Anda di halaman 1dari 15

EFEK HALL

LAPORAN AWAL

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Penilaian Matakuliah


Praktikum Keahlian Fisika

ELLA SEPTIANINGSIH
140310160013

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...........................................................................................................1

BAB I .......................................................................................................................1

1.1 Latar Belakang ........................................................................................1

1.2 Tujuan Penelitian ....................................................................................1

BAB II .....................................................................................................................2

2.1 Efek Hall .......................................................................................................2

2.2 Hukum Faraday ...........................................................................................4

BAB III ....................................................................................................................8

3.1 Alat-alat Percobaan dan Fungsi.............................................................8

3.2 Rencana Perancangan Algoritma Penelitian ........................................8

3.3 Langkah-langkah Eksperimen .............................................................10

BAB IV ..................................................................................................................11

TUGAS PENDAHULUAN ..................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................13

i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Efek Hall merupakan suatu peristiwa berbeloknya aliran listrik (elektron)
dalam pelat konduktor dikarenakan adanya pengaruh medan magnet. Ketika suatu
arus listrik mengalir pada konduktor yang diletakkan dalam medan magnet yang
arahnya tegak lurus dengan arus listrik, pergerakan pembawa muatan akan berbelok
kesalah satu sisi kemudian menghasilkan beda potensial (tegangan Hall) pada
ujung-ujung konduktor listrik. Gaya Lorentz adalah prinsip kerja utama dari efek
hall.

Adanya gaya pada muatan bergerak dalam sebuah konduktor yang berada
dalam medan magnet diperagakan dalam efek hall. Kawat berarus listrik yang
terletak dalam medan magnet dengan arah yang tegak lurus dengan arah arus kawat
akan mengalami gaya magnetic sehingga menyebabkan kawan akan melengkung.
Namun, bagaimana dengan sebuah plat konduktor yang berarus listrik berada dalam
medan magnet? Apakah pelat tersebut akan mengalami gaya Lorentz? Sebuah plat
yang dialiari arus listrik dengan kerapatan arus yang geraknya tegak lurus terhadap
medan B dan medan elektrostatik E dengan, jika nilai medan magnet dan kerapatan
arus dapat menentukan kerapatan pembawa muatan dalam bahan yang digunakan
dan konstanta Hall bahan, dimana pada praktikum ini bahan yang digunakan yaitu
perak dan tungsten.

1.2 Tujuan Penelitian


Menentukan konstanta Hall dan konsentrasi pembawa muatan pada bahan
perak dan tungsten.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Efek Hall

Efek Hall merupakan suatu peristiwa berbeloknya aliran listrik (elektron) dalam
pelat konduktor dikarenakan adanya pengaruh medan magnet. Ketika suatu arus
listrik mengalir pada konduktor yang diletakkan dalam medan magnet yang arahnya
tegak lurus dengan arus listrik, pergerakan pembawa muatan akan berbelok kesalah
satu sisi kemudian menghasilkan beda potensial (tegangan Hall) pada ujung-ujung
konduktor listrik. Medan listrik terus membesar hingga gaya Lorentz yang bekerja
pada partikel menjadi sama dengan nol. Perbedaan potensial antara kedua sisi
konduktor tersebut disebut potensial hall. Potensial hall ini sebanding dengan
medan magnet dan arus listrik yang melalui konduktor. Berarti dalam menentukan
besar potensial hall bergantung pada besarnya medan magnet yang mengalir dalam
rapat arus yang dilewatkan dalam bahan konduktor. Konstanta hall pada setiap
bahan akan berbeda termasuk pada perak dan tungsten, yang menyebabkan harga
konstanta hall perak dan tungsten berbeda adalah karena jenis pembawa muatan
yang berbeda, untuk perak jenis pembawa muatannya adalah positif (hole)
sedangkan tungsten jenis pembawa muatan negatif (elektron). Efek Hall ditemukan
pada tahun 1879 oleh Edwin Herbert Hall saat mengerjakan gelar doktornya di
Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland (Buck, 2006).

