Teknik Rolling: Proses dan Aplikasi
Teknik Rolling: Proses dan Aplikasi
Dosen Pengampu :
Drs.Jasman,M.Kes.
Disusun Oleh :
Dengan puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan tugas Teknik Pembentukan Plat tentang Pengerolan (Rolling)
dengan baik meski memiliki halangan dan rintangan.
Tugas ini kami harapkan dapat membantu bagi pembaca. Dan juga diharapkan dapat menambah
nilai yang ada.
Dalam penyusunan tugas ini, kami tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak
yang telah membantu dalam meyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran sangat diharapkan guna perbaikan di masa mendatang dan semoga manfaatbagi kita semua.
Rohman Hidayat
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
1. Hot Rolling……………………………………………..
2. Cold Rolling……………….……………………………
BAB V PENUTUP
4.1 Kesimpulan…………………………………………………….
4.2 Saran…………………………………………………………...
SOAL-SOAL
REFERENSI
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Lingkup dalam pengerolan dibagi menjadi dua yaitu pengerjaan panas ( Hot Rolling
Process ) dan pengerjaan dingin ( Cold Rolling Process ). Jenis pengerolan lanjutan terdapat
beberapa bagian diantaranya pengerolan cincin dan penembus ( piercing )
1.3 Tujuan
Untuk memahami proses pengerolan dan lingkupnya, penulis memeperoleh dari referensi
terpercaya sehingga penulis memperoleh hasil tulisan yang baik. Serta parameter-parameter
yang terkait sehingga pembaca dapat memahami proses pengerolan tersebut, serta
menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses pengerolan dihari kemudian.
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua
pihak,kemudian tujuan lainnya dalam pembuatan makalah ini ialah :
a. Memberikan wawasan ilmu pengetahuan dalam pengerolan ( rolling )
b. Mengetahui pengaruh parameter-parameter Pengerolan ( rolling )
c. Diharapkan mahasiswa mampu ikut berkontribusi dalam pembuatan laporan
pengerolan ( rolling )
d. Memahami perubahan sifat mekanik dan struktur mikro akibat proses cold
working dan rekristalisasi
e. Memenuhi tugas Matakuliah Teknik Pembentuka Plat
1.4 Manfaat
Manfaat penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan akan logam bagi
masyarakat serta menambah soft skill mahasiswa dalam proses pengerolan. Serta menambah
pengalaman teknik pengerolan logam di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin khusunya dan
juga bagi jurusan-jurusan lain pada umumnya.
BAB II
PEMBAHASAN
Rolling yang merupakan salah satu proses pembentukan logam yang mana dalam
praktiknya roling diklasifikasikan menjadi dua teknik, yaitu pengerolan panas ( Hot Rolling ) dan
pengerolan dingin ( Cold Rolling ).
1. Hot Rolling
Dalam proses hot rolling, batang baja yang akan diubah bentuknya dilakukan dengan
dua tahap :
a. pengerolan baja menjadi barang setengah jadi, berupa bloom, billet,
slab.
b. Proses selanjutnya dari bloom, billet, slab menjadi pelat, lembaran,
batang, bentuk profil atau lembaran tiffs ( foil ).
Peroses hot rolling dilakukan untuk mereduksi ketebalan plat hingga sesuai dengan
reduksi yang besar. Proses ini dapat dilakaukan langsung pada ingot atau slab yang
yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Pada proses ini akan dihasilkan terak pada
permukaan plat ( akibat oksidasi ), sehingga pada akhir proses harus dibersihkan
( proses descaling ) dengan menggunaan asam ( pickling ). Bentuk prosuk hasil hot
roling antara lain : plate, rod, bar, profil dan rail. Untuk mendapatkan reduksi yang
besar, pada proses hot rolling dapat dilakukan dengan menggunakan roll yang lebih
besar atau roll yang lebi kasar.
2. Cold Rolling
Proses cold rolling dilakukan untuk mendapatkan pelat yang lebih tipis di
bandingkan dengan proses hot rolling. Proses ini ditujukan untuk mencapai ketebalan
akhir yang benar dan sesuai dengan keinginan ( presisi ). Pada proses ini plat
mengalami strain herdening sehingga pada prosesnya kadang dibutuhkan proses
annealing untuk mengurangi kegetasannya. Bentuk produk dari proses cold rolling
adalah sheet, strip, dan foil.
Pada pengerolan plat, kecepatan keliar plat harus lebih besar dari pada
kecepatan masuk plat. Titik netral ( no-slip point ) merupakan titik dimana kecepatan
nol sasma dengan kecepatan plat. Sepanjang plat proses pengerolan terjadi 2 macam
gaya, yaitu gaya radial dan gaya gesek tengensial. Antara bidang masuk dan titik
netral, kecepatan plat lebih rendah daripada kecepatan rol dengan gaya gesek
tengensial searah pengerolan. Begitu sebaliknya antara titik netral dan bidang keluar
kecepatan plat lebih tinggi dari pada kecepatan rol. Sementara gaya gesek tengensial
berlawanan dengan arah pengerolan.
