KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji bagi Allah swt. yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga sehingga dengan segenap kemampuan yang ada, penulis
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘’Strategi Pembelajaran Pedagogik Genre
dan penerapnya” yang merupakan salah satu tugas pada mata kuliah Strategi
Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih
kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari penyusunan makalah belum sempuna. Oleh sebab itu, penulis
memohon kepada pembaca atas kritik dan saran guna melengkapi dan perbaikan di masa
mendatang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan bagi
pembaca pada umumnya dan penulis sendiri secara khusus.
Gorontalo, 15 Februari 2019
Penyusun
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ...................................................................................................................................... 2
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................................... 4
1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................................................... 4
BAB II
PEMBAHASAN ................................................................................................................................ 5
2.1 Definisi Model Pembelajaran ................................................................................................... 5
2.2 Pengertian Pedagogik Genre .................................................................................................. 6
2.3Strategi Pembelajaran pedagogik genre ………………………………..……………………6
2.3 Penerapan Pembelajaran Pedagogik Genre……….…………………………………………….8
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Simpulan ............................................................................................................................... 10
3.2 Saran..................................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 11
2
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembelajaran suatu kegiatan yang dirancang oleh guru agar siswa melakukan
keiatan belajar , untuk mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan . dalam
merancang keg\iatan pembeajaran ini, seorang guru semestinya memahami
karakteristik siswa, tujuan pembelajran, yang ingin dicapai atau kompetensi yang harus
dikuasai siswa, materi ajar yang akan disajikan, dan cara yang digunakan terus
mengemas penyajian materi serta penggunaan bentuk dan jenis penilaian yang akan
dipiih untuk melakukan mengukuran terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran atau
kompetensi yang telah dimiliki siswa.
Berkaitan dengan cara atau metode apa yang akan dipilih dan digunakan dalam
kegiatan pembelajaran , seorang guru harus terlebih dahulu memahami berbagai
pendakatan, strategi, dan model pembelajaran. Pemahaman tentang hal ini akan
memberikan tuntutan kepada guru untuk dapat memilah , memilih, dan menetapkan
dengan tepat metode pmbelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran.
Untuk itu guru seharusnya memiliki pemahaman-pemahaman yang dalam tentang
pengajaran. Guru sebagai pengajar berkewajiban mendidik kecerdasan. Sedangkan
sebagai pendidik, di samping memberikan pengetahuan dan mendidik para peserta
didik, ia masih memberikan pendidikan yang lain.3 Untuk itu, kemampuan dan
kecakapan sangat dituntut bagi seorang guru. Karena kemampuan dan kecakapan
merupakan modal dasar bagi seorang guru dalam melakukan kegiatan atau tugasnya.
Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa, mengatur dan mengorganisasikan
lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan
semangat siswa untuk melakukan kegiatan belajar, terutama untuk mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam. Mengajar merupakan tugas yang kompleks dan maha sulit,
terutama untuk guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memfokuskan pada
pemahaman tentang semua yang menyangkut ajaran atau aqidah aqidah agama Islam,
sehingga tidak dapat dilakukan dengan baik oleh seorang guru tanpa persiapan.
Pemahaman peserta didik, Perencanaan pengajaran, pelaksanaan kegiatan belajar
3
mengajar, kegiatan evaluasi pengajaran, dan pengembangan potensi merupakan
serangkaian kegiatan dalam mengelola pembelajaran yang harus dikuasai dan dimiliki
oleh seorang guru. Mengelola pembelajaran merupakan bagian dari kompetensi
pedagogik guru itu sendiri. Dengan demikian guru beranjak dari kompetensi pedagogik
inilah akan mengetahui apa seharusnya, baik dalam pemahaman peserta
didik,perencanaan, pelaksanaan,
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Dedifinisi Model Pembelajaran ?
2. Apa Pengertian Pedagogik Genre?
3. bagaimana Strategi Pembelajaran Pedagogik genre?
4. bagaimana Penerapan Pedagogik Genre?
