Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Perkembangan dunia bisnis belakangan ini sangat mendukung perkembangan bagi
para retailer yang berada di pasar, terutama para retailer besar. Meningkatnya tingkat
konsumsi dan hasrat berbelanja masyarakat membuat industri ini semakin dilirik oleh
para pelaku bisnis. Retail adalah suatu penjualan dari sejumlah kecil komoditas kepada
konsumen. Retail berasal dari Bahasa Perancis diambil dari kata retailer yang berarti
“memotong menjadi kecil-kecil” (Risch,1991). Menurut Levy dan Weitz (2001:8)
“Retailing adalah satu rangkaian aktivitas bisnis untuk menambah nilai guna barang dan
jasa yang dijual kepada konsumen untuk konsumsi pribadi atau rumah tangga”. Jadi
konsumen yang menjadi sasaran dari retailing adalah konsumen akhir yang membeli
produk untuk dikonsumsi sendiri.
Perkembangan teknologi yang mutakhir membuat kehidupan dunia usaha mengalami
persaingan yang semakin ketat sehingga suatu perusahaan harus melakukan inovasi
produk dan peningkatan pelayanan demi untuk meningkatan profit perusahaan. Pada
umumnya tujuan perusahaan adalah mempertahankan, mengembangkan usahanya serta
dan mendapatkan keuntungan yang tinggi demi mendukung tujuan jangka panjang
perusahaan. Sama dengan perusahaan retail tentunya sadar bahwa dalam era globalisasi,
pemasaran merupakan kunci dan faktor penting untuk mencapai sukses. Pemasaran
memusatkan perhatian pada konsumen karena dengan tercapainya kebutuhan dan
kepuasan konsumen akan memberikan keuntungan yang layak dalam jangka panjang dan
perusahaan tersebut juga akan semakin dikenal oleh konsumen sebagai perusahaan yang
mampu memberikan kesan baik bagi konsumen. Salah satau retail yang ada di Indonesia
adalaha PT Matahari Dept Store TBK
PT Matahari Department Store Tbk (“Matahari” atau “Perseroan”) memiliki sejarah
yang panjang dalam dunia ritel Indonesia. Memulai perjalanan pada tanggal 24 Oktober
1958 dengan membuka gerai pertamanya berupa toko fashion anak-anak di daerah Pasar
Baru Jakarta, Matahari melangkah maju dengan membuka department store modern
pertama di Indonesia pada tahun 1972. Sejak itu Matahari telah menjadikan dirinya
sebagai merek asli nasional.
Sampai saat ini mengoperasikan 155 gerai yang tersebar di 74 kota di seluruh
Indonesia, dengan luas ruang hampir satu juta meter persegi dan telah mengembangkan
kehadirannya dalam dunia online melalui MatahariStore.com. Dengan perjalanan usaha
yang telah dibangun selama 60 tahun, Matahari senantiasa menyediakan pilihan fashion
dengan trend terkini untuk kategori pakaian dan mode, serta produk-produk kecantikan
dan barang-barang keperluan rumah tangga lainnya yang ditampilkan dalam gerai modern
serta Matahari.com. Matahari sangat bangga atas dukungannya terhadap perekonomian
Indonesia dengan mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan dan berpartner dengan
sekitar 850 pemasok lokal serta pemasok internasional.
Merek-merek eksklusif Matahari telah berulangkali terpilih sebagai merek fashion
terfavorit di Indonesia dan hanya dijual di gerai Matahari dan MatahariStore.com.
Perseroan juga telah berulangkali meraih penghargaan baik nasional maupun
internasional dalam segala aspek bisnisnya, yang menunjukkan reputasi baik Perseroan
sebagai salah satu perusahaan yang dinamis, dan terpercaya. Penghargaan tersebut antara
lain peringkat ke-3 di antara peritel Indonesia dalam Top 500 Retail Asia Pacific (Retail
Asia, Euromonitor, & KPMG); dan Brand Asia 2017 sebagai Top 3 Most Powerful Retail
Brand in Indonesia (Nikkei BP Consulting, Inc).
Salah Satu partner dari Matahari adalaha CV. Bi-ensi Fesyenindo yang berdiri pada
tahun 1996 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri Fashion Reatil yang
menyediakan produk pakaian jadi untuk pria dan wanita dengan segmentasi market
remaja maupun dewasa. Salah satu produk dari CV Bi-ensi adalah brand 3 second

