0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
263 tayangan5 halaman

Analisis Hardgrove Grindability Index Batubara

1. Hardgrove Grindability Index (HGI) merupakan salah satu sifat fisik batubara yang menunjukkan kemudahan batubara untuk dihaluskan hingga ukuran 75 mikron. 2. Nilai HGI batubara ditentukan oleh kandungan organiknya seperti jenis maceral. Semakin tinggi peringkat batubara, semakin rendah nilai HGI-nya, kecuali untuk bituminous yang memiliki sifat pembakaran. 3. Data percoba

Diunggah oleh

Muhammad Tareq Adha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
263 tayangan5 halaman

Analisis Hardgrove Grindability Index Batubara

1. Hardgrove Grindability Index (HGI) merupakan salah satu sifat fisik batubara yang menunjukkan kemudahan batubara untuk dihaluskan hingga ukuran 75 mikron. 2. Nilai HGI batubara ditentukan oleh kandungan organiknya seperti jenis maceral. Semakin tinggi peringkat batubara, semakin rendah nilai HGI-nya, kecuali untuk bituminous yang memiliki sifat pembakaran. 3. Data percoba

Diunggah oleh

Muhammad Tareq Adha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGOLAHAN BAHAN GALIAN

METODE HARDGROVE GRINDABILITY


INDEX (HGI)

Oleh:
Dewi Suryani
NIM. 18137009

Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang


No. 0822-8460-1734. E-mail : dewisuryani011@gmail.com

ABSTRAK

Preparasi sampel batubara adalah mempersiapkan cuplikan sampel yang mewakili seluruh sampel asal
untukl keperluan analisis. Sampel batubara yang akan dipreparasi ini berasal dari gross sampel yang
telah disampling dengan jumlah tertentu sesuai untuk keperluan analisis. Preparasi sampel mencakup
beberapa pengerjaan yang terdiri dari pengeringan, pengecilan ukuran butir, pengadukan sampel dan
pembagian sampel. Pengeringan sampel dilakukan untuk mendapatkan kondisi tertentu sehingga dapat
dilakukan penggerusan dan pembagian sampel tanpa kehilangan berat dan terkotori. Pengecilan ukuran
butir dilakukan dengan cara pemecahan dan penggerusan bongkahan batubara sampai ukuran tertentu
yang menjamin tidak akan merubah kualitas batubara tersebut. Hardgrove Grindability Index (HGI),
adalah salah satu sifat fisik dari batubara yang menyatakan kemudahan batubara untuk di pulverise
sampai ukuran 200 mesh atau 75 micron. HGI dapat dijadikan pembanding untuk batubara yang satu
dengan lainnya mengenai kemudahannya untuk dimilling. Nilai HGI dari suatu batubara, ditentukan
oleh organik batubara seperti jenis maceral dan lain-lain. Praktikum ini bertujuan untuk menganalisis
kualitas dari batubara.
Kata Kunci : Pengolahan, Batubara, Hardgrove Grindability Index

