbet/tissu. yi : jumlah organ sisi kanan
Sedangkan bahan yang digunakannya adalah ikan uji zi : jumlah individu asimetri untuk ciri meristik
berupa ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila tertentu
(Oreochromis niloticus). FAn : Fluktuasi asimetri bilangan
FAm : Fluktuasi asimetri besaran
Ikan uji yang akan diperiksa bagian tubuhnya terlebih n : jumlah sampel
dahulu dimatikan dengan menusuk sumsum tulang
belakang yang terletak di bagian belakang kepala. Lalu
menghitung jumlah jari-jari lemah sirip perut (ventral) HASIL DAN PEMBAHASAN
dan jumlah jari-jari lemah sirip dada (pectoral) dengan
Dengan menggunakan metode Fluktuasi Asimetri
merentangkan kedua sirip tersebut, sehingga jari-jarinya
bilangan dan besaran, di dapat hasil seperti di dalam tabel
terlihat jelas dan mudah perhitungannya. Jumlah sisik
dibawah ini, yaitu sebagai berikut :
pada linea literalis dihitung satu persatu pada kedua sisi

Asimetri ikan mas (Cyprinus carpio)

60

40

20

0
LL SD SP TI GR
jumlah asimetri 33 33 25 3 24
jumlah sampel 46 46 46 46 46

Grafik 1. Fluktuasi Asimetri Ikan Mas


Dari data ikan mas diatas, dapat diambil bahwa ikan jari-jari lemah pada sirip perut bagian kanan dan kiri,
tersebut dikategorikan memiliki Fluktuasi Asimetri yang untuk mempermudah perhitungan maka siripnya
tinggi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya anggota tubuh direntangkan. Kemudian sirip dada juga dihitung dengan
yang tidak simetris atau asimetri. Karakter morfometrik merentangkan kedua sirip tersebut. Kemudian jumlah
dan meristik merupakan hasil pengukuran dan sisik kanan dan kiri dihitung pada garis Linea Lateralis (
penghitungan berdasarkan organ tubuh yang dijadikan LL). Setelah itu tapis insang dihitung dengan
sebagai karakter tertentu pada suatu spesies ikan. Pada menggunting dahulu bagian operculum hingga terlepas
praktikum ini, digunakan ikan nila dan mas, masing- dan dengan menggunakan kaca pembesar (lup) agar tapis
masing 46 ekor. Hal pertama yang dilakukan adalah insang mudah dihitung.
membunuh ikan mas dan nila dengan cara menusuk
bagian kepala ikan yaitu pada medula oblongata dengan Didapat hasil bahwa pada Linea Lateralis terdapat 33
kemiringan 45o agar seluruh sistem sarafnya lumpuh ikan mas yang Asimetri, Sirip Dada terdapat 33 ikan,
kemudian mati, sehingga mudah melakukan pengamatan Sirip Perut terdapat 25 ikan, Tapis Insang terdapat 3 ikan,
pada bagian-bagian ikan. Kemudian menghitung jumlah sedangkan Gill Racker terdapat 24 ikan yang organnya
Asimetri

Asimetri ikan nila (Oreochromis nilotikus)

50
40
30
20
10
0
LL Atas LL Bawah SD SP TI GR
jumlah asimetri 34 27 26 21 5 31
jumlah sampel 46 46 46 46 46 46

Grafik 2. Fluktuasi Asimetri Ikan Nila

Dengan mengetahui adanya fluktuasi asimetri maka akan Ikan nila dan mas penting untuk dibudidayakan, untuk
mudah untuk menentukan apakah ikan dalam suatu memenuhi kebutuhan manusia. Untuk meningkatkan
generasi mengalami pertumbuhan yang normal atau mutu induk yang akan digunakan dalam proses budidaya
tidak. Sebenarnya jika nilai fluktuasi asimertri tidak maka induk yang akan digunakan harus dilakukan
terlalu besar maka masih bisa disebut normal. seleksi. Seleksi ikan bertujuan untuk memperbaiki
genetik dari induk ikan yang akan digunakan. Oleh
Jika nilai asimetri menjauhi angka nol maka tingkat
karena itu, dengan melakukan seleksi ikan yang benar
abnormalitasnya semakin tinggi. Oleh karena itu, agar
akan dapat memperbaiki genetic ikan tersebut sehingga
tidak terjadi penurunan kualitas ikan antara lain sebagai
dapat melakukan pemuliaan ikan. Tujuan dari pemuliaan
berikut:
ikan ini adalah menghasilkan benih yang unggul dimana
Mengetahui asal usul induk. benih yang unggul tersebut diperoleh dari induk ikan
Melakukan pencatatan data tentang umur induk, masa hasil seleksi agar dapat meningkatkan produktivitas.
reproduksi dan waktu pertama kali dilakukan pemijahan Produktivitas dalam budidaya ikan dapat ditingkatkan
sampai usia produktif. dengan beberapa cara yaitu:
Melakukan seleksi induk berdasarkan kaidah genetik.
Ekstensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas
Melakukan pemeliharaan calon induk sesuai dengan
hasil budidaya dengan memperluas lahan budidaya.
proses budidaya sehingga kebutuhan nutrisi induk
Intensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas
terpenuhi.
hasil dengan meningkatkan hasil persatuan luas dengan
Mengurangi kemungkinan perkawinan sedarah
melakukan manipulasi terhadap faktor internal dan
eksternal.
Panjang baku dan panjang total ikan mas (Cyprinus carpio)
18
16
14
12
panjang (cm)

