LAPORAN KASUS
Congestive Heart Failure dengan Hipertensi
Disusun oleh :
Najla Quratuain (1102013205)
Pembimbing :
dr. Faizal Drissa Hasibuan, Sp.PD-KHOM.
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS YARSI
1 FEBRUARI - 27 FEBRUARI 2021
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. M
Umur : 52 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Alamat : Sunter Jaya
Tanggal dan jam masuk RS : 12-02-2021 jam 13.00 WIB
Tanggal pemeriksaan : 12-02-2021
II. ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis dengan anak pasien
Keluhan Utama :
Sesak nafas semakin memberat sejak 1 hari yang lalu
Keluhan Tambahan :
Sakit kepala sejak 2 jam yang lalu
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien diantar oleh keluarganya ke IGD RSUD pada tanggal 12/02/2021 jam 13.00 WIB
dengan keluhan sesak nafas semakin memberat sejak 1 hari yang lalu sebelum masuk rumah
sakit. Sekitar 1 hari yang lalu, pasien tiba-tiba sesak nafas saat sedang berjalan dari dapur
menuju ruang tengah yang jaraknya 10m. Sebelumnya pasien tidak ada keluhan saat
melakukan yang sama. Sesak nafas juga muncul saat pasien berbaring sehingga harus
menggunakan 3 bantal saat tidur. Pada malam hari, pasien sering terbangun tiba-tiba karena
sesak nafas. Sesak tidak dipengaruhi oleh cuaca, emosi dan debu. Bunyi mengi (-). Nyeri
dada (-). Batuk malam hari (-). Mual (-). Muntah (-). Nyeri ulu hati (-). Bengkak pada kaki
(+). Demam (-). BAK dan BAB normal. Pasien belum minum obat untuk menangani
sesaknya. Perdarahan (-).
Pada 2 jam yang lalu, pasien mengeluhkan sakit kepala yang berdeyut setelah makan ikan
asin. Sakit kepala dirasakan dibelakang kepala yang hilang timbul. Pasien mengaku
mempunyai riwayat hipertensi namun tidak rutin minum obat sejak 1 tahun yang lalu.
Pada 1 bulan yang lalu, pasien pertama kali merasakan sesak nafas saat beraktivitas sedang
tetapi hilang saat beristirahat. Sesak nafas tidak timbul pada malam hari Tidak ada BAK pada
malam hari. Tidak ada batuk pada malam hari.
Setiap harinya pasien selalu dirumah dan jarang berolahraga. Pasien juga suka makan-
makanan tinggi garam dan berlemak. Riwayat merokok dan minum alkohol, mengonsumsi
narkotika dan obat-obatan terlarang tidak ada.
Riwayat penyakit dahulu :
Riwayat keluhan yang sama disangkal
Riwayat Hipertensi (+) tidak diobati dari 1 tahun yang lalu
Riwayat DM (-)
Riwayat Asma (-)
Riwayat Alergi (-)
Riwayat TB (-)
Riwayat penyakit jantung (+)
Riwayat penyakit keluarga :
Riwayat DM (-)
Riwayat Hipertensi (-)
Riwayat Asma (-)
Riwayat TB (-)
Riwayat penyakit paru (-)
Riwayat penyakit Jantung (-)
Riwayat keluhan yang sama disangkal
Riwayat pemakain obat :
Pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan
Riwayat pribadi dan sosial :
Makan-makanan tinggi garam & berlemak
Jarang berolahraga
Sudah menikah, tidak bekerja (ibu rumah tangga), suami bekerja sebagai
buruh, biaya pengobatan menggunakan BPJS. Kesan: status ekonomi kurang
Merokok (-),Minum alcohol (-), Narkoba (-)
III. STATUS GENERALIS
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos Mentis
GCS E4M6V5
Tekanan Darah : 170/100 mmHg
Nadi : 114 x / menit, regular, isi dan tegangan cuku takikardi
5. Suhu : 36.1 º C, aksila
Pernafasan : 28x / menit, iregular, pernapasan patologis (+) , takipneu
Gizi
a. BB : 65 Kg
b. TB : 155 cm
c. IMT : 27.1 kg/m2 = Obesitas level I
IV. ASPEK KEJIWAAN
Tingkah Laku : baik
Proses Pikir : koheren
Kecerdasan : baik
V. PEMERIKSAAN FISIK
KULIT
Warna : sawo matang
Pucat : tidak pucat
Jaringan parut : tidak ada
Turgor : baik
KEPALA
Bentuk : Normocephali
Rambut : Warna Hitam, tidak mudah dicabut
MATA
Palpebra : udem -/-, hiperemis-/-
Konjuntiva : pucat -/-
Skelra : ikterik -/-
Lain-lain : pupil bulat, isokor, RCL +/+, RCTL+/+
TELINGA
Bentuk daun telinga : Normal
Liang telinga : meyempit -/-
Serumen : -/-
Hidung dan Sinus Paranasal
Napas cuping hidung : (-)
Nyeri tekan : (-/-)
Sekret : (-/-)
Mulut
Bau pernapasan : tidak ada
Faring : hiperemis (-)
Tonsil : T1/T1, hiperemis (-)
Lidah : atrofi (-), lidah kotor (-)
Uvula : deviasi (-)
Leher
JVP : (5± 3) cm (meningkat)
Trakea : Normal, berada ditengah, deviasi (-)
Kelenjar tiroid : Tidak ada pembesaran
KGB : Tidak ada pembesaran KGB
PARU- PARU
Inspeksi : simetris saat statis dan dinamis kanan dan kiri, retraksi otot nafas (-)
Palpasi : fremitus vocal simetris pada kedua lapang paru
Perkusi : sonor pada seluruh hemitoraks dextra, redup pada seluruh hemitoraks
sinistra
Auskultasi
Suara nafas utama : vesikuler +/+
Suara nafas tambahan : ronkhi halus basal paru +/+ wheezing -/-
JANTUNG
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba pada ICS V linea midclavicula
Perkusi
Batas jantung kanan: ICS V Linea Parasternalis dextra
Batas jantung kiri: ICS 1-2 cm lateral linea midclavicula sinistra
Batas pinggang jantung: ICS II Linea Parasternalis sinistra
Auskultasi :
M : M1>M2, reguler, BJ III gallop (+)
T : T1>T2, normal
P : P2>P1, reguler
A : A2>A1, reguler
A2>P2
ABDOMEN
Inspeksi : normal, simetris, jaringan parut (-), striae(-)
Palpasi : supel, nyeri tekan(-), massa (-), splenomegali (-), hepatomegali (-)
Perkusi : timpani pada seluruh kuadran, shiffting dullness (-)
Auskultasi : bising usus (+), 5x/menit, normal
Ekstermitas
Ektremitas superior : akral hangat, sianosis (-), edema (-), CRT<2 detik
Ekstermitas inferior : akral hangat, sianosis (-), edema (+) pitting edema, CRT<2 detik
ATAS BAWAH
Motorik 5555/5555 5555/5555
Sensorik
Raba +/+ +/+
Nyeri +/+ +/+
Reflek
fisiologis
Bicep +/+
Tricep +/+
Patella +/+
Achilles +/+
Refleks Patologi
Hoffman -/-
Tromner -/-
Babinski -/-
Pulsasi
A. Radialis +/+
A. Dorsalis pedis +/+
Genitalia
Tidak dilakukan pemeriksaan
Anorektal
Tidak dilakukan pemeriksaan
VI. PEMERIKSAAN PENUNJANG
DARAH LENGKAP
HEMATOLOGI Hasil Nilai Normal
LENGKAP
Hemoglobin 13,0 g/dL 12-16 g/dL
Hematokrit 41,2 % 36-48 %
Eritrosit 4,42 juta/ uL 4 – 5,5 juta/uL
MCV/VER 85 fl 80 – 100 fl
MCH/HER 29 pg 26-34 pg
MCHC/KHER 33 g/dL 32-36 g/dL
Leukosit 9.500 / uL 5000-10000/uL
Trombosit 250 ribu/uL 150.000 – 400.000/uL
CRP 0,1 mg/dL < 0,5mg/dL
TES KIMIA DARAH
Parameter Hasil Nilai Normal
Urea 23 mg/dL 13-43 mg/dl
Kreatinin 0,8 ng/mL 0,6-1,2 ng/mL
Natrium 149 mEq/L 136-146 mEq/L
Klorida 106 mEq/L 102-109 mEq/L
Kalium 4,5 mEq/L 3,5 – 5 mEq/L
SATURASI OKSIGEN
SaO2 88 % 95 – 100 %
FOTO THORAX PA
Corakan vascular meningkat dengan cephalisasi (+)
Kedua diafragma licin, tak mendatar
CTR > 50%
Tulang yang tervisualisasi intak
Kesan:
Cardiomegali ventrikel kiri
Edema pulmonum
EKG
Deskripsi :
Irama sinus, regular.
Frekuensi (Laju QRS) 114 kali/menit
Axis: normoaxis
Gelombang P: Durasi: 0.06 detik (N <0,12 detik)
PR interval: 0,12 detik (N 0,12-0,20 detik).
Gelombang QRS: 0,06 detik (N <0,12 detik).
ST segmen: depresi
Inversi dalam dari gelombang T di Lead V5, V6, I dan aVL
Gelombang S V1/V2 + Gelombang R V5/V6 > 35 mV
Kesimpulan : Takikardi, Hipertrofi pada ventrikel kiri
VII. RESUME
Pasien perempuan datang ke rumah sakit dengann keluhan dyspneu sejak 1 hari yang
lalu. Orthopneu (+), paroksismal nocturnal dyspnea (+) , toleransi aktivitas yang
berkurang (+) , cepat lelah (+), bengkak dipergelangan kaki (+).
Pasien juga mengeluhkan cephalgia setelah makan ikan asin dan dirasakan hilang
timbul. Bunyi mengi (-). Nyeri dada (-). Batuk malam hari (-). Mual (-). Muntah (-).
Nyeri ulu hati (-). Demam (-). BAK dan BAB normal.
Pada pemeriksaan status generalis didapatkan keadaan umum tampak sakit sedang,
kesadaran compos mentis, takikardi, takipneu, palpitasi, obesitas.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan peningkatan JVP (+), gallop (+), edema pulmonal
(+), refluks hepatojugular (-), hepatomegali (-), efusi pleura (-), cardiomegali (+),
bising jantung (-).
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hipernatremia, penurunan saturasi
oksigen. Pada pemeriksaan radiologi kesan cardiomegali (+) ventrikel kiri, edema
pulmonum (+). Pada pemeriksaan ekg terdapat takikardi (+), hipetrofi pada ventrikel
kiri.
VIII. PERMASALAHAN
1. Sesak Nafas
Assesment : Congestive Heart Failure (CHF)
Plan diagnosa : saturasi oksigen, darah rutin, kima darah, ekg, rontgen toraks
Plan terapi : Terapi Oksigen
Plan monitoring : saturasi oksigen
Plan edukasi : bed rest
2. Hipertrofi pada ventrikel kiri
Assesment : gagal jantung
Plan diagnosa : ekg, ekokardiografi
Plan terapi : ACE inhibitor, beta blocker
Plan monitoring : ekg, ekokardiografi
Plan edukasi : kepatuhan berobat, restriksi garam, asupan cairan, perubahan gaya
hidup
3. Berat badan berlebih
Assesment : obesitas
Plan diagnosa : pengukuran BB dan TB
Plan terapi : asupan gizi yang sesuai
Plan monitoring : pengukuran berat badan secara rutin
Plan edukasi : edukasi perbaikan asupan gizi yang sesuai dan olahraga rutin
4. Edema pulmonum
Assesment : penyakit jantung, hipertensi, infeksi paru
Plan diagnosa : pemeriksaan laboratorium,elektrokardiografi, pemeriksaan radiologi
Plan terapi : Terapi ABC, diuretik, vasodilator
Plan monitoring : pemeriksaan laboratorium, elektrokardiografi, pemeriksaan radiologi
Plan edukasi : menjelaskan ke pasien dan keluarga mengenai keadaan, rencana
tatalaksana dan tujuan terapi
IX. DIAGNOSIS BANDING
Congestive Heart Failure Sinistra dengan hipertensi
Infark miokard
Asma Bronkial
PPOK
Covid-19
X. DIAGNOSIS KERJA
Congestive Heart Failure Sinistra dengan Hipertensi
XI. RENCANA PEMERIKSAAN
Ekokardiografi
Angiografi koroner
XII. PENATALAKSANAAN
Non-farmakologi
Aktivitas
Posisi semi fowler ( setengah duduk 15-45 derajat)
Diet kalori 1500 kkal/hari, makanan lunak terbagi menjadi 4 kali makan porsi
kecil
Protein : 52 gr
Lemak : 37 gr
Karbohidrat : 147 gr
Rendah garam : 3 gr
Terapi suportif :
terapi oksigen 4L/ menit dengan nasal kanul
Pembatasan cairan 1,2 Liter/ hari
Farmakologi
Terapi Sistemik
Diuretik : Furosemide IV Bolus 40 mg
Diuretik: Tablet Hydrochlorothiazide 25 mg 1x1 PO
Lasix Tablet 40mg 2x1 PO
ACE Inhibitor: Tablet Captopril 12,5 mg 3x1 PO
β Blocker: Tablet Bisoprolol 5 mg 1x1 PO
XIII. PROGNOSIS
Ad vitam : dubia Ad bonam
Ad Functionam : dubia Ad Malam
Ad sanactionam : dubia Ad Malam
XIV. EDUKASI
Kepatuhan minum obat
Diet rendah garam
Cara mengatasi bila terjadi perburukan sesak nafas
Kontrol tekanan darah
Rutin olahraga