A. Tinjauan Pustaka pengecilan ukuran butir, pengadukan sampel dan


Batubara merupakan mineral bahan pembagian sampel. Pengeringan sampel
bakar yang terbentuk sebagai suatu cebakan dilakukan untuk mendapatkan kondisi tertentu
sedimenter yang berasal dari penimbunan dan sehingga dapat dilakukan penggerusan dan
pengendapan hancuran bahan berselulosa yang pembagian sampel tanpa kehilangan berat dan
bersal dari tumbuh-tumbuhan. Bahan ini terkotori. Pengecilan ukuran butir dilakukan
terpadatkan dan berubah karena adanya proses dengan cara pemecahan dan penggerusan
tekanan dan panas. Bentuk awal dari hasil bongkahan batubara sampai ukuran tertentu yang
penimbunan dan pemadatan ini adalah berupa menjamin tidak akan merubah kualitas batubara
gambut yang setelah mengalami tekanan dan tersebut. Pengadukan sampel dilakukan dengan
panas akan berubah berturut-turut peat, lignit, cara mengaduk sampel untuk mendapatkan
sub-bittuminus, bittuminus, dan antrasit sampel yang homogen. Pembagian sampel
tergantung dari besarnya tekanan dan pemanasan dilakukan dengan cara mengurangi berat sampel
yang dialami. Preparasi sampel batubara adalah dengan menggunakan alat pembagi sampel tanpa
mempersiapkan cuplikan sampel yang mewakili merubah ukuran butir sehingga diperoleh sampel
seluruh sampel asal untukl keperluan analisis. yang mewakili seluruh sampel awal. Kualitas
Sampel batubara yang akan dipreparasi ini berasal batubara adalah sifat fisika dan kimia dari
dari gross sampel yang telah disampling dengan batubara yang mempengaruhi potensi
jumlah tertentu sesuai untuk keperluan analisis. kegunaannya. Kualitas batubara ditentukan oleh
Preparasi sampel mencakup beberapa maseral dan mineral matter penyusunnya, serta
pengerjaan yang terdiri dari pengeringan, oleh derajat coalification (rank).Umumnya, untuk
menentukan kualitas batubara dilakukan analisa berikut: HGI = 13 + 6,93W dimana W adalah
kimia pada batubara yang diantaranya berupa berat undersize product (dalam gram) pada
analisis proksimat dan analisis ultimat. Analisis ayakan 75µm. Hubungan antara ketergerusan
proksimat dilakukan untuk menentukan jumlah dengan tingkat pembatubaraan: Nilai maksimum
air (moisture), zat terbang (volatile matter), HGI untuk batubara Jepang, diperoleh pada
karbon padat (fixed carbon), dan kadar abu (ash), batubara dengan kandungan karbon 86% (daf
sedangkan analisis ultimat dilakukan untuk basis). Untuk batubara bituminus luar negeri
menentukan kandungan unsur kimia pada (impor dari luar Jepang), nilai maksimumnya
batubara seperti : karbon, hidrogen, oksigen, didapat pada kandungan karbon sekitar 90%.
nitrogen, sulfur, unsur tambahan dan juga unsur Secara umum, diketahui bahwa caking coal
jarang. merupakan batubara yang paling mudah digerus,
Kualitas batubara ini diperlukan untuk sedangkan brown coal atau lignite merupakan
menentukan apakah batubara tersebut batubara yang paling susah digerus. Tentu saja hal
menguntungkan untuk ditambang selain dilihat ini tergantung pula kepada struktur batubara
dari besarnya cadangan batubara di daerah maupun banyak-sedikit kandungan abunya. HGI
penelitian. Batubara merupakan hasil dari umumnya dinyatakan dalam rentang bilangan
akumulasi tumbuh-tumbuhan pada kondisi antara 30~120. Untuk batubara yang dipakai pada
lingkungan pengendapan tertentu. Akumulasi pembangkit listrik (steam coal), batubara digerus
tersebut telah dikenai pengaruh-pengaruh terlebih dahulu menjadi partikel halus sebelum
synsedimentary dan post-sedimentary. Akibat dimasukkan ke dalam boiler. Bila batubara terlalu
pengaruh-pengaruh tersebut dihasilkanlah keras, yang berarti nilai HGI kecil, maka akan
batubara dengan tingkat (rank) dan kerumitan menurunkan performa dari mesin penggerus
struktur yang bervariasi.Lingkungan (mill). Dengan kata lain, bila nilai HGI semakin
pengendapan batubara dapat mengontrol rendah, maka diperlukan daya yang lebih besar