10
8 panjang baku
6 Panjang Total
4
2
0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 45
sampel ikan

Grafik 3. Panjang Ikan Mas

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa panjang total ikan Famili : Cyprinidae
mas memiliki jarak yang cukup jauh dari panjang baku
Genus : Cyprinus
ikan mas. Ini berarti rata-rata sampel ikan memiliki ekor
(caudal) yang cukup panjang. Spesies : Cyprinus carpio

Klasifikasi dari ikan mas adalah sebagai berikut: Pada ikan mas (Cyprinus carpio) mempunyai ciri-ciri
morfologi sebagai berikut ukuran badan dan warna tubuh
Filum : Chordata beragam, agak pipih dan mempunyai lipatan mulut
dengan bibir yang halus serta kadang mempunyai
Sub filum : Vertebrata sepasang kumis. Selain itu, ikan mas juga memiliki
Kelas : Pisces morfologi mulut bersifat terminal, sirip punggung dan
sirip perut yag lemah mengeras, jari-jari pertama
Sub kelas : Teleostei bergerigi dan linea lateralisnya lengkap (Van Valen,
Ordo : Perchomorphi 2012).

Sub ordo : Perchoidae Ikan mas yang di amati pada praktikum ini memiliki
karakteristik yang sama seperti literatur.

Panjang baku dan panjang total ikan nila (Oreochromis nilotikus)


30
25
Panjang (Cm)

20
15
P. Baku
10
P. Total
5
0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 45
Ikan ke-

Grafik 4. Panjang Ikan Nila


Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa panjang total ikan tepat dan normal serta adanya indikator perkawinan
nila memiliki jarak yang cukup jauh dari panjang baku silang dalam (inbreeding).
ikan nila. Ini berarti rata-rata sampel ikan memiliki ekor
(caudal) yang cukup panjang. Selain itu, rata-rata panjang ikan nila (Oreochromis
niloticus) memliki nilai yang lebih besar daripada rata-
Klasifikasi dari ikan nila adalah sebagai berikut:
rata panjang ikan mas (Cyprinus carpio) yang memiliki
Filum : Chordata nilai lebih kecil.
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Pisces
DAFTAR PUSTAKA
Sub kelas : Teleostei
Blanco, G., J.A. Sanches, G. Vazzuez, E. Garcia and J.
Ordo :Perchomorphi
Rubio. 2010. Superion Development Stability of
Sub ordo :Perchoidae Heterozygotes at Enzyme Loci in Salmon salar L.
Famili : Chiclidae Aquaculture, 84: 199 - 209.
Genus : Oreochromis
Jatilaksono, Masandre. 2007. Fluktuasi Asimetri.
Spesies : Oreochromis niloticus Penerbit Erlangga. Jakarta.

Leary, R.F., F.W. Allendorf, K.L. Knudsen. 2015.


Ciri-ciri morfologis pada ikan nila (Oreochromis Development Instability as an Indicator of
niloticus) antara lain adalah sirip punggung yang Reduced Genetic Variation in Hatchery Trout.
mengeras dan sirip perut yang lemah mengeras serta
Transaction of The American Fisheries Naturalist,
memiliki 2 linea lateralis di bagian perutnya (Van Valen,
2012). 124 (4): 540 - 551.