2.2 Ring Roll
Ring Roll digunakan untuk membuat tube rolling dan ring rolling. Ring roll terbuat dari
spherodizied grophite bainitic dan pearlitic mqtrix atau baja tuang paduan. Ring rolling adalah
salah satu jenis khusus dari hot rolling dimana bertujuan untuk menambah diameter dari sebuah
ring. Proses ini dimulai dengan ring dengan sisi tebal, kemudian diletakkan diantara dua rol salah
satu rol disebut idler roll dan lainnya disebut driven roll. Kedua rol ini menekan ring dan sisi
luar. Ketika proses pengerolan berjalan, ketebalan dan ring berkurang yang desertai dengan
penambahan diameter.
BAB III
DATA DAN PENGOLAHAN DATA
Data dan Pengolah Data
Material : Tembaga
Panjang awal, Po : 101,5 mm
Lebar awal, Lo : 20 mm
Ketebalan awal, ho : 5 mm
Diameter rol : 80 mm
Kecepatan rol, n : 33 rpm
Lebar akhir, L` : 20,7 mm
3.1Pengujian Tarik
b. e = ΔL / L
Contoh perhitungan :
e = 0,54 / 101,5 = 0,00532
Dalam membuat kurva tegangan terhadap regangan, regangan harus diubah dalam bentuk persen.
Berarti harga e seperti di contoh menjadi 0,532 %.
Pengerolan Pelat
Proses pengerolan pelat dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara cold rolling dan cara
hot rolling. Pada makalah kali ini, cara yang digunakan adalah cold rolling. Cara ini dipilih
karena pelat hasil dari cold rolling ini memiliki permukaan yang bagus, tidak seperti pelat hasil
hot rolling. Pelat hasil hot rolling akan membentuk terak pada permukaannya sehingga
permukaannya kasar. Selain itu, pelat hasil cold rolling akan lebih presisi jika dibandingkan
dengan pelat hasil hot roling karena pelat yang dihasilkan hot rolling akan mengalami
penyusutan setelah selesai pengerolan. Proses hot rolling memerlukan waktu yang lebih banyak
daripada cold rolling karena benda kerja yang akan dirol harus dipanaskan terlebih dahulu.
Bentuk pelat setelah di rol seharusnya adalah lurus (tidak bengkok). Bentuk pelat hasil rol
akan bengkok jika bidang ujung pelat sebelum dirol tegak lurus terhadap arah pengerolan. Oleh
karena itu, bidang ujung pelat harus sejajar dengan arah pengerolan. Kesalahan bentuk-bentuk
pelat juga dapat terjadi akibat adanya roll flattening dan roll bending. Akibat dari adanya kedua
fenomena ini adalah terjadinya distribusi gaya yang tidak merata pada benda kerja sehingga
bentuk kerja pun akan bergelombang atau bahkan ujung dari pelat akan terbelah dua membentuk
mulut buaya (alligatoring).
Hasil perhitungan harga K dan n dari tembaga pada praktikum ini adalah berturut-turut
105,75 Mpa dan 0,64. Harga K dan n dari literature adalah 320 Mpa dan 0,54 untuk tembaga
yang telah mengalami proses annealing. Perbedaan harga K dan n ini disebabkan oleh kesalahan
dalam perhitungan harga tegangan mekanik, regangan mekanik, tegangan sebenarnya dan
regangan sebenarnya.
Harga kekerasan pada tembaga hasil pengerolan akan bertambah besar seiring dengan
bertambahnya persen reduksi dari ketebalan plat awal. Hal ini disebabkan oleh terjadinya strain
hardening pada plat. Plat hasil cold rolling akan mengalami strain hardening yang
mengakibatkan meningkatnya kekerasan plat setiap kali plat dirol. Perubahan harga kekerasan ini
diakibatkan adanya dislokasi yang semakin lama semakin bertambah dan dislokasi tersebut
menghadapi halangan (barrier). Agar dislokasi dapat melewati barrier tersebut dibutuhkan energi
yang lebih besar. Hal inilah yang menyebabkan harga kekerasan meningkat.
Pada cold rolling ini, deformasi yang diukur adalah deformasi plastis, sedangkan gaya yang
terukur menunjukkan gaya pengerolan yang dibutuhkan untuk deformasi total. Hal ini
disebabkan karena deformasi elastis yang terjadi bias diabaikan jika dibandingkan dengan
deformasi plastis yang terjadi. Salah satu dari asumsi yang digunakan pada cold rolling adalah
deformasi elastis bisa diabaikan jika dibandingkan dengan deformasi plastis yang terjadi pada
plat.