Gambar 2.1 Fenomena Efek Hall


(Sumber:https://www.academia.edu/5Makalah_MedanMagnet.dan.EfekHall)

2
Gaya Lorentz adalah prinsip kerja utama dari efek hall. Sebuah pelat penghantar
diberi medan magnet seperti gambar 2.1 diatas yang arahnya tegak lurus arus kearah
dalam, maka muatan pada pelat konduktor akan mengalami gaya Lorentz. Gaya
Lorentz dapat dinyatakan dengan :
⃑⃑
𝐹 = 𝑞𝑣⃑ × 𝐵 (1)
Keterangan:
F : Gaya Lorentz
q : Muatan partikel
v : Kecepatan gerak muatan
B : Medan magnet

Muatan negative akan mengalami gaya Lorentz kearah kiri, maka pada bagian
kiri pelat konduktor akan berjajar muatan negative, sedangkan muatan positif akan
mengalami gaya Lorentz kearah kanan , maka pada bagian kanan pelat konduktor
akan berjajar muatan positif. Oleh karena itu akan timbul medan listrik dan beda
potensial pada penghantar. Besarnya beda potensial ini merupakan tegangan hall
(VH) , besar VH ini dapat dinyatakan dengan :
𝐵𝐼
𝑉 H = 𝑛𝑒𝑡 (2)

Keterangan :
VH : Tegangan Hall (volt)
I : Arus listrik pada konduktor (A)
B : Medan Magnet (T)
n : Konsentrasi pembawa muatan
e : Besar muatan electron (C)
t : Tebal konduktor (meter)
Sedangkan Konstanta Hall RH dapat dinyatakan dengan :
RH = 1/ ne (3)
Konstanta Hall dapat didefinisikan sebagai karakteristik dari bahan apa
konduktor yang dialiri arus dibuat, karena nilainya bergantung pada tipe, jumlah,
dan sifat dari pembawa muatan yang mendasari arus listrik. Untuk mengetahui
mobilitas pembawa electron didapatkan persamaan:

3
𝜇 = 𝜎𝑅𝐻 (4)
𝑞𝜏
𝜇 = 𝑚∗ (5)

Keterangan:
µ : Mobilitas pembawa muatan
m* : Massa efektif
τ : Collision time
σ : Konduktivitas konduktor

Eksperimen yang akan dilakukan pada percobaan ini untuk mengamati efek
Hall, mengamati hubungan potensial Hall VH dengan I (arus) dan potensial VH
dengan B (medan magnet), mengukur konstanta Hall, menentukan konsentrasi
pembawa muatan dan jenis pembawa muatan. Sampel yang digunakan adalah
kepingan perak, tungsten dan sudah terintegrasi dengan sistem pengukuran (Hall
effect apparatus).

2.2 Hukum Faraday

Kemagnetan dan kelistrikan merupakan dua gejala alam yang prosesnya


dapat dibolak-balik. Ketika H.C.Oersted membuktikan bahwa disekitar kawat
berarus listrik terdapat medan magnet, artinya menimbulkan magnet. Para ilmuan
mulai berpikir keterkaitan Antara kelistrikan dan kemagnetan. Pada tahun 1821,
Michael Faraday membuktikan bahwa perubahan medan magnet dapat
menimbulkan arus listrik, melalui eksperimen yang sangat sederhana (Halliday,
1984).

Dalam usahanya untuk menghasilkan arus listrik dari medan magnet ,


Faraday menggunakan peralatan seperti gambar dibawah ini :

Gambar 2.2 Eksperimen Faraday untuk menginduksi GGL

4
(Sumber:https://www.academia.edu/31999444/laporan_praktikum_ggl_induksi)

Sebuah kumparan kawat X dihubungkan dengan baterai. Arus yang


mengalir melalui X menghasilkan medan magnet yang diperkuat oleh inti besi.
Faraday berharap bahwa dengan menggunakan baterai yang berkekuatan cukup,
arus konstan di X akan menghasilkan medan magnet yang cukup besar, yang dapat
membangkitkan arus pada kumparan kedua Y. Pada rangkaian kedua Y, digunakan
galvanometer untuk mendeteksi arus listrik, tetapi disini tidak menggunakan
baterai. Percobaan ini tidak berhasil jika digunakan arus yang konstan. Tetapi pada
akhirnya teramati suatu efek, dimana Faraday melihat simpangan terbesar terjadi
pada jarum galvanometer dirangkaian Y pada saat menghidupkan saklar
dirangkaian X. Dan galvanometer menyimpang kuat kearah yang berlawanan pada
saat mematikan saklar tersebut. Arus konstan di X tidak menghasilkan arus di Y.
Arus timbul di Y hanya pada saat terjadi penyambungan dan pemutusan hubungan
listrik di X (Giancoli, 2001).

