Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

“AKHLAK DALAM ISLAM”

Disusun oleh :

SHAFFIRA DZIA ICHSAN


NISN : 0021777979

AL FITYAN BOARDING SCHOOL BOGOR

TAHUN AJARAN 2018/2019


KATA PENGANTAR

Assallamua’llaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Allhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah.swt karena atas


limpahan rahmat dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan tugas ini yang
berjudul “Akhlak Dalam Islam”.

Dalam penyusunan tugas ini saya banyak mendapat dorongan dan


bimbingan dari berbagai pihak yang memang berpengalaman yang tidak dapat
diukir secara materi, sesungguhnya pengalaman dan pengetahuan adalah guru
yang terbaik bagi saya. Oleh karena itu, saya sebagai penulis mengucapkan terima
kasih kepada : Ustadz Saiful Bahri selaku yang memberikan tugas ini, dan orang
tua yang telah memberikan dukungan kepada saya. Untuk itu saya mohon maaf
atas segala kekurangan saya.

Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi saya sendiri.

Wassallamua’llaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cileungsi, 09 februari 2019

Penulis,

SHAFFIRA DZIA ICHSAN

NISN: 0021777979

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar…............................................................................... i

Daftar Isi…........................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang….................................................................. 1
B. Ruang Lingkup……………………………………………... 2
C. Tujuan……………………………………………………… 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Akhlak……..…....................................................... 3

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan…........................................................................ 9
B. Saran ….……………………………………........................ 9

Daftar Pustaka…................................................................................10

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Agama menurut kamu besar bahasa Indonesia adalah system yang


mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada tuhan
yang maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan
manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata “ agama” berasal dari bahasa sansekerta, agama berarti


“tradisi”. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi
yang berasal dari bahasa latin religio dan berakar pada kata kerja re ligare
yang berarti “mengikat”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat
dirinya kepada tuhan.

Emile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem


yang terpadu, yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan
dengan hal yang suci. Kita sebagai ummat beragama semaksimal mungkin
berusah untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinnitas
beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

Dalam kehidupan sehari hari, manusia dihadapkan pada tiga


hubungan yang mengharuskannya untuk berbuat sesuatu. Yaitu hubungan
manusia dengan allah, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan
hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Ketiga hubungan tadi
mengharuskan kita untuk menentukan sikap yang harus diambil sesuai
dengan pemikirannya, termasuk akhlak yang akan dibahas dalam tulisan
ini.

1
B. Ruang Lingkup
1. Apa yang dimaksud dengan akhlak?
2. Ada berapa syarat agar kita disebut orang yang berakhlak?
3. Apa yang dimaksud dengan perangai?
4. Apakah arti dari budipekerti?
5. Apa yang dimaksud dengan karsa?
6. Apa arti dari moral dan etika?
7. Ada berapa pembagian akhlak dalam islam?
8. Ada berapa macam akhlak?
C. Tujuan
1. Untuk member pemahaman tentang akhlak
2. Untuk memberi pemahaman makna dari “moral, rtika, karsa, peringai”
3. Untuk memberitahu bahwa akhlak sangat penting bagi ummat manusia
4. Untuk memberi pengetahuan agar manusia lebih tergerak untuk
meningkatkan akhlak baiknya

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Akhlak

Kata akhlak secara terminology berarti tingkah laku seseorang


yang didorong oleh sesuatu keinginan secara sadar unutuk melakukan
sesuatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata
khuluk, berasal dari bahasa arab yang berarti tingkah laku atau tabiat.
Secara epsitemologi istilah akhlak bisa diartikan berbagai perspektif sesuai
dengan para ahli tasawuf diantaranya :

Imam Al Ghazali mengemukakan definisi akhlak sebagai berikut,


yang artinya :

“Akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya
timbul perbuatan perbuatan dengan mudah, dengan tidak memetrulkan
pertimbangan pikiran”

Akhlak diartikan sebagai tingkah laku, tetapi tingkah laku tersebut


harus dilakukan secara berulang ulang tidak cukup hanya sekali
melakukan perbuatan baik, atau hanya sewaktu waktu saja. Seseorang
dapat dikatakan berakhlak jika timbul dengan sendirinya didorong oleh
motivasi dari dalam diri dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan
pemikiran apalagi pertimbangan yang sering diulang ulang, sehingga
terkesan sebagai keterpaksaan untuk berbuat apabila perbuatan tersebut
dilakukan dengan terpksa bukanlah pencerminan dari akhlak.

