Anda di halaman 1dari 6

DASAR MEKANIKA DAN KALOR

REKAYASA IDE

DINAMIKA ROTASI PADA BIANGLALA

Disusun Oleh :

Umaysy Sabillah (4173111081)


Alvin GratianusTamba (4171111005)
Indy Novira (4173111031)
Lidia Br Sitanggang (4173111040)
NissaZulAnggraini (4173111055)
Putri Amaliyani Damanik (4173111062)
Suharmita (4173111075)
Rudi Siregar (4173311085)

Pendidikan Matematika Regular C 2017

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
Judul : Penerapan Dinamika Rotasi Terhadap Bianglala

Pendahuluan

1. Latar belakang

Suatu benda tegar dapat bergerak berputar / rotasi jika pada benda tersebut dikerjakan suatu
gaya yang tidak melalui pusat massa / poros benda tegar. Gaya yang dapat menyebabkan
suatu benda berotasi dinamakan momen gaya atau torsi. Dalam benda tegar, ukuran benda
tidak diabaikan. Sehingga gaya-gaya yang bekerja pada benda hanya mungkin menyebabkan
gerak translasi dan rotasi terhadap suatu poros. Pada benda tegar di kenal titik berat.
Sedangkan dinamika rotasi adalah gerak melingkar yang memperhatikan penyebabnya.

2. Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan dinmika rotasi pada bianglala?

3. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini ialah untuk mengetahui aplikasi dalam kehidupan
sehari-hari dari konsep keseimbangan benda tegar dan aplikasi kehidupan sehari-hari dari
konsep dinamika rotasi.

Metode

1. Alat dan Bahan

- Stik es krim
- Lem tembak
- Selotip
- Gunting
- Besi penghubung
- Tutup toples
2. Prosedur

- Siapkan alat dan bahan


- Potong stik es krim menjadi dua
- Tempelkan selotip putih pada tutup toples,lalu tempel stik pada pinggir tutup toples
- Tempellah stik hingga menyeluruh
- Lemlah stik eskrim tesebut supaya saling berhubungan dan tidak lepas
- Tunggu hingga lem kering
- Lepaskan perlahan tutup toples pada gabungan stik yang melingkar
- Lem kembali gabungan stik tersebut
- Diamkanlah hingga lem mengering dan stik tergabung sempurna
- Buatlah lubang pada bagian tengah stik sebagai tempat untuk penyangga
- Lalu buatlah kaki stik dengan menyatukan stik dengan lem
- Hubungkanlah lubang-lubang pada stik yang melingkar dengan kaki penyangga dengan
kawat
- Lalu putarlah stik melingkar

Pembahasan

Permainan bianglala sering kita jumpai pada pasar malam ketika kita kecil dulu
ataupun sekarang. Tanpa kita sadari permainan itu terdapat banyak terdapat konsep-konsep
fisika mulai dari torsi, momen inersia, momentum sudut, titik berat sampai pada
kesetimbangan statis.

Syarat agar permainan tersebut dapat berputar harus diberikan torsi, pada umumnya
torsi dihasilkan oleh mesin diesel. Semakin besar ukuran komedi putar makin besar momen
inersianya maka torsi yang diperlukan juga semakin besar otomatis daya yang dihasilkan
mesin harus diperbesar. Ketika bianglala sudah bergerak melingkar maka akan memiliki
kecepatan sudut sebesar ω, akibat momen inersianya maka komedi putar memiliki
momentum sudut. Dilihat dari strukturnya bianglala di topang oleh beberapa tiang yang
berpusat pada poros putarnya.
Hal ini dilakukan karena titik beratnya ada pada poros itu. Ketika kita menaikinya,
tempat duduk kita diatur agar merata pada semua bagian bianglala, ini berarti petugas
komedi putar memperhitungkan kesetimbangan alatnya itu.

Momen inersia dari sebuah partikel bermassa m terhadap sumbu rotasi yang terletak sejauh
r dari massa partikel, didefinisikan sebagai hasil kali antara massa partikel dan kuadrat jarak dari
sumbu rotasi.
I = m r2
Apabial terdapat sejumlah partikel dengan massa masing-masing m1, m2, m3, … dan
memiliki jarak r1, r2, r3, … terhadap sumbu rotasi, maka momen inersia total merupakan
penjumlahan momen inersia setiap partikel, yaitu:

I = = m1r1 + m2r2 + m3r3 + …


Contoh soal :
Sebuah komedi putar berdiameter 3 m dengan momen inersia 120 kg m² berotasi dengan
kelajuan 0,5 putaran per sekon. Empat orang anak masing-masing bermassa 25 kg tiba-tiba
meloncat duduk di tepi komedi putar. Tentukan kecepatan sudut komedi putar sekarang!
Penyelesaian:
R komedi = m I komedi = 120 kg m² ω1 = 0,5 putaran/sekon
m anak = 4 .25 = 100 kg
I anak = m r² = 100 ּ = 225 kg m²
L1 = L2
I1 ω1 = (IA + Ik) ω2
120 ּ 0,5 = (225 + 120) ω₂
ω₂ = 0,17 putaran per sekon

Kesimpulan

Pada permainan bianglala terdapat banyak terdapat konsep-konsep fisika mulai dari
torsi, momen inersia, momentum sudut, titik berat sampai pada kesetimbangan statis.
Sehingga berlaku momen inersia dari sebuah partikel bermassa m terhadap sumbu rotasi
yang terletak sejauh r dari massa partikel, didefinisikan sebagai hasil kali antara massa partikel
dan kuadrat jarak dari sumbu rotasi.

Lampiran