BAB V
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pengerolan merupakan salah satu teknik pengerolan logam dengan cara melewatkan logam
ke delam dua buah batang besi perkakas berbentuk silinder saling berhdapan yang berputar
berlawanan arah,disertai penekanan oleh silinder besi tersebut sehingga logam tersebut menjadi
lebih pipih. Pengerolan mengakibatkan logam mengalami deformasi plastis dimana terjadi
pengurangan ketebalan. Atau kata lain pengerolan adalah proses deformasi plastis dimana
ketebalan bahan dikurangi (memipihkan) dengan menekan bahan tersebut menggunakan dua besi
berbentuk silinder yang saling berhadapan dan berputar berlawan arah. Proses pengerolan
merupakan proses yang sangat luas digunakan dalam proses pembentukan baja karena dapat
memproduksi dalam jumlah banyak dan mudah dikontrol produk jadi dari proses ini.
Lingkup penggunaan pengerolan logam dalam konstruksi sangat luas meliputi perkapalan,
otomotif, rangka baja, rangka struktur, bejana tekan, pembangkit listrik, pipa pesat, pipa saluran,
komponen mesin, rel kereta api, gerbong kereta api dan lain sebagainya. Disamping untuk
pengolah logam dan juga dalam konstruksi, proses pengerolan juga digunakan untuk
menghasilkan barang-barang yang dihgunakan dalam kehidupan sehari-hari aluminium foil,
tangga lipat, batang penyokong dan banyak contoh lainnya.
Berdasarkan lingkup, pengerolan dibagi menjadi dua yaitu pengerolan pengerjaan panas (hot
rolling process) dan pengerolan pengerjaan dingin (cold rolling process). Terdapat juga beberapa
jenis pengerolan lanjutan diantaranya pengerolan datar, pengerolan bentuk pengerolan ulir,
pengerolan cincin, dan penembus (piercing).
Selain pengerolan merupakan pengolahan lanjutan logam setelah setelah proses pengecoran,
pekerjaan dalam bidang pengerolan juga menjunjung tinggi dan memperhatikan aspek Kesehatan
dan Keselamatan Kerja. Sehingga selain kualitas hasil logam pengerolan yang dapat dikontrol,
kualitas hasil logam pengerolan yang dapat dikontrol, kualitas sumber daya dalam pekerjaan
pengerolan dapat tertata dan teratur dengan baik.
1. Parameter yang berpengaruh pada proses pengerolan pelat adalah diameter rol,
tegangan alir material (ketahanan logam yang dirol terhadap deformasi), gesekan antara rol
dengan benda kerja, dan ada tidaknya front tension dan back tension.
2. Harga kekerasan tembaga setelah mengalami cold rolling berbeda dengan
sebelumnya. Harga kekerasan tersebut bertambah seiring dengan bertambahnya persen reduksi
dari ketebalan awal pelat.
3. Persamaan tegangan alir dari tembaga yang didapat dari praktikum ini adalah
σ =105,75 MPa x ε0,64
4. Harga K dan n yang didapat dari praktikum adalah 105,75 MPa dan 0,64 sedangkan
harga K dan n dari literature adalah 320 Mpa dan 0,54.
4.2 Saran
Dari uraian yang telah kami sampaikan, bisa kita lihat banyak sekali jenis dan kegunaan dari
proses pengerolan ini yang bisa kita temui di dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, tidak ada
salahnya kalau kita mempelajari lebih dalam lagi tentang proses pengerolan ini, disamping
menambah ilmu pengetahuan kita,semoga juga akan bermanfaat di dalam kehidupan kita
Semoga apa yang dipelajari dari teknik Tekuk Pengrolan atau Rolling pada makalah ini dapat
dipergunakan sebaik-baiknya.
SOAL-SOAL
5.1 Soal Objektif
1. Teknik pengolahan logam dengan cara melewatkan logam kedalam dua buah batang
besi perkakas berbentuk silinder saling berhadapan yang berputar berlawanan arah
a. Bending
b. Pengerolan
c. Deep Drawing
d. Blank
2. Proses untuk mendapatkan plat yang lebih tipis adalah proses dari…….
a. Hot rolling
b. Thread rolling
c. Ring rolling
d. Cold rolling
3. Titik dimana kecepatan nol sasma dengan kecepatan plat merupakan titik…….
a. Titik pusat
b. Titik sumbu
c. Titik netral
d. Titik singgung
a. Hot rolling
b. Thread rolling
c. Ring rolling
d. Cold rollin
2. Rol ini menggunakan dua rol dengan diameter lebih kecil yang bersentuhan langsung
dengan benda kerja dan dua rol pendukung untuk menahan rol yang berdiameter
lebih kecil. Biasa digunakan untuk lembaran yang lebar. Pernyataan tersebut
menyatakan bahwa penggunaannya menggunakan mesin……….