Faraday menyimpulkan bahwa meskipun medan magnet konstan tidak


dapat menghasilkan arus namun perubahan medan magnet dapat menghasilkan arus
arus listrik. Arus listrik inilah yang dinamakan arus induksi. Pada saat medan
magnet dikumparan Y berubah, terjadi arus seolah-olah pada rangkaian tersebut
terdapat sumberl ggl. Oleh karena itu dikatakan bahwa “ggl induksi dihasilkan oleh
medan magnet yang berubah” (Giancoli, 2001).

Faraday melakukan eksperimen lanjutan mengenai induksi elektromagnetik


yaitu seperti gambar dibawah :

Gambar 2.3 Eksperimen Lanjutan Faraday


(Sumber:https://www.academia.edu/31999444/laporan_praktikum_ggl_induksi)

5
Pada percobaan tersebut magnet batang didorong kedalam kumparan
tersebut, dengan kutub utara menghadap pada kumparan. Ketika magnet sedang
bergerak, galvanometer menunjukkan penyimpangan yang memperlihatkan bahwa
sebuah arus telah dihasilkan didalam kumparan tersebut. Selanjutnya jika magnet
batang dipegang didalam kedudukan tetap (stasioner) terhadap kumparan tersebut,
maka galvanometer tidak menyimpang. Sedangkan jika magnet batang digerakkan
menjauhi kumparan , maka galvanometer menyimpang lagi tetapi arahnya
berlawanan dengan yang sebelumnya, yang berarti bahwa arus didalam kumparan
mengalir dengan arah yang berlawanan. Jika digunakan ujung kutub selatan sebuah
magnet sebagai pengganti ujung kutub utaranya, maka percovaan bekerja seperti
yang dijelaskan namun penyimpangannya berkebalikan dari percobaan awal.
Gerakan atau perubahan diperlukan untuk menginduksi ggl. Tidak menjadi masalah
apakah magnet atau kumparan yang bergerak (Giancoli, 2001).
Hasil percobaan Faraday adalah sebagai berikut :

1. Arus listrik terjadi ketika magnet bergerak mendekat atau menjauh dan tidak
terjadi ketika magnet dalam keadaan diam
2. Gerakan magnet mendekat dan menjauh menimbulkan perubahan medan
magnet. Dengan demikian arus listrik yang terjadi karena adanya perubahan
medan magnet.
3. Semakin cepat perubahan medan magnet yang terjadi, arus yang timbul semakin
besar, artinya kecepatan perubahan fluks magnetic mempengaruh besar kecilnya
arus listrik.
4. Arus dan beda potensial akibat perubahan fluks magnetic dinamika arus dan
tegangan induksi.
5. Gejala timbulnya arus dengan tegangan akibat perubahan fluks dikenal dengan
induksi elektromagnetik.

Kesimpulan dari hasil percobaan Faraday , disebut dengan hukum Faraday yang
berbunyi :

“GGL induksi yang timbul antara ujung – ujung loop suatu penghantar
berbanding lurus dengan laju perubaan f;uks magnetic yang dilengkapi oleh loop
penghantar tersebut” (Giancoli, 2001).

Michael Faraday menyimpulkannya dengan dua pernyataan seperti berikut ini


yang juga sering disebut dengan Hukum Induksi Elektromagnetik Faraday 1 dan
Hukum Induksi Elektromagnetik Faraday 2 (Halliday, 1984).
Hukum Faraday 1 berbunyi: “Setiap perubahan medan magnet pada kumparan
akan menyebabkan gaya gerak listrik (GGL) yang diinduksi oleh kumparan
tersebut.”

