Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

GIZI PADA ANAK PRA SKOLAH

DISUSUN OLEH:

OKTAVIANA I GANDUT
YOSEFINA M. HARTIKA
LEDIANA CHAI DANGGUT
MAR. IA CKELAS: 1A KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)


ST. PAULUS RUTENG
T/A 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, karena berkat rahmat-
Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudulANAK PRA SKOLAH. Makalah ini
diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah GIZI DALAM KESPRO.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya
makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Ruteng, 31 Maret 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
2.1 Pengertian
2.2 Strategi Makan Untuk Pra-Sekolah
2.3 Usia Prasekolah
BAB III PENUTUP 2
GIZI PADA ANAK PRA SEKOLAH
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Nutrisi atau zat makanan adalah merupakan bagian dari makanan termasuk
didalamnya air, protein dan asam amino yang membentuknya, lemak dan asam lemak,
karbohidrat, mineral dan vitamin. Zat gizi yang terkandung dalam makanan:
1. Air
Kebutuhan tubuh akan air merupakan urutan kedua setelah kebutuhan oksigen. Fungsi
dari air bermacam-macam. Air merupakan komponen terpenting dari struktur tubuh dan
dalam fungsinya sebagai pelarut. Air mengatur suhu tubuh dengan mengambil panas
yang dihasilkan dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Air penting sebagai pelumas
tubuh misalnya saliva, memungkinkan makanan masuk ditelan.
2. Protein dan Asam Amino
Fungsi protein adalah :
a. Penunjang pertumbuhan, protein merupakan bahan padat utama dari otot, organ dan
glandula endokrin. Merupakan unsur utama dari matrix tulang dan gigi, kulit, kuku,
rambut, sel darah dan serum.
b. Pengaturan proses tumbuh, protein mempunyai fungsi yang sangat khusus dalam
pengaturan proses-proses tubuh misalnya, Hb melakukan peranan vital membawa
oksigen ke jaringan
c. Energi, protein merupakan sumber energi, setiap gramnya menghasilkan 4 Kkal (0,01
MJ).
Sumber protein :
Kandungan protein tinggi pada susu, daging, ikan, unggas, keju, biji-bijian
Kandungan protein menengah pada telur, kacang-kacangan, tepung, biji-bijian,
susu cair.
Kandungan protein rendah sebagian besar pada buah-buahan dan sayur-sayuran.
3. Lemak dan Asam Lemak
Fungsi utama lemak adalah memberikan energi, Lemak bertindak sebagai karier dari
vitamin A, D, E, K, yang larut dalam air dan memberikan rasa yang menyenangkan dan
memberikan perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan dari lambung. Sumber
makanannya adalah baik susu ASI dan sapi mengandung sekitar 50% kal lemak. Sekitar
4% dari kalori total dalam ASI diberikan oleh asam linoleat. Sumber makanan lain adalah
minyak, LARD, mentega, margarine dan bumbu selada yang merupakan sumber lemak
yang paling pekat.
4. Karbohidrat
Gula dan zat tepung merupakan sumber utama energi manusia.
Fungsi karbohidrat :
a. Energi, setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata-rata menghasilkan 4 kal.
Sejumlah karbohidrat dalam bentuk glukose, akan digunakan secara langsung
untuk memenuhi kebutuhan energi jaringan. Sebagian kecil disimpan sebagai
glikogen dalam hati dan otot dan beberapa akan disimpan sebagai jaringan
adiposa.
b. Aksi pencadangan protein, tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai sumber
utama energi, karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diet maka akan
digunakan jaringan adiposa dan protein
c. Pengaturan metabolisme lemak, diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diet
sehingga oksidasi lemak dapat berlangsung dengan normal. Jika karbohidrat
dalam diet terbatas, maka lemak akan dimetabolisir lebih cepat daripada
penanganan tubuh terhadap produk metabolisme ini. Jika lemak tidak dioksidasi
dengan lengkap maka akan terbentuk keton.
d. Peranan dalam fungsi gastrointestinal, diduga laktosa mempercepat pertumbuhan
bakteri yang diperlukan dalam usus kecil, bakteri ini berguna untuk sintesis vit B