penyebaran lateral, ketebalan, komposisi, dan bagi mesin penggerus.
kualitas batubara. Untuk pembentukan suatu Ketergerusan batubara merupakan sifat
endapan yag berarti diperlukan suatu susunan fisik yang mencakup sifat-sifat lain seperti
pengendapan dimana terjadi produktifitas organik
kekuatan, kekerasan dan kuat pecah. Nilai
tinggi dan penimbunan secara perlahan-lahan
ketergerusan Hardgrove adalah angka yang
namun terus menerus terjadi dalam kondisi
menunjukan kemudahan batubara untuk digerus.
reduksi tinggi dimana terdapat sirukulasi air yang
cepat sehingga oksigen tidak ada dan zat organik Makin tinggi nilai ketergerusan batubara, makin
dapat terawetkan. mudah batubara itu digerus. Batubara yang paling
Ketergerusan merupakan sifat mudah- mudah digerus adalah bituminus low volatile dan
sulitnya batubara untuk diremuk atau digerus. medium volatile bila dibandingkan dengan
Besar kecilnya nilai ketergerusan ini, dinyatakan batubara bituminus jenis high volatile,
dengan suatu indeks yang disebut Hardgrove subbitiminus dan antrasit. Sifat fisik batubara
Grindability Index atau HGI. Semakin kecil nilai perlu diketahui untuk pegelolaan dan pengolahan.
HGI, berarti semakin sulit penggerusannya; dan Pengelolaan adalah perlakuan batubara dari
begitu pula sebaliknya. Pertama-tama, sampel diambil dari alam sampai jadi bahan/ barang yang
digerus dan diayak hingga ukuran tertentu, yaitu
siap jadi. Pengelolahan adalah prosesyang berada
antara 1190~ 590µm. Setelah itu, 50g sampel
dalam pengelolaan, bagaimana mengolah
dimasukkan ke dalam alat uji ketergerusan
batubara tersebut sampai jadi produk akhir.
Hardgrove bersama dengan 8 buah bola. Setelah
diputar sebanyak 60 kali, lalu diayak dengan Batubara yang mengandung sedikit volatile ( abu
ayakan 75µm (200 mesh). Undersize product terbang ) adalah batubara yang mudah digerus.
(hasil lolos ayakan) yang diperoleh lalu
ditimbang, dan disubstitusikan ke persamaan
1. Pengertian,,Hardgrove Grindability Index diambil harga rata-ratanya melainkan harus
(HGI) dilihat harga minimum dan maksimum, seperti
HGI merupakan salah satu sifat fisik pada harga hardgrove index dan titik leleh abu.
dari batubara yang menyatakan kemudahan Hardgrove Grindability Index merupakan
batubara untuk dipulverise sampai ukuran 200 petunjuk mengenai mudah
mesh atau 75 micron. sukarnya,,,batubara,,,untuk,,,digerus.
2. Sifat – Sifat HGI
Nilai HGI dari suatu batubara, B. Data Percobaan
ditentukan oleh organik batubara seperti jenis Tabel 1. Data Percobaan
maceral dan lain-lain. Fraksi Berat Berat Ayakan +
Secara umum semakin tinggi peringkat (mesh) Ayakan (gr) Isi (gr)
batubara, maka semakin rendah HGI nya. Namun 60 545,30 747,81
hal ini tidak terjadi pada bituminous yang 170 509,43 940,00
memiliki sifat cooking. Dimana untuk jenis 200 486.44 793,22
batubara ini HGInya tinggi sekali, bahkan bisa pan 491,05 808,24
mencapai lebih dari 100.
Nilai HGI juga dapat dipengaruhi oleh C. Prosedur Kerja Alat
dilusi abu dari penambangan. Secara umum Siapkan sampel batubara yang akan diuji
penambahan abu dilusi dapat menaikan nilai HGI. dengan berat 50 g
3. Karakteristik HGI Lalu haluskan batubara dengan menggunakan
HGI memiliki sejumlah karakteristik mortar
penting, yang pertama kali yaitu tes empiris
dimana ini tidak terkait dengan properti fisik pada Lakukan penyaringan manual menggunakan
ayakan ukuran 60 mesh seberat 50 g
batubara. Tes empiris telah disempurnakan
selama beberapa waktu tetapi masih memiliki lakukan penggerusan sampel yang lolos seberat
reproduktifitas relatif yang rendah dan 50 g pada langkah sebelumnya menggunakan
HGI, selama 5 menit.
pengulangan yang dapat menyebabkan
ambiguitas dalam mengevaluasi kinerja dan sifat
Tahap selanjutnya lakukan pengayakan atau
batubara. penyaringan (sieving) terhadap batubara yang