Tujuan Penulisan
1.Mengetahui Definisi model Pembelajaran
2. Mengetahui Pengetian Pedagogik
3.Mengetahui Strategi pembelajaran Pedagogik genre
4.Menjelaskan Penerapan Model Pedagogik Genre
4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Model Pembelajaran
A. Pengertian Model Pembelajaran
Model pemebelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan
sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Model tersebut merupakan
pola umum perilaku pembelajaran untuk mencapai kompetensi/tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Model pembelajaran adalah pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelas
yang menyangkut pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran yang diterapkan
dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam suatu model pembelajaran
ditentukan bukan hanya apa yang harus dilakukan guru, akan tetapi menyangkut tahapan-
tahapan, prinsip-prinsip reaksi guru dan siswa serta sistem penunjang yang disyaratkan.
Menurut Arends (dalam Suprijono, 2013: 46) model pembelajaran mengacu pada
pendekatan yang digunakan termasuk di dalamnya tujuan tujuan pembelajaran, tahap-
tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.
Menurut Joice& Weil (dalam Isjoni, 2013: 50) model pembelajaran adalah suatu pola atau
rencana yang sudah direncanakan sedemikian rupa dan digunakan untuk menyusun
kurikulum, mengatur materi pelajaran, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelasnya.
Sedangkan Istarani (2011: 1) model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian
materi ajaryang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang
dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau
tidak langsung dalam proses belajar. Menurut Amri (2013: 34)
secara aktif, karena peserta didik adalah pusat dari kegiatan pembelajaran serta
pembentukan kompetensi dan karakter. Model pembelajaran sangat erat kaitannya dengan
gaya belajar peserta didik dan gaya mengajar guru. Usahaguru dalam membelajarkan
peserta didik merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan
pembelajaran yang sudah direncanakan.Oleh karena itu pemilihan berbagai metode,
strategi, teknik maupun model pembelajaran merupakan suatu hal yang utama.
Dari pendapat ahli diatas, peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran
adalah suatu pola atau perencanaan yang di rancang untuk menciptakan pembelajaran di
kelas secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran
dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
5
2.2 Pedagogik Genre
a..pedagogik
Pedagogik merupakan kajian pendidikan, secara etimologis berasal dari kata
Yunani "paedos" yang berarti anak laki-laki dan "agogos" yang berarti mengantar,
membimbing. Jadi pedagogik secara harfiah berarti pembantu anak laki-laki pada jaman
Yunani kuno, yang pekerjaannya mengantarkan anak majikannya ke sekolah. Kemudian
secara kiasan pedagogik ialah seorang ahli yang membimbing anak ke arah tujuan hidup
tertentu, atau istilah sekarang disebut pendidik
Menurut Prof. Dr. J. Hoogveld (Belanda) Pedagogik adalah ilmu yang mempelajari
masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu, yaitu supaya ia kelak mampu secara
mandiri menyelesaikan tugas hidupnya. Pedagogik adalah ilmu pendidikan anak. Dalam
Wikipedia Bahasa Indonesia "Pedagogi adalah ilmu ataupun seni dalam menjadi seorang
guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran", dan edagogi
juga terkadang merujuk kepada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Sehubungan
dengan strategi mengajar itu, filosofi mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar
belakang pengetahuan dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan, serta tujuan
pembelajaran yang dirumuskan oleh peserta didik dan guru
. Salah satu contohnya adala aliran pemikiranSokrates.Lengeveld(1980
membedakan istilah pedagogik dengan pedagogi. Pedagogik diartikan dengan ilmu
pendidikan yang lebih menitikberatkan kepada pemikiran, perenungan tentang pendidikan,
Suatu pemikiran bagaimana kita membimbing anak dan mendidik anak.
Sedangkan Pedagogi berarti pendidikan yang menekankan kepada praktek, menyangkut
kegiatan mendidik, membimbing anak. Pedagogik merupakan teori yang secara teliti, kritis
dan objektif mengembangkan konsep-konsepnya mengenai hakekat manusia, anak,
hakekat tujuan pendidikan serta hakekat proses pendidikan Pedagogik merupakan ilmu
yang mengkaji bagaimana membimbing anak, bagaimana sebaiknya pendidik berhadapan
dengan anak didik, apa tugas pendidik dalam mendidik anak, apa yang menjadi tujuan
mendidik anak.