Setiap usaha tidak akan lepas dari peningkatan dan penurunan volume penjualan.
Meski demikian baik menurun ataupun meningkatnya volume penjualan yang dihadapi
harus dapat segera diatasi, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan sesuai harapan.
Volume penjualan yang mengalami penurunan dapat disebabkan oleh selera konsumen
yang terus berubah, harga yang terus naik, dan persaingan usaha yang semakin kompetitif
(Antyadika, 2012). Penurunan volume penjualan dapat disebabkan oleh lokasi/lingkungan
tempat melakukan usaha. Salah satu contoh tentang hubungan lokasi dengan volume
adalah Brand yang lokasinya dekat dengan pintu masuk Retail Matahari akan selalu ramai
dikunjungi pembeli karena letaknya yang strategis, mudah dilihat dan dijangkau.
Begitupula dengan Brand yang lokasi penjualannya berada di belakang atau di dalam
kompleks yang bisa dibilang sepi mereka akan sepi didatangi oleh pembeli. Akan tetapi
keterbatasan lokasi menyebabkan banyak brand yang menempati area yang tidak
diperuntukkan untuk usaha penjualan,. jika dilihat dari volume penjualannya, belum tentu
brand dekat dengan entrance atau pintu masuk lebih tinggi bila dibandingkan dengan
Brand yang menempati lokasi atau tempat berjualan yang berada di area pintu masuk
(Purnama, 2011).

Pemilihan lokasi usaha adalah hal utama yang perlu dipertimbangkan. Lokasi
strategis menjadi salah satu faktor penting dan sangat menentukan keberhasilan suatu
usaha. Menurut Heizer & Render (2015) lokasi adalah pendorong biaya dan pendapatan,
maka lokasi seringkali memiliki kekuasanaan untuk membuat strategi bisnis perusahaan.
Lokasi yang strategis bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dari lokasi baru
perusahaan. Menurut Kotler (2008) Salah satu kunci menuju sukses adalah lokasi, lokasi
dimulai dengan memilih komunitas. Keputusan ini sangat bergantung pada potensi
pertumbuhan ekonomis dan stabilitas, persaingan, iklim politik, dan sebagainya. Banyak
hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi, sebagai salah satu faktor
mendasar, yang sangat berpengaruh pada penghasilan dan biaya, baik biaya tetap maupun
biaya variabel. Lokasi usaha juga akan berhubungan dengan masalah efisiensi
transportasi, sifat bahan baku atau sifat produknya, dan kemudahannya mencapai
konsumen. Lokasi juga berpengaruh terhadap kenyamanan pembeli dan pemilik usaha.
Lokasi yang “strategis” dimana akan ada banyak calon pembeli, dalam artian lokasi
ini mudah dijangkau, gampang dilihat konsumen, dan lokasi yang banyak dilalui atau
dihuni target konsumen yang berpotensi membeli produk atau jasa yang dijual. Penentuan
lokasi yang sesuai dan tepat akan berdampak kepada keberhasilan suatu toko
Menurut Kotler dan Amstrong (2012) harga dapat didefenisikan secara sempit sebagai
jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa. Atau dapat didefenisikan
secara luas harga sebagai jumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk keuntungan
memiliki dan menggunakan produk atau jasa yang memungkinkan perusahaan
mendapatkan laba yang wajar dengan cara dibayar untuk nilai pelanggan yang
diciptakannya. Buchari Alma (2011) mendefinisikan bahwa : “Harga sebagai nilai suatu
barang yang dinyatakan dengan uang”. Harga memiliki dua peranan utama dalam proses
pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi.
Menurut Basu Swasta (2005) berpendapat bahwa volume penjualan merupakan
penjualan bersih dari laporan laba perusahaan. Penjualan bersih diperoleh melalui hasil
penjualan seluruh produk (produk lini) selama jangka waktu tertentu dan hasil penjualan
yang dicapai dari market share (pangsa pasar) yang merupakan penjualan potensial yang
dapat terdiri dari kelompok pembeli selama jangka waktu tertentu.
Latar belakang seperti yang telah disebutkan diatas menjadi dasar dari penelitian yang
akan dilakukan oleh peneliti dengan judul : “Pengaruh Lokasi Usaha dan Harga
terhadap Volume Penjualan Produk Brand 3 Second di Matahari Departemen Store
Sukabumi”