Karakteristik morfologi ikan nila terdiri atas: Van Valen, L. 2012. Study Fluctuating Asymetry.
Evolution, 16 (2): 125 - 142.
a. Perbandingan antara panjang standar dengan
tinggi badan (PS/TB) 2.18 3.00, Wilkin, N.P., E. Gosling, A. Linnane, C. Jondan and H.P.
b. Jumlah sisik linea literalis atas 20-24, Covetney. 2015. Fluctuating Asymetry in Atlantic
Salmon, European Trout and Their Hybrids
c. Sirip punggung (Dorsal fin) D.XVI- XVII.11-
Including Triploids. Aquaculture, 137: 778
13,
d. Sirip dada (Pectoral) P.13-14,
e. Sirip perut (Ventral fin) V I.5,
f. Sirip dubur (Anal fin) A III.9-10 dan
g. Sirip ekor (Caudal fin) C 2.16.

Ikan nila yang diamati pada praktikum ini rata-rata


memiliki karakteristik yang hampir sama seperti literatur.

KESIMPULAN

Kelompok ikan mas (Cyprinus carpio) memiliki organ-


organ yang fluktuasi asimetri-nya lebih besar daripada
kelompok ikan nila (Oreochromis niloticus) yang
cenderung lebih kecil nilai fluktuasi asimetri-nya.

Maka, dapat disimpulkan bahwa ikan nila mengalami


kecenderungan pertumbuhan dalam keadaan normal.
Sedangkan ikan mas mengalami pertumbuhan yang tidak
normal (abnormalitas), hal ini disebabkan oleh
ketidakmampuan individu untuk berkembang secara
LAMPIRAN
DOKUMENTASI
DATA
Tabel 1. Fluktuasi Asimetri Ikan Mas

A. Linea Lateralis B. Sirip Dada C. Sirip Perut D. Tapis Insang E. Gill Racker
Xi |Xi Xi |Xi Xi |Xi Xi |Xi Xi |Xi
X Y Z
No Xi Yi - - Zi Xi Yi - - Zi Xi Yi - - Zi - - Xi Yi - - Zi
i i i
Yi Yi| Yi Yi| Yi Yi| Yi Yi| Yi Yi|
1 24 22 2 2 1 5 5 0 0 0 4 2 2 2 1 4 4 0 0 0 40 38 2 2 1
2 26 23 3 3 1 3 3 0 0 0 3 2 1 1 1 4 4 0 0 0 26 23 3 3 1
3 20 16 4 4 1 5 6 -1 1 1 4 5 -1 1 1 4 4 0 0 0 28 29 -1 1 1
4 22 22 0 0 0 4 3 1 1 1 3 4 -1 1 1 4 4 0 0 0 29 27 2 2 1
5 26 18 8 8 1 7 5 2 2 1 7 7 0 0 0 3 4 -1 1 1 23 22 1 1 1
6 22 24 -2 2 1 5 4 1 1 1 6 5 1 1 1 4 4 0 0 0 22 20 2 2 1
7 29 30 -1 1 1 3 2 1 1 1 4 3 1 1 1 4 4 0 0 0 26 28 -2 2 1
8 29 28 1 1 1 3 4 -1 1 1 8 6 2 2 1 5 5 0 0 0 26 23 3 3 1
9 27 29 -2 2 1 8 7 1 1 1 7 5 2 2 1 4 4 0 0 0 26 27 -1 1 1
10 26 27 -1 1 1 7 6 1 1 1 9 8 1 1 1 4 4 0 0 0 23 25 -2 2 1
11 31 35 -4 4 1 9 7 2 2 1 7 7 0 0 0 4 4 0 0 0 25 27 -2 2 1
12 28 30 -2 2 1 7 8 -1 1 1 5 4 1 1 1 4 4 0 0 0 26 25 1 1 1
13 24 25 -1 1 1 8 9 -1 1 1 6 5 1 1 1 3 5 -2 2 1 35 30 5 5 1
14 26 24 2 2 1 11 9 2 2 1 8 7 1 1 1 4 4 0 0 0 38 30 8 8 1
15 25 27 -2 2 1 5 5 0 0 0 4 5 -1 1 1 3 3 0 0 0 32 31 1 1 1
16 25 26 -1 1 1 5 6 -1 1 1 5 5 0 0 0 4 4 0 0 0 32 33 -1 1 1
17 27 25 2 2 1 4 5 -1 1 1 1 2 -1 1 1 3 3 0 0 0 32 30 2 2 1
18 27 26 1 1 1 6 8 -2 2 1 5 2 3 3 1 4 4 0 0 0 31 30 1 1 1
19 26 27 -1 1 1 2 3 -1 1 1 1 1 0 0 0 3 4 -1 1 1 51 48 3 3 1
20 27 25 2 2 1 4 5 -1 1 1 1 2 -1 1 1 4 4 0 0 0 37 39 -2 2 1
21 24 26 -2 2 1 9 8 1 1 1 7 7 0 0 0 4 4 0 0 0 24 28 -4 4 1
22 26 27 -1 1 1 9 7 2 2 1 7 7 0 0 0 2 4 -2 2 1 32 28 4 4 1
23 32 38 -6 6 1 9 10 -1 1 1 2 3 -1 1 1 4 4 0 0 0 17 19 -2 2 1
24 45 43 2 2 1 8 9 -1 1 1 3 3 0 0 0 4 4 0 0 0 14 17 -3 3 1
25 30 32 -2 2 1 7 8 -1 1 1 7 8 -1 1 1 4 4 0 0 0 17 16 1 1 1
26 32 30 2 2 1 9 9 0 0 0 7 8 -1 1 1 4 3 1 1 1 14 15 -1 1 1
27 29 31 -2 2 1 9 13 -4 1 1 27 11 16 16 1 3 3 0 0 0 19 18 1 1 1
28 27 28 -1 1 1 8 11 -3 1 1 28 11 17 17 1 4 4 0 0 0 16 14 2 2 1
29 26 24 2 2 1 8 9 -1 1 1 6 5 1 1 1 4 3 1 1 1 17 15 2 2 1
30 26 24 2 2 1 9 10 -1 1 1 6 9 -3 3 1 4 3 1 1 1 17 15 2 2 1
31 27 29 -2 2 1 9 7 2 2 1 7 5 2 2 1 4 4 0 0 0 22 20 2 2 1
32 25 27 -2 2 1 7 9 -2 1 1 7 5 2 2 1 4 4 0 0 0 20 19 1 1 1
68 31 34 28 65 25 9 7 70 32

