Anda di halaman 1dari 16

TUGAS KELOMPOK

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II


“LIABILITAS JANGKA PANJANG”

Oleh :
WULAN HAPSARI
ALDA NUR ARAFAH
SONIA REZA
DOSEN PENGAMPU : RANI MUNIKA, SE, Akt, M.Ak
PRODI AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BANGKINANG
SEMESTER GANJIL 2019/ 2020

Kata Pengantar

1
Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan
makalah ini dapat terselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Makalah ini kami buat
dengan tujuan untuk membahas mengenai “LIABILITAS JANGKA PANJANG”

Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Ibu RANI UNIKA, SE, Akt, M.Ak
sekalu dosen yang telah membantu dan membimbing dalam mengerjakan makalah ini. kami juga
mengucapkan terima kasih kepada teman - teman yang juga sudah memberi arahan, baik
langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyusun
makalah ini dengan harapan dapat membantu pembaca untuk lebih memahami lagi
tentang liabilitas jangka panjang untuk memperlancar proses pembelajaran.

Namun demikian tentu saja dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan dalam penulisan dan pemilihan kata yang kurang tepat. Dengan ini, mohon maaf
jika dalam pembuatan makalah ini banyak kekurangan. Harapan kami semoga makalah ini dapat
bermanfaat.

Wa’alaikumsalam Wr.Wb

Bangkinang , 17 Febuari 2020

Penulis

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1

A. Latar Belakang ........................................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................... 3

1. Pengertian Liasbilitas Jangka Panjang ....................................................................... 3


2. Yang Termasuk Hutang Jangka Panjang ................................................................... 3
3. Karakteristik Hutang Jangka Panjang ....................................................................... 5
4. Pengakuan Hutang Jangka Panjang ...........................................................................6
5. Pengukuran Hutang Jangka panjang .........................................................................6
6. Penyajian Hutang Jangka Panjang ............................................................................ 7
7. Analisis Laporan Keuangan Hutang Jangka Panjang ...............................................14

BAB III PENUTUP ...................................................................................................................... 15

A. Kesimpulan ...............................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................. 16

BAB I
PENDAHULUAN

3
A. Latar belakang
Utang jangka panjang digunakan untuk menunjukan utang-utang yang
pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari
sumber-sumber yang bukan dari sumber aktiva lancar. utang jangka panjang juga sering
disebut sebagai debt-financing, artinya kegiatan pendanaan yang dilakukan dengan cara
meminjam atau berutang. Dan akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari
kelompok aktiva lancar, seperti peralatan, gedung, tanah, investasi saham atau investasi
obligasi jangka panjang, dan sebagainya.
Utang jangka panjang ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu utang hipotik dan obligasi.
Dari jenis-jenis tersebut memiliki pengertian, pemahan dan cara mengerjakan yang
berbeda satu sama lain. Utang jangka panjang biasanya timbul karena adanya kebutuhan
dana untuk pembelian tambahan aktiva tetap, menaikan jumlah modal kerja permanen,
membeli perusahaan lain atau mungkin juga untuk melunasi utang-utang yang lain.
Ada banyak instrument investasi yang tersedia di pasaran saat ini, namun pada
umumnya terdiri atas Obligasi, Saham, reksadana dan Valuta Asing. Obligasi adalah
surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu lembaga dengan nilai nominal
(nilai nominal/par value) dan waktu jatuh tempo tertentu. Penerbit obligasi bisa
perusahaan swasta, BUMN, atau pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Salah
satu jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal kita saat ini adalah obligasi kupon
(coupon bond) dengan tingkat bunga tetap (fixed) selama masa berlaku obligasi.
Berinvestasi dalam obligasi mirip dengan berinvestasi di deposito pada bank.

