Anda di halaman 1dari 4

MISKONSEPSI SISWA TERHADAP SUHU DAN KALOR

Ersano Ndruru[a] ; Fernandus Hasiando[b] ; Howard Situmorang[c]

Abstrak
Suhu adalah besaran yang menunjukkan derajat panas suatu benda. Suhu dapat diukur dengan
Termometer. Sedangkan Kalor didefinisikan sebagai energi panas yg dimiliki suatu zat yang dapat
diteruskan ke suatu zat lainnya.Kalor dapat diukur dengan Kalorimeter. Keduanya saling
berketerkaitan satu dengan yang lain. Hal ini membuat siswa sering mengalami kesulitan dalam
membedakan definisi dari suhu dan kalor.

Kata Kunci : Suhu dan Kalor, Termometer dan Kalorimeter, Kesulitan dalam membedakan suhu
dan kalor, Azas Black.

1. Pengenalan
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda,
semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis,suhu menunjukkanenergiyang dimiliki oleh
suatu benda. Setiapatom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk
perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginyaenergi atom-atom
penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Suhu biasanya didefinisikan sebagai ukuran
atau derajat panas dinginnya suatu benda atau sistem. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi,
sedangkan benda yang dingin memiliki suhu yang rendah. Pada hakikatnya, suhu adalah ukuran
energi kinetik rata-rata yang dimiliki oleh molekul-molekul sebuah benda.

Kalor adalah energi yang dapat diteruskan oleh satu benda ke benda lain secara konduksi,
perolakan dan penyinaran. Sampai pada pertengahan abad 18, orang masih menyamakan pengertian
suhu dan kalor. Baru pada tahun 1760, Joseph Black membedakan kedua pengertian ini. Suhu
adalah sesuatu yang diukur padatermometer, dan kalor adalah sesuatu yang mengalir dari benda
yang panas ke benda yang dingin untuk mencapai keadaan termal. Pada tahun 1798, seorang
ilmuwan amerika, Benjamin Thompson menyasingkan definisi kalor sebagai fluida kalorik. Ia yang
merupakan seorang anggota militer mengamati bahwa ketika meriam menembakkan peluru, ada
kalor yang dihasilkan pada meriam. Berdasarkan pengamatannya, Thompson menyimpulkan bahwa
kalor bukanlah fluida, tetapi kalor dihasilkan oleh usaha yang dilakukan oleh kerja mekanis
misalkan gesekan. Satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu air sebesar 1 C.
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun
perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti panas dan meter
yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum
digunakan adalah termometer air raksa.
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu
zat. Kalorimeter yang paling banyak digunakan adalah kalorimeter aluminium. Alat ini dirancang
sehingga pertukaran kalor tidak terjadi diluar bejana. Untuk mengurangi radiasi kalor dan
kehilangan kalor karena penyerapan dinding bejana, maka kedua dinding bejana bagian dalam dan
luar dibuat mengkilap.

2. Teori Azas Black


Teori kalorik menyatakan bahwa setiap benda mengandung sejenis zat alir (kalorik) yang
tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Teori ini diperkena lkan oleh Antoine Lavoiser.
Teori ini juga menyatakan bahwa benda yang suhunya tinggi mengandung lebih banyak kalor
dari pada benda yang suhunya rendah. Ketika kedua benda disentuhkan, benda yang suhunya tinggi
akan kehilangan sebagian kalor yang diberikan kepada benda bersuhu rendah. Akhirnya para
ilmuwan mengetahui bahwa kalor sebenarnya merupakan ssalah satu bentuk energi. Karena
merupakan energi maka berlaku prinsip kekekalan energi yaitu bahwa semua bentuk energi
adalah ekivalen (setara) dan ketika sej umlah energi hilang, proses selalu disertai dengan munculnya
sejumlah energi yang sama dalam bentuk lainnya. Kekekalan energi pada pertukaran kalor pertama
kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Inggris Joseph Black dengan pernyataan : kalor yang
dilepaskan o leh air panas (Qlepas) sama dengan kalor yang diterima air dingin (Q terima). Secara
matematis pernyataan tersebut dapat ditulis dengan :
Qlepas = Qterima

