Anda di halaman 1dari 6

TRANSPIRASI

Nama : Jumadi
Stambuk: A 241 14 070
Kelompok: I (satu)
Asisten: Siti Nurwahyuni

Program Studi Pendidikan Fisika


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Tadulako
2015
1. Pengertian transpirasi
Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari
jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah melewati
stomata, lubang kutikula, dan lentisel. Transpirasi merupakan pengeluaran
berupa uap H2O dan CO2, terjadi siang hari saat panas, melaui stomata
(mulut daun) dan lentisel (celah batang). Transpirasi berlangsung melalui
bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar, yaitu melalui pori-
pori daun seperti stomata,
lubang kutikula, dan lentisel
oleh proses fisiologi
tanaman. Dengan kata lain
bahwa Transpirasi adalah
terlepasnya air dalam bentuk
uap air melalui stomata dan
kutikula ke udara bebas
(evaporasi). Jadi semakin
cepat laju transpirasi berarti
semakin cepat pengangkutan
air dan zat hara terlarut,
demikian pula sebaliknya
jika lambat laju transpirasi maka lambat pula pengankutan air dan zat hara
terlarut.
Transpirasi dalam tanaman atau terlepasnya air melalui kutikula hanya
5-10% dari jumlah air yang ditranspirasikan. Air sebagian besar menguap
melalui stomata, sekitar 80% air ditranspirasikan berjalan melewati stomata,
sehingga jumlah dan bentuk stomata sangat mempengaruhi laju transpirasi.
Selain itu transpirasi juga terjadi melalui luka dan jaringan epidermis pada
daun, batang, cabang, ranting, bunga, buah dan akar.

Transpirasi ada tiga macam, yaitu:


a. Transpirasi Kutikula
Transpirasi Kutikula adalah evaporasi(penguapan) air yang tejadi
secara langsung melalui kutikula epidermis. Kutikula daun secara relatif
tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi
kutikula hanya sebesar 10 persen atau kurang dari jumlah air yang
hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang
hilang terjadi melalui stomata.
b. Transpirasi Stomata
Adalah Sel-sel mesofil daun tidak tersusun rapat, tetapi diantara sel-
sel tersebut terdapat ruang-ruang udara yang dikelilingi oleh dinding-
dinding sel mesofil yang jenuh air. Air menguap dari dinding-dinding
basah ini ke ruang-ruang antar sel, dan uap air kemudian berdifusi
melalui stomata dari ruang-ruang antar sel ke atmosfer di luar. Sehingga
dalam kondisi normal evaporasi membuat ruang-ruang itu selalu jenuh
uap air. Asalkan stomata terbuka, difusi uap air ke atmosfer pasti terjadi
kecuali bila atmosfer itu sendiri sama-sama lembab.
c. Transpirasi Lentikuler
Lentisel adalah daerah pada kulit kayu yang berisi sel-sel yang
tersusun lepas yang dikenal sebagai alat komplementer, uap air yang
hilang melalui jaringan ini sebesar 0.1 % dari total transpirasi

Tidak semua tumbuhan mengalami proses transpirasi. Sedangkan pada


tumbuhan yang mengalami proses ini, transpirasi terkadang terjadi secara
berlebihan sehingga mengakibatkan tumbuhan kehilangan banyak air dan
lama kelamaan layu sebelum akhirnya mati.

2. Mekanisme Transpirasi
Air diserap ke dalam akar secara
osmosis melalui rambut akar,
sebagian besar bergerak menurut
gradien potensial air melalui xilem.
Air dalam pembuluh xilem
mengalami tekanan besar karena
molekul air polar menyatu dalam
kolom berlanjut akibat dari penguapan
yang berlangsung di bagian atas.
Sebagian besar ion bergerak melalui
simplas dari epidermis akar ke xilem,
dan kemudian ke atas melalui arus
transportasi. Kehilangan air dari daun
umumnya melibatkan kekuatan untuk
menarik air ke dalam daun dari berkas
pembuluh yaitu pergerakan air dari
sistem pembuluh dari akar ke pucuk, dan bahkan dari tanah ke akar.
Sehingga hal yang tidak kalah penting dalam proses ini adalah difusi uap air
dari udara yang lembab di dalam daun ke udara kering di luar daun.
3. Faktor Yang Mempengaruhi Laju Transpirasi Pada Tumbuhan
Pada proses transpirasi yang terjadi pada tumbuhan, ada beberapa faktor
yang mempengaruhi proses tersebut, baik dari tumbuhan itu sendiri atau
faktor internal dari lingkungan tumbuhan itu hidup atau faktor eksternal,
a. Faktor Internal
1. Luas daun
Jika daun pada tumbuhan lebar maka stomata, lubang kutikula, dan
lentisel juga banyak, sehingga proses transpirasi lebih cepat dibanding
dengan daun yang ukurannya kecil
2. Struktur anatomi daun
Jika pada daun ada alat tambahan berupa kutikula yang tebal adanya
trikoma, letak stomata akan tersembunyi sehingga menghambat
proses tranpirasi
3. Jumlah daun
Jika pada tumbuhan mempunyai banyak daun, maka proses transpirasi
akan semakin cepat dari pada tumbuhan yang mempunyai sedikit
daun
4. Sel daun
Sel pada daun yang mempunyai potensial osmotik tinggi akan
menyebabkan air tidak mudah menguap, misalnya sel bersifat lender
pada tanaman kering.
5. Membuka dan menutupnya stomata
mekanisme mebuka dan menutupnya stomata berdasarkan suatu
perubahan turgor itu adalah akibat dari perubahan nilai osmosis dari
isi sel-sel penutup.
6. Banyaknya stomata
pada tanaman darat
umumnya stomata itu
kedapatan pada permukaan
daun bagian bawah. Pada
beberapa tanaman
permukaan atas dari daun
pun mempunyai stomata
juga. Temperatur berpengaruh pada membuka dan menutupnya
stomata. Pada banyak tanaman stoma tidak berserdia membuka jika
temperatur ada disekitar 0 derajat celcius.