4
B. Rumusan Masalah

1. Apa itu Liabilitas Jangka Panjang?


2. Apa saja yang termasuk hutang jangka panjang?
3. Sebutkan Karakteristik hutang jangka panjang?
4. Sebutkan pengakuan awal dari hutang jangka panjang?
5. Sebutkan pengukuran hutang jangka panjang?
6. Bagaimana penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang?
7. Bagaimana Analisis Laporan Keuangan hutang jangka panjang ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa itu liabilitas jangka panjang.
2. Untuk mengetahui apa saja yang termasuk hutang jangka panjang.
3. Untuk mnegetahui Karakteristik hutang jangka panjang.
4. Untuk mengetahui pengakuan awal dari hutang jangka panjang.
5. Untuk mengetahui pengukuran hutang jangka panjang.
6. Untuk mengetahui penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang.
7. Untuk mengetahui bagaiman analisinya.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Liabilitas Jangka Panjang


Utang jangka panjang adalah utang-utang yang pelunasannya akan dilakukan
dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang
bukan dari kelompok aktiva lancar.
Atau utang jangka panjang adalah utang yang jatuh temponya lebih dari satu
tahun atau satu periode akuntansi. Jatuh temponya dapat terjadi dalam 1,5 tahun atau
2 tahun atau 5 tahun atau lebih dari itu. Utang jangka panjang biasanya timbul karena
adanya kebutuhan dana untuk membeli tambahan aset tetap, menaikkan jumlah modal
kerja permanen, membeli perusahaan lain, atau mungkin juga untuk melunasi utang-
utang yang lain.
Dapat disimpulkan bahwa utang jangka panjang adalah utang yang diharapkan
akan dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau yang jatuh temponya lebih
dari satu tahun dan dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan dari aktiva lancar,
seperti peralatan, gedung, tanah, investasi saham atau investasi obligasi jangka
panjang, dan sebagainya serta jumlah utang jangka panjang tersebut tidak boleh
melebihi jumlah modal sendiri.

B. Yang termasuk hutang jangka panjang


1) Hutang Bond/Obligasi
Bond biasanya berasal dari bunga utang wesel ditahan yang pada umumnya
dikeluarkan oleh sebuah perusahaan, lembaga tinggi, maupun agen pemerintahan
sehingga banyak menarik invetor seperti halnya saham biasa yang dijual dengan
jumlah kecil (biasanya dalam ribuan dollar). Bond dalam perusahaan menadatangkan
keuntungan dan tidak. Hutang Obligasi merupakan pinjaman yang timbul sehubungan
dengan dana yang telah didapatkan melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli
obligasi merupakan pemegang obligasi. Di dalam surat obligasi biasanya tercantum
nilai nominal obligasi, tanggal pelunasan obligasi, bunga pertahun serta ketentuan

6
lainnya sesuai dengan jenis obligasi yang sudah dipilih oleh pembeli atau pemegang
obligasi itu sendiri.

2) Hutang Wesel Jangka Panjang


Utang wesel ini sama artinya dengan utang wesel biasanya yang membedakan
hanyalah waktu, di mana utang ini hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.

3) Hutang Wesel Hipotek


Adalah penyerahan tertulis mengenai hak atas harta benda tak bergerak untuk
mejamin pembayaran hutang dengan ketentuan bahwa penyerahan itu akan dibatalkan
setelah waktu pembayaran. Bahwasannya hutang jangka panjang boleh membuat
hipotek, dia juga bisa diansur, dan lain-lain. Yang menjadi contoh dari kewajiban
jangka panjang ini adalah sewa/rental.

4) Hutang Hipotik
Hutang hipotik adalah pinjaman yang harus dijamin dengan harta tidak
bergerak. Di dalam perjanjian hutang disebutkan kekayaan peminjam yang dijadikan
jaminan misalnya berupa tanah atas gedung. Jika peminjam tidak melunasi pinjaman
pada waktunya, maka pemberi pinjaman dapat menjual jaminan untuk diperhitungkan
dengan pinjaman yang bersangkutan.

5) Uang muka dari perusahaan afiliasi


Hutang kepada pemegang saham pada umumnya berasal dari pinjaman yang
diberikan oleh pemegang saham diluar setoran modal. Hutang kepada perusahaan
afiliasi dapat berasl dari pinjaman atau dari transaksi-transksi lain, misalnya
pembelian barang atau jasa.