kompleks dan vit K.
Sumber Karbohidrat : pada diet bayi muda laktosa merupakan karbohidrat
predominan yang ditemukan dalam ASI dan susu sapi. Dengan semakin besarnya
anak-anak ditambahkan biji-bijian, roti dan makanan lain seperti kentang.
Memberi Makanan yang Baik
Anak usia pra sekolah mulai tumbuh lebih aktif dan cerdas. Orang tua mungkin
merasa bahwa pertumbuhannya terasa lamban dan selera makannya kurang baik
seperti sebelumnya. Hal ini bukan merupakan suatu hal yang menakutkan selama
orang tua tetap memberikan anak dengan aneka makanan sehat/bergizi dan
memonitor petumbuhan secara teratur. Kebutuhan nutrisi anak bisa dipenuhi
dengan memberikan makanan dari keempat kelompok makanan penting, yaitu :
1. Nasi dan alternative.
Makanan ini memberikan energi yang baik, sedikit vitamin dan mineral. Pilihan
lain yang meliputi : bubur ayam, mie atau bubur kacang ijo.
2. Buah-buahan.
Buah-buahan adalah sumber serat yang baik, khususnya vitamin A, C dan mineral
seperti kalium. Lebih sering memberikan buah-buahan yang mengandung citrun
dan buah-buahan yang isinya berwarna kuning.
3. Sayur-sayuran.
Merupakan sumber serat dan mineral yang baik seperti kalium, juga memberikan
vitamin A, C dan asam folik. Berikan sayuran berwarna hijau atau sayuran
berwarna kuning kehijauan.
4. Daging dan alternative.
Kelompok ini meliputi tempe, tahu, ikan, susu, telur yang memberikan protein
penting, lemak, vitamin dan mineral.
Berikan ikan paling sedikit 3 kali dalam seminggu dan berikan sebanyak 5 telur
dalam seminggu.
Saat mempersiapkan makanan, cobalah mempergunakan sedikit minyak, garam
dan gula jika ini perlu ditambahkan.
Tips Memberi Makan pada Anak Pra Sekolah.
1. Tetap memberikan susu.
Anak perlu minum susu 2-3 cangkir susu sehari. Susu memberikan kalsium
dan pospor yang penting untuk menguatkan tulang dan gigi.
2. Menciptakan makanan yang diinginkan.
Melibatkan anak dalam memilih makanan dan merencanakan menu. Ajaklah
dia ke pasar dan terangkan mengenai fungsi dari jenis makanan yang berbeda.
Ceritakan kepadanya bahwa makan telur bisa menjadikan otot kuat dan makan
wortel bisa menjadikan mata sehat untuk melihat, kesemuanya akan
membantu anak untuk memahami mengapa orang tua memberikan makanan
ini.
3. Menyiapkan makanan yang menarik.
Di samping aneka dan sajian makanan, penting juga untuk menarik minat dan
perhatian anak. Memotong sayur-sayuran dalam bentuk yang menarik. Anak
diberikan sayuran dengan warna dan bentuk yang berbeda seperti wortel,
buncis, bayam, jagung. Selain itu atur buah-buahan dalam bentuk yang
menarik karena anak akan lebih berselera untuk menikmati rasa buah tersebut.
Yang tidak kalah penting adalah jangan mencampur makanan ke dalam satu
mangkok. Pisahkan jenis makanan yang berbeda dengan mempergunakan
piring yang berbeda.
4. Menghindari anak makan yang berlebihan.
Kegemukan pada anak-anak merupakan suatu kekuatiran. Anak yang
kegemukan bisa mempunyai problema kesehatan dalam kehidupannya di
kemudian hari. Untuk mencegah anak kegemukan orang bisa membantu
dengan membentuk kebiasaan makan makanan yang baik ketika masih muda.
Misalnya hindari menggunakan makanan sebagai bentuk hadiah atau bujukan,
memberi makanan kecil yang menyehatkan serta jangan makan yang
berlebihan.
5. Memberi makanan kecil yang sesuai.
Anak usia pra sekolah karena dengan ukuran tubuhnya dan seleranya kecil,
sangat baik dengan pemberian makanan yang tidak terlalu banyak, yang
diberikan empat enam kali dalam sehari. Oleh karena itu makanan kecil
sama pentingnya dengan makanan pokok dalam memenuhi kebutuhan nutrisi
anak selama sehari. Makanan kecil yang baik seperti sop kacang merah, kue
yang berisi daging, buah-buahan segar, susu, jus buah, susu kedelai, roti,
singkong rebus, ubi rebus.
Catatan :
Cucilah tangan sebelum menyuapkan makanan anak. Gunakan bahan
makanan yang baik dan aman, peralatan masak yang bersih dan cara memasak
yang benar.

