I. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan ini, anda diharapkan dapat:
1. Menjelaskan jenis-jenis penguat dasar transistor
2. Mengukur parameter-parameter penguat transistor antara lain penguatan arus,
penguatan tegangan, resistansi masukan dan resisitansi keluaran
3. Menyebutkan sifat-sifat masing-masing konfigurasi penguat
Penguat arus pada penguat transistor base bersama (hfb) mempunyai nilai
kurang dari satu, sebab arus emitor merupakan penjumlahan arus base dan arus
kolektor.
Pada penguat base bersama sinyal tegangan masukan dan sinyal tegangan
keluaran mempunyai fase yang sama artinya penambahan sinyal tegangan masukan
akan menghasilkan penambahan sinyal tegangan keluaran.
Sambungan emitor-base diberi bias maju oleh Ebe, sedangkan sambungan dari
(Ece-Ebc) di mana Ece > Ebc.
Masukan dimasukkan lewat elektroda base, sedangkan keluaran diambil dari
kolektor, sehingga untuk memperoleh penguatan arus pada rangkaian ini (hfe) adalah
perbandingan perubahan arus kolektor (Ic) terhadap perubahan arus base (Ib).
πΌπ
ππ =
πΌπ
βππ
=
1 β βππ
Untuk rangkaian penguat dengan konfigurasi emitor bersama mempunyai
penguatan arus yang cukup besar (hfe<1). Untuk menentukan penguatan tegangan dan
penguatan daya adalah sebagai berikut:
Vin= Ib . Rin
πΈπ
πΌπ =
ππ + π
ππ
πππ
πΌπ =
π
ππ
πΌπ = βππ. πΌπ
βππ.πππ
πΌπ = π
ππ
πΌπ = βππ. πΌπ
βππ. πππ
= . π
πΏ
π
ππ
πππ’π‘ βππ. π
πΏ
π΄π£ = =
πππ π
ππ
πππ’π‘
π΄π = β πππ’π‘ = πΌπ 2 . π
πΏ
πππ
= βππ. πΌπ 2 . π
πΏ
πππ = πΌπ 2 . π
ππ
βππ 2 . π
πΏ
π΄π = = π΄π£. π΄π
πππ
πΌπ
βππ =
πΌπ
βππ
=
1 β βππ
= βππ + 1
Karena hfe mempunyai nilai yang besar, maka penguatan arus pada kolektor
bersama adalah hampir sama dengan penguatan arus pada emitor bersama sifat yang
khas dari rangkaian ini, adalah resistansi masukan biasa nya lebih besar dari resistansi
beban sinyal tegangan masukan sefasa dengan nilai sinyal tegangan keluaran, sehingga
penguat kolektor bersama sering di pergunakan sebagai rangkaian Penyesuaian
impedansi.
Gambar 3.4
ππ 2
Iout = π
πΏ = 103 = 0,002π΄
πΌππ’π‘ 0,002
Ai = πΌπππ = = 0,2
0,02
Gambar 3.5
12. Pasangkan variabel resistor tersebut sampai diperoleh tegangan keluaran setengah
dari tegangan awal.
πππ’π‘
Voutβ = =3V
2
Gambar 3.6
V. Keselamatan Kerja
1. Pada percobaan penguat konfigurasi base bersama dan emitor bersama dilakukan
pengaturan tegangan kolektor sebesar 5 Volt (vcc / 2). Apa maksudnya!
2. Apa fungsi dari kapasitor 470F pada penguat konfigurasi bersama
3. Beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran pada konfigurasi emitor
bersama adalah 180. Jelaskan bagaimana ini bisa terjadi!.
4. Pada pengukuran resistansi keluaran, diperlukan resistor variable untuk memperoleh
tegangan keluaran berkurang menjadi setengahnya. Mengapa hal ini dipergunakan,
teorema apa yang dipergunakan!
5. Pada pengukuran resistansi keluaran untuk konfigurasi kolektor bersama, tegangan
masukan harus diturunkan menjadi 0,1 Vpp. Jelaskan dan jika tidak diturunkan apa
yang terjadi?
6. Dari hasil pengukuran, konfiguransi mana yang menguhasilkan penguatan arus
paling besar? Apakah ini sesuai dengan teori jelaskan
7. Adakah perbedaan antara resistansi masukan rangkaian penguat dengan resistansi
masukan transistor! Jika ada jelaskan dan beri contoh salah satu perhitungannya!
8. Rangkumlah hasil pengukuran parameter dari ketiga jenis penguat dan beri
kesimpulan dari hasil percobaan di atas.
JAWABAN :
1. Agar dapat melihat beberapa nilai penguatan input tidak lebih besar dari input
masukan dan tidak merusak kolektor pada transistor.
2. Kapasitor 470 F sebagai menyimpan arus dan tegangan.
3. Beda fase terjadi pada kapasitor bukan transistor karena fungsi dari kapasitor adalah
mengeblok arus biasnya supaya yang keluar adalah sinyalnya. Atau dapat dikatakan
arus AC diteruskan sedangkan arus DC diblok. Sehingga yang masuk pada basis
dari kapasitor berupa sinyal. Dan sinyal akan diolah oleh transistor sehingga
keluaran akan berubah maka disinilah akan terjadi beda fase antara masukan dengan
keluaran.
4. Karena jatuh tegangan yang menyilang pada potensiometer sama dengan tegangan
yanng menyilang pada Rin, sehingga resistansinya sama.
Teorema yang digunakan adalah theorem The Venin.
5. Pada pengukuran resistansi keluaran, tegangan harus diturunkan 0.1 Vpp agar
memperoleh sinyal yang lebih baik.
6. Penguatan arus yang paling besar adalah konfigurasi kolektor bersama. Karena
penguatan arus kolektor hampir sama dengan emitor bersama yang resistansi
masukan pada kolektor biasanya lebih besar dari tegangan resistansi beban dari
sinyal masukan sefasa dengan sinyal tegangan keluaran.
7. Ada, sebagai contohnya pada hasil percobaan penguat konfigurasi base bersama.
Pada hasil percobaan nilai resistansi masukkan transistor sebesar 10 k, sedangan
nilai resistansi penguat rangkaian hanya sebesar 2 β¦.
Pada konfigurasi basis bersama kaki basisnya di groundkan dan digunakan bersama
untuk input maupun output. Pada konfigurasi basis bersama, sinyal input dimasukkan ke
emitor dan sinyal outputnya diambil dari kolektor sedangkan kaki basisnya
digroundkan. Konfigurasi ini menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal input dan
sinyal output namun tidak menghasilkan penguatan pada arus. Konfigurasi basis
bersama mempunyai impedansi input yang realtif tinggi sehigga cocok untuk penguat
sinyal kecil. Adanya isolasi yang tinggi dari output ke input sehingga meminimalkan
efek umpan balik.
Konfigurasi kolektor bersama memiliki sifat dan fungsi yang berlawanan dengan
common base. Kalua pada basis bersama menghasilkan penguatan tegangan tanpa
memperkuat arus, maka common collector ini memiliki fungsi yang dapat menghasilkan
penguatan arus namun tidak menghasilkan penguatan tegagan. Ada kolektor bersama,
input diumpankan ke basis transistor sedangkan outputnya diperoleh dari emitor.
Sedangkan kolektornya digroundkan. Tegangan input pada basis hampir sama output
pada emitor. Konfigurasi kolektor bersama mempunyai impedansi input tinggi dan
mempunyai impedansi output yang rendah.
VII. KESIMPULAN
ο Prinsip yang digunakan ketika transistor sebagai penguat yaitu arus kecil pada basis
dipakai untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke kolektor melalui
transistor tersebut. Dari sini bisa kita lihat bahwa fungsi dari transistor adalah hanya
sebagai penguat ketika arus basis akan berubah. Perubahan arus kecil pada basis
inilah yang dinamakan dengan perubahan besar pada arus yang mengalir dari
kolektor ke emitter.
ο Konfigurasi basis bersama mampu meperbesar tegangan namun tidak untuk
memperbesar arus
ο Konfigurasi kolektor bersama mampu meperkuat sinyal arus namun tidak untuk
memperkuat sinyal tegangan.
ο Konfigurasi emitor bersama mampu memperkuat sinyal arus namun tidak untuk
memperkuat tegangan.
DOSEN PEMBIMBING :
EVELINA, ST.,M.Kom.
NIDN : 0013116402