Anda di halaman 1dari 7

EVALUASI AKADEMIK KASUS 1

Nama : Mila Septianingrum, A.Md.Keb.


Angkatan : LX
No. daftar hadir :28
Kelompok :3
Jabatan :Pelaksana/terampil-Bidan
Instansi :RSUD Kabupaten Karanganyar
Tempat latsar :BLK Bangsri Karanganyar

Soal evaluasi
Kasus 1
Selama 2020 hingga Februari 2021, 18 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok
dijatuhi hukuman disiplin. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri mengatakan, 18 ASN
yang dikenakan hukuman disiplin tersebar di berbagai organisasi perangkat
daerah (OPD) Pemerintah Kota Depok. "Bentuk hukuman disiplin yang dikenakan
kepada mereka bervariasi mulai dari tingkat berat, ringan hingga sedang," kata
Supian Suri, Rabu (17/2). Supian menjelaskan, tahun 2020 pelanggar disiplin 14
orang. Sedangkan pelanggar disiplin pada Januari- Februari 2021 ada 4 orang.
Total ASN pelanggar disiplin 18 orang. Sebanyak 8 orang dari 18 pelanggar
disiplin tersebut dikenakan hukuman disiplin berat. Sisanya 10 orang dikenakan
hukuman disiplin sedang dan ringan dengan penurunan pangkat. "Bahkan tercatat
1 orang pelanggar disiplin berat diberhentikan secara tidak hormat alias dipecat
karena kasus tidak menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan
martabat ASN, tidak melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan serta
menyalahgunakan wewenang," ucapnya, Rabu (17/2).

Ditegaskan, pemberian hukuman mengacu pada aturan yang tertuang dalam


Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai,
sehingga hukuman untuk setiap pelanggaran tidak disamakan. Sebelum hukuman
dijatuhkan, terang dia pemeriksa memeriksa pegawai yang bersangkutan dengan
melihat kesalahannya. Setelah diperiksa, sambungnya 18 ASN Kota Depok
tersebut dijatuhi hukuman baik penurunan pangkat dan pemecatan secara tidak
hormat. Supian menyebutkan, masing-masing ASN yang telah diganjar hukuman
disiplin berat, sedang dan ringan telah diberikan surat keputusan (SK). "Mereka
semua telah mendapatkan SK, termasuk yang diberhentikan dengan hormat tidak
atas permintaan sendiri," ungkapnya. Kepala BKPSDM Kota Depok Supian Suri
menyayangkan tindakan indispliner yang dilakukan para ASN tersebut. "Kita
sayangkan harus ada hukuman seperti ini, tapi itu pilihan yang dikehendaki
pegawai yang bersangkutan," pungkasnya. (OL-3)