3. Masalah Yang Dihadapi Siswa Dalam Mempelajari Suhu dan Kalor


Banyak siswa yang beranggapan bahwa suhu dan kalor adalah sama. Namun Joseph Black
dalam teorinya membedakan suhu dan kalor. Dia menyatakan:
“Bahwa es dapat mencair tanpa berubah suhunya. Hal ini berarti bahwa es dapat menyerap
panas dan menggunakan energi panas tersebut untuk mengubah bentuknya menjadi cair. Ia juga
menemukan bahwa kejadian yang sama akan terjadi saat air berubah menjadi uap air. Energi yang
diserap oleh suatu bahan untuk berubah dari padat menjadi cair disebut kalor laten peleburan,
sedangkan saat benda cair berubah menjadi gas disebut kalor laten penguapan. Black juga
menyatakan bahwa sejumlah substansi yang berbeda akan membutuhkan sejumlah energi panas
yang berbeda pula untuk menentukan suhunya dengan kenaikan yang sama.”
Dari pernyataan Black tersebut dapat disimpulkan bahwa suhu dan kalor adalah hal yang
berbeda namun saling berketerkaitan satu dengan yang lain. Dimana Suhu adalah besaran yang
menunjukkan derajat panas suatu benda, sedangkan Kalor didefinisikan sebagai energi panas yg
dimiliki suatu zat yang dapat berpindah ke zat lainnya.

4. Analisis Terhadap Miskonsepsi Siswa Mengenai Teori Suhu dan Kalor


Pada beberapa siswa diberikan pertanyaan mengenai konsep suhu dan kalor, pertnyaan
tersebut sebagai berikut :
“Pada sebuah percobaan, terdapat dua buah sendok, dimana sendok pertama berbahan plastik
sedangkan sendok kedua berbahan besi. Jika kedua sendok tersebut dicelupkan kedalam air panas
secara bersamaan, apakah terjadi perbedaan suhu pada kedua sendok tersebut? Jelaskan!
Mengapa?” Dari pertanyaan tersebut, seluruh siswa menjawab bahwa terjadi perbedaan suhu antara
kedua sendok. Dimana suhu sendok yang terbuat dari besi akan terasa lebih panas dibandingkan
dengan suhu sendok yang terbuat dari plastik.
Hal ini menunjukan bahwa telah terjadi miskonsepsi pada siswa. Karena pada percobaan
tersebut tidak terjadi perbedaan suhu antara kedua sendok. Jika kita ukur suhu kedua sendok
tersebut dengan termometer, akan didapatkan hasil berupa nilai suhu yang sama antara kedua
sendok tersebut. Perbedaan bahan dari sendok tersebutlah yang membuat kita merasa bahwa sendok
terbuat dari besi lebih tinggi suhunya dibandingkan sendok yang terbuat dari plastik.

Berikut diberikan hasil dari salah satu siswa yang diberikan soal penyelesaian mengenai
suhu dan kalor.
Diketahui massa aluminium sebesar 500 gram bersuhu 10oc. Aluminium kemudian menyerap kalor
sebesar 1,5 KJ. Sehingga suhunya naik menjadi 20oc. Berapakah kalor jenis aluminium tersebut?
Penyelesaian:
Dik : m = 500 gram = 0,5 kilogram
T1 = 10oc
T2 = 20oc
Q = 1,5 KJ
Dit : C = .....?
Jwb :
Q = m . C . t
1500 = 0,5 . C . (T2 – T1)
1500 = 0,5 . C . (20o – 10o)c
1500 = 0,5 . C . 10oc
1500 = 5 C
1500
C=
5
C = 300 Joule