FAn 0,969 0,875 0,781 0,219 1


FAm 2,125 1,063 2,031 0,281 2,188
Tabel 2. Fluktuasi Asimetri Ikan Nila
A. Linea Lateralis Atas B. Linea Lateralis Bawah C. Sirip Dada D. Sirip Perut
No.
xi yi xi-yi |xi-yi| zi xi yi xi-yi |xi-yi| zi xi yi xi-yi |xi-yi| zi xi yi xi-yi |xi-yi| zi
Ikan
1 30 26 4 4 1 20 23 -3 3 1 4 3 1 1 1 3 3 0 0 0
2 26 20 6 6 1 8 10 -2 2 1 3 3 0 0 0 3 2 1 1 1
3 27 25 2 2 1 20 21 -1 1 1 8 7 1 1 1 2 1 1 1 1
4 20 10 10 10 1 24 18 6 6 1 6 6 0 0 0 1 1 0 0 0
5 24 16 8 8 1 26 26 0 0 0 8 6 2 2 1 3 2 1 1 1
6 20 20 0 0 0 28 15 13 13 1 10 7 3 3 1 4 3 1 1 1
7 15 10 5 5 1 26 16 10 10 1 8 5 3 3 1 4 3 1 1 1
8 25 10 15 15 1 15 15 0 0 0 9 8 1 1 1 3 1 2 2 1
9 24 14 10 10 1 28 15 13 13 1 8 5 3 3 1 1 1 0 0 0
10 20 20 0 0 0 28 10 8 8 1 5 6 -1 1 1 2 3 -1 1 1
11 20 20 0 0 0 25 25 0 0 0 6 6 0 0 0 2 2 0 0 0
12 15 15 0 0 0 28 8 20 20 1 7 5 2 2 1 4 2 2 2 1
13 21 24 -3 3 1 21 13 8 8 1 6 6 0 0 0 5 3 2 2 1
14 26 20 6 6 1 31 15 16 16 1 10 4 6 6 1 4 5 -1 1 1
15 28 29 -1 1 1 30 28 -2 2 1 11 9 2 2 1 5 5 0 0 0
16 28 27 1 1 1 30 29 1 1 1 8 11 -3 3 1 5 5 0 0 0
17 36 32 4 4 1 23 26 -3 3 1 10 9 1 1 1 5 4 1 1 1
18 28 25 -3 3 1 24 31 -7 7 1 10 9 1 1 1 5 3 2 2 1
19 28 23 5 5 1 24 18 6 6 1 4 4 0 0 0 1 1 0 0 0
20 27 27 0 0 0 28 28 0 0 0 3 3 0 0 0 1 1 0 0 0
21 21 25 -4 4 1 27 26 1 1 1 5 3 2 2 1 2 1 1 1 1
22 24 20 4 4 1 28 25 3 3 1 4 3 1 1 1 1 1 0 0 0
23 17 27 10 10 1 26 26 0 0 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0
24 17 26 9 9 1 27 27 0 0 0 3 3 0 0 0 2 2 0 0 0
25 24 28 -4 4 1 28 28 0 0 0 6 6 0 0 0 2 2 0 0 0
26 24 26 -2 2 1 27 26 1 1 1 7 7 0 0 0 2 3 -1 1 1
27 28 32 -4 4 1 27 26 1 1 1 4 3 1 1 1 2 2 0 0 0
28 28 28 0 0 0 27 28 -1 1 1 4 4 0 0 0 2 2 0 0 0
29 27 25 2 2 1 28 29 -1 1 1 6 8 -2 2 1 4 4 0 0 0
30 28 28 0 0 0 24 26 -2 2 1 6 7 -1 1 1 1 1 0 0 0
31 30 27 3 3 1 28 26 2 2 1 2 4 -2 2 1 2 1 1 1 1
32 26 24 2 2 1 24 25 -1 1 1 5 8 -3 3 1 1 1 0 0 0
127 25 132 25 42 21 19 15
FAn 0,781 0,781 0,656 0,469
FAm 3,969 4,125 1,313 0,594