6) Hutang Kredit Bank jangka panjang


Secara etimologis istilah kredit berasal dari bahasa latin, “Credere”, yang
berarti kepercayaan, maksudnya adalah bahwa seseorang yang memperoleh kredit
berarti orang tersebut memperoleh kepercayaan, sedangkan bagi pemberi kredit
berarti telah memberikan kepercayaan kepada seseorang dan yakin bahwa uangnya,
pasti akan kembali sesuai dengan perjanjian.

7
Kredit menurut Undang-Undang perbankan nomor 10 tahun 1998,”kerdit adalah
penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan
persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang
mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu
dengan pemberian bunga.”

C. Karakterisktik Liabilitas Jangka Panjang


1. Tanggal jatuh temponya kurang lebih dalam 1 periode akuntansi atau 1 tahun,
bahkan bisa lebih dari itu.
2. Ada aset atau barang jaminan, bisa berupa sertifikat, BPKB (Bukti Pemilik
Kendaraan Bermotor), atau surat berharga lainnya.
3. Pembayaran dilakukan dengan cara cicilan atau berjangka, dengan menggunakan
bunga sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
4. Didapat dari lembaga keuangan atau supplier yang menyediakan utang jangka
panjang.

Tidak semua perusahaan dapat mengajukan utang jangka panjang. Tentunya


pihak pemberi pinjaman harus mengevaluasi, apakah perusahaan tersebut kira-kira
dapat mengembalikan sejumlah pinjaman beserta bunganya pada waktu jatuh tempo.
Berikut persyaratan yang harus dimiliki untuk dapat mengajukan pinjaman jangka
panjang:

 Perusahaan harus memiliki pencatatan atau laporan keuangan yang rutin disusun
setiap akhir periode akuntansi. Tujuannya agar pemberi pinjaman dapat melihat
perputaran keuangan perusahaan setiap tahunnya. Dengan begitu bisa
disesuaikan dengan kemampuan membayar dan jatuh temponya. Nantinya
perusahaan wajib menyerahkan laporan keuangan secara rutin kepada pihak
pemberi pinjaman, mulai dari saat diadakannya utang sampai pelunasan.

 Perusahaan harus rutin dalam membayar pajak dan kewajiban lainnya yang
berhubungan dengan kegiatan operasional. Dengan rutin membayar pajak, maka
memastikan bahwa perusahaan telah terdaftar, dan memiliki resiko yang sangat
kecil untuk lari dari tanggung jawabnya.

 Perusahaan telah terdaftar, yaitu memiliki surat ijin usaha dan sejenisnya.
Tujuannya untuk membuktikan bahwa pemberi pinjaman benar meminjamkan

8
kepada perusahaan dan demi kepentingan perusahaan, bukan untuk keuntungan
pribadi maupun digunakan untuk menipu (perusahaan bodong)

D. Pengakuan Awal dan Pengukuran Hutang Jangka Panjang

Terdapat 2 (dua) klasifikasi liabilitas keuangan yaitu :


1. Liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
2. Liabilitas lainnya.

Liabilitas diukur menggunakan nilai wajar pada saat pengakuan awalnya. Untuk
liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi ,biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan liabilitas keuangan
tersebut dibebankan sedangkan untuk liabilitas lainnya diukur sebesar nilai wajar
dikurangi dengan biaya transaksi. Liabilitas yang diakui pada nilai wajar melalui laba
rugi merupakan liabilitas jangka pendek atau liabilitas jangka panjang.
Pasar memberikan penilaian atas liabilitas jangka panjang berdasarkan nilai kini
dari ekspetasi arus kas dimasa depan,yang terdiri dari pokok dan bunga. Untuk
menghitung nilai kini digunakan tingkat suku bunga pasar,sedangkan untuk
menghitung bunga digunakan tingkat bunga kupon (coupon rate/stated interest rate).

