Anda di halaman 1dari 21

KONSEP DASAR MANAJEMEN PERPUSTAKAAN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Individu


Mata Kuliah Manajemen Perpustakaan

Oleh :

LAILATUL MAGHFIROH
NIMKO. 2016.4.112.0020.1.000174

Dosen Pengampu:
AHMAD AGUS BAIDLOWI, SE

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH


AL URWATUL WUTSQO – JOMBANG
2018

i
DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................................... i
Daftar Isi .............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................ 2
C. Tujuan Pembahasan ..................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 4
A. Definisi Konsep Dasar Manajemen Perpustakaan .................... 4
B. Organisasi Perpustakaan ............................................................. 6
C. Struktur Organisasi Perpustakaan ............................................. 11
D. Visi dan Misi Serta Kebijakan Perpustakaan ............................ 12
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 18

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya
manusianya. Sementara untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang
berkualitas tinggi tidak bisa terlepas dari pendidikan. Kegiatan memajukan
pendidikan di Indonesia telah dilakukan antara lain diwujudkan dalam
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional
(Sisdiknas). Pasal 1 Undang-undang tersebut menyebutkan, bahwa
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.1
Salah satu isu penting dalam dunia pendidikan kita, khususnya
pendidikan tingkat dasar dan menengah adalah perubahan kurikulum. Mulai
dari kurikulum pendidikan nasional tahun 1994 menjadi kurikulum 2004
yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan kemudian ada Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sampai dengan Kurikulum 2013.
Perubahan tersebut bersifat mendasar baik dari segi paradigma, sistem,
maupun aplikasinya di lapangan. Dalam sistem manajemen di perpustakaan
sekolah, kurikulum merupakan salah satu acuan penting dalam kebijakan
pengadaan atau pengembangan koleksi, agar koleksi yang diadakan sesuai
dengan tuntutan kurikulum. Kurikulum juga merupakan cerminan kebutuhan
siswa dan guru dalam mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri.
Sedangkan relevansi koleksi dengan kebutuhan siswa dan guru sebagai
anggota primer perpustakaan sangat mempengaruhi kualitas layanan
perpustakaan.

1
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. http://kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf, diakses tanggal 25 Januari 2018

1
2

Perpustakaan, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan


pembelajaran. Perpustakaan sekolah tidak hanya sebagai penyedia bacaan
siswadi kala senggang. Perpustakaan menjadi sumber, alat, dan sarana untuk
belajar. Perpustakaan harus memiliki ruang tersendiri dan siap setiap saat
untuk menunjang dan terlibat dalam pelaksanaan proses pembelajaran, baik di
dalam jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran. Karena itu, pengelolaan
perpustakaan sekolah harus dilakukan secara profesional. Pengelola harus
serius melaksanakan kegiatannya demi tercapainya kemajuan dan proses
pembelajaran di sekolah. Maka, tidak bisa dibantah, perlu ada pustakawan
yang siap mengelola perpustakaan secara profesional.2
Dunia perpustakaan terus berhadapan dengan tuntutan kualitas jasa
layanan yang diberikan. Kualitas jasa semakin berkembang bersanding
dengan iklim persaingan dalam rangka pemenuhan tuntutan kebutuhan. Pada
akhirnya perpustakaan menjadi institusi yang harus selalu responsif dan
adaptif terhadap perubahan dan kemajuan guna meningkatkan nilai tawar
kualitas layanan.3 Pengelolaan perpustakaan dalam rangka meningkatkan
layanan kualitas perpustakaan serta pembaca perlu diketahui apa saja yang
mendasari perpustakaan didirikan. Oleh karena itu penulis akan menguraikan
hal-hal yang menjadi dasar-dasar manajemen perpustakaan dengan membuat
makalah yang berjudul “Konsep Dasar Manajamen Perpustakaan”