1. Deskripsi rumusan masalah pokok.


18 Aparatur Sipil Negara kota Depok dari berbagai Organisasi Perangkat
Daerah dijatuhi hukuman disiplin. 8 dari 18 pelanggar disiplin tersebut
dikenakan hukuman disiplin berat dimana 1 diantaranya diberhentikan secara
tidak hormat karena kasus tidak menjunjung tinggi kehormatan negara,
pemerintah danmartabat ASN, tidak melaksanakan tugas kedinasan yang
dipercayakan serta menyalahgunakan wewenang. 10 orang sisanya dikenakan
hukuman disiplin sedang dan ringan dengan penurunan pangkat, sesuai dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai.
2. Aktor yang terlibat dan peran setiap aktor berdasarkan konteks deskripsi
kasus.
 18 ASN Kota Depok dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah sebagai
pelanggar disiplin yang dijatuhi hukuman sesuai dalam Peraturan
Pemerintah nomor 53 tahun 2010.
 Supian Suri, kepala BKPSDM Kota depok sebagai pengawas ASN Kota
Depok.
3. Analisis kasus
a. Penerapan dan pelanggaran nilai nilai dasar ASN
1) Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban individu, kelompok/institusi untuk
memenuhi tanggungjawab yang menjadi amanahnya. Akuntabilitas
mengacu pada hubungan antara individu dengan lingkungan kerjanya
yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan.
Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sector yang akuntabel
dibutuhkan integritas dan tanggungjawab.
Dalam hal ini, BKPSDM sebagai organisasi perangkat daerah memiliki
kewenangan dalam membina, memberikan arahan kepada ASN, dan
memberikan konsekuensi bagi ASN yang melanggar disiplin, sehingga
didapatkan 18 ASN yang dikenakan hukuman disiplin sesuai kriteria
pelanggarannya dalam PP Nomor 53 tahun 2010.
ASN yang melanggar disiplin tidak dapat melaksanakan tugas yang
diberikan dengan penuh tanggungjawab(responsibilitas), ASN yang
menyalahgunakan wewenang melanggar prinsip integritas, sehingga
harus menerima konsekuensi dari pelanggaran yang dilakukan.
2) Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan bangsa Indonesia terhadap tanah
airnya yang didasari pada nilai nilai Pancasila.yang diarahkan agar
bangsa Indonesia senantiasa menempatkan persatuan kesatuan,
kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi,
menunjukkan sikap rela berkorban, bangga sebagai bangsa Indonesia.
Kepala BKPSDM dalam hal ini menerapkan nilai nasionalisme sila ke 5,
menjalankan peraturan dalam PP nomor 53 tahun 2010 sesuai
kewenangannya, serta sila ke 3 menempatkan kepentingan bangsa
diatas kepentingan pribadi. ASN yang dijatuhi hukuman tidak
menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan martabat ASN,
serta menyalahgunakan wewenang melanggar nilai nasionalisme. Tidak
melaksanakan tugas yang dipercayakan merupakan pelanggaran
terhadap sumpah jabatan.
3) Etika publik
Dalam menjalankan tugas, ASN harus transparan dalam melaksanakan
kewenangannya dan netral. ASN yang melanggar tidak menjalankan
tugas secara professional, tidak dapat mempertanggungjawabkan
tindakan dan kinerja nya kepada publik,tidak melaksanakan tugas
dengan disiplin, tidak memegang teguh nilai dasar ASN,
Sedangkan BKPSDM dalam deskripsi kasus tersebut melaksanakan
ketentuan peraturan perundang undangan tentang disiplin pegawai
ASN, transparan dalam menjatuhi hukuman bagi pelanggar, serta netral
tidak memihak.
4) Komitmen mutu
Pelanggar dijatuhi hukuman sesuai peraturan karena perilaku
penyalahgunaan wewenang mencerminkan penyelenggaraan
pemerintahan yang tidak efisien, sehingga melanggar dalam unsur
komitmen mutu. Penyimpangan prosedur menunjukkan tidak adanya
efisiensi dalam pekerjaan.
BKPSDM dalam konteks ini menjatuhi hukuman disiplin dalam rangka
meningkatkan mutu layanan.
5) Anti korupsi
ASN yang melanggar menyalahgunakan wewenang dan tidak
melaksanakan tugas dengan baik, hal ini melanggar nilai dasar ASN
berupa anti korupsi, penyalahgunaan wewenang berdampak pada
praktek kecurangan.
N Nilai dasar Bentuk pelanggaran Dampak yang
o ASN ditimbulkan
(ANEKA)
1 Akuntabilitas Tidak bertanggungjawab dengan Public tidak
tugas yang amanahkan terlayani
(responsibilitas). dengan baik.
2 Nasionalisme  Menyalahgunakan wewenang ASN yang
Melanggar Pancasila sila ke3. tidak
 Tidak menjunjung tinggi nasionalis
kehormatan negara mudah
 Berbuat yang merugikan orang terpengaruh
lain mencerminkan bukan ancaman dari
bangsa yang demokratis. luar.
3 Etika Publik  tidak menjalankan tugas secara ASN bertindak
professional, sewenang
 tidak dapat wenang,
mempertanggungjawabkan sehingga tidak
tindakan dan kinerja nya terciptanya
kepada public, kepuasan
 tidak melaksanakan tugas public.
dengan disiplin,
 tidak memegang teguh nilai
dasar ASN
4 Komitmen  penyalahgunaan wewenang Hilangnya
mutu (tidak efisien). kepercayaan
 Tidak melaksanakan tugas masyarakat
dinas berarti tidak berorientasi terhadap
pada mutu layanan. kinerja
pemerintah.
5 Anti Korupsi Menyalahgunakan wewenang Merugikan
memicu praktek kecurangan. negara dan
khalayak.

b. Pelanggaran dalam kedudukan dan peran PNS dalam NKRI.


1) Pelayanan Publik
Pelayanan public pada hakekatnya pemberian pelayanan prima kepada
masyarakat yang merupakan kewajiban ASN sebagai abdi negara.salah
satu prinsipnya adalah kedisiplinan dan tanggungjawab. Hal ini yang
dilanggar oleh 18 ASN kota Depok yang dijatuhi hukuman.
2) Whole of Government
WoG pada dasarnya adalah sebuah pendekatan fungsi dalam ruang
lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan bersama
dalam pembangunan kebijakan,manajemen program, dan pelayanan
public. BKPSDM dalam kasus ini bekerjasama dan membangun
koordinasi dengan organisasi perangkat daerah untuk melakukan
evaluasi kinerja ASN, didapatkan 18 ASN melanggar disiplin dan
dijatuhi hukuman.
3) Manajemen ASN
ASN yang dijatuhi hukuman melanggar kode etik ASN, karena tidak
menjaga reputasi dan integritas ASN, tidak melaksanakan ketentuan
perundang undangan mengenai disiplin ASN, tidak melaksanakan tugas
dengan jujur.