1. Syarat
Ada tiga hal penting yang harus ada apabila seseorang ingin dikatakan
berakhlak :
a. Perbuatan yang baik atau buruk.
b. Kemampuan melakukan perbuatan.
c. Kesadaran akan perbuatan itu.

3
2. Sumber

Akhlak bersumber pada agama. Perangai sendiri mengandung


pengertian sebagai suatu sifat dan watak yang merupakan bawaan
seseorang. Pembentukan perangai ke arah baik atau buruk, ditentukan
oleh faktor dari dalam diri sendiri maupun dari luar, yaitu kondisi
lingkungannya. Lingkungan yang paling kecil adalah keluarga, melalui
keluargalah kepribadian seseorang dapat terbentuk. Para ahli seperti Al
Ghazali menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada
diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa
mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Perangai sendiri
mengandung pengertian sebagai suatu sifat dan watak yang merupakan
bawaan seseorang.

3. Budi Pekerti

Secara terminology, kata budi ialah yang ada pada manusia yang
berhubungan dengan kesadaran, yang didorong oleh pemikiran, rasio
yang disebut dengan nama karakter. Sedangkan pekerti ialah apa yang
terlihat pada manusia, karena didorong oleh perasaan hati, yang
disebut behavior. Jadi dari kedua kata tersebut budi pekerti dapat
diartikan sebagai perpaduan dari hasil rasio dan rasa yang
bermanifestasi pada karsa dan tingkah laku manusia.

Penerapan budi pekerti tergantung kepada pelaksanaannya. Budi


pekerti dapat bersifat positif atau negatif. Budi pekerti itu sendiri
sering dikaitkan dengan tingkah laku manusia. Selain unsure rasio juga
ada rasa. Perasaan manusia dibentuk oleh adanya suatu pengalaman,
pendidikan, pangetahuan, dan ligkungannya. Rasa memiliki
kecenderungan pada keindahan. Letak keindahan adalah pada
keharmonisan susunan sesuatu, harmonis jasmani, rohani, rasa karsa,
antara individu, dengan masyarakat, dan harmonis dengan keluarga.

4
Keharmonisan akan menimbulkan rasa nyaman dalam kalbu dan
tentram dalam hati itu sering disebut dengan “hati kecil” atau dengan
nama lain yaitu “suara kata hati”, lebih umum lagi disebut dengan
nama hati nurani. Suara hati selalu mendorong untuk berbuat baik
yang bersifat keutamaan serta memperingatkan perbuatan yang buruk
dan berusaha mencegah perbuatan yang bersifat buruk dan hina.
Semua orang mempunyai suara hati, walau suara hati kadang beda.
Tapi, mempunyai kesamaan yaitu keinginan untuk mencapai
kebahagiaan.

4. Karsa

Dalam diri manusia itu sendiri memiliki karsa yang berhubungan


dengan rasio dan rasa. Karsa disebut dengan kemauan atau kehendak,
hal ini tentunya sangat berbeda dengan keinginan. Keinginan lebih
mendekati pada senang atau cinta yang kadang berlawanan antara satu
sama lain. Adapun kehendak muncul melalu sebuah proses sebagai
berikut :

a. Timbul keinginan keinginan.


b. Timbul kebimbangan, proses memilih.
c. Menentukan pilihan kepada salah satu keinginan.
d. Keinginan yang dipilih menjadi suatu kemauan, selanjutnya akan
dilaksanakan.

Perbuatan yang dilaksanakan dengan kesadaran dan dengan


kehendaklah yang disebut dengan budi pekerti.

5. Moral

Moral yang berarti adat istiadat yang menjadi dasar mengukur


apakah perbuatan seseorang baik atau buruk. Dapat dikatakan baik
atau buruk suatu perbuatan secara moral, bersifat lokal.

5
6. Etika

Etika adalah ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang


manusia sejauh berkaitan denan moralitas. Etika terdiri dari 3
pendekatan, yaitu etika deskriptif, normatif, dan metaetika. Kaidah
yang dimunculkan dalam etika deskriptif seperti anggapan anggapan
tentang baik buruk, tindakan yang diperbolehkan atau tidak
diperbolehkan. Sedangkan dalam normatif, yaitu hati nurani,
kebebasan dan tanggung jawab, nilai dan norma, serta hak dan
kewajiban.

Sedangkan dalam metaetika adalah ucapan ucapan yang dikatakan


pada bidang moralitas. Dari kesimpulan bahwa etika adalah ilmu,
moral adalah ajaran, sedangkan akhlak adalah tingkah laku manusia.

