Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan

1. Apakah perbedaan ruang lingkup audit general dan audit investigative


(WAHDINA)

Jawaban :

Perbedaan ruang lingkup antara audit general dan audit investigative yaitu
dalam audit atas laporan keuangan, auditor mengumpulkan bukti untuk
memberikan reasonable assurance atau keyakinan yang memadai.
Sedangkan audit investigative, memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari
itu, karena bukti hukum dan barang bukti yang dikumpulkan akuntan
forensik akan diuji dalam persidangan. Dalam persidangan inilah yang akan
menentukan apakah bukti-bukti yang telah dikumpulkan akan dapat menjadi
bukti yang dapat memberikan keyakinan kepada hakim.

2. Sebutkan sifat-sifat apa sajakah yang harus dimiliki seorang akuntan


forensik dalam melakukan audit investigative! (FELMI)
Jawaban :
Ada lima sifat yang harus dimiliki oleh seorang akuntan yang melakukan
audit investigasi, terkait pemberantasan korupsi seperti yang tertuang
dalam UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan
Korupsi :
1. Mempunyai rasa curiga yang besar
2. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar
3. Mempunyai daya analisa yang kuat
4. Mempunyai logika yang bagus terhadap kasus yang ditangani
5. Tidak cepat putus asa
3. Apasajakah yang harus dilakukan oleh seorang akuntan, agar teknik audit
yang digunakan dapat berhasil? (ARAZ)
- Mengerti dengan baik persoalan yang akan dipecahkan, apa yang akan
diaudit investigatif.
- Kuasai dengan baik teknik-teknik audit investigatif. Penguasaan yang
baik memungkinkan investigator menerapkan teknik yang tepat untuk
menyelesaikan persoalan yang investigator identifikasi.
- Cermat dalam menerapkan teknik yang dipilih. Biarpun tekniknya tepat,
apabila pelaksanaan tidak cermat, hasilnya tidak seperti diharapkan.
Itulah sebabnya mengapa due professional care merupakan standar audit
yang penting. Dalam audit investigatif, kecermatan ini terlihat antara lain
dari cara investigator mengajukan pertanyaan, menentukan kapan
pertanyaan tersebut harus diajukan, menindaklanjuti jawabannya,
mempertanyakan sesuatu (ungkapan khas investigator: “apa iya”,
“adakah cara atau jalan lain”, “apakah ini tidak terlalu bagus untuk
benar” atau too good to be true, dan seterusnya).
- Cermat dalam menarik kesimpulan dari hasil penerapan teknik
yang investigator pilih. Temuan yang kelihatannya “sepele”, di tangan
penyelidik yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang luas,
merupakan bukti yang kuat dalam proses pengadilan. Kecermatan dalam
menafsirkan temuan jelas terlihat dalam computer forensics.
4. Apa sajakah jenis-jenis dari audit investigative? (RISKA)
Ada dua macam audit investigasi :
- Audit Investigasi Proaktif
Dilakukan pada entitas yang mempunyai risiko penyimpangan, tetapi
entitas tersebut dalam proses awal auditnya belum atau tidak didahului
oleh informasi tentang adanya indikasi penyimpangan yang dapat atau
berpotensi menimbulkan kerugian keuangan/ kekayaan negara dan/
atau perekonomian negara.
- Audit investigasi Reaktif
Mengandung langkah-langkah pencarian dan pengumpulan bukti-
bukti yang diperlukan untuk mendukung dugaan awal tentang indikasi
adanya penyimpangan yang dapat menimbulkan kerugian keuangan/
kekayaan negara dan/ atau perekonomian negara.
Informasi indikasi adanya penyimpangan yang dapat menimbulkan
kerugian keuangan/ kekayaan Negara dan/ atau perekonomian Negara
di pihak yang akan diaudit bisa merupakan hasil audit sebelumnya/
hasil pemeriksaan awal/ terdahulu atas laporan keuangannya dan/ atau
dari sumber-sumber informasi dari pihak lain.