2.2 Strategi Makan Untuk Pra-Sekolah


Pada usia ini, anak sudah ingin melakukan semuanya sendiri, tentu dengan mencontoh
pada orang tua. Inilah kesempatan yang baik untuk mengajarkan dia mengenai pola makanan
sehat. Diet sehat seimbang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Melalui pola makan
yang baik dan bermain yang cukup, pra sekolah dapat menjaga berat badannya dan tetap
bersemangat melangkah lebih maju. Tips bagi orang tua dalam menerapkan pola makan sehat
buat anak pra sekolah :
1. Perkenalkan jenis makanan baru terutama yang sehat dan bergizi.
2. Terus lanjutkan makanan bervariasi meskipun ada jenis makanan tertentu yang ditolaknya
dulu bisa dicoba kembali dalam sajian yang berbeda.
3. Sediakan camilan sehat di rumah dan batasi makanan berkalori tinggi serta rendah
kandungan nutrisi.
4. Libatkan anak selama proses penyiapan makanan.
5. Sajikan makanan dalam penampilan yang menggugah selera.
6. Tetapkan jadwal makan rutin dan dihadiri oleh seluruh anggota keluarga.
7. Terapkan pola makan sehat juga bagi anda sebagai contoh bagi anak.
Orang tua mungkin kesulitan mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi si kecil. Tapi, hal
yang bisa dilakukan yaitu dengan mengatur jadwal makan dan camilan serta menetapkan jenis
makanan dan camilan yang sehat. Anak umur 4 tahun sebaiknya tidak selalu memiliki camilan
sendiri tapi cukup beri pilihan dan biarkan dia sendiri yang memutuskan apakah ingin
memakannya atau tidak.
Pra sekolah telah cukup mengerti arti 'kenyang'. Anak yang berhenti makan ketika sudah merasa
kenyang cenderung tidak akan kelebihan bobot tubuh. Mereka sudah mampu mengontrol
konsumsi makanan sendiri dalam arti lapar dan kenyang. Jika suatu kali anak menolak makan
ketika jadwal makan telah tiba, cobalah untuk menerimanya dan jangan mengkritiknya, mungkin
dia memang belum benar-benar lapar. Tetap bersikap kalem dan netral sehingga tidak
menimbulkan masalah dalam pola makannya kelak dan tidak menjadikan jadwal makan sebagai
arena perang antara anda dan anak.