Pengukuran setelah Pengakuan Awal


Pengukuran liabilitas jangka panjang setelah pengakuan awal adalah
menggunakan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif. Premium yang timbul pada saat pengakuan awal diamortisasi selama jangka
waktu liabilitas jangak panjang menurunkan (meningkatkan) beban bunga yang diakui
sehingga total beban bunga mencerminkan suku bunga efektif.

9
E. Penyajian Dan Pengungkapan Hutang Jangka Panjang
 Penyajian
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun harus dilaporkan sebagai
kewajiban lancar, kecuali jika penarikan itu dipenuhi dengan aktiva lain selain aktiva
lancar. Jika didanai kembali, dikonversi menjadi saham atau ditarik dari dana
pelunasan obligasi, maka harus dilaporkan sebagai pos tidak lancar dengan catatan
penjelasan dalam likuidasinya.

Pengungkapan catatan berisi :

1. Sifat dari kewajiban


2. Tanggal jatuh tempo
3. Suku bunga provisi penarikan
4. Privillage konversi
5. Pembatasan yang dikenakan kreditor
6. Aktiva yang digadaikan sebagai jaminan.

Nilai wajar utang jangka panjang harus diungkapkan untuk mengestimasi nilai
wajarnya. Tujuan dari pengungkapan ini adalah membantu pemakai laporan keuangan
dalam mengevaluasi jumlah dan waktu dari arus kas masa depan.

Rasio utang terhadap total aktiva mengukur persentase total aktiva yang disediakan
oleh kreditor. Perhitungan rasio utang terhadap total aktiva adalah

Utang Terhadap Total Aktiva= Total Debt / Total Asset

Semakin tinggi persentase utang terhadap total aktiva maka semakin tinggi resiko
perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo. Rasio berapa kali
bunga dihasilkan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga
ketika jatuh tempo dengan cara dihitung membagi laba sebelum beban bunga dan
pajak penghasilan dengan beban bunga.

10
 Pengungkapan
PSAK 60 Instrumen keuangan: pengungkapan mengatur dengan rinci persyaratan
pengungkapan untuk instrumen keuangan. Beberapa persyaratan pengungkapan yang
terkait dengan liabilitas jangka panjang adalah :

1. Menyediakan informasi yang cukup untuk memungkinkan rekonsiliasi terhadap


setiap bris pos liabilitas jangka panjang yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan.
2. Nilai tercatat liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi
3. Mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan
4. Analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan jangka panjang menunjukkan sisa
jatuh tempo.

F. Contoh Utang Jangka Panjang

Beberapa contoh dari utang jangka panjang yang pertama adalah utang
hipotek, yaitu nilai utang karena terdapatnya sumber dana yang berasal dari jaminan
harta tetap. Contohnya adalah sertifikat tanah, sertifikat bangunan, rumah, atau
gedung. Kedua adalah, hutang obligasi, yaitu dana yang didapatkan melalui terbitnya
surat-surat obligasi yang terdiri dari nominal obligasi, tanggal untuk melunasi
obligasi, nilai bunga per tahun, serta syarat lainnya yang telah disepakati oleh kedua
belah pihak, yaitu peminjam dan pemberi utang.

Contoh hutan jangka panjang :

1. PT. Reformasi pada tanggal 1 maret 1990 menerbitkan obligasi nominal


Rp.1.000.000, bunga 18% setahun yang akan dibayarkan bunganya setiap tanggal 1/3,
ditempatkan dengan kurs 88% sudah termasuk ongkos. Obligasi PT. Reformasi ini
jangka waktunya hanya sampai dengan tanggal 1 maret 1992. PT. Reformasi
melunasi/menarik utang obligasi dengan kurs 105 sudah termasuk ongkos-ongkos.