.
7. Penggulungan atau pelipatan daun.
Banyak tanaman mempunyai mekanisme dalam daun yang
menguntungkan pengurangan transpirasi apabila persediaan air
terbatas.

b. Faktor Eksternal
1. Sinar matahari
Sinar menyebabkan membukanya stoma dan gelap menyebabkan
menutupnya stoma jadi banyak sinar mempercepat transpirasi
Cahaya mempengaruhi laju transpirasi melalui dua cara yaitu:
a. Sehelai daun yang terkena sinar matahari langsung akan
mengabsorbsi energy radiasi.
b. Cahaya tidak usah selalu berbentuk cahaya langsung dapat pula
mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka-
tutupnya stomata, dengan mekanisme tertentu.

2. Temperatur
Pengaruh temperatur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari
sudut lain yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air didalam
daun dan tekanan uap air diluar daun, kenaikan temperatur menambah
tekanan uap didalam daun
3. Kelembaban relatif.
Makin besar kandungan air di udara, makin tinggi Y
udara, yang berarti tuntutan atmosfer menurun dengan meningkatnya
kelembapan relatif.
4. Angin
Angin cenderung untuik meningkatkan laju transpirasi, baik didalam
naungan atau cahaya, melalui penyapuan uap air. Akan tetapi di
bawah sinar matahari, pengaruh angin terhadap penurunan suhu daun,
dengan demikian terhadap penurunan laju transpirasi, cenderung
menjadi lebih penting daripada pengaruhnya terhadap penyingkiran
uap air.
5. Kandungan air tanah
Jika kandungan air tanah menurun, sebagai akibat penyerapan oleh
akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lebih lambat.
Hal ini cenderung untuk meningkatkan defisit air pada daun dan
menurunkan laju transpirasi lebih lanjut

4. Peranan Transpirasi bagi Kehidupan


Secara langsung ataupun tidak langsung, proses transpirasi transpirasi
pada tumbuhan berpengaruh kepada makhluk hidup disekitarnya, antara lain
sebagai berikut:
a. Transpirasi memberikan manfaat sebagai penunjang pengangkutan
mineral, mempertahankan turgiditas optimum dan menghilangkan
sejumlah besar panas dari daun. Mineral yang diserap ke dalam akar
bergerak ke atas tumbuhan dengan cara tertentu dalam arus transpirasi,
yaitu aliran air melalui xylem akibat transpirasi.
b. Transpirasi yang terjadi membantu penyerapan mineral dari tanah dan
pengangkutannya dalam tumbuhan. Sebagai contoh hasil penelitian
menunjukan Kalsium dan Boron di jaringan tampak sangat peka
terhadap laju transpirasi. Tumbuhan yang ditanam dalam rumah kaca
yang mempunyai kelembaban tinggi dan udara yang kaya CO 2
(membuat stomata cendrung tertutup) dapat menampakan kekahatan
(kekurangan) kalsium pada jaringan tertentu.
c. transpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan meningkatnya
beberapa unsur tertentu, mencapai jumlah kadar yang meracuni.
d. Selain itu peranan transpirasi dalam tumbuhan untuk menurunkan suhu
atau mendinginkan daun. Daun yang tidak melakukan transpirasi akan
lebih panas beberapa derajat. Perubahan suhu dari daun menunjukan
adanya pertukaran energi dari daun dan lingkungannya.
e. Transpirasi akan menyerap air dalam tanah sehingga dapat mengurangi
resiko banjir pada daerah tertentu
f. Proses timbal balik fotosintesis dan transpirasi bertanggung jawab atas
perubahan dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya CO 2 dan O2
atsmosfer