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi manajemen perpustakaan?
2. Apa definisi organisasi perpustakaan sekolah?
3. Bagaimana struktur organisasi perpustakaan sekolah?
4. Apa saja visi dan misi serta kebijakan perpustakaan?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui definisi manajemen perpustakaan.
2
Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), 4.
3
Aris Nurohman, “Pengelolaan Perpustakaan Perguruan Tinggi Berbasis Akreditasi,” Libraria, 2.
Vol.4 (Desember 2017), 420-421
3

2. Untuk mengetahui definisi organisasi perpustakaan.


3. Untuk mengetahui strukur organisisai perpustakaan sekolah.
4. Untuk mengetahui visi dan misi serta kebijakan perpustakaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Konsep Dasar Manajemen Perpustakaan
Pada hakekatnya manajemen adalah suatu kegiatan untuk mencapat
tujuan, melalui kerja orang-orang lain. Secara lebih terperinci dapat
dinyatakan, bahwa manajemen meliputi perancangan dan sifat-sifat usaha
kelompok dalam rangka untuk mencapai tujuan, tetapi dengan penggunaan
modal berupa, waktu, uang, material dan juga hambatan yang dijumpai,
seminim mungkin. Dengan kata lain konsep dasar manajemen adalah
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian suatu aktivitas
yang bertujuan untuk mengalokasikan sumber daya sehingga mempunyai
nilai tambah. Di lingkungan sekolah, misalnya kita saksikan bahwa
manajemen lebih memusatkan perhatian kepada upaya penggerakan dan
pemberdayaan sumber daya manusia (human resources empowering and
motivating), sedangkan administrasi lebih terfokus kepada pelaksanaan
aspek-aspek substantif seperti kurikulum, perlengkapan, keuangan sekolah,
dan aktivitas rutin lain (Sergiovanni, dalam Burhanuddin, 2002). Jadi,
manajemen dapat diartikan sebagai tindakan untuk mencapai tujuan melalui
usaha-usaha orang lain.4
Perpustakaan berasal dari kata liber = libri yang artinya “pustaka” atau
“kitab”.5 Perpustakaan atau library adalah ruangan, bagian sebuah gedung,
ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan
terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk
digunakan pembaca bukan untuk dijual.6
Secara definitif, pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan
yang berada pada lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan bagian

4
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 2.
5
Hartono, Manajemen Perpustakaan Sekolah, (Yogyakarta:Ar-Ruzz Media, 2016), 26
6
Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan, (Jakarta: Gramedia Pustaka Umum, 1991), cet.
1, 3

4
5

integral dari sekolah yang bersangkutan dan merupakan sumber belajar untuk
mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan.7
Dalam kaitannya dengan perpustakaan sekolah, manajemen
perpustakaan sekolah pada dasarnya adalah proses mengoptimalkan
kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai tujuan perpustakaan.
Karena perpustakaan sekolah sebagai sub sistem dari sebuah organisasi,
dalam hal ini yaitu sekolah, tentunya tujuan perpustakaan sekolah harus
terlebih dahulu didefinisikan secara jelas. Pendefinisian secara operasional.
dari manajemen dapat dilakukan dalam bentuk program yang akan
dilaksanakan beserta sasaran yang konkret dan operasional. Untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan, maka kegiatan manajemen perpustakaan
sekolah dapat dilaksanakan atau direalisasikan.8
Menurut Bryson manajemen perpustakaan merupakan upaya
pencapaian tujuan dengan memanfaatkan sumber daya manusia, informasi,
sistem dan sumber dana dengan tetap memperhatikan fungsi manajemen,
peram dan keahlian.9 Dari pengertian ini, ditekankan bahwa untuk mencapai
tujuan, diperlukan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya non
manusia yang berupa sumber dana, teknik atau sistem, fisik, perlengkapan,
informasi, ide, atau gagasan teknologi. Elemen-elemen tersebut dikelola
melalui proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengendalian yang diharapkan mampu menghasilkan
produk barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna.10
Perpustakaan sebagai lembaga pendidikan dan lembaga informasi akan
memiliki kinerja yang baik apabila ditunjang dengan manajemen yang
memadai.

7
Ibid.,
8
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 2.
9
Jo Bryson, Effective Library and Information Centre Manajemen, (Vermont: Gower Publishing
Company, 1990), 4.
10
Andi Ibrahim, “Konsep Dasar Manajemen Perpustakaan Dalam Mewujudkan Mutu Layanan
Prima Dengan Sistem Temu Kembali Informasi Berbasis Digital,”Jurnal Ilmu Perpustakaan
Khizanah Al-Hikmah”, 2, vol.2 (2014).
6

B. Organisasi Perpustakaan
1. Pengertian Organisasi Perpustakaan
Pengertian organisasi secara umum adalah perkumpulan dan manusia
yang tergabung dalam suatu wadah dengan maksud untuk mencapai tujuan
bersama yang telah digariskan sebelumnya. Menurut Bernard, organisasi
adalah suat sistem mengenai usaha-usaha kerjasama yang dilakukan oleh dua
orang atau lebih. James D. Mooney merumuskan bahwa organisasi ialah
setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Sondang P. Siagian mengatakan, bahwa organisasi adalah setiap bentuk
persekutuan antara dua orang atau. lebih yang bekerja sama. untuk mencapai
suatu tujuan. bersama, dan terikat secara formal dalam suatu ikatan. hirarkis
dan selalu terdapat hubungan antara seseorang atau sekelompok orang yang
disebut pimpinan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.
Pendapat para, ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa organisasi diwujudkan
oleh adanya sekelompok orang yang berserikat dan bekerjasama untuk
mencapai suatu kepentingan yang telah disetujui bersama. Butir-butir penting
yang dapat dirumuskan dari definisi organisasi adalah:11
1. Adanya kelompok orang yang bekerja sama.
2. Adanya tujuan tertentu. yang akan dicapai.
3. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan.
4. Adanya penetapan dan. pengelompokan. pekerjaan
5. Adanya wewenang dan tanggung jawab
6. Adanya pendelegasian wewenang
7. Adanya hubungan satu. sama lain
8. Adanya penempatan. orang yang akan melakukan pekerjaan
9. Adanya tata tertib yang harus ditaati12
Setiap perpustakaan, baik kecil maupun besar, perlu diatur dan ditata
dengan baik, sehingga pelaksanaan kegiatan kerjanya dapat berjalan dengan
efisien dan efektif. Pengetahuan tentang seluk-beluk, pelaksanaan, dan teknik
11
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 2.
12
Ibid., 3.
7

kepustakawanan disebut organisasi dan. administrasi perpustakaan. Semua


kepala perpustakaan dan kepala unit kerja dalam perpustakaan perlu
memiliki pengetahuandan keterampilan di bidang organisasi dan administrasi
perpustakaan, sehingga dapat melaksanakan tugas pimpinan dengan baik.
Untuk dapat memperoleh hasil yang baik, diperlukan kemauan dan
kemampuan tenaga untuk bekerjasama sehingga dalam suatu organisasi
perpustakaan perlu ada pembagian tugas untuk pelaksanaan yang meliputi:
1. Beban kerja yang harus dipikul
2. Jenis pekerjaan yang bcragam
3. Macam spesialisasi kebutuhan berbagai
Pembagian tugas, hendaknya dilaksanakan sesuai dengan kemampuan,
keahlian, dan bakat orang-orang yang tersedia di dalam organisasi. Meskipun
ada pembagian tugas, namun keseluruhan beban kerja harus dilaksanakan
sebagai satu kesatuan yang bulat sehingga perlu ada pertimbangan ekonomis
dengan memperhatikan masalah-masalah di lingkungan perpustakaan. sebagai
berikut:
1. Produktivitas kerja
2. Efisiensi
3. Efektivitas
4. Penegakan disiplin kerja
5. Kegairahan kerja
Kepala perpustakaan harus mengetahui kapasitas, bakat dan potcnsi
bawahannya agar usaha pengembangan meniadi lebih terarah. Tugas
terpenting seorang pimpinan di lingkungan perpustakaan. adalah mengambil
keputusan: pimpinan tertinggi mengambil keputusan yang bersifat
menveluruh, sedang pimpinantingkat terendah mengambil kcputusan yang
implikasmya terbatas pada unit organisasi yang dipimpinnya. 13

13
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 4.
8

Dalam organisasi perpustakaan maka agar organisasi tersebut dapat


berjalan dengan baik, Pimpinan perpustakaan perlu memperhatikan aspek-
aspek sebagai berikut:
1. Penentuan Tujuan Perpustakaan
Tujuan harus dirumuskan secara jelas dan lengkap, baik mengenai
bidang, ruang lingkung sasaran, keahlian dan/atau keterampilan, serta
peralatan yang diperlukan. Dari tujuan yang telah dirumuskan dapat
diperkirakan bentuk, susunan, corak, dan ukuran besar kecilnya
organisasi yang harus disusun.
2. Perumusan Tugas Pokok Perpustakaan
Tugas pokok adalah sasaran yang dibebankan kepada organisasi
untuk dicapai. Organisasi besar maka tugas pokoknya luas, sedangkan
organisasi kecil tugas pokoknya terbatas. Perumus tugas pokok perlu
memperhatikan hal-hal berikut di bawah ini.
a. Tugas pokok harus merupakan bagian dari tujuan yang harus dicapai
dalam jangka waktu tertentu.
b. Tugas pokok harus memperhitungkan batas kemampuan yang ada
untuk mencapai tujuan dalam jangka waktu tertentu.
c. Rincian Kegiatan. Semua kegiatan kerja yang harus dilakukan untuk
melaksanakan tugas pokok harus disusun secara lengkap dan terinci.
Selain itu, harus, dibedakan antara kegiatan kerja yang penting dan
kurang penting, kegiatan kerja utama dan penunjang.
d. Pengelompokan Kegiatan Kerja . Kegiatan kerja yang erat
hubungannya satu sama lain dikelompokkan, dan pengelompokan ini
disebut fungsionalisasi. Setelah tersusun, dilakukan:
1) Pengadaan personel.penyediaan anggaran.
2) Penyediaan peralatan.
3) Penyusunan sistem hubungan kerja.
4) Penyusunan prosedur dan tata kerja.14

14
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 5.
9

2. Penyusunan Struktur Organisasi


Perpustakaan adalah organisasi, berupa lembaga, atau unit keria
yang bertugas menghimpun koleksi pustaka dan menyediakannya bagi
masyarakat untuk dirnanfaatkan. Lembaga merupakan organisasi yang
otonom, sedang unit kerja merupakan organisasi di dalam oqganisasi,
sehingga memiliki lembaga induk. Tujuan perpustakaan sebagai
organisasi otonom agak berbeda dengan tujuan perpustakaan sebagai anak
suatu organisasi yang telah mempunyai tujuan tertentu. Tujuan
perpustakaan yang terakhir ini mendukung tujuan lembaga induknya.15
Proses penyusunan organisasi perpustakaan dijabarkan. menurut
urutan sebagai berikut :
1. Tujuan Perpustakaan. Perpustakaan secara umum bertujuan untuk
metakukan layanan informasi literer kepada, masyarakat. Tujuan
khusus dibedakan oleh jenis perpustakaannya karena setiap jenis
perpustakaan melayani kelornpok masyarakat yang berbeda satu
sama lain. Tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Perpustakaan Nasional di samping melayani masyarakat, juga
mempunyai fimgsi lain, yaitu sebagai perpustakaan deposit
b. Perpustakaan Perguruan Tinggi melayani masyarakat khusus
suatu pergunian tinggi
c. Perpustakaan Khusus melayani suatu kelompok masyarakat
homogen yang mempunyai minat dan kebutuhan akan infbrmasi
khusus.
d. Perpustakaan Umum. Melayani seluruh lapisan masyarakat
e. Perpustakaan Sekolah melayam masyarakat khusus suatu
sekolah.
2. Tugas Pokok Perpustakaan. Karena tujuannya memberi layanan
infonnasi leterer kepada masyarakat, maka tugas pokok adalah:

15
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 2.
10

a. Menghimpun bahan pustaka yang meliputi buku. dan nonbuku


sebagai sumber informasi, dapat dilakukan dengan cara
membeh, meminta/menerima sebagai hadiah, tukar-menukar,
atau. titipan.
b. Mengolah dan merawat pustaka yang meliputi tugas-tlugas:
mencatat pustaka dalam buku induk, mengklasifikasi pustaka,
membuatkan katalog untuk alat telusur, memberi label buku.
sebagai sandi tempat menyimpannya, mcngatur buku di
rak/almari, menyusun kartu-kartu katalog, merawat pustaka
supaya tidak mudah rusak atau. hilang.
c. Memberikan layanan bahan. pustaka, koleksi yang sudah selesai
diolah disajikan kepada pengguna perpustakaan untuk
dimanfaatkan.
3. Rincian Kegiatan Kerja Perpustakaan Kegiatan-kegiatan keria yang
harus dilakukan oleh perpustakaan sangat bervariasi, namun demikian
pada dasarnya rincian kerja tersebutadalah sama. Perbedaan rincian
kerja disebabkan jenis perpustakaan yang berbeda
sehinggamengakibatkan. cakupan tugasnya tentunva juga agak
berbeda.16
4. Pengelompokan Kegiatan Kerja. Kegiatan kerja yang erat
hubungannya satu. sama lain dikumpulkan dalam satu kelompok,
maka terdapat tiga kelompok kegiatan, yaitu:
a. Kelompok Pembinaan Koleksi, adalah semua kegiatan ke:ga vang
berhubungan dengan bahan pustaka, meliputi pengadaan,
pengolahan, dan perawatan.
b. Kelompok Pelayanan, adalah semua kegiatan keIja yang
berhubungan dengan jasa layanan, meliputi layanan peminjaman
pustaka, layanan referensi, layanan informasi/penelusuran.

16
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 6.
11

c. Kelompok Administrasi adalah semua kegiatan kerja yang


berhubungan dengan administrasi kantor diluar kegiatan bidang
kepustakawanan.17
C. Sruktur Organisasi Perpustakaan
Setelah proses penyusunan organisasi perpustakaan selesai sampai
ditentukannya kelompok kegiatan kerja, maka struktur organisasi dapat
digambarkan dalam sebuah bagan. Sebaiknya dalam sebuah struktur
organisasi juga perlu dipertimbangkan masuknya unit atau komisi sebagai
lembaga pertimbangan yang secara teknis tidak ikut campur dalam urusan
operasional perpustakaan, akan tetapi diminta bisa memberikan masukan ide
maupun pemikiran tentang kemajuan perpustakaan. Di lingkungan sekolah,
komisi ini adalah dewan guru. Tidak sernua guru yang duduk dalam dewan
guru dapat melakukan pertimbangan kepada perpustakaan, akan tetapi
cukupbeberapa guru yang dipandang memiliki kemauan dan kemampuan
dalam bidang itu.18
Struktur Organisasi Perpustakaan Sekolah

KEPALA SEKOLAH

TATA
DEWAN KEPALA
USAHA
GURU PERPUSTAKAAN
PERPUS

BAGIAN PELAYANAN BAGIAN PELAYANAN


TEKNIS PEMBACA

Garis Koordinas
Garis Komando

17
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 6-7.
18
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 7.
12