11
Diminta :

a. Buatlah jurnal transaksi tanggal 1 Maret 1990 dan 31 Desember 1990


b. Buatlah jurnal transaksi 1 Maret 1991 dan 31 Desember 1991
c. Buatlah jurnal transaksi pembayaran bunga dan pelunasan utang obligasi
tanggal 1 Maret 1992

Jawab :

01/03/90 Kas Rp. 880.000

Disagio utang obligasi Rp. 120.000

Utang obligasi Rp. 1.000.000

Disagio untuk 2 tahun (24 tahun) = Rp 120.000 berarti amortisasi tiap bulan Rp.
120.000/24 sebesar Rp. 5.000 tiap bulan yang akan diakumulasikan sampai dengan jatuh
tempo obligasi 1 Maret 1992.

Bunga yang dibebankan tahun 1990 1/3-31/12 = 10 bulan . 10/12x18/100x1.000.000

31/12/90 Ayat penyesuaian beban bunga :

Beban bunga obligasi Rp. 150.000

Utang bunga obligasi Rp. 150.000

31/12/90 Ayat jurnal penyesuaian disagio :

Beban bunga Obligasi Rp. 50.000

12
2. Radit Corporation menjual obligasi surat hutang senilai $ 20.000.000, berjangka 10
tahun, harga $20.795.000 pada tanggal 1 januari 2002. Biaya penerbitan obligasi
$245.000. Ayat jurnalnya untuk 1 Januari 2002:

Kas 20.550.000
Biaya penerbitan obligasi yang belum 245.000
Diamortisasi
Premi atas hutang obligasi 795.000
Hutang obligasi 20.000.000
(untuk mencatat penerbitan obligasi)

Ayat jurnal untuk 31 Desember 2002:


Beban penerbitan obligasi 24.500
Biaya penerbitan obligasi 24.500
Yang belum diamortisasi

13
G. Analisis Laporan Keuangan
Rasio keuangan yang terkait dengan liabilitas jangka panjang :

Debt to equity ratio ( rasio utang terhadap modal )= Total Utang


Total Ekuitas

Debt to equity ratio = Total Utang


Total Aset

Total utang mencakup utang jangka pendek dan utang jangka panjang.Rasio
keuangan lain terkait utang jangka panjang adalah Times Interest Earned :

Times Interest Earned = Laba Sebelum Bunga dan Pajak


Beban Bunga

Rasio ini mengukur sejauhmana laba tersedia untuk menutupi beban bunga,
yang mencerminkan perlindungan bagi kreditur. Semakin tinggi rasio ini berarti
semakin tinggi perlindungan bagi kreditur terkait pembayaran bunga.

14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Utang jangka panjang digunakan untuk menunjukan utang-utang yang


pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari
sumber-sunber yang bukan dari kelompok aktiva lancar.

Apabila perusaahaan membutuhkan tambahan modal kerja tetapi tidak dapat


melakukan emisi saham baru, dapat dipenuhi dengan cara mencari utang jangka panjang.
Dalam hal sulit mencari utang yang jumlahnya besar dari satu sumber perusahaan dapat
mengeluarkan surat obligasi. Surat obligasi ini akan dapat di jual bila reputasi perusahaan
cukup baik dan dipandang akan tetap berdiri selama jangka waktu beredarnya obligasi
tersebut. Harga jual obligasi tergantung pada tarif bunga obligasi. Semakin besar
bunganya, harga jual obligasi tersebut akan semakin tinggi dan sebaliknya semakin
rendah tingkat bunga obligasi harga jualnya akan semakin rendah. Pengeluaran obligasi
dari suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara penjualan langsung atau melalui
lembaga-lembaga keuangan.

15
DAFTAR PUSTAKA

https://evaoktaviagunawan.wordpress.com/2011/04/13/yang-termasuk-hutang-jangka-
panjang/

https://elsameirina.wordpress.com/tag/peringkat-obligasi/

https://forum-ukm.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-jenis-jenis-obligasi-bond.html

http://sitirachmamankeu1.blogspot.co.id/2016/11/obligasi-dan-penilaian-obligasi.html

http://blog.kangsatria.com/2014/09/jurnal-penarikan-penebusan-obligasi.html

https://n2cs.wordpress.com/tag/akuntansi-keuangan-2/page/2/

16