Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH TATA KUALITAS LINGKUNGAN DI


SEKITAR STASIUN MANGGARAI

NAMA : ANDI FERNANDO

NPM : 4117210011

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS PANCASILA 2019/2020
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Laju pertumbuhan penduduk yang meningkat dengan cepat menyebabkan


kebutuhan atas lahan sebagai tempat hunian dan pembangunan fasilitas pendukungnya
semakin meningkat. Hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan
kualitas lingkungan. Salah satu cara untuk menilai kualitas lingkungan adalah dengan
parameter kualitas lingkungan. Dalam penilaian tersebut akan terlihat pengaruh atau
dampak apa saja yang ditimbulkan dari tata kualitas lingkungan.

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui pengaruh tata kualitas yang mengambil
lokasi penelitian di sekitar statiun manggarai. Karena banyak perubahan yang terjadi
di daerah tersebut dan salah satu perubahan yang penting adalah tentang tata kualitas
lingkungan. Pada tahun 1920 manggarai merupakan sebuah kompleks perumahan yang
tertata cukup rapi, berbeda dengan perumahan di sekitarnya yang tampak dibangun
tanpa perencanaan yang cermat di Manggarai, maka peninggalan utama lainnya
Belanda di kawasan Manggarai adalah bengkel dan stasiun kereta api. Namanya
Stasiun Manggarai. Ini stasiun yang sangat terkenal serta melambungkan nama
manggarai sebelum akhirnya manggarai diidentifikasi dengan banjir karena ada pintu
air dan sebagai kawasan kekerasan sebab tawuran yang sering terjadi.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Dalam meneliti pengaruh tata kualitas lingkungan, studi ini akan membahas
bagaimana pengaruh lingkungan beserta elemen – elemennya sehingga mempengaruhi
tata kualitas lingkungan di daerah tersebut. Rumusan permasalah tata kualitas
lingkungan sebagai berikut:
1. Apa saja pengaruh tata kualitas lingkungan?
2. Seberapa besar pengaruh tata kualitas lingkungan di sekitar stasiun
manggarai?
1.3 CARA PENGUMPULAN DATA

Diawali langkah observasi objek dari lapangan demi memperoleh data primer.
Tahapan pengumpulan data sekunder diambil dengan cara kompilasi data dari beberapa
literatur tentang kualitas tata lingkungan serta memasukkan objek komparasi sebagai
acuan dalam proses penelitian. Sehingga dari tahapan tersebut mempermudah dalam
memperoleh gagasan tentang pengaruh tata kualitas lingkungan. Berdasarkan tahapan
sebelumnya yang sudah diolah, nantinya tahapan tersebut akan dikaji kembali dengan
landasan teori-teori untuk memperoleh ide untuk mengatasi permasalah pada penelitian
ini.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 TINJAUAN UMUM

2.1.1 Pengertian Penataan

Kualitas Lingkungan merujuk pada upaya rekayasa elemen-elemen kawasan yang


sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kawasan atau subarea dengan sistem
lingkungan yang informatif, berkarakter khas, dan memiliki orientasi tertentu.

2.1.2 Manfaat

Berikut adalah manfaat dari tata kualitas lingkungan:

1. Mencapai kualitas lingkungan kehidupan manusia yang aman, nyaman, sehat


dan menarik, serta berorientasi kepada lingkungan mikro.
2. Menyatukan kawasan sebagai sistem lingkungan yang berkualitas dengan
pembentukan karakter dan identitas lingkungan yang spesifik.
3. Mengoptimalkan kegiatan publik yang diwadahinya sehingga tercipta integrasi
ruang sosial antarpenggunanya, serta menciptakan lingkungan yang berkarakter
dan berjati diri.
4. Menciptakan estetika, karakter, dan orientasi visual, dari suatu lingkungan.
5. Menciptakan iklim mikro lingkungan yang berorientasi kepada kepentingan
pejalan kaki.
2.1.3 Komponen Penataan

Berikut adalah komponen penataan dari tata kualitas lingkungan:

1. Konsep Identitas Lingkungan, yaitu perancangan karakter (jati diri) suatu


lingkungan yang dapat diwujudkan melalui pengaturan dan perancangan
elemen fisik dan nonfisik lingkungan atau subarea tertentu. Pengaturan ini
terdiri atas:

a. Tata karakter bangunan/lingkungan (built-in signage and directional


system), yaitu pengolahan elemen-eleman fisik bangunan/lingkungan untuk
mengarahkan atau memberi tanda pengenal suatu lingkungan/bangunan,
sehingga pengguna dapat mengenali karakter lingkungan yang dikunjungi
atau dilaluinya sehingga memudahkan pengguna kawasan untuk
berorientasi dan bersirkulasi.
b. Tata penanda identitas bangunan, yaitu pengolahan elemen-eleman fisik
bangunan/lingkungan untuk mempertegas identitas atau penamaan suatu
bangunan sehingga pengguna dapat mengenali bangunan yang menjadi
tujuannya.
c. Tata kegiatan pendukung secara formal dan informal (supporting activities),
yaitu pengolahan secara terintegrasi seluruh aktivitas informal sebagai
pendukung dari aktivitas formal yang diwadahi dalam ruang/bangunan,
untuk menghidupkan interaksi sosial dari para pemakainya.

