Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PENDAHULUAN (LP)

HIPERTENSI
Diajukan untuk memenuhi tugas Keperawatan Keluarga

Disusun Oleh :

Meyda Nurhaida ( 21117040 )

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

JENDRAL ACHMAD YANI CIMAHI

2019
LAPORAN PENDAHULUAN

HIPERTENSI

1. KONSEP MEDIS
A. Definisi
Hipertensi adalah keadaan seseorang yang mengalami peningkatan
tekanan darah diatas normal sehingga mengakibatkan peningkatan angka
morbiditas maupun mortalitas, tekanan darah fase sistolik 140 mmHg
menunjukkan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik
90 mmHg menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung (Triyanto,2018)
Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan
pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah.WHO
(World Health Organization) memberikan batasan tekanan darah normal
adalah 140/90 mmHg. Batasan ini tidak membedakan antara usia dan jenis
kelamin (Marliani, 2018).
B. Anatomi Fisiologi
Sistem peredaran darah manusia terdiri atas jantung, pembuluh darah,
dan saluran limfe. Jantung merupakan organ penting yang memompa darah
dan memelihara peredaran melalui saluran tubuh. Arteri membawa darah dari
jantung,  Vena membawa dara ke jantung.
 Kapiler menggabungkan arteri dan vena, terentang diantaranya dan
merupakan jalan lalu lintas antara makanan dan bahan buangan. Disini juga
terjadi pertukaran gas dalam cairan ekstra seluler atau intershil. Saluran limfe
mengumpulkan, menggiring dan menyalurkan kembali ke dalam limfenya
yang dikeluarkan melalui dinaing kapiler halus untuk membersihkan jaringan.
Saluran limfe ini juga dapat dianggap menjadi bagian sistem peredaran.
Denyut arteri adalah suatu gelombang yang teraba pada arteri bila
darah dipompa keluar jantung. Denyut ini mudah diraba ditempat arteri
temporalis diatas tulang temporal atau arteri dorsalis pedis di belokan mata
kaki. Kecepatan denyut jantung dalam keadaan sehat berbeda-beda,
dipengaruhi penghidupan, pekerjaan, makanan, umur dan emosi. Irama dan
denyut sesuai dengan siklus jantung jumlah denyut jantung 70 berarti siklus
jantung 70 kali per menit.
C. Etiologi
1. Hipertensi esensial atau primer
Penyebab pasti dari hipertensi esensial belum dapat diketahui, sementara
penyebab sekunder dari hipertensi esensial juga tidak ditemukan. Pada
hipertensi esensial tidak ditemukan penyakit renivaskuler, gagal ginjal
maupun penyakit lainnya, genetik serta ras menjadi bagian dari penyebab
timbulnya hipertensi esensial termasuk stress, intake alkohol moderat,
merokok, lingkungan dan gaya hidup.

2. Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder penyebabnya dapat diketahui seperti kelainan
pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid),
hiperaldosteronisme, penyakit parenkimal
D. Patofisiologi
Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah
terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini
bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan
keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen.
Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak
ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini,
neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut
saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya
noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor
seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh
darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat
sensitiv terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas
mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang
pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga
terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla
adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks
adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat
respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan
penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Renin
merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi
angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang
sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi
natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra
vaskuler.
Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi sebagai
pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan structural dan fungsional
pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan
darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi
aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam
relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan
kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta
dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume
darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan
penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer.
Pada usia lanjut perlu diperhatikan kemungkinan adanya “hipertensi
palsu” disebabkan kekakuan arteri brachialis sehingga tidak dikompresi oleh
cuff sphygmomanometer. Menurunnya tonus vaskuler merangsang saraf
simpatis yang diteruskan ke sel jugularis. Dari sel jugularis ini bisa
meningkatkan tekanan darah. Dan apabila diteruskan pada ginjal, maka akan
mempengaruhi eksresi pada rennin yang berkaitan dengan Angiotensinogen.
Dengan adanya perubahan pada angiotensinogen II berakibat pada terjadinya
vasokontriksi pada pembuluh darah, sehingga terjadi kenaikan tekanan
darah.Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang
menyebabkan retensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan
tekanan darah. Dengan peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan
kerusakan pada organ-organ seperti jantung (Irianto, Koes, 2019).
E. Manisfestasi Klinik
1. Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg 2.
2. Sakit kepala
3. Pusing / migraine
4. Rasa berat ditengkuk
5. Penyempitan pembuluh darah
6. Sukar tidur
7. Lemah dan lelah
8. Nokturia
9. Azotemia
10. Sulit bernafas saat beraktivitas
F. Pathway