a. Kluster
b. Rol tingkat empat
c. Tandem
d. Rol tingkat tiga
Soal Objektif
1. B
2. D
3. C
4. C
5. B
Soal Essay
1. Pengerolan adalah peroses deformasi plastis dimana ketebalan bahan dikurangi
dengan menekan bahan tersebut menggunakan dua besi berbentuk silinder yang saling
berhadapan dan berputar berlawanan arah
2. Pipa,Metal sheet, plate, rod, bar, profil, rail, sheet, strip, foi dan lain sebagainnya
3. a. Diameter rol
b. Tegangan alir material ( ketahanan logam yang dirol terhadap deformasi )
c. Gerakan antara roll dengan benda kerja
d. Ada tidaknya front tension dan back tension pada plat yang diroll.
4. Proses cold rolling dilakukan untuk mendapatkan pelat yang lebih tipis di bandingkan
dengan proses hot rolling. Proses ini ditujukan untuk mencapai ketebalan akhir yang
benar dan sesuai dengan keinginan ( presisi ). Pada proses ini plat mengalami strain
herdening sehingga pada prosesnya kadang dibutuhkan proses annealing untuk
mengurangi kegetasannya.
5. Tahap-tahapan dalam proses perolingan. Tahap Pertama dilakukan pada suhu yang
tinggi atau disebut hot rolling. Hot rolling dilakukan untuk mengurangi dimensi
bahan baku (ingot) secara besar-besaran. Setelah hot rolling selanjutnya dilakukan
cold rolling, yaitu pengerolan pada suhu ruang. Pada cold rolling pengurangan
dimensi tidak dilakukan secara besar-besaran karena proses ini memerlukan tenaga
yang sangat besar. Cold rolling dilaksanakan sebagai finishing untuk mencapai
dimensi yang sesuai, memperhalus permukaan benda kerja, dan meningkatkan sifat
mekanis benda kerja.
Pada proses manufaktur modern, rolling biasanya diawali dengan proses pengecoran
kontinu. Kombinasi antara pengecoran kontinu dan rolling bisa meningkatkan
produktivitas. Di samping itu, kombinasi ini juga dapat mengurangi ongkos produksi
REFERENSI
Prinsip Pengerollan
Rolling dilakukan dalam dua tahap. Pertama dilakukan pada suhu yang tinggi atau
disebut hot rolling. Hot rolling dilakukan untuk mengurangi dimensi bahan baku (ingot) secara
besar-besaran. Setelah hot rolling selanjutnya dilakukan cold rolling, yaitu pengerolan pada suhu
ruang. Pada cold rolling pengurangan dimensi tidak dilakukan secara besar-besaran karena
proses ini memerlukan tenaga yang sangat besar. Cold rolling dilaksanakan sebagai finishing
untuk mencapai dimensi yang sesuai, memperhalus permukaan benda kerja, dan meningkatkan
sifat mekanis benda kerja.
Pada proses manufaktur modern, rolling biasanya diawali dengan proses pengecoran kontinu.
Kombinasi antara pengecoran kontinu dan rolling bisa meningkatkan produktivitas. Di samping
itu, kombinasi ini juga dapat mengurangi ongkos produksi
Kelemahan:
a. Ukuran panjang batangan terbatas
b. Pada setiap pembalikan siklus pembalikan gaya kelembaman arus diatasi.
Kelemahan:
a. Diperlukan adanya mekanisme elevasi
b. Terdapat sedikit kesulitan dalam mengatasi kecepatan rol
3. Mesin roll tingkat empat
Rol ini menggunakan dua rol dengan diameter lebiuh kecil yang bersentuhan langsung dengan
benda kerja dan dua rol pendukung untuk menahan rol yang berdiameter lebih kecil. Biasa
digunakan untuk lembaran yang lebar.
4. Mesin roll kluster
Menggunakan empat rol pendukung dengan dua rol yang langsung berhubungan langsung
dengan benda kerja dimana diameternya lebih kecil dibandingkan mesin rol tingkat empat.
Penggunaanya sama dengan mesin ol tingkat empat.
5. Mesin roll tandem
Rol ini menggunakan beberapa pasang rol, sehingga dapat dioperasikan secara kontinu
sampai dicapai ketebalan produk yang diinginkan
http://widimaterial.blogspot.com/2015/03/laporan-praktikum-material-teknik.html
https://kpssteel.com/blog/mengenal-teknik-rolling-dalam-industri-baja/
https://ardra.biz/sain-teknologi/metalurgi/pembentukan-logam-metal-forming/produk-hasil-hot-
rolling-cold-rolling-cold-rolled-forming/
https://vdocuments.net/download/makalah-rolling-mpb-pak-qomarul-revisi
https://locate336627434.wordpress.com/2017/11/26/makalah-rolling/
Dll…