6
Hukum Faraday 2 berbunyi: “Tegangan GGL induksi di dalam rangkaian
tertutup adalah sebanding dengan kecepatan perubahan fluks terhadap waktu
(Halliday, 1984).”
Hukum induksi Faraday adalah hukum dasar elektromagnetisme yang
memprediksi bagaimana medan magnet berinteraksi dengan rangkaian listrik untuk
menghasilkan gaya gerak listrik, fenomena yang disebut sebagai induksi
elektromagnetik. Induksi elektromagnetik adalah gejala timbulnya gaya gerak
listrik di dalam suatu kumparan / konduktor bila terdapat perubahan fluks magnetik
pada konduktor tersebut atau bila konduktor bergerak relatif melintasi medan
magnetik. Hukum Faraday ini hanya berlaku ketika rangkaian tertutup adalah loop
kawat yang sangat tipis (Halliday, 1984).
Fluks magnetik total ΦB melalui sebuah luas berhingga adalah integral dari
pernyataan ini pada luas tersebut:
𝐵. ⃑⃑⃑⃑⃑
Φ𝐵 = ∫ ⃑⃑⃑ 𝑑𝐴 = ∫ 𝐵 𝑑𝐴 𝑐𝑜𝑠𝜙 (6)
Jika ⃑𝑩
⃑ adalah homogen pada sebuah luas ⃑𝑨 yang datar, maka:
Φ𝐵 = 𝐵⃑ . 𝐴 = 𝐵𝐴𝑐𝑜𝑠𝜙 (7)
Hukum induksi faraday menyatakan:
𝑑𝛷𝐵
𝜀=− (8)
𝑑𝑡
Untuk kawat yang terdiri dari N lilitan yang identik, Hukum Faraday
menyatakan bahwa:
𝑑𝛷𝐵
𝜀 = −𝑁 (9)
𝑑𝑡
Keterangan:
𝜀 : ggl induksi (V)
𝑑𝛷𝐵
: Kecepatan perubahan fluk (Wb/s)
𝑑𝑡
𝑁 : Jumlah lilitan
Tanda negatif menandakan arah gaya gerak listrik (ggl) induksi.
Besar ggl yang diinduksi di dalam loop konduktor sebanding dengan laju
perubahan fluks magnet yang melalui loop.” (Halliday, 1984)

7
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat-alat Percobaan dan Fungsi


1. Sampel seng (Zn) berbentuk kepingan berfungsi sebagai bahan yang akan
diamati besar tegangan hallnya.
2. Sampel tungsten (W) berbentuk Kepingan berfungsi bahan yang akan
diamati besar tegangan hallnya.
3. Sumber arus konstan 10 A berfungsi sebagai sumber yang menghasilkan
arus listrik untuk digunakan dalam percobaan
4. Sumber arus konstan 20 A berfungsi sebagai sumber yang menghasilkan
arus listrik untuk digunakan dalam percobaan
5. Lubang UCORE
6. Sepasang lempeng kutub yang dibor berfungsi sebagai tempat penumpukan
muatan
7. Coil 250 lilitan berfungsi sebagai penghasil medan magnet
8. Probe tangensial
9. Multimeter CA 4010 (15 A) berfungsi sebagai pengukur arus bahan IB
10. Microvoltmeter berfungsi sebagai pengukur tegangan hall
11. Teslameter berfungsi sebagai alat pengukur medan magnet

3.2 Rencana Perancangan Algoritma Penelitian


1. Membuat kurva kalibrasi IB-B

Mulai

Merangkai peralatan eksperimen Efek Hall

8
X

Menyalakan teslameter dan sumberdan menghubungkan ke coil

Menempatkan probe tangensial di tengah-tengah coil

Mengubah nilai arus

Mencatat setiap perubahan medan magnet

Selesai

Gambar 3.1. Diagram Alir Percobaan Membuat Kurva Kalibrasi IB-B

2. Perubahan tegangan Hall

Mulai

Menghubungkan bahan dengan sumber arus konstan

Menempatkan bahan pada medan magnet

Mengukur tegangan Hall dengan microvoltmeter

Mengubah nilai arus

Mencatat setiap perubahan medan


magnet

Selesai

Gambar 3.2. Diagram Alir Percobaan Perubahan tegangan Hall

9
3.3 Langkah-langkah Eksperimen
Merangkai peralatan eksperimen Efek Hall seperti Gambar 1 di bawah ini:

Gambar 3.3. Rangkaian eksperimen Efek Hall.

1. Membuat kurva kalibrasi IB-B


a. Mengukur arus IB dan medan magnet (B) dilakukan tanpa sampel.
b. Menyalakan teslameter dan sumber arus 10 A yang dihubungkan ke coil.
c. Menempatkan probe tangensial di tengah-tengah coil, mengusahakan
kedudukannya konstan, misalkan dengan memakai statip.
d. Mengubah harga arus sehingga didapatkan variasi medan magnet.
e. Mencatat setiap perubahan medan magnet untuk setiap variasi nilai arus,
sehingga didapatkan data korelasi antara pasokan arus dengan besarnya
medan magnet yang dihasilkan.