Perbaikan dalam tes empiris sangat sulit telah digerus menggunakan Sieving Shaker.
karena tidak ada tujuan untuk menjadi suatu
properti fisik yang dikenal. linier dalam kesulitan Kemudian timbang berat saringan kosong dan
untuk menggiling. Bara dengan nilai HGI rendah berat sampel batubara sesuai dengan ukuran
lebih sulit untuk menggiling dan nilai-nilai tinggi yang digunakan untuk praktikum dan catat
ukuran ayakan yang digunakan.
jauh lebih mudah untuk menggiling.
4. Arti Kualitas Batubara dan Pemanfaatan
HGI. Lakukan pengolahan data hasil pratikum
Pada pemanfaatan batubara perlu
Peralatan dan perlengkapan yang
diketahui sifat-sifat yang akan ditunjukan oleh
dugunakan dalam praktikum ini adalah :
batubara tersebut, baik sifat kimiawi, fisik dan
1. Sampel batubara
mekanis. Sifat- sifat ini akan dapat dilihat atau
2. Neraca Analitik
disimpulkan dari data kualitas batubara hasil
3. HGI
analisis dan pengujiannya.
4. Wadah
Dari sejumlah data kualitas yang ada
5. Mortar
daripadanya dapat diambil harga rata-ratanya,
6. Sieving Shaker
misalnya kandungan air, abu dan lain yang
bersifat kimiawi, tetapi ada pula yang tidak dapat
D. Pengolahan Data
Untuk mendapatkan nilai kualitas
batubabra maka digunakan rumus:
y= 0,1497x -1,6662
Dimana nilai y adalah berat isi/sampel
batubara yang lolos dari fraksi 200 mesh atau
sampel yang ada di pan.
Tabel 2. Data asil pengolahan ayakan dalam 5
menit
MESH BERAT BERAT BERAT
AYAKAN AYAKAN + SAMPEL
SAMPEL
60 400.62 401.33 0.71
170 397.04 423.65 26.61
Gambar 1. Sieving Shaker 200 408.92 425.44 16.52
PAN 345.18 349.77 4.59
Berdasarkan tabel tersebut, dapat
dihitung berapa nilai kualitas batubara
y = 0,1497x -1,6662
4,59 = 0,1497x -1,6662
x = 4,59 + 1,6662
0,1497
Gambar 2. Mortar = 41,79
E. Analisa Hasil
Berdasarkan praktikum HGI yang telah
dilakukan yaitu dengan sampel batubara seberat
50 g dan digerus selama 5 menit juga melewati
proses penyaringan selama 10 menit didapatkan
bahwa kualitas dari sampel batubara yang diuji
adalah 41,79 yang berarti kualitas batubara sedang
(subbituminus).
Pada percobaan yang telah dilakukan
Gambar 3. Wadah pada batubara ini adalah menguji sifat fisik
batubara dengan melalui penentuan HGI ( Kadar
Ketergerusan Hardgrove). HGI atau dengan kata
lain Hardgrove Grindability Index mengukur
index kekerasan batubara dengan ring dan ball
mill khusus. Dari HGI ini didapatkan juga
ketergerusan dimana ini merupakan sifat mudah-
sulitnya batubara untuk diremuk atau digerus.
Nilai HGI dari suatu batubara ini ditentukan juga
oleh organic batubara seperti jenis mineral dan
Gambar 4. Neraca lain sebagainya.
Pada percobaan ini menggunkan
batubara berukuran mesh. Dimana dilakukan
proses preparasi sampel terlebih dahulu baru
selanjutnya ke proses HGI. Batubara ini harus
diayak terlebih dahulu menggunakan sieving
machine, hal ini bertujuan untuk menghilangkan
debu-debu yang terkandung dalam batubara yang
akan digunakan. Kadar debu ini juga akan
mempengaruhi tingkat ketergerusan batubara.
Lalu batubara ini dimasukkan kedalam riffle guna
untuk menghomogenkan batubara yang sudah
diayak, hingga terdapat 2 bagian dengan massa
yang akan diambil masing-masing ± 50 gram
F. Kesimpulan
1. Dari percobaan ini dapat diketahui nilai HGI
pada batubara yang diuji ini adalah sebesar
41,79
2. HGI merupakan index kekerasan batubara
dengan ring dan ball mill khusus
3. Semakin tinggi kadar abu yang dimiliki
batubara, maka semakin mudah tergerus
batubara tersebut
4. Makin tinggi nilai HGInya maka termasuk sot
coal, dan semakin tinggi maka peringkat
batubara tersebut semakin rendah
DAFTAR PUSTAKA
Refrizon,dkk. 2012. Jurnal Ilmu Fisika
Indonesia.(Online)
(https://jsimetri.files.wordpress.com/201
2/06/v1-no1-09-arif-37-41.pdf)
Jauhari, M., 2010. Kelebihan Batubara, Jurnal
Alami. Vol.10 (1):14-18
Mahadi. 2008. Potensi Batubara sebagai Bahan
Bakar Alternatif. Jurnal Dinamis. Vol. 2
(3

Anda mungkin juga menyukai