1.2. Perumusan Masalah


1. Apakah faktor harga jual dan perbedaan lokasi penjualan berpengaruh signifikan
terhadap volume penjualan Brand 3 Second ?
2. Seberapa besar kontribusi harga jual dan perbedaan lokasi penjualan terhadap volume
penjualan Brand 3 Second ?
3. Bagaimana Penetuan lokasi dan harga disetiap Brand sangat berpengaruh terhadap
penjualan ?
1.3. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui adakah pengaruh harga jual dan perbedaan lokasi penjualan
terhadap volume penjualan di Brand 3 Second
2. Untuk mengetahui berapa besar kontribusi harga jual dan perbedaan lokasi penjualan
terhadap volume penjualan Brand 3 Second
3. Untuk mengetahui penetuan lokasi dan harga disetiap Brand sangat berpengaruh
terhadap penjualan
1.4. Manfaat Penelitian
1. Sebagai sumber pengetahuan dan informasi peneliti

2. Sebagai bahan informasi bagi SPG/SPB Brand 3 Second dalam memasarkan


produknya.

3. Sebagai bahan masukan kepada peneliti selanjutnya dan merupakan bahan rujukan
bagi Matahari Departemen Store dalam mengambil kebijakan yang berhubungan
dengan penetapan Harga dan Lokasi brand

1.5. Kerangka Pemikiran

Di maksudkan untuk menjelaskan dan menggambarkan paradigma pemikiran peneliti


atas masalah yang ada. Dengan menggunakan 3 variabel yang ada atau dua variabel yang
di sebut Independen (Pengaruh harga dan Lokasi ) dan dependen ( Volume Penjualan ).
Penentuan harga dan lokasi sangat penting dalam penentuan usaha, karana menerapakan
indikator keberhasilan dari suatu usaha. Lokasi sangat berpengaruh pada volume
konsumen semakin sering terlihat maka akan semakin sering konsumen datang.
Penentuan harga yang menjadi informasi kedua menjadikan salah satu faktor yang sangat
berpengaruh mulai dari penyampaian harga dan penampilan, bila informasi harga yang
kurang di mengerti maka akan membuat konsumen bingung dan itu akan menurunkan
minat konsumen dalam berbelanja, bisa dikatakan lokasi dan harga dalam menentukan
volume penjualan akan sangat berpengaruh . keterkaitan tersebut kami gambarkan seperti
di bawah ini

Lokasi

Volume
Penjualan

Harga

Gambar 1. Kerangka Pemikiran


Paradigma Penelitian

Penentuan Lokasi

1. Lokasi Good
2. Lokasi Primer
3. Loaksi Gold
4. Lokasi
Volume Penjualan
Kompetitor
5. Lokasi Promo 1.Menaikan Omset
Penjualan dalam
Value

2. Menaikan
Penjualan dalam
PCS

3. Menaikan
keuntungan dan
Penentuan Harga ketertarikan
Costumer
1. Visual Harga
2. Keterjangkaun
harga
3. Diskon
4. Daya saing
Gambar 2. Paradigma Penelitian

1.6. Hipotesis Penelitian

Dalam penelitian ini hipotesis nya adalah

1. Penentuan lokasi dan harga sangat berpengaruh terhadap Volume penjualan pada
brand 3 Second
2. Penentuan lokasi tempat brand tersebut sangat berpengaruh pada volume penjualan
karena lokasi yang strategis sangat dapat menguntungkan dalam segi pendapatan
secara maksimal. Dan lokasi juga dapat menentukan sebarapa besar kenyaman
pelanggan dan kemudahan pelanggan dalam berbelanja
3. Penentuan harga berpengaruh terhadap volume panjualan brand 3 second
METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan penjelasan secara teknis mengenai metode-metode