2. Konsep Orientasi Lingkungan, yaitu perancangan elemen fisik dan nonfisik


guna membentuk lingkungan yang informatif sehingga memudahkan pemakai
untuk berorientasi dan bersirkulasi.
Pengaturan ini terdiri atas:
a. Sistem tata informasi (directory signage system), yaitu pengolahan elemen
fisik di lingkungan untuk menjelaskan berbagai informasi/petunjuk
mengenai tempat tersebut, sehingga memudahkan pemakai mengenali
lokasi dirinya terhadap lingkungannya.
b. Sistem tata rambu pengarah (directional signage system), yaitu pengolahan
elemen fisik di lingkungan untuk mengarahkan pemakai bersirkulasi dan
berorientasi baik menuju maupun dari bangunan atau pun area tujuannya.
3. Wajah Jalan, yaitu perancangan elemen fisik dan nonfisik guna membentuk
lingkungan berskala manusia pemakainya, pada suatu ruang publik berupa ruas
jalan yang akan memperkuat karakter suatu blok perancangan yang lebih besar.
Pengaturan ini terdiri atas:
a. Wajah penampang jalan dan bangunan;
b. Perabot jalan (street furniture);
c. Jalur dan ruang bagi pejalan kaki (pedestrian);
d. Tata hijau pada penampang jalan;
e. Elemen tata informasi dan rambu pengarah pada penampang jalan;
f. Elemen papan reklame komersial pada penampang jalan.

BAB III

METODE

3.1 METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini cara yang digunakan untuk mengamati pengaruh tata
kualitas lingkungan adalah dengan cara memperhatikan serta menganalisa elemen-
elemen sekitar seperti tinggi bangunan, ruas jalan, serta intensitas kepadatannya,
elemen-elemen ini akan dianalisa sesuai dengan keadaan existing.

3.2 JENIS PENELITIAN

Penelitian kualitatif, dimana jenis penelitian menggunakan data-data kualitatif


yang termasuk data kualitatif adalah kalimat, kata, skema, pernyataan, gambar, dan
indeks tertentu.

3.3 METODE PENGUMPULAN DATA

Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti
untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi
yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sementara itu instrumen
pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena
berupa alat, maka instrumen pengumpulan data dapat berupa check list, kuesioner,
pedoman wawancara, hingga kamera untuk foto atau untuk merekam gambar.

Ada berbagai metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah
penelitian. Metode pengumpulan data ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri,
namun dapat pula digunakan dengan menggabungkan dua metode atau lebih. Beberapa
metode pengumpulan data antara lain:

a. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mengetahui informasi, menggali data, dan


kerangka ketererangan dari subyek penelitian untuk penilitian yang digunakan.
Wawancara dilakukan kepada masyarakat disekitar lokasi pasar legi.

b. Observasi

Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mengamati suatu


fenomena yang ada dan terjadi. Hal yang akan diamati adalah objek dari
lapangan di pasar legi.

c. Studi Dokumen
Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan
langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan
data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan
analisis.

3.4 LOKASI PENGUMPULAN DATA

Penelitian ini mengambil lokasi di sekitar stasiun manggarai, dimana akan ada
3 titik pusat untuk dilakukan pengamatan dan kegiatan dokumentasi. Lokasi berada di
Jl. Manggarai utara 1 , Jl. Manggarai utara 2 dan Jl. Minangkabau.
3.5 OBJEK PENELITIAN

Objek penelitian berupa masyarakat yang beraktifitas, bangunan-bangunan


yang berada pada lokasi pengamatan serta fasilitas-fasilitas yang berada di lokasi
pengamatan.

3.6 METODE ANALISIS DATA

Sebelum data dianalisis diadakan terlebih dahulu pengorganisasian terhadap


data sekunder yang didapat melalui studi dokumen, dan data primer yang didapat
melalui studi pedoman wawancara serta literatur yang digunakan. Data tersebut
kemudian diklasifikasi dan dicatat secara sistematis dan konsisten untuk memudahkan
analisisnya. Analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif.
Sehingga dapat diperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kaedah-kaedah yang
berkaitan dengan materi permasalahannya.
DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/Prt/M/2007 Tanggal 16 Maret 2007


Tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan.
Kinerja Pemerintah Daerah Dan Akuntabilitas Publik Terhadap Keuangan Daerah, Jurnal Kebijakan
Publik, diterbitkan Pusat Kajian Kebijakan Pembangunan (PK2P) Provinsi Gorontalo, Edisi
Volume 5 Nomor 1 bulan Januari 2006;
Safitri, N. A., 2007, Penggunaan Citra Satelit Ikonos Level Geo Mode Pan Sharpened Untuk
Identifikasi Kualitas Permukiman, Skripsi, Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta