100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan10 halaman

Rencana Diet untuk Diabetes Tipe 2

Dokumen tersebut berisi logbook praktikum dietetika penyakit tidak menular untuk kasus diabetes melitus tipe 2. Dokumen ini mendokumentasikan assessment gizi terhadap pasien wanita berusia 55 tahun dengan diagnosis baru diabetes melitus tipe 2 berdasarkan pemeriksaan di rumah sakit. Assessment mencakup riwayat kesehatan, gizi, antropometri pasien, serta menganalisis asupan zat gizi pasien berdasarkan recall makanan 1x24 jam.

Diunggah oleh

dea anugerah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan10 halaman

Rencana Diet untuk Diabetes Tipe 2

Dokumen tersebut berisi logbook praktikum dietetika penyakit tidak menular untuk kasus diabetes melitus tipe 2. Dokumen ini mendokumentasikan assessment gizi terhadap pasien wanita berusia 55 tahun dengan diagnosis baru diabetes melitus tipe 2 berdasarkan pemeriksaan di rumah sakit. Assessment mencakup riwayat kesehatan, gizi, antropometri pasien, serta menganalisis asupan zat gizi pasien berdasarkan recall makanan 1x24 jam.

Diunggah oleh

dea anugerah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LOGBOOK PRAKTIKUM

DIETETIKA PENYAKIT TIDAK MENULAR

ASUHAN GIZI PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2

PROGRAM STUDI D-3

JURUSAN GIZI

DISUSUN OLEH :

NAMA : Dea Anugerahayati

NIM : P17331117038

KELAS : 3A

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG

2019
TUGAS DIETETIKA PENYAKIT TIDAK MENULAR
(MNT DIABETE MELLITUS TIPE 2)
DOSEN : Ibu Nitta Isdiany, M.Kes
Tanggal :
Nama : Dea Anugerahayati (P17331117038)
Kelas : 3A

STUDI KASUS

Ny. AB datang ke poli gizi membawa surat rujukan untuk pertama kali konseling
ke Ahli Gizi. Surat rujukan tersebut diberikan dari poliklinik Endokrin suatu RS,
karena Ny. AB baru didiagnosa DM Tipe 2. Umur saat ini 55 tahun ; pendidikan S1,
bekerja sebagai guru PNS ; kadar gula darah puasa 180 mg/dl ; Gula darah 2 jam PP
320 mg/dl dan Gula darah sewaktu 382 mg/dl ; Berat badan saat ini 60 kg ; Tinggi
badan 154 cm. Jenis obat yang diberikan metformin. Ny. AB mempunyai 2 orang
anak yang saat ini sedang kuliah (mahasiswa). Suami Ny. AB seorang pensiunan PNS
pemerintah daerah.
Ny. AB merasakan gatal-gatal sekitar leher terutama jika sedang berkeringat. Ia
juga sering kencing di malam hari 4-5 kali, sering merasa haus dan lapar, tetapi badan
terasa lemah dan penglihatan kurang jelas. Ny. AB mengakui sering makan di luar
rumah, seperti makanan siap saji atau mencoba makanan/jajanan baru dengan teman-
temannya.
Kebiasaan makan Ny. AB dengan porsi besar setiap kali makan, 3 kali sehari
untuk makanan utama, snack 2 kali sehari. Konsumsi sayur setiap hari, tetapi buah
hanya 3 kali/minggu. Setiap pagi minum 1 gelas teh manis. Hasil recall 1x24 jam,
diketahui asupan Energi 2050 kkal, Protein 60 gr, Lemak 50 gr, dan Karbohidrat 300
gr. Menurut pengakuannya, orang tua Ny. AB (ibunya) juga menderita DM Tipe 2.
Buat rancangan diet dengan menggunakan 4 langkah PAGT