E. TAPIS INSANG F. GILL RACKER


No. Ikan xi yi xi-yi |xi-yi| zi xi yi xi-yi |xi-yi| zi
1 4 3 1 1 1 40 36 4 4 1
2 5 2 3 3 1 24 20 4 4 1
3 3 5 -2 2 1 20 20 0 0 0
4 3 3 0 0 0 12 15 -3 3 1
5 4 3 1 1 1 20 15 5 5 1
6 5 4 1 1 1 35 10 25 25 1
7 4 4 0 0 0 15 15 0 0 0
8 4 4 0 0 0 25 15 10 10 1
9 3 1 2 2 1 30 15 15 15 1
10 3 2 1 1 1 18 16 2 2 1
11 2 1 1 1 1 20 10 10 10 1
12 4 1 3 3 1 35 20 15 15 1
13 3 4 -1 1 1 18 20 -2 2 1
14 3 4 -1 1 1 25 23 2 2 1
15 4 4 0 0 0 20 21 -1 1 1
16 4 4 0 0 0 22 21 1 1 1
17 4 4 0 0 0 20 18 2 2 1
18 4 4 0 0 0 20 21 -1 1 1
19 4 4 0 0 0 13 15 -2 2 1
20 4 4 0 0 0 16 19 -3 3 1
21 4 4 0 0 0 10 17 -7 7 1
22 4 4 0 0 0 19 15 -4 4 1
23 4 4 0 0 0 22 25 -3 3 1
24 4 4 0 0 0 25 22 3 3 1
25 4 4 0 0 0 21 21 0 0 0
26 4 4 0 0 0 30 30 0 0 0
27 4 4 0 0 0 22 22 0 0 0
28 4 4 0 0 0 24 24 0 0 0
29 4 4 0 0 0 23 24 -1 1 1
30 4 4 0 0 0 23 27 -4 4 1
31 4 4 0 0 0 22 21 1 1 1
32 4 4 0 0 0 25 22 3 3 1
zi 17 11 133 26
FAn 0,344 0,813
FAm 0,531 4,156

Tabel 3. Panjang Ikan Mas

Panjang Panjang 16 4 7
No.
Baku (cm) Total (cm) 17 5 6
1 4 5 18 5 7
2 3 4 19 4,7 5,5
3 3 4 20 5 7
4 3,5 4,5 21 5 7
5 4 5 22 5,5 8
6 3,6 4 23 4,5 6
7 4,3 5,5 24 4,5 7
8 3,5 4 25 5,2 6,5
9 3,2 4,1 26 5 6
10 3 4 27 4,5 6,3
11 4,3 5,5 28 4,2 6,8
12 4 5 29 5 7
13 4,7 7 30 4 6
14 4,8 7 31 5,5 6,5
15 4 6 32 5 6
Tabel 4. Panjang Ikan Nila

No. Panjang Panjang 16 5,5 6,5


Ikan Baku (cm) Total (cm) 17 4 5
1 6 7,5 18 4,5 5,5
2 5 6,5 19 5 7
3 6 6,5 20 5,2 7,2
4 4,5 6 21 4 6,7
5 4,5 6,5 22 4 6
6 5 7 23 6 7,5
7 5 6,5 24 6 8
8 4 4 25 7 8,5
9 4 5 26 7,5 9
10 5,5 6,5 27 6 8
11 4 6,5 28 6 8
12 3 4,5 29 6 7,5
13 5 6 30 6,5 8
14 5,2 6,5 31 8 9,5
15 5,3 6,3 32 6,5 7,5