2.3 Usia Prasekolah


Pemberian Makanan Tambahan merupakan salah satu komponen penting Usaha
Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) dan program yang dirancang oleh pemerintah. PMT sebagai
sarana pemulihan gizi dalam arti kuratif, rehabilitatif dan sebagai sarana untuk penyuluhan
merupakan salah satu bentuk kegiatan pemberian gizi berupa makanan dari luar keluarga, dalam
rangka program UPGK. PMT ini diberikan setiap hari, sampai keadaan gizi penerima makanan
tambahan ini menunjukkan perbaikan dan hendaknya benar-benar sebagai penambah dengan
tidak mengurangi jumlah makanan yang dimakan setiap hari dirumah. Pada saat ini program
PMT tampaknya masih perlu dilanjutkan mengingat masih banyak balita dan anak-anak yang
mengalami kurang gizi bahkan gizi buruk.
A. Makanan Anak Usia Prasekolah
Makanan anak sekolah perlu mendapat perhatian mengingat masih dalam masa tumbuh
kembang, maka keseimbangan gizinya harus dipertahankan supaya tetap sehat.
Anak usia 3 5 tahun merupakan usia dimana seorang anak akan mengalami tumbuh
kembang dan aktivitas yang sangat pesat dibandingkan dengan ketika ia masih bayi.
Kebutuhan zat gizi akan meningkat. Sementara pemberian makanan juga akan lebih sering.
Pada usia ini, anak sudah mempunyai sifat konsumen aktif, yaitu mereka sudah bisa memilih
makanan yang disukainya. Seorang ibu yang telah menanamkan kebiasaan makan dengan
gizi yang baik pada usia dini tentunya sangat mudah mengarahkan makanan anak, karena dia
telah mengenal makanan yang baik pada usia sebelumnya. Oleh karena itu, pola pemberian
makanan sangat penting diperhatikan. Apalagi jika di sekolah diarahkan pula oleh gurunya
dengan praktik makan makanan yang sehat secara rutin. Hal ini sangat menguntungkan
seandainya ada anak yang susah makan dan dengan petunjuk guru tentunya anak akan
mengikuti. Oleh karena itu program makan bersama di sekolah sangat baik dilaksanakan. Ini
merupakan modal dasar pengertian supaya anak mau diarahkan pada gizi yang baik.
B. Tujuan Pemberian Makanan Tambahan
Pemberian makanan tambahan bertujuan untuk memperbaiki keadaan gizi pada anak
golongan rawan gizi yang menderita kurang gizi, dan diberikan dengan kriteria anak
balita yang tiga kali berturut-turut tidak naik timbangannya serta yang berat badannya
pada KMS terletak dibawah garis merah. Bahan makanan yang digunakan dalam PMT
hendaknya bahan-bahan yang ada atau dapat dihasilkan setempat, sehingga kemungkinan
kelestarian program lebih besar. Diutamakan bahan makanan sumbar kalori dan protein
tanpa mengesampingkan sumber zat gizi lain seperti: padi-padian, umbi-umbian, kacang-
kacangan, ikan, sayuran hijau, kelapa dan hasil olahannya.
C. Komposisi PMT
Menurut Departemen Kesehatan RI seperti yang dikutip oleh Judiono (2003) bahwa
prasyarat pemberian makanan tambahan pada anak usia pra sekolah adalah nilai gizi
harus berkisar 200 300 kalori dan protein 5 8 gram, PMT berupa makanan selingan
atau makanan lengkap (porsi) kecil, mempergunakan bahan makanan setempat dan
diperkaya protein nabati/hewani, mempergunakan resep daerah atau dimodifikasi, serta
dipersiapkan, dimasak, dan dikemas dengan baik, aman memenuhi syarat kebersihan
serta kesehatan. Pemberian makanan tambahan (PMT) diberikan dengan frekuensi
minimal 3 kali seminggu selama 100 160 hari. Komposisi bahan makanan untuk PMT
antara lain :
Protein Nabati
- Kacang hijau - Oncom
- Kacang kedelai - Keju kacang tanah
- Kacang merah - Tahu
- Kacang tanah terkupas - Tempe
- Kacang tolo
Protein Hewani
- Daging sapi - Babat
- Daging babi - Usus sapi
- Daging ayam - Telur ayam
- Hati sapi - Telur bebek
- Didih sapi - Ikan segar
- Ikan asin - Keju
- Ikan teri - Bakso daging
- Udang basah
Hidrat Arang
- Nasi - Maizena
- Nasi tim - Tepung beras
- Bubur beras - Tepung singkong
- Nasi jagung - Tepung sagu
- Kentang - Tepung terigu
- Singkong - Tepung hunkwe
- Talas - Mi kering
- Ubi - Mi basah
- Biskuit - Makaroni
- Krakers - Bihun
Sayuran
- Daun bawang - Cabe hijau besar
- Daun kacang panjang - Bayam
- Jamur segar - Buncis
- Kangkung - Daun singkong
- Tomat - Daun papaya
- Kecipir - Jagung muda
- Buncis - Jantung pisang
- Kol - Genjer
- Kembang kol - Kacang panjang
- Pepaya muda - Nangka muda
- Rebung - Pare
- Sawi - Wortel
- Selada - Ketimun
- Seledri
- Tauge
- Terong
Buah-buahan
- Avokad
- Apel
- Anggur
- Belimbing
- Jambu biji
- Jambu air
- Duku
- Durian
- Jeruk manis
- Kedondong
- Mangga
- Nenas
- Nangka masak
- Pepaya
- Pir
- Pisang ambon
- Rambutan
- Salak
- Sawo
- Sirsak
- Semangka