Faktor predisposisi : usia, jenis kelamin, merokok, stress, kurang olah raga,

genetic, alcohol,konsumsi garam,obesitas

Tekanan sistemik darah HIPERTENSI Perubahan

situasi

Beban kerja jantung Kerusakan vaskuler pembulum darah

Aliran darah makin cepat Perubahan struktur Informasi yang kurang Krisis

ke seluruh tubuh, situsional

sedangkan nutrisi dalam Penyumbatan Kurang Pengetahuan

sel sudah mencukupi kebutuhan pembuluh darah Metode koping


tidak efektif

Nutrisi lebih dari Vasokontriksi

kebutuhan tubuh Koping individu

Gangguan sirkulasi tidak efektif

Otak Ginjal Pembuluh darah Retina

Vasokontriksi

Resistensi Suolai O2 pemb. Darah Sistemik Koroner Spasme Arterior

Pembuluh darah otak ginjal Vasokontriksi

Otak Iskemik Diplopia

Sinkop Blood Flow Afterload Miokard

Nyeri Kepala Respon RAA Resti Injuri

Gangguan perpusi Nyeri dada

Serebral Merangsang Fatigue

Aldosteron

Intoleransi

Retensi NA Penurunan Aktivitas

Curah jantung

Kelebihan volume Edema

Cairan

(N. Richo, Mitchell. Et. Al. 2018. Kuman, vinay. Et. Al. 2018)
G. Komplikasi
Efek pada organ :
A. Otak
a. Pemekaran pembuluh darah
b. Perdarahan
c. Kematian sel otak : stroke
B. Ginjal
a. Malam banyak kencing
b. Kerusakan sel ginjal
c. Gagal ginjal
C. Jantung
a. Membesar
b. Sesak nafas (dyspnoe)
c. Cepat lelah
d. Gagal jantung

H. Penatalaksanaan

1. PenatalaksanaanNonfarmakologi
a. Mempertahankan berat badanideal
b. Mengurangi asupan natrium(sodium)
c. Batasi konsumsialcohol
d. Makan K dan Ca yang cukup daridiet
e. Menghindarimerokok
f. Penurunanstress
g. Aromaterapi(relaksasi)
2. PenatalaksanaanFarmakologi