Catatan:
1. Bila perpustakaan sekolah tidak ada kepala perpustakaan karena
kondisi sekolah yang tidak memungkinkan maka dapat diangkat
guru pustakawan yang akan bertanggungjawab terhadap
pelaksanaan operasional perpustakaan
2. Antara bagian layanan tekrtis dan layanan pembaca dipisahkan
untuknmenunjukkan bahwa kedua bagian tersebut memang secara
substansi kegiatan sangat berbeda.
3. Pemisahan tersebut bukan berarti harus ada dua tenaga. Jika,
dipandang cukup hanya satu tenaga, bisa saja dilaksanakan.19
Bagian layanan teknis bertanggungjawab mulat dan pengadaan bahan
pustaka sampai proses pembuatan katalog dan penyusunan kartu katalog.
Bagian layanan pembaca bertanggung jawab pada kegiatan layanan di semua
lini layanan mulai dari peminjaman buku, layanan referensi dan layanan
penelusuran informasi.
D. Visi Dan Misi Serta Kebijakan Perpustakaan
Perpustakaan sebagai sebuah unit kerja, baik yang berdiri sendiri
maupun yang tergabung kepada unit organisasi yang membawahinya,
sebaiknya perlu menetapkan visi, misi, tugas, dan fungsinya yang disesuaikan
dengan kebijakan dan keinginan lembaga induknya.20
Sesuai dengan namanya, perpustakaan sekolah tentu berada di sekolah,
dikelola oleh sekolah, dan berfungsi untuk kegiatan belajar mengajar,
penelitian yang sederhana, menyediakan bahan bacaan guna menambah ilmu
pengetahuan, sekaligus tempat rekreasi yang sehat di sela-sela kegiatan rutin
dalam belajar.21

19
I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri
Malang, 1 (April 2007), 7.
20
Sutarno NS, Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta : Samitra Media
Utama, 2004), 36.
21
Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, (Jakarta : CV Sagung Seto, 2006), 47.
13

1. Visi
Sesuai penjelasan dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), perpustakaan
merupakan sarana penunjang proses belajar mengajar dalam sekolah.
Oleh karnanya, perpustakaan sekolah memiliki visi menciptakan lulusan
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi
luhur, berakhlak mulia, cerdas, menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi, sebagai aset bangsa dan Negara.22
2. Misi
Misi merupakan penjabaran lebih lanjut dari visi. Jika visi bersifat
filosofis dan idealis, maka misi lebih cenderung praktis dan realistis.
Perpustakaan sekolah menyediakan informasi dan ide yang merupakan
fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang
berbasis informasi dan pengetahuan. Perpustakaan sekolah merupakan
sarana bagi para murid agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu
mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga
negara yang bertanggung jawab. Oleh karnanya, perpustakaan sekolah
haruslah memiliki misi sebagai berikut :
a. Menciptakan dan memantapkan kebiasaan membaca masyarakat
sesuai dengan jenis perpustakaan dan pemakainya.
b. Mendukung pendidikan perorangan secara mandiri maupun
pendidikan formal pada semua jenjang.
c. Memberikan kesempatan atau menstimulasi bagi pengembangan
kreatifitas dan imajinasi pribadi maupun masyarakat.
d. Meningkatkan kesadaran terhadap warisan budaya, apresiasi seni,
dan hasil temuan ilmiah.
e. Menyediakan akses pada eksprosi-ekspresi kebudayaan dan
perubahan.
f. Mendorong dialog antar umat beragama oleh karena
keanekaragaman budaya.

22
Wiji Suwarno, Psikologi Perpustakaan, (Jakarta : CV. Sagung Seto, 2009), 38.
14

g. Menyediakan layanan informasi sesuai dengan kebutuhan


pemakainya.
h. Memberikan kemudahan kepada pengembangan informasi
peningkatan ilmu pengetahuan dan ketrampilan
i. Mendukung dan berpartisipasi dalam program-program perpustakaan
bagi masyarakat pemakainya.
j. Ikut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam arti
luas.23
3. Kebijakan
Perpustakaan sekolah hendaknya dikelola dalam kerangka kerja
kebijakan yang tersusun secara jelas. Kebijakan perpustakaan sekolah
disusun dengan mempertimbangkan berbagai kebijakan dan kebutuhan
sekolah yang menyeluruh, serta mencerminkan etos, tujuan dan sasaran
maupun kenyataan sekolah. 24
Kebijakan tersebut menentukan kapan, di mana, untuk siapa dan
oleh siapa potensi maksimal akan dilaksanakan. Kebijakan perpustakaan
akan dapat dilaksanakan bila komunitas sekolah mendukung dan
memberikan sumbangan pada maksud dan tujuan yang ditetapkan di
dalam kebijakan. Karena itu, kebijakan tersebut harus tertulis dengan
sebanyak mungkin keterlibatan yang berjalan secara dinamis, melalui
banyak konsultasi yang dapat diterangkan, serta hendaknya disebarkan
seluas mungkin melalui media cetak. 25
Dengan demikian, filosofi, ide, konsep dan maksud untuk
pelaksanaan dan pengembangannya akan makin jelas serta dimengerti
dan diterima, sehingga hal itu dapat segera dikerjakan secara efektif dan
penuh semangat. Kebijakan tersebut harus komprehensif serta dapat
dilaksanakan. Kebijakan perpustakaan sekolah tidak boleh ditulis oleh
pustakawan sekolah sendirian, tetapi harus melibatkan para guru dan
manajemen senior. Konsep kebijakan harus dikonsultasikan secara luas
23
Wiji Suwarno, Psikologi Perpustakaan, 39.
24
HM. Mansyur,”Manajemen Perpustakaan Sekolah,” Pustakaloka, 1. Vol. 7 (2015), 49.
25
HM. Mansyur,”Manajemen Perpustakaan Sekolah,” Pustakaloka, 1. Vol. 7 (2015), 49-50.
15

di sekolah dan mendapat dukungan melalui diskusi terbuka yang


mendalam. Sehingga diperlukan kerjasama yang senergis antara guru,
orang tua, pustakawan dan seluruh elemen yang ada dalam
pengembangan perpstakaan sekolah.26
Kebijakan dan Rencana kerja perpustakaan sekolah haruslah
dapatkan menjelaskan peranan perpustakaan dalam hubungannya dengan
berbagai aspek berikut:
a. Kurikulum sekolah
b. Metode pembelajaran di sekolah
c. Memenuhi standar dan kriteria nasional dan lokal
d. Kebutuhan pengembangan pribadi dan pembelajaran murid dan
e. Kebutuhan tenaga pendidikan bagi staf
f. Meningkatkan arah keberhasilan.
Komponen yang memberikansumbangan ikut ambil bagian dalam
pengembangan perpustakaan sekolah dan harus dikelola secara maksimal
adalah sebagai berikut:
a. Anggaran dan pendanaan
b. Tempat/lokasi
c. Sumberdaya
d. Organisasi
e. Ketenagaan
f. Penggunaan perpustakaan
g. Promosi.
Semua komponen tersebut di atas adalah penting di dalam
kerangka kerja kebijakan dan rencana kegiatan yang realistis. Rencana
kegiatan harus mencakup strategi, tugas, sasaran, pemantauan dan
evaluasi secara rutin. Kebijakan dan rencana merupakan dokumen aktif
yang harus ditinjau ulang secara periodik.27

26
HM. Mansyur,”Manajemen Perpustakaan Sekolah,” Pustakaloka, 1. Vol. 7 (2015), 50.
27
HM. Mansyur,”Manajemen Perpustakaan Sekolah,” Pustakaloka, 1. Vol. 7 (2015), 50.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

a. Manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya adalah proses


mengoptimalkan kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai
tujuan perpustakaan. Karena perpustakaan sekolah sebagai sub sistem dari
sebuah organisasi, dalam hal ini yaitu sekolah, tentunya tujuan perpustakaan
sekolah harus terlebih dahulu didefinisikan secara jelas.
b. Organisasi perpustakaan adalah perkumpulan dan manusia yang tergabung
dalam suatu wadah dalam rangka mencapai suatu tujuan perpustakaan itu
didirikan.
c. Struktur organisasi sekolah sebenarnya ada beberapa model, salah satunya
adalah seperti bagan di bawah ini :

KEPALA SEKOLAH

TATA
DEWAN KEPALA
USAHA
GURU PERPUSTAKAAN
PERPUS

BAGIAN PELAYANAN BAGIAN PELAYANAN


TEKNIS PEMBACA

4. Visi : menciptakan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi luhur, berakhlak mulia, cerdas, menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi, sebagai aset bangsa dan Negara.
Misi :
a. Menciptakan dan memantapkan kebiasaan membaca masyarakat
sesuai dengan jenis perpustakaan dan pemakainya.

16
17

b. Mendukung pendidikan perorangan secara mandiri maupun


pendidikan formal pada semua jenjang.
b. Memberikan kesempatan atau menstimulasi bagi pengembangan
kreatifitas dan imajinasi pribadi maupun masyarakat.
c. Meningkatkan kesadaran terhadap warisan budaya, apresiasi seni,
dan hasil temuan ilmiah.
d. Menyediakan akses pada eksprosi-ekspresi kebudayaan dan
perubahan.
e. Mendorong dialog antar umat beragama oleh karena
keanekaragaman budaya.
f. Menyediakan layanan informasi sesuai dengan kebutuhan
pemakainya.
g. Memberikan kemudahan kepada pengembangan informasi
peningkatan ilmu pengetahuan dan ketrampilan
h. Mendukung dan berpartisipasi dalam program-program
perpustakaan bagi masyarakat pemakainya.
i. Ikut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam arti
luas

Kebijakan : Perpustakaan sekolah hendaknya dikelola dalam kerangka kerja


kebijakan yang tersusun secara jelas. Kebijakan perpustakaan sekolah disusun
dengan mempertimbangkan berbagai kebijakan dan kebutuhan sekolah yang
menyeluruh, serta mencerminkan etos, tujuan dan sasaran maupun kenyataan
sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Andi Ibrahim, “Konsep Dasar Manajemen Perpustakaan Dalam Mewujudkan
Mutu Layanan Prima Dengan Sistem Temu Kembali Informasi Berbasis
Digital,”Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah”, (online), vol.2,
No. 2, 2014,
(http://moraref.kemenag.go.id/documents/article/97406410605858912,
diakses 25 Januari 2018).

Aris Nurohman, “Pengelolaan Perpustakaan Perguruan Tinggi Berbasis


Akreditasi,” Libraria ,(online), Vol.4, No. 2, 2017,
(http://moraref.kemenag.go.id/documents/article/97406410605897729,
diakses 25 Januari 2018).

Bafadal, Ibrahim. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara,


1996.

Basuki, Sulistyo. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka


Umum. cet. I, 1991.

Bryson, Jo. Effective Library and Information Centre Manajemen.Vermont:


Gower Publishing Company, 1990.

Hartono. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media, 2016.

HM. Mansyur,”Manajemen Perpustakaan Sekolah,” Pustakaloka, (online), Vol. 7,


No. 1, 2015,
(http://download.portalgaruda.org/article.php?article=387357&val=7255&
title=Manajemen%20Perpustakaan%20Sekolah, diakses 25 Januari 2018)

18
19

I Ketut Widiasa, “Manajemen Perpustakaan Sekolah,”Jurnal Perpustakaan


Universitas Negeri Malang, (online),No.1,2007,
(https://scholar.google.co.id/, diakses 25 Januari 2018).
Nasional. http://kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf, diakses tanggal
25 Januari 2018

NS, Sutarno. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta :


Samitra Media

NS, Sutarno. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta : CV Sagung Seto, 2006.

Suwarno, Wiji. Psikologi Perpustakaan. Jakarta : CV. Sagung Seto, 2009.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Utama, 2004.