2. Perubahan tegangan Hall


a. Menghubungkan bahan yang diamati dengan sumber arus konstan
b. Menempatkan pada medan magnet yang arahnya tegak lurus terhadap arus
yang mengalir pada bahan yang diuji tersebut.
c. Mengukur Tegangan Hall yang terjadi dengan microvoltmeter.
d. Mengubahlah harga-harga arus, sehingga didapatkan satu set data yang
menggambarkan perubahan Hall terhadap arus pada medan magnet tetap.
e. Mengukur UH sebagai fungsi dari kuat medan B pada arus bahan IB
konstan, melakukan langkah-langkah seperti di atas.
f. Memvariasikan nilai-nilai medan magnet sehingga didapatkan satu set data
yang menggambarkan perubahan tegangan Hall terhadap medan magnet
pada arus bahan yang bernilai konstan.
g. Melakukan percobaan di atas untuk variasi arus IB sebesar 5 A, 8 A dan
10A.

10
BAB IV
TUGAS PENDAHULUAN

4.1 Tugas Pendahuluan


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan efek Hall?
Jawaban:
Efek Hall merupakan suatu peristiwa berbeloknya aliran listrik (elektron)
dalam pelat konduktor dikarenakan adanya pengaruh medan magnet. Ketika
suatu arus listrik mengalir pada konduktor yang diletakkan dalam medan
magnet yang arahnya tegak lurus dengan arus listrik, pergerakan pembawa
muatan akan berbelok kesalah satu sisi kemudian menghasilkan beda potensial
(tegangan Hall) pada ujung-ujung konduktor listrik. Medan listrik terus
membesar hingga gaya Lorentz yang bekerja pada partikel menjadi sama
dengan nol. Perbedaan potensial antara kedua sisi konduktor tersebut disebut
potensial hall. Potensial hall ini sebanding dengan medan magnet dan arus
listrik yang melalui konduktor. Berarti dalam menentukan besar potensial hall
bergantung pada besarnya medan magnet yang mengalir dalam rapat arus yang
dilewatkan dalam bahan konduktor

2. Bagaimanakah prinsip kerja dari induksi medan magnetik akibat adanya


arus yang mengalir pada kumparan?
Jawaban:
Medan magnet konstan tidak dapat menghasilkan arus namun perubahan
medan magnet dapat menghasilkan arus arus listrik. Arus listrik inilah yang
dinamakan arus induksi. Magnet batang didorong kedalam kumparan, dengan
kutub utara menghadap pada kumparan. Ketika magnet sedang bergerak,
galvanometer menunjukkan penyimpangan yang memperlihatkan bahwa
sebuah arus telah dihasilkan didalam kumparan tersebut. Selanjutnya jika
magnet batang dipegang didalam kedudukan tetap (stasioner) terhadap
kumparan tersebut, maka galvanometer tidak menyimpang. Sedangkan jika
magnet batang digerakkan menjauhi kumparan , maka galvanometer
menyimpang lagi tetapi arahnya berlawanan dengan yang sebelumnya, yang
berarti bahwa arus didalam kumparan mengalir dengan arah yang berlawanan.
Jika digunakan ujung kutub selatan sebuah magnet sebagai pengganti ujung
kutub utaranya, maka percobaan bekerja seperti yang dijelaskan namun
penyimpangannya berkebalikan dari percobaan awal. Gerakan atau perubahan
diperlukan untuk menginduksi ggl. Semakin cepat perubahan medan magnet
yang terjadi, arus yang timbul semakin besar, artinya kecepatan perubahan
fluks magnetic mempengaruh besar kecilnya arus listrik.

11
3. Berdasarkan kajian literatur berapakah nilai/jumlah pembawa muatan pada
bahan perak (Ag), tungsten (W) dan Zinc?
Jawaban:

Tungsten (W) = 5,29 × 1028 𝑚−3

Perak (Ag) = 0,60 × 1028 𝑚−3

12
DAFTAR PUSTAKA

Buck, John A.2006.Elektromagnetika edisi ketujuh.Jakarta:Erlangga


Halliday, David. 2001. Fisika Dasar Edisi 7 jilid 2. Jakarta: Erlangga
Giancoli,Douglas C.1998. Fisika Edisi Pertama jilid 2.Jakarta: Erlangga

Terraningtyas, A. Makalah Fisika zat padat medan magnet dan efek hall. Surabaya:
Universitas Negeri Surabaya. Website:
https://www.academia.edu/34866294/Makalah_Medan_Magnet_dan_Efek_Hall
(Diakses pada tanggal 23 maret 2019, pukul 20.40)
Nugraheni, novi tri, dkk. EFEK HALL. Surabaya: Universitas Airlangga. Website:
https://www.academia.edu/23221813/_EFEK_HALL_ (Di akses pada tanggal 23
Maret 2019, pukul 20.07.00 WIB)

13