a. Diuretik(Hidroklorotiazid)
b. Penghambat simpatetik (Metildopa, Klonidin dan Reserpin)
c. Betabloker (Metoprolol, Propanolol dan Atenolol)
G. Pemeriksaan Diagnostik
1. Hemoglobin / hematokrit
Untuk mengkaji hubungan dari sel – sel terhadap volume cairan
( viskositas ) dan dapat mengindikasikan factor – factor resiko seperti
hiperkoagulabilitas, anemia.
2. BUN (Blood Unit Nitrogen)
Memberikan informasi tentang perfusi ginjal Glukosa Hiperglikemi
(diabetes mellitus adalah pencetus hipertensi) dapat diakibatkan oleh
peningkatan katekolamin (meningkatkan hipertensi)
3. Kalium serum
Hipokalemia dapat megindikasikan adanya aldosteron utama (penyebab)
atau menjadi efek samping terapi diuretik.
4. Kalsium serum
Peningkatan kadar kalsium serum dapat menyebabkan hipertensi
5. Kolesterol dan trigliserid serum
Peningkatan kadar dapat mengindikasikan pencetus untuk / adanya
pembentukan plak ateromatosa ( efek kardiovaskuler )
6. Asam urat
Hiperurisemia telah menjadi implikasi faktor resiko hipertensi
7. IVP
Dapat mengidentifikasi penyebab hipertensiseperti penyakit parenkim
ginjal, batu ginjal / ureter
8. Foto dada
Menunjukkan obstruksi kalsifikasi pada area katub, perbesaran jantung
9. EKG
Dapat menunjukkan pembesaran jantung, pola regangan, gangguan
konduksi, peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit
jantung hipertensi
H. Pencegahan
1. Pencegahan Primer
Faktor resiko hipertensi antara lain: tekanan darah diatas rata-rata, adanya
hipertensi pada anamnesis keluarga, ras (negro), tachycardi, obesitas dan
konsumsi garam yang berlebihan dianjurkan untuk:
a. Mengatur diet agar berat badan tetap ideal juga untuk menjaga agar
tidak terjadi hiperkolesterolemia, Diabetes Mellitus, dsb.
b. Dilarang merokok atau menghentikan merokok.
c. Merubah kebiasaan makan sehari-hari dengan konsumsi rendah garam.
d. Melakukan exercise untuk mengendalikan berat badan.  
2. Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dikerjakan bila penderita telah diketahui menderita
hipertensi berupa:
a. Pengelolaan secara menyeluruh bagi penderita baik dengan obat maupun
dengan tindakan-tindakan seperti pada pencegahan primer.
b. Harus dijaga supaya tekanan darahnya tetap dapat terkontrol secara normal
dan stabil mungkin.
c. Faktor-faktor resiko penyakit jantung ischemik yang lain harus dikontrol.
d. Batasi aktivitas.(Triyanto, Endang. 2018).
2. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian

1. Data Umum

a. Nama kepala keluarga

b. Nama Anggota keluarga

c. Alamat dan telpon

d. Pekerjaan kepala keluarga

e. Pendidikan kepala keluarga

f. Komposisi keluarga dan genogram

g. Tipe keluarga

h. Suku bangsa

i. Agama

j. Aktifitas rekreasi keluarga

2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

a. Riwayat keluarga inti

b. Riwayat keluarga sebelumnya

3. Pengkajian lingkungan

a. Karakteristik rumah

b. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

c. Mobilitas geografis keluarga

d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

e. Sistem pendukung keluarga


4. Struktur keluarga

a. Sistem pendukung keluarga

b. Pola komunikasi keluarga

c. Struktur kekuatan keluarga

d. Struktur peran

e. Nilai atau norma keluarga

5. Fungsi keluarga

a. Fungsi afekti

b. Fungsi sosialisasi

c. Fungsi perawatan kesehatan


 Keluarga mampu mengenal masalah : keluarga mengetahui
pengertian , penyebab , tanda-gejala, tingkat keseriusan
 Keluarga mampu mengambil keputusan : keluarga mengetahui
dampak, keluarga mau mengambil keputusan
 Keluarga mampu merawat anggota keluarga : keluarga mengetahui
cara merawat keluarga, mengetahui fasilitas kesehatan yang harus
dituju bila sakit
 Keluarga mampu memelihara lingkungan rumah : keluarga
mengetahui pentingnya memelihara lingkungan rumah yang bersih
 Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan : sejauh mana
fasilitas kesehatan terjangkau oleh keluarga , sejauhmana keluarga
mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan,sejauhmana keluarga
memanfaatkan fasilitas kesehatan