1. PATOFISIOLOGI PENYAKIT

Dalam patofisiologi DM tipe 2 terdapat beberapa keadaan yang berperan yaitu :


a. Resistensi insulin
b. Disfungsi sel beta pankreas
Diabetes melitus tipe 2 bukan disebabkan oleh kurangnya sekresi insulin, namun
karena sel sel sasaran insulin gagal atau tidak mampu merespon insulin secara normal.
Keadaan ini lazim disebut sebagai “resistensi insulin”. Resistensi insulin banyak
terjadi akibat dari obesitas dan kurang nya aktivitas fisik serta penuaan. Pada
penderita diabetes melitus tipe 2 dapat juga terjadi produksi glukosa hepatik yang
berlebihan namun tidak terjadi pengrusakan sel-sel B langerhans secara autoimun
seperti diabetes melitus tipe 2. Defisiensi fungsi insulin pada penderita diabetes
melitus tipe 2 hanya bersifat relatif dan tidak absolut.
Pada awal perkembangan diabetes melitus tipe 2, sel B menunjukan gangguan
pada sekresi insulin fase pertama, artinya sekresi insulin gagal mengkompensasi
resistensi insulin. Apabila tidak ditangani dengan baik, pada perkembangan
selanjutnya akan terjadi kerusakan sel-sel B pankreas. Kerusakan sel-sel B pankreas
akan terjadi secara progresif seringkali akan menyebabkan defisiensi insulin,sehingga
akhirnya penderita memerlukan insulin eksogen. Pada penderita diabetes melitus tipe
2 memang umumnya ditemukan kedua faktor tersebut, yaitu resistensi insulin dan
defisiensi insulin
2. DOKUMENTASI ASSESSMENT GIZI

