Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS ELEKTROKIMIA

LABORATORIUM FISIKA DAN KALIBRASI


AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
Calibration and phsic Laboratories Academy for Analytical chemistry

Jl. Pangeran Sogiri No. 283, Tanah Baru - Bogor Utara

Nilai :

Nomor/Judul Praktikum : 12/Potensial Dekomposisi


Tanggal Praktikum : 7 Desember 2011
Tempat Praktikum : Laboratorium Fisika dan Kalibrasi AKA Bogor
Suhu Ruang : (27,3-29,5)C
Kelembapan : (80-91)%RH
Tekanan Udara : (756-768)mBarr
Sampel/Bahan Uji : Larutan CuSO4 dan larutan Pb(NO3)2
Alat Ukur Utama : Multimeter digital, sel elektrolisis, dan catu daya 10V DC
Ringkasan Cara Kerja :

Sebanyak 1,0000 gram CuSO4 dilarutkan ke dalam 350 ml air RO (Reverse Osmosis).
Disiapkan pasangan elektrode SS dan elektrode Cu kemudian amperemeter dipasang sebagai
penghubung kutub positif catu daya ke anode baja putih, voltmeter dipasang pada katode, dan
elektrode ketiga yang diletakkan di dekat katode. Elektrode dimasukkan ke dalam larutan uji
kemudian catu daya dihidupkan mulai dari tegangan terendah dan secara perlahan-lahan
potensial keluaran catu daya dinaikkan, kuat arus dan potensial katode diamati. Setelah itu,
Sebanyak 1,0000 gram Pb(NO3)2 dilarutkan ke dalam 350 ml air RO (Reverse Osmosis).
Disiapkan pasangan elektrode SS dan elektrode Cu kemudian amperemeter dipasang sebagai
penghubung kutub positif catu daya ke anode baja putih, voltmeter dipasang pada katode, dan
elektrode ketiga yang diletakkan di dekat katode. Elektrode dimasukkan ke dalam larutan uji
kemudian catu daya dihidupkan mulai dari tegangan terendah dan secara perlahan-lahan
potensial keluaran catu daya dinaikkan, kuat arus dan potensial katode diamati.
Data Pengamatan :

Bobot CuSO4 : 1,0005 g


Bobot Pb(NO3)2 : 1,0001 g
Tabel Hasil Pengukuran Potensial Dekomposisi (mV)
Kation Ulangan Rerata
Elektrode
(E0) 105691 105809 105731
Cu2+ SS +0,08 +0,08 +0,08 +0,08
(0.377) Cu -0,05 -0,05 -0,05 -0,05
Pb2+ SS +0,10 +0,10 +0,10 +0,10
(0.129) Cu -0,15 -0,15 -0,15 -0,15

Cu2+ Pb2+
Ulangan
SS dSS Cu dCU SS dSS Cu dCu
105691 +0,08 0,00 -0,05 0,00 +0,10 0,00 -0,15 0,00
105809 +0,08 0,00 -0,05 0,00 +0,10 0,00 -0,15 0,00
105731 +0,08 0,00 -0,05 0,00 +0,10 0,00 -0,15 0,00
Rerata
+0,080,005 -0,050,005 +0,100,005 -0,150,005
(xxdx)

Dasar teori :
Potensial dekomposisi merupakan potensial electrode ketika reaksi kimia mulai
terjadi. Secara teoritis potensial dekomposisi suatu ion adalah potensial electrode standar
untuk ion tersebut di mana electrode yang digunakan adalah unsur yang sama dengan kation
yang tersekomposisi. Misalnya potensial elektroda Cu2+/Cu adalah untuk sel :

Karena pada adalah nol, maka :


Jika diperoleh Esel untuk sel diatas adalah 0,337 V

Sedangkan untuk analisis elektrogravimetri, terdekomposisi dapat diketahui


dengan terjadinya pengendapan kation yang berbeda dengan unsur pada katode. Oleh sebab
itu diperlukan potensial dekomposisi yang lebih besar di mana perbedaan potensial
dekomposisi praktis dengan potensial dekomposisi teoritis disebut potensial lebih. Sehingga
untuk menghitung potensial lebih elektrode, potensial dekomposisi dikurang dengan potensial
electrode yang dihitung dari potesial electrode standar dengan menggunakan hukum Nernst.
Secara praktis, potensial dekomposisi dapat diukur dengan menaikkan potensial
aplikasi pada sel elektrolisis secara berurutan karena pada tahap awal, proses polarisasi ion
yang terjadi di sekitar elektrode akan menaikkan potensial electrode dan arus yang terjadi
hanya arus polarisasi. Namun,ketika potensial electrode mencapai nilai tertentu, reaksi kimia
mulai terjadi yang ditandai dengan terjadinya arus secara nyata membentuk kurva (pik) dan
posisi ketika kurva tersebut mulai naik adalah potensial dekomposisi.

Pembahasan :
Potensial dekomposisi dipengaruhi oleh kepekatan ion unsur bersangkutan dan
kepekatan total ion di dalam larutan sehingga pada percobaan kali ini ditimbang msing-
masing contoh dengan bobot yang sa yaitu 1,0000 gram dan dilarutkan pada volume larutan
ynang sama pula yaitu 350 ml air RO. Penentuan potensial aplikasi berdasarkan potensial
electrode standar apabila unsur yang terdapat dalam elektroda sama dengan kation yang
terdekomposisi, misalnya larutan Cu2+ dengan menggunakann electrode Cu. Namun untuk
analisis dengan elektrogravimetri untuk unsur yang berbeda dengan kation yang
terdekomposisi, misalnya larutan Pb2+ dengan menggunakan electrode Cu maka harus
diperhatikan agar ion-ion lain tidak ikut terendapkan, sehingga dalam pembuatan larutan
untuk membentuk kation-kation digunakan air RO (Reverse Osmosis) yang bebas ion. Halini
disebabkan karena apabila adanya ion-ion lain kemungkinan akan terjadi reaksi reduksi
oksidasi yang berlangsung secara spontan yang mengakibatkan reaksi elektrokimia tidak
terjadi yang mengakibatkan tidak diperoleh data yang diharapkan yang presisi dan akurat.
Sehingga pengamatan yang diperoleh kesimpulan yang menyimpang dari hal sebenarnya.
Dari hasil percobaan diperoleh nilai potensial dekomposisi Cu2+ dengan electrode SS
sebesar +0,080,005 sedangkan dengan menggunakan Cu adalah sebesar -0,050,005. Untuk
nilai potensial dekomposisi Pb2+ menggunakan elektroda SS yaitu sebesar +0,100,005 dan
dengan menggunakan elektroda Cu didapatkan nilai potensial dekomposisi sebesar --
0,150,005. Arus listrik yang diperlukan untuk melaksanakan proses elektrolisis suatu ion
akan menyebabkan penurunan potensial sehingga rekasi dekomposisi yang bersangkutan
akan berlangsung tanpa gangguan.

Kesimpulan
Potensial dekomposisi (ED) merupakan selisih potensial minimum yang diperlukan
agar rekasi elektrolisis dapat berlangsung
Dari hasil percobaan diperoleh nilai potensial dekomposisi Cu2+ dengan electrode SS
sebesar +0,080,005 dan dengan Cu sebesar -0,050,005 sedangkan untuk nilai
potensial dekomposisi Pb2+ menggunakan elektroda SS yaitu sebesar +0,100,005 dan
dengan elektroda Cu sebesar -0,150,005.

Nama Praktikan : Ahdi Sabilar Rasyad (105697)

Asisten Pemeriksa

NIP.