d. Fungsi reproduksi

e. Fungsi ekonomi
6. Stress dan koping keluarga

a. Stressor jangka pendek dan panjang

b. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor

c. Strategi koping yang digunakan

d. Strategi adaptasi disfungsional

7. Pemeriksaan fisik
a. Pengkajian secara Umum
1) Identitas Pasien
Hal-hal yang perlu dikaji pada bagian ini yaitu antara lain: Nama,
Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, Agama, Status
Mental, Suku, Keluarga/orang terdekat, alamat, nomor registrasi.
2) Keluhan Utama :
Fatingue, lemah, dan sulit bernapas.
3) Riwayat atau adanya factor resiko
a) Riwayat penyakit sekarang
Umumnya yaitu sakit kepala, kelelahan, susah nafas, mual,
gelisah, kesadaran menurun, penglihatan menjadi kabur,
telinga berdenging, dada berdebar-debar, kaku kuduk, TD
meningkat diatas normal, gampang marah.
b) Riwayat kesehatan terdahulu.
 Riwayat penyakit sebelumnya
Pernah memiliki riwayat penyakit gagal ginjal dan
mengalami sakit yang sangat berat.
 Riwayat garis keluarga tentang hipertensi
 Penggunaan obat yang memicu hipertensi
4) Tanda-tanda Vital
a) Tekanan darah
Meningkat diatas 140/90 mmHg
b) Nadi
Meningkat pada arteri karotis, jugularis, pulpasi radialis
5) Aktivitas / istirahat
 Kelemahan,letih,napas pendek,gaya hidup monoton.
 Frekuensi jantung meningkat
 Perubahan irama jantung
 Takipnea
6) Integritas ego
 Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi, euphoria
atau marah kronik.
 Faktor faktor stress multiple (hubungan, keuangan yang
berkaitan dengan pekerjaan).
7) Makanan dan cairan
 Makanan yang disukai, dapat mencakup makanan tinggi
garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol (seperti makanan yang
digoreng,keju,telur)gula-gula yang berwarna hitam, kandungan
tinggi kalori.
 Mual, muntah.
 Perubahan berat badan akhir-akhir ini (meningkat atau
menurun).
8) Nyeri atau ketidak nyamanan
 Angina (penyakit arteri koroner /keterlibatan jantung)
 Nyeri hilang timbul pada tungkai.
 Sakit kepala oksipital berat seperti yang pernah terjadi
sebelumnya.
 Nyeri abdomen.
b. Pengkajian Persistem
1) Sirkulasi
 Riwayat hipertensi, ateroskleorosis, penyakit jantung koroner
atau katup dan penyakit cerebro vaskuler.
 Episode palpitasi,perspirasi.
2) Eleminasi
 Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu seperti infeksi atau
obtruksi atau riwayat penyakit ginjal masa lalu.
3) Neurosensori
 Keluhan pusing.
 Berdenyut, sakit kepala subokspital (terjadi saat bangun dan
menghilang secara spontan setelah beberapa jam).
4) Pernapasan
 Dispnea yang berkaitan dengan aktifitas/kerja
 Takipnea, ortopnea, dispnea noroktunal paroksimal.
 Batuk dengan/tanpa pembentukan sputum.
 Riwayat merokok

B. Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1. Ds : 1. ketidakmampuan keluarga Nyeri Akut
pasien mengeluh nyeri mengenal masalah (D.0077)
Do : 2. ketidakmampuan keluarga
Gejala dan tanda mayor mengambil keputusan.
1. Tampak meringis 3. ketidakmampuan keluarga
2. Bersikap protektif merawat anggota keluarga
3. Gelisah 4. ketidakmampuan keluarga
4. Frekuensi nadi memodifikasi lingkungan
meningkat 5. ketidakmampuan keluarga
5. Sulit tidur memanfaatkan fasilitas
Gejala dan tanda minor kesehatan
1. Tekanan darah meningkat
2. pola napas berubah
3. nafsu makan berubah
4. proses berpikir terganggu
5. menarik diri
6. berfokus pada diri sendiri
7. diaforesis
2. Ds : 1. ketidakmampuan keluarga Defisit
pasien menanyakan masalah mengenal masalah pengetahuan
yang dihadapi 2. ketidakmampuan keluarga (D.0111)
Do : mengambil keputusan.
Gejala dan tanda mayor 3. ketidakmampuan keluarga
1. menunjukan perilaku merawat anggota keluarga
tidak sesuai anjuran 4. ketidakmampuan keluarga
2. Menunjukan persepsi memodifikasi lingkungan
yang keliru terhadap 5. ketidakmampuan keluarga
masalah memanfaatkan fasilitas
Gejala dan tanda minor kesehatan
1. menjalani pemeriksaan
yang tidak tepat
2. menunjukkan perilaku
berlebihan (mis. Apatis,
bermusuhan, agitasi,
histeria
3. Ds :- 1. ketidakmampuan keluarga Resiko
Do:- mengenal masalah penurunan
2. ketidakmampuan keluarga curah jantung
mengambil keputusan. (D.0011)
3. ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga
4. ketidakmampuan keluarga
memodifikasi lingkungan
5. ketidakmampuan keluarga
memanfaatkan fasilitas
kesehatan

C. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri Akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vascular Cerebral
2. Defisit pengetahuan berhubungnya dengan kurang informasi atau
keterbatasan kognitif
3. Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan
afterload
D. Intervensi

Tujuan Evaluasi
No Diagnosa Intervensi
Panjang Pendek Kriteria Standar

Tingkat nyeri Manajemen Nyeri


1. Nyeri akut 1.keluarga 1.verbal 1. pengertian, tanda
menurun (L. (I.08238)
berhubunga mampu dan gejala, penyebab,
2.sikap
08066) Obervasi
n dengan mengenal tingkat keseriusan
Setelah 3. psikomotor a. lokasi, karakteristik,
peningkatan masalah: pada hipertensi
dilakukan durasi, frekuensi,
tekanan pengertian,
2. dampak dan dapat
kunjungan kualitas, intensitas
vaskular tanda dan
mengambil keputusan
selama .... hari nyeri
cerebral (D. gejala,
pada penyakit
di harapkan : b. Identifikasi skala nyeri
0077) penyebab,
hipertensi.
a. Keluhan c. Identifikasi respon
tingkat
nyeri 3.cara-cara merawat nyeri non verbal
keseriusan
berkurang penyakit hipertensi d. Identifikasi faktor yang
2.keluarga
dari 1 memperberat dan
4.cara memeliraha
mampu
menjadi 5 memperingan nyeri
lingkungan rumah
menganbil
b. Meringis Terapeutik
yang bersih
keputusan :
berkurang
e. Berikan teknik
keluarga
dari 1
mampu 5. memanfaatkan nonfarmakologis untuk
menjadi 5
mengenal fasilitas kesehatan mengurangi rasa nyeri
c. Gelisah
dampak dan
berkurang
keluarga
dari 1
mampu
menjadi 5
mengambil
d. Kesulitan
keputusan
tidur dari 1
3.keluarga
menjadi 5
mampu
merawat
anggota
keluarga :
keluarga
mengetahui
cara merawat
keluarga