Tabel 1. Dokumentasi Assessment Gizi


Assessement Gizi Comparative Standar Interpretasi
(CS)
Domain : Riwayat Klien “Client
History” (CH)
Class : Riwayat Personal (1)
Sub-Class : Data Personal (1.1)
 Umur : 55 tahun Kriteria usia menurut WHO, 2017 : Umur pasien masuk ke
 0-17 tahun : anak-anak dibawah umur dalam kategori pemuda
 18-65 tahun : pemuda
 66-79 tahun : setengah baya
 80-99 tahun : orang tua
 100 tahun ke atas : orang tua berusia panjang
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Pendidikan : Pendidikan S1
 Peran dalam keluarga :
Sebagai seorang Ibu dengan 2
orang anak yang saat ini
sedang kuliah (mahasiswa)
Class : Riwayat Medis/Kesehatan
Pasien/Klien/Keluarga (2)
Sub-Class : Riwayat Medis/Kesehatan
Terkait Gizi Dari Pasien/Klien atau
Keluarga (2.1)
 Keluhan pasien/klien terkait
gizi : Ny. AB merasakan gatal-
gatal sekitar leher terutama
jika sedang berkeringat
 Keluhan pasien/klien terkait
gizi : Ny. AB juga sering
kencing di malam hari 4-5
kali, sering merasa haus dan
lapar, tetapi badannya terasa
lemah dan penglihatan kurang
jelas
 Keluhan pasien/klien terkait
gizi : Ibunya Ny. AB juga
menderita DM Tipe 2
 Keluhan pasien/klien terkait
gizi : Ny. AB baru didiagnosa
DM Tipe 2 dari poliklinik
Endokrin suatu RS
Class : Riwayat Sosial (3)
Sub-Class : Riwayat Sosial (3.1)
 Pekerjaan : Bekerja sebagai
guru PNS
Domain : Riwayat Terkait Gizi dan
Makanan “Food History” (FH)
Class : Asupan Energi (1.1)
Sub-Class : Asupan Energi (1.1.1)
 Asupan Energi Total : Hasil Berdasarkan hasil perhitungan untuk menentukan Asupan energi pasien lebih
recall 1x24 jam diketahui kebutuhan Energi dengan menggunakan Estimasi (148%)
asupan Energinya yaitu 2050 Energi (Cara 1) :
kkal BBI = (154 – 100) – (10% x (154 – 100)
= 54 – 5,4
= 48,6 kg
E = 30 x 48,6
= 1458 kkal
Koreksi Umur dikurangi 5% :
= 1458 – (1458 x 5%)
= 1458 – 72,9 = 1385,1 kkal
(Menurut Konsesus Perkeni, 2015)
Class : Asupan Makanan dan
Minuman (1.2)
Sub-Class : Asupan Cairan Minuman
(1.2.1)
 Jumlah cairan melalui oral : PGS, 2014 : Kebiasaan pasien minum
Ny. AB setiap pagi minum 1 Biasakan minum air putih yang cukup dan aman : 8 air putih sangat jarang
gelas teh manis gelas/ hari (± 2 liter/hari)
Class : Asupan Makanan dan
Minuman (1.2)
Sub-Class : Asupan Makanan (1.2.2)
 Pola makan utama : Ny. AB PUGS (Depkes RI, 2014) Kebiasaan makan utama
makan 3x sehari makanan Makanan utama 3x sehari pasien sudah sesuai dengan
utama yang dianjurkan
 Pola makan snack : 2x snack Pola makan menurut WHO : Pola makan pasien sudah
Pola makan 3x makan utama dan 2x snack sesuai dengan yang di
anjurkan
 Jenis makanan : Konsumsi
sayur setiap hari, tetapi buah
hanya 3 kali/minggu
 Jenis makanan : Ny. AB
mengakui sering makan di luar
rumah, seperti makanan siap
saji atau mencoba
makanan/jajanan baru dengan
teman-temannya
Class : Asupan Zat Gizi Mikro (1.5)
Sub-Class : Asupan Lemak (1.5.1)
 Lemak total : Hasil recall 1x24 Perhitungan kebutuhan lemak : Asupan lemak pasien lebih
jam asupan lemak yaitu 50 gr Lemak = (25% x 1385,1)/9 = 38,4 gr (130,2%)
Class : Asupan Zat Gizi Mikro (1.5)
Sub-Class : Asupan Protein (1.5.3)
 Protein total : Hasil recall Perhitungan kebutuhan protein : Asupan lemak pasien lebih
1x24 jam asupan protein yaitu Protein = (15% x 1385,1)/4 = 51,9 gr (115,6%)
60 gr
Class : Asupan Zat Gizi Mikro (1.5)
Sub-Class : Asupan Protein (1.5.5)
 Karbohidrat total : Hasil recall Perhitungan kebutuhan karbohidrat : Asupan lemak pasien lebih
1x24 jam asupan karbohidrat Karbohidrat = (60% x 1385,1)/4 = 207,7 gr (144,4%)
yaitu 300 gr
Class : Penggunaan obat-obatan atau
obat alternatif/pelengkap (3)
Sub-Class : Pengobatan (3.1)
 Penggunaan obat yang
diresepkan : Jenis obat yang
diberikan yaitu metformin
Domain : Antropometri (AD)
Class : Komposisi/Pertumbuhan
Tubuh/Riwayat Berat Badan (1.1)
 Tinggi badan : 154 cm
 Berar badan : 60 kg
 IMT : 25,29 kg/m2 Klasifikasi BMI/IMT (Asia Pasific BMI cut off IMT pasien termasuk
points, 2014) : kategori Obese I (25,0 –
Underweight : <18,5 29,9)
Normal : 18,5 – 22,9
Overweight : ≥ 23
At Risk : 23,0 – 24,9
Obese I : 25,0 – 29,9
Obese II : ≥ 30
Domain : Data Biokimia, Tes
Medis, dan Prosedur (BD)
Class : Profil Glukosa/Endokrin (1.5)
 Glukosa, puasa : Kadar gula Kadar Gula Darah Puasa (Perkeni, 2011) : Kadar gula darah puasa
darah puasa 180 mg/dl Normal : < 110 mg/dl pasien di atas normal
DM : 126 mg/dl
IGT : < 126 mg/dl
IFG : < 10 mg/dl
 Glukosa, sewaktu : Kadar gula
darah sewaktu 382 mg/dl
 Kadar gula darah 2 jam PP Kadar Gula Darah 2 jam PP (Perkeni, 2011) : Kadar gula darah 2 jam PP
320 mg/dl Normal : < 140 mg/dl pasien di atas normal
DM : 200 mg/dl
IGT : 200 mg/dl
IFG : < 140 g/dl
3. PENYUSUNAN DIAGNOSIS GIZI

a. Penelusuran Diagnosis Gizi


Tabel 2. Penelusuran Diagnosis Gizi
Signs/symptoms (S) Problem (P) Etiologi (E)
Domain : FH Domain : Domain Intake (NI) Kebiasaan makan pasien memakan
Asupan energi pasien 130% Class : Keseimbangan Energi (NI.1) makanan siap saji dan makanan
Sub-Class : Kelebihan Asupan Energi (NI.1.3) yang manis seperti kue – kue
manis, roti isi manis, dan jus buah
Domain : AD Domain : Domain Klinis (NC) Kurangnya aktifitas fisik pasien
IMT Pasien 30,80 Class : Berat Badan (NC.3) yang hanya bekerja di depan layar
Sub-class : Kelebihan BB/Obesitas (NC.3.3.1) komputer

b. Pernyataan Diagnosis Gizi “PES Statement”