yang digunakan dalam suatu penelitian (Nazir, 2003:2). Definisi lainnya menurut
Koentjaraningrat metode penelitian merupakan cara kerja untuk dapat memahami objek
yang menjadi sasaran ilmu pengetahuan. (Koentjaraningrat, 1986,hal.122)
Metode penelitian adalah bagian yang penting dalam proses penelitian karena
menjelaskan mengenai cara peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Selain itu,
metode penelitian juga memiliki pengertian keseluruhan proses berpikir yang bermula dari
menemukan permasalahan, kemudian peneliti menjabarkannya dalam suatu kerangka
tertentu, serta mengumpulkan data bagi pengujian empiris untuk mendapatkan penjelasan
dalam penarikan kesimpulan atas gejala sosial yang diteliti. Metode penelitian membahas
mengenai penjelasan secara teknis dari suatu penelitian yang mencakup pendekatan
penelitian, jenis penelitian, teknis analisis data, informan, proses penelitian, site penelitian,
serta batasan masalah penelitian.
Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.
Penelitian kualitatif didefinisikan sebagai sebuah proses penyelidikan untuk memahami
masalah sosial atau masalah manusia, berdasarkan pada penciptaan gambaran holistik
lengkap yang dibentuk dengan kata-kata, melaporkan pandangan informan secara terperinci
dan disusun dalam sebuah latar ilmiah. Hal ini seperti dijelaskan oleh Creswell
“ an aquiry process of understanding a social or human problem, based on building a
complex, holistic picture, formed with word, reporting detailed views of informant and
conducted in a natural setting”.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk memahami
(understanding) fenomena sosial yang ada. Oleh karena itu, peneliti menggunakan
pendekatan kualitatif untuk menemukan suatu pemahaman
Berdasarkan Teknik Pengumpulan Data
1. OBSERVASI
1. Menurut Pauline Young, observasi adalah suatu studi yang dilakukan dengan
sengaja/terencana dan sistematis melalui penglihatan/pengamatan terhadap gejala-
gejala spontan yang terjadi saat itu. Jakoda mendefinisikan observasi secara lebih
luas namun lebih kabur, yaitu bahwa observasi adalah suatu cara yang paling dasar
untuk mendapatkan informasi mengenai gejala-gejala sosial melalui proses
pengamatan. Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang
dilakukan. Melalui observasi penganalisis dapat memperoleh pandangan-pandangan
mengenai apa yang sebenarnya dilakukan, melihat langsung keterkaitan diantara para
pembuat keputusan di dalam organisasi, memahami pengaruh latar belakang fisik
terhadap para pembuat keputusan, menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh
pembuat keputusan lewat tata letak kantor, serta memahami pengaruh para pembuat
keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya.
Fungsi Observasi
1. Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang bersifat eksploratif.
Bila kita belum mengetahui sama sekali permasalahan, biasanya penelitian-penelitian
pertama
dilakukan melalui pengamatan di tempat-tempat gejala terjadi.
2. Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang sifatnya sudah lebih mendalam.
Dalam hal ini,
biasanya observasi dijadikan sebagai metode pembantu untuk menunjang wawancara
sebagai metode
utama. Observasi akan membantu untuk mengontrol/memeriksa di lapangan,
seberapa jauh hasil
wawancara tersebut sesuai dengan fakta yang ada.
3. Sebagai metode utama dalam penelitian. Penelitian-penelitian yang menyangkut
tingkah laku bayi
2. Studi Kepustakaan (Library Research)
Dalam penelitian ini studi kepustakaan dilakukan peneliti dengan mengumpulkan
data dan menelaah berbagai macam sumber informasi mulai dari buku, jurnal, media
massa, penelitian terdahulu, Menelusuri literatur yang ada serta menelaahnya secara
tekun merupakan kerja kepustakaan yang sangat diperlukan dalam mengerjakan
penelitian (Nazir, 1985, hal. 111). Studi kepustakaan merupakan hal yang sangat
penting karena tidak ada suatu penelitian ilmiah yang tidak melibatkan kajian
kepustakaan oleh penelitinya. Karena sumber utama data adalah kualitas penelitian
kepustakaan maka ini juga sangat tergantung pada kualitas dokumen-dokumen yang
dikaji. Semakin otentik dokumen semakin bagus data. Semakin up to date, semakin
bagus hasil penelitian dan seterusnya (Irawan, 2000, hal. 65).
3. Studi Lapangan (Field Research)
Dalam studi lapangan, instrumen yang digunakan juga hanya berisi tentang pedoman
wawancara yang nantinya dapat berkembang sesuai dengan kondisi yang ada di
lapangan (Prasetyo, 2006, hal. 50).
Wawancara adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengonstruksikan
mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, perasaan dan sebagainya
yang dilakukan dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan
pertanyaan dengan orang yang diwawancarai (interviewee) (Bungin, 2007, hal. 155).
Wawancara yang dilakukan oleh peneliti termasuk ke dalam jenis wawancara
mendalam yang bersifat terbuka. Wawancara mendalam merupakan suatu cara
mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan
informan, dengan maksud mendapatkan gambaran lengkap tentang topik yang
diteliti. Wawancara mendalam dilakukan secara intensif dan berulang-ulang (Bungin,
2007, hal. 157).
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan
pihak-pihak yang terkait

TEKNIK SAMPLING

Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2001: 56).

Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai
dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan
memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang
representatif. (Margono, 2004)

Sampling mempunyai beberapa tahapan serta tujuan. Beberapa diantaranya adalah sebagai
berikut:

Tujuan Pengambilan Sampel;


 Populasi terlalu banyak atau jangkauan terlalu luas sehingga tidak memungkinkan
dilakukan pengambilan data pada seluruh populasi.

 Keterbatasan tenaga, waktu, dan biaya.

 Adanya asumsi bahwa seluruh populasi seragam sehingga bisa diwakili oleh sampel.

Tahapan Pengambilan Sample diantaranya;


 Mendefinisikan populasi yang akan diamati
 Menentukan kerangka sampel dan kumpulan semua peristiwa yang mungkin

 Menentukan teknik atau metode sampling yang tepat

 Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)

 Melakukan pemeriksaan ulang pada proses sampling

 TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL LENGKAP

Cara Pengambilan Sampel bermacam-macam tergantung jenis penelitian yang akan


dilakukan. Secara garis besar, metode pengambilan sampel terdiri dari 2 kelas besar yaitu

 Probability Sampling (Random Sample)

 Non- Probability Sampling (Non-Random Sample).

Kedua jenis tersebut terdiri dari pengambilan secara acak dan pengambilan sampel tidak
acak. Kedua jenis ini juga memiliki sub – sub lain yang diantaranya adalah purposive
sampling, snowball samping, cluster sampling dll.

 PROBABILITY SAMPLING
Probability sampling adalah Metode pengambilan sampel secara random atau acak.
Dengan cara pengambilan sampel ini. Seluruh anggota populasi diasumsikan memiliki
kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel penelitian

Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)


Cluster Sampling adalah teknik sampling secara berkelompok. Pengambilan sampel
jenis ini dilakukan berdasar kelompok / area tertentu. Tujuan metode Cluster Random
Sampling antara lain untuk meneliti tentang suatu hal pada bagian-bagian yang berbeda di
dalam suatu instansi. Misalnya, penelitian tentang kepuasan pasien di ruang rawat inap, ruang
IGD, dan ruang poli di RS A dan lain sebagainya.
Pengertian Analisis Multivariat
Metode analisis multivariat adalah suatu metode statistika yang tujuan digunakannya
adalah untuk menganalisis data yang terdiri dari banyak variabel serta diduga
antar variabel tersebut saling berhubungan satu sama lain. Analisis multivariat adalah salah
satu dari teknik statistik yang diterapkan untuk memahami struktur data dalam dimensi
tinggi. Dimana variabel-variabel yang dimaksud tersebut saling terkait satu sama lain.
Berdasarkan beberapa definisi Analisis Multivariat di atas, maka statistikian menyimpulkan
bahwa yang dimaksud dengan Analisis Multivariat adalah suatu analisis yang
melibatkan variable dalam jumlah lebih dari atau sama dengan 3 variabel.

Jenis Data Dalam Analisis Multivariat

Seperti halnya analisis statistik lainnya, Analisis Multivariat yang kita bahas ini juga
tidak lepas dari jenis data atau skala data. Skala data yang digunakan ada dua macam, yaitu
data metrik dan data non metrik. Data metrik adalah data yang bersifat numerik atau berisi
angka-angka dan dapat dilakukan perhitungan matematis di dalamnya, misal nilai ujian,
tingkat IQ, berat badan, dll. Data metrik disebut juga dengan data numerik atau data
kuantitatif .Dalam hal ini data metrik ada 2 macam, yaitu data interval dan data rasio.
Sedangkan data non metrik adalah data non numerik atau disebut juga data kualitatif atau
data kategorik.
Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data informasi yang berupa simbol angka atau bilangan.
Berdasarkan simbol-simbol angka tersebut, perhitungan secara kuantitatif dapat dilakukan
untuk menghasilkan suatu kesimpilan yang berlaku umum di dalam suatu parameter. Nilai
data bisa berubah-ubah atau bersifat variatif. Proses pengumpulan data kuantitatif tidak
membutuhkan banyak waktu dan sangat mudah dilakukan.