4.keluarga
mampu
memelihara
lingkungan
rumah

5.keluarga
mampu
memanfaatkan
fasilitas
kesehatan.
Edukasi Kesehatan (I.
2. Kurang Setelah 1.keluarga 1.verbal 1. pengertian, tanda
12383)
pengetahua dilakukan mampu dan gejala, penyebab,
2.sikap
Observasi
n tindakan asuhan mengenal tingkat keseriusan
3. psikomotor a. Identifikasi kesiapan
berhubungn keperawatan masalah: pada hipertensi
dan kemampuan
ya dengan selama ...... pengertian,
2. dampak dan dapat
menerima informasi
kurang kunjungan. tanda dan
mengambil keputusan
Terapeutik
informasi Tingkat gejala,
pada penyakit
b. Sediakan materi dan
atau pengetahuan penyebab,
hipertensi.
media pendidikan
keterbatasan meningkat tingkat
3.cara-cara merawat kesehatan
kognitif(D. dengan kriteria keseriusan
penyakit hipertensi c. Jadwalkan pendidikan
0111) hasil:
2.keluarga
kesehatan sesuai
4.cara memeliraha
kesepakatan
1.mengetahui mampu lingkungan rumah
d. Berikan kesempatan
informasi yang menganbil yang bersih
untuk bertanya
akurat keputusan :
5. memanfaatkan
Edukasi
keluarga
2.meningkatnya fasilitas kesehatan
e. Jelaskan faktor risiko
mampu
pengetahuan
yang dapat
mengenal
pasien
mempengaruhi
dampak dan
kesehatan
keluarga
Edukasi Diet (I. 12369)
mampu
Observasi
mengambil
a. Identifikasi pola makan
keputusan
saat ini dan masa lalu
3.keluarga
b. Identifikasi
mampu
keterbatasan finansial
merawat
untuk menyediakan
anggota
makanan
keluarga :
Edukasi
keluarga
c. Informasikan makanan
mengetahui
yang diperbolehkan
cara merawat
dan dilarang
keluarga
d. Anjurkan mengganti
4.keluarga
bahan makanan sesuai
mampu
dengan diet yang
memelihara
diprogramkan
lingkungan
rumah

5.keluarga
mampu
memanfaatkan
fasilitas
kesehatan.

3. Resiko Setelah 1.keluarga 1.verbal 1. pengertian, tanda Edukasi pengukuran nadi


penurunan dilakukan mampu dan gejala, penyebab, radialis (I.12412)
2.sikap
curah tindakan asuhan mengenal tingkat keseriusan
Observasi
3. psikomotor
jantung (D. keperawatan masalah: pada hipertensi
1. Identifikasi kesiapan
0011) selama ...... pengertian,
2. dampak dan dapat
dan kemampuan
kunjungan. tanda dan
mengambil keputusan
menerima informasi
Penurunan curah gejala,
pada penyakit
jantung penyebab, hipertensi. Tindakan
membaik tingkat
3.cara-cara merawat 1. Sediakan materi dan
dengan kriteria keseriusan
penyakit hipertensi media pendidikan
hasil:
2.keluarga kesehatan
4.cara memeliraha
Curah jantung mampu
lingkungan rumah 2. Jadwalkan pendidikan
meningkat menganbil
yang bersih kesehatan sesuai
(L.02008) keputusan :
kesepakatan.
5. memanfaatkan
keluarga
fasilitas kesehatan 3. Berikan kesempatan
mampu
untuk bertanya.
mengenal
dampak dan 4. Dokumentasikan hasil
keluarga pengukuran nadi
mampu radialis
mengambil
Edukasi
keputusan
1. Jelaskan prosedur
3.keluarga
pengukuran nadi
mampu
radialis
merawat
2. Ajarkan cara
anggota
keluarga : memeriksa palpasi
keluarga radialis
mengetahui
3. Ajarkan menghitung
cara merawat
denyutan selama 60
keluarga
detik atau hitung
4.keluarga selama 30 detik dan
mampu kalikan dengan 2
memelihara
lingkungan
rumah

5.keluarga
mampu
memanfaatkan
fasilitas
kesehatan.
Daftar Pustaka

Marliani dan Tantan. 2018. 100 Question dan Answer: Hipertensi.


Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Tim pokja SIKI DPP PPNI.2018.Standart Intervensi Keperawatan
Indonesia.Jakartaselatan : Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat
Indonesia
Tim pokja SDKI DPP PPNI.2017.Standart Diagosis Keperawatan
Indonesia.Jakartaselatan : Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat
Indonesia

Triyanto, Endang. 2018. Pelayanan Keperawatan bagi Penderita Hipertensi


secara Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Akhmadi. (2018). Konsep Keluarga. Diambil tanggal 5 november 2018 dari

Anda mungkin juga menyukai