Domain Asupan
 (NI.1.3) Kelebihan Asupan Energi (P) Kebiasaan makan pasien memakan makanan siap saji
dan makanan yang manis seperti kue – kue manis, roti isi manis, dan jus buah (E) ditandai
dengan Asupan energi pasien 130% (S).

Domain Klinis
 (NC.3.3.1) Kelebihan BB/Obesitas (P) berkaitan dengan Kurangnya aktifitas fisik pasien
yang hanya bekerja di depan layar komputer (E) ditandai dengan IMT Pasien 30,80 kg/m2 (S).

4. PERENCANAAN INTERVENSI GIZI


Penyusunan rencana intervensi gizi meliputi :

1) Penyediaan Makanan dan atau Zat Gizi (ND), terdiri dari :


a) Tujuan Diet
 Menurunkan asupan energi pasien hingga mencapai nilai normal
 Menurunkan berat badan pasien menjadi normal
b) Rekomendasi Diet
 Jenis diet yang diberikan yaitu Diet Energi Rendah
 Kebutuhan energi 15 – 20% dari kebutuhan energi total
 Lemak sedang yaitu 20 – 25% dari kebutuhan energi total
 Karbohidrat sedikit lebih rendah yaitu 55 – 65% dari kebutuhan energi total
 Memberikan makanan padat tinggi kalori
 Cairan cukup yaitu 8 – 10 gelas per hari
 Makanan diberikan dalam porsi kecil tapi sering
 Meningkatkan asupan serat
 Mengurangi makanan yang manis, berlemak, dan gula
 Vitamin dan mineral cukup sesuai dengan kebutuhan
c) Preskripsi Diet
 Kebutuhan Energi
Rumus Harris Benedict
REE = 655,1 + (9,56 x 74) + (1,85 x 155) – (4,68 x 45)
= 1438,69 kkal
TEE = REE x AF
= 1438,69 x 1,5
= 2158,035 kkal
Pengurangan Energi sebesar 500 kkal/hari = 2158,035 – 500
= 1658,035 kkal
 Tetapkan BB Target (Menggunakan BB Ideal)
Rumus Berat Badan Ideal Untuk Wanita
BB Ideal = (TB – 100) – (100% x (TB – 100))
= (155 – 100) – (100% x (155 – 100))
= 55 – 5,5
= 49,5 kg
Karena usia pasien sudah >40 tahun, maka BB ideal tidak perlu dikurangi 10%  55 kg
IMT = (55/2,4)
= 22,9 kg/m2
Selisih BB actual dengan BB target = 74 – 55 = 19 kg
BB kasus akan diturunkan sebanyak 19 kg dengan pengurangan kalori sebesar 500 kkal/hari
diharapkan terjadi penurunan sebesar 0,5 kg/minggu, maka BB target akan tercapai dalam 38
minggu (9,5 bulan).

 Kebutuhan Zat Gizi Makro


 Karbohidrat = (60% x 1658,035)/4 = 248,7 gram
 Protein = (15% x 1658,035)/4 = 62,1 gram
 Lemak = (25% x 1658,035)/9 = 46 gram

 Kebutuhan Zat Gizi Mikro


 Vitamin A = 600 mcg - Besi = 13 mg
 Vitamin C = 90 mg - Seng = 13 mg
 Vitamin D = 15 mg - Selenium = 30 mcg
 Vitamin B6 = 1,3 mg

 Bentuk Makanan : Bentuk makanan biasa


 Frekuensi Makan : 6-8x makan sehari (3x makan utama, 2x atau 3x snack)
 Rute Pemberian Makan : Oral

Tabel. 3 Standar Makanan Sehari

Karbohidra
Penuka Protein Lemak
Bahan Makanan Penukar t Kalori
r
(gram) (gram) (gram)
I Sumber Karbohidrat 3 1/2 140 14 0 612,5
II Sumber Protein Hewani  
  Rendah Lemak 2 0 14 4 100
  Lemak Sedang 2 0 14 10 150
  Tinggi Lemak 0 0 0 0 0
III Sumber Protein Nabati 1 1/2 10,5 7,5 4,5 112,5
IV Sayuran  
  Golongan A 0        
  Golongan B 1 5 1 0 25
  Golongan C 0 0 0 0 0
V Buah 6 72 0 0 300
VI Susu  
  Tanpa Lemak 1 1/2 15 10,5 0 112,5
  Lemak Sedang 0 0 0 0 0
  Tinggi Lemak 0 0 0 0 0
VII Minyak  
  Lemak Tidak Jenuh 5 0 0 25 250
  Lemak Jenuh 0 0 0 0 0
VII
0 0 0 0 0
I Gula
TOTAL 242,5 61 43,5 1662,5
KEBUTUHAN 248,7 62,1 46 1658,035
PRESENTASI 98% 98% 95% 100%

Tabel. 4 Distribusi Makanan Sehari

Maka
Penuka Snack Makan Snack Makan Snack
Bahan Makanan Penukar n
r
Pagi Pagi Siang Sore Malam Malam
I Sumber Karbohidrat 3 1/2 1 1 1/4 1 1/4  
Sumber Protein
 
II Hewani
  Rendah Lemak 2 1 1  
  Lemak Sedang 2 1 1  
  Tinggi Lemak 0  
III Sumber Protein Nabati 1 1/2 1 1/2  
IV Sayuran    
  Golongan A 0
  Golongan B 1 1/4 1/4 1/2
  Golongan C 0
V Buah 6 1 1 1 1 2
VI Susu  
  Tanpa Lemak 1 1/2 1/2 1        
  Lemak Sedang 0        
  Tinggi Lemak 0        
VII Minyak    
  Lemak Tidak Jenuh 5 2 3      
  Lemak Jenuh 0      
VII
   
I Gula 0  

2) Edukasi Gizi (E)


 Memberikan penjelasan tentang penyakit obesitas yang alaminya.
 Memberikan informasi kepada pasien tentang makanan yang tepat atau sesuai dengan
penyakit yang di alaminya (Obesitas).

3) Konseling Gizi (C)


 Membuat komitmen dengan pasien
 Memberi informasi terkait jenis diet yang diberikan kepada pasien dan keluarga untuk
mempercepat kesembuhannya
 Memberikan konseling tentang merubah perilaku pola makan pasien menjadi sesuai dengan
gizi seimbang
 Memberitahukan bahan makanan yang tidak boleh di asumsi seperti makanan yang manis dan
berlemak.
 Mengajurkan pasien untuk melakukan aktivitas fisik (olahraga) ringan seperti jalan kaki dan
jogging

4) Koordinasi Asuhan Gizi


 Bekoordinasi dengan dokter atau perawat untuk pemulihan kondisi pasien dan dalam
menangani penyakitnya (Obesitas).

5. PERENCANAAN MONITORING DAN EVALUASI GIZI

Parameter Indikator Evaluasi Pelaksanaan (waktu) Target


Asupan Energi Total Kebutuhan Total asupan pasien Setiap hari dilakukan Asupan menjadi
Asupan Energi berdasarkan recall 130% pengurangan energi 100% terpenuhi
dibandingkan dengan sebanyak 500 kkal
kebutuhan sehari dengan
menggunakan rumus Energi
dengan menggunakan Harris
Benedict :
 REE= 655,1 + (9,56 x 74) +
(1,85 x 155) – (4,68 x 45) =
1438,69 kkal
 TEE = 1438,69 x 1,5 =
2158,035 kkal
 TEE = 2158,035 – 500 =
1658,035 kkal

IMT Berat Badan Membandingakan hasil Melakukan Nilai IMT normal


penimbangan berat badan pasien penimbangan berat
: 74 kg (IMT 30,80) badan 1 minggu sekali
6. DAFTAR PUSTAKA
 http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/download/615/619 Di akses pada
tanggal 23 Juli 2019
 Buku terminologi gizi
 Buku penuntun diet
 Buku penukar
 Buku TKPI
 Nutrisurvey
 Depkes RI

Anda mungkin juga menyukai