6
b.Genre
Menurut Wikipedia Genre Adalah Genre, istilah serapan untuk ragam, adalah
pembagian suatu bentuk seni atau tutur tertentu menurut kriteria yang sesuai untuk bentuk
tersebut. Dalam semua jenis seni, genre adalah suatu kategorisasi tanpa batas-batas yang
jelas. Genre terbentuk melalui konvensi, dan banyak karya melintasi beberapa genre
dengan meminjam dan menggabungkan konvensi-konvensi tersebut. Lingkup kata "genre"
biasanya dibatasi pada istilah dalam bidang seni dan budaya.
Genre merupakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan teks tertentu dan
berfokus pada teks yang ditulis. Pardiyono (2007, hlm. 2) berpendapat bahwa “genre dapat
didefinisikan sebagai jenis teks yang berfungsi sebagai pola rujukan sehingga suatu teks
dapat diubah dengan efektif. Efektif yang dimaksud dilihat dari sisi ketepatan tujuan,
pemilihan, dan penyusunan elemen teks, serta ketepatan dalam penggunaan tata bahasa
dalam teks tersebut. Suatu bentuk teks tertulis harus memiliki tujuan yang jelas. Semua
informasi, pesan, atau ide di dalamnya dikemas secara efektif dalam satu bentuk teks.
Untuk itu, “dalam rangka mempertimbangkan efektifitas penggunaan bahasa, setiap bentuk
teks tertulis sebaiknya dibuat berdasarkan genre” (Pardiyono, 2007, hlm. 4). Pemahaman
mengenai konsep genre ini akan memudahkan siswa dalam menentukan tujuan dibuatnya
teks tersebut dan memudahkan dalam mengidentifikasi elemen teks serta struktur retorika
teks.
2.3 Strategi Pembelajaran Pedagogik Genre
Alur utama model adalah pedagogi genre dengan 4M (Membangun konteks, Menelaah
Model, Mengonstruksi Terbimbing, dan Mengonstruksi Mandiri).
a. Membangun konteks
Membangun konteks, yaitu melalui kegiatan mengamati teks dalam konteksnya
dan menanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan teks yang diamatinya. Pada
langkah membangun konteks peserta didik dapat didorong untuk memahami nilai
spiritual, nilai budaya, tujuan yang melatari bangun teks. Dalam proses ini peserta didik
mengeksplorasi kandungan teks serta nilai-nilai yang tersirat di dalamnya. Di samping
itu, peserta didik dapat mengungkap laporan hasil pengamatan untuk bahan tindak
lanjut dalam kegiatan belajar.
7
b. Membentuk model (Pemodelan)
Pemeodelan, yaitu melalui kegiatan mencoba dan menalar merumuskan model strukur
fonologi, gramatikal, leksikal, dan makna teks dibacanya. Dalam langkah ini peserta
didik didorong untuk meningkatkan rasa ingin tahu dengan memperhatikan (1) simbol,
(2) bunyi (3) tata bahasa dan (4) makna. Melalui analisis fakta dan data pada teks yang
dipelajarinya peserta didik memperoleh model imbuhan, struktur imkata, frase, klausa,
kalimat, maupun paragraf. Semua kegiatan tersebut peserta didik pelajari pada konteks
pemakaiannya. Pada tahapan ini peserta didik dapat mengeksplorasi jenis teks yang
dipelajarinya serta mengenali ciri-cirinya. Proses aktivitas pengenalan bukan sebagai
tujuan akhir pembelajaran, melainkan sebagai awal kegiatan untuk mengembangkan
daya cipta.
c. Membangun teks bersama-sama
Membangun teks bersama/berkelompok, yaitu menyusun teks bersama masih dalam
kegiatan mencoba, menalar, dan mencipta secara kolaboratif yang dilanjutkan dengan
menyaji. Peserta menggunakan hasil mengeksplorasi model-model teks untuk
membangun teks dengan cara berkolaborasi dalam kelompok. Melalui kegiatan ini
diharapkan semua peserta didik dapat memperoleh pengalaman mencipta teks sebagai
dasar untuk mengembangkan kompetensi individu.
d. Mengembangkan teks secara mandiri
Mengembangkan teks secara mandiri, yaitu dengan titik tekan pada peserta didik dapat
menunjukkan kompetensinya secara individual dalam mencipta. Oleh karena
itu, dimensi kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia wajib memenuhi empat langkah
dasar, enam langkah mengembangkan keterampilan beraktivitas secara saintifik, dua
model kegiatan koloboratif dan individual, dan berdimesi beraktivitas dan berkarya.
