Anda di halaman 1dari 3

CATATAN PERKEMBANGAN

No Hari/Tanggal Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi


1. Rabu, 29-11- Defisit volume cairan 1. Mengobservasi tanda-tanda S:
2017 berhubungan dengan vital pasien. - Pasien mengatakan
perdarahan (kehilangan Hasil : TD: 120/70 mmHg bab sudah tidak
secara aktif). N:108 x/m R:22 x/m SB: berwarna hitam dan
36.5 berdarah lagi
- Pasien mengatakan
bab sudah berwarna
2. Mendorong pasien untuk
menambah intake oral.
kuning encer.
Hasil : Pasien makan
nasi,ikan,sayur dan buah O:
pepaya. - Pasien masih tampak
pucat
- Konjungtiva tidak
3. Anjurkan pasien untuk anemis
dapat mengonsumsi air - Pasien masih tampak
putih 2-2.5 Liter dalam lemas
sehari. - Hb : 5.5 gr %.
Hasil : Pasien
mengkonsumsi air putih 2
A:
liter dalam sehari.
Masalah defisit volume
cairan teratasi sebagian.
4. Memonitor hasil
pemeriksaan laboratorium : P:
Hb, Hct. Intervensi 1,2,3,4,5,6
Hasil : dilanjutkan.
Hb : 5.5 gr %.

5. Melakukan persiapan
transfursi. Hasil: Terpasang
transfursi darah PRC O+.

6. Mengkolaborasi dalam
pemberian terapi cairan IV.
Hasil : Pasien terpasang
IVFD Nacl 0,9% 20 tts/m
2. Nyeri akut berhubungan 1. Mengkaji skala nyeri S :
dengan agen cedera pasien. Hasil : - Pasien mengatakan
biologis (rasa P : Sebelum dan sesudah bab. nyeri di ulu hati
panas/terbakar pada Q : Seperti ditusuk-tusuk mulai berkurang.
mukosa lambung dan R : Dibagian abdomen - Pasien mengatakan
rongga mulut atau spasme S : skala 4 skala nyeri
otot dinding perut). T : frekuensi kurang lebih 3 berkurang dari 6 ke
menit. 4.
2. Mengobservasi tanda- O :
tanda vital. Hasil : TD: - Pasien merasa
120/70 mmHg N:108 x/m nyaman
R:22 x/m SB: 36.5 - Pasien tampak
tenang
3. Menganjurkan teknik - Obs. TTV TD:
relaksasi napas dalam 120/70 mmHg
kepada pasien. Hasil : N:108 x/m R:22 x/m
Pasien mengikuti instruksi SB: 36.5
dengan baik. A:
Masalah Nyeri mulai teratasi
4. Mengatur lingkungan yang sebagian.
tenang dan nyaman. Hasil :
Pasien dapat beristirahat. P:
Intervensi 1,2,5 dilanjutkan.
5. Mengkolaborasi dengan
dokter dalam pemberian
terapi analgetik. Hasil :
Injeksi Ranitidine 1
ampul/IV.
3. Ansietas berhubungan S:
dengan ancaman terhadap 1. Mendorong dan - Pasien mengatakan
kesejahteraan diri. memberikan waktu untuk sudah tidak merasa
mengungkapkan kecemasan cemas lagi
dan rasa takut secara - Pasien mengatakan
perlahan-lahan. dapat berpikir positif
Hasil : Pasien dapat O:
mengungkapkan rasa cemas
- Pasien tampak
dan takut yang dirasakan.
tenang
2. Menjelaskan prosedur dan - Pasien mampu
tindakan dan beri penguatan mengungkapkan apa
penjelasan mengenai yang dirasakan
penyakit, tindakan dan - Pasien dapat
prognosis. menerima saran dan
Hasil : Pasien mengerti masukkan yang
dengan apa yang sudah diberikan
dijelaskan.
A : Masalah ansietas teratasi
3. Mempertahankan
lingkungan yang tenang dan
tanpa stres. Hasil : Jumlah
pengunjung dibatasi dan
pasien dapat beristirahat
dengan teratur.
1. Kamis, 30-11- Defisit volume cairan 1. Mengobservasi tanda- S :
2017 berhubungan dengan tanda vital pasien. Hasil : - Pasien mengatakan
perdarahan (kehilangan TD: 120/60 mmHg N:90 bab sudah tidak
secara aktif). x/m R:22 x/m SB: 37 berwarna hitam dan
2. Mendorong pasien untuk
menambah intake oral. berdarah lagi
Hasil : Pasien makan - Pasien mengatakan
nasi,ikan,sayur dan buah bab sudah berwarna
pepaya. kuning encer.
3. Anjurkan pasien untuk
dapat mengonsumsi air O:
putih 2-2.5 Liter dalam
- Pasien masih tampak
sehari. Hasil : Pasien
mengkonsumsi air putih 2 pucat
liter dalam sehari. - Konjungtiva tidak
4. Memonitor hasil anemis
pemeriksaan laboratorium : - Pasien masih tampak
Hb, Hct. Hasil : Hb : 7.4 gr lemas
%. - Hb : 7.4 gr %.
5. Melakukan persiapan - Obs.TTV TD: 120/60
transfursi. Hasil: Terpasang mmHg N:90 x/m R:22
transfursi darah PRC O+. x/m SB: 37
6. Mengkolaborasi dalam A:
pemberian terapi cairan IV. Masalah defisit volume
Hasil : Pasien terpasang cairan teratasi sebagian.
IVFD Nacl 0,9% 20 tts/m
P:
Intervensi 1,2,3,4,5,6
dilanjutkan.
2. Nyeri akut berhubungan 1. Mengkaji skala nyeri S :
dengan agen cedera pasien. Hasil : - Pasien mengatakan
biologis (rasa P : Sebelum dan sesudah bab. nyeri di ulu hati
panas/terbakar pada Q : Seperti ditusuk-tusuk mulai berkurang.
mukosa lambung dan R : Dibagian abdomen - Pasien mengatakan
rongga mulut atau spasme S : skala 4 skala nyeri
otot dinding perut). T : frekuensi kurang lebih 3 berkurang dari 4 ke
menit. 2.
2. Mengobservasi tanda- O :
tanda vital. Hasil : TD:
- Pasien merasa
120/60 mmHg N:90 x/m
nyaman
R:22 x/m SB: 37
- Pasien tampak
tenang
3. Mengkolaborasi dengan
- Obs. TTV TD:
dokter dalam pemberian
terapi analgetik. Hasil : 120/70 mmHg N:90
Injeksi Ranitidine 1 x/m R:22 x/m SB:
ampul/IV. 37
A:
Masalah Nyeri mulai teratasi.

P:
Intervensi dihentikan