N Kedudukan dan Bentuk Dampak yang


o peran ASN pelanggaran/penerapan ditimbulkan
dalam NKRI
1 Pelayanan ASN yang dihukum Kualitas
Publik Melanggar prinsip disiplin dan pelayanan publik
tanggungjawab. menurun.
2 Whole of BKPSDM Koordinasi dengan Pelanggaran
Government OPD dalam evaluasi yang tidak sesuai
menemukan adanya peraturan dapat
pelanggaran disiplin ASN segera
ditindaklanjuti.
3 Manajemen ASN ASN yang dijatuhi hukuman Menurunya
melanggar kode etik ASN, kualitas SDM
tidak melaksanakan tugas ASN yang
dengan jujur, tidak berdampak pada
melaksanakan ketentuan menurunya
perundang undangan kepuasan publik
mengenai disiplin ASN. terhadap
kebijakan
pemerintah.

4. Deskripsi gagasan gagasan kreatif dan inovatif upaya alternatif pemecahan


masalah berdasarkan konteks deksripsi kasus.
Sebagai salah satu sumber daya dalam pemerintahan, Aparatur Sipil Negara
mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka menciptakan masyarakat
madani yang taat hokum, berperadaban modern, demokratis, makmur, adil,
dan bermoral tinggi dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat
secara adil dan merata. Sejalan dengan program prioritas pemerintah periode
2019-2024 mengenai Pembangunan Sumber Daya Manusia, ASN Indonesia
harus menjadi pekerja keras, menguasai IPTEK, dan dinamis. Menurut saya,
untuk mewujudkan ASN yang berkarakter diperlukan
a. Menentukan renstra untuk setiap SKPD, dan SKP untuk setiap PNS, dan
membuat laporan kinerja. Menerapkan kontrak kerja pegawai yang dibuat
tiap tahun merupakan kesepakatan antara pegawai dengan atasannya,
yang merupakan implementasi dari PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang
Penilaian Prestasi Kerja PNS.
b. Manajemen ASN yang dikelola lebih baik akan menciptakan ASN yang
professional, berorientasi pada mutu, dan memiliki integritas.
c. Koordinasi lintas sector untuk melakukan evaluasi kinerja ASN berkala agar
kendala atau hambatan yang di alami ASN dapat segera teratasi, sehingga
resiko dapat dihindari. Melaksanakan peraturan tanpa memandang
golongan dan kepentingan pribadi akan menumbuhkan kepercayaan publik
terhadap kinerja pemerintah. Menerapkan konsekuensi berupa
penghargaan dan sanksi bagi setiap ASN.
d. Membina hubungan baik antara individu dengan kelompok/instansi,
sehingga tercipta pola kerjasama yang dapat meningkatkan kinerja dalam
pelayanan publik, melalui sharing atau dengar pendapat.
5. Deskripsi konsekuensi penerapan dari setiap alternatif gagasan pemecahan
masalah berdasarkan konteks deskripsi kasus.
a. Menentukan renstra untuk setiap SKPD, dan SKP untuk setiap PNS, dan
membuat laporan kinerja. Menerapkan kontrak kerja pegawai yang dibuat
tiap tahun merupakan kesepakatan antara pegawai dengan atasannya,
yang merupakan implementasi dari PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang
Penilaian Prestasi Kerja PNS.
konsekuensi :
setiap ASN memiliki target kinerja, sehingga tujuan atau visi misi
pemerintah dapat terlaksana dengan terstruktur. Selain itu, ASN dapat
mengimplementasikan gagasan atau inovasi untuk meningkatkan
pelayanan. ASN harus bekerja keras dalam mengeluarkan gagasan,
melayani masyarakat secara konsisten dan menjaga komitmen mutu.
b. Manajemen ASN yang dikelola lebih baik akan menciptakan ASN yang
professional, berorientasi pada mutu, dan memiliki integritas.
Konsekuensi :
Seleksi ASN lebih ketat menuntut pemerintah untuk menggunakan sistem
seleksi yang transparan dan adil.
c. Koordinasi lintas sector untuk melakukan evaluasi kinerja ASN berkala agar
kendala atau hambatan yang di alami ASN dapat segera teratasi, sehingga
resiko dapat dihindari. Melaksanakan peraturan tanpa memandang
golongan dan kepentingan pribadi akan menumbuhkan kepercayaan publik
terhadap kinerja pemerintah. Menerapkan konsekuensi berupa
penghargaan dan sanksi bagi setiap ASN.
Konsekuensi :
ASN harus menjaga konsistensi dalam menjalankan tugas, tidak semena
mena dalam melakukan tugas karena kinerjanya diawasi. Adanya
penghargaan bagi ASN berprestasi dan sanksi bagi ASN yang melanggar.
d. Membina hubungan baik antara individu dengan kelompok/instansi,
sehingga tercipta pola kerjasama yang dapat meningkatkan kinerja dalam
pelayanan publik, melalui sharing atau dengar pendapat.
Konsekuensi :
Setiap ASN di instansi harus melakukan pertemuan rutin membahas kondisi
internal.