Anda di halaman 1dari 6

REPARASI PERMESINAN KAPAL

ESSAY

Disusun oleh :
Nama : Alan Fhajoeng Ramadhan
NIM : D33115301

Departement Teknik Sistem Perkapalan


Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin
2018
Sebuah kapal dengan mesin penggerak 2 x 650 HP putaran 2200 rpm kecepatan operasional 14
knot.

Record:

Top Overhull Main Engine 2 bulan (1500 jam)

Docking rutin 11 bulan.

Terdapat kasus:

1. Setelah beberapa saat (30 menit Main engine running), sensor high temperature menyala
2. Speed max trial 8 knots
3. RPM beban max 1500 (steady 2200)

Analisa kasus:

Kasus 1: Setelah beberapa saat (30 menit Main engine running), sensor high temperature menyala

Pada Kepala Silinder (Cylinder Head) terdapat mantel pendingin (water jacket), penyebab mesin
sampai mengalami overheat biasanya disebabkan oleh kekurangan air pada sistem pendingin karena
ada kebocoran pada sistem pendingin. Yang mengakibatkan berkurangnya water collent atau
bercampurnya oli dan air pendingin.

Kemudian saat mesin mengalami overheat maka komponen-komponen yang terbuat dari logam
akan memuai dan dapat membuat komponen-kompone logam yang berputar mengalami gesekan yang
berlebihan karena celahnya berkurang akibat pemuaian. Seperti valve akan macet pada valve bushing,
piston dan camshaft akan rusak.

Temperatur mesin yang terlalu tinggi, akan menyebabkan tekanan yang berlebihan pada kepala
silinder dan blok mesin. Hal ini dapat mengakibatkan kepala silinder retak atau melengkung karena
kepala silinder terbuat dari bahan allumunium. Jika hal ini sampai terjadi maka untuk memperbaiknya
harus dilakukan turun mesin.
Deteksi dini:
1. Periksa level water coolant
2. Start engine dalam posisi cap water collant terbuka
3. Jika air pendingin menyembur keluar, terdapat gelembung saat throotle dinaikkan berarti
terjadi kebocoran
4. Jika Cap water coolant ditutup kemudian dibuka dan terjadi tekanan udara berarti ada
kebocoran.

Rekomendasi perbaikan:
1. Perbaiki atau ganti kepala silinder jika terdapat kerusakan atau retak
2. Apabila terdapat keretakan pada silinder, jika kedalaman keretakan dapat ditolerir maka
dilakukan pengelasan, apabila keretakan melewati batas toleransi maka silinder diganti
3. Periksa pada saluran water coolant apakah terjadi keretakan yang terhubung dengan
saluran oli pendingin.
4. Periksa saluran air pendingin, apabila ada kebocoran maka dilakukan perbaikan dan
apabila terjadi karat atau kerusakan pada elektroda maka dilakukan penggantian

Kasus 2: Speed max trial 8 knots

Pada Kasus ini terdapat banyak kemungkinan penyebab yaitu:

1. Akibat dari mesin mengalami overheat seperti pada kasus pertama, yang mengakibatkan
penurunan performa kerja dari pembakaran piston sehingga mengakibatkan tenaga motor
berkurang.
2. Kebocoran pada katup menyebabkan hilangnya kompresi dalam silinder dan tenaga motor
berkurang. Sehingga dapat menyebabkan percikan api pada cerobong bahan bakar dari silinder
yang tidak terbakar melalui katup buang cerobong.

Rekomendasi perbaikan:
a. Katup harus diganti apabila telah rusak
b. Batas celah bebas yang diperbolehkan adalah tiga kali celah bebas standartnta. Apabila
telah melampaui gantilah katup atau jalan katup bahkan keduanya jika dipandang perlu.
c. Jika terdapat karat dengan jumlagg relative banyak,patah atau retak maka harus diganti
d. Jika katup harus diganti maka oli seal serta pemegang pegas juga harus diganti.
3. Terdapat kerusakan pada blok silinder (linear) yang mengakibatkan proses pembakaran tidak
efektif. Kerusakan pada dinding dalam silinder yang dapat mengakibatkan penurunan performa
kerja mesin tersebut berupa keausan pada silinder, keretakan, kebocoran dari gas pembakaran,
dan goresan pada silinder yang diakibatkan gesekan antara piston. Kerusakan pada dinding luar
silinder berupa terjadinya kebocoran pada saluran air pendingin dan terjadi karat pada silinder.

Rekomendasi perbaikan:

1. Jika lekuk keausan dinding silinder belum parah maka dapat diratakan dengan
menggunakan kertas gosok atau serbuk penggosok kemudian bersihkan lalu lapisi
dengan minyak pelumas sebelum torak dipasang.
2. Pada saat tabung silinder dikeluarkan bersihkan juga bagian luarnya lalu lapisi dengan
cat serta ganti karet penyekatnya.
3. Periksa jenis pelumas jika dinding dalam silinder dengan lapisan kromter dapat bitnik
putih susu.
4. Jika elektroda hanya mengalami sedikit keausan maka periksa material elektroda
tersebut.
5. Jika masih dapat menggunakan torak oversize yang seukuran dengan liner yang aus
atau perbesar diameter dalam liner sesuai dengan diameter torak.Jika tidak atau telah
melampaui batas minimal tebal liner maka gantilah.
6. Pengukuran diameter dalam silinder minimal pada tiga tempat yaitu pada tempat cincin
kompresi yang pertama, sisi bawah torak dan diantar kedua titik tersebut.
7. Setelah liner dipasang pada tempatnya ukur kembali untuk mengetahui apakah terjadi
deformasi. Jika deformasi cukup besar maka buka kembali dan perbaiki.
4. Faktor bentuk lambung, hal ini dapat menyebabkan tidak tercapai nya kecepatan maksimal yang
disebabkan karena bentuk kelengkungan dari lambung itu sendiri yang mengakibatkan nilai
tahanan kapal dihasilkan sangat besar yang tidak dapat diatasi oleh sistem penggerak kapal salah
satunya adalah mesin utama kapal itu sendiri. Cara mengatasinya adalah menggantikan sistem
penggerak kapal tersebut mesin utama atau sistem propulsinya, ataukah mengubah bentuk
lambung kapal tersebut.
5. Terdapat kerak fouling pada lambung kapal yang mengakibatkan tahanan tambahan pada kapal
sehingga pola aliran pada lambung kapal mengalami turbulen. Cara mengatasinya adalah pada
saat docking dilakukan perawatan pada lambung kapal untuk melepaskan fouling yang menempel
pada lambung kapal.
Kasus 3: RPM beban max 1500 rpm (2200 rpm steady)

Pada kasus ini terdapat kemungkinan penyebab yaitu:

1. Akibat dari mesin mengalami overheat seperti pada kasus pertama, yang mengakibatkan
penurunan performa kerja dari pembakaran piston sehingga mengakibatkan tenaga motor
berkurang.
2. Kebocoran pada katup menyebabkan hilangnya kompresi dalam silinder dan tenaga motor
berkurang. Sehingga dapat menyebabkan percikan api pada cerobong bahan bakar dari
silinder yang tidak terbakar melalui katup buang cerobong.

Rekomendasi perbaikan:
a. Katup harus diganti apabila telah rusak
b. Batas celah bebas yang diperbolehkan adalah tiga kali celah bebas standartnta. Apabila
telah melampaui gantilah katup atau jalan katup bahkan keduanya jika dipandang
perlu.
c. Jika terdapat karat dengan jumlagg relative banyak,patah atau retak maka harus diganti
d. Jika katup harus diganti maka oli seal serta pemegang pegas juga harus diganti.
3. Terdapat kerusakan pada blok silinder (linear) yang mengakibatkan proses pembakaran
tidak efektif. Kerusakan pada dinding dalam silinder yang dapat mengakibatkan penurunan
performa kerja mesin tersebut berupa keausan pada silinder, keretakan, kebocoran dari gas
pembakaran, dan goresan pada silinder yang diakibatkan gesekan antara piston. Kerusakan
pada dinding luar silinder berupa terjadinya kebocoran pada saluran air pendingin dan
terjadi karat pada silinder.
Rekomendasi perbaikan:

 Jika lekuk keausan dinding silinder belum parah maka dapat diratakan dengan
menggunakan kertas gosok atau serbuk penggosok kemudian bersihkan lalu
lapisi dengan minyak pelumas sebelum torak dipasang.
 Pada saat tabung silinder dikeluarkan bersihkan juga bagian luarnya lalu lapisi
dengan cat serta ganti karet penyekatnya.
 Periksa jenis pelumas jika dinding dalam silinder dengan lapisan kromter dapat
bitnik putih susu.
 Jika elektroda hanya mengalami sedikit keausan maka periksa material elektroda
tersebut.
 Jika masih dapat menggunakan torak oversize yang seukuran dengan liner yang
aus atau perbesar diameter dalam liner sesuai dengan diameter torak.Jika tidak
atau telah melampaui batas minimal tebal liner maka gantilah.
 Pengukuran diameter dalam silinder minimal pada tiga tempat yaitu pada tempat
cincin kompresi yang pertama, sisi bawah torak dan diantar kedua titik tersebut.
 Setelah liner dipasang pada tempatnya ukur kembali untuk mengetahui apakah
terjadi deformasi. Jika deformasi cukup besar maka buka kembali dan perbaiki.
4. Kerusakan pada piston adanya kerak karbon yang terjadi pada puncak torak atau lubang
minyak lumas sepanjang alur cincin minyak dan pada permukaan atas dan bawah dari
kepala torak.
Rekomendasi perbaikan:
a. Periksa apakah kepala torak terbakar, retak atau terkena korosi. Rusuk dari
bantalan pena torak harus diperiksa dari keretakan.
b. Periksa semua bagian sisi torak yang meluncur pada dinding silinder.
c. Periksa keadaan kontak antara pena torak dan bantalannya pada torak.
d. Periksa letak dan keadaan kunci penatorak.

5. Kerusakan pada crankshaft berupa keausan pada crankshaft bearing atau pada large end dari
connecting rod. Sehingga dibutuhkan penggantian pada keduanya atau diberikan minyak
lumas.
6. Tejadi keausan atau kerusakan pada fly wheel (roda gila) mengakibatkan rpm mesin yang
dihasilkan tidak sesuai dengan yang didistribusikan oleh roda gila ke sistem propulsi kapal.