2.4 Penerapan Pembelajaran Pedagogik Genre
“Pedagogik genre menawarkan metodologi pengajaran yang memungkinkan guru
untuk menyajikan instruksi eksplisit dengan cara yang sangat sistematis dan logis, serta
memakai faktor yang diyakini dapat membantu siswa mendapatkan informasi” (Firkins,
8
dkk., 2007, hlm. 3). Selanjutnya, Firkins, dkk. (2007, hlm. 7) menjabarkan mengenai
siklus belajar mengajar menggunakan pendekatan pedagogik genre, terdiri atas tiga tahap,
sebagai berikut:
1. Modelling a text(Memodelkan Teks)
Pada tahap ini, guru memilih atau menentukan sebuah teks untuk dijadikan contoh
yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Kemudian, siswa diajak untuk mengenali
bagaimana fungsi teks dalam kehidupan nyata, yaitu tujuan sosial dari teks yang terkait
dengan konteks.
Siswa diminta untuk membaca dengan cermat dan teliti contoh teks yang telah
diberikan guru. Kemudian guru membimbing untuk terjadinya diskusi kelas dengan
memberikan pertanyaan-pertanyaan lisan berkaitan dengan isi teks. Siswa diminta untuk
menganalisis unsur atau elemen teks yang telah diberikan.
2. Joint construction of a text (Kontruksi Gabungan Dari sebuah Teks)
Siswa berdiskusi mengenai struktur teks yang telah diberikan secara keseluruhan.
Siswa mendiskusikan mengenai isi, ciri, unsur, hingga tata bahasa yang digunakan dalam
teks tersebut. Selain itu, siswa diminta untuk lebih proaktif dalam kegiatan menganalisis
bentuk formal teks yang sedang dibaca untuk menyimpulkan tujuan, genre atau jenis teks,
dan struktur retorika, serta mendiskusikan pola gramatikal di bawah bimbingan guru.
3. Independent construction of text (konstruksi Teks Secara Independen)
Setelah melakukan tahap-tahap sebelumnya, tahap terakhir yang dilakukan siswa
dengan pendekatan ini adalah menuliskan sebuah teks sesuai dengan jenis teks yang telah
dicontohkan sebelumnya. Dengan kata lain, guru memberikan waktu kepada siswa untuk
berlatih menulis berdasarkan jenis teks yang telah dibaca atau dicontohkan sebelumnya.
9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang
digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Model
tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk mencapai
kompetensi/tujuan pembelajaran yang diharapkan. Model pembelajaran adalah pola
interaksi siswa dengan guru di dalam kelas yang menyangkut pendekatan, strategi,
metode, teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar. Dalam suatu model pembelajaran ditentukan bukan hanya apa yang
harus dilakukan guru, akan tetapi menyangkut tahapan-tahapan, prinsip-prinsip
reaksi guru dan siswa serta sistem penunjang yang disyaratkan.
3.2 Saran
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa dalam
pembahasan masih terdapat kekurangan baik dari substansi materi maupun contoh
dari setiap materi yang dibahas. Penulis menyarankan kepada guru maupun calon
guru untuk menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan
disampaikan, dan sesuai dengan kadaan siswa.
Dalam penulisan makalah ini juga masih terdapat kekurangan lain, oleh
karena itu saran dan kritik sangat penulis butuhkan dalam memperbaiki makalah
berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya untuk penulis dan
umumnya untuk pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
10
Djaelani. 2014. Definisi model pembelajaran. [online]. Tersedia :
http://djaelanicilukba.blogspot.com/2014/01/definisi-model-pembelajaran-menurut.html 13.45. (12
Februari 2019)
Asih. 2016. Strategi pembelajaran bahasa Indonesia. Bandung : pustaka setia
Suriansya ahmad, 2014. strategi pembelajaran. JakartA : PT GRAFINDO PERSADA
11