Anda di halaman 1dari 4

1.

a - Masalah pokok yang terjadi adalah kurang optimal pelayanan publik di Puskesmas
Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Diantaranya yaitu
1. Waktu mengantri yang lama di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta
Timur. Setiap pasien membutuhkan sekitar tiga jam hanya untuk mengantri,
padalhan konsumen pemakai layanan puskesmas adalah orang sakit yang perlu
pertolongan secepat mungkin. Hal ini mengakibat ketidak percayaan masyarakat
karena malas mengantri, terlebih jika terjadi pada individu yang punya kesibukan
yang padat. Akhirnya masyarakat lebih memilih membeli obat diluar tanpa
disertai resep dokter, yang jika tidak disetai pemahaman yang baik tentang obat
(dosis, manfaat obat, expired obat ) akan menimbulkan dampak yang lebih besar
buat kesehatan

2. keterbatasan jumlah tenaga medis dan paramedis. Sudah selayaknya rasio


perbandingan yang relevan antara jumlah tenaga medis dan pasien, karena
penyebaran penduduk disetiap tempat berbeda, hal ini juga bisa berakibat kurang
optimal pelayanan tenaga medis dan paramedis, karena mereka dikejar untuk
melayani seluruh pasien.

3. sitem rujukan berjenjang bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu


Indoesia Sehat (JKN-KIS). Yang dilakukan secara manual, padalhan pasien ini
pasien rawat jalan yang mana tindakan medis tidak bisa berhenti sebelum sembuh
total.
4. penyandang disabilitas tidak mendapatkan perlakuan khusus dengan prioritas
layanan. Dikarenakan jumlah pasien banyak jadi penyandang disabilitas tetap
harus mengantri sebagai pasien normal, sehingga menyulitkan bagi pihak
disabilitas karena keterbatasan kemampuan mereka

b – aktor yang terlibat


1. sari = masyarakat pemakai layanan publik puskesmas, yang sudah pasrah dan
memaklumi pelayanan publik yang beliau dapat karena sudah sering terjadi
2. Nuraini = masyarakat pemakai layanan publik puskesmas, karena antrian di
puskesmas sering terjadi maka beliau memiliki sifat inisiatif untuk datang siang
hari.
3. Beben = masyarakat disabilitas pemakai layanan publik puskesmas, yang pasrah
terhadap aturan yang tidak sesuai dengan SOP pelayan mutu bagi penyandang
disabilitas.
4. Pegawai BULD = pegawai BULD yang tidak berkomitmen melaksanan SOP
pelayanan mutu karena membuat aturan sendiri bahwa penyandang disabilitas
harus ikut antrian umum
5. Sutiyo = masyarakat pemakai layanan publik puskesmas yang memiliki pola
pemikiran yang berbeda, dan mendukung kebijakan pemerintah
6. Phriseila Devi = masyarakat pemakai layanan publik puskesmas yang memiliki
pemahaman yang baik tentang program pemerintah, dan dengan kesukarelaannya
mematuhi segala aturan.
7. Lisa Puspa Dewi = Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, yang berkomitmen
tinggi untuk meningkatkjan mutu pelayanan publik dengan membuat inovasi
program demi mengurangi angka kematian ibu hamil

Gagasan alternatif :

Dari masalah pokok yang terjadi, maka dapat dibuat gagasan alternatif guna penyelesaian
masalah tersebut antara lain adalah :

1. Untuk meminimaliskan waktu antri pasien, kita bisa memanfaatkan teknologi dan
informasi contohnya wa, atau mengantri secara telepon. Sehingga sebelum pasien ke
rumah sakit mereka sudah mengantri dulu via wa atau telepon dan sudah
mendapatkan nomor antrian beserta waktu antrinya, konsekuensinya 30 menit
sebelum no antrian dipanggil pasien sudah harus di puskesmas, jika tidak maka pasien
harus mengantri lagi.dengan adanya kebijakan ini tidak menghapus SOP pendaftaran
pasien secara manual yang datang langsung ke puskesmas, dengan asumsi pendaftar
pasien yang langsung datang ke puskesmas menjadi yang perioritas untuk
mendapatkan nomor antrian.
2. Menambah jumlah tenaga medis dan paramedis. Berdasarkan rasio perbandingan
antara jumlah tenaga medis dengan jumlah pasien, sehingga pelayanan terhadap
pasien jadi lebih optiomal.
3. sitem rujukan berjenjang bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indoesia
Sehat (JKN-KIS). Untuk sistem rujukan berjenjang boleh dilakukan bagi pasien yang
baru mendapat rujukan, tetapi bagi pasien rawat jalan seharusnya hal ini tidak bisa
diterapkan. Karena pasien rawat jalan harus dikontrol tindakan medisnya, tidak boleh
berhenti sebelum sembuh total. Jadi diharapkan untuk pasien rawat jalan rujukan
secara online antar puskesmas dan rumah sakit yang menjadi rujukan, sehingga pasien
tidak direpotkan dengan sistem adminitrasi.
4. penyandang disabilitas harus mendapatkan perlakuan khusus dengan prioritas
layanan, Mulai dari pendaftaran, ruang tunggu, sampai sampai saat proses
pemeriksaan. Bahkan diharapkan adanya petugas khusus yang membantu para
penyandang disabilitas, sehingga para penyandang disabilitas merasa nyaman dan
senang menggunakan pelayanan publik yang ramah.

Konsekuensi

1. adanya penambahan biaya untuk memfasilitaskan alat komunikasi dan informasi,


serta adanya tambahan tugas pegawai puskesmas yang bertugas sebagai layanan
customer secara online ( by wa/ telepon ). Pihak puskesmas juga harus membuat
perencanaan penyuluhan ke masyarakat mengenai jalur pendaftaran puskesmas secara
online
2. adanya penambahan anggaran untuk menambah anggota tenaga medis dan paramedis.
Serta adanya kebijakan untuk memindahkan pegawai tenaga medis dan paramedis jika
berdasarkan rasio perbandingan jumlah tenaga medis dan paramedis dengan jumlah
pasien tidak relevan, jadi daerah yang pegawai tenaga medis dan paramedis nya
banyak, dipindahkan kedaerah yang kekurangan pegawai tenaga medis dan
paramedis.
3. Meningkatnya anggaran dana untuk pembayaran ke pihak rumah sakit rujukan BPJS.
4. Penambahan tempat ruang tunggu khusus penyandang disabilitas serta penambahan
tugas dan tangggung jawab petugas puskesmas untuk mendampingi penyandang
disabilitas

a. Bentuk penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar PNS, dan pengetahuan
tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI oleh setiap aktor yang terlibat berdasarkan
konteks deskripsi kasus.

b. Dampak tidak diterapkannya nilai-nilai dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan 
dan peran PNS dalam NKRI berdasarkan konteks deskripsi kasus

1. Pegawai BULD = dari teks kasus pegawai BULD yang tidak berkomitmen
melaksanan SOP pelayanan mutu karena membuat aturan sendiri bahwa
penyandang disabilitas harus ikut antrian umum.

8. Lisa Puspa Dewi = Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, yang berkomitmen
tinggi untuk meningkatkjan mutu pelayanan publik dengan membuat inovasi
program demi mengurangi angka kematian ibu hamil