7. Pembagian akhlak

Secara umum akhlak manusia terbagi menjadi dua, yaitu :

a. Akhlak baik (Al Hamidah)


1) Jujur (ash shidqu)
2) Berperilaku baik (husnul khuluqi)
3) Rendah hati (at tawadlu’)
4) Murah hati (al hilmu)
5) Sabar (ash shobr)
6) Malu (al haya’)
b. Akhlak buruk
1) Mencuri / mengambil bukan hak miliknya.
2) Iri hati.
3) Membicarakan kejelekan orang lain (gossip / ghibah).
4) Membunuh.
5) Segala sesuatu yang merugikan orang lain.

6
8. Ruang lingkup akhlak
a. Akhlak pribadi

Yang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya


sendiri, maka hendaknya seseorang itu menginsyafi dan sadar
kepada diri sendirilah, pangkal kesempurnaan akhlak yang utama ,
budi yang tinggi. Manusia terdiri dari jasmani dan rohani,
disamping itu manusia telah memiliki fitrah sendiri.

b. Akhlak berkeluarga

Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua, anak, dan kerabat.


Kewajiban orang tua terhadap anak, dalam islam mengarahkan
para orang tua untuk memperhatikan anak anak secara sempurna,
dengan ajaran yang baik, setiap agama telah memerintahkan
kepada setiap orang untuk mengarahkan dan mendidik anak
anaknya bagi para orang tua. Maka seorang anak haruslah
mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari
segala manusia lainnya untuk dicintai, taati dan dihormati. Karena
keduanya telah mendidik, mengasuh, menyekolahkan, mencintai
dengan ikhlas agar kitamenjadi seseorang yang baik dan berguna
dalam masyarakat, serta berbahagia dunia akhirat.

c. Akhlak bermasyarakat

Tetanggamu ikut bersyukur jika orang tuamu bergembira


dan ikut susah saat orang tuamu sedang susah, mereka menolong,
dan bersama mencari kemanfaatan dan menolak keburukan, orang
tuamu cinta dan hormat pada mereka, maka wajib bagimu
mengikuti ayah dan ibumu, yaitu cinta dan hormat pada tetangga.

Kita sebagai makhluk sosial sangatlah butuh bantuan orang


lain, maka dari itu hargai dan hormatilah mereka, maka kita akan
dihargai dan hormati juga. Pendidikan akhlak tidak dapat terlepas

7
dari pendidikan sosial, dan hal tersebut timbul dalam kehidupan
bermasyarakat.

d. Akhlak beragama

Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia


terhadap tuhannya, karena itulah ruang lingkup akhlak sangat luas
mencakup aspek kehidupan, baik secara vertical kepada tuhan,
maupun secara horizontal dengan sesame makhluk tuhan.

9. Kedudukan dan keistimewaan akhlak

Dalam keseluruhan ajaran islam, akhlak memiliki kedudukan yang


istimewa. Hal itu dapat dilihat dalam beberapa nomor berikut :

a. Rasulullah SAW menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia


sebagai risalah pokok islam.
b. Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok dalam agama islam.

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya :

“sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan budipekerti


yang mulia” (H.R.Ahmad)

Akhlak ataupun budipekerti memegang peranan penting dalam


kehidupan manusia. Akhlak yang baik akan membedakan manusia dengan
hewan. Akhlak yang baik juga akan mengangkat derajat manusia ke yang
mulia. Sedangkan akhlak buruk akan membinasakan seseorang insane dan
juga ummat manusia. Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud :

“orang mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling


baik akhlaknya” (H.R.Ahmad)

Manusia yang paling baik akhlaknya yaitu unjungan kita nabi


Muhammad SAW, ALLAH SWT menciptakan manusia tujuan utamanya
adalah beribadah. Dan ALLAH SWT membenci manusia yang melakukan
tindakan merusak. Maka orang yang cerdas akan meninggalkan hal yang
buruk, karena mereka tau bahwa hal itu tidak pantas untuk dilakukan,
terlebih lagi jika di akhirat kelak. Maka intinya manusia harus berakhlak
yang muli agar terhindar dari hal hal yang buruk.

B. Saran
1. Kita sebagai manusia yang baik harus memiliki akhlak yang baik pula
agar terjauh dari hal buruk.
2. Berakhlak lah yang baik maka kita akan dipandang mulia oleh
ALLAH SWT.
3. Hiduplah saling menolong karna kita makhluk sosial.

9
DAFTAR PUSTAKA

1. Sumber : http://kuntummawar.wordpress.com/2013/05/16/makalah-
akhlak/

10